Ilmu pengetahuan dan persoalan kita

1,572 views
1,401 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,572
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
317
Actions
Shares
0
Downloads
21
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ilmu pengetahuan dan persoalan kita

  1. 1. Ilmu Pengetahuan dan PersoalanKitaDari buku “Menyoal Objektivisme IlmuPengetahuan”Oleh Oktariani Nurul Pratiwi33212018STEI - ITB
  2. 2. Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Etika• Saling terkait• Ilmu pengetahuan dan teknologi sudah melewati batas• Menimbulkan beragam persoalan etis
  3. 3. Peran etika• Merintis jalan bagi kaidah-kaidah yang mengatasi terkungkungnya manusia dalam dunia etika• Membuka evaluasi kritis terhadap segala sesuatu• Membentuk tanggung jawab baru dan merancang masyarakat agar belajar mempertanggungjawabkan kekuatan-kekuatan yg dibangun.
  4. 4. Definisi kebudayaan• Manifestasi kehidupan setiap orang ▫ contoh: kelahiran, seksualitas, kematian, cara mengolah makanan• Sesuatu yang dinamis (berkaitan dengan kesadaran historis pelaku-pelakunya) ▫ contoh: membuat alat-alat dan senjata-senjata dengan tata upacara tari-tarian dan mantera-mantera• Jadi kebudayaan adalah sesuatu yang dinamis karena berkaitan dengan kesadaran historis pelakunya
  5. 5. Tahapan kebudayaan• Tahap mitis ▫ Terkurung dalam kekuatan gaib, dewa-dewa dan mitos• Tahap ontologis ▫ Meneliti dengan metodik-sistematik• Tahap fungsional ▫ Keterkaitan dengan lingkungannya
  6. 6. Efek negatif• Mitis: usaha menguasai lewat kekuatan magis• Ontologis: pemisahan ontologis antara manusia dengan alam• Fungsionalitas: memperlakukan alam maupun manusia secara manipulatif
  7. 7. Ilmu pengetahuan dan etika• Thales, Anaximenes dan Anaximander -> kajian filosof pada alam• Socrates -> filsafat dari alam semesta kepada manusia terutama permasalahan etika ▫ Aristoteles -> aktivitas intelektual  Produktif: seni tukang dan kerajinan  Praktis: etika, politik, ekonomi  Spekulatif: matematika, fisika (alam)
  8. 8. Socrates• Ilmu pengetahuan alam dan tentang manusia• Ilmu alam -> kontemplatif: menghindari unsur- unsur subjektif (perasaan, kecenderungan, dogma)• Ilmu tentang manusia -> etika: mengolah dimensi batin manusia untuk kepentingan kehidupan yang lebih baik
  9. 9. Ilmu Pengetahuan dan Etika Filsafat Pengetahuan Pengetahuan tentang tentang alam manusia Fisika Matematika Logika Etika
  10. 10. Etika oleh kaum positivisme(David Hume)• Etika bersifat subjektif -> sekedar menunjukan ketidaksetujuan pengamat atas suatu tindakan yang dilihatnya.• Etika tidak dapat dikenakan status ilmu pengetahuan didasarkan pada dua hal: ▫ Yang baik tidak dapat diasalkan dari sensasi inderawi (pisau pembunuh menembus perut korban -> letak kejahatannya tidak terlihat) ▫ Pernyataan etika tidak dapat diturunkan dari pernyataan faktual (joni harus dihukum. !<- joni adalah pencuri)
  11. 11. Akibat pemikir positivisme logis• Tokoh: Moritz Schlick, Rudoph Carnap, A.J. Ayer• Membuat pernyataan-pernyataan etis tidak bermakna (co: menyiksa anak salah)• Mereduksi pengetahuan etika menjadi permasalahan terverifikasi-tidak terverifikasi, subjektif-objektif, fakta-nilai, dsb.
  12. 12. Akibat positivisme logis• Pengalaman manusia -> pengalaman indrawi• Pengetahuan manusia -> pengetahuan ilmiah (objektif)• Kepentingan manusia -> kepentingan prediksi (kontrol teknis)
  13. 13. Francis Bacon• Ilmu pengetahuan adalah kuasa• Penguasaan alam semaksimal mungkin dan secara otomatis akan terwujud kesejahteraan manusia.• Akibatnya: manusia tidak menyadari kebudayaan manusia -> kebudayaan teknologis• Kebudayaan yang acuh pada nilai kemanusiaan
  14. 14. Jurgen Habermas• Dalam bukunya “Knowledge and Human Interest” (1968)• Adanya keterkaitan antara pengetahuan manusia dengan kepentingan
  15. 15. Akibat Positivisme• Ilmuwan buta pada kepentingan penelitian ilmiah yang sesungguhnya• Dominasi teknologi semakin menjadi-jadi• Contoh: pencemaran lingkungan, aborsi, kloning“apa yang bisa dilakukan, boleh dilakukan!”
  16. 16. Etika dan Aplikasinya dalam PersoalanKonkret Manusia• Definisi Etika Pertanyaan Wilayah Kajian ▫ Etika -> ethos : adat Kant kebiasaan Apa yang dapat Nilai-nilai ▫ Immanuel Kant -> metafisika saya lakukan? | epistemologi Apa yang dapat Pengetahuan saya ketahui? Apa yang dapat Ada saya harapkan?
  17. 17. Pembagian Etika• Pendekatan Nonnormatif (hak, kewajiban, kebaikan, keutamaan, tanggung jawab) ▫ Etika deskritif ▫ Metaetika• Pendekatan Normatif (aborsi, eutanasia, kelaparan, diskriminasi seksual, pornografi) ▫ Etika normatif umum ▫ Etika terapan
  18. 18. Teori Etika Klasik• Eudaimonisme• Deontologi Kant• Utilitarianisme
  19. 19. Eudaimonisme• Aristoteles (384-322SM)• Manusia mengejar suatu tujuan, kebahagiaan (eudaimonia) dengan akal budi atau rasio• Apa itu kebahagiaan? -> belum terjawab
  20. 20. Deontologi Kant• Immanuel Kant (1724-1804)• Deon : apa yang harus dilakukan, kewajiban• Perbuatan dinilai baik apabila ia dilakukan semata-mata karena hormat terhadap hukum moral -> kewajiban• Diktum moral: “bertindaklah sehingga maxim (prinsip) dari kehendakmu dapat selalu, pada saat yang sama diberlakukan sebagai prinsip yang menciptakan hukum universal” ▫ Co: jangan membunuh
  21. 21. Imperatif• Imperatif kategoris (janji harus ditepati, pinjaman harus dikembalikan) : manusia menentukan dirinya sendiri• Imperatif hipotetis (jika urusan politik ingin lancar, maka bagikan sembako) : manusia ditentukan faktor luar
  22. 22. Utilitarianisme• Pelopor: David Hume (1711-1776)• Dimatangkan: Jeremy Bentham (1748-1832) ▫ Manusia menurut kodratnya tunduk pada dua penguasa yaitu: kesenangan dan ketidaksenangan ▫ Kesenangan dan ketidaksenangan dapat diukur secara matematis-statistik• Diperhalus: John Stuart Mill (1806-1873) ▫ Kesenangan juga perlu diukur kualitasnya
  23. 23. Prinsip-prinsip Utama Etika• Prinsip Otonomi ▫ Manusia memiliki otonomi yang tidak dimiliki makhluk lain tapi tidak boleh diperlakukan sebagai sarana• Prinsip Kemurahan Hati ▫ Seorang tidak boleh berlaku jahat ▫ Harus mencegah kejahatan ▫ Melenyapkan kejahatan ▫ Melakukan dan mendukung kebaikan• Prinsip Keadilan ▫ Pembagian yang sama rata ▫ Sesuai dengan kebutuhan individualnya ▫ Sesuai hak-haknya ▫ Sesuai dengan upayanya ▫ Sesuai dengan kontribusinya ▫ Sesuai dengan kualitasnya
  24. 24. Level-level Justifikasi dalam ArgumenMoralteori prinsip hukum-hukum keputusan
  25. 25. Etika Terapan• Etika Biomedis (aborsi, teknologi penunda kematian) ▫ Penyelidikan kritis tentang dimensi moral pengambilan keputusan dalam konteks kesehatan• Etika Lingkungan (membabati hutan) ▫ Pemahaman sistematis tentang relasi-relasi moral antara manusia dengan lingkungannya
  26. 26. Etika Terapan (..)• Etika Politik (penerapan demokratis) ▫ Mengkaji permasalahan legitimasi etis kekuasaan• Etika Profesi (jurnalis, dokter, peneliti, dosen) ▫ Mengkaji permasalahan etis yang ditimbulkan oleh profesi seseorang
  27. 27. KesimpulanIlmu pengetahuan dan teknologi tidak bisa melaju sendiri tanpa adanya masukan etika

×