1    http://herw1n.wordpress.com/                                Web 2.0 and The Impact For SEO                           ...
2    http://herw1n.wordpress.com/    Daftar Isi    Definisi web 2.0                                                 Hal 4 ...
3   http://herw1n.wordpress.com/                                                                   Halaman ini sengaja dik...
4    http://herw1n.wordpress.com/    Definisi Web 2.0    Web 2.0 merupakan istilah yang pertama kali dicetuskan oleh O’Rei...
5    http://herw1n.wordpress.com/    Secara dimensi teknis pada sisi infrastruktur jaringan ( net infrastructure ), penera...
6    http://herw1n.wordpress.com/    Ketika kita menerapkan web 2.0 maka pengumpulan informasi sekaligus menyebarkan infor...
7    http://herw1n.wordpress.com/    Proses Kerja Mesin Pencari ( Search Engine )    Seiring dengan perkembangan internet ...
8    http://herw1n.wordpress.com/    Gambar 3.0 menjelaskan proses kerja dari web crawler, ketika web crawler dari search ...
9    http://herw1n.wordpress.com/    Definisi Social Media    Social media diciptakan atas inisiatif untuk membuat platfor...
10    http://herw1n.wordpress.com/     Perdebatan besar ketika user saling berbagi konten di dalam social media, saling cl...
11    http://herw1n.wordpress.com/     Multimedia                                           Oovoo, OpenCU, Skype, Ustream,...
12   http://herw1n.wordpress.com/                                     90% of consumers trust recommendation from          ...
13    http://herw1n.wordpress.com/     Modern SEO Strategy     Dalam article ini, saya menganggap dan berasumsi bahwa kita...
14    http://herw1n.wordpress.com/     Teknik modern dari SEO merupakan pengembangan dan penyempurnaan dari teknik klasik ...
15    http://herw1n.wordpress.com/     mencari bakat dan talenta yang ada dalam lingkungan kerja ( karyawan ), meningkatka...
16   http://herw1n.wordpress.com/           Ciptakan dan kembangkan RSS promotion dan distribution dari website atau hala...
17   http://herw1n.wordpress.com/           Berikan perhatian yang lebih kepada audience atau daftar user account social ...
18    http://herw1n.wordpress.com/     Daftar Pustaka     Tapscot, Don and Williams, Anthony D. Wikinomics : How Mass Coll...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

OktoMagazine.com - modern-seo-strategy

522

Published on

“SEO strategy is not simply a check box task, we need more modern technique. There is no shortcut strategy, there is no shortcut for hard work of focused execution. Modern SEO must be coordinated” – Herwin Anggeriana -

Published in: Education, Technology, Design
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
522
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
18
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "OktoMagazine.com - modern-seo-strategy"

  1. 1. 1 http://herw1n.wordpress.com/ Web 2.0 and The Impact For SEO Publish by : Herwin Anggeriana This article dedicated for education, non profit organization and individual. Email : herwin.anggeriana@gmail.com “SEO strategy is not simply a check box task, we need more modern technique. There is no shortcut strategy, there is no shortcut for hard work of focused execution. Modern SEO must be coordinated” – Herwin Anggeriana - 1 Facebook Page : http://www.facebook.com/ITlinks.co.id
  2. 2. 2 http://herw1n.wordpress.com/ Daftar Isi Definisi web 2.0 Hal 4 Sejarah Search Engine Hal 6 Proses Kerja Mesin Pencari ( Search Engine ) Hal 7 Definisi Social Media Hal 9 Kolaborasi Social Media dengan Search Engine Hal 11 Web 2.0 dan dampak bagi SEO Modern SEO Strategy Hal 13 Summary Hal 17 Daftar Pustaka 2 Facebook Page : http://www.facebook.com/ITlinks.co.id
  3. 3. 3 http://herw1n.wordpress.com/ Halaman ini sengaja dikosongkan 3 Facebook Page : http://www.facebook.com/ITlinks.co.id
  4. 4. 4 http://herw1n.wordpress.com/ Definisi Web 2.0 Web 2.0 merupakan istilah yang pertama kali dicetuskan oleh O’Reilly Media di tahun 2003 dan dipopulerkan pada tahun 2004. Suatu pengembangan generasi dari web 1.0 yang menekankan kolaborasi online dan berbagi antar pengguna. Web 2.0 merupakan hasil pengembangan dari generasi web 1.0 yang tidak mengacu kepada spesifikasi teknis dari teknologi www ( world wide web ) tetapi menitik beratkan bagaimana si pengembang ( developer ) dalam penggunaan platform web. Berdasarkan O’Reilly Media dalam tabel 1.0, terdapat beberapa perbedaan antara web 1.0 dan web 2.0. Web 1.0 Web 2.0 DoubleClick Google AdSense Ofoto Flickr Akamai BitTorrent Mp3.com Napster Britannica Online Wikipedia Personal Websites Blogging Evite Upcoming.org and EVDB Domain name Speculation Search Engine Optimization Page views Cost per click Screen scraping Web services Publishing Participation Content Management System Wikis Directories ( taxonomy ) Tagging (“Folksonomy”) Stickiness Syndication Tabel 1.0 : Perbedaan antara web 1.0 dan web 2.0 menurut O’Reilly Media Konseptual dasar dari web 2.0 yang memfokuskan pada kolaborasi dan saling berbagi antar pengguna secara online maka secara diagram flow pengembangan web 2.0 seperti pada gambar 1.0. Gambar 1.0 : Flow Pengembangan web 2.0. 4 Facebook Page : http://www.facebook.com/ITlinks.co.id
  5. 5. 5 http://herw1n.wordpress.com/ Secara dimensi teknis pada sisi infrastruktur jaringan ( net infrastructure ), penerapan platform web 2.0 memberikan kontribusi significan dalam beberapa hal yaitu :  Kecepatan data transfer dan bandwidth karena aktifitasnya terjadi dalam layer yang sama yaitu dalam layer cloud  Lebih ringkas, serta mengubah jaringan data yang kompleks menjadi lebih simple / sederhana.  Proses komputasi lebih cepat dan ringan (lightweight), karena proses komputasi diserahkan sepenuhnya pada cloud. Secara dimensi teknis pada sisi programming, penerapan platform web 2.0 mengubah pola pengembangan platform web dari HTML menjadi XML/XHTML. Hal ini sekaligus mengubah pola pemetaan transfer data antara client dengan server yang dapat dijelaskan seperti pada gambar 2.0. Gambar 2.0 : Perbedaan web 2.0 secara dimensi teknis pada sisi programming. Pada dimensi data collection, penerapan web 2.0 seperti penggunaan data collection melalui function tags, registrasi, rating, comments, bookmark, RSS feed, podcasts dari berbagai blog / berbagai website lain (cross link) memberikan kontribusi significan dalam bisnis khususnya dalam dunia search engine optimization ( SEO ) dan advertising online. Jika data collection diterapkan dalam platform web, maka kita akan berpikiran bahwa data – data tersebut akan membentuk suatu informasi, baik informasi yang berguna maupun tidak berguna. Dan disitulah peranan utama dalam aktifitas orang di internet yaitu mencari suatu informasi yang dibutuhkan dan diinginkan. 5 Facebook Page : http://www.facebook.com/ITlinks.co.id
  6. 6. 6 http://herw1n.wordpress.com/ Ketika kita menerapkan web 2.0 maka pengumpulan informasi sekaligus menyebarkan informasi menjadi lebih mudah ke berbagai search engine, social media maupun melalui media lain yang saling kolaborasi satu sama lain. Pada penjelasan diatas, secara fundamental kita sudah mengenal dan memahami yang dimaksudkan dengan teknologi web 2.0 maka sebelum kita melihat dampak penerapan web 2.0 bagi SEO ( yang merupakan topic utama dalam artikel ini), kita perlu melihat perubahan platform pada search engine dan munculnya social media sebagai dampak dari penerapan web 2.0 Sejarah Search Engine Kebiasaan orang dalam mencari informasi maupun membutuhkan informasi maka yang dilakukannya adalah :  Bertanya dan mencari informasi kepada teman, kerabat ataupun orang yang dipercaya.  Bertanya dan mencari informasi kepada orang tua.  Mencari informasi di Encyclopedia.  Mencari informasi di perpustakaan. Melihat tingginya suatu kebutuhan akan informasi, mesin pencari ( search engine ) diciptakan dan dirancang khusus untuk mempermudah pengunjung dalam mencari suatu informasi digital. Pada tahun 1992 diciptakan mesin pencari ( search engine ) pertama kali oleh Tim Berners-Lee yang diterapkan dalam proyek CERN (Conseil Européene pour la Recherche Nucléaire ) dan bersifat tertutup / kalangan militer. Konsep kerjanya masih sederhana yaitu mendaftarkan setiap web yang aktif di seluruh dunia. Berjalannya waktu dan peningkatan jumlah web yang sangat significan, konsep ini tidak lagi memadai dan diperlukannya utility khusus yang disebut “archie”. Cara kerjanya tergolong sederhana yaitu mengunduh seluruh daftar direktori serta berkas yang terdapat pada layanan ftp, kemudian diproses ke dalam database untuk mempermudah pencarian. Mesin pencari ( search engine ) pertama kali yang dapat digunakan untuk public / umum adalah Aliweb pada tahun 1993. Menyusul kemudian munculnya mesin pencari ( search engine ) komersial yaitu Lycos. Berjalannya waktu, mesin pencari ( search engine ) yang lain bermunculan dan saling bersaing memperebutkan popularitas. Search engine di era saat itu adalah WebCrawler, Hotbot, Excite, Infoseek, Inktomi, dan Altavista. Dinamika dan fenomena perkembangan mesin pencari ( search engine ) yang significan menjadikan mesin pencari ( search engine ) sebagai target investasi di internet pada era tahun 1990-an. Fenomena dan dinamika perkembangan search engine ternyata tidak berlangsung lama, beberapa perusahaan atau organisasi pengembangan search engine mulai menon aktifkan layanan mesin pencarinya dan terfokus pada sisi aplikasi enterprise. 6 Facebook Page : http://www.facebook.com/ITlinks.co.id
  7. 7. 7 http://herw1n.wordpress.com/ Proses Kerja Mesin Pencari ( Search Engine ) Seiring dengan perkembangan internet hingga saat ini, maka kita mengenal 4 nama besar search engine yang masih memiliki popularitas besar yaitu Google, Yahoo, Bing, dan Baidu. Prinsip kerja dari mesin pencari ( search engine ) pada umumnya memiliki kesamaan, perbedaan dari masing – masing search engine hanya terletak pada pola pencarian ( query ) dan pola penyimpanan database yang nantinya menjadi rujukan dalam pencarian user di internet. Mesin pencari ( search engine ) bekerja dengan cara menyimpan informasi tentang banyaknya halaman web yang diambil langsung melalui protocol www. Informasi dari halaman – halaman web tersebut diambil melalui mekanisme web crawler atau browser web otomatis yang senantiasa mengikuti pranala yang dilihatnya. Isi informasi dari setiap halaman yang diperoleh dianalisa dengan algoritma tertentu untuk menentukan indeks-nya yang kemudian disimpan ke dalam database indeks. Database ini yang akan menjadi rujukan dalam pencarian selanjutnya. Pola penyimpanan analisa data ke dalam database indeks berbeda – beda antar search engine. Mesin pencari ( search engine ) seperti google menggunakan kombinasi tiga mekanisme penyimpanan informasi ke dalam database indeksnya. Yaitu :  Mekanisme yang pertama : Menyimpan seluruh informasi dari halaman sumbernya  Mekanisme yang kedua : Menyimpan sebagian informasi ( yang disebut cache ) dari halaman sumbernya  Mekanisme yang ketiga : Menyimpan seluruhnya informasi dari halaman sumber, melakukan pencarian pranala lain berdasarkan informasi dari halaman sumbernya dan menyimpan hasil pranala tersebut. Hasil pranala tersebut adalah file audio, file video, gambar / image serta informasi lainnya seperti biodata, produk dan layanannya. Seperti apakah web crawler itu? Ada dua istilah umum yang digunakan oleh para professional SEO dalam menjelaskan serta menggambarkan fungsi web crawler itu sendiri yaitu spider dan robots. Kedua istilah ini tidaklah salah karena fungsi kerja dari web crawler menyerupai fungsi seperti spider maupun robots yang bekerja secara automatic ketika itu dijalankan serta bekerja secara merambah aktif di dalam internet ( cloud ) layaknya spider / laba – laba. Gambar 3.0 : Proses kerja dari web crawler. 7 Facebook Page : http://www.facebook.com/ITlinks.co.id
  8. 8. 8 http://herw1n.wordpress.com/ Gambar 3.0 menjelaskan proses kerja dari web crawler, ketika web crawler dari search engine melakukan proses mengungguh ( mendownload ) informasi website dari internet ( cloud ), secara bersamaan web crawler melakukan empat proses yaitu : 1. Mengirimkan data yang berupa text dan metadata ke dalam database indeks ( Storage ) untuk disimpan ke dalam database indeks ( storage ). 2. Mengirimkan data yang berupa URL / hyperlink ke dalam sistem queue untuk disimpan. 3. Oleh sistem queue dikirimkan notifikasi kepada sistem scheduler bahwa data URL / hyperlink tersebut sudah terindeks dan tersimpan. 4. Oleh sistem scheduler dilakukan penjadwalan proses kembali kepada web crawler untuk mencari dan melakukan informasi lain yang berhubungan dengan URL / hyperlinks tersebut maupun mendownload informasi dari halaman website lain yang berhubungan dengan URL / hyperlink tersebut. Ketika user menginput / mengketikan kata kunci ( keyword ) dari informasi yang ingin dicarinya ke mesin pencari ( search engine ) maka system dari search engine akan mencari kata kunci tersebut dari database index dan mengeluarkan semua record yang sama dengan kata kuncinya ( keyword ) maupun semua record yang menyerupai criteria dari kata kunci tersebut dengan metode spell dan synonyms. Pada umumnya di era itu database indeks dari mesin pencari (search engine) menggunakan algoritma tertentu dengan kombinasi operator Boolean ( Boolean operator seperti AND, OR, dan NOT ) dalam menjalankan process query dari hasil inputan dan memberikan hasil querynya ( result ). Beberapa pengembang (developer) mesin pencari ( search engine ) menyadari hasil yang diberikan atas pencarian kata kunci ( keyword ) kurang maksimal dan kurang relevant, para developer menambahkan feature tambahan ( advance search ). Pada artikel ini, tidak membahas lebih lanjut tentang mekanisme dan proses kerja dari advance search pada mesin pencari ( search engine ). Gambar 4.0 : Tampilan Google di era 1997. 8 Facebook Page : http://www.facebook.com/ITlinks.co.id
  9. 9. 9 http://herw1n.wordpress.com/ Definisi Social Media Social media diciptakan atas inisiatif untuk membuat platform yang dapat menghubungkan seseorang di belahan dunia melalui internet. Social Media yang pertama kali dibuat pada tahun 1997 bersamaan dengan munculnya mesin pencari ( search engine ) yaitu sixdegrees.com. Saat itu mekanisme fungsinya sederhana, membuat profile, mengundang teman dan mengirim pesan. Konsep informasinya masih searah dan saling terpisah. Berjalannya waktu muncullah social media lain yaitu Friendster. Situs social media yang berorientasi pada market anak muda dalam pertemanan sekaligus untuk media pencarian jodoh. Popularitas Friendster tidak bertahan lama, tergeser dengan hadirnya social media facebook. Facebook hadir dengan platform yang lebih modern dan lebih fleksible atau lebih luas dalam pencarian informasi maupun mengakses informasi. Kelebihan yang sangat menonjol dari facebook adalah mulai terciptanya link ke website lain ( cross link ) sekaligus personal behavior dimanjakan dengan kehadiran games interaktif berbasis web. Fenomena facebook ini mulai mengundang ketertarikan pengembang platform web untuk membuat social media sejenis. Muncullah twitter di tahun 2009, situs social media dengan segmentasi market yang sama dengan facebook ( anak muda ) tetapi berbeda konsep. Twitter lebih menggunakan bisnis model mengikuti – tidak mengikuti ( follow – unfollow ). Keberadaan situs social media di dunia internet memberikan kelebihan yang unik, yaitu perluasan interaksi user dengan user lain yang saling terhubung serta perluasan informasi yang cepat. Kelebihan unik dari social media memberikan dimensi baru bagi dunia bisnis. Interkoneksi antar user yang saling terhubung dan penyebaran informasi yang cepat dalam lingkupnya menciptakan kelompok – kelompok audience tertentu baik yang berskala kecil maupun berskala besar. Kelebihan ini bagi dunia industry maupun bisnis memberikan peluang untuk memperlebar informasi dan daya jangkauan promosi sekaligus memperkuat posisi merek dagang ( brand product / brand image ). Sebagai contoh dalam dunia broadcasting seperti television, sangat sulit bagi dunia broadcasting untuk menjangkau berjuta – juta audience dalam waktu relative singkat. Kelemahan akan jangkauan audience dalam dunia broadcasting serta melihat kelebihan yang terdapat pada social media maka terjadi dimensi baru yaitu kolaborasi antara dunia social media dengan dunia real. Social media memiliki tantangan tersendiri bagi dunia bisnis baik organisasi maupun perusahaan untuk engagement customer, pada umumnya behavior user dalam social media memiliki kecenderungan untuk melihat dan didengarkan. Suatu tantangan sekaligus peluang bagi organisasi maupun perusahaan untuk ikut terlibat menanggapi, mendengarkan dan berbicara ke audience melalui social media, tantangan yang unik yang membutuhkan pendekatan secara unik. Ketika social media menjadi platform interaktif yang dapat dilakukan user di dalam situsnya, maka timbul perdebatan diantara pemilik konten ketika user saling berbagi di dalam situs social media. 9 Facebook Page : http://www.facebook.com/ITlinks.co.id
  10. 10. 10 http://herw1n.wordpress.com/ Perdebatan besar ketika user saling berbagi konten di dalam social media, saling claim atas kepemilikan konten yang di share oleh user di dalam social media. Satu sisi sebagai penyedia konten mengklaim bahwa konten yang dishare merupakan miliknya, sedangkan sisi lain dari social media mengklaim bahwa apapun konten yang dimasukan dan dishare oleh user merupakan kepemilikan public dan konten yang berada dalam social media merupakan milik dari penyedia situs social media. Artikel ini tidak membahas lebih lanjut tentang perdebatan tersebut, dan tidak mengatakan opini mana yang benar, tetapi yang sangat menarik bahwa situs social media menjadi suatu media yang mayoritas kontennya dihasilkan oleh user atau pengguna situs social media dan situs social media tersebut diselenggarakan dan diciptakan oleh organisasi maupun perusahaan. Berjalan waktu dan seiring dengan perkembangan internet, social media mengalami banyak variant dan bentuknya yang sering kita kenal dengan blogs, wikis, micro-blog, situs social networking, website video / photo sharing, dan forums. Masing – masing variant dan bentuk dari social media telah memiliki focus dan segmentasi market tersendiri. Berbagai bentuk aplikasi dari social media berdasarkan variant yang ada serta posisi segmentasi marketnya terdapat pada tabel 2.0. Segmentasi market & Positioning Aplikasi Communication ( Blog ) Blogger, wordpress, Drupal, Vox, Xanga, LiveJournal, ExpressionEngine. Communication ( Micro – Blogging ) Twitter, Google Buzz, Foursquare FMylive, Dailybooth Communication ( Advertising & Monetization ) SocialVibe Communication ( Location Place ) Facebook places, Foursquare, Goelogi, Google Latitude, Gowalla, Yelp, Inc, The Hotlist Communication ( Event ) Eventful, The Hotlist, Meetup.com, Upcoming, Yelp, Inc Communication ( Information Aggregator ) Netvibes, Twine Communication ( Social Networking ) Facebook, Twitter, AsmallWorld, Bebo, Chatter, Cyworld, Diaspora, Google+, Hi5, Netlog, MySpace, Ning, Tagged, Xing, Yammer Collaboration Central Desktop Collaboration ( CMS ) Drupal, Wordpress, Joomla Collaboration ( Diagramming & Visual ) Creately Collaboration ( Doc Managing & Tools Editing ) Google Docs, Dropbox.com, Docs.com, Syncplicity Collaboration ( Social Bookmarking ) CiteULike, Delicious, Diigo, Google Reader, StumbleUpon, folkd Collaboration ( Social Navigation ) Trapster, Wave Collaboration ( News ) Digg, Newsvine, NowPublic, Reddit Collaboration ( Wikis ) PBWorks, Wetpaint, Wikidot, Wikimedia, Wikispaces, Wikinews Entertainment ( Game Sharing ) Armor Games, Kongregate, Miniclip, Newsground Entertainment ( Media & Entertainment ) Cisco EOS, MySpace, YouTube 10 Facebook Page : http://www.facebook.com/ITlinks.co.id
  11. 11. 11 http://herw1n.wordpress.com/ Multimedia Oovoo, OpenCU, Skype, Ustream, Youtube Multimedia ( Music & Audio Sharing ) Bandcamp, Groove Shark, The Hype, MySpace Music, Pandora Radio, ShareTheMusic Multimedia ( Photography & art sharing ) Flickr, devianArt, Zoomr, Photobucket, Picasa, Smugmug Multimedia ( Presentation ) Prezi, Scribd, Slideshare Multimedia ( Video Sharing ) YouTube, Vimeo, Nico Nico Douga, Dailymotion, Metacafe, Openfilm Review ( Business ) Customer Lobby, Yelp, Inc Review ( Community Q&A ) Ask.com, AskVille, EHow, Quora, Stack Exchange Review ( Product ) Epinion.com, MouthShut.com Tabel 2.0 : Aplikasi dan variant dari social media Collaboration Search Engine & Social Media Pada umumnya ketika seseorang mencari informasi melalui internet, mereka meggunakan mesin pencari ( search engine ). Berdasarkan hasil survey Neilson / NetRating and Media Metrix, 65 % pencarian menggunakan search engine untuk mendapatkan informasi dan mayoritas menemukan informasi dari website yang belum pernah mereka kunjungi. Hampir setiap 28 halaman website ditampilkan oleh search engine. Ketika social media berkembang dan menjadi suatu fenomena di internet, berdasarkan Alexa pertumbuhan social media sebesar 35% dipergunakan oleh user dalam mencari suatu informasi dan memiliki kecenderungan kuat untuk kembali dan tergantung akan informasi terbaru ketika mereka menyukai dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Behavior yang cukup kuat akan kebutuhan informasi dalam social media tidak terlepas dari dukungan komunitas – komunitas user yang mereka bentuk. Pengembang mesin pencari ( search engine ) menyadari kekuatan dari social media yang didukung oleh komunitas. Mereka ( pengembang search engine ) menyadari bahwa di dalam social media terdapat sekelompok audience yang membutuhkan search engine untuk menunjukkan esistansi komunitasnya, tetapi sisi lain tanpa search engine pun komunitas ini dapat bergerak dan berkembang secara aktif karena aktifnya para member dalam mendistribusikan dan saling berbagi informasi. Untuk saling melengkapi dan menjangkau komunitas, para pengembang mesin pencari ( search engine ) melakukan kolaborasi dengan social media, bahkan beberapa pengembang search engine yang memiliki team developer dan financial yang kuat meskipun mereka dapat membuat platform social medianya sendiri ( contoh google+ ), mereka tidak ingin menutup koneksitas informasi atas social media yang sudah dibangun. Mereka berusaha untuk membuka pintu kolaborasi seluas – luasnya dengan social media lain. 11 Facebook Page : http://www.facebook.com/ITlinks.co.id
  12. 12. 12 http://herw1n.wordpress.com/ 90% of consumers trust recommendation from people they know; 70% trust recommendations from others even they don’t know them 83% of consumers share information from people they know 81% says they’ve received advice on a product purchase from friends or followers on a social network site 74% say that advice was influential 71% claims reviews from family members and friends expert a great deal of influence on what we buy 67% of consumers spend more online after receiving recommendations from friends 61% of people rely on information from reviews when making a purchase decision 14% of people trust advertising Sources : Econsultancy, eMarketing, clickZ, Internet Retailer, Bazaarvoice 12 Facebook Page : http://www.facebook.com/ITlinks.co.id
  13. 13. 13 http://herw1n.wordpress.com/ Modern SEO Strategy Dalam article ini, saya menganggap dan berasumsi bahwa kita sudah mengenal teknik klasik dasar dari seo ( search engine optimization ), dalam chapter ini hanya membahas ulang secara sederhana dan sekilas teknik klasik, karena nantinya kita memerlukan strategy teknik yang lebih modern seiring dengan perkembangan platform web 2.0 tanpa mengesampingkan teknik klasik seo yang sudah ada. Dengan strategy teknik yang lebih modern maka diharapkan strategy ini saling melengkapi dari teknik klasik seo yang sudah digunakan atau diterapkan. Teknik klasik seo ( search engine optimization ) yang sering ditemui adalah :  Keyword : kata kunci yang dijadikan reference seseorang ke mesin pencari ( search engine ), terkadang keyword yang dihasilkan merefleksikan sebuah title ( judul ) dari suatu halaman website.  Meta element : meta name, meta description, meta http-equiv merupakan variant dan bagian dari meta element. Meta element ini merupakan sekumpulan informasi dari halaman website yang disediakan untuk membantu search engine menempatkan halaman website sesuai dengan kategori yang diinginkan. Sering kali meta element dipergunakan webmaster dalam mengejar posisi ranking / posisi letak halaman website di search engine dengan tujuan mengejar traffic.  Attribute search engine : robots, spider, web crawler, dan bot merupakan attribute yang sering kali dipergunakan oleh search engine dalam update informasi terbaru dari website secara automatic. Masing – masing search engine memiliki karakteristik yang berbeda – beda dalam implementasinya, seperti google menggunakan googlebot dan lain lainnya.  Internal links : merupakan hyperlink dari halaman website sumber. Terkadang spider search backlinks menggunakan hyperlink untuk mencari backlink ke website lain.  Manual directory submission : beberapa search engine ( mesin pencari seperti yahoo dan google ) memiliki directory – directory yang terkadang membutuhkan submission ( pengiriman link ) secara manual. Hal ini merupakan pencegahan search engine dalam mengatasi web scam ( web spamming ) yang tidak memiliki authorisasi.  Blog : merupakan bagian dari social media dan sering digunakan oleh para webmaster atau seo consultant untuk membuat backlinks dengan mencantumkan link dalam signature profilenya. Menjadi suatu kesalahan fatal ketika webmaster atau SEO hanya mencantumkan link dalam signaturenya dan berkomentar dalam blog lain hanya demi mengejar traffic kemudian mereka tidak update maupun tidak aktif lagi ( promosi gratis / promosi spam ).  Forum : Forum merupakan bagian dari social media tetapi memiliki peranan dan scope yang lebih sempit. Forum biasanya dipergunakan sebagai media suatu diskusi, bagi para webmaster atau SEO keberadaan forum menjadi suatu media yang dapat dijadikan refrensi dalam mengumpulkan backlink, traffic, dan pengumpul massa.  Keyword research software : banyak software yang bersifat freeware, shareware maupun yang bersifat cloud yang dipergunakan seo dalam membentuk link building strategies.  Email marketing / campaign website : bagi seo seringkali dipergunakan strategy email marketing atau membayar fee untuk campaign website. 13 Facebook Page : http://www.facebook.com/ITlinks.co.id
  14. 14. 14 http://herw1n.wordpress.com/ Teknik modern dari SEO merupakan pengembangan dan penyempurnaan dari teknik klasik SEO yang sudah dijalankan. Dengan kolaborasi social media dengan search engine maka teknik modern SEO menggabungkan beberapa teknik menjadi search engine optimization + social media = authority influence. Teknik dari modern SEO strategy dimulai dari social media framework engagement dan strategi development seperti yang terlampir dalam gambar 5.0. Gambar 5.0 : Social media framework. Dalam gambar 5.0 terurai beberapa phase tetapi berjalan bersamaan seperti yang ditunjukkan arah panah. Penomoran dari setiap phase hanya ingin mempermudah setiap phase dan tidak mencerminkan suatu urutan phase yang harus dilakukan secara bertahap. Phase 1 ( Learning ) : merupakan serangkaian phase dimana penggunaan social media dimulai dari melakukan research / penelitian beberapa study kasus terkait organisasi ataupun perusahaan sejenis, melakukan edukasi para eksekutif terkait materi yang akan dikembangkan, mengexplore atau menjelajahi trends yang sedang hot atau booming. Phase 2 ( Establish Governance ) : merupakan serangkaian phase mengidentifikasi peluang – peluang yang dapat diraih, menganalisa & memahami jangkauan risk yang akan terjadi sekaligus menganalisa risk dari strategy sebelumnya, pahami secara seksama aturan social media, mensosialisasikan policy dari social media tersebut. Phase 3 ( Priority Objective ) : merupakan serangkaian phase improve customer engagement, membuat stratevy / blueprint untuk meningkatkan posisi merek dagang ( brand and position brand awareness ), membuat strategy inovasi untuk mengarahkan atau mengendalikan customer, 14 Facebook Page : http://www.facebook.com/ITlinks.co.id
  15. 15. 15 http://herw1n.wordpress.com/ mencari bakat dan talenta yang ada dalam lingkungan kerja ( karyawan ), meningkatkan penjualan maupun meningkatkan audience. Phase 4 ( Define Activities ) : merupakan serangkaian phase menentukan langkah – langkah dalam melakukan aktifitas, mengembangkan atau inisialisasikan platform yang menjadi target, mengidentifikasikan sumber daya ( resources ) yang akan terlibat atau sumber daya yang dibutuhkan dalam pencapaian target platform yang diinginkan, menentukan strategy link dalam aktifitas marketing secara offline ( traditional ). Phase 5 ( Develop Capabilities ) : merupakan serangkaian phase mengidentifikasikan fungsi internal dari pemenang social media, melakukan training serangkaian strategy dari phase – phase sebelumnya, membangun budaya dan kredibilitas secara transparan, membuat pilot program serta pengembangan platform yang berkelanjutan. Phase 6 ( Measure and Refine ) : Merupakan serangkaian phase pengukuran atas strategi dari phase – phase sebelumnya, melakukan monitoring phase – phase strategy yang sudah dijalankan, capture dan meng-komunikasi-kan ke audience atas aktifitas yang sudah berhasil dilakukan, membuat report ke senior eksekutif atas phase – phase yang sudah dilakukan. Phase 7 ( Engage in conversation ) : merupakan serangkaian phase menyediakan konten & membuka komunikasi termasuk mensosialisasikan, menciptakan & memberikan nilai tambah atas komunikasi yang sedang berjalan maupun yang sudah dilakukan, mencari & menarik lebih dekat key audience, merespon aktifitas positip yang dapat diperoleh. Phase 8 ( Listen ) : merupakan serangkaian phase mengidentifikasi, memonitoring serta memantau audience serta market yang sudah terbentuk, menjelajahi serta menemukan komunitas yang relevan dan sesuai, menggunakan tools atau sejumlah perangkat pengukuran, mencari & menemukan key audience ( key user dari komunitas ). Kolaborasi antara social media dengan search engine memberikan impact yang significan dan mengubah seo untuk mengembangkan strategy teknik seonya lebih dari sekedar search engine optimization.  Kembangkan internal sumber daya ( internal resources ) yang sudah anda miliki. Mengembangkan strategy link building anda, dengan membuat platform yang mempermudah user untuk melakukan share dengan social media, sesuatu konten yang menarik bagi audience dan memiliki fungsi saling berbagi dengan social media manapun, hal ini memberikan efek ( impact ) multiply. Jika anda tidak dapat membuat fungsi saling berbagi untuk semua social media, utamakan fungsi dari social media yang paling banyak dipergunakan dan integrasikan dengan website atau halaman dari website anda. Kembangkan strategi viral marketing anda dalam social media, sebagai contoh banyak fungsi dari social media facebook yang dapat diintegrasikan ke website atau halaman anda lebih dari sekedar fan page facebook. Ciptakan link wheels yang dapat anda integrasikan dengan social media manapun, mesin pencari ( search engine ) pada umumnya sangat mendukung link wheel untuk social media. 15 Facebook Page : http://www.facebook.com/ITlinks.co.id
  16. 16. 16 http://herw1n.wordpress.com/  Ciptakan dan kembangkan RSS promotion dan distribution dari website atau halaman website anda, kembangkan strategy pada content management system dari website anda untuk dapat mendistribusikan konten baik secara partial maupun secara keseluruhan.  Ubah hyperlink atau link dari website anda yang lebih dimengerti dan dipahami oleh manusia, bukan lebih dari sekedar bahasa mesin. Utamakan penghubung atau pemisah link dengan tanda “-“, daripada “.” karena bagi mesin pencari ( search engine ) tanda “-“ merupakan standar umum.  Analisis dan lakukan pengukuran audience dari masing – masing social media yang sudah anda targetkan, bentuk pola pemetaan segmentasi audience tersebut.  Ketika ingin menambahkan atau mengupdate keyword, lakukan kombinasi keyword antara short keyword dengan long tail keyword seluas – luasnya, sebagai catatan kombinasi keyword yang dilakukan haruslah relevan dengan konten dari halaman website anda.  Jika anda berencana melakukan campaign atas konten dari halaman website anda, fokuskan campaign yang akan anda lakukan ditargetkan dengan specific market yang ingin anda distribusikan.  Jika anda mempunyai konten yang sudah kadaluasa ( old link ) dan link tersebut sudah terhapus, kembangkan mekanisme auto redirect ( 301 ) ke halaman konten terbaru atau berikan pilihan bagi user / audience untuk mengklik menu lain yang terkait dan memberikan informasi secara transparan yang mudah dimengerti dan dipahami.  Biasakan untuk membuat artikel yang bermanfaat bagi audience atau pembaca, karena dengan artikel akan memberikan efek ( impact ) yang panjang bagi traffic website anda, sekaligus membuka peluang untuk pembentukan backlink.  Jika anda memiliki account social media official website, biasakan melakukan update status maupun share konten dari halaman website dan jangan biasakan untuk share konten secara membabi buta berdasarkan daftar pertemanan dari account social media anda. Lakukan update status maupun saling berbagi ( share ) secara halus dan sopan ( smooth ).  Hargailah dan hormatilah privacy user atau audience dari account social media anda, ubah dan re-konfigurasikan kembali account social media anda untuk dapat dilihat secara public.  Jangan melakukan pergabungan antara social media personal anda dengan account social media bisnis ( official ) website anda. Lakukan secara sopan untuk melakukan suggest friends personal anda menuju account social media bisnis ( official ) website anda. Dengan cara seperti ini strategy yang anda lakukan akan terlihat secara professional dan lebih dihargai audience.  Jangan membanjir market ( audience ) dari social media anda, batasan minimum yang diterima oleh audience adalah 2 post artikel. Jika anda mencoba melakukan flooding dalam social media, audience akan melakukan “hide post” atau terparahnya adalah unfriend dan anda akan kehilangan audience secara bertahap.  Jangan sekedar post artikel atau melakukan saling berbagi ( share ) konten dari website anda tanpa memberikan title atau komentar yang menarik bagi audience. Jika anda hanya saling berbagi ( share ) konten dari website anda dalam social media tanpa berkomentar maupun cerita singkat terkait konten tersebut, maka tidak tertutup kemungkinan audience akan menganggap konten yang dishare sebagai spamming. 16 Facebook Page : http://www.facebook.com/ITlinks.co.id
  17. 17. 17 http://herw1n.wordpress.com/  Berikan perhatian yang lebih kepada audience atau daftar user account social media anda sebelum anda melakukan saling berbagi ( share content ), lakukan dengan sentuhan personal ( magic personal touch ). Sebagai contoh “hai mr A, today traffic jam @sudirman, some accident cause, we hope be carefour” dan letakkan link dari konten terkait penyebab kemacetan di sudirman.  Ciptakan konten menarik dan ijinkan user untuk share link untuk dikaitkan dengan website mereka. Pembuatan dan pemberian widget sangat mempermudah user untuk mendapatkan informasi – informasi yang menarik dan terbaru dari website anda.  Pahami antara fungsi usability dan fungsi searchability, fokuskan dan kembangkan masing masing fungsi tersebut sesuai dengan tempatnya. Misalnya fungsi usability dalam hal nagivasi berupa ajax, selain atraktif, userfriendly, powerful dalam hal navigasi. Untuk fungsi searchability, jika team development anda minim akan waktu dan mengalami kesulitan anda dapat menggunakan fungsi partial yang dapat diambil dari google.  Kembangkan sitemap anda berupa XML, atau feed. Dengan sitemap mesin pencari ( search engine ) lebih dipermudah untuk menelusuri setiap konten terbaru dari website anda.  Jangkau dunia yang tidak terjangkau dari website anda. Kembangkan widget atau software desktop yang terintegrasikan dengan informasi dari website anda, berikan value add bagi user yang bersedia mengungguh dan meng-install widget atau software desktop yang anda develop.  Tunjukkan serta berikan bukti philosophy atau nilai – nilai positip dari organisasi atau perusahaan anda dalam social media secara berkesinambung ( social and customer responsibility ). Seperti : never lie and honestly, their confident is your reputation, respect people just like people, etc. Summary 17 Facebook Page : http://www.facebook.com/ITlinks.co.id
  18. 18. 18 http://herw1n.wordpress.com/ Daftar Pustaka Tapscot, Don and Williams, Anthony D. Wikinomics : How Mass Collaboration Change Everything. London : Portfolio, 2006, Page : 19, 68, 75. Garner, Rob. SEO 2.0 And The Pageless Web : The RIA Search Conundrum. December 20, 2006. Sullivan, Danny. “Google Loses Tab In New Look, Gains Web Alerts & Personalized Search Result” http://searchenginewatch.com/showPage.html?page=3332511. March 30, 2004 Bharaga, Rohit. “5 Rules of Social Media Optimization ( SMO )”. August 10, 2006. Wilson, Nick. 2007 Guide to Linkbaiting : The Year of Widgetbait? January 28, 2007. 18 Facebook Page : http://www.facebook.com/ITlinks.co.id

×