Kebudayaan bali
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Kebudayaan bali

on

  • 10,099 views

Tugas Aya Sosiologi XI SMA Sekolah Indonesia Bangkok

Tugas Aya Sosiologi XI SMA Sekolah Indonesia Bangkok

Statistics

Views

Total Views
10,099
Views on SlideShare
10,099
Embed Views
0

Actions

Likes
2
Downloads
130
Comments
1

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

CC Attribution-NonCommercial LicenseCC Attribution-NonCommercial License

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • om swastyastu....
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Kebudayaan bali Kebudayaan bali Presentation Transcript

  • KEBUDAYAAN Sosiologi XI – Social Class
  •  Bali berasal dari kata “Bal” dalam bahasa Sansekerta berarti "Kekuatan", dan "Bali" berarti "Pengorbanan" yang berarti supaya kita tidak melupakan kekuatan kita. Supaya kita selalu siap untuk berkorban. Bali mempunyai 2 pahlawan nasional yang sangat berperan dalam mempertahankan daerahnya yaitu I Gusti Ngurah Rai dan I Gusti Ketut Jelantik. Pulau Bali adalah sebuah pulau kecil yang beribu kota daerah Denpasar. Tempat-tempat pentingnya adalah Ubud sebagai pusat seni yang terletak di Kabupaten Gianyar, sedangkan Kuta, Sanur, Seminyak, dan Nusa Dua adalah beberapa tempat yang menjadi tempat tujuan pariwisata. Suku bangsa Bali dibagi menjadi 2 yaitu: Bali Aga (penduduk asli Bali biasa tinggal di daerah Trunyan), dan Bali Mojopahit (Bali Hindu / keturunan Bali Mojopahit). BAHASA Bali sebagian besar menggunakan bahasa Bali dan bahasa Indonesia, sebagian besar masyarakat Bali adalah bilingual atau bahkan trilingual. Bahasa Inggris adalah bahasa ketiga dan bahasa asing utama bagi masyarakat Bali yang dipengaruhi oleh kebutuhan industri pariwisata. Bahasa Bali di bagi menjadi 2 yaitu, bahasa Aga yaitu bahasa Bali yang pengucapannya lebih kasar, dan bahasa Bali Mojopahit.yaitu bahasa yang pengucapannya lebih halus.
  • Pulau Bali adalah bagian dari Kepulauan Sunda Kecilgeografi sepanjang 153 km dan selebar 112 km sekitar 3,2 km dari Pulau Jawa. Secara astronomis, Bali terletak di 8°25′23″ Lintang Selatan dan 115°14′55″ Bujur Timur yang membuatnya beriklim tropis seperti bagian Indonesia yang lain.Ibu kota Bali adalah Denpasar. Tempat- Luas wilayah Provinsi Bali adalahtempat penting lainnya adalah Ubud sebagai 5.636,66 km2 atau 0,29% luaspusat seni terletak di Kabupaten wilayah Republik Indonesia.Gianyar, sedangkan Secara administratif Provinsi BaliKuta, Sanur, Seminyak, Jimbaran dan Nusa terbagi atas 9Dua adalah beberapa tempat yang menjadi kabupaten/kota, 55 kecamatantujuan pariwisata, baik wisata pantai dan 701 desa/kelurahan.maupun tempat peristirahatan. Masyarakat Bali Aga umumnya mendiami daerah- daerah pegunungan dan kurang mendapat pengaruh dari kebudayaan Jawa Hindu. Sedangkan Bali Majapahit umumnya mendiami daerah-daerah dataran dan merupakan bagian yang paling besar dari penduduk pulau Bali serta mendapat pengaruh besar dari kebudayaan Jawa Hindu(Majapahit).
  • History of Bali Penghuni pertama pulau Bali diperkirakan datang pada 3000-2500 SM yang bermigrasi dari Asia. Peninggalan peralatan batu dari masa tersebut ditemukan di desa Cekik yang terletak di bagian barat pulau. Zaman prasejarah kemudian berakhir dengan datangnya ajaran Hindu dan tulisan Bahasa Sanskerta dari India pada 100 SM. Kebudayaan Bali kemudian mendapat pengaruh kuat kebudayaan India yang prosesnya semakin cepat setelah abad ke-1 Masehi. Nama Balidwipa (pulau Bali) mulai ditemukan di berbagai prasasti, di antaranya Prasasti Blanjong yang dikeluarkan oleh Sri Kesari Warmadewa pada 913 M dan menyebutkan kata Walidwipa. Diperkirakan sekitar masa inilah sistem irigasi subak untuk penanaman padi mulai dikembangkan. Beberapa tradisi keagamaan dan budaya juga mulai berkembang pada masa itu. Kerajaan Majapahit (1293– 1500 AD) yang beragama Hindu dan berpusat di pulau Jawa, pernah mendirikan kerajaan bawahan di Bali sekitar tahun 1343 M. Saat itu hampir seluruh nusantara beragama Hindu, namun seiring datangnya Islam berdirilah kerajaan-kerajaan Islam di nusantara yang antara lain menyebabkan keruntuhan Majapahit. Banyak bangsawan, pendeta, artis dan masyarakat Hindu lainnya yang ketika itu menyingkir dari Pulau Jawa ke Bali.
  •  Orang Eropa yang pertama kali menemukan Bali ialah Cornelis de Houtman dari Belanda pada 1597, meskipun sebuah kapal Portugis sebelumnya pernah terdampar dekat tanjung Bukit, Jimbaran, pada 1585. Belanda lewat VOC pun mulai melaksanakan penjajahannya di tanah Bali, akan tetapi terus mendapat perlawanan sehingga sampai akhir kekuasaannya posisi mereka di Bali tidaklah sekokoh posisi mereka di Jawa atau Maluku. Bermula dari wilayah utara Bali, semenjak 1840-an kehadiran Belanda telah menjadi permanen yang awalnya dilakukan dengan mengadu-domba berbagai penguasa Bali yang saling tidak mempercayai satu sama lain. Belanda melakukan serangan besar lewat laut dan darat terhadap daerah Sanur dan disusul dengan daerah Denpasar. Pihak Bali yang kalah dalam jumlah maupun persenjataan tidak ingin mengalami malu karena menyerah, sehingga menyebabkan terjadinya perang sampai mati atau puputan yang melibatkan seluruh rakyat baik pria maupun wanita termasuk rajanya. Diperkirakan sebanyak 4.000 orang tewas dalam peristiwa tersebut, meskipun Belanda telah memerintahkan mereka untuk menyerah. Selanjutnya, para gubernur Belanda yang memerintah hanya sedikit saja memberikan pengaruhnya di pulau ini, sehingga pengendalian lokal terhadap agama dan budaya umumnya tidak berubah. Jepang menduduki Bali selama Perang Dunia II dan saat itu seorang perwira militer bernama I Gusti Ngurah Rai membentuk pasukan Bali pejuang kemerdekaan. Menyusul menyerahnya Jepang di Pasifik pada bulan Agustus 1945, Belanda segera kembali ke Indonesia (termasuk Bali) untuk menegakkan kembali pemerintahan kolonialnya layaknya keadaan sebelum perang. Hal ini ditentang oleh pasukan perlawanan Bali yang saat itu menggunakan senjata Jepang.
  • transportasi• Bali tidak memiliki jaringan rel kereta api namun jaringan jalan yang sangat baik tersedia khususnya ke daerah-daerah tujuan wisatawan. Sebagian besar penduduk memiliki kendaraan pribadi dan memilih menggunakannya karena moda transportasi umum tidak tersedia dengan baik, kecuali taksi.• Jenis kendaraan umum di Bali antara lain:• Dokar, kendaraan dengan menggunakan kuda sebagai penarik• Ojek, taksi sepeda motor• Bemo, melayani dalam dan antarkota• Taksi• Komotra, bus yang melayani perjalanan ke kawasan pantai Kuta dan sekitarnya• Bus, melayani hubungan antarkota, pedesaan, dan antarprovinsi.• Bali terhubung dengan Pulau Jawa dengan layanan kapal feri yang menghubungkan Pelabuhan Gilimanuk dengan Pelabuhan Ketapang di Kabupaten Banyuwangi yang lama tempuhnya sekitar 30 hingga 45 menit. Penyeberangan ke Pulau Lombok melalui Pelabuhan Padangbai menuju Pelabuhan Lembar yang memakan waktu sekitar empat jam.• Transportasi udara dilayani oleh Bandara Internasional Ngurah Rai dengan destinasi ke sejumlah kota besar di Indonesia, Australia, Singapura, Malaysia, Thailand serta Jepang. Landas pacu dan pesawat terbang yang datang dan pergi bisa terlihat dengan jelas dari pantai.
  • Seni Musik Bali• Musik tradisional Bali memiliki kesamaan dengan musik tradisional di banyak daerah lainnya di Indonesia, misalnya dalam penggunaan gamelan dan berbagai alat musik tabuh lainnya. Meskipun demikian, terdapat kekhasan dalam teknik memainkan dan gubahannya, misalnya dalam bentuk kecak, yaitu sebentuk nyanyian yang konon menirukan suara kera. Demikian pula beragam gamelan yang dimainkan pun memiliki keunikan, misalnya gamelan jegog, gamelan gong gede, gamelan gambang, gamelan selunding dan gamelan Semar Pegulingan. Ada pula musik Angklung dimainkan untuk upacara ngaben serta musik Bebonangan dimainkan dalam berbagai upacara lainnya.• Terdapat bentuk modern dari musik tradisional Bali, misalnya Gamelan Gong Kebyar yang merupakan musik tarian yang dikembangkan pada masa penjajahan Belanda serta Joged Bumbung yang mulai populer di Bali sejak era tahun 1950-an. Umumnya musik Bali merupakan kombinasi dari berbagai alat musik perkusi metal (metalofon), gong dan perkusi kayu (xilofon). Karena hubungan sosial, politik dan budaya, musik tradisional Bali atau permainan gamelan gaya Bali memberikan pengaruh atau saling memengaruhi daerah budaya di sekitarnya, misalnya pada musik tradisional masyarakat Banyuwangi serta musik tradisional masyarakat Lombok.• Gamelan• Jegog• Genggong• dst
  • Seni tari• Seni tari Bali pada umumnya dapat dikatagorikan menjadi tiga kelompok, yaitu wali atau seni tari pertunjukan sakral, bebali atau seni tari pertunjukan untuk upacara dan juga untuk pengunjung dan balih-balihan atau seni tari untuk hiburan pengunjung• Tari-tarian masyarakat Bali ada yang bersifat tradisional ada yang bersifat modern. Tarian tradisional misalnya tari Sanghyang, Baris, barong, Kecak, Rejang, dan Gambuh. Sedangkan tari modern contohnya Kebyar Tarunajaya, Kebyar Duduk, Margapati, Tambulilingan, Tenun, Nelayan, Legong, d an tari Janger• Salah satu tarian yang sangat populer bagi para wisatawan ialah Tari Kecak. Sekitar tahun 1930-an, Wayan Limbak bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies menciptakan tari ini berdasarkan tradisi Sanghyang dan
  •  Pakaian daerah Bali sesungguhnya sangat bervariasi, meskipun secara selintas kelihatannya sama. Masing-masing daerah di Bali mempunyai ciri khas simbolik dan ornamen, berdasarkan kegiatan/upacara, jenis kelamin dan umur penggunanya. Status sosial dan ekonomi seseorang dapat diketahui berdasarkan corak busana dan ornamen perhiasan yang dipakainya.
  • Pria.• Busana tradisional pria umumnya terdiri dari:• Udeng (ikat kepala)• Kain kampuh• Umpal (selendang pengikat)• Kain wastra (kemben)• Sabuk• Keris• Beragam ornamen perhiasan• Sering pula dikenakan baju kemeja, jas dan alas kaki sebagai pelengkap.
  • Wanita• Busana tradisional wanita umumnya terdiri dari:• Gelung (sanggul)• Sesenteng (kemben songket)• Kain wastra• Sabuk prada (stagen), membelit pinggul dan dada• Selendang songket bahu ke bawah• Kain tapih atau sinjang, di sebelah dalam• Beragam ornamen perhiasan• Sering pula dikenakan kebaya, kain penutup dada, dan alas kaki sebagai pelengkap.
  • Sistem kekerabatan• Sistem garis keturunan dan hubungan kekerabatan orang Bali berpegang kepada prinsip patrilineal (purusa) yang amat dipengaruhi oleh sistem keluarga luar patrilineal yang mereka sebut dadia dan sistem pelapisan sosial yang disebut wangsa (kasta). Sehingga mereka terikat ke dalam perkawinan yang bersifat endogami dadaia dan atau endogami wangsa. Orang-orang yang masih satu kelas (tunggal kawitan, tunggal dadia dan tunggal sanggah) sama-sama tinggi tingkatannya. Dalam perkawinan endogami klen dan kasta ini yang paling ideal adalah antara pasangan dari anak dua orang laki-laki bersaudara.• Masyarakat Bali Hindu memang terbagi ke dalam pelapisan sosial yang dipengaruhi oleh sistem nilai yang tiga, yaitu utama, madya dan nista. Kasta utama atau tertinggi adalah golongan Brahmana, kasta Madya adalah golongan Ksatrya dan kasta nista adalah golongan Waisya. Selain itu masih ada golongan yang dianggap paling rendah atau tidak berkasta yaitu golongan Sudra, sering juga mereka disebut jaba wangsa (tidak berkasta). Dari kekuatan sosial kekerabatannya dapat pula dibedakan atas klen pande, pasek, buganggadan sebagainya.
  • KASTA Kehidupan sosial budaya masyarakat Bali sehari-hari hampir semuanya dipengaruhi olehkeyakinan mereka kepada agama Hindu Darma yang mereka anut sejak beberapa abad yang lalu. Olehkarena itu studi tentang masyarakat dan kebudayaan Bali tidak bisa dilepaskan dari pengaruh sistemreligi Hindu. Agama Hindu Darma atau Hindu Jawa yang mereka anut mempercayai Tuhan YangMaha Esa dalam konsep Tri Murti, yaitu Tuhan yang mempunyai tiga wujud: Brahma (Pencipta), Wisnu(Pelindung) dan Syiwa (Pelebur Segala yang Ada). Selain itu ada pula beberapa tokoh Dewa yang lebihrendah. Semuanya perlu di hormati dengan mengadakan upacara dan sesajian. Mereka jugamengangap penting konsepsi tentang Roh abadi yang disebut Athman, adanya buah setiap perbuatan(Karmapal), kelahiran kembali sang jiwa (purnabawa) dan kebebasan jiwa dari kelahiran kembali (moksa).Dalam menyelenggarakan pemakaman anggota keluarga orang Bali selalu melaksanakan tiga tahapanupacara kematian. Pertama, upacara pembakaran mayat (ngaben), kedua, upacara penyucian (nyekah)dan ketiga, upacara ngelinggihang. Ajaran-ajaran di agama Hindu Darma itu termaktub dalam kitab suciyang disebut Weda.
  • Tradisi masyarakat Bali• Ngaben adalah salah satu upacara keagamaan penting dan akbar di Bali. Perhelatan suci ini menyedot ribuan orang, mereka ingin menyaksikan upacara yang jarang terjadi. Apalagi yang di Ngaben adalah seorang pemimpin Ubud yang sangat dihormati.• Sulit memisahkan Bali dari ritual keagamaan. Ritus ini bagi masyarakat Bali sama pentingnya dalam menjalankan kehidupan mereka sehari – hari.• Jadi tidak usah heran dengan pemandangan seperti ini. Ritual keagamaan yang sederhana sudah menjadi pemandangan biasa, bagi siapa saja sejak pagi hingga malam hari.• Sesajian bagi sang dewata ini merupakan ungkapan terima kasih atas berkah Sang Dewata yang barangkali menjadikan pulau ini tetap indah dan eksotis. Daun kelapa muda (janur) menjadi pemandangan yang Anda temui disetiap tempat bila Anda mengunjugi Bali.• Di Bali setiap fase kehidupan harus dijalani dengan upacara. Sekecil apapun itu, tentu ini menghabiskan biaya yang tak tidak sedikit dan salah satu upacara itu adalah Ngaben.• Ngaben adalah upacara sakral dan besar yang ditunggu banyak orang. Disinilah fase dimana jasad manusia kembali ke langit. Upacara ini menelan biaya yang tidak sedikit dan harus dilakukan pihak keluarga. Ini sebagai bentuk Dharma (bakti) kepada anggota keluarga yang telah meninggal dunia.• Ngaben yang sederhana persiapan saja sudah memakan waktu berhari – hari. Mulai dari pembuatan bade yang tingginya disesuaikan dengan kemampuan dan derajat orang yang di abadi.
  • Perkawinan Penarikan garis keturunan dalam masyarakat Bali adalah mengarah pada patrilineal. System kasta sangat mempengaruhi proses berlangsungnya suatu perkawinan, karena seorang wanita yang kastanya lebih tinggi kawin dengan pria yang kastanya lebih rendah tidak dibenarkan karena terjadi suatu penyimpangan, yaitu akan membuat malu keluarga dan menjatuhkan gengsi seluruh kasta dari anak wanita. Di beberapa daerah Bali ( tidak semua daerah ), berlaku pula adat penyerahan mas kawin ( petuku luh), tetapi sekarang ini terutama diantara keluarga orang-orang terpelajar, sudah menghilang.
  • Jika ingin tau lebih dalam tentang Bali..• http://kharismamdanai1.blogspot.com/2010/11/sejarah-bali.html• http://the-indonesian-cultures.blogspot.com/2010/09/tari- kecak.html
  • Antalya Avia R.XI – social classSosiology about mutliculture - Bali -