Silabus Psikologi Islam

6,972 views
6,698 views

Published on

Silabus Psikologi Islam Smester I Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

1 Comment
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
6,972
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
69
Actions
Shares
0
Downloads
141
Comments
1
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Silabus Psikologi Islam

  1. 1. SILABY<br /><ul><li>PENGERTIAN PSIKOLOGI ISLAM, SEJARAH PERKEMBANGANNYA DAN PERKEMBANGAN MANUSIA DALAM PERSPEKTIF ISLAM</li></ul>Pengertian Psikologi Islam<br />Sejarah Perkembangan Psikologi Islam<br />Perkembangan manusia dalam perspektif Islam<br /><ul><li>STRATIFIKASI PSIKIS MANUSIA DAN ELEMEN-ELEMEN PSIKOLOGI DALAM AL-QURAN</li></ul>Wawasan Al-Qur’an TentangManusia, AnalisisAtasTerminologial- Basyar, al-Ins,dan al-Insan.<br />Al-nafsSebagaiElemenDasarPsikisManusia<br />Al-Aqldan QalbSebagaiDimensiInsaniyahPsikisManusia<br />Al-ruhSebagaiDimensi Spiritual PsikisManusia<br />Al-fitrah Sebagai Identitas Esensial Psikis Manusia<br />Prinsip dan Konsep dasar Psikologi Barat dalam Perspektif Aspek-aspek Manusia Menurut Al-Qur’an<br />
  2. 2. <ul><li>KOMPONEN-KOMPONEN PSIKOLOGI DALAM PERSPEKTIF ISLAM
  3. 3. StrukturPsikisJiwaManusia Menurut Islam
  4. 4. Formulasi Struktur Psikis manusia dengan Pendekatan Filsafat
  5. 5. Formulasi Struktur Psikis Manusia dengan Pendekatan Tasawuf
  6. 6. Formulasi Struktur Psikis Manusia Menurut Islam dengan Pendekatan tafsir Tematik
  7. 7. IbadahSebagaiMotivasiUtamadalamBerprilaku
  8. 8. Struktur Kebutuhan Manusia
  9. 9. StrukturMotivasi Manusia
  10. 10. TigaDimensiFungsiPsikisManusia (Kognisi, AfeksidanPsikomotor)
  11. 11. FungsiJiwaManusia
  12. 12. StrukturKebenaran
  13. 13. KESEHATAN MENTAL DALAM PERSPEKTIF ISLAM
  14. 14. PengertianKesehatan Mental
  15. 15. MetodeImaniah
  16. 16. MetodeIslamiah
  17. 17. MetodeIhsaniah
  18. 18. Kesehatan Mental SolusiPengembanganKecerdasanQalbiah
  19. 19. SAKIT MENTAL DALAM PERSPEKTIF ISLAM</li></li></ul><li>DAFTAR PUSTAKA<br />AbdulMujib, Nuansa-nuansa Psikologi Islam, (Jakarta: Raja Grapindo Persada, 2002).<br />Sukamto,M.M,Nafsiologi; Suatu Pendekatan Alternatif Atas Psikologi, (Jakarta: Integritas,1986).<br />Al-Ragib al-Asfahaniy,Mu’jam Mufradat alfaz Al-Qur’an. Nadim Mar’asyli (ed) (Bairut-Libanon: Dar al-Fikr, tt)<br />Al-Ghazali,Majmu’at Rasailal-Imam al-Ghazaliy,al-Ajwabiyah al-Ghazaliyyah fi al-Masail al-Ukhrawiyyah, (Bairut: Dar al-Kutub al’ilmiyyah,1994)<br />Baharudin,Paradigma Psikologi Islam, studi Tentang Elemen Psikologi dalam Al-Qur’’an. (Yogyakarta: pustaka pelajar, 2007)<br />B.M. Thorne,“Behavior Analysis.” Dalam Raymound J. Corsisini (ed). Encyclopedia of Psychology, Volume 1<br />C.P. Chaplin,Kamus Lengkap psikologi, diterjemahkan oleh Kartini Kartono. (Jakarta: Rajawali, 1989)<br />Crow and Crow,Educational Psychology, terj. Z. Kasijan, Judul Psikologi Pendidikan, (Surabaya:Bina Ilmu, 1984)<br />Charles T. Taart,“Science, States of Consciousness, and Spiritual Experinces: The need for State-Specific sciences”.dalam Charles T. Tart (ed) Transpersonal Psychologies. (New York, Evanston, San Francisco, London: harper & Row Publishers, 1975)<br />Djamaluddin Ancok dan fuad Nashori,Psikologi Islam, Solusi Islam atas problem-problem Psikologi, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004)<br />Danah Zohar and Ian Marshall,SQ: Spiritual Intelligence the Ultimate Intelligence, (Soho Square, London: Vloomshury Publishing, 2000)<br />Edwin Diller Starbuck,The psychology of Religion: An Empirical Study of The Growth of religius Counciusness. (1899)<br />Frank. J. Bruno,Kamus Istilah Kunci Psikologi, terj. Cecilia G. Samekto, judul asli,”Dictionery of Key in Psychology”, (Yogyakarta: Kanisius, 1989)<br />Ibin Kutibin Tadjudin,Psikoterapi Holistik Islami, (Bandung: Kutibin, 2007)<br />Ibnu Al-Qoyyim Al-Jauziyah “MetodePengobatanNabi SAW.”<br />Ismail ‘Raji al-Furuqi,Islamization of Knowledge; Problem, Principle, and Prospective, (Virginia: International Instite of Islamic Thounght, 1409 H)<br />Navad Nurbkhsy,Psychology of Sufism. (Teheran: Khaniqihi Nikmatullah Publication,1992)<br />
  20. 20. PENDAHULUAN<br />Islam dikenalsebagai agama yang bersifat universal. Sebagaimanadijelaskandalamsurat al-Anbiya’ ayat 107 sebagai berikut:<br />وَمَا اَرْسَلْنَاكَ اِلاَّ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ<br />“dankamitidakmengutuskamu (Muhammad) melainkanuntukrahmatbagisemestaalam”.<br />
  21. 21. Djaelanidalambukunya “Islam Rahmatan Lil Alamin”, menjelaskanbahwakeuniversalan Islam itumeliputi:<br />Pertama, Islam berartitundukdanmenyerahkepada Allah SWT sertamentaati-Nya yang lahirdarikesadarandengantidakdipaksa.<br />Kedua, Islam adalahkumpulanperaturan yang diturunkanoleh Allah SWT kepadaNabi Muhammad didalamnyaterkandungperaturan-peraturantentangaqidah, ahlak, mu’amalat, dansegalaberita yang disebutdidalam al-Qur’an dan as-Sunnahadalahperintah agar disampaikankepadamanusia.<br />
  22. 22. Hal inisesuaidengankaidahdanprinsipdasar Islam untukmewujudkancita-cita Islam yang universal, yaitu:<br />HifdzuDin (memeliharakebebasanberagama),<br />HifdzuAql (memeliharakebebasannalarberpikir), <br />HifdzuMal (memeliharaataumenjagahartabenda), <br />HifdzuNafs (memeliharahakhidup), <br />HifdzuNasl (memeliharahakuntukmengembangkanketurunan).<br />
  23. 23. Kelimaprinsipdasarinilah yang jugamenjadikan Islam sebagaigarda agama rahmatanlilalamin, yang ajaransertakonsepkeagamaantidaklahekslusif (tertutup), melainkanbersifatinklusif (terbuka). Lima jaminandasarinilah yang memberikanpenampilanterhadap Islam sebagai agama yang universal, karenajaminaninitidakhanyadiberikansecaraparsialterhadapumatmanusia yang memeluk agama Islam, melainkanseluruhumatmanusiabaiksecara personal maupunkomunal.<br />
  24. 24. Islam sebagai agama yang rahmatanlilalaminjugadapatditelusuridariajaran-ajaran yang berkaitandengankemanusiandankeadilan. Dari sisikonseppengajarantentangkeadilan, Islam adalahsatujalanhidup yang sempurna, meliputisemuadimensikehidupan. Islam memberikanbimbinganuntuksetiaplangkahkehidupanperoranganmaupunmasyarakat, material dan moral, ekonomidanpolitik, hukumdankebudayaan, nasionaldaninternasional.<br />Konsepkeadilan yang padaprinsipnyaberartipemberdayaankaummiskinataulemahuntukmemperbaikinasibmerekasendiridalamsejarahmanusiayang terusmengalamiperubahansosial. Secaraumum, Islam memperhatikansusunanmasyarakat yang adildenganmembelanasibmereka yang lemah.<br />
  25. 25. Sementaraitu, universalisme (sifatrahmatanlilalamin) Islam yang tercermindalamajaran-ajaran yang memilikikepeduliankepadaunsur-unsurutamakemanusiaanitudiimbangi pula olehkearifan yang munculdariketerbukaanperadaban Islam sendiri. <br />Dari sisikemanusiaan, Islam memberikankonseppengajaran, bahwasanya Islam adalah agama dari Allah SWT yang berisikantuntunanhidup yang diwahyukanuntukseluruhumatmanusia. Untuktegaknyakehidupanmanusiadiatas planet bumiinidiperlukan; pertama, terpenuhinyakebutuhanpokokberikutsumber-sumbernyauntukmenjaminkelangsunganhidup, dankecukupan material yang dibutuhkanolehperseorangandanmasyarakat. Kedua,mengetahuidasar-dasarpengetahuantentangtatacarahidupperseorangandanmasyarakat, agar terjaminberlakunyakeadilandanketentramandalammasyarakat.<br />
  26. 26. Sebagaimanakitaketahuidalamsyari’at Islam, adaduabentukhubungan, yaituibadahdanmu’amalah yang bersumberdari al-Qur’an dansunnahRasulullah. Ibadahialahseperangkataktifitasdenganketentuan-ketentuansyari’at yang mengaturpolahubungandiantaramanusiadenganTuhannya, sedangkanmu’amalahialahusahaataupoladayahubunganantaramanusia yang satudenganmanusia yang lain sekaligusdenganlingkungansekitas. Hubunganantarasesamamanusiadisebuthablumminannas.Semuamanusiadiciptakandarisatuasal yang sama. Tidakadakelebihan yang satudari yang lainnya, kecuali yang paling baik (bertaqwa) dalammenunaikanfungsinyasebagaipemimpin (khalifah) dimukabumisekaligussebagaihamba Allah SWT.<br />
  27. 27. Demikianlah Islam menegaskanprinsippersamaanseluruhmanusia. Atasprinsippersamaanitu, makasetiaporangmempunyaihakdankewajiban yang sama. Islam tidakmemberihak-hakistimewabagiseseorangataugolonganlainnya, baikdalambidangkerohanian, maupundalambidangpolitik, sosial, ekonomidankebudayaan. Setiaporangmempunyaihak yang samadalamkehidupanmasyarakat, danmasyarakatmempunyaikewajibanbersamaataskesejahteraantiap-tiapanggotanya. Karena Islam menentangsetiapbentukdiskriminasi, baikdiskriminasisecaraketurunan, maupunkarenawarnakulit, kesukuan, kebangsaan, kekayaandan lain sebagainya. BahkanNabi Muhammad bersabda:<br />لا يؤمن احدكم حت يحب اخيه ما يحب لنفسه<br />Artinya:<br />“tidakberimanseorangkamusehinggakamumencintaisaudaramusebagaimanamencintaidirimusendiri”.<br /> Dari sinilahkonsepajaran Islam dapatdiketahuidandipelajari. Persaudaraanmanusiasemakindikembangkan, karenasesamamanusiabukanhanyaberasaldarisatubapaksatuibu (Adam danHawa) tetapikarenasatusama lain memangmembutuhkansehinggaperlusalingmenghargaidansalingmenghormati. Salingmengenal yang bisadilanjutkanmenjadisalingmenghargaidansalingmenghormatimenjadikunciketentramandankeamanandialamdunia.<br />
  28. 28. Dari perspektifkemanusiaaninilah Islam dapatdikatakansebagai agama yang rahmatanlilalamin, atau agama yang diperuntukkanbagiseluruhumatmanusia. Karenakonsepkemanusian yang tidakmemandangsecaraparsialharkatdanmartabatumatmanusia, baiksecaraindividumaupunkelompok.<br />
  29. 29. PENGERTIAN PSIKOLOGI ISLAM<br />Psikologi Islam secaraetimologi: Ilmutentangmanusiaatasdasarsumber formal Islam denganmemperhatikansyarat-syaratilmiah.<br />Psikologi Islam secaraepistimologi: Psikologi modern yang sudahmengalamifilternalisasidandidalamnyaterdapatwawasan Islam.<br />
  30. 30. RUANG LINGKUP PSIKOLOGI ISLAM<br />AspekJismiah: Bentukperadabannyadapatdihimbauolehmanusia, sepertiterdapatdalamsurat At-Tin ayat 4,<br />لَقَدْ خَلَقْنَا اْلاِنْسَانَ فِى اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ.<br />“SesungguhnyaKamitelahmenciptakanmanusiadenganbentuk yang sebaik-baiknya”.<br />AspekNafsiyah:SubstansiPsikofisikmanusia, dimanaaspekjasadibercampurdenganaspekruh (antarabadandanruh) yang <br />menciptakansifat-sifatpotensial, sepertiinginmarahkarenaadaemosididalamjiwanya.<br />
  31. 31. Aspek Nafsiyah terbagi kepada 3 dimensi<br />DimensiKalbu: Memilikiinsting yang disebutcahayaketuhanan.<br />Dimensi Akal: SecaraetimologiadalahAl-Imsak/menahan, Ar-Riba/ikatan, Al-Man’uataumencegahdan An-Nahyi/melarang.<br />DimensiNafsu: Secaraterminologidisebutdayakarsa, sepertiberbuat, berkeinginandll.<br />

×