Kebijakan kesehatan 17 maret 2012. final

  • 3,817 views
Uploaded on

Dari Seminar IAKMI Pengda Lampung

Dari Seminar IAKMI Pengda Lampung

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
  • gmn cara downloednya
    Are you sure you want to
    Your message goes here
No Downloads

Views

Total Views
3,817
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
65
Comments
1
Likes
1

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. BAPPEDA PROVINSI LAMPUNG Bandar Lampung, 17 Maret 2012
  • 2. SISTEMATIKA PAPARAN1. PENDAHULUAN - Kondisi Umum Bidang Kesra2. TANTANGAN PEMBANGUNAN BIDANG KESEHATAN - Tantangan - Permasalahan Umum Kesehatan - Kondisi SDM dan Fasilitas Kesehatan3. TARGET MDGs DAN SASARAN RPJMN BIDANG KESEHATAN 20124. PROGRAM UNGGULAN BIDANG KESEHATAN
  • 3. KONDISI UMUM BIDANG KESRA  Penduduk : BPS 7.6 JUTA (2010) BKKBN 8,1 JUTA (2010) KAB/KOTA (TRIWULAN II 2011) 9 JUTA  Luas Wilayah Daratan : 35.367,5 km2 Daratan & perairan : 51.991,0 km2  Kepadatan penduduk: 214 jiwa/km2 Jlh Penduduk Miskin Prov. Lampung : 2009 : 20,22 % (ke 2 se Sumatera) GK 188.812 • : 18,94 % (ke 2 se Sumatera) GK 202.414 • : 16,93 % (ke 3 se Sumatera) GK 238.073 Terdapat 14 kabupaten/kota * Lampung Utara tertinggi 28,19% (2 wilayah kota dan 12 wilayah kabupaten) Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 2010 IPM 68,80 69,40 69,78 69,78 70,93 71,41 Angka Harapan Hidup 68,00 68,50 68,80 69,00 69,25 69,50 Rata-rata Lama Sekolah 7,20 7,30 7,30 7,30 7,49 7,75Pengeluaran Perkapita Riil 605,10 607,05 610,09 615,03 617,42 618,63
  • 4. * TANTANGAN1. Meningkatnya kebutuhan masyarakat pada pelayanan kesehatan yang bermutu;2. Beban ganda penyakit (di satu sisi, angka kesakitan penyakit infeksi masih tinggi namun di sisi lain penyakit tidak menular mengalami peningkatan yang cukup bermakna);3. Disparitas status kesehatan antar wilayah cukup besar, (daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan);4. Peningkatan kebutuhan distribusi obat yang bermutu dan terjangkau;5. Jumlah SDM Kesehatan kurang, disertai distribusi yang tidak merata;6. Adanya potensi masalah kesehatan akibat bencana dan perubahan iklim, serta7. Integrasi pembangunan infrastruktur kesehatan yang melibatkan lintas sektor di lingkungan pemerintah, Pusat-Daerah, dan Swasta.
  • 5. * Disparitas status kesehatan* Beban ganda penyakit.* Kinerja pelayanan kesehatan yang rendah.* Perilaku masyarakat yang kurang mendukung pola hidup bersih dan sehat* Rendahnya kondisi kesehatan lingkungan* Rendahnya kualitas, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan* Terbatasnya tenaga kesehatan dan distribusi tidak merata.* Rendahnya kualitas kesehatan penduduk miskin. 6
  • 6. 1. Internal • Kinerja Sistem Kesehatan* Ekternal • Di luar sistem kesehatan • Determinan kesehatan 7
  • 7. Kondisi tempat tinggal dan tempat kerja Lingkungan Pekerjaan kerja Air bersih Pertanian, dan sanitasiindustri pangan Pelayanan KesehatanPendidikan Perumahan Faktor genetik, umur, jenis kelamin 8
  • 8. Sepuluh Besar Penyakit Di Propinsi Lampung Tahun 2010 JUMLAHNO. NAMA PENYAKIT % PENDERITA1 Infeksi Akut Pada Saluran Pernafasan 83.451 31,302 Nasopharyngitis Akut Common Cold 78.905 23,41 (Peradangan tenggorokan & hidung)3 Lain-Lain 30.739 9,124 Penyakit Kulit Infeksi 30.016 8,915 Gastritis (Peradangan usus/Maag) 23.762 7,056 Pharyngitis Akut (Tenggorokan) 19.613 5,827 Hypertensi (Darah Tinggi) 17.824 5,298 Asfiksia Waktu Lahir (Gangguan Pernafasan) 17.671 5,249 Keracunan Bahan Kimia 17.649 5,2410 Infeksi Usus Karena Bakteri Lainnya 17.431 5,17Sumber : SP2TP 2010
  • 9. Kasus DBD Kasus Diare Tahun Penderita Meninggal Penderita Meninggal 2005 696 10 67.056 3 2006 1.402 14 151.655 12 2007 4.470 24 159.929 10 2008 4.869 39 135.587 13 2009 1.862 20 148.557 7 2010 1.714 29 158.082Sumber : Laporan Evaluasi Program P3PL dan Profil KesehatanKab/kota
  • 10. Situasi Malaria dan Kasus Sifilis serta AIDS Provinsi Lampung tahun 2004-2010 MalariaNo. Tahun Klinis Sifillis AIDS1 2004 61.110 62 72 2005 56.802 75 493 2006 49.107 79 514 2007 54.685 114 415 2008 51.336 162 286. 2009 40.662 117 2010 28.147 79 29 Sumber : Seksi P2 bidang P3PL & profil Kesehatan Kab/kota
  • 11. PENINGKATAN RASIO TENAGA KESEHATAN DI PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2004 - 2011No Tenaga Rasio per 100.000 penduduk Standar Kesehatan Nasional 2004 2007 2011 1 Dokter Umum 7,75 8,53 13,03 40 2 Dokter Spesialis 1,78 2,09 3,03 6 3 Dokter Gigi 2,56 2,95 3,34 11 4 Perawat 45,07 51,41 69,93 117 5 Bidan 24,45 39,52 59,69 100 6 Kesehatan 3,85 6,79 10,82 40 Masyarakat
  • 12. Jumlah Puskesmas, Puskesmas R. Inap, Pustu dan Pusling di Propinsi Lampung Th. 2003 - 2010 900 800 700 600 500 400 300 200 100 0 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010Puskesm as 221 224 227 235 246 261 261 269P.Rw t Inap 30 32 36 39 40 49 50 57Pustu 715 700 708 729 744 768 768 779Pusling 208 224 250 245 253 265 262 273
  • 13. Rasio Puskesmas, Pustu Terhadap Penduduk di Propinsi Lampung Tahun 2007-2010 PencapaianNo Rasio Target 2010 2007 2008 2010 Ratio PKM thd1 1 : 20.000 1 : 29.633 1: 28.318 1: 28.704 1: 28.238 penduduk Ratio Pustu2 1 : 6.000 1: 9.798 1: 9.014 1: 9.755 1: 9.767 thd penduduk
  • 14. Jumlah Rumah Sakit, Tempat Tidur dan Ratio TT/Penduduk Tahun 2003-2010 Tahun Jumlah RS Jumlah TT RS Ratio TT/Penduduk 2003 21 2.018 1 : 3.396 2004 23 2.096 1 : 3.300 2005 24 2.178 1 : 3.206 2006 26 2.733 1 : 2.708 2007 26 2.944 1 : 2.476 2008 32 3.685 1 : 2.006 2009 39 3.768 1: 1.988 2010 45 4.005 1 : 900Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Keterangan : termasuk RS swasta
  • 15. Perpres No 5/2010 (Januari 2010) : Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 VISI INDONESIA YANG SEJAHTERA, DEMOKRATIS, DAN BERKEADILAN Memperkuat triple tracks strategy Sejahtera serta pembangunan inklusif dan berkeadilan Memantapkan konsolidasi Demokratis demokrasi Memperkuat penegakan hukum dan Berkeadilan pemberantasan korupsi serta pengurangan kesenjangan
  • 16. 1 Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola 2 Pendidikan 3 Kesehatan 4 Penanggulangan Kemiskinan 5 Ketahanan Pangan 11 Prioritas NasionalKabinet Indonesia Bersatu II 6 Infrastruktur 2009-2014 7 Iklim Investasi dan Iklim Usaha 8 Energi 9 Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana 10 Kebudayaan, Kreativitas dan Inovasi Teknologi 11 Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar, & Pasca-konflik 12 Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Prioritas Lainnya 13 Bidang Perekonomian 14 Bidang Kesejahteraan Rakyat
  • 17. Pendidikan Status Awal Target tahun (tahun 2008) 2014a) Meningkatnya rata-rata lama sekolah penduduk berusia 15 tahun ke 7,50 8,25 atas (tahun)b) Menurunnya angka buta aksara penduduk berusia 15 tahun ke atas 5,97 4,18 (persen)c) Meningkatnya APM SD/SDLB/ MI/Paket A (persen) 95,14 96,0d) Meningkatnya APM SMP/SMPLB/ MTs/Paket B (persen) 72,28 76,0e) Meningkatnya APK SMA/SMK/ MA/Paket C (persen) 64,28 85,0f) Meningkatnya APK PT usia 19-23 tahun (persen) 21,26 30,0g) Menurunnya disparitas partisipasi dan kualitas pelayanan pendidikan antarwilayah, gender, dan sosial ekonomi, serta antarsatuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah dan masyarakatKesehatana) Meningkatnya umur harapan hidup (tahun) 70,7 72,0b) Menurunnya angka kematian ibu melahirkan per 100.000 kelahiran 228 118 hidupc) Menurunnya angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup 34 24d) Menurunnya prevalensi kekurangan gizi(gizi kurang dan gizi buruk) 18,4 < 15,0 pada anak balita (persen)
  • 18. MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS (MDGs)Mengentasan MeningkatkanKemiskinan Ekstrim Kesehatan Ibudan Kelaparan Memerangi HIV/AIDSMencapai Pendidikan dan penyakit menularDasar untuk Semua lainnyaMendukung Kesetaraan MemastikanGender dan KelestarianMemberdayakan LingkunganPerempuanMengurangi Tingkat MengembangkanKematian Anak Kemitraan untuk Pembangunan
  • 19. GOAL 1 : Menanggulangi Kemiskinan dan Kelaparan TARGET 1 : Menurunkan proporsi penduduk yang menderita kelaparan menjadi setengahnya dalam kurun waktu 1990-2015 Indikator Proxy CapaianPersentase anak-anak berusia di bawah 5 Persentase gizi buruk : 3,5 % (2010)tahun yang mengalami gizi buruk (severe Target MDGs < 4%underweight) Sudah tercapaiPersentase anak-anak berusia di bawah 5 Persentase gizi kurang : 10 % (2010)tahun yang mengalami gizi kurang (moderate Target MDGs < 5 %underweight) Akan tercapai
  • 20. 600 400 200 0 2006 2007 2008 2009 2010 JML KASUS 402 180 228 161 191 MASIH DIRAWAT 291 67 81 115 90 SEMBUH 88 107 130 24 65Sumber : Dinas Kesehatan 2010
  • 21. ANGKA HARAPAN HIDUP MENURUT KABUPATEN/KOTA SE- PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2006 - 2010 Kabupaten/Kota 2006 2007 2008 2009 2010Lampung Barat 65,90 66,26 66,52 66,83 67,14Tanggamus 67,70 68,16 68,51 68,92 69,33Lampung Selatan 67,50 67,78 68,02 68,20 68,44Lampung Timur 69,40 69,65 69,81 70,02 70,22Lampung Tengah 68,60 68,81 68,92 69,09 69,25Lampung Utara 67,10 67,36 67,52 67,73 67,94Way Kanan 68,70 68,93 69,07 69,26 69,45Tulang Bawang 67,80 68,11 68,33 68,59 68,86Pesawaran - - 68,20 68,30 68,40Pringsewu - - - 68,44 68,51Mesuji - - - 68,39 68,39Tulang Bawang Barat - - - 68,66 68,66Bandar Lampung 69,40 69,82 70,13 70,50 70,87Metro 71,90 72,11 72,22 72,38 72,54Provinsi Lampung 68,50 68,80 69,00 69,25 69,50Sumber : BPS Provinsi Lampung, Susenas 2006-2010. 24
  • 22. GOAL 4: Menurunkan Angka Kematian AnakTARGET 5: Menurunkan angka kematian bayi dan balita sebesardua pertiganya dalam kurun waktu 1990-2015 Indikator Proxy Capaian1. Angka kematian bayi (AKB) per 1000 AKB : kelahiran hidup 43 per 1.000 kh (SDKI 2007) Target MDGs 29 per 1.000 kelahiran hidup Perlu perhatian Khusus3. Anak usia 12-23 bulan yang Cakupan imunisasi campak diimunisasi campak (90%) 93,6 % (2010 : Dinkes Prov Lampung) Target Meningkat Sudah tercapai
  • 23. 60 AKBA AKB 40 20 Target MDGs AKBA 0 2000 2001 2002 2003 2007 A KB 49 41 42 55 43 T A RGET PROP 40 40 40 40 40 Target MDGs AKBSumber: SDKI, 2007
  • 24. GOAL 5 : Meningkatkan Kesehatan Ibu TARGET 6: Menurunkan angka kematian ibu sebesar tiga perempatnya dalam kurun waktu 1990-2015 Indikator Proxy CapaianAngka Kematian Ibu (AKI) per 100.000 kelahiran AKI :hidup -228 per 100.000 kh (SDKI 2007) Target MDGs 102/100.000 Perlu perhatian KhususProporsi kelahiran yang ditolong oleh tenaga Persalinan oleh tenaga kesehatankesehatan terlatih : 82,66 % (data Dinkes 2010) Target MDGs 91 % Akan TercapaiProporsi wanita 15-49 tahun berstatus kawin yang Menggunakan indikator :sedang menggunakan atau memakai alat keluarga Peserta KB Aktif : 50,28% ( data Dinasberencana (60%) Kesehatan tahun 2010) Target MDGs 70,1 % Akan Tercapai
  • 25. Target RPJM Target MDGs SDKI 2007Sumber: SDKI, 2007
  • 26. TARGET 8Dihentikannya penyebaran dan dikurangi insiden Malaria dan Tuberculosis pada2015 Indikator Proxy Capaian1. Prevalensi dan kematian akibat MalariaNote : • Annual malaria incidence (AMI) di− Mengendalikan penyakit malaria dan mulai provinsi lampung sebesar 4,4/1000 menurunnya jumlah kasus baru malaria pada penduduk (2010) tahun 2015. Target MDGs 5/1000 penduduk Akan Tercapai2. Proporsi populasi pada area risiko Malaria yang menggunakan pencegahan dan pengobatan
  • 27. 10 5 0 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010AMI 6,3 6,2 4,5 7,2 5,5 5,4 4,66TARGET AMI 6 6 6 5,5 5,2 5 5
  • 28. TARGET 8 Dihentikannya penyebaran dan dikurangi insiden Malaria dan Tuberculosis pada 2015 Indikator Proxy Capaian1. Prevalensi dan kematian akibat Tuberkulosis : - Cure Rate (CR) / Penderita TB yg sembuh : 85 % • Cure Rate (CR) / Penderita TB yg sembuh : - Case Detection Rate (CDR) / Angka Penemuan 85 % Kasus : 70 % • Case Detection Rate (CDR) / Angka Penemuan Kasus : 42,1 %• Proporsi kasus TB yang terdeteksi dan sembuh • Success rate meningkat menjadi: 92,9 % dibawah directly observed treatment short course Target MDGs 85% dapat disembuhkan (DOTS) Akan Tercapai
  • 29. 100 80 60 40 20 0 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010* CDR 28 36 86 41 40 41,3 29,9 CR 84 85 82 82 88 85,8 86,5 SR 94 95 94 94 93 92,2 92,9 Case Detection Rate (CDR)/Angka Penemuan Kasus Cure Rate (CR) / Penderita TB yg sembuh Success Rate (SR) / Penderita TB yg selesai pengobatan (Pengobatan Lengkap)Sumber: Dinkes Prov. Lampung 2010
  • 30. TARGET 7A: Menurunkan hingga setengahnya proporsi rumah tangga tanpa akses berkelanjutan terhadap air minum layak. Indikator Proxy Capaian1. Proporsi rumah tangga dengan akses -Perkotaan 72,12 (2010) berkelanjutan terhadap air minum layak -Perdesaan 71,79 (2010) Target MDGs - Perkotaan 75,29 - Perdesaan 75,81 Akan Tercapai2. Proporsi rumah tangga dengan akses -Perkotaan 71,45 (2010) berkelanjutan terhadap sanitasi dasar -Perdesaan 38,55 (2010) Target MDGs - Perkotaan 76,80 - Perdesaan 55,54 Akan Tercapai
  • 31. 1. JAMKESMAS DAN JAMKESTA (JAMINAN KESEHATAN SEMESTA)2. PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT DI KOTA BARU (TH 2012 AKAN DIBANGUN UTK 50 KAMAR DAN DILENGKAPI SARANA PRASARANA)3. RS UMUM ABDOEL MOELOEK SEBAGAI RUMAH SAKIT PENDIDIKAN4. PROGRAM PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT5. PROGRAM UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT dan PENINGKATAN KESELAMATAN IBU MELAHIRKAN dan ANAK6. PROGRAM PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN7. PENINGKATAN PUSKESMAS MENJADI PUSKESMAS RAWAT INAP8. PEMBANGUNAN PUSTU DAN POSKESDES9. PUSAT LAYANAN KELILING UNTUK WILAYAH PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL10.PROGRAM PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT
  • 32. HASIL YANG DICAPAI :2. MENURUNNYA KASUS KEKURANGAN GIZI PADA BALITA DARI 16,5% (2007) MENJADI 13,4% (2010)• MENINGKATNYA UMUR HARAPAN HIDUP DARI 67,6 TAHUN (2004) MENJADI 69,5 TAHUN (2010)• MENURUNNYA ANGKA KEMATIAN BAYI DARI 55/1.000 KELAHIRAN HIDUP (2003) MENJADI 43/1.000 KELAHIRAN HIDUP (2007)• MENURUNNYA ANGKA KEMATIAN IBU DARI 307/100.000 KELAHIRAN HIDUP (2003) MENJADI 228/100.000 KELAHIRAN HIDUP (2007)1. MENURUNNYA ANGKA KESAKITAN MALARIA (AMI) DARI 8,84/1.000 PENDUDUK (2004) MENJADI 2,26/1.000 PENDUDUK (2011)2. MENINGKATNYA ANGKA KESEMBUHAN TB PARU (CR) DARI 83% (2004) MENJADI 88% (2011)
  • 33. UPAYA YANG TELAH & SEDANGDILAKUKAN:PENINGKATAN PUSKESMASRAWAT INAP 60 UNIT DARI 273UNIT PUSKESMASREVITALISASI SELURUHPOSYANDU 7.626 POSYANDU DAN1.507 POSKESDES PROGRAM KE DEPAN :SHARING JAMKESTA RP. 5 M 2. PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT(2011) RP. 28 M (2012) UNTUK TANPA KELAS DI KOTA BARUPENGOBATAN GRATIS LAMPUNGPUSKESMAS DAN RS KELAS 3 3. PEMBANGUNAN PUSKESMAS PLUSBANTUAN PEMENUHAN GIZI DI DAERAH TERPENCILBAYI/BALITA UNTUK KELUARGA 4. DUKUNGAN PERALATAN KESEHATANMISKIN UNTUK RUMAH SAKIT DANTOTAL ANGGARAN KESEHATAN PUSKESMASMELALUI APBD 2011 DISKESRP.66, RSAM RP.114 M, 2012 5. PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT109,65 M, RSAM RP.114 M TERAPUNG DAN PUSKESMAS TERAPUNG DI WILAYAH TERPENCIL KEPULAUAN 6. RUMAH SAKIT KELILING
  • 34. * Keberhasilan Pelayanan kesehatan tidak hanya dilihat pada besarnya anggaran kesehatan saja tetapi yang terpenting adalah bagaimana masyarakat memahami pola hidup sehat oleh sebab itu perlu diperbanyak sosialisasi pada masyarakat bagaimana menuju hidup sehat.* Keberhasilan Pelayanan kesehatan selain dibutuhkan sarana pelayanan kesehatan, juga dipengaruhi oleh lingkungan tempat tinggal dan prilaku masyarakat. Tanggungjawab pembangunan kesehatan bukan semata tanggungjawab pemerintah, namun yang yang penting adalah kepedulian dan insiatif masyarakat, ormas dan dunia usaha