• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Modul "Pemberian Ip addressing"
 

Modul "Pemberian Ip addressing"

on

  • 242 views

Modul "Pemberian Ip addressing"

Modul "Pemberian Ip addressing"

Statistics

Views

Total Views
242
Views on SlideShare
238
Embed Views
4

Actions

Likes
0
Downloads
1
Comments
0

1 Embed 4

http://unyilob.blogspot.com 4

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Modul "Pemberian Ip addressing" Modul "Pemberian Ip addressing" Presentation Transcript

    • JARINGAN KOMPUTER Pengalamatan IPv4 & IPv6
    • Pengalamatan IP Address  Internet (International Network) merupakan “jaringan raksasa” yang terdiri atas komputer-komputer yang saling terhubung satu sama lain.  Untuk dapat saling berkomunikasi, masing-masing komputer harus mempunyai kartu jaringan. Kartu jaringan tersebut mempunyai nomor identitas yang unik.
    • contoh, nomor ID kartu jaringan (MAC Address) 00:50:FC:FE:B1:E9  ID tersebut sulit untuk diingat. Bayangkan bila untuk berkomunikasi sesama komputer dalam jaringan harus menghapalkan ID kartu jaringan masingmasing.  Untuk memudahkan hal itu, maka digunakan protokol TCP/IP pada setiap komputer. Setiap komputer yang menggunakan protokol ini harus memiliki nomor yang disebut sebagai alamat IP 
    • Untuk IPv4 nomor IP terdiri atas 32 bit dan dibagi menjadi 2 buah field, yaitu: a. Network address (Netid) = Nilai unik yg mengidentifikasikan grup network. Setiap mesin dalam network yg sama, akan memiliki network addressing yg sama pula. b. host address (hostid) = disebut juga node address, nilai unik yang mengidentifikasikan setiap mesin dalam sebuah network. Sebagai bagian dari address, nilai ini harus spesifik karena membedakan mesin-mesin individual dalam sebuah grup network.
    • Figure 4-2
    • IP Addressing  Membaca bit biner terlalu sulit  Untuk memudahkan identifikasi, alamat IP yang terdiri dari 32 bit tadi dituliskan menjadi 4 nilai numerik yang masing-masing bernilai 8 bit 1010 0011 163 . 1001 0000 1010 1010 144 170 . 0101 1000 88
    • Biner ke Desimal 1111 1111 = 1.27 + 1.26 + 1.25 + 1.24 + 1.23 + 1.22 + 1.21 + 1.20 = 128 + 64 + 32 + 16 + 8 + 4 + 2 + 1 = 255 1100 0001 = 1.27 + 1.26 + 0.25 + 0.24 + 0.23 + 0.22 + 0.21 + 1.20 = 128 + 64 + 0 + 0 + 0 + 0 + 0 + 1 = 193
    •  Alamat IP yang dapat dipakai dari alamat 0.0.0.0 255.255.255.255 adalah 28 x28 x28 x28 = 4,294,967,296 IP  Untuk memudahkan pengelolaan alamat IP dari jumlah IP address sebanyak itu dikelompokan menjadi beberapa kelas oleh badan yang mengatur pengalamatan Internet seperti InterNIC, ApNIC atau di Indonesia dengan ID-NICnya menjadi sebagai berikut ini :
    •    Format : 0NNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH.HHHHHHHH Bit Pertama : 0 NetworkID : 8 bit HostID : 24 bit Bit Pertama : 0 -127 Jumlah subnet : 126 (untuk 0 dan 127 dicadangkan) Range Netid : 1.x.x.x – 126.x.x.x Jumlah IP : 16.777.214 Misalnya IP address 120.31.45.18 maka Network ID = 120 HostID = 31.45.18 Untuk Subnetmask =255.0.0.0 Jadi IP address di atas mempunyai host dengan nomor 31.45.18 pada jaringan 120 Kelas A
    • Kelas B  IP address kelas B terdiri dari 16 bit untuk network ID dan sisanya 16 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas B digunakan untuk jaringan dengan jumlah host yang tidak terlalu besar. Pada 2 bit pertama berikan angka 10, sehingga bit awal IP tersebut mulai dari (128 – 191).
    •    Format : 10NNNNNN.NNNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH Bit Pertama : 10 NetworkID : 16 bit HostID : 16 bit Bit Pertama : 128 -191 Jumlah subnet: 16.384 Range Netid: 128.1.x.x – 191.155.x.x Jumlah IP : 65.532 Misalnya IP address 150.70.45.18 maka Network ID = 150.70 HostID = 45.18 Subnetmask =255.255.0.0 IP di atas mempunyai host dengan nomor 45.18 pada jaringan 150.70
    • Kelas C  IP address kelas C terdiri dari 24 bit untuk network ID dan sisanya 8 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas C digunakan untuk jaringan untuk ukuran kecil. Kelas C biasanya digunakan untuk jaringan Local Area Network atau LAN. Biasanya ini terdapat dalam WarnetWarnet maupun sebuah sekolah. Pada 3 bit pertama berikan angka 110 sehingga bit awal IP tersebut mulai dari (192 – 223).
    •    Karakteristik IP Kelas C Format : 110NNNNN.NNNNNNNN.NNNNNNNN.HHHHHHHH Bit Pertama : 110 NetworkID : 24 bit HostID : 8 bit Bit Pertama : 192 – 223 Jumlah subnet : 16.384 Range IP : 192.0.0.x.x – 223.255.255.x.x Jumlah IP : 254 IP Misalnya IP address 192.168.1.1 maka Network ID = 192.168.1 HostID = 1 Ø Untuk Subnetmask =255.255.255.0 Jadi IP di atas mempunyai host dengan nomor 1 pada jaringan 192.168.1.
    • Kelas D    Format : 1110NNNN.NNNNNNNN.NNNNNNNN.NNNNNNNN IP kelas D digunakan sebagai multicast address, yaitu sejumlah komputer yang memakai suatu aplikasi bersama. Salah satu penggunaan multicast address adalah aplikasi real-time video confrence yang melibatkan lebih dari 2 host (multipoint) menggunakan Multicast Backbone (MBone). Pada IP kelas D tidak mengenal bit-bit network dan host
    • Kelas E  1111NNNN.NNNNNNNN.NNNNNNNN.NNN NNNNN  Alamat IP kelas E disediakan sebagai alamat yang bersifat "eksperimental" atau percobaan dan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan. Empat bit pertama selalu diset kepada bilangan biner 1111. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host.
    • Figure 4-3
    • Figure 4-4
    • Network Address    Nilai unik yg mengidentifikasikan grup network. Setiap mesin dalam network yg sama, akan memiliki network addressing yg sama pula Network address juga menyederhanakan proses routing di Internet. Router cukup melihat network address untuk menentukan ke router mana datagram harus dikirimkan. Network Address didapat dengan membuat bit host menjadi 0
    • Ex : Sebuah IP 167.205.9.35 Biner : 10100111.11001101.00001001.00100011 (klas B) Network Address : 10100111.11001101.00000000.00000000 decimal : 167.205.0.0
    • Broadcast Address  IP khusus yang digunakan untuk mengirim atau menerima informasi yang harus diketahui oleh seluruh host pada suatu network.  Broadcast address digunakan jika memang semua host pada suatu network harus menerima data atau untuk meminta informasi dari semua host  Broadcast address diperoleh dengan membuat bit-bit host menjadi 1.
    • Ex : Sebuah IP 10.10.10.35 Biner : 00001010.00001010.00001010.00100011 (klas A) Broadcast Address : 00001010.11111111.11111111.11111111 decimal : 10.255.255.255
    • Netmask Address  Merupakan IP address khusus yang digunakan untuk menentukan “pembagian” panjang bit network dengan bit host.  Kenapa dibutuhkan netmask?  Komputer tidak dapat mengetahui perbedaan IP address kelas A,B dan C sehingga komputer tidak mengetahui panjang bit network dan bit host dari IP address. Untuk mengatasinya dibuatlah netmask address
    •  Netmask dibentuk dengan cara mengganti semua bit network dengan 1 dan mengganti semua bit host dengan 0.  Ex : IP 167.205.9.35 biner : 10100111.11001101.00001001.00000101 11111111.11111111.00000000.00000000 hasil : IP 255.255.0.0
    •  Bagaimana mencari network address menggunakan netmask?  Yaitu dengan melakukan operasi bit menggunakan operator logika AND.  Sifat operator AND adalah sebagai berikut :  Jika bit 1 bertemu bit 1 hasilnya 1, sedangkan lainnya adalah 0
    •  Ex : IP 167.205.9.35 biner : 10100111.11001101.00001001.00000101 11111111.11111111.00000000.00000000 10100111.11000101.00000000.00000000 netid : 167.205.0.0 AND Subnetmask juga bisa direpresentasikan dengan notasi CIDR(Classless Inter-Domain Routing). CIDR merupakan sebuah metode yang digunakan untuk mengkategorikan alamat IP dengan tujuan pengalokasian alamat IP kepada user dan untuk efisiensi dalam proses routing paket-paket IP didalam internet yang akan menggunakan tanda”/” dibelakang sebuah alamat IP. Contoh IP 167.205.9.35/16 subnetmask 255.255.0.0
    • Selain pengelompokan alamat diatas, alamat IP juga dibagi atas Private IP dan Public IP Private IP adalah alamat yang digunakan untuk pengalamatan LAN (Local Area Network) dan tidak dikenal oleh internet Public IP adalah alamat yang digunakan untuk pengalamatan internet. Sehingga apabila Private IP mengadakan komunikasi dengan Public IP Atau internet diperlukan suatu mekanisme yang disebut dengan NAT (Network Address Translation) lembaga resmi internasional pengelola alamat IP dan DNS adalah IANA (Internet Assigned Numbers Authority)
    •   User mendapatkan IP publik dari ISP(internet Service Provider) ISP memperoleh alokasi alamat IP dari Local Internet Registery (LIR), National Internet Registry (NIR), atau dari Regional Internet Registry (RIR) antara lain : AfriNIC – Benua Afrika APNIC – Asia dan Australia ARIN – Amerika Utara, Amerika Selatan & Afrika selatan LACNIC – Amerika latin dan kepulauan karibia RIPENCC – Eropa, Afrika utara (sahara) dan Asia tengah
    •  Alokasi IPv4 sudah mulai habis Sumber : http://www.potaroo.net
    • Dalam setiap komputer yang mempunyai sistem operasi juga terdapat sebuah IP Default yang digunakan sebagai loopback, yaitu alamat IP yang menunjuk kepada dirinya sendiri. Alamat IP ini adalah 127.0.0.1 yang biasanya mempunyai hostname localhost. Alamat IP ini biasanya hanya dipakai sebagai loopback saja (pengetesan lancard, sehingga alamat ini tidak dipakai untuk melakukan Pengalamatan kartu jaringan
    • Latihan soal 1. Tentukan klas, network id, host id, broadcast address dan netmask address pada IP berikut ini mengunakan biner! a. 172.15.10.12 b. 10.13.12.1 c. 192.168.15.16 d. 202.240.180.0 e. 150.165.120.89
    • IPv6 Tahun 1991 terjadi kekhawatiran IPv4 jumlah host yang terhubung internet akan melebihi kapasitas, Hal-hal yang menjadi penyebab habisnya alokasi IPv4 antara lain:  Seluruh perangkat komunikasi saat ini berbasis IP.  Saat ini para provider memberikan layanan Broadband, di mana pengguna akan selalu terhubung dengan sentral tidak seperti pada layanan dial-up.  Pengguna internet bertambah dengan pesat, terutama di negara berkembang.  Pada awalnya, banyak perusahaan yang mendapatkan blok IP /8 (Class A) atau /16 (Class B) sehingga pemakaian IPv4 kurang efisien.  Dengan ditemukannya teknologi virtualisasi, maka dalam satu perangkat seolah-olah terdapat beberapa mesin yang masing-masing mendapatkan IP address sendiri.
    • IPv4 Address Report Sumber : http://www.potaroo.net
    •  Internet Engineering Task Force (IETF), tahun 1994 merillis teknologi masa depan pengalamatan internet, yaitu IPv6.  IPv6 memang secara resmi disebut sebagai IP Next Generation, disingkat IPng, yang di masa depan dipersiapkan menjadi inti dari teknologi internet masa depan.  Berbagai kelebihan IPv6 dibandingkan IPv4 menjadikannya layak diimplementasikan dan menjadi solusi untuk kebutuhan penggunaan internet di waktu mendatang.
    • IPv6     Dalam IPv6, alamat 128-bit akan dibagi ke dalam 8 blok berukuran 16-bit, yang dapat dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal berukuran 4-digit. Setiap blok bilangan heksadesimal tersebut akan dipisahkan dengan tanda titik dua (:). Karenanya, format notasi yang digunakan oleh IPv6 juga sering disebut dengan colonhexadecimal format, berbeda dengan IPv4 yang menggunakan dotted-decimal format.
    • IPv5?  Spesifikasi IPv5 dirancang pada akhir tahun 1980  Internet Stream Protocol (ST) dimasukan pada header v5.  IPv5 tidak pernah dibuat untuk keperluan publik, hanya digunakan untuk protokol eksperimental
    •     IPv6, yang memiliki panjang 128-bit, atau sejumlah 2128 IP address Nilai diatas setara dengan 340.282.366.920.938.463.374.607.431.768.211.456 atau (3.4 x 1038) IP address bisa dikatakan setiap penduduk di dunia bisa memiliki 5140 IP address Total alamat yang sangat besar ini bertujuan untuk menyediakan ruang alamat yang tidak akan habis (hingga beberapa masa ke depan), dan membentuk infrastruktur routing yang disusun secara hierarkis, sehingga mengurangi kompleksitas proses routing dan tabel routing.
    • Format penulisan IPv6 Ada 3 cara penulisan IPv6 address, yaitu : - preferred, cara formal atau standar - Compressed, cara kompresi atau penyingkatan - Mixed, cara gabungan
    • Preferred   Yaitu menggunakan 8 segmen bilangan heksa desimal yang masing-masing dipisahkan oleh colon atau simbol “:”, contoh : F10A:B000:0000:1201:9812:7341:2312:0AC1 IPv6 seringkali ditulis dalam bentuk xxxx:xxxx:xxxx:xxxx:xxxx:xxxx:xxxx:xxxx Format penulisan diatas sering disebut dengan colon-hexadecimal format. Jika dikonversikan menjadi bentuk biner maka setiap segmen (x) panjangnya 16 bit atau 2 octet
    •  Ex : 0010000111011010 0000000011010011 0000000000000000 0010111100111011 0000001010101010 0000000011111111 1111111000101000 1001110001011010 21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A Penggunaan “:” membuat aplikasi browser kebingungan, karena simbol colon biasa digunakan sebagai pemisah alamat situs dengan port, untuk mengatasinya digunakan simbol “[]”,contoh : http://[2001:odb8:85a3:08d3:1319:8a2e:0370:7344]:8080
    • Compressed  Banyak digunakan untuk kasus-kasus IP yang beberapa segmennya menggunakan sejumlah bilangan 0, contoh : 1024:0176:0251:0000:0000:0000:0000:0005 dapat ditulis menjadi 1024:0176:0251:0:0:0:0:5 atau 1024:176:251::5
    •  Contoh lain : 0000.0000.0000.0000.0000.0000.0000.0001 dapat ditulis 0:0:0:0:0:0:0:1 atau ::1 khusus IP dengan alamat 0:0:0:0:0:0:0 dapat ditulis menjadi ::.
    •  Penulisan kompresi bilangan 0 hanya boleh dilakukan satu kali, tidak boleh lebih contoh : 1024:0176:0000:0000:7756:0000:0000:ff65 tidak boleh ditulis menjadi 1024:0176::7756::ff65 kita bisa melakukan konversi 0 salah satu saja 1024:0176::7756:0:0:ff65 atau 1024:0176:0:0:7756::ff65
    • Mixed     banyak digunakan untuk menggabungkan IPv4 dengan IPv6 Alamat dapat didefinisikan dalam format : x:x:x:x:x:x:d.d.d terdapat 6 segmen bilangan heksadesimal sepanjang 16bit (x) yang dipasah oleh “:” dan 4 segmen bilangan desimal sepanjang 8 bit (d) yang dipisahkan oleh “.” Istilah yang diberikan untuk jenis alamat ini yaitu “IPv4-Compatible IPv6 address” Contoh : 0:0:0:0:0:0:27.23.113.1
    •      Manakala lingkungan IPv4 tidak mendukung IPv6, maka format penulisan berbeda. Alamat direpresentasikan dalam bentuk lain disebut “IPv4-Mapped IPv6 address” Contoh : 0:0:0:0:0:FFFF:27.23.113.1 Sebuah jaringan IPv6 dapat dihubungkan dengan jaringan IPv4 dengan bantuan Router yang melewatkan paket dengan format berbeda Paket IPv6 akan dibungkus sehingga dapat dipahami oleh router maupun host yang belum mendukung IPv6. kasus tersebut disebut tunneling IPv6 over IPv4
    • Type IPv6 Address Pada IPv4 sebuah intreface (NIC) dapat memungkinkan memiliki IP address unicast dan multicast, sedang IPv6 dapat memiliki 3 kemungkinan, yaitu : - Unicast address - Anycast address - Multicast address
    •   Unicast address merupakan IP address yang digunakan untuk identifikasi sebuah interface saja. Secara umum unicast pada IPv4 dan IPv6 sama Anycast address merupakan IP address yang digunakan untuk identifikasi sekumpulan interface. Paket yang dikirimkan ke anycast addres akan diterima oleh interface terdekat (salah satu interface) dari sekumpulan interface yang menggunakan alamat tersebut. sebenarnya anycast adalah unicast yang diberikan kepada sekumpulan interface dengan persyaratan khusus.
    • Persyaratannya adalah ; - anycast address hanya digunakan pada router IPv6 saja. Tidak boleh digunakan untuk alamat host - anycast address tidak boleh digunakan sebagai alamat asal dari paket Ipv6  Multicast address digunakan untuk identifikasi sekumpulan interface. Paket yang dikirim ke multicast akan diterima oleh semua interface yang menggunakan alamat tersebut.
    •  IPv6 tidak mengenal broadcast dan subnet mask.  Multicast telah menggantikan fungsi broadcast address