Your SlideShare is downloading. ×
Ekonomian operasional pltn
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Ekonomian operasional pltn

517

Published on

manajemen

manajemen

Published in: Technology, Business
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
517
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
10
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Ekonomian Operasional PLTN (Studi kasus di Beberapa Negara ) BAB I PENDAHULUAN11 Latar Belakang Manajemen Operasional adalah usaha pengelolaan secara optimal penggunan faktor produksi: tenaga kerja, mesin-mesin, peralatan, bahan mentah dan faktor produksi lainnya dalam prosestranformasi menjadi berbagai produk barang dan jasa. Apa Yang Bisa Dilakukan Manajer Operasi Dan Orientasi Manajer Operasi Melakukan fungsi-fungsi proses manajemen : perencanaan, pengorganisasian, pembentukanstaf, kepemimpinan dan pengendalian. Orientasi manajer operasi ialah mengarahkan keluaran/output dalam jumlah, kualitas, harga,waktu dan tempat tertentu sesuai dengan permintaan konsumen. Tanggung Jawab Manajer Operasi Menghasilkan barang dan jasa. Mengambil keputusan yang berkaitan dengan fungsi operasi dan sistem transformasi.Mengkaji pengambilan keputusan dari suatu fungsi operasi. Fungsi Produksi Dan Operasi Proses produksi dan operasi. asa-jasa penunjang pelayanan produksi. Perencanaan.
  • 2. Pengendalian dan pengawasan.2.2 RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang di atas, maka hal yang menjadi masalah dalam penelitian iniadalah bagaimana study kasus yang ada di manajemen operasional1.3 TujuanUntuk mengetahui study kasus yang ada di manajemen operasional yang beerjudul “Ekonomian Operasional PLTN (Studi kasus di Beberapa Negara )”1.4 manfaat 1.Sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa manajemen pada khususnya 2.Untuk mengetahui study kasus operasional. BAB II Pembahasan Studi kasus di Beberapa Negara2.1 Ekonomian Operasional PLTN Banyak studi, termasuk salah satu yang dibuat baru-baru ini oleh The Nuclear Energy Agencyof the OECD (OECD/NEA) dan IAEA, menunjukkan bahwa instalasi tenaga nuklir di sebagianbesar negara sangat kompetitif bila dibandingkan secara ekonomi dengan jenis energi lainnya.Selain itu penggunaan energi nuklir telah mempertimbangkan perbandingan dengan alternatif-alternatifnya dari beberapa segi antara lain pendanaan, unjuk kerja dan keandalan,ketergantungan dari fluktuasi dalam ketersediaan dan harga pemasok, serta dampak lingkungandan kesehatan. Pembangunan PLTN membutuhkan biaya investasi yang besar, tetapi pada saat PLTNberoperasi hanya memerlukan biaya bahan bakar yang jauh lebih rendah dibandingkan denganpembangkit yang lain. Hal ini dikarenakan oleh bahan bakar nuklir yang sangat kompak dan
  • 3. mempunyai kandungan energi yang lebih besar dibandingkan dengan bahan bakar fosil ataupunminyak. Biaya bahan bakar yang rendah ini menjadikan biaya produksi listrik PLTN akankompetitif terhadap pembangkit lain, serta lebih stabil karena tidak rentan terhadap perubahanharga bahan bakar dunia. Di banyak negara biaya pembangkitan listrik PLTN sudah dapat bersaing dengan PLTUbatubara maupun gas.Terlebih jika biaya lingkungan atau eksternalitas ikutdiperhitungkan.Menurut perhitungan yang ada, biaya pembangkitan listrik PLTN sudah dapatditekan menjadi sekitar 5-6 cent USD/kWh. Pembangunan PLTN memerlukan investasi yang cukup besar, mengingat biaya pembanguansesaat (overnightcost)sekitar 1800-2700 USD/kWe. Sehingga untuk pembangunan dua unit(twin) PLTN 2x1000 MWe diperlukan dana sekitar 3,6-5,4 billion USD. Untuk itu diperlukanjaminan pemerintah dan kemudahan lain, jika ingin mendatangkan investasi yang besar tersebut.Apalagi proses persiapan dan pembangunan PLTN hingga pengoperasian komersial memerlukanwaktu yang cukup panjang sekitar 8-10 tahun. Banyak model pendanaan pembangunan PLTN yang dapat dilakukan, tetapi yang perludiperhatikan saat ini adalah model pendanaan yang tidak memberatkan posisi keuanganpemerintah atau anggaran negara, misalnya antara lain: Pinjaman Pemerintah Kredit Eksport Pemerintah Investasi Perusahaan Swasta atau Konsorsium. Saat ini dibeberapa negara menggunakan pola BOT (Build Operate and Transfer) untukmembangun PLTN, seperti di Turki dan Uni Emirate Arab.Rusia dan Turki sepakat untukmembangun PLTN 1200 MW dengan Model BOO. Listrik akan dibeli oleh Perusahaan ListrikTurki dengan harga 12,35 Cent $/KWh selama 15 Tahun.Sedangkan Korea Selatan akanmembangun empat unit PLTN dengan total daya 5.600 MW di Uni Emirate Arab dengan masakontrak BOT selama 60 tahun.
  • 4. 2.2 Perkiraan Biaya Investasi PLTN di IndonesiaBiaya sesaat pembangunan (overnight cost) PLTN bergantung kepada beberapa faktor, termasukkondisi daerah/wilayah PLTN akan dibangun, yang dapat dijelaskan sebagai berikut: Kondisi tapak (faktor kegempaan, kondisi geologi, dll): daerah/wilayah yang aktif secara seismik akan lebih mahal Harga material dan upah pekerja Kandungan lokal Jenis kontrak Menurut Nuclear Technology Review 2009, IAEA, Vienna 2009, biaya sesaat untukPembangunan PLTN di wilayah Asia adalah yang paling rendah berdasar pada pengalamanterkini membangun PLTN. Biaya sesaat di Asia terendah sekitar 1.500 US$/kWe dan tertinggisekitar 3.600 US$/kWe (lihat gambar 1).Biaya investasi tertinggi di Asia adalah di Jepang,mengingat daerahnya mempunyai intensitas dan frekuensi kegempaan yang tinggi, sehinggamemerlukan standar konstruksi yang lebih tinggi. Pembangunan PLTN di Amerika Utaramemerlukan investasi yang lebih tinggi karena labour cost-nya tinggi serta minimnya data yangtersedia dalam membangun PLTN
  • 5. Gambar 1. Biaya sesaat PLTN baru menurut wilayahTabel 1.Menyajikan data tentang Peak Ground Acceleration (PGA) yang menunjukkan tingkatseismisitas calon tapak potensial PLTN di Indonesia dan Tapak PLTN di Jepang dan Korea.Tabel 1. Data Peak Ground Acceleration(PGA) PLTNTabel 2. Biaya Pembangunan PLTN untuk beberapa Proyek PLTN
  • 6. Sumber: World Nuclear Association, 2010Dengan mempertimbangkan hal-hal penting di atas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Biaya pembangunan PLTN di wilayah Asia, yaitu terendah 1.500 US$/kWe dan tertinggi 3.600 US$/kWe (khususnya di Jepang). Dalam memperkirakan biaya pembangunan PLTN di Indonesia, harus mengacu pada biaya pembangunan di wilayah Asia tersebut. Oleh karena nilai PGA di calon tapak potensial di Indonesia lebih rendah disbanding nilai PGA di Jepang, maka estimasi biaya tertinggi adalah 3000 US$/kWe ( lebih rendah dari Jepang) 2. Berdasarkan nilai PGA tapak potensial di Indoesia, maka perkiraan biaya pembangunan akan lebih rendah dari nilai tertinggi di Asia atau setara dengan biaya pembangunan di Korea (1.850 US$/kWe)
  • 7. 3. Berdasarkan informasi terkini dari KEPCO, biaya pembangunan PLTN (overnight cost) di United Arab Emirate adalah sekitar 2.000 US$/kWe2.3 Biaya Pembangkitan Listrik PLTNJika di banyak Negara harga listrik PLTN lebih murah dengan harga listrik pembangkit fosil,bagaimana kalau PLTN akan dibangun di Indonesia. Akan lebih murahkah dan dapat bersaingdengan pembangkit lainnya?Tentunya sebelum pembangunan PLTN dilaksanakan sudahdilakukan dulu kelayakan ekonomi, dilakukan dulu studi komparasi dengan pembangkit listriklainnya.Ciri khas PLTN adalah padat modal, namun murah dalam biaya operasi dan bahan bakarsehingga tidak rentan terhadap perubahan harga bahan bakar. Biaya pembangkitan listrik PLTNterdiri dari: Biaya Investasi: biaya kontruksi, bunga pinjaman, dll Biaya operasi dan Perawatan: upah dan gaji asuransi inspeksi keselamatan dekomisioning, dll Biaya bahan bakar: front-end (biaya penambangan sampai dengan fabrikasi)danback-end (pengelolaan limbah radioaktif)Dengan berpedoman pada perkiraan harga sesaat pembangunan PLTN untuk kondisi Indonesiayang diasumsikan akan setara dengan harga di Korea yaitu 1.850 US$/kWe, maka harga listrikPLTN akan berkisar 4,8 cent$/kWh. Sebagai perbandingan, menurut statistik PLN tahun 2008,harga pembangkitan listrik rata-rata untuk PLTU adalah sebesar Rp. 597,26 atau 6,5 cent$/kWh(1 USD =9200).
  • 8. Tinjauan keekonomian PLTN tidak hanya ditinjau dari harga listrik yang dibangkitkan olehPLTN, namun juga dari aspek eksternalitas (internalisasi biaya eksternal), yaitu biaya yangseharusnya dibayar bila mempertimbangkan berbagai faktor lingkungan, misalnya aspekkesehatan penduduk di sekitar lokasi dan emisi karbon. Hal ini dikarenakan PLTN sudahdilengkapi dengan sistem keselamatan yang sangat tinggi sehingga akhirnya tergolong sebagaipembangkit listrik teknologi yang bersih dan ramah lingkungan.

×