Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM)     Sebagai Kepala Puskesmas:     Sebuah Wacana Kompetensi           Nuzulul K. Putri
SK Menkes no. 128 tahun 2004 tentang Kebijakan     Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat kepala puskesmas dipersyaratkan harus ...
Organisasi dan TatalaksanaPuskesmas upaya pelayanan kesehatan di Puskesmas tidak  hanya dalam hal pengobatan (kuratif) te...
Kompetensi Sarjana KesehatanMasyarakat (SKM) Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) baik strata  satu maupun strata dua adala...
SKM dan non SKM Sebuah penelitian telah dilakukan di Kabupaten  Grobogan, Jawa Tengah tentang perbedaan  fungsi manajemen...
SKM dan non SKM Dari perbandingan kurikulum pendidikan antara SKM  dan dokter, terlihat seorang sarjana kesehatan  masyar...
Masih Wacana Efisiensi DokterBukan Wacana Kompetensi SKM terkesan masih mengganggap SKM sebagai warga  kelas dua setelah ...
Solusi yang Ditawarkan Harus ada kejelasan tentang prospek jenjang karir sarjana    kesehatan masyarakat   Bila memang S...
TERIMA KASIH...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Sarjana Kesehatan Masyarakat sebagai kepala Puskesmas

4,472

Published on

Merupakan argumen yang didasari hasil observasi terhadap kemampuan SKM menjadi kapus

Published in: Business
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
4,472
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
66
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Sarjana Kesehatan Masyarakat sebagai kepala Puskesmas

  1. 1. Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) Sebagai Kepala Puskesmas: Sebuah Wacana Kompetensi Nuzulul K. Putri
  2. 2. SK Menkes no. 128 tahun 2004 tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat kepala puskesmas dipersyaratkan harus seorang sarjana di bidang kesehatan yang kurikulumpendidikannya mencakup kesehatan masyarakat dan menempati eselon III B
  3. 3. Organisasi dan TatalaksanaPuskesmas upaya pelayanan kesehatan di Puskesmas tidak hanya dalam hal pengobatan (kuratif) tetapi juga meliputi upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif Kompleksnya upaya pelayanan kesehatan yang ada di Puskesmas menuntut adanya sebuah sistem manajemen Puskesmas yang baik meliputi perencanaan, penggerakan, pelaksanaan dan pengawasan, pengendalian dan penilaian manajemen merupakan sebuah ilmu dan seni
  4. 4. Kompetensi Sarjana KesehatanMasyarakat (SKM) Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) baik strata satu maupun strata dua adalah salah satu tenaga di bidang kesehatan yang memiliki ilmu manajemen yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat kompetensi sarjana kesehatan masyarakat khususnya jurusan administrasi kebijakan kesehatan, dalam kaitannya dengan manajemen puskesmas sudah memadai Kompetensi dokter dan dokter gigi sebagai kepala Puskesmas merupakan sebuah over qualified competence. Karena untuk menjadi seorang administrator tidak perlu belajar anatomi, biokimia dan ilmu bedah. Keterampilan dokter
  5. 5. SKM dan non SKM Sebuah penelitian telah dilakukan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah tentang perbedaan fungsi manajemen antara Puskesmas yang dikepalai oleh SKM dan non SKM Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan fungsi perencanaan, fungsi koordinasi, fungsi penggerakan, fungsi evaluasi, serta angka cakupan program kesehatan pada Puskesmas yang dikepalai oleh SKM dan Non SKM Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan fungsi manajemen antara Puskesmas yang dikepalai oleh SKM dan Non SKM pada
  6. 6. SKM dan non SKM Dari perbandingan kurikulum pendidikan antara SKM dan dokter, terlihat seorang sarjana kesehatan masyarakat lebih memiliki keahlian yang diharapkan untuk dapat menjalankan tugasnya sebagai seorang pemimpin Puskesmas Namun, keberhasilan kepemimpinan Puskesmas oleh seorang sarjana kesehatan masyarakat berpulang kembali kepada kecerdasan orang tersebut untuk mengaplikasikan ilmunya di Puskesmas Faktor pengalaman lapangan yang selama ini banyak diperdebatkan memang lebih menguntungkan dokter dan dokter gigi. Kementerian Kesehatan mewajibkan dokter yang baru lulus melaksanakan praktik selama satu tahun di Puskesmas dan rumah sakit
  7. 7. Masih Wacana Efisiensi DokterBukan Wacana Kompetensi SKM terkesan masih mengganggap SKM sebagai warga kelas dua setelah dokter dalam menjadi kepala Puskesmas Alasan yang utama masih mengakar pada dokter, belum pada market trust terhadap kemampuan SKM menjalankan manajerial kesehatan SKM masih dianggap terlalu generalis karena studi administrasi kesehatan hanya satu bagian kecil dari pelajaran mereka Kemapuan manajemen SKM juga selalu ditantang oleh kenyataan rumitnya masalah pelayanan kesehatan yang pada dasarnya dikuasai oleh dokter dan perawatadministrator bisa saja membawahi orang yang lebih tinggi tingkat pendidikannya, tetapi bisa ada semacam hambatan psikologis untuk
  8. 8. Solusi yang Ditawarkan Harus ada kejelasan tentang prospek jenjang karir sarjana kesehatan masyarakat Bila memang SKM diniati untuk bisa mengisi jabatan top management Puskesmas atau rumah sakit, maka mahasiswa kesehatan masyarakat dengan kualifikasi dan kompetensi macam apa yang berhak menduduki jabatan tersebut SKM harus dibekali secara detail baik teori maupun praktek tentang total quality management of primary care sebagai ciri khas spesifik SKM dengan dokter jenjang keprofesian SKM agar tidak dianggap sebagai bidang ilmu yang generalis Untuk menghindari penganakemasan salah satu profesi dalam menduduki jabatan kepala Puskesmas, akan lebih adil jika rekrutmen kepala Puskesmas dilakukan melalui open recruitment Yang paling utama adalah berikan kesempatan kepada
  9. 9. TERIMA KASIH...
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×