Arti Iman Kepada Allah
Rukun Iman yang pertama adalah iman kepada Allah
SWT yang merupakan dasar dari seluruh ajaran Islam...
Iman kepada Allah SWT merupakan pokok dari seluruh
iman yang tergabung dalam rukun iman. Karena iman
kepada Allah SWT meru...
Dasar Beriman Kepada Allah
Kecenderungan dan pengakuan
hati
Wahyu Allah atau Al-Qur’an
Petunjuk Rasulullah atau Hadits
Setiap manusia secara fitrah, ada kecenderungan
hatinya untuk percaya kepada kekuatan ghaib yang
bersifat Maha Kuasa. Teta...
CaraBeriman KepadaAllahSWT
Ditinjau dari segi yang umum dan yang
khusus ada dua cara beriman kepada Allah
SWT :
a. Bersifa...
b. Bersifat Tafshili
Cara beriman kepada Allah SWT yang
bersifat tafsili, maksudnya adalah
mempercayai Allah secara rinci....
Iman kepada Allah SWT merupakan fitrah
manusia. Artinya, pada hakikatnya seluruh umat manusia
mempercayai adanya Allah SWT...
Ppt imn kp allah
Ppt imn kp allah
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Ppt imn kp allah

730

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
730
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
20
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ppt imn kp allah

  1. 1. Arti Iman Kepada Allah Rukun Iman yang pertama adalah iman kepada Allah SWT yang merupakan dasar dari seluruh ajaran Islam. Orang yang akan memeluk agama Islam terlebih dahulu harus mengucapkan kalimat syahadat. Pada hakekatnya kepercayaan kepada Allah SWT sudah dimiliki manusia sejak ia lahir. . Firman Allah SWT : “Dan ingatlah, ketika TuhanMu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) : “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab : “Betul Engkau Tuhan kami, kami bersaksi.” (QS. Al-A’raf : 172)
  2. 2. Iman kepada Allah SWT merupakan pokok dari seluruh iman yang tergabung dalam rukun iman. Karena iman kepada Allah SWT merupakan pokok dari keimanan yang lain, maka keimanan kepada Allah SWT harus tertanam dengan benar kepada diri seseorang. Sebab jika iman kepada Allah SWT tidak tertanam dengan benar, maka ketidak-benaran ini akan berlanjut kepada keimanan yang lain, seperti iman kepada malaikat- malaikat Nya, kitab-kitab Nya, rasul-rasul Nya, hari kiamat, serta qadha dan qadar Nya. Dan pada akhirnya akan merusak ibadah seseorang secara keseluruhan.
  3. 3. Dasar Beriman Kepada Allah Kecenderungan dan pengakuan hati Wahyu Allah atau Al-Qur’an Petunjuk Rasulullah atau Hadits
  4. 4. Setiap manusia secara fitrah, ada kecenderungan hatinya untuk percaya kepada kekuatan ghaib yang bersifat Maha Kuasa. Tetapi dengan rasa kecenderungan hati secara fitrah itu tidak cukup. Pengakuan hati merupakan dasar iman. Namun dengan pengakuan hati tidak akan ada artinya, tanpa ucapan lisan dan pengalaman anggota tubuh. Sebab antara pengakuan hati, pengucapan lisan, dan pengalaman anggota tubuh merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Untuk mencapai keimanan yang benar tidak hanya berdasarkan fitrah pengakuan hati nurani saja, tetapi harus dipadukan dengan Al-Qur’an dan Hadits.
  5. 5. CaraBeriman KepadaAllahSWT Ditinjau dari segi yang umum dan yang khusus ada dua cara beriman kepada Allah SWT : a. Bersifat Ijmali Cara beriman kepada Allah SWT yang bersifat ijmali maksudnya adalah, bahwa kita mepercayai Allah SWT secara umum atau secara garis besar. Al-Qur’an sebagai suber ajaran pokok Islam telah memberikan pedoman kepada kita dalam mengenal Allah SWT. Diterangkan, bahwa Allah adalah dzat yang Maha Esa, Maha Suci. Dia Maha Pencipta, Maha Mendengar, Maha Kuasa, dan Maha Sempurna. .
  6. 6. b. Bersifat Tafshili Cara beriman kepada Allah SWT yang bersifat tafsili, maksudnya adalah mempercayai Allah secara rinci. Kita wajib percaya dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT memiliki sifat-sifat yang berbeda dengan sifat-sifat makhluk Nya. Sebagai bukti adalah adanya “Asmaul Husna” yang kita dianjurkan untuk berdoa dengan Asmaul Husna serta menghafal dan juga meresapi dalam hati dengan menghayati makna yang terkandung di dalamnya
  7. 7. Iman kepada Allah SWT merupakan fitrah manusia. Artinya, pada hakikatnya seluruh umat manusia mempercayai adanya Allah SWT dan mengakui-Nya sebagai Tuhan . Dengan demikian, manusia akan menemukan bahwa Allah-lah Sang Pencipta dan Pengatur alam semesta. Dia pula yang berhak disembah dan dimintai pertolongan. Dia bisa dikenali dengan pemahaman sifat- sifat-Nya dan ciptaan-Nya. Manusia dilarang memikirkan tentang hakikat Dzat Tuhan, karena akal manusia tidak mungkin menjangkau-Nya. Allah adalah Dzat Yang Mahagaib. “Pikirkanlah tentang ciptaan Allah dan jangan kamu berpikir tentang Dzat-Nya...”
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×