0
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN
Perjalanan Ruang dan Waktu Agrarian  Society Industrial Age IT Age ????? 18 th 20 th Late 20 th 21 Century
1903 Th 2006: Airbus A380 Kitty Hawk Moving People, Goods, Services, Knowledge, Disaster relief, Communicable diseases, ar...
PERUBAHAN PARADIGMA KNOWLEDGE-BASED COMPETENCE-BASED BEHAVIORISTIC CONSTRUCTIVISTIC/ HUMANISTIC TEXTBOOK CONTEXTUAL/ SALIN...
Pendekatan-Metode-Teknik <ul><li>Pendekatan: seperangkat asumsi yang berhubungan dengan belajar dan mengajar </li></ul><ul...
Dua Aliran Psikologi yg ber-pengaruh dlm model pembelj Behaviorisme Konstruktivisme Humanisme Kognitivisme TEORI BELAJAR
TEORI BELAJAR BEHAVIORISME Tingkah laku teramati Belajar: S - R <ul><li>Belajar jika:  </li></ul><ul><li>ada stimulus </li...
Tokoh-tokoh Behaviorisme <ul><li>J.B. Watson,  </li></ul><ul><li>E.L. Torndike,  </li></ul><ul><li>B.F. Skiner,  </li></ul...
Watson <ul><li>Behavior berarti tindakan (action) yang dapat dilihat dan diamati dengan cara yang obyektif </li></ul><ul><...
Torndike <ul><li>Hub S-R diperkuat oleh reinforcement (pujian/ganjaran) </li></ul><ul><li>Dalam menjelaskan suatu konsep, ...
Skinner <ul><li>teori operant conditioning  </li></ul><ul><li>tingkah laku tidak hanya respon dari stimulus, tetapi suatu ...
KONSTRUKTIVISME
Tokoh-tokoh konstruktivisme <ul><li>Kognitivisme: Koffka, Kohler, Wetheimer, Ausubel, Piaget, Bruner, dan Dienes;  </li></...
Pandangan Konstruktivisme: <ul><li>Belajar adalah: </li></ul><ul><li>proses aktif dan konstruktif yang terjadi di lingkung...
Pandangan Konstruktivisme (lanjutan): Pengetahuan:   - merupakan  interpretasi manusia terhadap pengalamannya tentang  dun...
TEORI BELAJAR KOGNITIVISME Proses/perub. kognitif Studi tentang Belajar: interaksi/adaptasi dg lingkungan Belajar: Asimila...
Teori Gestalt: Koffka, Kohler, Wetheimer   <ul><li>Hukum pragnanz: organisasi psikologis selalu cenderung untuk bergerak k...
Ausubel (Meaningful instruction – pembelajaran bermakna) <ul><li>Bahan pelajaran akan lebih mudah dipahami jika bahan itu ...
Jean Piaget (Teori Perkembangan Kognitif) <ul><li>merupakan teori konflik sosiokognitif yang berkembang menjadi aliran kon...
Lanjutan Piaget <ul><li>bisa berakibat kontraproduktif, budaya individualistik dan sokratik (self-generated knowledge – in...
Lanjutan <ul><li>Klasifikasi perkembangan kognitif: sensory motor, pra operasional, operasional konkrit, dan operasional f...
Jerome Bruner (perkembangan mental, kebermaknaan) <ul><li>enactive (manipulasi obyek langsung) </li></ul><ul><li>iconic (r...
Dienes (Permainan) <ul><li>Dengan permainan siswa menjadi lebih tertarik dan tidak bosan terhadap bahan pelajaran yang dib...
George Polya (Problem solving/ pemecahan masalah) <ul><li>prosedur: memahami, merencanakan, melaksanakan, mengecek </li></...
Lanjutan Polya <ul><li>Proses: persiapan (koleksi, informasi, pengamatan, penyelidikan, pendapat) </li></ul><ul><li>Analis...
TEORI BELAJAR HUMANISME
TEORI BELAJAR HUMANISME <ul><li>Menentang sistem  otoriter </li></ul><ul><li>Memandang siswa dari  </li></ul><ul><li>sudut...
Lev Vygotsky  (Teori Konstruktivisme Sosial) <ul><li>teori sosiogenesis: primer (kesadaran sosial) – skunder (individu) </...
Lanjutan Vygotsky <ul><li>Tingkat perkembangan kemampuan: aktual (mandiri) dan potensial (dibimbing, kolaborasi sebaya) – ...
CTL dan RME
John Dewey (CTL) <ul><li>mengkaitkan bahan pelajaran dengan situasi dunia nyata </li></ul><ul><li>mendorong siswa menghubu...
PRINSIP-PRINSIP CTL Constructivism Inquiry Questioning Learning community Modeling Authentic assessment Reflection
STRATEGI CTL <ul><li>Dalam penerapan CTL gunakan lima bentuk  </li></ul><ul><li>belajar (REACT): </li></ul><ul><li>Relatin...
Lanjutan CTL <ul><li>2. Model pembelajaran, gunakan:  </li></ul><ul><li>siklus belajar, PBL, pembelajaran dengan teks </li...
Freudenthal dan Treffers (RME: Realistic Mathematics Education) <ul><li>pematematikaan: horizontal (H), diteruskan Vertika...
<ul><li>DIRECT INSTRUCTION </li></ul><ul><li>Fase 1 : Penyampaian tujuan pembelajaran </li></ul><ul><li>Fase 2 : Demonstra...
KOOPERATIVE LEARNING
BELAJAR KOOPERATIF <ul><li>Siswa belajar dalam kelompok-2 kecil: </li></ul><ul><li>Saling membantu antara satu dengan yang...
Sebagai revolusi pembelajaran di   kelas Bukan perubahan pada pengajaran guru tetapi <ul><li>Mengubah: </li></ul><ul><li>b...
MENGAPA TIDAK KOMPETISI? <ul><li>Kompetisi jarang bersifat sehat </li></ul><ul><li>Kompetisi jarang bersifat efektif </li>...
S  T  A  D (Student Team Achievement Divisions) <ul><li>Guru menyajikan materi pelajaran </li></ul><ul><li>(ceramah, baca ...
T  G  T <ul><li>Guru menyajikan materi pelajaran </li></ul><ul><li>(ceramah, baca buku, dll) </li></ul>2. Siswa belajar ke...
JIGSAW I  A  B  C  D II A  B  C  D III A  B  C  D A  A   A   B  B   B   C  C   C   D  D   D   I  A  B  C  D II  A  B  C  D...
INVESTIGASI KELOMPOK <ul><li>Guru menyajikan isu atau masalah luas </li></ul><ul><li>Setiap siswa mengidentifikasi subtopi...
ONE STAY – TWO STRAY <ul><li>Penyajian materi (ceramah/buku teks) </li></ul><ul><li>Pemberian tugas (masalah/latihan) </li...
THINK-PAIR-SHARE: Penyajian masalah (klasikal) Berpikir individual (think) Diskusi kelompok, dua orang (pair) Diskusi kela...
Sumber: <ul><li>Oleh: </li></ul><ul><li>Dr. Subanji, M.Si. </li></ul><ul><li>Universitas Negeri Malang </li></ul>
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Model model+pembelajaran ochan

5,522

Published on

Model model pembelajaran

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
5,522
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
434
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Model model+pembelajaran ochan"

  1. 1. MODEL-MODEL PEMBELAJARAN
  2. 2. Perjalanan Ruang dan Waktu Agrarian Society Industrial Age IT Age ????? 18 th 20 th Late 20 th 21 Century
  3. 3. 1903 Th 2006: Airbus A380 Kitty Hawk Moving People, Goods, Services, Knowledge, Disaster relief, Communicable diseases, around the world….
  4. 4. PERUBAHAN PARADIGMA KNOWLEDGE-BASED COMPETENCE-BASED BEHAVIORISTIC CONSTRUCTIVISTIC/ HUMANISTIC TEXTBOOK CONTEXTUAL/ SALINGTEMAS TEACHER-CENTERED LEARNER-CENTERED SCIENCE AS A PRODUCT SCIENCE AS PROCCESS SKILLS
  5. 5. Pendekatan-Metode-Teknik <ul><li>Pendekatan: seperangkat asumsi yang berhubungan dengan belajar dan mengajar </li></ul><ul><li>Metode: Suatu rencana untuk penyajian yang sistematis berdasarkan pada pendekatan yang telah dipilih </li></ul><ul><li>Teknik: kegiatan khusus yg dilakukan di kelas yang mengacu pada metode tertentu </li></ul>
  6. 6. Dua Aliran Psikologi yg ber-pengaruh dlm model pembelj Behaviorisme Konstruktivisme Humanisme Kognitivisme TEORI BELAJAR
  7. 7. TEORI BELAJAR BEHAVIORISME Tingkah laku teramati Belajar: S - R <ul><li>Belajar jika: </li></ul><ul><li>ada stimulus </li></ul><ul><li>siap mental </li></ul>Latihan berulang/ drill Study tentang p b m Motivasi ekstrinsik <ul><li>Hasil belajar: </li></ul><ul><li>Well-structured knowldge </li></ul><ul><li>Basic skills </li></ul><ul><li>Teacher-centered </li></ul><ul><li>Direct instruction/Active teaching/ </li></ul><ul><li>Mastery teaching </li></ul>
  8. 8. Tokoh-tokoh Behaviorisme <ul><li>J.B. Watson, </li></ul><ul><li>E.L. Torndike, </li></ul><ul><li>B.F. Skiner, </li></ul><ul><li>Gagne, dan </li></ul><ul><li>Pavlov </li></ul>
  9. 9. Watson <ul><li>Behavior berarti tindakan (action) yang dapat dilihat dan diamati dengan cara yang obyektif </li></ul><ul><li>Hub S-R kontiguitas (dibuat ada bersama TL tertentu) </li></ul><ul><li>belajar adalah proses membentuk hubungan S-R </li></ul><ul><li>Kekuatan hub S-R tergantung pada frekuensi ulangan adanya S-R </li></ul><ul><li>Pentingnya drill dalam pembelajaran </li></ul>
  10. 10. Torndike <ul><li>Hub S-R diperkuat oleh reinforcement (pujian/ganjaran) </li></ul><ul><li>Dalam menjelaskan suatu konsep, guru hendaknya mengambil contoh yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. </li></ul><ul><li>Metode pemberian tugas dan metode latihan (drill and practice) akan lebh cocok. </li></ul><ul><li>Dalam kurikulum, materi disusun dari yang mudah-sedang-sukar sesuai dengan tingkat kelas, dan tingkat sekolah. </li></ul>
  11. 11. Skinner <ul><li>teori operant conditioning </li></ul><ul><li>tingkah laku tidak hanya respon dari stimulus, tetapi suatu tindakan yang disengaja </li></ul>
  12. 12. KONSTRUKTIVISME
  13. 13. Tokoh-tokoh konstruktivisme <ul><li>Kognitivisme: Koffka, Kohler, Wetheimer, Ausubel, Piaget, Bruner, dan Dienes; </li></ul><ul><li>Humanisme: Vygotksy </li></ul>
  14. 14. Pandangan Konstruktivisme: <ul><li>Belajar adalah: </li></ul><ul><li>proses aktif dan konstruktif yang terjadi di lingkungan luar kelas </li></ul><ul><li>mengubah informasi menjadi proses mental </li></ul><ul><li>membangun pengetahuan dan pengertian dari pengalaman pribadi </li></ul><ul><li>mengaitkan pengetahuan baru dg pengalaman lama (asimilasi) </li></ul><ul><li>membangun penget. baru dr fenomena lama (akomodasi) </li></ul><ul><li>proses kognitif untuk memecahkan masalah dunia nyata, menggunakan alat yang tersedia dalam situasi pemecahan masalah. </li></ul><ul><li>bersifat situasional, interaktif </li></ul><ul><li>bekerja dengan teman dalam konstruksi sosial yang berarti bagi dirinya </li></ul><ul><li>proses pribadi terus-menerus untuk memonitor kemajuan belajar </li></ul>
  15. 15. Pandangan Konstruktivisme (lanjutan): Pengetahuan: - merupakan interpretasi manusia terhadap pengalamannya tentang dunia - bersifat perspektif, konvensional, tentatif, evolusioner - ada di dalam pikiran manusia (bukan di buku teks) - pengetahuan/konsep baru dibangun: + bertahap dari waktu ke waktu + dalam konteks sosial + interaksi dengan konten + dengan mengintegrasikan info lama dg info baru + dengan kesadaran ttg apa yang dipelajari (metakognisi)
  16. 16. TEORI BELAJAR KOGNITIVISME Proses/perub. kognitif Studi tentang Belajar: interaksi/adaptasi dg lingkungan Belajar: Asimilasi – Akomodasi – Ekuilibrium Perkembangan kognitif <ul><li>Hasil belajar: </li></ul><ul><li>Perkemb. struktur kognitif </li></ul><ul><li>Life skills </li></ul><ul><li>Adult role behaviors </li></ul><ul><li>Self-regulated learning </li></ul>p b m <ul><li>Pembelajaran: </li></ul><ul><li>Konstruktivisme </li></ul><ul><li>Diskoveri-inkuiri, </li></ul><ul><li>PBL </li></ul><ul><li>Kontekstual/STS/Salingtemas </li></ul>
  17. 17. Teori Gestalt: Koffka, Kohler, Wetheimer <ul><li>Hukum pragnanz: organisasi psikologis selalu cenderung untuk bergerak ke keadaan penuh arti. </li></ul><ul><li>Hukum kesamaan: hal-hal yang sama cenderung akan membentuk Gestal (kesatuan) </li></ul><ul><li>Hukum keterdekatan: hal-hal yang saling berdekatan cnderung membentuk kesatuan </li></ul><ul><li>Hukum ketertutupan: hal-hal yang tertutup cenderung membentuk kesatuan </li></ul><ul><li>Hukum kontinyuitas: hal-hal yang kontinyu atau berkesinambungan akan cenderung membentuk kesatuan </li></ul>
  18. 18. Ausubel (Meaningful instruction – pembelajaran bermakna) <ul><li>Bahan pelajaran akan lebih mudah dipahami jika bahan itu dirasakan bermakna bagi siswa </li></ul><ul><li>Kebermaknaan: sesuai dengan struktur kognitif, sesuai struktur keilmuan, memuat keterkaitan </li></ul><ul><li>Seluruh bahan (ihtisar/resume/rangkuman/ringkasan/bahan/peta) </li></ul><ul><li>Peta konsep adalah bagan / struktur tentang keterkaitan seluruh konsep secara terpadu / terorganisir (herarkhis, distributive/menyebar) </li></ul>
  19. 19. Jean Piaget (Teori Perkembangan Kognitif) <ul><li>merupakan teori konflik sosiokognitif yang berkembang menjadi aliran konstrukstivistik </li></ul><ul><li>kemauan belajar anak banyak ditentukan oleh karsa individu </li></ul><ul><li>keaktifan siswa merupakan faktor dominan keberhasilan belajar </li></ul><ul><li>kemandirian merupakan jaminan ketercapaian hasil belajar yang optimal </li></ul><ul><li>penataan lingkungan bukan penentu terjadinya belajar, tetapi mempermudah belajar </li></ul>
  20. 20. Lanjutan Piaget <ul><li>bisa berakibat kontraproduktif, budaya individualistik dan sokratik (self-generated knowledge – individualistic pursuit of truth), unggulan budaya barat </li></ul><ul><li>teori psikogenesis: pengetahuan berasal dari individu, posisi siswa terpisah dengan interaksi sosial, penciptaan makna / pengetahuan akibat kematangan biologis, primer (individu) – sekunder (sosial). </li></ul><ul><li>Mengutamakan interaksi dalam kelompok sebaya, bukan yang lebih dewasa </li></ul>
  21. 21. Lanjutan <ul><li>Klasifikasi perkembangan kognitif: sensory motor, pra operasional, operasional konkrit, dan operasional formal. </li></ul><ul><li>Asumsi: konsep tersusun dalam jaringan laba-laba yang disebut skemata, konsep terkait akan terhubung: perlunya mengkaitkan pengetahuan baru dengan yang sudah ada, pengetahuan prasyarat memudahkan siswa memahami konsep. </li></ul><ul><li>Perubahan struktur kognitif melalui adaptasi yang berimbang (equlibrasi): dengan proses asimilasi dan akomodasi </li></ul>
  22. 22. Jerome Bruner (perkembangan mental, kebermaknaan) <ul><li>enactive (manipulasi obyek langsung) </li></ul><ul><li>iconic (representasi gambar) </li></ul><ul><li>symbolic (manipulasi simbol) </li></ul>
  23. 23. Dienes (Permainan) <ul><li>Dengan permainan siswa menjadi lebih tertarik dan tidak bosan terhadap bahan pelajaran yang diberikan </li></ul>
  24. 24. George Polya (Problem solving/ pemecahan masalah) <ul><li>prosedur: memahami, merencanakan, melaksanakan, mengecek </li></ul><ul><li>Ciri: siswa tertentang, tidak ada prosedur tetap, ada usaha </li></ul><ul><li>Model: tidak rutin, soal cerita, soal terapan </li></ul><ul><li>Strategi: penemuan terbimbing (guided discovery), investigasi, multiple solution, multiple methods of solution </li></ul><ul><li>Pengembangan: Higher Order Thinking (kritis, kreatif, analitik) </li></ul>
  25. 25. Lanjutan Polya <ul><li>Proses: persiapan (koleksi, informasi, pengamatan, penyelidikan, pendapat) </li></ul><ul><li>Analisis (definisi, klasifikasi, evaluasi) </li></ul><ul><li>Inkubasi (pengendapan dalam pikiran) </li></ul><ul><li>Iluminasi (munculnya ide baru tak terduga) </li></ul><ul><li>Usaha sadar menjawab / menyelesaikan </li></ul>
  26. 26. TEORI BELAJAR HUMANISME
  27. 27. TEORI BELAJAR HUMANISME <ul><li>Menentang sistem otoriter </li></ul><ul><li>Memandang siswa dari </li></ul><ul><li>sudut siswa </li></ul><ul><li>Belajar: </li></ul><ul><li>Mengubah lingk. </li></ul><ul><li>Motivasi intrinsik </li></ul><ul><li>Bebas dari ancaman </li></ul><ul><li>Terarah/tujuan sendiri </li></ul><ul><li>Bermakna bagi diri sendiri </li></ul>Landasan teori <ul><li>Pendekatan PBM: </li></ul><ul><li>- Berpusat Siswa (fasilitatif) </li></ul><ul><li>Pendidikan Multikultural </li></ul><ul><li>Belajar Sosial (Bandura) </li></ul><ul><li>Scaffolding (Vigotsky) </li></ul>p b m <ul><li>Pembelajaran: </li></ul><ul><li>Modeling </li></ul><ul><li>Belajar Kooperatif </li></ul><ul><li>STS/Kontekstual </li></ul>
  28. 28. Lev Vygotsky (Teori Konstruktivisme Sosial) <ul><li>teori sosiogenesis: primer (kesadaran sosial) – skunder (individu) </li></ul><ul><li>tataran pertumbuhan kemampuan: sosial (interpsikologis, intermental) – spikologis (intrapsikologis, intramental) </li></ul><ul><li>pembentukan pengetahuan dan perkembangan kognitif: faktor primer intermental, faktor skunder (diturunkan/derivatif) intramental terbentuk melalui internalisasi / penguasaan proses sosial </li></ul><ul><li>Siswa berpartisipasi dalam kegiatan sosial tanpa makna, internalisasi / pengendapan, pemaknaan / konstruksi pengetahuan baru, transformatif (menyebabkan perubahan, tidak sekedar transfer) </li></ul>
  29. 29. Lanjutan Vygotsky <ul><li>Tingkat perkembangan kemampuan: aktual (mandiri) dan potensial (dibimbing, kolaborasi sebaya) – jarak: zona perkembangan proksimal) </li></ul><ul><li>Perlunya contoh, demontrasi, prakteks dari orang yang lebih dewasa </li></ul><ul><li>Proses konstruksi: konstruksi bersama, dengan bantuan yang diistilahkan dengan scaffolding (contoh petunjuk, pedoman, bagan/gambar, prosedur, balikan) </li></ul><ul><li>Melandasi pembelajaran: kolaboratif/kooperative, pbl, kontekstual, autentik </li></ul>
  30. 30. CTL dan RME
  31. 31. John Dewey (CTL) <ul><li>mengkaitkan bahan pelajaran dengan situasi dunia nyata </li></ul><ul><li>mendorong siswa menghubungkan yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari, pengalaman sesungguhnya dan penerapannya / manfaatnya </li></ul><ul><li>strategi: authentic, inkuiri, praktek kerja, pemecahan masalah </li></ul><ul><li>sangat cocok untuk pelajaran IPA </li></ul>
  32. 32. PRINSIP-PRINSIP CTL Constructivism Inquiry Questioning Learning community Modeling Authentic assessment Reflection
  33. 33. STRATEGI CTL <ul><li>Dalam penerapan CTL gunakan lima bentuk </li></ul><ul><li>belajar (REACT): </li></ul><ul><li>Relating ( menghubungkan materi pelajaran konteks </li></ul><ul><li>kehidupan nyata dan pengetahuan awal siswa) </li></ul><ul><li>Experiencing (membangun konsep) </li></ul><ul><li>Applying (menerapkan konsep dalam kehidupan sehari-hari) </li></ul><ul><li>Cooperating (belajar dan berhasil bersama teman) </li></ul><ul><li>Transfering (menemukan dan memecahkan masalah baru </li></ul>
  34. 34. Lanjutan CTL <ul><li>2. Model pembelajaran, gunakan: </li></ul><ul><li>siklus belajar, PBL, pembelajaran dengan teks </li></ul>
  35. 35. Freudenthal dan Treffers (RME: Realistic Mathematics Education) <ul><li>pematematikaan: horizontal (H), diteruskan Vertikal (V); realistic (H+,V+) </li></ul><ul><li>mekanistik (drill & practice: (H- dan V-); empiris (H+, V-); strukturilistik (H-, V+) </li></ul>
  36. 36. <ul><li>DIRECT INSTRUCTION </li></ul><ul><li>Fase 1 : Penyampaian tujuan pembelajaran </li></ul><ul><li>Fase 2 : Demonstrasi pengetahuan atau ketrampil. </li></ul><ul><li>Fase 3 : Latihan terbimbing </li></ul><ul><li>Fase 4 : Tes formatif dan umpan balik </li></ul><ul><li>Fase 5 : Latihan pemantapan dan transfer </li></ul><ul><li>pengetahuan/ketrampilan </li></ul>
  37. 37. KOOPERATIVE LEARNING
  38. 38. BELAJAR KOOPERATIF <ul><li>Siswa belajar dalam kelompok-2 kecil: </li></ul><ul><li>Saling membantu antara satu dengan yang lain </li></ul><ul><li>Berdiskusi dan berdebat dengan yang lain </li></ul><ul><li>Saling menilai pengetahuan yang diperoleh </li></ul><ul><li>Saling mengisi kekurang pahaman pada yang lain </li></ul>
  39. 39. Sebagai revolusi pembelajaran di kelas Bukan perubahan pada pengajaran guru tetapi <ul><li>Mengubah: </li></ul><ul><li>bekerja individual </li></ul><ul><li>cara belajar individual </li></ul><ul><li>latihan (drill) individual </li></ul>Sehingga: Setiap individu dalam kelompok menguasai konsep yang dipelajari Kerja kelompok
  40. 40. MENGAPA TIDAK KOMPETISI? <ul><li>Kompetisi jarang bersifat sehat </li></ul><ul><li>Kompetisi jarang bersifat efektif </li></ul><ul><li>Kebanyakan siswa mengharap siswa lain gagal, </li></ul><ul><li>agar dirinya lebih mudah berhasil </li></ul><ul><li>Siswa yang tak tertandingi mengurangi motivasi </li></ul><ul><li>Siswa yang tertinggal tidak meningkatkan motivasi </li></ul>Kompetisi tidak selalu salah, NAMUN
  41. 41. S T A D (Student Team Achievement Divisions) <ul><li>Guru menyajikan materi pelajaran </li></ul><ul><li>(ceramah, baca buku, dll) </li></ul>2. Siswa belajar kelompok (4-5 siswa) 3. Siswa mengerjakan tes formatif (kuiz) 4. Tiap kelompok mendapat penghargaan
  42. 42. T G T <ul><li>Guru menyajikan materi pelajaran </li></ul><ul><li>(ceramah, baca buku, dll) </li></ul>2. Siswa belajar kelompok (4-5 siswa) 3. Siswa pergi ke meja turnamen (3 org/meja) 4. Turnamen (menjawab soal pada kartu) 5. Kembali ke kelompok dan menghitung rata-rata skor
  43. 43. JIGSAW I A B C D II A B C D III A B C D A A A B B B C C C D D D I A B C D II A B C D III A B C D TES DAN PENGHARGAAN KELOMPOK
  44. 44. INVESTIGASI KELOMPOK <ul><li>Guru menyajikan isu atau masalah luas </li></ul><ul><li>Setiap siswa mengidentifikasi subtopik yang berbeda </li></ul><ul><li>Siswa yang subtopiknya sama membentuk kelompok </li></ul><ul><li>Tiap kelompok merencanakan investigasi </li></ul><ul><li>Melaksanakan investigasi (data, analisis data, kesimpulan) </li></ul><ul><li>Menyiapkan/menyusun laporan </li></ul><ul><li>Menyajikan laporan akhir kepada kelompok lain </li></ul><ul><li>Evaluasi </li></ul>
  45. 45. ONE STAY – TWO STRAY <ul><li>Penyajian materi (ceramah/buku teks) </li></ul><ul><li>Pemberian tugas (masalah/latihan) </li></ul>Kelompok awal (3 orang) mengerjakan tugas Satu orang tinggal, dua orang bertamu untuk mendapat informasi dari kelompok lain Penamu pulang, memberi oleh-oleh kepada penjaga rumah
  46. 46. THINK-PAIR-SHARE: Penyajian masalah (klasikal) Berpikir individual (think) Diskusi kelompok, dua orang (pair) Diskusi kelas (share)
  47. 47. Sumber: <ul><li>Oleh: </li></ul><ul><li>Dr. Subanji, M.Si. </li></ul><ul><li>Universitas Negeri Malang </li></ul>
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×