Your SlideShare is downloading. ×
  • Like
Laporan geomorf  Peta kontur
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Now you can save presentations on your phone or tablet

Available for both IPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Laporan geomorf Peta kontur

  • 1,094 views
Published

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
1,094
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
17
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Bab I Hasil Pembahasan Kontur dan Perhitungan 1.1 Dasar Teori Interpolasi dan Extrapolasi Extrapolasi: Perluasan data di luar data yang tersedia, tetapi tetap mengikuti pola kecenderungan data yg tersedia itu. Contoh grafiknya: Interpolasi: Interpolasi dalam pengertian matematika adalah perkiraan suatu nilai tengah dari satu set nilai yang diketahui. Pengertian interpolasi yang lebih luas merupakan upaya mendefinisikan suatu fungsi analitik yang tidak diketahui atau pengganti fungsi yang rumit yang tidak mungkin diperoleh persamaan anlitiknya. Contoh grafiknya:
  • 2. Namun ada saat dimana terdapat grafik yang tidak dapat diwakilkan dengan 2 metode di atas metode tersebut diberi nama Chaotic yaitu wilayah dimana kita tidak dapat mengetahui ataupun memperkirakan hasilnya dengan cara interpolasi maupun ekstrapolasi
  • 3. 1.3 Tabel NO T2 T1 y Ta Tb a b x 1 101 60 2.5 100 75 0.06 0.91 1.53 2 128 63 5.5 125 75 0.25 1 2 3 213 113 5.4 200 125 0.7 0.65 1.35 4 390 101 7.5 375 125 0.39 0.62 0.65 5 330 59 6.2 325 75 0.11 0.36 0.57 6 105 58 2.1 100 75 0.22 0.75 1.13 7 266 105 5 250 125 0.49 0.62 0.77 8 380 110 7.5 375 125 0.1 0.42 0.69 9 390 302 2.5 375 325 0.42 0.65 0.71 10 460 145 5.9 450 150 0.18 0.09 0.46 11 377 206 2.5 375 225 0.03 0.27 0.36 12 580 377 4 575 400 0.1 0.45 0.49 13 580 460 3.5 575 475 0.14 0.43 0.73 14 460 203 6.4 450 225 0.25 0.55 0.62 15 580 355 5.5 575 375 0.12 0.48 0.61 16 595 355 5.7 575 375 0.47 0.47 0.59 17 355 119 5.5 350 125 0.11 0.14 0.58 18 355 208 3.4 350 225 0.11 0.39 0.58 19 595 215 7.3 575 225 0.38 0.19 0.48 20 208 82 4.5 200 100 0.28 0.64 0.89 21 455 310 3.3 450 325 0.4 0.34 0.57 22 470 206 6.7 450 225 0.54 0.48 0.63 23 365 131 8.5 350 150 0.54 0.69 0.9
  • 4. Bab 2 Hasil Analisa Pada Peta Kontur 2.1 Pembahasan Pada peta tesebur jika dilihat pada sayatan A-A’ ataau B-B’ maka yang terlihat adlah morfologi gunung dan juga terdpat sungai. Interpolasi garis kontur Penarikan garis kontur diperoleh dengan cara perhitungan interpolasi, pada pengukuran garis kontur cara langsung, garis-garis kontur merupakan garis penghubung titik-titik yang diamati dengan ketinggian yang sama, sedangkan pada pengukuran garis kontur cara tidak langsung umumnya titik-titik detail itu pada titik sembarang tidak sama. Bila titik-titik detail yang diperoleh belum mewujudkan titik-titik dengan ketinggian yang sama, posisi titik dengan ketinggian tertentu dicari, berada diantara 2 titik tinggi tersebut dan diperoleh dengan prinsip perhitungan 2 buah segitiga sebangun. Data yang harus dimiliki untuk melakukan interpolasi garis kontur adalah jarak antara 2 titik tinggi di atas peta, tinggi definitif kedua titik tinggi dan titik garis kontur yang akan ditarik. Hasil perhitungan interpolasi ini adalah posisi titik garis kontur yang melewati garis hubung antara 2 titik tinggi. Langkah Pertama yaitu mencari perhitungan : Cara hitungan (Numeris) Cara ini pada dasarnya juga menggunakan dua titik yang diketahui posisi dan ketinggiannya, hitungan interpolasinya dikerjakan secara numeris (eksak) menggunakan perbandingan linear. Dimana kita menggunkan rumus sebagai berikut :
  • 5. Ket : IK : Interval Kontur T1 = titik ketinggian terendah T2 = Titik Ketinggian tertinggi Y = Panjang garis intrapolasi X= Panjang garis penggal Posisi ini berupa jarak garis kontur terhadap posisi titik pertama atau kedua. Titik hasil interpolasi tersebut kemudian kita hubungkan untuk membentuk garis kontur yang kita inginkan Posisi itu didapat seetelah kita mendapatkan semua nilainya seperti pada tabel diatas, selanjutnya kita membuat titik-titik jarak garis tiap kontur. Kemudian kita hubungkan semua titik pada ketinggian yang sama dan ketika melewati sungai garis kontur menajam ke arah hulu sungai. Posisi ini berupa jarak garis kontur terhadap posisi titik pertama atau kedua.
  • 6. Dafar Pustaka Waluyo. 2012. http://jefry-e-wfst09. web.unair.ac.id /artikel_detail6679I nformation 20technology – Resume %20 Penjelasan% 20 Singkat% 20Interpolasi% 20dan %20 Extrapolasi .html. Diakses Pada tanggal 8 Februari 2014.
  • 7. Bab 3 Kesimpulan Berdasarkan hasil praktikum maka dapat disimpulkan: 1. Pembuatan peta kontur dapat dilakukan dengan adanya hasil pengukuran 2. Salah satu system yang digunakan dalam pengukuran guna pembuatan peta kontur yaitu metode intrapolasi 3. Peta kontur dapat dibuat dengan adanya rentang beda tinggi yang sama pada tiap-tiap titik