sumpah pemuda sebagai alat pemersatu bangsa
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

sumpah pemuda sebagai alat pemersatu bangsa

on

  • 14,912 views

 

Statistics

Views

Total Views
14,912
Views on SlideShare
14,912
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
116
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

sumpah pemuda sebagai alat pemersatu bangsa sumpah pemuda sebagai alat pemersatu bangsa Document Transcript

  • MAKALAH KONSEP DASAR PKn“ SUMPAH PEMUDA SEBAGAI ALAT PEMERSATU BANGSA “ DISUSUN OLEH : BERY WAHYU KURNIAWAN 101644057 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA 2010
  • BAB I PENDAHULUAN1.1 LATAR BELAKANG Usaha bangsa Indonesia mencapai Persatuan Bangsa, Kesatuan Negara, dan Keutuhan Nusantara telah melewati jangka waktu yang sangat panjang. Setelah mengalami penjajahan Belanda selama lebih dari tiga abad, menjelang akhir abad ke 19 timbul kesadaran bahwa bangsa Indonesia yang bercerai berai dengan mudah dapat di adu-domba satu sama lain yang tidak memungkinkan tercapainya cita-cita untuk memerdekakan bangsa. Dengan lahirnya Boedi Oetomo tahun 1908, Kebangkitan Nasional Indonesia mulai bersemi, khususnya tentang pentingnya unsur pendidikan bagi usaha-usaha mencapai kemerdekaan, kemajuan dan kemakmuran. Kebangkitan Kebangsaan tersebut kemudian melahirkan Kesadaran Politik yang menghimpun segala kemampuan rakyat dan golongan melalui Partai Politik, baik yang bersifat keagamaan, nasionalisme, maupun sosialisme. Diperlukan waktu 20 tahun sejak munculnya rasa Kebangkitan Nasional 1908 untuk dapat melahirkan rasa Kesatuan Kebangsaan dalam Sumpah Pemuda tahun 1928 yang menyatakan tekad rakyat Indonesia untuk hidup sebagai Satu Bangsa, dalam Satu Tanah Air, dengan satu bahasa persatuan yaitu Bahasa Indonesia. Dalam kehidupan masyarakat yang serba majemuk, berbangsa dan bernegara, berbagai perbedaan yang ada seperti dalam suku, agama, ras atau antar golongan, merupakan realita yang harus didayagunakan untuk memajukan negara dan bangsa Indonesia, menuju cita-cita Nasional kita adalah masyarakat Adil dan Makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.1.2 RUMUSAN MASALAH Dari latar belakang diatas, penyusun makalah ingin merumuskan berbagai masalah yang akan dibahas dalam makalah ini, yaitu :
  • 1) Apakah arti persatuan dan kesatuan bangsa ? 2) Sikap apa saja yang dapat membentuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa ? 3) Apa itu Sumpah Pemuda ? 4) Mengapa pemuda dikatakan sebagai simpul pemersatu bangsa ? 5) Apa arti penting dari lahirnya sumpah pemuda ? 6) Mengapa Sumpah Pemuda adalah Bhinneka Tunggal Ika ? 7) Bagaimana seharusnya menjunjung tinggi Sumpah Pemuda itu ?1.3 TUJUAN Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah supaya penyusun makalah dan pembaca dapat memahami : 1) Arti persatuan dan kesatuan bangsa 2) Sikap pembentuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa 3) Sumpah Pemuda 4) Pemuda simpul pemersatu bangsa 5) Arti penting dari lahirnya sumpah pemuda 6) Sumpah Pemuda adalah Bhinneka Tunggal Ika 7) Menjunjung tinggi Sumpah Pemuda1.4 MANFAAT Manfaat yang dapat diambil dari penyusunan makalah ini adalah : 1) Memberi pengetahuan dan wawasan bagi pembaca tentang arti persatuan dan keatuan bangsa 2) Dengan membaca makalah ini, ada sedikit andil dalam membentuk sikap persatuan dan kesatuan bangsa 3) Memberi pengetahuan kepada pembaca tentang arti penting lahirnya pancasila 4) Dapat mendorong semangat pembaca untuk menjunjung tinggi sumpah pemuda.
  • BAB II PEMBAHASAN2.1 ARTI PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia diwujudkan dalam semboyan pada lambang Negara Republik Indonesia yaitu ”BHINNEKA TUNGGAL IKA”, yang mengandung arti “ Berbeda beda namun tetap satu jua ” . Semboyan tersebut menggambarkan gagasan dasar yaitu menghubungkan daerah-daerah dan suku-suku bangsa di seluruh Nusantara menjadi Kesatuan Raya. Bila dirujuk kepada asalnya yaitu Kitab Sutasoma yang ditulis oleh Empu Tantular abad ke XIV, ternyata semboyan tersebut merupakan seloka yang menekankan tentang pentingnya kerukunan antar umat dari agama yang berbeda pada waktu itu adalah agama Siwa dan Budha. Lengkapnya Bhinneka Tunggal Ika berbunyi Bhinneka Tunggal Ika Tanhana Dharma Mangrva. Hal tersebut merupakan kondisi dan tujuan kehidupan yang ideal dalam lingkungan masyarakat yang serba majemuk. Sila persatuan Indonesia memberi makna bahwa bangsa Indonesia lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. Kepentinan masyarakat yang lebih luas haruslah diutamakan daripada kepentingan golongan, suku maupun perorangan. Tetapi kepentingan yang lebih besar tersebut tidak sampai mematikan atau meniadakan kepentingan golongan, suku maupun perorangan. Sikap tersebut mewarnai wawasan kebangsaan atau wawasan nasional yang dianut dan dikembangkan oleh bangsa Indonesia yang mengutamakan keutuhan bangsa dan negara dengan tetap memperhatikan , menghormati dan menampung kepentigan golongan, suku, maupun perorangan. Semangat Persatuan dan kesatuan Indonesia ditegaskan dalam UUD 1945, baik pada pembukaan maupun Batang Tubuhnya. Di dalam alinea ke empat Pembukaan UUD 1945 , disebutkan “ .....persatuan Indonesia....”. Kemudian pada pasal 1 ayat 1 UUD 1945 ditegaskan : “ Negara Indonesia adalah Negara Kesatuan yang berbentuk Republik “. Persatuan dan kesatuan ini menggambarkan realita
  • kehidupan bangsa Indonesia yang terdiri atas bermacam macam suku, ras, etnis, agama, budaya, tradisi, dan adat istiadatnya. Persatuan dan kesatuan bangsa mengandung makna Bhinneka Tunggal Ika, wawasan kebangsaan serta wawasan nusantara. Keberagaman atau kehidupan dalam lingkungan majemuk bersifat alami dan merupakan sumber kekayaan budaya bangsa. Setiap perwujudan mengandung ciri- ciri tertentu yang membedakannya dari perwujudan yang lain, tidak mungkin satu perwujudan mengandung semua ciri yang ada. Tidak mungkin pula bila semua perwujudan sama, karena makanisme tesis – antitesis – sintesis tidak akan terjadi, dalam arti tidak akan ada perkembangan atau kemajuan. Didunia ini yang ” tetap ” adalah perubahan terus menerus mengikuti hukum evolusi (Charles Darwin) yang ditegaskan oleh Herakletos, bahwa satu-satunya realitas ialah perubahan. Atas dasar pemahaman tersebut, perbedaan-perbedaan yang ada dalam kehidupan masyarakat Indonesia sebenarnya untuk memenuhi kepentingan bersama agar dapat hidup sejahtera.2.2 SIKAP PEMBENTUK RASA PERSATUAN DAN KESATUAN  Keadilan Keadilan merupakan kesesuaian pembagian hasil dengan adil, jerih payah usaha, dan kegiatan baik perorangan, golongan, kelompok maupun daerah.  Kepentingan yang sama Pada saat perjuangan merebut kemerdekaan , semangat bangsa Indonesia didasari oleh kepentingan bersama yaitu menghadapi penjajah secara fisik dari bangsa lain. Sekarang kepentingan bersama bangsa Indonesia adalah memerangi kemiskinan dan kebodohan untuk menuju kesejahteraan bersama , terwujudnya rasa aman dan damai sebagaimana tujuan kemerdekaan bangasa Indonesia.
  •  Solidaritas Dalam hal in solidaritas diartikan sebagai rasa kesetiakawanan. Sikap ini diperlukan agar mau memberi atau mau membantu orang lain serta bersedia berkorban bagi orang lain tanpa meninggalkan ciri – ciri dan karakter budaya masing – masing.  Kejujuran Kejujuran diartikan keberanian berpikir, berkata dan bertindak sesuai realita serta ketentuan yang benar biarpun realita ketentuan itu pahit dan kurag enak didenganrnya. Demi kebenaran dan kemajuan bangsa dan negara, kejujurab tersebut harus tetap dikedepankan.  Kerjasama Kerjasama dalam hal ini berarti ada koordinasi, saling pengertian yang didasarkan pada kesetaraan sehingga kerja kelompok, baik kelompok besar maupun kelompok kecil demi tercapainya sinergi yang lebih baik.  Kesetiaan pada kesepakatan bersama Kesetiaan pada kesepakatan bersama ini sangat penting dan menjadi tonggak utama terciptanya persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan. Jika kesepakatan bersama ini goyah akan mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Negara Indonesia didirikan berdasarkan kesepakatan bersama yang dirintis sejak jaman Boedi Oetomo pada tahun 1908, dipertegas lagi pada tekad Sumpah Pemuda pada tahun 1928 serta dikumandangkan pada proklamasi 17 Agustus 1945. Jadi, sikap dasar dan semangat untuk menegakkan persatuan dan kesatuanbangsa tersebut perlu ditanamkan, dipupuk dan dipelihara pada setiap generasipenerus bangsa untuk menjaga dan menegakkan Negara Kesatuan RepublikIndonesia.
  • 2.3 SUMPAH PEMUDA Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat. Sehingga menghasilkan Sumpah Pemuda. Rapat Pertama. Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan Banteng. Dalam sambutannya, Soegondo berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Jamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan. Rapat Kedua. Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, sependapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis. Rapat Ketiga. Gedung Indonesisch Huis Kramat. Pada sesi berikutnya, Soenario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak- anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan. Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu “Indonesia” karya Wage Rudolf Supratman. Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres. Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres. Oleh para pemuda yang hadir, rumusan itu diucapkan sebagai Sumpah Setia, berbunyi :
  • 2.4 PEMUDA SIMPUL PEMERSATU BANGSA Sejarah telah membuktikan bahwa pemuda selalu menjadi motor dan merupakan sosok yang penting dalam setiap perubahan. Di berbagai belahan dunia, kaum muda muncul sebagai kekuatan pendobrak yang melahirkan perubahan. Kaum muda merupakan sosok yang penting dalam setiap perubahan, karena kaum muda bergerak atas nilai-nilai idealisme dan moralitas dalam melihat persoalan. Mereka adalah sosok yang merindukan perubahan dan sesuatu yang baru dalam hidup ini. Maka di negara manapun, sosok kaum muda selalu menjadi perhatian yang khusus oleh banyak kalangan. Sebab di tubuh kaum muda inilah segenap tumpuan masa depan bangsa dipertaruhkan. Orang bijak sering mengatakan, masa depan bangsa yang baik adalah masa depan yang memiliki kaum muda yang unggul, kompetitif dan baik. Sebagai contoh kita lihat di India dan Cina. Melalui tangan Manmohan Singh, menteri keuangan India, yang menyekolahkan anak-anak muda India ke luar negeri telah mengubah wajah India saat ini. Sehingga Bangalore dan Hyderabad telah
  • menjadi semacam technopark seperti halnya Lembah Silikon di Amerika Serikat.Kebijakan Deng Xiao Peng untuk mengkapitalisasi perekonomian Cina, membukakesempatan bagi pemuda-pemuda Cina untuk belajar ke luar negeri. Hasilnya, Cinamenjadi raksasa ekonomi di awal abad 21 yang ditakuti oleh Amerika Serikat dan UniEropa. Catatan sejarah di beberapa negara di Eropa, Amerika Latin, Afrika, dan Asiajuga menunjukkan kebangkitan perlawanan rakyat berdampingan dengan kebangkitankaum muda. Boleh dikatakan bahwa kaum mudalah sebagai sang pelopor. Dalamsejarah Indonesia, pelajar terdidik di Negeri Belanda pertama kali mencetuskankonsep nasionalisme Indonesia dalam program perjuangannya. Gagasan progresif sejumlah pemuda Indonesia di negeri Belanda yangmendirikan Indische Party bergulir bagaikan air bah menyadarkan kelompok pemudadan mahasiswa yang lain. Saat itu, organisasi kaum muda dan massa tumbuh bagaikanjamur di musim hujan, menyambut konsep gagasan nasionalisme Indonesia yangdilontarkan oleh kaum muda. Salah satu fase penting kebangkitan pemuda Indonesiaditandai lahirnya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Karena peran pemuda yangsemakin menonjol, Benedict Anderson (1972) menyimpulkan bahwa jiwa revolusiIndonesia adalah kaum muda. Sumpah Pemuda mengingatkan kita bahwa cita-cita Indonesia Raya harusterus diperjuangkan. Merayakan Sumpah Pemuda berarti melihat kembali semangatpara pemuda dan memaknai vitalnya persaudaraan Indonesia. Tokoh-tokoh SumpahPemuda mampu melihat melampaui kondisi mereka situasi saat itu denganmerekomendasikan tiga simpul pemersatu: tanah air, bangsa, dan bahasa.Persoalannya, jika dulu, dengan segala keterbatasannya baik dari persoalantransportasi dan komunikasi, para pemuda mampu menemukan titik-titik simpulpersaudaraan Indonesia, mengapa kini sebaliknya? Dengan terbukanya akses,perkembangan alat transportasi dan komunikasi mengapa cita-cita Indonesia kurangdipupuk kembali? Sejauh mana para pemuda Indonesia telah mampu merumuskansimpul-simpul Indonesia? Dengan segala keterbukaan, mengapa usaha untuk salingmenemukan titik-titik simpul Indonesia malah cenderung menjadi titik konflik?.Dengan segala kompleksitas persoalan Indonesia kontemporer bagaimana kreativitaspemuda Indonesia menghadapi tantangan jaman. Republik Indonesia bukanlah suatukesalahan yang terus-menerus dikecam, tetapi sebaliknya di posisi ini pemuda
  • dituntut untuk keluar memberikan solusi kreatif dan memimpin dialog dalam ruang-ruang yang berbeda dan dengan berbagai orang yang berbeda. Mampu melihattantangan zaman, dan mampu memimpin dan terlibat dalam perubahan. Sumpah adalah pelaksanaan kata-kata. Indonesia adalah perjuangan sehinggaberbagai tantangan di dalamnya harus diselesaikan dengan kreatif. Berbeda itu biasa,tetapi yang luar biasa adalah bertemu dalam berbagai perbedaan. Kata kuncinya,pemuda Indonesia tetap harus kreatif dalam memberi visi memimpin bangsaIndonesia. Tak hanya memberi visi, tetapi aksi merupakan perwujudan dari visi.Dengan segala kesulitan kita butuh visi. Dengan segala keterbukaan kita tidak harusmerasa takut dan pesimis terhadap masa depan Indonesia, tetapi melihat sebagaitantangan. Di sisi ini peran pemuda adalah leader untuk mengajak semua pihakberdialog. Kita masih punya harapan, karena sumpah adalah keyakinan. Para pemuda1928 telah membuktikan bahwa semangat mereka kemudian berbuah padaproklamasi Indonesia tahun 1945. Tanpa keyakinan itu dan karakter visioner daripemuda, tak ada Proklamasi. Aktualisasi Sumpah Pemuda adalah spirit itu tetap hadir dalam kontekskekinian yang perlu dijabarkan dalam bentuk pemihakan riil terhadap rakyat. Padawaktu itu, kebanyakan hanya bermodalkan percaya pada pertemuan dan persahabatandi antara para pemuda itu sendiri. Bahkan, banyak dari mereka belum juga pernahkeliling pulau-pulau di Indonesia. Keyakinan itu nyata, lewat pengalaman pertemuan,kehadiran, perkawanan antara manusia, dan akhirnya nation itu hadir. Persahabatandan persaudaraan para pemuda itu menjadi nyata, dan menjadi simpul Indonesia.Indonesia tidak lagi bermakna geografis. Karena, jika dilihat secara geografis,sepertinya mustahil bisa mempersatukan Indonesia. Tetapi spirit itu menjadi nyatalewat pertemuan, perkawanan. Pengalaman pertemuan, pengalaman hidup bersahabat,dan mencetuskannya dalam Sumpah Pemuda. Dalam semangat itu, kita bisa melihatapa yang telah terjadi dalam batas negara Indonesia itu. Spirit Sumpah Pemuda harusterus digali dan dihidupi sehingga tidak menjadi sesuatu yang taken for granted.Artinya, tidak hanya menerima dan mengakui bertanah air, berbangsa, dan berbahasasatu. Ada persoalan yang aktual dan krusial dalam konteks kekinian yang membuatbahwa Sumpah Pemuda harus menjadi terus hidup dan dinamis.
  • Upaya pemaknaan baru Sumpah Pemuda dilakukan oleh generasi 1998 dengan mengumandangkan Sumpah Rakyat Indonesia: (1) Bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan. (2) Berbangsa satu, bangsa yang gandrung akan keadilan. (3) Berbahasa satu, bahasa kebenaran. Spirit yang ingin disampaikan adalah: keindonesiaan kita tidak hanya berhenti menjadi kesatuan entitas dan identitas, tetapi ada visi yang menjadi pekerjaan rumah kita: bagaimana mewujudkan tanah air tanpa penindasan, bangsa yang mencintai keadilan, dan menjunjung bahasa kebenaran.2.5 ARTI PENTING LAHIRNYA SUMPAH PEMUDA Ketika beraneka-ragam kecenderungan permusuhan atau perpecahan mulai nampak membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa kita, maka mengisi Hari Sumpah Pemuda dengan jiwa aslinya adalah amat penting. Suara-suara negatif sebagai akibat interpretasi yang salah tentang otonomi daerah sudah mengkhianati jiwa Sumpah Pemuda. Perlulah kiranya selalu kita ingat bersama-sama bahwa Sumpah Pemuda, yang dilahirkan sebagai hasil Kongres Pemuda II yang diselenggarakan tanggal 27-28 Oktober 1928 di Jakarta adalah manifestasi yang gemilang dari hasrat kuat kalangan muda Indonesia, yang terdiri dari berbagai suku dan agama, untuk menggalang persatuan bangsa dalam perjuangan melawan kolonialisme Belanda. Mereka ini adalah wakil-wakil angkatan muda yang tergabung dalam Jong Java, Jong Islamieten Bond, Jong Sumatranen Bond, Jong Batak, Jong Celebes, Jong Ambon, Minahasa Bond, Madura Bond, Pemuda Betawi dan lain-lain. Atas prakarsa Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia (PPPI) inilah kongres pemuda itu telah melahirkan Sumpah yang berbunyi : “ Kami putera dan puteri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu tanah Indonesia. Kami putera dan puteri Indonesia mengaku berbangsa yang satu bangsa Indonesia. Kami putera dan puteri Indonesia menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia“. Dalam sejarah bangsa Indonesia, sudah terjadi banyak perlawanan terhadap kolonialisme Belanda, yang dilakukan oleh berbagai suku di berbagai daerah, baik di Sumatera, Jawa, Sulawesi, Maluku dan pulau-pulau lainnya. Namun, karena perjuangan itu sebagian besar bersifat lokal dan kesukuan, maka telah mengalami kegagalan. Pembrontakan PKI di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dalam tahun
  • 1926 merupakan gerakan yang menimbulkan pengaruh politik yang lintas-suku dan lintas-agama yang penting (karena juga terjadi di Sumatera Barat). Sumpah Pemuda lahir dalam tahun 1928, ketika puluhan ribu orang telah ditahan dan dipenjarakan oleh pemerintah Belanda sebagai akibat pembrontakan PKI dalam tahun 1926. Berbagai angkatan muda dari macam-macam suku dan agama telah menyatukan diri dalam perlawanan terhadap kolonialisme Belanda lewat Sumpah Pemuda, ketika ribuan orang digiring dalam kamp pembuangan di Digul. Adalah penting untuk sama-sama kita perhatikan bahwa tokoh-tokoh nasional seperti Moh. Yamin (Jong Sumatranen Bond), Amir Syarifuddin (Jong Batak), Senduk (Jong Celebes), J. Leimena (Jong Ambon), adalah peserta-peserta aktif dalam melahirkan Sumpah Pemuda. Dan perlulah juga kita catat, bahwa Sumpah Pemuda dicetuskan oleh kalangan muda, ketika Bung Karno aktif melakukan beraneka kegiatan lewat PNI (yang dua tahun kemudian ditangkap Belanda dan diajukan di depan pengadilan Bandung, di mana ia mengucapkan pidato pembelaannya yang terkenal “Indonesia Menggugat”). Jadi, jelaslah bahwa Sumpah Pemuda adalah semacam kontrak-politik berbagai suku bangsa Indonesia, yang diwujudkan secara kongkrit oleh wakil-wakil angkatan muda mereka. Sumpah Pemuda adalah fondasi penting kebangkitan bangsa Indonesia dan landasan utama bagi pembentukan negara Republik Indonesia.2.6 SUMPAH PEMUDA ADALAH BHINNEKA TUNGGAL IKA Dengan mengingat perjuangan rakyat Indonesia lewat berbagai bentuk dan cara, antara lain : Budi Utomo, Sarekat Islam, Sarekat Dagang Islam, Indische Partij, ISDV, PKI, PNI, kemudian GAPI dan Gerindo maka nyatalah bahwa Sumpah Pemuda adalah tonggak sejarah yang amat penting bagi perjalanan bersama bangsa kita. Dalam perjalanan perjuangan ini telah ikut serta banyak tokoh lokal dan nasional, dari berbagai suku dan agama serta aliran politik. Ada yang dari kalangan Islam, kristen Katolik dan Protestan, nasionalis, sosialis, komunis dan humanis. Mereka bersatu dalam Sumpah Pemuda, dan juga dalam berbagai perjuangan melawan Belanda, sampai lahirnya kemerdekaan tahun 1945. Sekarang sesudah Orde Baru membikin kerusakan - kerusakan yang begitu parah dalam kehidupan bangsa di bidang politik dan moral, maka lebih-lebih terasa lagi betapa pentingnya untuk
  • mengingat kembali arti Sumpah Pemuda. Kita semua perlu berusaha bersama-sama meghidupkan kembali “api” Sumpah Pemuda. Semangat perjuangan HOS Tjokroaminoto, H. Agus Salim yang disalurkan lewat Sarekat Islam dan Muhammadiyah, patut dikenang terus. Demikian juga semangat Amir Syarifuddin, yang sebagai orang Kristen dan komunis telah menggunakan GAPI (Gabungan Politik Indonesia) untuk meneruskan perjuangan melawan Belanda . Namun, memperingati Hari Sumpah Pemuda adalah sesuatu yang hambar, sesuatu yang kosong, atau tidak artinya, kalau dilepaskan dari konteks sejarah yang melahirkannya. Sumpah Pemuda sudah menjadi alat pemersatu bangsa Indonesia yang amat ampuh dalam perjuangan melawan Jepang dan Belanda. Revolusi Agustus 1945 telah dicetuskan oleh berbagai golongan pemuda yang menjunjung tinggi-tinggi Sumpah Pemuda (mohon diingat : rapat-rapat di gedung Menteng 31, “penculikan” terhadap Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok). Pertempuran besar- besaran di kota Surabaya dan di banyak daerah – daerah lainnya di Jawa dan Sumatera telah juga dimotori atau dikobarkan oleh Sumpah Pemuda. Jadi, keagungan Sumpah Pemuda adalah adanya kenyataan bahwa ia merupakan produk bersama yang diciptakan oleh banyak orang dari berbagai suku, agama, dan aliran politik.2.7 MENJUNJUNG TINGGI SUMPAH PEMUDA Pada masa penjajahan di Indonesia, para pemuda kita selain memperjuangkan terwujudnya rasa persatuan sebangsa dan setanah air, juga memperjuangkan bahasa sebagai salah satu identitas dan perekat bangsa, yaitu bahasa Indonesia. Bahasa tersebut diperjuangkan dengan harta, raga, bahkan nyawa. Perjuangan tersebut tidak sia-sia karena pada 28 Oktober 1928 (17 tahun sebelum kemerdekaan RI), para pemuda tersebut berhasil mengikrarkan tiga butir sumpah, yaitu 1) Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. 2) Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. 3) Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Sumpah tersebut dinamai dengan Sumpah Pemuda. Kecerdasan para pemuda tersebut begitu tampak pada butir ketiga dari Sumpah Pemuda di atas. Kalimat yang terdapat
  • dalam butir ketiga, menjunjung tinggi bahasa persatuan, berbeda dengan dua butirsebelumya yang mengikrarkan yang satu. Hal itu sebagai gambaran bahwa diIndonesia terdapat banyak bahasa, terutama bahasadaerah yang berjumlah tidakkurang dari enam ratus bahasa. Apabila ikrar tersebut menggunakan kalimatberbahasa yang satu, bahasa Indonesia maka bahasa-bahasa daerah jelas sangatterabaikan. Fungsi bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa telah berlangsunghingga saat ini. Keberhasilan bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa ditandaioleh kesediaan seluruh warga Indonesia untuk berbahasa Indonesia, terutama dalamberkomunikasi dengan warga bangsa yang berbeda bahasa daerahnya. Selanjutnya, berdasarkan isi Sumpah Pemuda butir ketiga tersebut, kalanganpemerhati bahasa menjadikan bulan Oktober sebagai Bulan Bahasa. Pada BulanBahasa tersebut, berbagai kegiatan kebahasaan dan ke-sastraan banyak digelar. Diantaranya dengan mengadakan berbagai lomba kebahasaan dan kesastraan,pembinaan bahasa dan sastra, serta seminar. Hiruk pikuk yang bertujuan untukmenanamkan rasa memiliki dan kebanggaan terhadap bahasa Indonesia pun sebaiknyatidak dilewatkan di kalangan sekolah tingkat dasar dan menengah. Misalnya denganmengadakan kegiatan kebahasaan dan kesastraan ataupun menggalakkan penggunaanbahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan konteksnya. Dengan demikian,ada usaha lain - selain dalam kegiatan belajar-mengajar - untuk meneruskan harapandan cita-cita para pemuda pejuang dahulu. Apabila terdapat sebagian orang yangbertutur dengan menggunakan bahasa asing, itu tidak dapat disalahkan. Bahasa asingmerupakan alat komunikasi dengan warga negara lain dan merupakan jendela dunia. Untuk itu, guru sebagai panutan dan model bagi para siswanya diharapkanbisa menempatkan diri agar menjadi panutan pula dalam hal berbahasa. Kalau tidakdemikian, siapakah yang menjadi model bagi siswa dalam berbahasa? Juga bukankahperibahasa mengatakan, "Guru kencing berdiri, murid kencing berlari". Menghargaibahasa dengan berbahasa yang baik dan benar sesuai dengan konteksnya, berartimenjalankan salah satu dari 18 Nilai dan Deskripsi Nilai Pendidikan Budaya danKarakter Bangsa, yaitu cinta tanah air. Hal itu yang mengandung arti, cara berpikir,bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaanyang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politikbangsa.
  • BAB III PENUTUP3.1 KESIMPULAN Peristiwa sejarah Sumpah Pemuda merupakan suatu pengakuan dari Pemuda - Pemudi Indonesia yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 hasil rumusan dari Kerapatan Pemuda - Pemudi atau Kongres Pemuda II Indonesia yang hingga kini setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Kongres Pemuda II dilaksanakan tiga sesi di tiga tempat berbeda oleh organisasi Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) yang beranggotakan pelajar dari seluruh wilayah Indonesia. Kongres tersebut dihadiri oleh berbagai wakil organisasi kepemudaan yaitu Jong Java, Jong Batak, Jong, Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, dsb serta pengamat dari pemuda tiong hoa seperti Kwee Thiam Hong, John Lauw Tjoan Hok, Oey Kay Siang dan Tjoi Djien Kwie. Isi Dari Sumpah Pemuda Hasil Kongres Pemuda Kedua : PERTAMA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah Yang Satu, Tanah Indonesia). KEDOEA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa Yang Satu, Bangsa Indonesia). KETIGA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia). Dalam peristiwa sumpah pemuda yang bersejarah tersebut diperdengarkan lagu kebangsaan Indonesia untuk yang pertama kali yang diciptakan oleh W.R.
  • Soepratman. Lagu Indonesia Raya dipublikasikan pertama kali pada tahun 1928 pada media cetak surat kabar Sin Po dengan mencantumkan teks yang menegaskan bahwa lagu itu adalah lagu kebangsaan. Lagu itu sempat dilarang oleh pemerintah kolonial hindia belanda, namun para pemuda tetap terus menyanyikannya. Apabila kita ingin mengetahui lebih lanjut mengenai banyak hal tentang Sumpah Pemuda kita bisa menunjungi Museum Sumpah Pemuda yang berada di Gedung Sekretariat PPI Jl. Kramat Raya 106 Jakarta Pusat. Museum ini memiliki koleksi utama seperti biola asli milik Wage Rudolf Supratman yang menciptakan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta foto-foto bersejarah peristiwa Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 yang menjadi tonggak sejarah pergerakan pemuda-pemudi Indonesia.3.2 SARAN Menghadapi keragaman dan kemajemukan bangsa Indonesia yang semakin hari semakin berkembang, perlulah adanya suatu kesadaran dari hati bangsa Indonesia untuk saling menghargai terhadap seluruh perbedaan dalam masyarakatnya. Sebagai generasi muda yang mencintai persatuan dan yang bertanggung jawab terhadap kesatuan bangsa, haruslah mampu menjaga keutuhan bangsa dan negara supaya tidak terjadi perpecahan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • DAFTAR PUSTAKAMiriam, Budiarjo. 1995. Dasar – dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia Pustaka UtamaMardalis. 1997. Pengetahuan Politik. Jakarta: IKIP JakartaKoentjaraningrat. 1992. Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.Indra, Muh. Ridwan. 1990. UUD 1945 Sebagai Karya Manusia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.Tjipto, S. Waspodo. 2009. Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru ( PLPG ) kuota 2009. Modul 11 Pendidikan Kewarganegaraan SD. Surabaya: Rayon 14 Universitas Negeri Surabaya.www.google.co.idwww.museumsumpahpemuda.go.idWikipedia, sumpahpemuda.org, .museumsumpahpemuda.go.id