permasalahan pendidikan di indonesia
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

permasalahan pendidikan di indonesia

on

  • 13,772 views

 

Statistics

Views

Total Views
13,772
Views on SlideShare
13,772
Embed Views
0

Actions

Likes
3
Downloads
219
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

permasalahan pendidikan di indonesia Document Transcript

  • 1. PERMASALAHAN PENDIDIKAN DISUSUN OLEH: Bery Wahyu K 101644057 UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA FAKULTAS ILMU PENDIDIKANJURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR 2010
  • 2. KATA PENGANTAR Puji dan syukur kehadiran Tuhan Yang Maha Esa karena atas karunia dankelimpahanNya, Tugas Akhir ini dapat terselesaikan dengan baik. Penulis menyadari bahwadidalam pembuatan Tugas Akhir ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dantidak lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu dalam kesempatan ini penulismenghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihakyang membantu dalam pembuatan Tugas Akhir ini. Penulis menyadari bahwa dalam proses penyusunan Tugas Akhir ini masih dari jauhdari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, penulis telahberupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesaidengan baik dan oleh karenanya, penulis dengan rendah hati dan dengan tangan terbukamenerima masukan,saran dan usul guna penyempurnaan makalah ini. Penulis berharapsemoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca. Surabaya, 27 Desember 2010 Penulis
  • 3. DAFTAR ISIKata Pengantar .................................................................................................... iDaftar Isi ............................................................................................................. iiBAB I Pendahuluan A. Latar Belakang ......................................................................................1 B. Rumusan Masalah ..................................................................................1 C. Tujuan......................................................................................................2BAB II Pembahasan A. Permasalahan Teoritis...............................................................................3 B. Permasalahan Praktis dalam Pendidikan...................................................4 C. Pendapat Ahli Tentang Permasalahan Pendidikan....................................7 D. Masalah Praktis Pendidikan yang Ada di Indonesia................................8 E. Usaha Untuk Mengatasi Masalah Pendidikan yang Terjadi.....................9BAB III Penutup A. Kesimpulan.............................................................................................10 B. Saran........................................................................................................10 C. Kata Penutup...........................................................................................11
  • 4. BAB I PENDAHULUANA. LATAR BELAKANG Pendidikan merupakan suatu proses alamiah yang selalu di alami setiapmanusia. Setiap manusia memerlukan dan membutuhkan pendidikan.Pengertian dari pendidikan sendiri yaitu, Pendidikan adalah usaha sadar danterencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agarpeserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memilikikekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidakdapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan,pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama pendidikan adalahuntuk mengajar kebudayaan melewati generasi. Melalui pendidikanlahmanusia dapat memiliki kemampuan untuk menjalani kehidupan ke depannyabaik sebagai makhul indiviudualis maupun sebagai makhluk sosialis. Sehinggapendidikan sangat penting untuk manusia sebagai alat peningkatan kwalitasSumber Daya Manusia (SDM). Dalam suatu menggapaian sesuatu pasti ada penghambat-penghambatyang selalu mengiringi proses tersebut, termasuk juga penggapaian dalampendidikan. Dalam pelaksanaannya proses pendidikan tidak lepas daripermasalahan-permasalahan yang menyebabkan ketidak lancaran padapencapaian tujuan pendidikan yang ditetapkan.
  • 5. B. RUMUSAN MASALAH Dari latar belakang di atas, maka penulis ingin meruskan berbagaimasalah sebagai berikut:Apakah permasalahan teoritis dalam pendidikan?Apa saja permasalahan praktis pendidikan?Bagaimana pendapat ahli tentang permasalahan pendidikan?Apa saja masalah praktis pendidikan yang ada di Indonesia?Bagaimana usaha untuk mengatasi masalah pendidikan yang terjadi?C. TUJUAN Melalui makalah ini penulis ingin mencapai tujuan sebagai berikut:Mengetahui permasalah teoritis dalam pendidikan.Mengetahui macam-macam permasalahan praktis pendidikan.Mengetahui pendapat ahli tentang permasalahan pendidikan.Mengetahui macam-macam masalah praktis pendidikan yang ada di Indonesia.Mengetahui usaha untuk mengatasi masalah pendidikan yang terjadi.
  • 6. BAB II PEMBAHASANA. PERMASALAHAN TEORITIS Dalam proses pendidikan dan pencapaian tujuan pendidikan seutuhnya, tidak lepas dari permasalahan-permasalahan yang dapat menghambat jalannya proses pendidikan. Permasalahan teoritis merupakan salah satu garis besar permasalahan yang ada dalam pendidikan. Permasalahan teoritis ini muncul akibat adanya perbedaan ilmu-ilmu pendukung yang digunakan dan juga akibat perbedaan konsep dalam ilmu-ilmu pendukung tersebut. Para pemikir pendidikan mamiliki perbedaan dalam menyusun konsep dan merancang pelaksanaan pendidikan. Sebagian pemikir memasukkan filsafat, psikologi, dan sosiologi sebafai acuan, namun ada juga sebagian pemikir yang memasukkan faktor politik, ekonomi, IPTEKS, dan beberapa faktor lain sebagai acuannya. Terdapat beberapa pandangan terhadap komponen-komponen pendidikan, Dalam filsafat: 1. Manusia tidak perlu dididik karena semuanya ditentukan oleh bakatnya (Nativisme). 2. Manusia harus dididik (Empirisme). 3. Manusia ditentukan oleh bakat dan lingkungannya (Konvergensi). Dalam psikologi: 1. Pandangan psikologi yang behaviouristik, lebih menekankan sasaran pendidikan pada pembentukan tingkah laku obyektif dan menggunakan metode yang mekanis.
  • 7. 2. Pandangan psikologi yang kognitif, menekankan pada pendidikan kemampuan jiwa yang tidak nampak dan lebih menekankan pada pemahaman. Perbedaan pendapat ini dapat mempengaruhi dalam pengambilan kebijakan dan pelaksanaan pendidikan. Terdapat faktor-faktor baru yang harus diperhatikan dalam pendidikan yaitu perkembangan IPTEKS, isu demokrasi, HAM, keberagaman budaya, politik, dan sebagainya. Permasalahan-permasalahan teoritik yang ada akan menjadi ganjalan bagi pelaksanaan dan pengguna hasil pendidikan karena pengaruhnya yang berupa seringnya terjadi perubahan kebijakan pendidikan.B. PERMASALAHAN PRAKTIS DALAM PENDIDIKAN Permasalahan praktis ini merupakan masalah pendidikan yang disebabkan oleh kondisi serta faktor internal & eksternal yang diantaranya adalah : 1. Pengaruh perkembangan IPTEKS. Perkembangan pendidikan sangat berhubungan dengan perkembangan ilmu pengetahuan , teknologi dan seni. Ilmu pengetahuan adalah hasil eksplorasi dan pembaharuan secara sistematik dan terorganisir dengan baik mengenai alam semesta. Teknologi adalah penerapan yang dirancang dari ilmu pengetahuan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Sedangkan seni adalah kemajuan kebudayaan berupa aktivitas mabusia berkreasi. Pengaruh kemajuan teknologi terhadap sistem pendidikan sangat besar, misalnya dalam masalah perkembangan teknologi informatika. Sebelumnya metode pendidikan hanya melalui tatap muka, namun seiring berkembangan teknologi informatika pendidikan dapat dilakukan lebih mudah. Seperti melalaui internet, modul, informasi dari televisi, dll. Sedangkan dalam hal seni, peningkatan kreativitas individu sangat diperlukan. Karena seni merupakan kebutuhan alamiah manusia untuk
  • 8. menjalani kehidupan agar lebih indah dan berwarna. Melalui seni manusia dapat mendorong meningkatkan kreativitas non akademik diri guna menyeimbangan otak kanan dan otak kiri agar dapat menjalani kehidupan dengan seimbang dan lebih indah. Sehingga seni sebaiknya dikembangkan melalui sistem yang terstruktur dan terprogam dengan baik. Perkembangan kualitas seni secara terprogam maju berkelanjutan menuntut tersedianya sarana pendidikan tersendiri dan memadai. Oleh karena itu, timbul masalah yaitu seni di angggap penting namun dalam pengembangannya masih di nomor duakan dibandingkan kebutuhan pengembangan bidang pendidikan lain.2. Pengaruh pertambahan penduduk Jumlah penduduk di Indonesia dari waktu ke waktu terus bertambah. Meskipun upaya-upaya konkret telah di lakukan pemerintah untuk menekan angka pertumbuhan penduduk di Indonesia, namun tetap saja. Pertumbuhan penduduk ini merupakan masalah pokok yang menyebabkan munculnya masalah-masalah baru, seperti pengangguran, kualitas gizi anak, pendidikan,kebutuhan ekonomi, dll. Pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali mengakibatkan penyediaan layanan pendidikan berupa sarana prasarana pendidikan beserta komponennya juga bertambah, hal ini menjadikan berkembangnya masalah pendidikan. Pertambahan penduduk yang di barengi dengan meningkatnya usia rata-rata dan penurunan angka kematian serta panjangnya usia rata-rata manusia, mengakibatkan berubahnya struktur kependudukan yang berpengaruh pada struktur pendidikan. Hal tersebut menyebabkan proporsi penduduk usia sekolah dasar menurun dan meningkatnya anak usia sekolah lanjutan menengah, angkatan kerja dan usia tua berkat kemajuan dibidang gizi serta kesehatan. Dengan demikian terjadi pergeseran kebutuhan akan fasilitas pendidikan. Saat ini masalah yang berkaitan dengan penduduk dan sangat mempengaruhi pendidikan yaitu penyebarab penduduk yang tidak merata. Penyebaran penduduk yang tidak merata menjadi masalah dalam penyediaan sarana dan prsarana pendidikan beserta komponennya.
  • 9. Contohnya penyediaan guru sekolah yang ada di desa dan di kota, pasti dari segi kualitasjuga berbeda guru-guru di kota lebih mengetahui perkembangan teknologi dan mengajarnya menggunakan media teknologi, namun bagi guru yang ada di desa mungkin hanya bisa menggunakan media dari alam dalam mengajarnya. Selain itu maslah penyediaan lapangan kerja setelah selesai pendidikan juga mengalami kesulitan karena semakin banyaknya jumlah pekerja, yang tidak di barengi bertambahnya lapangan kerja pula.3. Peningkatan anspirasi masyarakat Aspirasi masyarakat terhadap pendidikan semakin meningkat, hal ini di tunjukkan melalui aspirasi masyarakat dalam bidang kehidupan semakin meningkat misalnya aspirasi terhadap ilmu pengetahuan, pendidikan, hidup-sehat, lingkungan, pekerjaan, teknologi dan seni, semuanya itu mempengaruhi peningkatan aspirasi dalam bidang pendidikan. Salah satu wujud dari aspirasi itu yaitu para orang tua yang mendorong anaknya untuk tetap barsekolah dan menuntut ilmu setinggi-tingginya. Inilah salah satu indikator dari meningkatnya orangtua dan anak ayau masyarakat terhadap pendidikan saat ini. Hal tersebut menyebabkan membanjirnya pelamar sekolah dan arus pelajar meningkat secara drastis. Sedangkan fasilitas sekolah serta daya tampung sekolah masih berkembang secara lambat. Dampaknya anggaran pendidikan harus meningkat guna memenuhi kebutuhan peningkatan kualitas serta komponen pendidikan tersebut.4. Problem dana Masalah pendanaan dalam suatu program kerja misalnya pendidikan merupakan masalah klasik yang selalu menjadi masalah utama. Tanpa dana yang memadai mustahil proram tersebut dapat terlaksana, kecuali ada langkah-langkah konkret dan terprogram guna menyelesaikan masalah dana tersebut. Dalam pelaksanaan pendidikan tidak lepas dari masalah kekurangan dana pula, dan keadaan dapat semakin parah apabila
  • 10. pengambil kebijakan tidak atau kurang menempatkan posisi pendidikan bukan sebagai prioritas. Padahal pendidikan dianggap sebagai kunci keberhasilan pembangunan karena menyangkut SDM namun dalam praktek masih memprioritaskan aspek pembangunan yang lain. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah dana ini yaitu harus bisa mengelola dana yang terbatas dengan mengadakan efesiensi dan perencanaan yang baik. Misalnya, pengembangan pendidikan yang dilaksanakan dalam ruang tertentu menjadi pendidikan yang sifatnya terbuka sehingga dapat menambah daya tampung peserta didik tanpa harus menambah gedung.5. Belum adanya sistem manajemen yang mantap Faktor manajemen merupakan faktor yang dapat menyebabkan kurang optimalnya keberhasilan suatu organisasi atau lembaga, termasuk pendidikan. Manajemen pendidikan di Indonesia tergolong manajemen yang masih kurang mantap karena masih sering terjadi perubahan struktur organisasi pendidikan, kurang koordinasi lembaga- lembaga pendidikan, arah pendidikan yang kurang jelas, perubahan kurikulum yang tidak jelas landasannnya dan beberapa masalah lain yang berkaitan dengan manajemen pendidikan.6. Munculnya konsep-konsep baru Dalam pengembangannya pendidikan harus bisa bersifat fleksibelguna mewujudkan pendidikan yang lebih baik lagi. Fleksibel maksudnyaharus bisa menerima konsep-konsep baru untuk dijadikan acuan dalamberfikir dan berbuat dalam pendidikan. Konsep baru tentang demokrasi,HAM, otonomi, keragamn budaya, masyarakat madani, tuntutan global,dll,merupakan beberapa konsep baru yang dulunya belum mendapat perhatiannamun sekarang harus di gunakan untuk acuan pendidikan. Karena
  • 11. pendidikan merupakan sarana untuk pengembangan sumber daya manusia danpengembangan masyarakat.C. PENDAPAT AHLI TENTANG PERMASALAHAN PENDIDIKAN Menurut Umar Tirtaraharja ada lima jenis kesalahan yaitu :a. Kesalahan Teknis Misalnya: pandangan yang mengatakan bahwa disiplin dapat dididik melalui kekerasan.b. Kesalahan Sistematis Misalnya: pandangan bahwa tempat belajar yang paling tepat adalah sekolah.c. Kesalahan Teoritis Misalnya: mengajar adlah memberikan ilmu, bukan untuk mendidik.d. Penerapan Yang Salah Misalnya: pandangan yang mengatakan bahwa semakin banyak ilmu semakin membuat orang bahagia.e. Kesalahan Filosofis Misalnya: pandangan bahwa kesuksesan seseorang tergantung pada aspek keterampilan yang diperoleh dan mengabaikan aspek moral.
  • 12. Klasifikasi masalah pendidikan dibagi menjadi 3 kelompok, 1. Masalah Operasional Masalah yang terkait dengan pelaksanaan pendidikan 2. Masalah Struktural Masalah system pendidikan yang digunakan 3. Masalah Fundamental Masalah yang mendasar, misalnya masalah teoritis, filosofis, dll.MASALAH PRAKTIS PENDIDIKAN DI INDONESIA 1. Rendahnya Kualitas Sarana Fisik. Banyak sekali sekolah dan perguruan tinggi kita yang gedungnya rusak, kepemilikan dan penggunaan media belajar rendah, buku perpustakaan tidak lengkap. Sementara laboratorium tidak standar, pemakaian teknologi informasi tidak memadai dan sebagainya. Bahkan masih banyak sekolah yang tidak memiliki gedung sendiri, tidak memiliki perpustakaan, tidak memiliki laboratorium dan sebagainya. 2. Rendahnya Kualitas Guru. Walaupun guru dan pengajar bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan pendidikan tetapi, pengajaran merupakan titik sentral pendidikan dan kualifikasi, sebagai cermin kualitas, tenaga pengajar memberikan andil sangat besar pada kualitas pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya. Kualitas guru dan pengajar yang rendah juga dipengaruhi oleh masih rendahnya tingkat kesejahteraan guru.
  • 13. 3. Rendahnya Kesejahteraan Guru. Rendahnya kesejahteraan guru mempunyai peran dalam membuatrendahnya kualitas pendidikan Indonesia. Dengan pendapatan yang minimumterang saja banyak guru terpaksa melakukan pekerjaan sampingan. Ada yangmengajar lagi di sekolah lain, memberi les pada sore hari, menjadi tukangojek, pedagang mie rebus, pedagang buku/LKS, pedagang pulsa ponsel, dansebagainya. Sehingga ini dapat menyebabkan ketidak fokusan guru dalammendidik siswanya.4. Rendahnya Prestasi Siswa Dalam masalah prestasi, memang tidak bisa dipungkiri bahwa anak-anak di Indonesia jauh ketinggalan dengan anak-anak di negara lain. Namunjangan begitu saja meremehkan anak bangsa. Sebenarnya anak-anak Indonesiamempunyai potensi besar. Hal ini terbukti dengan adanya beberapa anakbangsa yang meraih prestasi gemilang. Namun, msaih banyaknya keadaanyang demikian itu (rendahnya sarana fisik, kualitas guru, dan kesejahteraanguru) pencapaian prestasi siswa pun menjadi tidak teroptimalkan.5. Kurangnya Pemerataan Kesempatan Pendidikan Masalah pemerataan pendidikan memang menjadi masalah yang klasiksampai saat ini. Memang pemerintah sudah melakukan beberapa upaya untukmengatasi masalah ini. Namun, tetap saja masalah ini menjadi masalah yangterus bergulir sampai saat ini.6. Rendahnya Relevansi Pendidikan Dengan Kebutuhan Masalah relevansi adalah masalah kesesuaian antara hasil pendidikandengan tuntutan lapangan kerja, kesesuaian antara sistem pendidikan danpembangunan nasional, serta antara kepentingan peseorangan, keluarga danmasyarakat baik dalam jangka pendek atau panjang. Banyaknya anak putussekolah dan tidak memiliki keterampilan hidup sehingga menimbulkanmasalah ketenagakerjaan tersendiri. Adanya ketidakserasian antara hasil
  • 14. pendidikan dan kebutuhan dunia kerja menyebabkan semakin meningkatnyaangka pengangguran di Indonesia.7. Mahalnya Biaya Pendidikan Memang pemerintah telah mencanangkan sekolah gratis bagi siswa SDdan SMP. Namun, dengan dana yang minimalis untuk menciptakanpendidikan yang berkualitas nampaknya sangat jauh untuk ketercapaianya.Apalagi kita tahu bahwa pengelolaan pendidikan di Indonesia masih jauh darike efisienan.Solusi Mengatasi Pendidikan di Indonesia Pertama, solusi sistemik yakni solusi dengan mengubah sistem-sistem sosialyang berkaitan dengan sistem pendidikan. Seperti kita ketahui bahwa maslahpendidikan di Indonesia sangat di pengaruhi oleh keadaan ekonomi masyarakatnya.Dengan solusi sistemik ini diharapkan pendidikan di Indonesia dapat merata. Kedua, solusi teknis, yakni solusi yang menyangkut hal-hal teknis yangberkait langsung dengan pendidikan. Solusi ini misalnya untuk menyelesaikanmasalah kualitas guru dan prestasi siswa. Maka, solusi untuk masalah-masalah teknisdikembalikan kepada upaya-upaya praktis untuk meningkatkan kualitas sistempendidikan.
  • 15. BAB III PENUTUPA. Kesimpulan Kualitas pendidikan di Indonesia memang masih sangat rendah bila dibandingkan dengan kualitas pendidikan di negara-negara lain. Hal-hal yangmenjadi penyebab utamanya yaitu efektifitas, efisiensi, dan standardisasipendidikan yang masih kurang dioptimalkan. Masalah-masalah lainya yangmenjadi penyebabnya yaitu:(1). Rendahnya sarana fisik,(2). Rendahnya kualitas guru,(3). Rendahnya kesejahteraan guru,(4). Rendahnya prestasi siswa,(5). Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan,(6). Rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan,(7). Mahalnya biaya pendidikan. Adapun solusi yang dapat diberikan dari permasalahan di atas antara laindengan mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan,dan meningkatkan kualitas guru serta prestasi siswa.B. Saran Perkembangan dunia di era globalisasi ini memang banyak menuntutperubahan kesistem pendidikan nasional yang lebih baik serta mampu bersaingsecara sehat dalam segala bidang. Salah satu cara yang harus di lakukan bangsaIndonesia agar tidak semakin ketinggalan dengan negara-negara lain adalahdengan meningkatkan kualitas pendidikannya terlebih dahulu.
  • 16. Dengan meningkatnya kualitas pendidikan berarti sumber daya manusia yangterlahir akan semakin baik mutunya dan akan mampu membawa bangsa inibersaing secara sehat dalam segala bidang di dunia internasional.C. Kata Penutup Akhirnya kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang tak segan – segan memberikan dukungan serta kritik dan saran dalam penyusunan Tugas Konsep Dasar IPS dengan materi Hak Asasi Manusia ( HAM ) ini. Semoga tugas ini dapat memberikan banyak manfaat bagi kita semua. Tugas ini dapat terlaksana dengan baik dengan dukungan dari berbagai pihak yang telah ikut andil dalam penyelesaian tugas ini. Apabila ada kekurangan dalam penyusunan Artikel ini, baik yang kami sengaja maupun yang tidak, kami mohon maaf dan akan kami jadikan acuan pada tugas berikutnya.