Penelitian kualitatif

113,621 views
112,996 views

Published on

14 Comments
90 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
113,621
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
153
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
14
Likes
90
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Penelitian kualitatif

  1. 1. METODE PENELITIAN KUALITATIF Dosen : Prof. Dr. Hartati Muchtar. Mata Kuliah : Metodologi PenelitianDisusun Oleh : Dwina Widati 7116090014 Fikri Hasaniah 7116090018 Juita Siringo-ringo 7116090025 Kunto Imbar N. 7116090027 Noor Indra 7116090040 Ratna Dumasari 7116090046 UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA PROGRAM PASCASARJANA JURUSAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN 2009 METODE PENELITIAN KUALITATIF
  2. 2. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkandata dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Terdapat 4 kata kunci yang perludiperhatikan dalam metode penelitian: (1) cara ilmiah berarti kegiatan penelitiandidasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris, dan sistematis, (2) data yangdiperoleh melalui penelitian adalah data empiris yang menunjukan derajat ketepatan(valid) antara data yang sesungguhnya terjadi pada objek dengan data yang dapatdikumpulkan oleh peneliti, (3 & 4) tujuan dan kegunaan dimana secara umum tujuanpenelitian bersifat penemuan, pembuktian dan pengembangan. Penemuan berarti data yang diperoleh dari penelitian adalah data yang betul-betulbaru yang belum diketahui sebelumnya. Pembuktian berarti data yang diperoleh dapatdigunakan untuk membuktikan adanya keragu-raguan terhadap informasi ataupengetahuan tertentu. Dan pengembangan berarti memperdalam dan memperluaspengetahuan yang telah ada. Secara umum hasil akhir dari penelitian dapat digunakanuntuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah. Makalah ini mencoba untuk membahas beberapa pokok permasalahan dalampenelitian kualitatif yang menjadi salah satu penelitian yang menggunakan metodekualitatif dalam menjawab permasalahan-permasalahan ilmu sosial. B. Perumusan Masalah PenelitianLangkah 1 : Tentukan fokus penelitian.Langkah 2 : Cari berbagai kemungkinan faktor yang ada kaitan dengan fokus tersebut (subfokus)Langkah 3 : Dari antara faktor-faktor yang terkait adakan pengkajian mana yang sangat menarik untuk ditelaah, kemudian tetapkan mana yang dipilih.Langkah 4 : Kaitan secara logis faktor-faktor subfokus yang dipilih dengan fokus penelitian. Selain itu, dalam penelitian-penelitian yang umum digunakan pertanyaan-pertanyaan: apakah, bagaimana, dan mengapa. Rumusan masalah merupakan kaitandua buah faktor yaitu antara fokus dengan kemungkinan-kemungkinan penyebabnya.Jadi, perumusan masalah dalam penelitian kualitatif merupakan hal yang penting.Perumusan masalah penelitian melalui fokus. Masalah penelitian dirumuskan dalambentuk fokus yang dalam penelitian membatasi studi itu sendiri, sifat perumusan
  3. 3. masalah sebelum penelitian akhirnya masih tentatif, yang berarti masih dapatberkembang sekaligus disempurnakan sewaktu peneliti berada di lapangan. C. Identifikasi Masalah Berdasarkan rumusan masalah di atas, berikut beberapa permasalahan yangakan dikaji dalam makalah ini: 1. Apa paradigma yang menjadi falsafah penelitian kualitatif dan apa pengertian penelitian kualitatif ? 2. Apa ciri-ciri penelitian kualitatif ? 3. Bagaimana tahap-tahap penelitian kualitatif ? 4. Bagaimana perumusan masalah dalam penelitian kualitatif ? 5. Bagaimana populasi dan teknik pengambilan sampel dalam penelitian kualitatif ? 6. Apa instrumen dan data dalam penelitian kualitatif ? 7. Apa perbedaan penelitian kualitatif dengan kuantitatif ? D. Pembatasan Masalah Dalam ilmu sosial khususnya bidang pendidikan terdapat dua kelompok metodepenelitian yakni metode penelitian kuantitatif dan metode penelitian kualitatif. Padamakalah ini kelompok kami membatasi pembahasan masalah hanya pada peneltiankualitatif.PEMBAHASANA. Paradigma, Konsep Dasar Dan Pengertian Penelitian Kualitatif Setiap penelitian berpegang pada paradigma tertentu. Dalam rangka melakukanpengumpulan fakta-fakta dan menentukan arah penelitian, para peneliti terlebih dahuluakan menentukan landasan atau fondasi bagi langkah-langkah penelitiannya. Landasanatau fondasi tersebut akan dijadikan sebagai prinsip-prinsip atau asumsi maupunaksioma yang dalam bahasanya Moleong disebut paradigma. Masing-masing paradigmamemiliki keunggulan dan kelemahan oleh karena itu peneliti harus mempunyaipemahaman yang cukup terhadap dasar pemikiran paradigma dalam jenis penelitianyang dipilihnya sebelum melakukan kegiatan penelitian. Paradigma yang melandasi penelitian kualitatif adalah paradigma post-positivismeyang menganggap kebenaran tidak hanya satu atau tunggal tetapi lebih komplekssehingga tidak dapat diikat pada satu teori saja. Paradigma ini mengembangkan metode
  4. 4. penelitian kualitatif yang menggunakan data-data untuk menerangkan gejala ataufenomena secara menyeluruh (holistik). Penelitian dilakukan pada objek yang alamiahyaitu objek yang berkembang apa adanya, tidak dimanipulasi oleh peneliti dan kehadiranpeneliti tidak begitu mempengaruhi kehadiran pada objek tersebut (Sugiyono: 2008). Dasar teoritis dalam pendekatan kualitatif adalah: 1. Pendekatan fenomenologis. Dalam pandangan fenomenologis, peneliti berusaha memahami arti peristiwa dan kaitan-kaitannya terhadap orang-orang biasa dalam situasi-situasi tertentu. 2. Pendekatan interaksi simbolik. Dalam pendekatan interaksi simbolik diasumsikan bahwa objek orang, situasi dan peristiwa tidak memiliki pengertian sendiri, sebaliknya pengertian itu diberikan kepada mereka. Pengertian yang dlberikan orang pada pengalaman dan proses penafsirannya bersifat esensial serta menentukan. 3. Pendekatan kebudayaan. Untuk menggambarkan kebudayaan menurut perspektif ini seorang peneliti mungkin dapat memikirkan suatu peristiwa di mana manusia diharapkan berperilaku secara baik. Peneliti dengan pendekatan ini mengatakan bahwa bagaimana sebaiknya diharapkan berperilaku dalam suatu latar kebudayaan. 4. Pendekatan etnometodologi. Etnometodologi berupaya untuk memahami bagaimana masyarakat memandang, menjelaskan dan menggambarkan tata hidup mereka sendiri. Etnometodologi berusaha memahami bagaimana orang- orang mulai melihat, menerangkan, dan menguraikan keteraturan dunia tempat mereka hidup. Seorang peneliti kualitatif yang menerapkan sudut pandang ini berusaha menginterpretasikan kejadian dan peristiwa sosial sesuai dengan sudut pandang dari objek penelitiannya. Dalam penelitian kualitatif, peneliti itu sendiri bertindak sebagai instrumenpenelitiannya; yang mana sebagai instrumen penelitian peneliti harus memiliki bekal teoridan wawasan yang luas, sehingga mampu bertanya, menganalisis, memotret danmengkonstruksi situasi sosial yang diteliti menjadi lebih jelas dan bermakna (Sugiono:2008). Hal ini juga diperkuat oleh Margono (2004) yang menyatakan bahwa dengankarakteristik penelitiannya yang holistik (menyeluruh), peneliti dalam penelitian kualitatifmemerlukan ketajaman analis (bersifat deskriptif analitik), objektifitas, sistematik dansistemik sehingga diperoleh ketepatan dalam interpretasi. Sebab, hakikat dari suatufenomena atau gejala bagi penganut penelitian kualitatif adalah totalitas atau gestalt.
  5. 5. Sugiyono (2008) kembali memperjelas dengan menyatakan bahwa dengananalisis datanya yang bersifat deskriptif analitik, metode kualitatif digunakan untukmendapatkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna. Maknaadalah data yang sebenarnya, data yang pasti yang merupakan suatu nilai di balik datayang tampak. Analisis data dalam penelitian kualitatif juga bersifat induktif, yakniberdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan dan kemudian dikonstruksikanmenjadi hipotesis dan teori. Oleh karena itu dalam penelitian kualitatif tidak menekankanpada generalisasi, tetapi lebih menekankan pada makna. Dari penjabaran di atas maka penelitian kualitatif dapat didefinisikan sebagaiprosedur penelitan yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisandari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Pendekatan ini diarahkan pada latardan individu tersebut secara holistic atau utuh sehingga dalam hal ini tidak bolehmengisolasikan individu atau organisasi ke dalam varibel atau hipotesis, tetapi perlumemandangnya sebagai bagian dari suatu keutuhan (Bogdan dan Tylor dalam Moleong,1998:3).B. Karakteristik Penelitian Kualitatif Menurut Bogdan dan Biklen dalam Sugiyono (2008) mengemukakan karakteristikpenelitian kualitatif sebagai berikut: (1) Qualitative research has the natural setting as thedirect source of data and the researcher is the key instrument. (2) Qualitative research isdescriptive. The data collected is in form of words of pictures rather than number. (3)Qualitative research is concerned with process rather than simply with outcomes orproducts. (4) Qualitative research tends to analyze its data inductively. (5) “Meaning” isof essential to the qualitative approach. Dengan kata lain, karakteristik penelitiankualitatif antara lain adalah penelitian yang dilakukan pada kondisi alamiah, langsung kesumber data dan instrument kunci penelitian adalah peneliti. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif, yang mana data yang terkumpul berbentukkata-kata atau gambar, tidak menekankan pada angka. Penelitian kualitatif menekankanpada proses daripada produk atau outcome. Penelitian kualitatif melakukan analisis datasecara induktif dan lebih menekankan makna (data dibalik yang teramati). Selanjutnya Erickson dalam Susan Stainback (2003) dan dalam Sugiyono (2008)mengemukakan bahwa penelitian kualitatif dilakukan secara intensif dan peneliti ikutberpartisipasi lama di lapangan, melakukan pencatatan secara hati-hati fakta atau gejalaterjadi di lapangan, melakukan analisis reflektif terhadap berbagai dokumen di lapangan,
  6. 6. dan membuat laporan penelitian secara mendetail. Dari penjabaran diatas maka dapat di jabarkan beberapa ciri khas penelitiankualitatif dilihat dari aspek-aspek sebagai berikut, seperti dikemukakan oleh Moleong(1998): 1. Latar alamiah Dalam penelitian kualitatif, data dikumpulkan dalam kondisi yang asli atau alamiah (natural setting). Suatu fenomena harus diteliti dalam keseluruhan pengaruh lapangan. Hal ini dilakukan agar fakta – fakta yang ada di lapangan tidak dipisahkan dari konteksnya. Misalnya, peneliti yang mengadakan penelitian terhadap mahasiswa kedokteran, maka ia akan mengikuti mahasiswa sebagai subjek penelitiannya tersebut ke dalam ruang kuliah, laboratorium, rumah sakit, bahkan tempat berkumpul mahasiswa tersebut, seperti kafe, asrama, dan sebagainya. 2. Peneliti sebagai alat/instrumen penelitian Peneliti merupakan alat utama pengumpul data (atau dengan bantuan orang lain) dengan metode pengumpulan data berdasarkan pengamatan dan wawancara. Dengan peneliti sendiri sebagai alat, memungkinkan untuk mengadakan penyesuaian terhadap fakta-fakta yang terjadi di lapangan dan yang dapat berhubungan secara langsung dengan responden atau objek lainnya. 3. Metode Kualitatif Penelitian kualitatif menggunakan metode kualitatif, yaitu pengamatan, wawancara, atau penelaahan dokumen. Metode ini digunakan dengan pertimbangan karena lebih mudah disesuaikan apabila berhadapan dengan fakta-fakta yang kompleks. 4. Analisis Data secara Induktif Penelitian kualitatif menggunakan analisis data secara induktif dikarenakan beberapa alasan sebagai berikut: a. proses induktif lebih dapat menemukan fakta-fakta kompleks yang terdapat dalam data. b. Analisis induktif lebih dapat membuat hubungan peneliti-responden menjadi lebih eksplisit dan akuntabel. c. Dapat menguraikan latar secara penuh d. Dapat memperhitungkan nilai-nilai secara eksplisit sebagai bagian dari struktur analitik. 5. Teori bersifat dari dasar (grounded theory)
  7. 7. Upaya pencarian data bukan dimaksudkan untuk membuktikan hipotesis yang telah dirumuskan sebelum penelitian diadakan, melainkan untuk merumuskan kesimpulan/hipotesis atau teori. Penyusunan teori berasal dari bawah ke atas, yaitu dari sejumlah data yang telah dikumpulkan kemudian yang saling berhubungan dikelompokkan. Arah penyusunan teori tersebut akan menjadi jelas sesudah data dikumpulkan. 6. Deskriptif Dalam penelitian kualitatif dilakukan pengumpulan data secara deskriptif, di mana data-data yang dikumpulkan adalah yang berupa kata-kata dan gambar, bukan angka-angka. Data tersebut mungkin berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan, foto, video rekaman, dokumen pribadi, maupun dokumen resmi lainnya. Dengan demikian, laporan penelitian akan berisi kutipan-kutipan data untuk memberikan gambaran penyajian laporan tersebut. 7. Lebih Mementingkan Proses daripada Hasil Penelitian kualitatif lebih banyak mementingkan proses daripada hasil, karena hubungan bagian-bagian yang sedang diteliti akan jauh lebih jelas apabila diamati dalam proses. 8. Adanya Batas yang ditentukan oleh Fokus Penelitian kualitatif menghendaki ditetapkan adanya batas dalam penelitian atas dasar fokus yang timbul sebagai masalah dalam penelitian. 9. Adanya Kriteria Khusus untuk Keabsahan Data Penelitian kualitatif meredefinisikan validitas reabilitas dan objektifitas dalam versi lain sebagai teknik pemeriksaan keabsahan data. Kriteria yang digunakan yaitu kredibilitas (derajat kepercayaan), transferabilitas (keteralihan) dependapibilitas (kebergantungan) dan konfirmabilitas (kepastian). 10. Desain yang Bersifat Sementara, Fleksibel, & Berkembang Penelitian kualitatif menyusun desain yang secara terus menerus disesuaikan dengan kenyataan dilapangan. Jadi tidak menggunakan desain yang telah disusun secara ketat & kaku. Hal ini disebabkan oleh fakta-fakta kompleks dilapangan yang tidak dapat diramalkan perubahannya. Dengan demikian, desain khusus masalah yang telah ditetapkan terlebih dahulu dapat saja diubah menyesuaikan kondisi yang ada di lapangan.TAHAP-TAHAP PENELITIAN
  8. 8. 1. Tahap Pra-LapanganAda enam tahap kegiatan yang harus dilakukan oleh peneliti dalam tahapan iniditambah dengan satu pertimbangan yang perlu dipahami, yaitu etika penelitianlapangan. 1) Menyusun Rancangan Penelitian 2) Memilih Lapangan Penelitian Baik dipahami apabila peneliti tidak berpegang teguh pada acuan teori, tetapi biarlah hati itu dikembangkan pada pengumpulan data. Dengan demikian, pemilihan lapangan penelitian diarahkan oleh teori substantif yang dirumuskan dalam bentuk hipotesis kerja walaupun masih tentative sifatnya. Hipotesis kerja akan dirumuskan secara tetap setelah dikonfirmasikan dengan data yang muncul ketika peneliti sudah memasuki latar penelitian. 3) Mengurus Perizinan Peneliti hendaknya mengetahui siapa saja yang berwenang memberikan izin bagi pelaksanaan penelitian baik tokoh formal seperti gubernur/kepala daerah maupun jalur informal seperti kepala/pemimpin adat agar pengumpulan data tidak mengalami gangguan. 4) Menjajaki dan Menilai Lapangan Penjajakan dan penilaian lapangan akan terlaksana dengan baik apabila peneliti membaca terlebih dahulu dari kepustakaan atau mengetahui melalui orang dalam tentang situasi dan kondisi daerah tempat penelitian dilakukan. 5) Memilih dan Memanfaatkan Informan 6) Menyiapkan Perlengkapan Penelitian Alat tulis, kertas, buku catatan perlu disediakan. Baik jika tersedia juga alat perekam seperti tape recorder, handycam dan kamera. Persiapan penelitian lainnya yang perlu dipersiapkan ialah jadwal yang mencangkup waktu, kegiatan yang dijabarkan secara rinci. 7) Persoalan Etika Penelitian Etika memberikan pegangan bagi para peneliti agar menghormati seluruh nilai yang ada pada masyarakat.2. Tahap Pekerjaan Lapangan
  9. 9. Terbagi atas tiga bagian, yaitu: 1) Memahami Latar Penelitian dan Persiapan Diri a. Pembatasan latar dan peneliti Peneliti perlu memahami latar penelitian terlebih dahulu. Ia harus mempersiapkan dirinya, baik secara fisik maupun mental. Peneliti hendaknya mengenal adanya latar terbuka dan latar tertutup. Pada latar tertutup peneliti barangkali hanya mengandalkan wawancara dan hubungan peneliti dengan subjek kurang akrab. Sebaliknya, pada latar tertutup hubungan peneliti dengan subjek menjadi akrab karena latar demikian bercirikan orang-orang sebagai subjek yang perlu diamati secar teliti dan wawancara secara mendalam. b. Penampilan Peneliti hendaknya menyesuaikan diri dengan kebiasaan, adat, tat cara dan kultur latar penelitian. Penampilan fisik tidak mencolok; jika mungkin hendaknya berpakaian seperti yang digunakan orang-orang yang menjadi subjek penelitian, hal tersebut kadang mempermudah pegumpulan data. Cara bertingkah laku seperti tata cara, tindakan, lenggak-lenggok, cara menegur, dan semacamnya juga diperhatikan. c. Pengenalan hubungan penelitian di lapangan Hendaknya hubungan akrab antara subjek dan peneliti dapat dibina, dapat bekerjasama dengan saling bertukar informasi. Peneliti hendaknya netral di tengah anggota masyarakat. Peneliti tidak diharapkan mengubah situasi yang menjadi latar penelitian. Peneliti aktif dalam mengumpulkan data namun pasif dalam pengertian tidak boleh mengintervensi perisrtiwa. Peneliti hendaknya selektif, artinya tahu membedakan mana informasi yang diperlukan dan tahu menghindari sesuatu yang dapat mempengaruhi data. Tugas peneliti ialah mengumpulkan informasi yang relevan sebanyak mungkin dari sudut pandang subjek tanpa mempengaruhi mereka. d. Jumlah waktu studi Faktor waktu dalam penelitian cukup menentukan. Pembatasan waktu pada dasarnya peneliti sendirilah yang perlu menentukan pembagian waktu agar waktu yang digunakan di lapangan dimanfaatkan seefisien dan seefektif mungkin. Peneliti hendaknya senantiasa berpegan pada tujuan, masalah, dan jadwal yang telah disusun sebelumnya. Jika studi menjadi bekepanjangan, kerugian akan menjadi tanggungan peneliti berupa penambahan biaya.
  10. 10. 2) Memasuki Lapangana. Keakraban hubungan Sikap peneliti hendaknya pasif, hubungan yang dibina berupa rapport yaitu hubungan antara peneliti dan subjek yang sudah melebur sehingga seolah- olah tidak ada lagi dinding pemisah di antara keduanya. Dengan demikian subjek sukarela menjawab pertanyaan dan memberikan informasi yang diperlukan oleh peneliti.b. Mempelajari bahasa Baik apabila peneliti mempelajari bahasa yang digunakan oleh orang-orang yang berada pada latar penelitiannya. Peneliti juga diharapkan mempelajari simbol-simbol yang digunakan.c. Peranan peneliti Besarnya peranan: Sewaktu berada pada lapangan penelitian, mau tidak mau peneliti terjun langsung ke dalamnya dan akan ikut berperanserta di dalamnya. Dipaksa berperan: Kadang terdapat situasi dimana subjek peneliti tidak mengerti dan tidak mau mengerti, menghadapi situasi demikian hendaknya peneliti sabar dan peneliti hendaknya mendekati subjek dengan jalan memakai salah satu anggotanya sebagai perantara. Jadilah anggota komunitas: Jika peneliti dipandang perlu terjun dan membaur sebagai anggota komunitas, usahakan peneliti tidak terbawa arus subjek. 3) Berperan-serta Sambil Mengumpulkan Data a. Pengarahan batas studi Pada waktu menyusun usulan penelitian, batas studi telah ditetapkan bersama masalah dan tujuan penelitian. Peneliti hendaknya menjadawalkan topik kegiatan apa saja yang dapat diikuti. Jika hal itu dilakukan, peneliti dapat melakukan pengendalian dirinya sendiri pada seluruh lingkungan latar penelitian. b. Mencatat data Alat penelitian penting yang biasanya digunakan ialah catatan lapangan. Catatan lapangan tidak lain adalah catatan yang dibuat oleh peneliti sewaktu mengadakan pengamatan, wawancara, atau menyaksikan suatu kejadian tertentu. Biasanya catatan lapangan itu dibuat dalam bentuk kata-kata kunci, singkatan, pokok-pokok utama saja. Data lain seperti dokumen, laporan, gambar, dan foto jangan dilupakan.
  11. 11. c. Cara mengingat data Peneliti tidak dapat melakukan pengamatan sambil membuat catatan yang baik, tidak dapat membuat catatan yang baik sambil mengadakan wawancara secara mendalam dengan seseorang. Alat perekam seperti perekam kaset dan perekam video kaset akan besar manfaatnya jika tersedia dan subjek tidak keberatan. d. Kejenuhan, keletihan, dan istirahat e. Analisis di lapangan Penelitian kualitatif mengenal adanya analisis data di lapangan walaupun data secara intensif barulah dilakukan sesudah peneliti sampai di rumah. Dengan bimbingan dan arahan masalah penelitian, peneliti di bawa ke arah acuan tertentu yang mungkin cocok atau tidak cocok dengan data yang dicatat.TEKNIK PENGAMBILAN DATA Dalam penelitian kualitatif, pengumpulan data dilakukan pada kondisi alamiah(natural setting), sumber data primer, dan teknik pengumpulan data lebih banyakobservasi berperan serta (participation observation), wawancara mendalam dandokumentasi. Seperti yang dikemukakan oleh Marshal dan Rossman dalam Sugiyono(2008:3009): ”the fundamental methods relied on by qualitative researchers for gatheringinformation are, participation in the setting direct observation, in-depth interviewing,document review”.1. Observasi Nasution dalam Sugiyono (2008:310) menyatakan bahwa, observasi merupakan dasar dari ilmu pengetahuan. Para ilmuwan hanya dapat bekerja berdasarkan data, yakni fakta mngenai dunia kenyataan yang diperoleh melalui observasi. Observasi memungkinkan peneliti untuk mempelajari perilaku dan makna dari perilaku tersebut (Marshal dalam Sugiyono, 2008:310). Secara umum, Moleong (2004) mengklasifikasikan pengamatan/observasi atas (1) pengamatan melalui cara berperanserta dan (2) pengamatan yang tidak berperanserta. Pengamat berperan serta melakukan dua peranan sekaligus, yaitu sebagai pengamat dan sekaligus menjadi anggota resmi dari kelompok yang diamatinya. Pada pengamatan tanpa peranserta pengamat hanya melakukan satu fungsi, yaitu mengadakan pengamatan. Sanafiah Faisal dalam Sugiyono (2008:310) lebih mengkhususkan macam-macam observasi dalam penelitian kualitatif sebagai berikut:
  12. 12. a. Observasi Partisipatif, yaitu suatu observasi dimana peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari informan/sumber data yang sedang diamati/digunakan. Observasi partisipan memungkinkan diperoleh data yang lengkap, tajam, dan sampai mengetahui pada tingkat makna dari setiap perilaku yang tampak. Ditinjau dari derajat partisipasi peneliti, maka observasi ini dapat digolongkan lagi menjadi empat. Pertama partisipasi pasif (passive participation), yaitu dalam observasi peneliti hanya hadir di lokasi kegiatan orang yang diamati tetapi tidak ikut terlibat dalam proses kegiatan di dalamnya. Kedua, partispasi moderat (moderate participation), yaitu peneliti dalam observasi menjaga keseimbangan antara menjadi orang dalam dengan orang luar atau lain kata peneliti berpartisipasi dalam sebagian kegiatan. Ketiga, partisipasi aktif (active participation) yaitu peneliti dalam observasi berpartisipasi aktif dalam mayoritas kegiatan yang dilakukan nara sumber, walaupun belum sepenuhnya lengkap. Keempat, partisipasi lengkap (complete participation), yaitu dalam pengumpulan data, peneliti terlibat sepenuhnya dalam kegiatan yang dilakukan oleh nara sumber. Hal ini merupakan keterlibatan peneliti yang tertinggi terhadap aktivitas kehidupan yang diteliti. b. Observasi Terus Terang atau TersamarDalam observasi terus terang, peneliti berterus terang kepada sumber data bahwapeneliti sedang melakukan pengumpulan data untuk sebuah penelitian.Sementara dalam suatu waktu peneliti melakukan observasi tersamar dimanapeneliti tidak berterusterang kepada nara sumber . Hal ini dilakukan untukmenghindari jikalau suatu data ynag dicari merupakan data yang masihdirahasiakan. c. Observasi Tak BerstrukturDalam penelitian kualitatif, observasi dilakukan secara tidak berstruktur. Hal inidikarenakan pengumpulan data dilakukan pada kondisi yang alamiah (naturalsetting) sehingga fokus dan masalah penelitian akan berkembang seiring denganberljalannya penelitian. Observasi ini tidaklah dipersiapkan secara sistematis dantidak menggunkan instrumen yang telah baku, tetapi hanya berupa rambu-rambupengamatan. Oleh karena itu, peneliti dapat melakukan pengamatan bebas,mencatat apa yang ditarik, melakukan analisis dan kemudian membuat
  13. 13. kesimpulan. Observasi dalam penelitian kualitatif memiliki beberapa tahapan (Spradley dalam Sugiyono, (2008:315), yaitu: a. Observasi Deskriptif, dilakukan peneliti pada saat memasuki situasi soaial tertentu sebagai objek penelitian. Peneliti pada tahap observasi ini melakukan penjelajahan umum dan menyeluruh, melakukan deskripsi terhadap semua yang dilihat, didengar, dan dirasakan (analisis domain). Tahap observasi ini disebut juga sebagai grand tour observation. b. Observasi Terfokus Pada tahap observasi ini, peneliti melakukan observasi yang telah dipersempit untuk difokuskan pada aspek tertentu (mini tour observation). Pada tahap ini juga peneliti pengamatan terfokus dengan melakukan pengkategorian terhadap data terkumpul (analisis taksonomi). c. Observasi Terseleksi Pada tahap observasi ini, peneliti menguraikan fokus yang ditemukan sehingga didapat data yang lebih rinci. Peneliti berusaha menemukan karakteristik, kontras-kontras/perbedaan dan kesamaan antar kategori, serta menemukan hubungan antara satu kategori yang lain (analisis komponensial). Pada tahap ini diharapkan peneliti telah dapat menemukan pemahaman yang mendalam atau hipotesis.2. Wawancara Menurut Moleong (2004) Wawancara adalah percakapan yang dilakukan dengan maksud tertentu oleh pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu. Secara garis besar, Esterberg dalam Sugiyono (2008:319) mengemukakan beberapa macam wawancara, sebagai berikut: a. Wawancara terstruktur Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Dalam hal ini, peneliti telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan- pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya pun telah dipersiapkan. Dalam wawancara terstruktur, pengumpulan data dapat dilakukan beberapa pewawancara sebagai pengumpul data, yang mana Guba dan Lincoln dalam
  14. 14. Moleong (2004:188) menyebutnya dengan istilah wawancara tim atau panel. Selain mempersiapkan instrumen sebagai pedoman wawancara, peneliti dalam wawancara terstruktur mempersiapkan dan menggunakan alat bantu seperti tape recorder, gambar, brosur dan material lainnya yang dapat membantu pelaksanaan wawancara berjalan lancar. b. Wawancara Semistruktur Sifat wawancara semistruktur lebih beas jika dibandingkan wawancara terstruktur. Tujuan dari wawancara jenis ini adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana pihak terwawancaradiminta pendapat, dan ide-idenya. c. Wawancara tak berstruktur Wawancara ini adalah wawancara bersifat bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan. Wawancara tak berstruktur yang disebut juga wawancara terbuka, digunakan dalam penelitian pendahuluan atau untuk penelitian yang lebih mendalam tentang subjek yang diteliti. Pada penelitian pendahuluan, peneliti berusaha mendapatkan informasi awal tentang berbagai isu atau permasalahan yang ada pada objek, sehingga peneliti dapat menemukan secara pasti permasalahan apa yang harus diteliti. Dalam wawancara tak berstruktur, peneliti belum mengetahui secara pasti data apa yang akan diperoleh, sehingga peneliti lebih banyak mendengarkan apa yang diceritakan oleh nara sumber. Berdasarkan analisis terhadap setiap jawaban dari nara sumber, maka peneliti dapat mengajukan berbagai pertanyaan berikutnya yang lebih terarah pada suatu tujuan.Langkah-Langkah dalam Wawancara Pengumpulan data dengan wawancara dalam penelitian kualitatif memilikibeberapa langkah-langkah, seperti yang dikemukakan oleh Lincoln dan Guba dalamSugiyono (2008:322) yaitu: (a)menetapkan kepada siapa wawancara akan dilakukan,(b) menyiapkan pokok-pokok masalah yang akan menjadi bahan pembicaraan, (c)mengawali atau membuka alur wawancara, (d) melangsungkan alur wawancara, (e)mengkonfirmasikan ikhtisar hasil wawancara dan mengakhirinya, (f) menuliskan hasilwawancara ke dalam catatan lapangan, (7) mengidentifikasi tidak lanjut hasilwawancara yang telah diperoleh.
  15. 15. Jenis Pertanyaan dalam Wawancara Salah satu hal yang pokok dalam mempersiapkan suatu wawancara adalahberkenaan dengan pertanyaan apa yang perlu ditanyakan kepada nara sumber.Patton dalam Moleong (2004:192) mengemukakan enam jenis pertanyaan sebagaiberikut: a. Pertanyaan yang berkaitan dengan pengalaman atau perilaku Pertanyaan ini berkaitan dengan apa yang dibuat dan telah diperbuat seseorang. Pertanyaan demikian diajukan bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman, perilaku, tindakan, dan kegiatan yang dapat diamati pada waktu kehadiran pewawancara. b. Pertanyaan yang berkaitan dengan pendapat atau nilai Pertanyaan jenis ini ditujukan untuk memahami proses kognitif dan interpretatif dari subjek. Jawaban terhadap pertanyaan ini memberikan gambaran kepada peneliti mengenai apa yang dipikirkan tentang dunia atau tentang suatu program khusus. Pertanyaan itu menceriterakan tujuan, keinginan, harapan, dan nilai. c. Pertanyaan yang berkaitan dengan perasaan Pertanyaan demikian ditujukan untuk dapat memahami respons emosional seseorang berhubungan dengan pengalaman dan pemikirannya. d. Pertanyaan tentang pengetahuan Pertanyaan tentang pengetahuan diajukan untuk memperoleh pengetahuan faktual yang dimiliki responden dengan asumsi bahwa suatu hal dipandang dapat diketahui. e. Pertanyaan yang berkaitan dengan indera Pertanyaan ini berkenaan dengan apa yang dilihat, didengar, diraba, dirasakan, dan dicium. Maksud pertanyaan ini adalah memberikan kesempatan kepada pewawancara untuk memasuki perangkat indera nara sumber. f. Pertanyaan yang berkaitan dengan latar belakang atau demografi Pertanyaan ini berusaha menemukan ciri-ciri pribadi orang yang diwawancarai. Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan itu membantu pewawancara menemukan hubungan nara sumber dengan orang lain. Pertanyaan-pertanyaan baku berkaitan dengan usia, pendidikan, pekerjaan, tempat tinggal atau mobilitas.Pengklasifikasian macam pertanyaan lain dikemukakan oleh Guba dan Lincoln dalamMoleong (2004:194), yaitu: a. Pertanyaan hipotesis atau pertanyaan bilamana
  16. 16. b. Pertanyaan yang mempersoalkan sesuatu yang ideal dan nara sumber ditanya agar memberikan respons tentang hipotesis alternatif mengenai masa yang lalu, sekarang, atau yang akan datang c. Pertanyaan yang menantang nara sumber untuk merespons dengan cara memberikan hipotesis alternatif atau penjelasan d. Pertanyaan interpretatif yang menyarankan kepada nara sumber agar memberikan interpretasinya tentang kejadian atau peristiwa e. Pertanyaan yang memberikan saran f. Pertanyaan tentang alasan mengapa yang akan mengarahkan agar responden memberikan penjelasan tentang kejadian atau perasaan g. Pertanyaan tipe argumen yang berusaha mendapatkan argumentasi h. Pertanyaan tentang sumber yang berusaha mengungkapkan sumber tambahan, informasiasli, dan data atau dokumen tambahan i. Pertanyaan ya-tidak j. Pertanyaan yang mengarahkan, dalam hal ini nara sumber diminta untuk memberikan keterangan tambahan pada informasi yang disediakan.Mencatat Hasil Observasi dan Wawancara Peneliti Kualitatif mengandalkan observasi dan wawancara dalampengumpulan data di lapangan. Pada waktu di lapangan peneiti membuat catatanyang segera setalah itu akan disusun menjadi sebuah catatan lapangan. Catatanyang dibuat di lapangan sangat berbeda dengan catatan lapangan. Catatan yangdibuat saat peneliti di lapangan dapat berupa coretan seperlunya yang sangatdipersingkat yang berisi kata-kata kunci, frasa, pokok-pokok isi pembicaraan ataupengamatan, gambar, sketsa, diagram, dan lain-lain. Catatan itu berguna hanyasebagai alat perantara yaitu antara apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dicium, dandiraba dengan catatan sebenarnya dalam bentuk catatan lapangan. Catatan”sederhana” di lapangan diubah ke dalam catatan yang lengkap dan dinamakancatatan lapangan. Bogdan dan Biklen dalam Moleong (2004:209) mengemukakanbahwa catatan lapangan adalah catatan tertulis tentang apa yang didengar, dilihat,dialami, dan dipikirkan dalam rangka pengumpulan data dan refleksi terhadap datadalam penelitian kualitatif. Pada dasarnya catatan lapangan berisi dua bagian yaitu(1) bagian deskriptif yang berisi gambaran tentang latar pengamatan, orang,tindakan, dan pembicaraan, (2) bagian reflektif yang berisi kerangka berpikir dan
  17. 17. pendapat peneliti, gagasan, dan kepeduliannya. Proses pencatatan lapangan dilakukan setiap kali peneliti selesai mengadakan observasi atau wawancara.3. Dokumentasi Studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Hasil penelitian dari observasi dan wawancara, akan lebih kredibel/dapat dipercaya apabila didukung oleh dokumen-dokumen yang kredibel yang dapat berupa dokumen pribadi seperti buku harian, surat pribadi, autobiorafi ataupun dokumen resmi berupa dokumen internal seperti memo, pengumuman, instruksi, aturan suatu lembaga masyarakat tertentu, laporan rapat, surat keputusan dan dokumen eksternal yang berisi bahan-bahan informasi yang dihasilkan oleh suatu lembaga sosial, misalnya majalah, buletin, dan berita media massa. 1. Populasi dan Sampel Lain halnya dengan populasi dalam penelitian kuantitatif yang dianggap sebagaiobjek/subjek dengan kualitas dan karakteristik tertentu yang akan dipelajari dan ditarikkesimpulannya, populasi, dalam penelitian kualitatif, dinamakan ”social situation” atausituasi sosial yang terdiri dari elemen tempat (place), pelaku (actors), dan aktifitas(activity). Ketiga elemen ini berinteraksi secara sinergis. Dapat digambarkan bahwasituasi sosial tersebut dapat mengambil setting alamiah di keluarga, sekolah, atautempat kerja beserta orang-orang yang melakukan sekumpulan aktivitas di dalamnya.Sehingga, situasi sosial tersebut dianggap sebagai objek penelitian yang aktivitas(activity) orang-orang (actors) pada tempat (place) tertentu yang berusaha dipahami olehpeneliti secara mendalam. Demikian halnya dengan sampel dalam penelitian kualitatif, juga bukanlah disebutsampel statistik, tetapi merupakan sampel teoritis atau sampel konstruktif yang manasumber data dari sampel tersebut dikonstruksikan fenomena yang menyeluruh. Hal inijuga disebabkan karena tujuan penelitian adalah untuk menghasilkan atau menemukanteori. Sampel dalam penelitian kualitatif adalah kecil atau sedikit dan tidak representatifkarena sejalan dengan tujuan penelitian yang menginginkan perolehan informasi yangluas dan mendalam dari suatu sampel, bukan untuk mendapatkan generalisasi. Namundemikian, seiring dengan proses penelitian yang dilakukan peneliti, sampel dapatberkembang menjadi besar. Hal ini mungkin terjadi karena perolehan informasi yangbelum lengkap dari suatu sumber data, sehingga dicari sumber data lainnya.
  18. 18. 2. Teknik Pengambilan Sampel (Sampling) Terdapat dua macam teknik pengambilan sampel yang biasa dilakukan dalampenelitian kualitatif, yaitu purpossive sampling dan snowball sampling. Sugiono (2008)mengemukakan bahwa purpossive sampling adalah teknik pengambilan sampel sumberdata dengan pertimbangan tertentu. Pertimbangan dilakukan adalah bertujuan untukmemperoleh data atau informasi yang luas, rinci, dan mendalam sehingga didapat suatukebenaran yang bermakna dan menyeluruh. Misalnya, menetapkan seseorang sebagaisampel yang dianggap memiliki pengetahuan yang luas tentang apa yang kita harapkan,atau mungkin dia sebagai penguasa sehingga dapat memudahkan peneliti menjelajahiobjek/situasi sosial yang diteliti. Sementara snowball sampling adalah teknikpengambilan sampel sumber data yang pada awalnya berjumlah sedikit, lama-lamamenjadi besar. Hal ini dilakukan karena dari jumlah data yang sedikit tersebut belumdidapat data yang lengkap, sehingga dicari sumber data lain. Dengan demikian jumlahsampel sumber data menjadi besar atau bertambah, seperti bola salju yangmenggelinding (snowball). Sehingga dapat disimpulkan bahwa penentuan sampel dalam penelitian kualitatifdilakukan selama penelitian berlangsung. Oleh karena itu pengambilan sampel bersifatsementara dimana jumlah sampel dapat berkembang dalam penelitian, disesuaikandengan kebutuhan penelitian yang sejalan dengan makin terarahnya fokus penelitiandan dipilih sampai kepada taraf jenuh (redundancy), yaitu pada saat ditambah sampellagi tidak memberikan informasi baru yang berarti. Demi mendukung kegiatan penelitian, maka sebaiknya ditentukan sampel sebagaisumber data atau informan yang memiliki kriteria sebagai berikut, (Sugiyono, 2008:303):(1) Menguasai atau memahami sesuatu melalui proses enkulturasi, sehingga sesuatu itubukan sekedar diketahui, tetapi juga dihayatinya, (2) Tergolong masih berkecimpungatau terlibat pada kegiatan yang tengah ditelliti, (3) Mempunyai waktu yang memadaiuntuk dimintai informasi, (4) Tidak cenderung menyampaikan informasi hasil”kemasannya” sendiri, (5) Tergolong ”cukup asing” dengan peneliti sehingga lebihmenggairahkan untuk dijadikan semacam guru atau narasumber. 3. Instrumen dan Data Instrumen atau alat penelitian dalam penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri.Peneliti kualitatif sebagai human instrumen berperan dalam menetapkan fokuspenelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data,menilai kualitas data, analisis data, menafsirkan data dan membuat kesimpulan atas
  19. 19. temuannya. Peneliti juga dianggap sebagai instrumen kunci dalam penelitian kualitatifdikarenakan oleh beberapa karakteristik yang melingkupi penelitian kualitatif itu sendiri,yaitu: (1) segala sesuatu yang akan dicari dari objek penelitian belum jelas dan pastimasalahnya, sumber datanya, dan hasil yang ditetapkan. Lalu (2) rancangan penelitianmasih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti memasuki objekpenelitian. Selain itu (3) realitas dalam penelitian kualitatif diasumsikan sebagai sesuatuyang bersifat holistik, dinamis, tidak dapat dipisah-pisahkan ke dalam variabel-variabelpenelitian. Oleh karena itu instrumen penelitian dalam penelitian kualitatif belum dapatdikembangkan sebelum masalah penelitian jelas. Setelah fokus penelitian menjadi jelas,kemungkinan akan dikembangkan instrumen penelitian sederhana guna melengkapidata dan membandingkan data yang telah ditemukan melalui observasi dan wawancara.Peneliti akan terjun sendiri, mengumpulkan data, menganalisis dan membuatkesimpulan. Dengan demikian, sebagai ”the key instrument” peneliti harus memilikipemahaman metode penelitian kualitatif itu sendiri secara mendalam, penguasaanwawasan terhadap bidang yang diteliti, kesiapan untuk memasuki objek penelitian baiksecara akademik maupun logistik. Validasi terhadap terhadap kriteria tersebut dilakukanoleh peneliti sendiri dengan mengevaluasi diri. Menurut Lofland dalam Moleong (2004:157) sumber data utama dalam penelitiankualitatif adalah kata-kata, dan tindakan. Terdapat pula data tambahan berupa dokumendan lain-lain. Berkaitan dengan hal itu, jenis data dalam penelitian kualitatif di bagi kedalam kata-kata dan tindakan, sumber data terulis, foto, dan statistik.1. Kata-kata dan Tindakan kata-kata dan tindaka orang-orang yang diamati atau diwawancarai merupakan sumber data utama. Sumber data utama dicatat melalu catatan tertulis atau melalui perekaman video/audio tapes, pengambilan foto, atau film. Pencatatan sumber data utama melalui wawancara atau pengamatan berperan serta merupakan hasil usaha gabungan dari kegiatan melihat, mendengar, dan bertanya.2. Sumber tertulis Bahan tambahan yang berasal dari sumber tertulis dapat dibagi atas sumber buku dan majalah ilmiah (disertasi, tesis, buku terbitan pemerintah, jurnal, dan karya ilmiah lainnya), sumber dari arsip (riwayat hidup tokoh terkenal, sumber-sumber tertulis dari Lembaga Arsip Nasional atau tempat-tempat arsip peting lainnya) dokumen pribadi (surat, buku harian, anggaran penerimaan lagu daerah, dan dokumen lainnya yang
  20. 20. merupakan tulisan tentang diri dan pengalaman sendiri seseorang), dan dokumen resmi (laporan rapat, daftar siswa dan pegawai tata usaha, dan data lainnya yang dapat diperole dari instansi-instansi pemerintahan).3. Foto Foto dapat menjadi sumber tambahan dalam penelitian kualitatif yang dapat menghasilkan data deskriptif yang cukup berharga dan dapat digunakan untuk menelaah segi-segi subjektif dan dianalisis secara induktif. Menurut Bogdan dan Biklen dalam Moleong (2004:160), terdapat dua kategori foto yang dapat digunakan dalam penelitian kualitatif, yaitu foto yang dihasilkan orang dan foto yang dihasilkan oleh peneliti sendiri.4. Data Statistik Data statistik dapat pula menjadi sumber data tambahan. Misalnya, data statistik dapat membantu peneliti dalam mempelajari komposisi distribusi penduduk dilihat dari segi usia, jenis kelamin, agama, mata pencaharia, dan lain sebagainya. Namun demikian, perlu diingat bahwa peneliti kualitatif hendaknya jangan terlalu banyak mendasarkan diri pada data statistik dikarenakan data statistik pada umumnya merupakan bentuk generalisasi sehingga dapat mengurangi makna subjek secara subjek secara perorangan. Data statistik dalam penelitian kualitatif dapat dimanfaatkan hanya sebagai cara yang mengantar dan mengarahkan pada kejadian dan peristiwa yang ditemukan dan dicari sendiri sesuai dengan masalah dan tujuan penelitiannya.TAHAP ANALISIS DATA Analisis data kualitatif (Bogdan & Biklen, 1982) adalah upaya yang dilakukandengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadisatuan yang dapat dikelola, mensisntesiskannya, mencari dan menemukan pola,menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapatdiceriterakan kepada orang lain. Proses analisis data kualitatif (Seiddel, 1988) berjalansebagai berikut: a. mencatat yang menghasilkan catatan lapangan, dengan hal itu diberi kode agar sumber datanya tetap dapat ditelusuri, b. mengumpulkan, memilah-milah, mengklasifikasikan, mensintesiskan, membuat ikhtisar dan membuat indeksnya, c. berpikir, dengan jalan membuat agar kategori data itu memiliki makna, mencari
  21. 21. dan menemukan pola dan hubungan-hubungan, dan membuat temuan-temuan umum. Selanjutnya, menurut Janice McDrury (Coolaborative Group Analisys of Data,1999) tahapan analisis data kualitatif adalah sebagai berikut: a. membaca/mempelajari data, menandai kata-kata kunci dan gagasan yang ada dalam data, b. mempelajari kata-kata kunci itu, berupaya menemukan tema-tema yang berasal dari data, c. menuliskan model yang ditemukan, d. koding yang telah dilakukan.Dari definisi-definisi tersebut dapat kita pahami bahwa ada yang mengemukakan proses,ada pula yang menjelaskan tentang komponen-komponen yang perlu ada dalam suatuanalisis data. Dalam hal ini analisa meliputi kegiatan mengerjakan data, menatanya,membaginya menjadi satuan-satuan yang dapat dikelola, mensintesanya, mencari pola,menemukan apa yang penting dan apa yang akan dipelajari, dan memutuskan apa yangakan Anda laporkan. 1. Tahap Analisis Data Secara Umum Pada bagian ini akan diuraikan tiga pokok persoalan, yaitu 1) konsep dasar, 2)menemukan tema dan merumuskan hipotesis kerja, dan 3) bekerja dengan hipotesiskerja. Analisis data menurut Patton (1980), adalah proses mengatur urusan data,mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori, dan satuan uraian dasar. Iamembedakannya dengan penafsiran, yaitu memberikan arti yang signifikan terhadaphasil analisis, menjelaskan pola uraian, dan mencari hubungan diantara dimensi-dimensiuraian. Bogdan&Taylor (1975) mendefinisikan analisis data sebagai proses yang merinciusaha secara formal untuk menemukan tema dan merumuskan hipotesis kerja (ide). Jikadikaji, pada dasarnya definisi pertama lebih menitikberatkan pengorganisasian datasedangkan yang kedua lebh menekankan maksud dan tujuan analisis data. Dengandemikian definisi tersebut dapat disintesiskan menjadi: Analisis data adalah prosesmengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori, dan satuan uraiandasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja. Dari rumusan di atas dapatlah kita menarik garis bahwa analisis data bermaksudpertama-tama mengorganisasikan data. Data yang terkumpul banyak sekali yang terdiridari catatan lapangan dan tanggapan peneliti, gambar, foto, dokumen berupa laporan,biografi, artikel, dan sebagainya. Pekerjaan analisis data dalam hal ini adalah mengatur,
  22. 22. mengurutkan, mengelomokkan, memberikan kode, dan mengkategorisasikannya.Pengorganisasian dan pengelolaan data tersebut bertujuan menemukan tema danhipotesis kerja yang akhirnya diangkat menjadi teori substansif. Uraian di atas memberikan gambaran tentang betapa pentingnya kedudukananalisis data ini dilihat dari segi tujuan penelitian. Prinsip pokok penelitian kualitatifadalah menemukan teori dari data. Akhirnya perlu dikemukakan bahwa analisis data itudilakukan dalam suatu proses. Proses berarti pelaksanaannya sudah mulai dilakukansejak pengumpulan data dilakukan dan dikerjakan secara intensif sesudah meninggalkanlapangan penelitian. Dalam hal ini dianjurkan agar analisis data dan penafsirannyasecepatnya dilakukan oleh peneliti, jangan menunggu sampai data itu menjadi dinginbahkan membeku atau malah menjadi kadaluarsa. Pekerjaan menganalisis datamemerlukan usaha pemusatan perhatian pengerahan tenaga fisik dan pikiranpeneliti.selain menganalisis data, peneliti juga perlu dan masih perlu mendalamikepustakaan guna mengonfirmasikan teori atau menjastifikasikan adanya teori baru yangbarangkali ditemukan. 2. Menemukan Tema Dan Merumuskan Hipotesis Kerja Sejak menganalisis data di lapangan, peneliti sudah mulai menemukan tema danhipotesis kerja. Pada analisis yang dilakukan secara lebih intensif, tema dan hipotesiskerja lebih diperkaya, diperdalam, dan lebih ditelaah lagi dengan menggabungkan datadari sumber-sumber lainnya. Bogdan&Taylor (1975) menganjurkan beberapa petunjukuntuk diikuti seperti yang dikemukakan berikut ini: a. Bacalah dengan teliti catatan lapangan anda b. Berilah kode pada beberapa judul pembicaraan tertentu c. Susunlah menurut tipologi d. Bacalah kepustakaan yang ada dengan masalah dan latar penelitian. 3. Menganalisis berdasarkan Hipotesis Kerja Sesudah memformulasikan hipotesis kerja, selanjutnya peneliti mencari apakahhipotesis kerja itu didukung atau ditunjang oleh data dan apakah hal itu benar. Dalam haldemikian peneliti barangkali akan mengubah, menggabungkan atau membuangbeberapa hipotesis kerja. Apabila peneliti telah menemukan seperangkat hipotesis kerjadasar, maka selanjutnya peneliti menyusun kode tersendiri atas dasar hipotesis kerjadasar tersebut. Data yang telah tersusun dikelompokkan lagi berdasarkan hipotesis kerja
  23. 23. tersebut. Data yang dikode tidak perlu secara ketat menunjang hanya satu hipotesiskerja, artinya satu data barangkali menunjang dua atau lebih hipotesis kerja. Pekerjaan mencari dan menentukan data yang menunjang hipotesis kerja atautidak pada dasarnya memerlukan seperangkat kriteria tertentu. Kriteria ini didasarkanatas pengalaman, pengetahuan, atau teori tertentu yang mendukung. Kriteria itu dapatditetapkan secara kasar, sementara data sudah mulai masuk dan ditetapkan pada saatmengadakan pemberian kode pada data. Usaha untuk meningkatkan kemampuanmenganalisis dan meningkatkan pengertian tentang data, seperti dikemukakan olehBogdan&Taylor (1975) adalah sebagai berikut: a. Apakah data menunjang hipotesis kerja? b. Apakah data yang benar dikumpulkan atau bukan? c. Apakah ada pengaruh peneliti terhadap latar penelitian? d. Adakah orang lain yang hadir? e. Pertanyaan langsung ataukah kesimpulan tidak langsung? f. Siapa yang mengatakan dan siap yang melakukan apa? g. Apakah subjek mengatakan yang benar? 4. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data Keabsahan data adalah bahwa setiap keadaan harus memenuhi: 1)mendemonstrasikan nilai yang benar, 2) Menyediakan dasar agar hal itu dapatditerapkan, 3) memperbolehkan keputusan luar yang dapat dibuat tentang konsistensidari prosedurnya dan kenetralan dari temuan dan keputusan-keputusannya. Isu dasardari hubungan keabsahan data pada dasarnya adalah sederhana. Di bawah inidikemukakan perbandingan antara penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatifdilihat dari segi konstruknya. Konstruk Kuantitatif Kualitatif ‘Nilai Benar” Validitas Internal Kredibilitas Aplikabilitas Validitas Eksternal Transferabilitas (keteralihan) Konsistensi Reliabilitas Dependabilitas (kebergantungan) Netralitas Objektivitas Konfirmabilitas (kepastian)
  24. 24. Sama dengan penelitian kuantitatif bahwa suatu studi tidak akan valid jika tidakreliabel, maka penelitian kualitatif tidak akan bisa transferabel jika tidak kredibel, dantidak akan kredibel jika tidak memenuhi kebergantungan.Kriteria Keabsahan Data Untuk menetapkan keabsahan (truthworthiness) data diperlukan teknikpemeriksaan. Pelaksanaan teknik pemeriksaan didasarkan atas sejumlah kriteriatertentu. Ada empat kriteria yang digunakan, yaitu derajat kepercayaan (credibility),keteralihan (tranferability), kebergantungan (dependability), dan kepastian(confirmability).Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data KRITERIA TEKNIK PEMERIKSAAN Kredibilitas (derajat kepercayaan) (1) Perpanj angan Keikut- sertaan (2) Ketekun an Pengam atan (3) Triangul asi (4) Pengece kan Sejawat (5) Kecukup an Referen sial (6) Kajian Kasus Negatif Pengecekan Anggota Kepastian (8) Uraian Rinci Kebergantungan (9) Audit Kebergantungan Kepastian (10) Audit Kepastian a) Perpanjangan Keikutsertaan
  25. 25. Keikutsertaan peneliti sangat menentukan dalam pengumpulan data.Keikutsertaan tersebut tidak hanya dilakukan dalam waktu singkat, tetapi memerlukanperpanjangan keikutsertaan pada latar penelitian. Perpanjangan keikutsertaan berartipeneliti tinggal di lapangan penelitian sampai kejenuhan pengumpulan data tercapai.Jika hal itu dilakukan maka akan membatasi: - membatasi gangguan dari dampak peneliti pada konteks, - membatasi kekeliruan (biases) peneliti, - mengkonpensasikan pengaruh dari kejadian-kejadian yang tidak biasa atau pengaruh sesaat. Perpanjangan keikutsertaan peneliti akan memungkinkan peningkatan derajatkepercayaan data yang dikumpulkan, alasannya: 1) peneliti dengan perpanjangankeikutsertaannya akan banyak mempelajari ‘kebudayaan’, dapat menguji ketidakbenaraninformasi yang diperkenalkan oleh distorsi, baik yang berasal dari diri sendiri maupundari responden, dan membangun kepercayaan subjek, dan 2) menuntut peneliti agarterjun ke lokasi dan dalam waktu yang cukup panjang guna mendeteksi danmemperhitungkan distorsi yang mungkin mengotori data. b) Ketekunan/Keajegan Pengamatan Keajegan pengamatan berarti mecari secara konsisten interpretasi denganberbagai cara dalam kaitan dengan proses analisis yang konstan atau tentatif. Mencarisuatu usaha membatasi berbagai pengaruh. Mencari apa yang dapat diperhitungkan danapa yang tidak dapat. Maksud dari keajegan pengamatan yakni menemukan ciri-ciri danunsur-unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan yang sedang dicaridan kemudian memusatkan diri pada hal-hal tersebut secara rinci. c) Triangulasi Triangulasi dalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkansesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembandingterhadap data itu. Teknik triangulasi yang paling banyak digunakan ialah pemeriksaanmelalui sumber lainnya. Denzin (1978) membedakan empat macam triangulasi sebagaiteknik pemeriksaan yang memanfaatkan penggunaan sumber, metode, penyidik, danteori. Triangulasi merupakan cara terbaik untuk menghilangkan perbedaan-perbedaan
  26. 26. konstrksi kenyataan yang ada dalam konteks suatu studi sewaktu mengumpulkan datatentang berbagai kejadian dan hubungan dari berbagai penadangan. Dengan kata lainbahwa dengan trangulasi, peneliti dapat me-recheck temuannya dengan jalanmembandingkannya dengan berbagai sumber, metode, atau teori. Untuk itu makapeneliti dapat melakukannya dengan cara: a) mengajukan berbagai macam variasipertanyaan, b) mengeceknya dengan berbagai sumber data, dan c) memanfaatkanberbagai metode agar pengecekan kepercayaan data dapat dilakukan. d) Pemeriksaan Sejawat Dengan Diskusi Teknik ini dilakukan dengan cara mengekspos hasil sementara atau hasil akhiryang diperoleh dalam bentuk diskusi dengan rekan-rekan sejawat. Teknik ini memilikimaksud: - Untuk membuat agar peneliti tetap mempertahankan sikap terbuka dan kejujuran. - Diskusi dengan teman sejawat memberikan suatu kesempatan awal yang baik untuk mulai menjajaki dan menguji hipotesis kerja yang muncul dari pemikiran peneliti. - Dapat me-review persepsi, pandangan dan analisis yang sedang dilakukan. Hasil dari teknik pemeriksaan dengan teman sejawat ini adalah 1) menyediakanpendangan kritis, 2) mengetes hipotesis kerja (temuan teori substansif), 3) membantumengembangkan langkah berikutnya, dan 4) melayani sebagai pembanding. e) Analisis Kasus Negatif Teknik ini dilakukan dengan jalan mengumpulkan contoh dan kasus yang tidaksesuai dengan pola dan kecenderungan informasi yang telah dikumpulkan dandigunakan sebagai bahan pembanding. f) Pengecekan Anggota Pengecekan dengan anggota yang terlibat dalam proses pengumpulan datasangat penting dalam pemeriksaan derajat kepercayaan. Yang dicek dengan anggotayang terlibat meliputi data, kategori analitis, penfsiran, dan kesimpulan. Pengecekananggota dilakukan baik secara formal maupun tidak formal. g) Uraian Rinci (Thick Description) Teknik ini menuntut peneliti agar melaporkan hasil penelitiannya sehinggauraiannya itu dilakukan seteliti dan secermat mungkin yang menggambarkan kontekstempat penelitian diselenggarakan. Jelas laporan itu harus mengacu pada fokuspenelitian. Uraiannya harus mengungkapkan secara khusus sekali segala sesuatu yang
  27. 27. dibutuhkan oleh pembaca agar ia dapat memahami temuah-temuan yang diperoleh. h) Auditing Auditing adalah konsep bisnis, khususnya di bidang fiskal yang dimanfaatkanuntuk memeriksa kebergantungan dan kepastian data. Hal itu dilakukan baik terhadapproses maupun hasil atau keluaran. Proses auditing dapat mengikuti langkah-langkahseperti yang disarankan oleh Halpern, yaitu: pra-entri, penetapan hal-hal yang dapatdiaudit, kesepakatan formal, dan terakhir penentuan keabsahan data. 6 Desain desain dibuat fleksibel / luwes, memahami fenomena yang dikembangkan, bersifat umum, kompleks dengan jalan dan dikhususkan hanya dalam menganalisis bagian-bagian istilah umum. komponen (disebut variabel). 7 Hipotesis mencari dan menemukan dan Rumusan hipotesis bersifat menyimpulkan hipotesis. korelasional, menunjukkan Hipotesis dilihat sebagai suatu perbandingan, kausalitas, dan yang tentatif, berkembang, dan eksperimen. didasarkan pada suatu studi tertentu. 8 Teknik jumlah subjek penelitian kecil, subjek penelitian berjumlah besar Sampling dan dilakukan teknik sampling dan dilakukan pemilihan sampel bertujuan (purposive sampling) secara acak/random sampling. No Perbedaan dan snowball sampling Kualitatif KuantitatifPERBEDAAN 9 Data dan PENELITIAN KUALITATIF DENGAN PENELITIAN data penelitian yang pengertian mengumpulkan data berupa angka berupa membuat deskripsi objektif tentang 1 Maksud mengembangkan StrategiKUANTITATIF kata-kata individu maupun suatu -angka (numerik), peneliti dan gambar fenomena terbatas dan menentukan tentang Pengumpulan dikumpulkan dari dokumen- mengoperasionalkan variabel, kejadian atau peristiwa dengan apakah fenomena dapat dikontrolPerbedaan penelitian Kualitatif dengan penelitian kuantitatif ditinjau dari berbagai aspek: Data dokumen, memperhitungkan pengamatan, mengadakan penghitungan dan konteks yang melalui beberapa entervensi. wawancara. Peneliti mencatat pengukuran secara statistikal. relevan. 2 Tujuan data dalam catatan lapangan menjelaskan, meramalkan, dan memahami fenomena sosial secara intensif. melalui gambaran holistik dan atau mengontrol fenomena melaluiCONTOH JUDUL PENELITIAN KUALITATIF secara dilakukan secara deduktif, dari 10 Analisis Data memperbanyak analisis data dilakukan pemahaman pengumpulan data terfokus mendalam. data numerik. induktif, model-model, teori- menghasilkan data numerik yangContoh 1 3 Sampel teori, konsep, tidak dianalisis dianalisis secara statistik. Data sampel yang harus sampling sejauh mungkin dikontrol PENERAPAN PETA KONSEP DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MERUMUSKAN secara deskriptif, dimaksudkan terdirisampel harus representatif. representatif dan di mana dan dari bilangan – bilangan, KESIMPULAN SISTEM GERAK PADA MANUSIA DIdan analisis dilakukan pada akhir sebagian mengarah berasal SMP NEGERI 2 KENDARI untuk besar data kepada dariMuhammad Ali (Gurucatatan2 Kendari) pemahaman secara mendalam. penelitian. wawancara dan SMPN 4 Hubungan pengamatan. peneliti mencari keteraturan peneliti secara aktif berinteraksiAbstrak: Peneliti dan kelas VIIIsampel Negeri 2terbatas dalam merumuskan Penelitiobjektivitas, Sulitnya siswa tujuan H SMP individu;Kendari Tujuan pribadi. kesimpulan untuk 11 Review dalam pengukuran analisis secara pengukuran bebasmenguasai konsep sistem gerak acuan manausia merupakan masalah yangintuisi dan dapat Subjek Kepustakaan sebagai pada teorimenyatakan memberi makna pada skoring, dan statistik dan tidak menggunakan mendesak untukdipecahkan melalui strategi organisasi peta konsep.tentang yang digunakan bagaimana mempengaruhi studi. Penelitian pengumpulan dalam penelitian tidak kecenderungan Metode memutuskan data iniadalah desain penelitianperilaku kelas melalui tahapan siklus: perencanaan, implementasi, tindakan danbukan dilakukan kecenderungan dipengaruhi oleh nilai-nilaiatau untuk merumuskan pertanyaan peneliti,observasi, dan refleksi. Objek penelitian adalah siswa kelas VIII H semester ganjil tahun mengkaji sudah cukup tetapi ’bias’, dan persepsi. tersebut teori, kuat bagaimana melakukanpelajaran 2006/2007 yang terdiri atas 18 pria dan 22 wanita. Hasil penelitian ini menunjukkan menemukan teori dari data. untuk memperoleh nilai praktis. pengamatan. Individu yang ditelitibahwa Keabsahan strategi organisasi peta konsep dapat meningkatkan keterampilan siswa 12 penggunaan diuji melalui kredibilitas (derajat melalui diberi kesempatan secara dapat validitas internal, validitasmerumusakan kesimpulan dan meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan sistem Data kepercayaan), transferabilitas eksternal, untuk mengajukan sukarela reliabilitas, dan (keteralihan), dependabilitas objektivitas. persepsi. gagasan dan 5 Pendekatan (kebergantungan), menjelaskan penyebab berisi nilai-nilai (subjektif), holistik dan konfirmabilitas (kepastian). fenomena sosial melalui dan berorientasi proses. pengukuran objektif dan analisis numerikal.
  28. 28. gerak pada manusia serta meningkatkan aktifitas belajar siswa jika guru efektif dalammembimbing diskusi kelompok dan buku cukup untuk setiap peserta didik.Kata Kunci: Keterampilan Merumuskan Kesimpulan, Penerapan Peta Konsep, Sistem Gerakpada Manusia.Contoh 2 EFEKTIVITAS KEBIJAKAN IMPLEMENTASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) DI SEKOLAH DASAR (SD) PERKOTAAN DAN PEDESAAN (Studi Deskriptif Kualitatif di SD Perkotaan dan Pedesaan di Provinsi Bengkulu) Oleh:Prof. Dr. Rambat Nur Sasongko (Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Universitas Bengkulu, 2007)Sungguh pun pergantian kurikulum merupakan jawaban terhadap kebutuhan masyarakat danperkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seni, namun hal tersebut menimbulkan sejumlahpermasalahan. Kondisi ini terlihat ketika penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)belum seluruh sekolah di Indonesia tuntas menerapkannya, pada tahun 2006 sudah harusmenggantinya dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kondisi ini amatmembingungkan bagi guru utamanya guru Sekolah Dasar (SD). Permasalahannya apakahkebijakan implementasi KTSP efektif bagi SD di perkotaan dan pedesaan? Penelitian inibertujuan untuk menganalisis tentang efektivitas kebijakan implementasi KTSP di SD perkotaandan pedesaan. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode deskriptif kualitatif. Subyekpenelitian yaitu kepala dan guru SD di perkotaan dan pedesaan provinsi Bengkulu. Datadikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Data dianalisisdengan teknik induktif secara flow analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakanimplementasi KTSP di SD perkotaan dan pedesaan belum efektif. Kepala dan guru SD baik diperkotaan dan pedesaan belum seluruhnya memahami makna KTSP, masih banyak dijumpaikesalahan penyusunan KTSP dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan penerapandi kelas yang belum sesuai dengan asas-asas KTSP. Efektivitas implementasi bersifatkontekstual, tergantung dari kelincahan kepala dan guru di sekolah serta fasilitas yangdimilikinya (dana dan internet). Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada Dinas Diknasdan LPMP untuk terus membina kepala dan guru dalam memahami, mendeskripsikan, danmenerapkan KTSP. Demikian pula bagi kepala sekolah dan guru yang telah memahami danmengimplementasikan KTSP untuk experience sharing dengan getok tular kepada SD yanglainnya.Kata kunci: kebijakan, KTSP, SD perkotaan, SD pedesaanKESIMPULANBerdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa penelitian kualitatifadalah penelitian yang berfalsafahkan paradigma postpositivisme yang memandangrealitas sosial sebagai sesuatu yang holistik/utuh, kompleks, dinamis, penuh maknadanhubungan gejala yang interaktif, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yangalamiah, dimana peneliti berperan sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel
  29. 29. sumber data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan data dengangabungan antara observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi, analisis data bersifatindukif yang berusaha menyusun fakta-fakta di lapangan menjadi suatu hipotesis, danhasil penelitian kualitatif lebih menekankan pada proses daripada hasil.DAFTAR PUSTAKABogdan, Robert. C. & Sari Knop Biklen, alih bahasa Munandir (1990). Riset Kualitatif Untuk Pendidikan: Pengantar Ke Teori Dan Metode. Jakarta: PAU-PPAI Universitas Terbuka.Denzin, Norman & Lincoln, Yvonna (2009). Handbook of Qualitative Research. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.Margono, Drs. (2004). Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta : PT Rineke CiptaMoleong, Dr. Lexy J. (1990). Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Remaja Rosdakarya.Moleong, Dr. Lexy J. (2006). Metode Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Jakarta: PT Remaja Rosdakarya.Sugiyono, Prof.Dr. (2008). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: AlfaBeta.

×