Your SlideShare is downloading. ×
Jurnal Geografi Pertanian
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Jurnal Geografi Pertanian

11,463
views

Published on

Jurnal Geografi Pertanian, Matkul Geo Pertanian, SMT 4 @ Jurusan Pendidikan Geografi UPI

Jurnal Geografi Pertanian, Matkul Geo Pertanian, SMT 4 @ Jurusan Pendidikan Geografi UPI

Published in: Education

0 Comments
6 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
11,463
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
244
Comments
0
Likes
6
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. KELOMPOK IDENTIFIKASI KOMODITAS PERTANIAN DESA PANUNDAAN DAN DESA 2 LEBAKMUNCANG KECAMATAN CIWIDEY 0 KABUPATEN BANDUNG ABSTRAK Pengamatan atas komoditas pertanian di Desa Lebakmuncang dan Desa Panundaan Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung ini adalah upaya identifikasi dan arsip komoditas pertanian yang ada di wilayah Bandung Raya.Selain itu perbedaan topografi, unsur klimatik dan faktor manusia yang mendiami wilayah tersebut menjadi faktor yang turut diperhatikan sebagai pembeda bagi wilayah-wilayah dalam hal komoditas pertanian.Komoditas-komoditas pertanian tersebut tidak hanya diidentifikasi dan dilihat perbedaannya, namun dianalisis faktor ekonomisnya bagi masyarakat. Seberapa besar memberikan manfaat kepada masyarakat dalam hal mata pencaharian, keuntungan dan jejaring produk di wilayah lain. Dalam artian, seberapa besar sumber daya alam ini diolah untuk dibudidayakan dan dimanfaatkan dalam proses tata niaga untuk keuntungan dan kesejahteraan masyarakatnya. Kata kunci :Komoditas Pertanian, tata niaga pertanian PENDAHULUANLatar BelakangGeografi pertanian mencangkup banyak hal secara luas di bidang pertanian.Tidak hanya alam,manusia dan tanaman saja, tetapi juga geografi pertanian ini mencakup perbedaan kawasan yangdapat digunakan sebagai lahan pertanian yang berhubungan dengan kondisi sosial danekonominya.Geografi pertanian merupakan gabungan dari kegiatan ekonomi dan sosial dan alam yang salingberkaitan dan berkesinambungan.Perkembangan kegiatan pertanian yang dilakukan, meliputilahan pertanian dimana kebutuhan akan lahan pertanian yang produktif semakin lama semakinmeningkat. Meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat menyebabkan perluasan lahanJURNAL GEOGRAFI PERTANIAN – KELOMPOK 20
  • 2. KELOMPOK 2pertanian menjadi sangat penting.Geografi pertanian membahas bagaimana lahan pertanian agartetap produktif dan tersedia. 0Produksi tanaman memenuhi kebutuhan akan pangan dengan meningkatkan produksi pertanian.Proses budidaya yang dilakukan sampai proses ekonomi yaitu jual beli produk pertanian salingberkaitan dan berhubungan.Konservasi sumber daya alam dimana dalam penerapan geografi pertanian mencakup dalammenunjang proses konservasi sumber daya alam. Menjaga kelestarian sumber plasma nutfahyang penting dan berguna bagi manusia dan mencegah agar tidak terjadi kepunahan.Dampak lingkungan dimana kerusakan lingkungan dapat disebabkan dari eksploitasi berlebihanpenggunaan lahan pertanian yang tidak seimbang. Penggunaan pestisida yang berlebihan dapatmenyebabkan resistensi dari hama dan akan menyebabkan terjadinya wabah atau seranganterhadap lingkungan tersebut.Penggunaan teknologi pertanian dimana dalam geografi pertanian, penggunaan teknologipertanian sangatlah penting. Peningkatan jumlah produksi pertanian dapat ditingkatkan denganadanya kemajuan teknologi pertanian ini. Manusia mulai menciptakan peralatan dan mesinpertanian yang lebih maju dan efektif yang dapat mempercepat waktu panen dan pengolahan.Geografi pertaninan sebenarnya mencangkup banyak hal yang saling berkaitan.tidak hanyamanusia dan alam saja, nilai ekonomis dan sosialnya juga lebih diperhatikan. Jadi berdasarkanlatar belakang diatas kami ingin mengetahui apakah pertanian yang kami teliti mempengaruhikondisi sosial ekonomi masyarakatnya, bagaimanakah hasil pertanian dan tata niaganya danadakah kebijakan pemerintah yang terlibat didalamnya.TujuanTujuan diadakannya pengamatan komoditas pertanian tersebut diantaranya adalah (1) Untukmengetahui komoditas utama pertanian di wilayah tersebut, (2) Untuk mengetahui hasil produksipertanian, (3) Untuk mengetahui tata niaga pertanian dan (4) Untuk mengetahui kebijakanpemerintah di Desa Lebakmuncang dan Desa Panundaan Kecamatan Ciwidey.JURNAL GEOGRAFI PERTANIAN – KELOMPOK 20
  • 3. KELOMPOK METODE PENELITIAN 2Waktu dan Tempat Penelitian 0Pelaksanaan pengamatan yang kami lakukan ini mulai sejak tanggal 7 Mei 2012 sampai dengan17 Mei 2012. Berikut rinciannya:No Tanggal dan Waktu Tempat Kegiatan Kesbang Kab. Soreang Meminta Surat Perizinan Penelitian 1 Senin, 7 Mei 2012 Kantor Kec. Ciwidey Menyerahkan Surat Dari Kesbang Kantor Desa Panundaan Menyerahkan Surat Dari Kesbang 2 Rabu, 9 Mei 2012 Desa Panundaan Observasi Dan Wawancara Kantor Desa 3 Jumat, 11 Mei 2012 Lebakmuncang Menyerahkan Surat Dari Kesbang Desa Lebakmuncang Observasi Dan Wawancara 4 Jumat, 17 Mei 2012 Desa Panundaan Melengkapi DataAlat dan bahan Alat: 1. Alat tulis 2. GPS (global positioning system) 3. Digital Camera 4. Hand phone untuk merekam suara Bahan: 1. Instrument penelitian 2. Data monografi Desa 3. Peta Rupa BumiJURNAL GEOGRAFI PERTANIAN – KELOMPOK 20
  • 4. KELOMPOKLangkah kegiatan 2Dalam melakukan pengataman, kami melakukan beberapa kegiatan diantaranya, 0 1. Mengkaji region yang diamati kemudian menentukan daerah-daerah yang akan diteliti. dimana daerah yang kami kaji adalah kecamatan ciwidey dengan mengambil 2 sampel desa yaitu desa Panundaan dan desa Lebakmuncang. 2. Membuat surat perizinan penelitian, surat izin dimulai dari surat pengantar dari Jurusan ke Fakultas dan di stempel oleh Fakultas, kemudian surat itu digunakan untuk meminta surat ke Kesbangpol Kabupaten Bandung, dan disalin untuk dibagikan di tiap desa yang akan kami teliti. 3. Mendatangi kepala desa setempat, hal itu dilakukan untuk meminta izin penelitian dengan menyerahkan surat dari Kesbangpol, selain itu kami meminta data monografi desa dan rekomendasi daerah pertanian yang ada di sana. 4. Melakukan observasi dan wawancara dengan petani dan pihak-pihak yang terkait dengan pertanian tersebut. PEMBAHASANDeskripsi Wilayah Desa Lebakmuncang 1. Kondisi Fisik Wilayah Luas : 800,026 Ha Batas Wilayah Sebelah Utara : Desa Rawabogo dan Nengkelan Sebelah Selatan : Kecamatan Rancabali Sebelah Barat : Kecamatan Sindangkerta Sebelah Timur : Kecamatan Pasirjambu Ketinggian : 1.200 mdpl Topografi : Dataran tinggi Curah Hujan : 60 mm / thn Suhu Udara Rata-rata : 18⁰ – 20⁰ CJURNAL GEOGRAFI PERTANIAN – KELOMPOK 20
  • 5. KELOMPOK 2Data tersebut diambil berdasarkan Monografi Desa Lebakmuncang bulan Januari 2012.Sepertiyang telah disajikan dari rincian diatas, itulah beberapa aspek kondisi fisik Desa 0Lebakmuncang.Desa Lebakmuncang berada di Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung.DesaLebakmuncang merupakan salahsatu pusat kegiatan pemerintahan Kecamatan Ciwidey, karena50 meter ke sebelah utara Kantor Desa, terdapat Kantor Kecamatan Ciwidey.Sehingga kegiatandari tingkat desa menuju kecamatan langsung bisa diketahui. Begitupun ketika informasi dankegiatan tingkat kecamatan, akan mudah didapat untuk warga Desa Lebakmuncang ini.Keberadaan Desa Lebakmuncang dan kantor Kecamatan Ciwidey cukup menjorok ke dalam.Jarak dari Jalan Utama Kecamatan Ciwidey sekitar 3 km. Kami sendiri tidak mengetahui faktorapa yang menyebabkan hal ini terjadi. Namun bagi warga pendatang atau yang baru mendatangiKecamatan Ciwidey, dirasakan cukup jauh dan tidak strategis.Penggunaan lahan berdasarkan pengamatan kami didominasi oleh lahan pertanian.Komoditaspertanian selain Padi yang utama disini adalah seledri. Pembahasan mengenai seledri akandipaparkan pada sub bab selanjutnya. 2. Kondisi Sosial Wilayah Jumlah Penduduk : 12.547 orang Jumlah Kepala Keluarga 3902 kk Laki – laki : 6.387 orang Perempuan : 6.160 orangSeperti yang telah disajikan dari rincian diatas, itulah beberapa aspek kondisi sosial di DesaLebakmuncang.Bila kita jabarkan lebih lanjut, dapat kita dapatkan pemahaman lebih jelasmengenai data kependudukan tersebut.Berdasarkan kewarganegaraan, penduduk Desa Lebakmuncang seluruhnya berkewarganegaraanIndonesia.Dengan komposisi Agam Islam 12.535 orang dan agama Kristen sebanyak 12orang.Pada tingkat pendidikan, sebanyak 6.438 orang mengenyam pendidikan SekolahDasar.Sebanyak 1.173 orang mengenyam pendidikan SMP.Sebanyak 415 orang mengenyampendidikan SMA dan 98 orang lainnya lulus Diploma (D3).JURNAL GEOGRAFI PERTANIAN – KELOMPOK 20
  • 6. KELOMPOKBerdasarkan mata pencahariannya, sebanyak 2.871 orang bekerja sebagai buruh.1.967 orang 2bekerja sebagai petani, sebanyak 611 orang bekerja sebagai wiraswasta dan lainnya sebagai PNS, 0pensiunan dan pedagang.Deskripsi Wilayah Desa Panundaan 1. Kondisi Fisik Wilayah Luas : 321.336 Ha Batas Wilayah Sebelah Utara : Desa Ciwidey Sebelah Selatan : Desa Alamendah Sebelah Barat : Desa Lebakmuncang Sebelah Timur : Desa Sugihmukti Ketinggian : 1.400 mdpl Topografi : Perbukitan Curah Hujan : 1800 mm / thn Suhu Udara Rata-rata : 18⁰ – 21⁰ CData tersebut diambil berdasarkan Profil Desa Lebakmuncang bulan Desember 2011.Sepertiyang telah disajikan dari rincian diatas, itulah beberapa aspek kondisi fisik Desa Panundaan.DesaPanundaam berada di Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung.Kantor Desa Panundaan beradadi pinggir jalan raya Ciwidey – Rancabali.Letaknya strategis dan mudah dijangkau.Ketika kami melihat paparan desa, memang desa ini berbentuk perbukitan dengan ketinggian1400 mdpl.Suhu yang kami rasakan lebih dingin dari Desa Lebakmuncang.Desanya memencardengan pusatnya berada di Kantor Desa tersebut. Pada daerah yang kami amati, jalannyabergelombang naik turun dengan hamparan lahan pertanian.Penggunaan lahan berdasarkan pengamatan kami didominasi oleh lahan pertanian.Komoditaspertanian selain Padi yang utama disini adalah seledri. Pembahasan mengenai seledri akandipaparkan pada sub bab selanjutnya.JURNAL GEOGRAFI PERTANIAN – KELOMPOK 20
  • 7. KELOMPOK 2. Kondisi Sosial Wilayah 2 Jumlah Penduduk : 11.647 orang 0 Jumlah Kepala Keluarga 3.467 kk Laki – laki : 5.881 orang Perempuan : 5.766 orangSeperti yang telah disajikan dari rincian diatas, itulah beberapa aspek kondisi sosial di DesaPanundaan.Bila kita jabarkan lebih lanjut, dapat kita dapatkan pemahaman lebih jelas mengenaidata kependudukan tersebut.Berdasarkan kewarganegaraan, penduduk Desa Panundaan seluruhnya berkewarganegaraanIndonesia.Dengan komposisi Agam Islam 11.612 orang dan agama Kristen sebanyak 19 orang.Pada tingkat pendidikan, sebanyak 125 orang sedang bersekolah TK. Sebanyak 340 orang (usia7-18 th) tidak mengenyam pendidikan dan 123 orang (usia 18-56 th) tidak pernah sekolah.Sebanyak 1901 orang (usia 7-18 th) sedang sekolah.Berdasarkan mata pencahariannya, sebanyak 4.792 orang bekerja sebagai buruh tani.665 orangbekerja sebagai petani, sebanyak 817 orang bekerja sebagai PNS dan lainnya sebagai pengrajin,peternak, seniman dan pensiunan.Komoditas PertanianKecamatan Ciwidey seperti pada umumnya yang berada di daerah perbukitan, memiliki suhuyang rendah dan kelembaban yang rendah.Penyinaran yang hampir merata dan curah hujan besarsekitar 2.000-3000 mm/ tahun.Angin berhembus sedang dengan kesuburan tinggi.Keadaandemikian memungkinkan pertanian holtikultura berkembang dengan baik disini.Hal itudimanfaatkan dengan baik oleh wilayah ini.Kecamatan Ciwidey memang menjadi kawasan pertanian holtikultura untuk menunjang pasokanpangan (daily goods) bagi warga Bandung Raya.Beberapa komoditas pertanian holtikulruraseperti perkebunan buah, sayuran dan pertanian palawija tumbuh subur disini.Untuk tanaman buah, terdapat strawberry yang menjadi unggulan utama pertanian holtikulturadaerah ini.Buah strawberry ini juga menjadi ciri khas daerah selatan Bandung ini.Di sepanjangjalan kita dapat menyaksikan perkebunan strawberry dengan fasilitas petik sendiri olehJURNAL GEOGRAFI PERTANIAN – KELOMPOK 20
  • 8. KELOMPOK 2pengunjung dan penjualan langsung komoditas tersebut baik dalam bentuk buah maupun produkolahan seperti dodol, sirup, kerupuk, dan lainnya. 0Mindset kami pada kawasan ini memang tertuju pada buah strawberry. Ketika kami ditempatkanpada region ini, maka yang terpikir langsung oleh kami adalah, kami akan mendapati pertanianini sebagai yang utama. Namun ternyata banyak hal lain yang bisa ditemukan disini. Padaperkembangannya, petani di daerah ini mulai mengembangkan kopi dan teh sebagai komoditaspercobaan untuk dapat dikembangkan disini.Terlihat dari pinggir jalan, mulai banyak penjualdan petani kopi luwak.Untuk tanaman sayuran, banyak jenisnya disini.Salahsatu yang menjadi unggulan adalahtanaman seledri dan bawang daun. Tanaman lain yang dikembangkan juga disini ada tomat, kol,dan tembakau. Seledri inilah yang kemudian menjadi fokus kami dalam pengamatan danobservasi lapangan. Kami berpandangan bahwa tanaman ini mempunyai ciri khas dalam prosesproduksinya, unik dan beda dengan kajian di wilayah lain juga menarik untuk diangkat kepermukaan dalam ranah akademik untuk bersama-sama menjadi perhatian. Maka pada sub babselanjutnya, pembahasan akan dikhususkan pada tanaman seledri. 1. Mekanisme Tanam dan Produksi PertanianPada bagian ini kita akan mengetahui bagaimana proses produksi pertanian pada tanamanseledri. Akan dimulai dari sejak pembibitan.Untuk dapat membuka lahan pertanian seledri, lahanyang dibutuhkan tidak terlalu banyak.Cukup beberapa puluh meter. Gambar 1 Penyiangan Tanaman SeledriJURNAL GEOGRAFI PERTANIAN – KELOMPOK 20
  • 9. KELOMPOK 2Untuk dapat memulai usaha pertanian seledri, dibutuhkan modal sekitar 5 juta rupiah. Untuksewa lahan pertanian 1400 m2 sebesar 2,5 juta per musim dan bibit seledri sekitar Rp. 300 per 0kilogramnya. Masa tanam seledri adalah 3 bulan.Dimulai dengan masa penyiangan 2 bulan danpenanaman kembali 1 bulan dengan metode tumpang sari.Lahan dapat diolah oleh sekitar 25orang dengan upah garapan Rp. 25.000 per orang.Hal yang perlu diperhatikan sebagai petani seledri adalah hama tanaman yang sangat mudahmenyerang tanaman ini. Bahkan dari seluruh biaya yang digunakan untuk menggarap lahanseledri, biaya obat hama lah yang terbesar menyedot biaya. Ini dimungkinkan karena seledrimemang rentan terhadap penyakit dan perubahan cuaca ekstrim.Sehingga pemupukan harusdilakukan 3-4 kali dalam masa tanam.Pupuk yang digunakan ada 2 macam.Pupuk dasar, yaitu pupuk kandang dan pupuk kimia(NPK).Dalam 1 kali masa tanam, pupuk yang dihabiskan bisa mencapai 250 kg per 100 tumbak/1.400 m2 lahan.Sangat besar untuk ukuran tanaman sekecil seledri.Harga pupuk dan obat punsangat mahal. Dalam 1 kali masa tanam, biaya yang dikeluarkan untuk seluruh prosespemupukan dan obat mencapai 3 juta rupiah. Lebih mahal dari harga sewa tanahnya sendiri. Gambar 2 Seledri Varietas BambyBerbicara mengenai varietas, pada kedua Desa tersebut menanam varietas seledri yang sama.Yaitu Bamby. Petani bisa mendapatkan bibit ini dari penjual bibit.Biasanya bandar petani, danada pula petani yang menyisihkan hasil tanam seledrinya utnuk dijadikan bibit.JURNAL GEOGRAFI PERTANIAN – KELOMPOK 20
  • 10. KELOMPOKKepemilikan lahan pertanian di Desa Lebakmuncang dimiliki oelh warga perorangan.Mereka 2juga tidak dinaungi kelompok tani, sehingga penggarapan lahan hanya mengandalkan 0pengetahuan dan pengalaman mereka yang sudah selama 15 tahun bertani seledri.Sedangkan diDesa Panundaan kebanyakan dimiliki oleh warga pendatang yang menanamkan saham di lahanpertanian tersebut.Sehingga warga hanya menyewa lahan atau menggarap lahan milik wargamayoritas kaya. Di Desa Panundaan, petani seledrinya sudah dinaungi oleh kelompok tani.Sehingga mereka mendapatkan informasi seputar perawatan tanaman dan pelatihan-pelatihandan pihak swasta.Hambatan yang dirasakan selama bercocok tanam seledri ini adalah, tanaman seledri ini rentanterhadap penyakit.Kebutuhan airnya cukup banyak dan harga jualnya yang cepat sekali berubah.Maka dibutuhkan keuletan, strategi dan insting terhadap pasar akan kebutuhan seledri. 2. Tata Niaga Pertanian Gambar 3 Proses distribusi Tanaman SeledriSetelah melalui proses tanam selama 3 bulan, tibalah saatnya panen seledri. Panen seledri padadua desa tersebut dilakukan setiap hari.Tidak tergantung musim, karena permintaan seledrimemang datang setiap hari untuk kebutuhan rumah tangga.Hasil pertanian seledri dapat dijuallangsung ke pasar. Pasar yang menjadi tujuan utama distribusi tanaman ini adalah pasar Ciwidey,Soreang, pasar Caringin dan pasar lainnya di kota Bandung. Selain itu, petani di DesaLebakmuncang mendapatkan pesanan dari Jakarta dan wilayah Lampung.Selain itu juga, seledridibeli oleh tengkulak.Harga jual seledri berkisar antara Rp. 3.000 – 15.000.perubahan hargaJURNAL GEOGRAFI PERTANIAN – KELOMPOK 20
  • 11. KELOMPOK 2seledri cukup cepat karena memang permintaan datang setiap waktu. Kebutuhan seledri yangdiminta untuk Desa Lebakmuncang misalnya, pasar membutuhkan 60 ton per harinya.Sehingga 0perputaran produk lebih cepat. Namun ketika produk terlalu banyak di pasaran, tentu akanlangsung terjadi penurunan harga. Dalam hal ini diperlukan kecerdikan dimana saat kita tahanpasokan barang, dan dimana saat kita harus memberikan produk ke pasar.Dari modal sekitar 5 juta tadi (yang sudah dijelaskan pada masa tanam), didapatkan laba sekitar15 juta dalam setahun.Itu setidaknya yang kami dapatkan keterangannya dari Ketua KelompokTani Caringin Asih, Bapak H. Mamat Rahmat.Untuk seledri, tidak dikembangkan pengemasanproduk lebih lanjut, karena kebutuhan hanya untuk sektor rumah tangga saja. 3. Kebijakan PemerintahSeperti yang telah disebutkan pada sub bab sebelumnya, untuk di Desa Lebakmuncang tidak adalagi bantuan pemerintah. Entah berupa kebijakan tanam, pelatihan, penentuan harga dan bantuanmodal bagi petani.Sedangkan untuk Desa Panundaan cukup beruntung, karena di Desa merekatelah dibentuk kelompok tani.Sehingga dapat dikumpulkan dan berbagi pengalaman.Utnukpelatihan dan sosialisasi, banyak diadakan oleh perusahaan swasta sekaligus untukmempromosikan produk pertanian mereka.Dari analisis yang kami lakukan, tidak adanya campur tangan pemerintah karena memang usahadan karakteristik tanaman seledri ini hanya bisa ditangani oleh masyarakat penggarap tanah danpemiliknya.Kemudian, karena pertanian seledri ini telah lama dilakukan oleh masyarakat sekitar,sehingga pemerintah merasa bahwa masyarakat telah memiliki pengetahuan yang cukup dalammengolah lahan.JURNAL GEOGRAFI PERTANIAN – KELOMPOK 20
  • 12. KELOMPOK 4. Komparasi Wilayah 2Berikut ini hasil komparasi antar dua wilayah pengamatan : Aspek Kepemilikan Desa Lebakmuncang Milik perorangan Sebagian Desa Panundaan milik 0 warga lahan pendatang dan warga desa Varietas Seledri Bamby Bamby Masa tanam 3 bulan 3 bulan Rp 300 / kg dan bisa Bibit Rp 300 / kg memakai hitungan per meter Pupuk 3 kali 3 kali Setiap hari hanya di siang Masa panen Setiap hari, siang dan malam hari Wilayah Ciwidey, Bandung Raya, Ciwidey dan Bandung Raya distribusi Jakarta dan Lampung Kelompok tani Tidak ada ada Penyuluhan Tidak ada ada Bantuan Tidak ada Tidak ada pemerintah Bantuan swasta Ada Ada Kopi, teh, tembakau, bawang Strawberry, kol, kembang Komoditas lain daun, kol, strawberry kol, bawang daunJURNAL GEOGRAFI PERTANIAN – KELOMPOK 20
  • 13. KELOMPOK SIMPULAN 2 0Daerah Ciwidey merupakan daerah perbukitan tinggin dengan elevasi 1200-1400 mdpl.Memilikicurah hujan 2500-3000 mm/thn.Keadaan Ciwideyn yang berada di daerah sejuk memungkinkanberkembanganya budidaya tanaman Holtikultura.Hal ini dimanfaatkan dengan baik denganbanyaknya tanaman pertanian dan perkebunan yang dikembangkan disini.Salahsatunya seledri.Seledri yang ditanam di Desa Lebakmuncang dan Panundaan merupakan varietas Bamby denganusia tanam sudah puluhan tahun digeluti oleh warga sekitar. Masa tanam seledri adalah 3bulan.Hanya dibutuhkan lahan kecil untuk memulai pertanian ini.Bibit dapat diperoleh daribandar petani seharga Rp. 300 per kg.Perawatan tanaman ini sangat kompleks.Dibutuhkankeuletan untuk merawatnya, karena tanaman ini rentan terhadap penyakit.Kerentanan tersebutjuga menjadi pemicu hadirnya obat-obat dan pupuk yang sangat banyak dan harus digunakanuntuk menyelamatkan seledri hingga panen.Jumlah pupuk yang dibutuhkan sekitar 250 kg.Dalam panennya, pada 100 tumbak tanah (setara 1400 m2) bisa menghasilkan 5-6 ton seledriyang siap dijual. Harga jualnya berkisar Rp. 3.000 – 15.000.kebutuhan pasar akan produk seledrisekitar 60 ton sehari. Distribusi dan penjualan hasil pertanian tidak begitu sulit.Karenapermintaan datang setiap hari dari pasar-pasar di Kabupaten Bandung, Kota Bandung, JawaBarat, Jakarta hingga ke Lampung.Hambatan yang ditemui di lapangan dalam pertanian seledri ini adalah, rentannya seledriterhadap penyakit, mahalnya pupuk dan pestisida, cuaca tidak menentu dan harga yang cepatsekali berubah.Mengenai kebijakan pemerintah, tidak ada lagi bantuan modal bagi petani, tidak ada penentuanharga, pelatihan-pelatihan dan kebijakan lainnya.Hal ini dikarenakan produk ini sudah ditanampuluhan tahun sehingga sudah cukup paham mengenai perawatan seledri.Hal lainnya karenatidak adanya saluran aspirasi lewat kelompok tani.JURNAL GEOGRAFI PERTANIAN – KELOMPOK 20