Makalah ekologi lingkungan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Makalah ekologi lingkungan

on

  • 30,031 views

 

Statistics

Views

Total Views
30,031
Views on SlideShare
30,030
Embed Views
1

Actions

Likes
2
Downloads
369
Comments
2

1 Embed 1

http://produkosmetik.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • bahan yang anda sampaikan disni sangat bermanfaat..
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • terimakasih untuk bahan yang telah anda posting
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Makalah ekologi lingkungan Makalah ekologi lingkungan Document Transcript

  • JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA MAKALAHMASALAH KEPENDUDUKAN DAN LINGKUNGAN HIDUPDitujukan untuk memenuhi salahsatu tugas mata kuliah Ekologi dan Lingkungan Kelompok 9 Angga Resgiana Direza (1005515) Ikbal Saeful Azis (1005616) Ricky P. Ramadhan (1005495)
  • KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr., Wb., Puji serta syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT., atas berkat rahmatNya lahkami dapat menyelesaikan penyusunan makalah Ekologi dan Lingkungan berjudul“Masalah Kependudukan dan Lingkungan Hidup”. Makalah ini merupakan tugas kelompok mata kuliah Ekologi dan Lingkungan.Makalah ini berisi beberapa masalah yang muncul seputar kependudukan dan lingkunganhidup yang terjadi secara khusus di Indonesia dan secara umum di dunia. Permasalahantersebut muncul akibat perubahan-perubahan yang terjadi di dalam peradaban manusiadengan segala kepentingannya dan lingkungan yang juga senantiasa berubah. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Prof. Wanjat Kastolani yang telahmembimbing kami dalam penyusunan laporan ini. Kami menyadari bahwa makalah ini memang jauh dari kata sempurna untukmemberikan sebuah khazanah baru dalam pengetahuan kita. Untuk itu dalam kesempatanini penulis mempersilahkan kepada pembaca untuk bersama-sama mengkoreksi makalahini agar tercipta laporan yang baik dan sesuai dengan kaidah. Akhir kata penyusunmengucapkan terima kasih. Penyusun MAKALAH EKOLOGI DAN LINGKUNGAN | KATA PENGANTAR 1
  • DAFTAR ISIKATA PENGANTAR ........................................................................................................................... 1DAFTAR ISI ....................................................................................................................................... 2PENDAHULUAN ............................................................................................................................... 3 1. 1 Latar Belakang ................................................................................................................. 3 1. 2 Rumusan Masalah ........................................................................................................... 4 1. 3 Tujuan Penulisan ............................................................................................................. 4 1. 4 Manfaat Penulisan........................................................................................................... 4BAB 2 ............................................................................................................................................... 5PEMBAHASAN.................................................................................................................................. 5 2. 1 Masalah Penduduk .......................................................................................................... 6 2.1.1 Besarnya jumlah penduduk Indonesia ......................................................................... 6 2.1.3 Persebaran penduduk di Indonesia yang tidak merata ............................................... 8 2.1.4 Rendahnya kualitas penduduk ..................................................................................... 9 2.1.5 Pendidikan .................................................................................................................. 11 2.1.6 Kesehatan ................................................................................................................... 13 2.1.7 Ekonomi...................................................................................................................... 16 2. 2 Masalah Lingkungan Hidup ........................................................................................... 18 2.2.1 Lahan Kritis ................................................................................................................. 18 2.2.2 Kerusakan hutan ........................................................................................................ 22 2.2.3 Pencemaran air .......................................................................................................... 25 2.2.4 Pencemaran udara ..................................................................................................... 27 2.2.5 Efek Rumah Kaca ........................................................................................................ 30 2.2.6 Gas CFC ....................................................................................................................... 33 2.2.7 Kebisingan .................................................................................................................. 34BAB 3 ............................................................................................................................................. 35KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................................................................. 35 3.1 Kesimpulan .................................................................................................................... 35 3.2 Saran .............................................................................................................................. 35DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................................... 36 MAKALAH EKOLOGI DAN LINGKUNGAN | DAFTAR ISI 2
  • BAB 1 PENDAHULUAN1. 1 Latar Belakang Peradaban manusia telah sampai pada era modern yang memunculkan berbagaiefek-efek dari berbagai kegiatan yang dilakukan. Puncak perubahan secara signifikanterjadi pada era millennium sekitar tahun 2000an atau abad 21. Saat itu teknologi sangatcepat berubah dan menghasilkan terobosan untuk mengefisiensikan kerja danmemudahkan kita dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Perubahan yang terjadi bukan hanya pada sisi manusia sebagai penguasa alamdewasa ini. Perubahan juga terjadi pada alam dan lingkungan kita. Entah itu memangkarena ulah manusia atau alam berubah dengan sendirinya. Seperti yang sudah diketahui,alam memang berubah dengan sendirinya dan alam dapat menghancurkan ataumemperbaiki dirinya sendiri. Dua aspek perubahan yang terjadi di dunia ini telah memunculkan banyak efek-efek dalam kehidupan kita. Entah itu positif atau negatif. Efek positif yang dapat terjadidari perubahan perabadan manusia melalui teknologinya adalah seperti efisiensi kerja,penghematan dan pengefektifan kerja, informasi kian mudah didapat melalui dunia maya,komunikasi lancar dan tanpa batas, transportasi makin cepat dengan banyak pilihan darimulai transportasi bawah tanah, darat, laut dan udara, ekspor impor semakin mudahdengan adanya perdagangan bebas, kehidupan sosial makin maju dengan berbagaipengaruh, pendidikan makin tinggi dan manusia makin pintar serta aspek-aspek lainnya. Sementara efek negatif yang dapat ditimbulkan adalah masalah kesenjangan sosial,kemiskinan dan kriminalitas, pergaulan bebas, pembangunan tidak merata,penyalahgunaan fasilitas, pencemaran dari kegiatan industri, konsumtif dan hedonis, sertahal-hal lainnya. Sementara alam berubah dengan proses erosi dan denudasi. Pelapukan berbagaijenis batuan di permukaan untuk menghasilkan tanah-tanah baru, sementara jaringantanah dan batuan lain terbentuk dari dalam untuk kemudian menggantikan yang lama.Siklus hidrologi yang secara teratur terjadi setiap hari, serta siklus-siklus alam lain yangterjadi secara alami. MAKALAH EKOLOGI DAN LINGKUNGAN | BAB 1 3
  • Disamping perubahan alam yang terjadi, dengan semakin banyaknya manusia dibumi ini, mengakibatkan manusia juga ikut andil dalam berlangsungnya perubahantersebut. Manusia memegang peran vital dalam mengelola dan menjaga ala mini.Manusia dapat mempercepat perubahan alam dan juga dapat menjaganya. Siklus-siklusrantai makanan misalnya, dapat berubah ketika manusia mengambil secara berlebihansuatu populasi tertentu sehingga keseimbangan alam terganggu. Belum lagi kegiatanindustri yang dapat merubah ozon semakin tipis dan dunia semakin panas. Akhirnya dalam berbagai masalah yang timbul akibat kontak antara manusiadengan alam, memunculkan gagasan untuk kembali menyadari dan memberikangambaran yang jelas mengenai apa saja masalah yang dapat timbul. Untuk itu makalahini disajikan dalam rangka memenuhi gagasan yang telah disebutkan tadi.1. 2 Rumusan Masalah Berikut ini beberapa rumusan masalah dalam mengkaji makalah ini : 1.2.1 apa saja masalah yang terjadi dalam kependudukan..? 1.2.2 apa saja masalah yang terjadi dalam lingkungan hidup..?1. 3 Tujuan Penulisan Tujuan yang kami ingin capai dalam penulisan ini adalah : 1.3.1 kita dapat mengetahui masalah yang terjadi dalam kependudukan 1.3.2 kita dapat mengetahui masalah yang terjadi dalam lingkungan hidup1. 4 Manfaat Penulisan Dengan penulisan makalah ini diharapkan wacana tentang masalah kependudukandan lingkungan hidup dapat kembali menjadi isu publik dan dicari pemecahannya. Bukanhanya sekedar menggema dalam berbagai berita, namun kita harus dapat mencari solusi. Manfaat penulisan makalah ini bagi penyusun adalah, masalah ini dapat menjadiperhatian dan kajian secara geografi utnuk dicari pemecahannya. Kemudian bagimasyarakat, penulisan makalah ini dapat memberikan pengetahuan yang jelas mengenaimasalah apa saja yang terjadi dalam masyarakat dan dapat turut serta ikut menjagamasyarakat agar tidak berubah kearah negatif. MAKALAH EKOLOGI DAN LINGKUNGAN | PENDAHULUAN 4
  • BAB 2 PEMBAHASAN Ada dua sumber masalah kehidupan yang menonjol sejak akhir abad kedua puluhyaitu masalah kependudukan dan lingkungan hidup. Kedua masalah tersebut dapatdibedakan, tetapi tidak dapat dipisahkan. Hal ini disebabkan karena keduanyamempunyai keterkaitan yang erat. Aspek kependudukan berpengaruh terhadap kualitaslingkungan hidup, dan sebaliknya kualitas lingkungan hidup juga berpengaruh terhadapkependudukan. Sebagai calon guru yang kelak akan mendidik para anak didiknya tentulah sangatperlu mempelajari dan memahami masalah kependudukan dan lingkungan hidup agardapat memberikan teladan dalam menyikapi masalah kependudukan dan lingkunganhidup serta agar dapat mengajarkan dengan baik dan benar terhadap anak-anak didiknya. Peran Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup bagi mahasiswa danterhadap pembangunan kependudukan dan lingkungan hidup adalah sebagai berikut : a. Sebagai panduan dalam menjaga, memelihara dan melestarikan lingkungan. Sehingga mampu meminimalisasi berbagai aktifitas yang dapat merusak lingkungan dan berdampak pada manusia itu sendiri. b. Agar dapat menghasilkan Output manusia-manusia yang memiliki moral, etika, estetika dan sikap yang mampu dipertanggungjawabkan. Mengurangi timbulnya mental individualisme yang berakibat pada kurangnya kepedulian terhadap sesama manusia. c. Agar dapat menghasilkan manusia-manusia yang mampu berfikir aktif, produktif, dinamis dan tidak hanya menjadi manusia yang konsumtif saja. d. Agar mahasiswa memiliki pengertian dan kesadaran mengenai faktor-faktor penyebab perkembangan penduduk yang cepat serta interaksi yang erat antara perkembangan penduduk dengan program pembangunan untuk menaikkan taraf hidup rakyat. MAKALAH EKOLOGI DAN LINGKUNGAN | PENDAHULUAN 5
  • e. Agar mahasiswa memiliki pengertian dan kesadaran akan sebab akibat dari besar kecilnya keluarga terhadap situasi kehidupan dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. f. Agar mahasiswa memiliki pengetahuan, sikap, dan perilaku yang rasional dan bertanggung jawab dalam menghadapi masalah kependudukan dan lingkungan, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, kawasan lokal, nasional maupun global. g. Sebagai salah satu bahan pertimbangan untuk membuat arah kebijakan dalam mengelola masalah kependudukan dan lingkungan hidup dengan memperhatikan prinsip pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.2. 1 Masalah Penduduk Gambar 2.1 banyaknya penduduk Indonesia. Sumber infoindo.com2.1.1 Besarnya jumlah penduduk Indonesia Besarnya jumlah penduduk Indonesia dari sensus ke sensus terus meningkat,sedangkan daya dukung alam (kekayaan alam) yang tersedia tidak pernah bertambah,sehingga makin lama makin menipis. Makin banyak penduduk yang membutuhkansumber-sumber, makin cepat pula penipisannya, hingga suatu saat akan habis.Sehubungan dengan peningkatan jumlah penduduk dan penipisan sumber-sumber alam, MAKALAH EKOLOGI DAN LINGKUNGAN | PENDAHULUAN 6
  • kesejahteraan hidup pun menjadi semakin rendah, sehingga semakin meningkat jumlahpenduduk miskin. Kemiskinan terjadi pada golongan terbesar di masyarakat. Penipisan sumber daya alam juga berdampak pada makin menyempitnya lahan,baik lahan pertanian, maupun lahan permukiman. Hal ini berdampak pada makintingginya angka kepadatan penduduk. Di kota-kota besar harga tanah terusmeninggi,sehingga hanya golongan ekonomi yang kuat yang mampu memiliki rumah, sementaragolongan terbesar masyarakat tidak memiliki rumah yang layak, bahkan tidak sedikityang tuna wisma dan hidup sebagai gelandangan. Berdasarkan hasil sensus, penduduk di Indonesia sebagian terbesar pada kelompokumur muda (<15 tahun). Penduduk muda merupakan penduduk yang belum produktifdan kehidupannya menjadi tanggung jawab dan beban orang dewasa. Di samping ituanak usia tersebut masih dalam tahap perkembangan, baik fisik, mental,kecerdasan,akhlak, jiwa sosial, dan seluruh aspek kehidupan yang lain. Oleh karena itumereka membutuhkan sumber-sumber yang memadai, baik sumber kebendaan maupunsumber kemanusiaan, untuk memenuhi kebutuhan fisik dan bimbingan menujukedewasaan. Sumber daya kebendaan yang baik misalnya makanan yang sehat danbergizi, lingkungan tempat tinggal yang sehat, fasilitas kesehatan yang sesuai dengankebutuhan, serta fasilitas kesehatan yang canggih dan cepat. Sumber daya kemanusiaanyang dimaksud adalah orang tua sebagai pendidik di rumah, guru sebagai pendidik disekolah, pemuka masyarakat yang jujur sebagai pendidik di masyarakat, dan temansebaya yang baik. Tetapi kenyataan sekarang sumber-sumbertersebut sudah tercemar ataubahkan rusak berat. Makanan yang kurang sehat misalnya fast food, makanan/minumaninstan, makanan/minuman kalengan, makanan/minuman adiktif. Tempat tinggal di kotayang berjubel, kurang udara segar, kurang sinar matahari, bising suara kendaraan ataupabrik, udara tercemar oleh asap kendaraan dan air tanah yang tercemar oleh limbahorganik serta bahan-bahan beracun dan berbahaya. Kerusakan pada sumber daya manusiasebagai pendidik terletak pada sikap mentalnya seperti tidak mau susah-susah, serakah,acuh, ingin meniru bintang idola, jarang di rumah, sampai dengan tindakan-tindakan yangtidak terpuji. Perilaku tersebut lebih mudah ditiru oleh anak yang sedang berkembangdaripada perilaku yang selalu dilandasi etika, moral, dan agama. Struktur penduduk muda MAKALAH EKOLOGI DAN LINGKUNGAN | PENDAHULUAN 7
  • ini juga menjadikan Indonesia memiliki angka ketergantungan yang tinggi. Jadi bebanyang dihadapi Indonesia cukup berat. Gambar 2.2 masyarakat tradisional Indonesia Sumber idaysurya.blogspot.com2.1.3 Persebaran penduduk di Indonesia yang tidak merata Indonesia yang terdiri dari 13.667 pulau di mana pulau yang berpenghuni ada 992pula, yang lain tanpa penghuni. Dari pulau yang berpenghuni ada pulau-pulau besarseperti Sumatera, Kalimantan dan Irian Jaya. Pulau yang terpadat penduduknya adalahPulau Jawa. Lebih dari 60 % penduduk Indonesia bertempat tinggal di Pulau Jawa,padahal luasnya 6,6 % dari luas wilayah Indonesia. Persebaran yang belim merata ini menimbulkan masalah sosial ekonomi danpertahanan keamanan. Untuk pulau yang padat akan terjadi masalah pengurasan sumber-sumber alam, kurangnya lapangan pekerjaan dibanding dengan banyaknya pendudukyang membutuhkan lapangan pekerjaan, sehingga terjadi banyak penggangguran sertabnyak kriminalitas. Sedangkan pada pulau yang jarang penduduknya, terjadi kekurangansumber daya manusia dalam mengelola daya dukung alam yang tersedia. Hal ini MAKALAH EKOLOGI DAN LINGKUNGAN | PENDAHULUAN 8
  • mengakibatkan pertahanan dan keamanan menjadi rawan. Dampak secara keseluruhanadalah rendahnya tingkat kesejahteraan di seluruh wilayah negara. Gambar 2.3 masyarakat menggunakan air yang tercemar untuk kebutuhan sehari-hari Sumber koran.republika.co.id2.1.4 Rendahnya kualitas penduduk Agar menjadi sumber daya manusia yang tangguh, penduduk harus mempunyaikualitas yang memadai sehingga dapat menjadi modal pembangunan yang efektif. Tanpaadanya peningkatan kualitas jumlah penduduk yang besar akan menimbulkan berbagaimasalah dan menjadi beban pembangunan. Analisis mengenai kualitas penduduk seringkali dibedakan menjadi kualitas fisikdan kualitas non fisik. Indikator yang dapat menggambarkan kualitas fisik meliputitingkat pendidikan, derajat kesehatan, dan indeks mutu hidup (Kasto, 1992). Kualitas nonfisik mencakup kualitas spiritual, keagamaan,kekaryaan, etos kerja, kualitas kepribadianbermasyarakat, dan kualitas hubungan selaras dengan lingkungannya (Wilopo, 1996).Sampai saat ini baik kualitas fisik maupun non fisik penduduk Indonesia masih belumsesuai dengan yang diharapkan. Karena adanya kesulitan pengukuran kualitas non fisik,maka kualitas fisiklah yang umumnya lebih banyak dibicarakan. Kualitas kehidupan fisik penduduk setiap negara berbeda satu dengan yang lainnya.Perbedaan ini disebabkan oleh lingkungan, letak geoggrafis, dan ras genetik. Negara-negara yang berada di sekitar khatulistiwa, kualitas penduduknya tergolong rendah dan MAKALAH EKOLOGI DAN LINGKUNGAN | PENDAHULUAN 9
  • negara-negara tersebut seluruhnya merupakan negara-negara terbelakang dalam bidangekonomi dibandingkan dengan negara-negara didaerah sub tropis. Keadaan inikemungkinan besar disebabkan karena daerah-daerah di sekitar khatulistiwa tidakmengenal pergantian musim seperti di daerah sub tropis, sehingga mereka bisa hidupsepanjang tahun tanpa mengalami kesulitan mencari perlindungan terutama di musimdingin. Hal inilah yang mendidik penduduknya kurang berfikir untuk menghadapitantangan alam dan akhirnya menyebabkan sifat malas (Depdikbud, 1988). Dengan keadaan tersebut, maka penduduk di daerah sekitar khatulistiwa hidupnyatetap miskin, walaupun daerah-daerah tersebut kaya akan sumber daya alam. Keadaan inisangat berbeda dengan penduduk di daerha sub tropis, walaupun daerah tidak tersediasumber daya alam yang banyak, namun mereka sanggup menguasai teknologi tersebutmembuat kualitas kehidupan mereka menjadi lebih baik. Indonesia yang mengedepankan sektor ekonomi yang selama ini menjadi prioritaspembangunan, ternyata tidak mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Tigafaktor utama penentu Human Development Index (HDI) adalah pendidikan, kesehatan,dan ekonomi. Gambar 2.4 pendidikan di Indonesia Sumber dokumentasi pribadi MAKALAH EKOLOGI DAN LINGKUNGAN | PENDAHULUAN 10
  • 2.1.5 Pendidikan Setiap negara diseluruh dunia begitu menekankan pentingnya kualitas pendidikan.Salah satu langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah denganmenetapkan anggaran pendidikan yang lebih besar dibandingkan anggaran lainnya. Chinadan Korea Selatan menjadi dua negara yang begitu menekankan pentingnya pendidikanbagi rakyatnya. Anggaran pendidikan di China mencapai 13,1% dari anggaran negara,sedangkan di Korea Selatan anggaran pendidikan negara mencapai 18,9%. Bandingkandengan Indonesia yang memang menganggarkan anggaran pendidikan sebesar 20%,namun pada prakteknya masih jauh dari kenyataan. Bisa dibilang bahwa salah satupenyebab banyaknya pengangguran di Indonesia adalah karena kesalahan pada sistempendidikan serta pelayanan dalam kegiatan belajar mengajar. Kita akan denganmudahnya mendengar pergantian kurikulum pada setiap pergantian menteri. Tidakbakunya standar pendidikan kita juga menyebabkan ketidapastian dalam usahapeningkatan kualitas pendidikan. Bahkan untuk menetapkan standar kelulusan punIndonesia masih sering kebingungan. Tidak hanya sekedar masalah kurikulum, kualitaspengajar pun bisa dibilang tidak sesuai dengan standar yang seharusnya. Kebanyakanpara guru yang ditugaskan oleh tiap sekolah untuk memberikan transfer ilmu sepertikebingungan dalam mengajar. Entah karena bingung dengan standar pendidikan yangselalu berubah atau karena memang tidak ahli dalam bidang yang diajarkan. Masalah kualitas pendidikan, masalah kualitas pelayanan pendidikan pun bisadibilang sangat memprihatinkan. Masih banyaknya bangunan sekolah yang sangat burukkondisinya. Sekolah-sekolah yang beratapkan langit pun sering kita temui. Lantainya punterbuat langsung dari tanah, serta tidak cukupnya buku-buku yang seharusnya didapatkanoleh setiap siswa. Belum lagi mahalnya biaya sekolah dan kuliah yang menyebabkanbanyak orangtua yang enggan untuk menyekolahkan anak-anak mereka. Padahal kitasemua tahu bahwa pendidikan merupakan hak bagi seluruh warga negara Indonesia.Inilah realita yang dialami dunia pendidikan di Indonesia. (http://edukasi.kompasiana.com). Berdasarkan survey Political and Economic Risk (PERC) kualitas pendidikan diIndonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Menyedihkan lagi ternyataposisi Indonesia berada di bawah Vietnam. Memprihatinkan lagi, hasil survey tahun 2007 MAKALAH EKOLOGI DAN LINGKUNGAN | PENDAHULUAN 11
  • World Competitiveness Year Book memaparkan daya saing pendidikan kita dari 55negara yang disurvey Indonesia berada pada urutan 53. Dampak rendahnya mutupendidikan Indonesia itu secara tidak langsung ternyata ikut mempengaruhi berbagai sisikehidupan di negeri ini. Misalnya terhadap sumber daya manusia Indonesia sangat jelasjauh tertinggal. Hal ini dapat dilihat dari hasil reset Ciputra yang menyatakan bahwaIndonesia hanya mempunyai 0,18 persen pengusaha dari jumlah penduduk. Padahalsesuai syarat untuk menjadi negara maju minimal 2 persen dari jumlah penduduk harusada pengusaha. Sebagaimana Singapura yang kini memiliki 7 persen dan AS 5 persendari jumlah penduduknya adalah pengusaha. Dampak lain akibat rendahnya kualitaspendidikan Indonesia dapat dilihat dari Human Development Indeks (HDI) Indonesiasebagaimana laporan UNDP, HDI pada 2007 dari 177 negara yang dipublikasikan HDI,Indonesia berada pada urutan ke-107 dengan indeks 0,728, hingga menempati urutan ke-7 dari sembilan negara ASEAN di bawah Vietnam dan di atas Kamboja danMyanmar.Berdasarkan data yang ada terbukti bahwa kualitas pendidikan Indonesiaberada pada titik terendah. Rendahnya kualitas pendidikan di tanah air antara lain tidakterlepas dari rendahnya kualitas sarana fisik. Banyak gedung-gedung sekolah rusak,penggunaan media belajar yang rendah, buku perpustakaan tidak lengkap, laboratoriumtidak standar serta pemakaian teknologi informasi yang tidak memadai. Demikian pulakualitas guru rendah yang ditandai belum memiliki profesionalisme memadai. Rendahnyakesejahteraan guru juga ikut memacu rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia.Idealnya seorang guru sebagaimana hasil penelitian federasi guru independen bergaji tiapbulan Rp3 juta, tapi nyatanya rata-rata bergaji Rp1,5 juta, guru bantu Rp460 ribu danhonorer Rp10 ribu per jam. Akibatnya dengan gaji yang rendah banyak guru bekerjasampingan. (http://www.topix.com) Kondisi di ataslah yang menghambat Indonesia untuk bisa bangkit mengatasimasalah rendahnya kualitas sumber daya manusia serta tingginya angka pengangguran.Minimnya kualitas dan fasilitas pendidikan tentunya berdampak secara signifikanterhadap kualitas manusia itu sendiri. Begitu banyaknya masalah yang dihadapipemerintah tentunya tidak bisa kita selesaikan secara cepat. Prioritas pemerintah dalam upaya perbaikan kualitas manusia Indonesia. Realisasianggaran pendidikan yang mencapai 20% dari total APBN negara harus bisa segera MAKALAH EKOLOGI DAN LINGKUNGAN | PENDAHULUAN 12
  • direalisasikan oleh pemerintah. Jangan sampai anggaran yang telah besar ini justrudikorup oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Penetapan sistem pendidikanyang baku serta tidak harus berubah pada setiap pergantian menteri harus bisa menjaditarget pemerintah. Hal ini bisa memberikan kepastian bagi setiap pengajar dan sekolah.Kelengkapan fasilitas serta pemerataan kualitas pendidikan bagi setiap warga negara,khususnya daerah-daerah yang jauh dari pusat kota. Daerah-daerah seperti ini seharusnyamenjadi fokus pemerintah karena banyak sekali masyarakat yang tidak memperoleh hakmereka dalam memperoleh pendidikan. Terakhir, perbaikan kualitas para pendidik punharus bisa diperhatikan oleh pemerintah. Jangan sampai para guru yang mengajari paracalon pemimpin bangsa ini justru merupakan orang-orang yang tidak mengerti apa yangmereka ajarkan. Inilah beberapa hal yang harus segera dilakukan pemerintah untuk segeramenyelesaikan masalah SDM di Indonesia. Gambar 2.5 populasi manusia yang mendominasi Sumber google.com2.1.6 Kesehatan Sebagai Negara berkembang, Indonesia masih tergolong Negara yang kurangpeduli dengan kualitas mutu kesehatan di tengah masyarakat. Salah satu bukti nyatanyaadalah dengan kurangnya tenaga medis baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Ditengah-tengah banyaknya isu yang menerpa negeri ini, nampaknya isu kesehatan masihtergolong dalam kebijakan yang stagnan dan belum terkoordinir. Sebut saja masalahpenyakit musiman seperti demam berdarah, malaria dan sebagainya, di mana dalampenanganannya masih terkesan instan. Dimana belum terlihat upaya dan kebijakanpemerintah yang bersifat investasi agar wabah tersebut tidak terulang lagi. Indonesiatelah mencapai banyak kemajuan dalam memperbaiki sistem kesehatan dan tingkat MAKALAH EKOLOGI DAN LINGKUNGAN | PENDAHULUAN 13
  • kesehatan rakyatnya. Di tahun 2007, harapan hidup orang Indonesia saat lahir mencapaiusia 71 tahun, ini merupakan peningkatan yang signifikan dari data pada tahun 1990.Namun negara ini masih menghadapi banyak tantangan di sektor kesehatan, termasukkurangnya jumlah petugas kesehatan. Pada tahun 2006, diperkirakan hanya ada 20 dokterumum untuk setiap 100.000 penduduk dan rasio bidan hanya 35 untuk setiap 100.000penduduk. Di daerah terpencil, jumlah petugas kesehatan tersebut lebih sedikit lagi. DiIndonesia, Ibu-ibu dan anak-anak menghadapi situasi kesehatan yang menyedihkan.Angka Kematian Ibu di Indonesia merupakan salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara.Untuk setiap 100.000 kelahiran hidup, diperkirakan 228 ibu meninggal. Selama hidupnyasatu orang dari 65 Ibu di Indonesia memiliki risiko meninggal karena sebab-sebab yangberhubungan dengan kelahiran. Kebanyakan dari kematian ini dapat dicegah denganmendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan di awal kehamilan, melakukanpengecekan rutin selama kehamilan, memperoleh bantuan dari tenaga kesehatan terlatihdalam proses kelahiran, dan dapat menjangkau pelayanan kebidanan gawat-darurat jikadiperlukan. Indonesia telah berhasil mengurangi rata-rata angka kematian anak-anak di bawahusia lima tahun sampai dua pertiganya dibandingkan dari tahun 1990. Tapi masih banyakanak-anak Indonesia yang meninggal di tahun pertama kehidupan mereka. Hal ini seringdisebabkan oleh perawatan yang buruk pada masa kehamilan, persalinan dan setelahkelahiran. Yang mengenaskan, penyebab utama kematian di kalangan anak-anak balitaini, yaitu pneumonia, diare dan gizi buruk, sebenarnya dapat dicegah dan diobati.Penyakit menular dan penyakit dengan potensi epidemic juga merupakan masalah.Indonesia merupakan Negara yang memiliki tingkat pertumbuhan tertinggi untukepidemic HIV/AIDS di Asia Tenggara dengan lebih dari 200,000 orang terinfeksi HIV.Di wilayah Papua dan Papua Barat, penularan HIV meningkat dan sudah tersebar keluardari kelompok pekerja sex komersial dan pengguna napza ke komunitas umum. DiPapua, jumlah kasus AIDS diantara 100,000 orang sekitar 18 kali dari rata-rata jumlahnasional. Indonesia juga merupakan Negara yang mempunyai tingkat kasus Flu Burungpada manusia yang tertinggi di dunia. Ditinjau dari segi tenaga medis lagi, kebijakan pemerintah masih belum tepatsasaran. Salah satu indekasi tersebut terlihat dari tingkat kebijakan pemerintah yang MAKALAH EKOLOGI DAN LINGKUNGAN | PENDAHULUAN 14
  • menggunakan subsidi atau beasiswa di perguruan tinggi. Jika kita masuk atau melakukansurvei ke perguruan tinggi untuk fakultas kedokteran, maka jagan kaget jika kita akanbanyak menjumpai mahasiswa asing yang menimba ilmu dengan biaya subsidi yangdikeluarkan pemerintah. Adapun faktor yang sangat mendorong terjadinya hal ini adalahperlombaan dari perguruan tinggi (terutama PTN) dalam membentuk image brand dimasyarakat. Adanya isu yang mengatakan bahwa semakin banyak mahasiswa asing yangada di suatu perguruan tinggi, maka dapat diasumsikan oleh masyarakat bahwa perguruantinggi tersebut memilki mutu yang baik. Sudah menjadi rahasia umum bahwa system pemerintahan yang sekarang berjalan(di era reformasi) adalah menggunakan system otonomi daerah. Peranan perubahansistempemerintahan ini memiliki dampak positif dan negatif dalam peningkatan mutukesehatan di Indonesia. Faktor positifnya adalah daerah akan lebih dapat memilikiperanan dalam megatur kebijakan pemerintahan daerahnya (termasuk kebijakan dalambidang kesehatan didaerahnya). Hal ini tentunya akan membuka lebar-lebar pintu bagigenerasi muda didaerah tersebut agar dapat mendapatkan dan membuaka lowongan kerjabaru (terutama dalam kesehatan). Otonomi daerah dikatakan bagaus disini karenapemerintahan daerah itu sendiri telah paham betul tentang seluk beluk permasalahan didaerahnya jika dibandingkan dengan pemerintahan pusat. Kemudian faktor negatifnyaadalah kekurangan dana (uang/modal) yang di alami daerah tertentu yang mana belumsiap menerima atau menjalankan otonomi daerah sehingga masih perlu dukungan dandorongan dari pemerintah pusat (terutama permasalahan anggaran). Selain pengaruh dariperubahan system permerintahan di atas, peningkatan mutu kesehatan masih banyakpermaslahan yang harus segera di selesaikan. Diantaranya adalah (1). Jenis penyakit atau plonya yang semakin berkembang(semakin kompleks. Perkembangan dunia medis sangatlah pesat dalam beberpa tahunterakhir, namun sayangnya hal itu juga diikuti oleh perkembangan jenis penyakit yangterjadi di masyarakat. Salah satu yang harus diperhatikan oleh pemerintah adalah jenispenyakit yang bias menular (baik yang mudah maupun susah). (2). Tingginyakesenjangan social di masyarakat. Jelas hal ini menjadi masalah besar, karena rendahnyatingkat penghasilan dan pendapatan individu akan sangat mempengaruhi tunjangannyadalam kesehatan.Apalagi sampai saat ini pemerintah belum bias mensubsidi 100% MAKALAH EKOLOGI DAN LINGKUNGAN | PENDAHULUAN 15
  • tunjangan kesehatan masyarakat (terutama masyarakat menengah ke bawah). (3).Menurunnya tingkat fasilitas public atau yang sangat dikuatirkan adalah makinbanyaknya fasilitas kesehatan public beralih ke pihak swasta sehingga akan mengarahkanke tujuan kemersialisasi kesehatan. Dan masih banyak tantangan lainnya yang harusdihadapi oleh dunia medis di tanah air. Gambar 2.6 transportasi sebagai penunjang perekonomian Sumber abiebaljufrie.wordpress.com2.1.7 Ekonomi Perekonomian Indonesia sejak mengalami krisis ekonomi pada tahun 1997 – 1998terus mengalami pemulihan. Indikator makro menunjukkan sinyal positif terhadapkontribusi keberlangsungan ekonomi ke depan. Pertumbuhan ekonomi ketika krisissempat mencapai angka terendah (-13,1%) namun sejak tahun 2000 mampu mencapaiangka pertumbuhan ekonomi 4,9% sedangkan pada tahun 2005 dan 2006 mencapai angkamasing – masing 5,6% dan 5,9%. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berangsur stabilserta menguat dari kisaran angka di atas Rp. 10.000,- per dolar AS menjadi kisaransedikit di atas Rp. 9.000,- per dolar AS. Tingkat suku bunga (Sertifikat Bank Indonesia/SBI) juga mengalami penurunandari kisaran 68 persen ketika krisis ekonomi, tetapi sejak tahun 2002 SBI berkisar 15persen bahkan tahun 2007 mencapai dibawah kisaran 10 persen. Kondisi ini membuka MAKALAH EKOLOGI DAN LINGKUNGAN | PENDAHULUAN 16
  • peluang bagi sektor industri melakukan ekspansi usaha di berbagai sektor. Tingkat inflasibarang dan jasa mulai terkendali yakni dari sekitar 15 persen dalam periode krisis,beberapa tahun belakang ini sudah turun di bawah 10% (kecuali tahun 2005) terjadipeningkatan angka inflasi mendekati angka psikologis 10 persen. Transaksi berjalandalam 3 tahun terakhir mengalami surplus sebesar 3.108 juta US $ tahun 2004 dansebesar 1.500 juta US $ (angka sementara ) pada tahun 2006. Demikian pula neracaperdagangan surplus dalam periode 2004 – 2006 menunjukkan angka sekisar 20 milyarUS $. Dalam kurun waktu terjadinya krisis yang melanda perekonomian Indonesia, yangberdampak luas pada berbagai sektor yang meliputi politik, sosial, budaya, pertahanan,dan keamanan. Dalam hal ini sosial ekonomi, permasalahan meliputi rendahnya kualitassistem pendidikan dengan peringkat 12 dari 12 negara ASIA (PERC,2001); KualitasSDM rendah dengan peringkat 109 dari 174 negara (UNDP, 2000); kemiskinanberjumlah 39,05 juta (17.75%) dengan standart kemiskinan Rp.152.847/kapita/bulan(BPS,2006); 27,3% (4,9 juta) balita di Indonesia kekurangan gizi (Susenas,2003);kenaikan BBM hingga 95% menambah jumlah orang miskin sebanyak 40% (INDEF,2005) kenaikan 35% akan menambah jumlah orang miskin sebanyak 20% (BPS,2005). Sebab rendahnya kualitas hidup penduduk Indonesia : a. Kondisi alam di Indonesia yang kaya akan sumber daya alam menjadikan penduduknya malas. b. Tingginya angka kelahiran yang tidak diimbangi angka kematian yang sama, sehingga dari waktu ke waktu jumlah penduduk terus bertambah sedangkan alat pemenuh kebutuhan sangat terbatas. c. Terjadinya krisis moneter pada tahun 1997. d. Mahalnya biaya pendidikan dan kesehatan di Indonesia. MAKALAH EKOLOGI DAN LINGKUNGAN | PENDAHULUAN 17
  • 2. 2 Masalah Lingkungan Hidup Gambar 2.7 kerusakan hutan Sumber satuportal.net2.2.1 Lahan Kritis Salah satu masalah kerusakan lingkungan adalah degradasi lahan yang besar, yangapabila tidak ditanggulangi secara cepat dan tepat akan menjadi lahan kritis sampaiakhirnya menjadi gurun. Lahan kritis umumnya banyak terjadi di dalam daerah aliransungai (DAS) di seluruh Indonesia. Data Departemen Kehutanan menunjukkan lahan kritis di luar kawasan hutanmencapai 15,11 juta hektar dan di dalam kawasan hutan 8,14 juta hektar. Hutan rusakdalam areal Hak Pengusahaan Hutan (HPH) sudah mencapai 11,66 juta hektar dan lahanbekas HPH yang diserahkan ke PT.Inhutani 2,59 juta hektar. Mangrove yang rusak dalamkawasan hutan telah mencapai luasan 1,71 juta hektar dan di luar kawasan hutan sebesar4,19 juta hektar. Total hutan yang rusak sudah mendekati angka 57 juta hektar. Ironisnya, kapasitaslembaga yang bertanggung jawab merehabilitasi hutan dan lahan dengan inisiatifpemerintah tak cukup kuat menangani kerusakan yang terjadi. Realisasi lahan kritis yangdilakukan oleh Departemen Kehutanan dari tahun 1999 sampai tahun 2001 mencapai MAKALAH EKOLOGI DAN LINGKUNGAN | PENDAHULUAN 18
  • 1.271.571 hektar yang terdiri dari 127.396 hektar di dalam kawasan hutan dan 1.144.175hektar di luar kawasan hutan. Sumber dana untuk merehabilitasi pun amat terbataspadahal tiap hektar lahan yang rusak butuh dana minimal Rp 5 juta. Untuk merehabilitasilahan kritis 57 juta hektar maka negara perlu menyediakan dana hingga Rp 285 trilyun.Kerugian bukan hanya karena negara harus menyediakan dana untuk rehabilitasi lahankritis tetapi juga kerugian akibat penebangan ilegal (illegal logging). Menteri KehutananPrakosa (2002) mengatakan tiap tahun diperkirakan negara rugi hingga Rp 31trilyunakibat illegal logging (pencurian, penebangan, peredaran, serta perdagangan kayusecara ilegal). Luas areal hutan yang perlu direboisasi di seluruh Indonesia mencapai 43,111 jutahektar, meliputi Pulau Jawa 111 ribu hektar dan di luar Pulau Jawa seluas 43 juta hektar.Idealnya Pulau Jawa mempunyai hutan minimal 30 persen dari luas daratan. Namunsampai saat ini baru 23% dikurangi lahan kritis yang mencapai antara 250 ribu ha sampai300 ribu ha (Dr.Ir. Prakoso, MSc, Menteri Kehutanan, pada acara “PencananganReboisasi PT Perhutani bersama masyarakat Bojonegoro,” Kompas 5 Januari 2003). Penyebab utama meluasnya lahan kritis adalah adanya : 1. tekanan dan pertambahan penduduk, 2. luas areal pertanian yang tidak sesuai, perladangan berpindah, 3. pengelolaan hutan yang tidak baik dan penebangan illegal, 4. pembakaran hutan dan lahan yang tidak terkendali, 5. eksploitasi bahan tambang. Meluasnya lahan kritis membuat penduduk yang tinggal di daerah tersebut relatifmiskin, tingkat populasi sangat padat, luasan lahan yang dimiliki bertambah sempit,kesempatan kerja sangat terbatas, dan lingkungan hidup mengalami kerusakan/degradasi.Kondisi ini diperparah dengan terjadinya krisis ekonomi sejak tahun 1997 yang telahmemperburuk kondisi perekonomian petani gurem. Akibatnya penebangan hutan olehrakyat semakin merebak serta lahan yang terancam menjadi kritis semakin meluas. Masalah lain yang perlu diperhatikan dan segera ditanggulangi adalah penambangtanpa izin (PETI) yang lokasinya tersebar di hampir seluruh Indonesia yang banyakmenggunakan air raksa (Hg) dalam proses pengekstrakan emas. MAKALAH EKOLOGI DAN LINGKUNGAN | PENDAHULUAN 19
  • Sebagai contoh PETI yang terdapat di Propinsi Kalimantan Tengah, tepatnya padaDAS Rungan dengan sungai utamanya Sungai Takaras. Di sana ada 480 PETI. Satu PETImenggunakan satu atau lebih mesin sedot. Apabila satu mesin menggunakan satu kg Hgdalam rentang waktu tiga bulan dapat dipastikan Sungai Takaras tercemar oleh Hgsebanyak 480 kg, atau dua ton Hg dalam setahun (Kalteng Pos, 21 dan 22 Maret 2003). Kegiatan PETI bahan galian tambang, antara lain batubara dan emas, semakinmarak seiring dengan krisis ekonomi yang berkepanjangan. Masalah yang terkait denganpenanggulangan PETI adalah: penegakan hukum belum optimal dengan tingkatkedisiplinan aparatnya yang masih perlu ditingkatkan, tingkat kesadaran masyarakatdalam menjaga kelestarian lingkungan, serta krisis ekonomi yang berkepanjangan Fokus penanganan masalah PETI bahan galian tambang batubara dan emasdidasarkan pada pertimbangan: • PETI batubara dalam prakteknya sangat merusak kondisi fisik: lingkungan tempatbatubara tersebut, tempat penimbunan batubara (stock pile), lokasi pelabuhan khususbatubara, dan sarana jalan transportasi yang digubakan untuk mengangkut batubara. • PETI emas dalam prakteknya merusak kondisi fisik wilayah penambangan emasserta terjadinya pencemaran merkuri yang semakin meluas. Upaya Penanganan masalah PETI telah dilakukan dengan berbagai cara oleh KLHbersama sama dengan Instansi terkait, baik tingkat pusat maupun Daerah. Selain itu jugadijalin kerjasama dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang peduli terhadaplingkungan hidup. Upaya tersebut baru pada tahap melakukan sosialisasi tentangbahayanya merkuri terhadap kesehatan manusia melalui berbagai sarana serta perlunyapara PETI mengikuti peraturan yang berlaku. MAKALAH EKOLOGI DAN LINGKUNGAN | PENDAHULUAN 20
  • MAKALAH EKOLOGI DAN LINGKUNGAN | PENDAHULUAN 21
  • 2.2.2Kerusakan hutan Hutan merupakan sebuah ekosistem yang sangat luas. Di dalamnya terdapatkomponen yang saling berinteraksi satu dengan yang lainnya. Bila salah satu komponenrusak, maka komponen yang lain rusak pula. Hutan dapat dipandang sebagai komponenutama ekosistem bumi, karena hutan mempunyai sejumlah besar tugas dalampenyelenggaraan tata kehidupan di bumi. Hutan yang memiliki fungsi sebagai produsen makanan, fungsi meteorologis,fungsi geohidrologis, fungsi biodiversivity dan sumber devisa. Begitu penting artikeberadaan hutan dalam fungsi-fungsi ekologis tersebut yang tidak dapat digantikan olehkomponen lain. Sangat perlu disesali tindakan pendahulu kita yang karenaketidaktahuannya telah membabat hutan untuk kepetingan-kepentingan non ekologis,hingga hutan tinggal sedikit saja. Penciutan areal hutan dari tahun ke tahun terusmeningkat. Menurut FAO di seluruh dunia dengan kecepatan 600.000 ha/th pada tahun 1980,menjadi 1 juta ha/tahun pada tahun 1990. Sementara di Indonesia menurut Bank Dunia1989 laju penggundulan hutan antara 700.000 – 1.200.000 ha/tahun. Hingga kini hutan diIndonesia tidak ada 50% dari keseluruhan hutan yang pernah ada. Pengelolaan hutan Indonesia perlu dilakukan secara profesional dan terencanasehingga hutan dapat dimanfaatkan secara optimal, tanpa mengurangi kemampuanhutannya memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat lokal, nasional, regional,dan internasional. Sistem pengusahaan hutan yang ada telah menimbulkan berbagaimasalah di beberapa daerah yang berdampak pada degradasi hutan. Selama lima tahunterakhir, laju deforestasi diperkirakan 1,6 juta hektar per tahun. Berdasarkan citra satelit1995-1999 hutan produksi yang rusak di Indonesia pada 432 HPH mencapai 14,2 jutahektar, sedangkan kerusakan pada hutan lindung dan hutan konservasi mencapai 5,9 jutahektar. Dalam buku Potret Keadaan Hutan Indonesia yang diterbitkan akhir tahun 2001oleh Forest Watch Indonesia diungkapkan laju kerusakan hutan pada era tahun 1980-andi Indonesia adalah sekitarsatu juta hektar/tahun, kemudian pada awal tahun 1990-antingkat kerusakan mencapai 1,7 jutahektar/tahun. Lalu, sejak tahun 1996 meningkat lagimenjadi rata-rata dua juta hektar/tahun. Hutanyang sudah terdegradasi dan gundul di MAKALAH EKOLOGI DAN LINGKUNGAN | PENDAHULUAN 22
  • Indonesia ada di Sumatera (terdegradasi 5,8 juta hektardan gundul 3,2 juta hektar); diKalimantan (degradasi 20,5 juta hektar dan gundul 4,3 juta hektar);di Sulawesi (degradasidua juta hektar dan gundul 203.000 hektar); di Nusa Tenggara (degradasi74.100 hektardan gundul 685 hektar); di Papua (degradasi 10,3 juta hektar dan gundul 1,1 jutahektar);dan di Maluku (degradasi 2,7 juta hektar dan gundul 101.200 hektar). Kerusakan itu disebabkan oleh pemilik HPH melanggar prosedur, penebanganilegal, perambahan hutan, pembukaan hutan skala besar, kebakaran hutan, sertabanyaknya lokasi tambang di daerah hutan lindung dan daerah konservasi meskipundilarang berdasarkan UU No. 41 Tahun 1999. Kondisi ini diperburuk oleh krisis ekonomiyang melanda Indonesia beberapa tahun lalu. Konflik konsesi pertambangan dengan kawasan lindung menjadi pelik karena adakontrak-kontrak pertambangan berada di dalam kawasan konservasi. Data DepartemenEnergi dan Sumber daya Mineral menunjukan saat ini ada 150 perusahaan pertambanganyang kawasan konsesinya (terdiri dari 116 tahap eksplorasi dan 34 sudah dalam tahapekploitasi) berada di daerah konservasi, dengan jumlah nilai rencana investasi 1-5 tahunsejak 2000 sebesar US$ 3,2 milyar.Kendala yang dihadapi dalam pemberantasan illegal logging antara lain: 1. Ada 11 instansi yang berada dalam satu mata rantai pemberantasan illegal logging yang sangat menentukan proses penegakan hukum kejahatan bidang kehutanan yaitu: Menko Polkam, TNI AD/Hankam, TNI AL, Polri, Dephut, Deperindag, Dephub, Bea Cukai, Kejaksaan, Pengadilan, dan Pemda Provinsi/Kabupaten; 2. Penegakan hukum masih lemah sehingga mafia kayu beraksi dengan bebas; 3. Modus penebangan ilegal: oknum aparat menjadi dinamisator dan supervisor tindak pidana kehutanan, di samping juga menjadi backing; 4. Kondisi moral, sosial dan budaya masyarakat, serta aparat cenderung menjadi tidak lagi peduli pada kelestarian hutan dan penegakan hokum; 5. Ketahanan dan kemandirian masyarakat yang masih rendah dengan pembodohan yang berdalih pemberdayaan masyarakat; 6. Masih ada industri pengolahan kayu yang menerima dan mengolah kayu ilegal; 7. Penanganan illegal logging saat ini belum mencapai hasil yang maksimal karena dilaksanakan secara tidak berkesinambungan akibat biaya yang cukup besar; MAKALAH EKOLOGI DAN LINGKUNGAN | PENDAHULUAN 23
  • 8. Kompleksnya permasalahan sosial dan moral di berbagai lapisan masyarakat; 9. Data dan informasi tentang penanganan illegal loging masih sangat terbatas; 10. Pelaksanaan otonomi daerah yang lebih berorientasi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa mempehatikan kelestarian hutan. Tabel 2.1 Daerah-daerah rawan pencurian dan penyelundupan Kayu Sumber: Media Indonesia, 28 Juni 2002 NO PROPINSI LOKASI 1 Aceh TN. Gunung Leuser, Bireun, Singkil, Kuala Simpang 2 Riau TN. Bukit Tigapuluh, Rumbai, Dumai, Siak Hulu 3 Jambi TN. Kerinci Seblat, Kuala Tungkal, Bungo Tebo 4 Jawa Timur TN. Meru Betiri, Bondowoso, Lamongan 5 Kalimantan Barat TN. Gunung Palung, Kapuas, Bukit Dayeuh, Batuampar, Paloh, Betung Kerihun 6 Kalimantan Tengah TN. Tanjung Puting, Kuala Kapuas, Barito Utara, Palangkaraya, Barito Selatan 7 Kalimantan Selatan Kotabaru, Muara Teweh, Hulu Sungai Selatan 8 Kalimantan Timur Nunukan, Kutai, Pasir, Hulu Sungai Utara, Tenggarong, Balikpapan 9 Sulawesi Tengah TN.Lore Lindu, Donggala, Palu 10 Papua Sorong Upaya Penanggulangan dan Pemberantasan Penebangan Kayu Ilegal Tahun 2002 Dewan Pertahanan Nasional telah menyatakan kejahatan perusakanhutan terutamaillegal logging merupakan salah satu ancaman potensial yang dapatmeruntuhkan keutuhan dankesatuan, serta integritas dan integrasi bangsa dan negaraIndonesia. Oleh karena itu pada tahun2003 Departemen Kehutanan bersama TNI sertainstansi terkait dalam penegakan hukum,bertekad meningkatkan penindakan secara tegaspelaku, pemodal, dan backing kejahatankehutanan tanpa pandang bulu, serta akan lebihtransparan dalam pengungkapan aktor dibelakangnya. Salah satu upaya Pemerintah untukmenanggulangi penebangan kayu ilegal yangsemakin marak dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab adalah denganPemberlakuan Instruksi Presiden No.5 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Penebangan KayuIlegal dan Peredaran Hasil Hutanilegal di Kawasan Ekosistem Leuseur dan Taman NasionalTanjung Puting. Selain ituKLH atas nama Pemerintah Indonesia telah menandatangani letter ofintent denganPemerintah Norwegia pada tanggal 30 Agustus 2002 yang pada prinsipnyamenekankanpentingnya KLH berperan pada kegiatan advokasi, yaitu mendorong semua pihakuntuk MAKALAH EKOLOGI DAN LINGKUNGAN | PENDAHULUAN 24
  • meningkatkan dan mensinergikan kemampuan dalam pemberantasan mafia illegallogging. Gambar 2.8 masyarakat menggunakan air yang tercemar untuk kebutuhan sehari-hari Sumber koran.republika.co.id2.2.3Pencemaran air Air di bumi meliputi air laut (air asin) dan air darat (air tawar). Air tawar dijumpaisebagai air permukaan (surface water) dan air bawah tanah (sub surface water). Airpermukaan berupa sungai, danau, rawa dan salju. Sedangkan air bawah tanah dapatdibedakan antara ir tanah dangkal ( soil water) dan air tanah dalam (groundwater). Indikator pencemaran yang banyak dilakukan untuk kontrol kualitas air adalah DO(Disolved Oksigen = Oksigen terlarut) dan BOD (Biological Oxygen Demand =kebutuhan Oksigen untuk proses biologi), antara lain disebabkan dalam penentuan DOdan BOD tidak memerlukan waktu yang lama dan alat-alat yang digunakan sangatsederhana serta murah. Kontrol kualitas air dengan indikator DO dan BOD akan lebihtepat lagi bila penyebab pencemarannya adalah limbah rumah tangga. Uji coba oksigen terlarut sangat penting untuk menjamin keadaan aerobik perairanyang menampung limbah. Dalam mengendalikan pencemaran air perlu diperhatikanbahwa ikan, tetumbuhan, dan binatang lain perlu berkembangbiak. Hal ini perlu MAKALAH EKOLOGI DAN LINGKUNGAN | PENDAHULUAN 25
  • pemeliharaan oksigen terlarut yang dapat menunjang tata kehidupan di dalam air dengankeadaan yang sehat. Oksigen terlarut adalah oksigen yang terdapat dalam air (dalam bentuk molekuloksigen, bukan dalam bentuk molekul hidrogen oksida) dan biasanya dinyatakan dalammg/l (ppm). Adanya oksigen bebas sangat diperlukan oleh berbagai biota air. Oksigenbebas dalam air dapat berkurang bila dalam air terdapat kotoran atau limbah organik yangdegredable. Dalam air kotor selalu terdapat bakteri, yakni bakteri aerob ata bakteri yangmemerlukan oksigen bebas untuk keperluan hidupnya dan bakteri anaerob yang tidakmemerlukan oksigen bebas untuk keperluan hidupnya. Bakteri aerob dan anaerob akanmenguraikan zat organik dalam air menjadi persenyawaan yang sederhana. Selama airmengandung oksigen bebas cukup banyak, maka yang bekerja atau tumbuh berkembangadalah bakteri aerob. Bila oksigen bebas dalam air itu habis ata sangat kurang, maka yangbekerja atau tumbuh berkembang adalah bakteri anaerob. Bakteri anaerob ini merubahpersenyawaan organik menjadi bentuk persenyawaan yang sederhana (yang tidakdikehendaki manusia), misal nitrogen diubah menjadi amoniak, belerang diubah menjadihidrogen sulfida, yang keduanya berbentuk gas dan berbau. Sehingga apabila suatu badanair terlalu banyak mengandung kotoran, pasti akan mengeluarkan bau yang tidak enakkarena kehabisan oksigen bebas. Biological Oxygen Demand (BOD) atau kebutuhan oksigen untuk proses biologimerupakan indikator pencemaran organic yang paling banyak digunakan untuk controlkualitas air atau untuk menilai kepekatan limbah. BOD adalah jumlah oksigen dalamppm (mg/l) yang diperlukan selama proses stabilisasi dari pencemaran bahan organikoleh bakteri aerob. Permasalahan air sebetulnya sudah ada sejak lama, tetapi intensitas danfrekuensinya semakin besar, meningkat dari waktu ke waktu dengan bertambahnyajumlah penduduk, perluasan kawasan pemukiman, pembukaan lahan-lahan baru,pengembangan kawasan industri, pengembangan budidaya pantai, pengembanganberbagai bentuk rekayasa baik di kawasan pantai maupun jauh di pedalaman ataupegunungan. MAKALAH EKOLOGI DAN LINGKUNGAN | PENDAHULUAN 26
  • Dari kegiatan tersebut di atas timbul berbagai masalah antara lain saat ini air tidaklagi menjadi barang atau suatu zat yang mudah di dapat di mana-mana, air selalumempunyai konotasi yang kurang baik seperti banjir, penyebab tanah longsor, erositanah, dll. Oleh karena itu dampak negatif dari interaksi manusia terhadap hidrosfer yaitumengenai : 1) Pasokan air 2) Air permukaan 3) Air bawah tanah 4) Banjir 5) Kualitas Air Gambar 2.9 pencemaran udara lewat industri Sumber balitbang.kemhan.go.id2.2.4Pencemaran udara Interaksi manusia dengan atmosfer selain berdampak positif juga berdampaknegatif. Dampak negatif yang timbul dari interaksi manusia dengan atmosfer adalahpencemaran udara yang berimbas pada perubahan iklim global dan menipasnya ozonosferbumi. MAKALAH EKOLOGI DAN LINGKUNGAN | PENDAHULUAN 27
  • Sejajar dengan kemajuan manusia di bidang penelitian, muncul kemajuan di bidangnuklir dengan peledaknya, bangunan industri dan kemajuan teknologi lainnya yangbersifat menggagu kebersihan atmosfer dan kelestarian lingkungan hidup yang sehat.Meskipun percobaan nuklir direncanakan pada tempat yang dianggap aman, tapi tetapdapat menimbulkan sampah radioaktif dan gas-gas beracun masuk ke dalam atmosfer danlautan. Pada mulanya hal ini dapat dikendalikan, tetapi akhir-akhir ini sangat menarikperhatian internasional mengingat nilai kesehatan, keamanan, dan kemajuan pendudukmulai terancam. Atmosfer menjadi tempat penyimpanan dari semua jenis pencemar baik berupa gas,cair, maupun padat. karena itu pencemaran udara dapat merugikan kehidupan.Pencemaran udara lokal biasanya dapat dihindari oleh adanya sirkulasi udara umum,tetapi kemungkinan besar pencemar tersebut akan diendapkan di tempat lain. Peranaatmosfer pada pencemaran udara adalah bertindak sebagai pengencer konsentrasipencemar atau bertindak sebagai yang menyingkirkan pencemaran udara, tetapi adakalanya justru bertindak sebagai sumber pendauran (perputaran) kembali dari pencemartersebut. Lingkungan atmosfer tempat manusia hidup bergantung pada pertanian,industri,percobaan nuklir, pembuangan dari kendaraan bermotor, dan percobaan-percobaanlainnya. Industri perlu didirikan, hutan dapat dibuka sebagai lahan pertanian baru, tetapimasalah ini hendaknya dikerjakan dengan penuh kebijaksanaan, penuh kesadaran, danpenuh perhatian terhadap akibat-akibat yang akan timbul agar pembangunan yang kitaharapkan dapat membawa kesejahteraan rakyat dan bukan sebaliknya menimbulkankatastropik. Sebagian unsur-unsur atmosfer sangat penting bagi kehidupan manusia, sebagiantidak vital dan tidak berbahaya, serta sebagian dapat merugikan serta berbahaya bagikehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Masuknya zat-zat bearacun kedalam atmosfer yang sangat merugikan dan berbahaya bagi manusia maupun hewan,merusak harta milik dan tanaman disebut pencemaran udara. Zat-zat tersebut antara lain: Karbon Monoksida Sumber utama berasal dari kendaraan bermotor, dan proses industri mendudukitempat kedua, sedangkan pembakaran sampah dan kebakaran hutan menduduki tempat MAKALAH EKOLOGI DAN LINGKUNGAN | PENDAHULUAN 28
  • ketiga dan keempat. Jika udara tercemar , maka hemoglobin pada tubuh manusia tidakdapat mengikat oksigen, Pada konsentrasi di udara mencapai 0,1 %, maka kapasitas darahdalam mengangkut oksigen berkurang 50 %. Hal ini menyebabkan pemberian oksigen kedalam tubuh berkurang serta berakibat berkurangnya penglihatan dan reaksi fisik. Ketikakonsentrasi di udara mencapai 0,5 % mampu menyebabkan pingsan yang kemudian dapatmengakibatkan kematian. Oksida Sulfur Oksida sulfur merupakan pencemar primer yang diatmosfer bereaksi denganpencemar lain membentuk senyawa sulfur yang menyebabkan hujan asam. Hujan asamdapat merusak pertanian dan peternakan. Konsentrasi oksida sulful terbesar berasal dariemisi pembakaran batu bara, kedua berasal dari emisi proses industri. Oksida sulfur menyebabkan pembentukan asam yang mengganggu paru-paru, saraf,dan menimbulkan asma. Pada konsentrasi di atas 3 ppm, oksida sulfur member bau tajamdan dapat menimbulkan lemas lalu kematian jika berlangsung lama. Oksida sulful jugadapat menimbulkan korosi. Oksida Nitrogen Oksida nitrogen dalam kadar yang tinggi dapat mengganggu kesehatan manusia,seperti iritasi yang akut pada pernapasan dan penyakit paru-paru yang kronis. Padakonsentrasi 0,01 ppm, oksida nitrogen dapat menyebabkan bronchitis pada anak-anakusia 2-3 tahun. Sumber utama oksida nitrogen adalah kendaraan bermotor dan stasiunpembangkit energi (generator). MAKALAH EKOLOGI DAN LINGKUNGAN | PENDAHULUAN 29
  • Hidrokarbon Hidrokarbon menyebabkan iritasi pada mata dan gangguan pernapasan.Diperkirakan hidrokarbon sebagai penyebab kanker terutama dari jenis aromatic danadelhida yang banyak dijumpai dalam bahan solar. Sumber utama hidrokarbondiemisikan oleh kendaraan bermotor. Selain itu juga dari emisi proses industri. Beberapa pencemar tersebut yang berada di atmosfer bawah terutama troposferdapat mengganggu keseimbangan radiasi yang pada gilirannya dapat mengubah iklimkarena pada dasarnya iklim cenderung berubah oleh ulah aktivitas manusia sepertiurbanisasi, deforestasi, industrialisasi, serta aktivitas alam seperti pergeseran kontinen,letusan gunung berapi, perubahan orbit bumi terhadap matahari, noda matahari, danperistiwa el nino la nina. Pencemar berupa gas dapat mempengaruhi iklim melalui efek rumah kaca. Sebagaiaerosol, maka pencemar mengubah keseimbangan radiasi melalui hamburan, pemantulandan penyerapan serta melalui pembentukan awan. Sebagai akibat pencucian aerosol sulfatdan nitrat oleh tetes awan dan hujan, maka terjadilah hujan asam yang menyebabkankorosi serta penurunan pH dalam tanah dan air. Ketidak seimbangan radiasi tersebut mengakibatkan munculnya efek rumah kacayang menyebabkan kenaikan suhu di Bumi ( global warming ) dan akhirnya berimbaspada perubahan iklim/pergeseran iklim.2.2.5 Efek Rumah Kaca Efek rumah kaca merupakan proses pada bola bumi sebagai suatu sistem yangdinamis. Rumah kaca yang dimaksud di sini adalah analogi atas bumi yang dikelilingigelas kaca. Radiasi matahari masuk ke bumi dengan menembus gelas kaca tersebutberupa radiasi gelombang pendek. Sebagian di serap oleh bumi dan sisanya dipantulkankembali ke angkasa sebagai radiasi gelombang panjang. Tetapi panas yang seharusnyadapat dipantulkan kembali ke angkasa menyentuh permukaan gelas kaca danterperangkap di bumi. Layaknya proses dalam rumah kaca di pertanian dan perkebunan,gelas kaca memang berfungsi untuk menahan panas untuk menghangatkan rumah kaca.Masalah timbul ketika aktivitas manusia menyebabkan peningkatan konsentrasi selimutgas di atmosfer (gas rumah kaca) sehingga melebihi konsentrasi yang seharusnya. Maka MAKALAH EKOLOGI DAN LINGKUNGAN | PENDAHULUAN 30
  • panas matahari yang tidak dapat dipantulkan ke angkasa akan meningkat pula. Semuaproses itulah yang disebut sebagai efek rumah kaca. Pada konsentrasi yang normal, efek rumah kaca pada dasarnya terjadi secara alamisehingga memungkinkan kelangsungan hidup semua makhluk hidup di bumi. Tanpaadanya gas rumah kaca seperti karbondioksida, metana, atau dinitro oksida, suhupermukaan bumi akan 33° C lebih dingin. Namun sejak awal jaman industrialisasi, awaldari akhir abad ke-17, konsentrasi gas rumah kaca meningkat drastis. Diperkirakan tahun1880 temperatur rata-rata bumi meningkat 0,5°C -0,6°C akibat emisi gas rumah kacayang dihasilkan dari aktivitas manusia. Tidak semua gas yang terdapat di atmosfer bumi menimbulkan efek rumah kaca.Yang termasuk dalam kelompok gas rumah kaca adalah Karbondioksida, Metana, DinitroOksida, Hidroflourokarbon , Perflourokarbon , sampai Sulfur Heksaflourida . Jenis gasrumah kaca yang member sumbangan paling besar bagi emisi gas rumah kaca adalahKarbondioksida, Metana, dan Dinitro Oksida. Sebagian besar dihasilkan dari pembakaranbahan bakar fosil (minyak bumi dan batubara) di sektor : 1. 36 % dari Industri Energi (pembangkit listrik/kilang minyak, dll) 2. 27 % dari sektor transportasi 3. 21 % dari sektor industri 4. 15 % dari sektor rumah tangga dan jasa 5. 1 % dari sektor-sektor yang lain Peningkatan jumlah emisi gas rumah kaca di atmosfer mengakibatkanmeningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi yang disebut dengan pemanasan globalatau global warming. Pemanasan global akan diikuti dengan perubahan iklim sepertimengkatnya curah hujan di beberapa belahan dunia sehingga menimbulkan banjir, erosidan tanah longsor. Sedangkan di belahan bumi lain akan mengalami musim kering yangberkepanjangan disebabkan kenaikan suhu. Efek rumah kaca menyebabkan terjadinya akumulasi panas di atmosfer bumi.Dengan adanya akumulasi yang berlebihan tersebut, iklim global melakukanpenyesuaian. Penyesuaian yang dimaksud salah satunya dengan peningkatan temperaturebumi, kemudian disebut pemanasan global dan berubahnya iklim regional, pola curah MAKALAH EKOLOGI DAN LINGKUNGAN | PENDAHULUAN 31
  • hujan, penguapan, pembentukan awan atau perubahan iklim. Dampak dari adanyapemanasan global ini yaitu : 1. Musnahnya berbagai keanekaragaman hayati 2. Meningkatnya frekuensi dan intensitas hujan badai, angin topan, dan banjir 3. Mencairnya es dan glasier di kutub 4. Meningkatnya jumlah tanah kering yang potensial menjadi gurun 5. Kekeringan berkepanjangan 6. Kenaikan permukaan laut hingga menyebabkan banjir yang luas 7. Kenaikan suhu air laut mengakibatkan terjadinya pemutihan karang ( coral bleaching dan kerusakan terumbu karang di seluruh dunia) 8. Meningkatnya frekuensi kebakaran hutan 9. Menyebarkan penyakit-penyakit tropis, seperti malaria ke daerah-daerah baru 10. Daerah-daerah tertentu menjadi padat dan sesak karena terjadi arus pengungsian. Dampak dari pemanasan global ini pula, menjadikan kini el nino muncul setiap 2-7tahun, lebih kuat dan berkontribusi pada pengkatan temperature bumi. Dampaknya dapatdirasakan di seluruh dunia dan menunjukkan bahwa iklim di bumi telah mengalamiperubahan. Akumulasi gas rumah kaca di atmosfer membantu menyuntikkan panas keSamudra Pasifik. Oleh karena itu el nino muncul lebih sering dan lebih ganas darisebelumnya. MAKALAH EKOLOGI DAN LINGKUNGAN | PENDAHULUAN 32
  • Gambar 2.10 data konsumsi CFC di dunia Sumber library.thinkquest.org2.2.6 Gas CFC CFC merupakan salah satu zat polutan. Cl dari CFC ini dapat merusak lapisanozon. Bahan ini telah banyak dipakai sebagai bahan pembakar dalam kaleng semprotan,sebagai gas alat pendingin, sebagai gas pengatur udara, dan sebagai bahan untukplastik.CFC sebenarnya tidak reaktif di lapisan atmosfer bawah dan tidak dapat larutdalam air sehingga CFC tidak jatuh ke permukaan bumi oleh tetes hujan. Sayangnyakurang reaktivitasnya CFC membuat bahan ini secara komersial bermanfaat, tetapi jugawaktu hidup CFCdi atmosfer menjadi lama, dan akhirnya dapat berdifusi masuk ke dalamstratosfer. Diperkirakan beberapa juta ton CFC sekarang berada di lapisan atmosfer. Ketika CFC berdifusi ke lapisan stratosfer, maka ia menjadi subjek terhadap aksiradiasi energi tinggi. Panjang gelombang dalam daerah antara 190 dan 225 nmmenyebabkan fotolisis atau perpecahan ikatan karbon-klor dari CFC, sehinggaterbentuklah dengan kecepatan terbesar terjadi pada ketinggian sekitar 30 km. Atom klor dapat bereaksi cepat dengan ozon untuk membentuk klor monoksida danmolekul oksigen . Klormonoksida dapat bereaksi dengan atom O untuk membentukkembali atom klor. Diperkirakan bahwa setiap atom Cl akan merusak sekita 100.000molekul ozon sebelum klor itu sendiri dirusak oleh reaksi lain. MAKALAH EKOLOGI DAN LINGKUNGAN | PENDAHULUAN 33
  • Meskipun kecepatan difusi dari molekul CFC ke dalam stratosfer dari permukaanbumi kemingkina rendah, kerusakan ozonosfer oleh CFC telah diyakini melakukanobservasi. Sejak akhir tahun 1970an, peneliti telah mendapatkan penipisan tahunan darilapisan ozon di atas kutub selatan yang terjadi selama musim semi austral (belahan bumiselatan). Ilmuwan sekarang dengan jelas menemukan bahwa kutub utara juga mengalamiperistiwa yang serupa dengan belahan bumi selatan, tetapi kerusakan ozon selama akhirmusim dingin kurang tegas.2.2.7Kebisingan Pencemaran bising atau kebisingan adalah pencemaran oleh suara karena masuknyasuara yang tidak diinginkan ke dalam lingkungan yang menyebabkan kualitas lingkunganmenurun, dan mengganggu peruntukkannya. Tingkat suara yang menyebabkan ketulian setelah beberapa bulan atau tahun adalah90 Db (desibel) dan apabila intensitas suara sudah mencapai 120 Db, biasanya dalamwaktu yang singkat akan menyebabkan ketulian. Kebisingan mengganggu kehidupan manusia, sehingga perlu diupayakanpencegahan terhadap kebisingan. Pemilihan mesin-mesin baru untuk pabrik perludiperhatikan apakah mesin tersebut menyebabkan kebisingan atau tidak. Kebisingan dijalan raya dapat dikurangi dengan membuat jalur hijau, pepohonan selebar 35 m dapatmengurangi kebisingan sebesar 5 Db, pembuatan tanggul tanah atau semen denganketinggian 2,5 m – 3 m dapat mengurangi kebisingan hingga 10 Db. Kebisingan yang terus menerus akan memberikan dampak negatif bagi manusiaantara lain berupa kerusakan pendengaran, pemarah, emosi, gagap, kelelahan, denyutjantung bertambah cepat, bertambahnya akumulasi lemak pada pembuluh darah, sertagangguan melahirkan bagi ibu hamil. MAKALAH EKOLOGI DAN LINGKUNGAN | PENDAHULUAN 34
  • BAB 3 KESIMPULAN DAN SARAN3.1 Kesimpulan Demikian telah diuraikan beberapa permasalahan yang ada seputar kependudukandan lingkungan hidup dalam konteks ekologi dan lingkungan. Dalam setiap aksi, selaluada reaksi, demikian pula dengan aksi yang dilakukan manusia maupun alam, selalu adareaksi yang mengiringinya. Dalam hal kependudukan, Indonesia sudah bukan tandingan, penduduk terbesar ke4 dunia dengan Negara kepulauan yang luas, besar dan kaya untuk membekalipenduduknya yang sangat banyak. Namun kenyataan itu tidak serta merta mengiringimasyarakat Indonesia kearah kemakmuran. Justru kenyataan yang kita temui di lapanganmalah keadaan masyarakat Indonesia tidak seharusnya demikian. Banyak kesenjangan yang terjadi, banyak ketidakmerataan dan anomali-anomaliyang menjadi ironi bagi bangsa kita. Banyak terjadi masalah. Faktornya mulai daripendidikan yang rendah, moral yang makin pudar dan banyaknya pengaruh dari luarsehingga mengikis dengan cepat kepribadian bangsa kita menjadi kian luntur. Dari hal itulah kemudian terjadi permasalahan dalam kependudukan. Selain itu,msayarakat hidup dalam lingkungan yang beragam yang selalu saling membutuhkan danberinteraksi. Walaupun alam dapat berubah dengan sendirinya, namun campur tanganmanusia merupakan bentuk atau faktor lain yang dapat mempengaruhi percepatanperubahan dalam alam. Dengan demikian manusia dengan alam perlu saling memperlakukan masing-masingnya dengan sebaik-baiknya. Tidak semena-mena dan terus dijaga dan dipeliharauntuk kelangsungan hidup kita di masa depan.3.2 Saran3.2.1 manusia harus menjaga alam agar tetap lestari3.2.2 manusia harus mengurangi jumlah penduduk agar tidak terjadi masalah3.2.3 manusia harus melakukan recovery alam MAKALAH EKOLOGI DAN LINGKUNGAN | BAB 3 35
  • DAFTAR PUSTAKAhttp://kimilonely.blogspot.com/2011/04/sejenak-tenggelam-dalam-masalah.htmlakses15 september 2011 12.22library.unnes.ac.idakses 27 september 2011 18.00 MAKALAH EKOLOGI DAN LINGKUNGAN | 36
  • ATTRIBUTES Author Ricky P. Ramadhan Publisher Ricky P. Ramadhan Written date November 2011 Company JurusanPendidikanGeografi, FPIPS UPICopyright 2011 by Ricky P. RamadhanMail nyarinama@gmail.comSite http://nyarinama.blogspot.com MAKALAH EKOLOGI DAN LINGKUNGAN | 37