ONTOLOGIEPISTEMOLOGI METODOLOGI   Nur Azizah
ONTOLOGYEPISTEMOLOGYMETHODOLOGY   METHOD  TECHNIQUES    Application   Research Task
Ontologi• Setiap posisi teoritik (yang meng-kerangkai  setiap proyek penelitian) didasarkan pada suatu  posisi filsafat da...
Epistemologi• teori ttg bagaimana memperoleh pengetahuan  ttg dunia. Kita perlu epistemologi (teori ttg  pengetahuan).  – ...
Epistemologi•   posisi epistemology mencerminkan cara pandang peneliti tentang apa yang dapat    diketahui tentang dunia d...
Epistemologi• Sekarang kita beranjak pada pertanyaan kedua. Jika seorang  peneliti dapat mengidentifikasi hubungan-hubunga...
Methodology• Epistemology : teori umum tentang bagaimana  mencari pengetahuan.• Agar bisa diterapkan dalam penelitian, sua...
Metodologi• Menurut Sarantakos, metodologi dapat didefinisikan dengan dua  cara.• Pertama, dalam pengertian yang praktis m...
Metodologi• Kedua, dalam pengertian yang lebih abstrak filosofis, metodologi  dapat didefinisikan sebagai prinsip-prinsip ...
Method & Technique• Dalam setiap methodology ada banyak method yg bisa diterapkan.   – Dalam method ada aturan, resep ttg ...
Rangkaian Kegiatan Ilmiah
Ontology: Two PositionsOBJECTIVIST              SUBJECTIVIST• Observers:             • Observers  – Disinterested         ...
Ontology/ Ontological position  EpistemologyTabel Posisi Ontologis, Epistemologis, dan Metodologis                        ...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Ontology, epistemology & methodology nur azizah-edit

2,257

Published on

ne kuliah bu azizah

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
2,257
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
59
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ontology, epistemology & methodology nur azizah-edit

  1. 1. ONTOLOGIEPISTEMOLOGI METODOLOGI Nur Azizah
  2. 2. ONTOLOGYEPISTEMOLOGYMETHODOLOGY METHOD TECHNIQUES Application Research Task
  3. 3. Ontologi• Setiap posisi teoritik (yang meng-kerangkai setiap proyek penelitian) didasarkan pada suatu posisi filsafat dasar, suatu ontologi – Suatu teori ttg eksistensi – Suatu pemahaman ttg apa yg nyata terjadi.• Ontologi adalah ilmu tentang “being” (berasal dari bahasa Yunani yang berarti existence/keberadaan). – Apakah realita tentang dunia memang ada dan bersifat independent ?
  4. 4. Epistemologi• teori ttg bagaimana memperoleh pengetahuan ttg dunia. Kita perlu epistemologi (teori ttg pengetahuan). – Semua proyek penelitian didasarkan pada posisi epistemologis dasar. – Epistemologi membimbing perumusan masalah, penilaian teori, pemilihan teknik yang tepat untuk penelitian empirik, dan terutama, interpretasi hasilpenelitian.
  5. 5. Epistemologi• posisi epistemology mencerminkan cara pandang peneliti tentang apa yang dapat diketahui tentang dunia dan bagaimana kita dapat mengetahuinya. Epistemologi adalah teori tentang ilmu pengetahuan (knowledge).• Terdapat dua pertanyaan mendasar. Dapatkah seorang peneliti mengidentifikasi hubungan-hubungan „obyektif‟ atau „real‟ antara fenomena social ? Jika dapat, bagaimana caranya ? Pertanyaan pertama akan dijawab secara berbeda oleh peneliti fondationalist dan anti foundationalis.• Anti fondationalis akan menjawab bahwa tidak ada dunia yang „real‟ yang dapat eksis secara independent dari pemaknaan actor yang melekat dalam setiap tindakannya dalam mengungkap pengetahuan tersebut. Menurut anti foundationalist, tidak ada peneliti yang dapat bersifat „obyektif‟ karena peneliti tersebut hidup dalam dunia social dan ikut dipengaruhi oleh konstruksi social tentang „relitas‟.• Pendapat ini sering disebut double hermeneutic. Double hermeunetic berpendapat bahwa dunia itu dinterpretasikan oleh actor (hermeunetic level pertama), dan kemudian interpretasi tersebut diinterpretasikan lagi oleh peneliti yang lain (hermeunetic level kedua).
  6. 6. Epistemologi• Sekarang kita beranjak pada pertanyaan kedua. Jika seorang peneliti dapat mengidentifikasi hubungan-hubungan „obyektif‟ atau „real‟ antara fenomena social, bagaimana caranya ? Apakah peneliti dapat melakukan observasi secara langsung ? Atau ia mengakui bahwa hubungan-hubungan dalam fenomena social tersebut memamng „real‟ tetapi tidak dapat diobservasi secara langsung ? Jawaban-jawaban tentang cara mengetahui ini menentukan posisi epistemologis seorang peneliti.• Posisi epistemologis tersebut dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu cara scientific (sering disebut positivis) dan cara hermeunetic (interpretist).
  7. 7. Methodology• Epistemology : teori umum tentang bagaimana mencari pengetahuan.• Agar bisa diterapkan dalam penelitian, suatu epistemology harus dirumuskan secara konkret (plan of action, research design)  methodology• Methodology memberi aturan ttg bgmn penelitian dilakukan kalau ingin dianggap valid. – Ini memungkinkan hasil penelitian utk dinilai atau diulang oleh peneliti lain.
  8. 8. Metodologi• Menurut Sarantakos, metodologi dapat didefinisikan dengan dua cara.• Pertama, dalam pengertian yang praktis metodologi dapat didefinisikan sebagai sebuah model penelitian.• Dalam hal ini metodologi identik dengan sebuah model penelitian yang digunakan oleh seorang peneliti dalam sebuah penelitian tertentu, yang didalamnya mencakup pengetahuan dasar terkait dengan subyek dan metode penelitian yang digunakan, serta kerangka kerja yang digunakan dalam sebuah konteks yang partikular.• Dalam definisi ini, ragam metodologi bisa jadi sama jumlahnya dengan jumlah penelitian yang ada.
  9. 9. Metodologi• Kedua, dalam pengertian yang lebih abstrak filosofis, metodologi dapat didefinisikan sebagai prinsip-prinsip penelitian yang diturunkan dari pilihan paradigma yang digunakan.• Metodologi dalam definisi seperti ini dipandang sebagai prinsip- prinsip penelitian yang terkait erat dengan paradigma yang digunakan dan diterjemahkan sebagai panduan dalam praktek penelitian.• Di antara kedua kutub ekstrim tersebut, rmuncul pula berbagai definisi metodologi yang lain : muncul istilah „metodologi feminis‟, „metodologi Marxist‟ dan sebagainya. (Sarantakos, 1993, p. 32)
  10. 10. Method & Technique• Dalam setiap methodology ada banyak method yg bisa diterapkan. – Dalam method ada aturan, resep ttg bgmn kumpulkan, analisis & sajikan data.• Suatu method terdiri dari berbagai technique tentang bagaimana melakukannya – Contoh: Metode penelitian kualitatif menerapkan berbagai technique pengumpulan data.• Setiap technique atau method yg dipakai harus disesuaikan dg masalah penelitian & konteks yg diteliti.• Seringkali perlu method triangulation - kombinasi beberapa metode penelitian.
  11. 11. Rangkaian Kegiatan Ilmiah
  12. 12. Ontology: Two PositionsOBJECTIVIST SUBJECTIVIST• Observers: • Observers – Disinterested – Partisan-participant – Dispassionate – No neutral vantage• The external reality point from which the political can be viewed exists independently objectively. of the observers‟ conception of it • The observers‟ ideas influence their behavior and the political context
  13. 13. Ontology/ Ontological position EpistemologyTabel Posisi Ontologis, Epistemologis, dan Metodologis Posisi Ontologis Foundationalisme Anti-Foundationalisme Posisi Epistemologis Interpretivism/ Positivism Realism Hermeneutika Posisi Metodologis Post Positivis Strukturalis Interpretif strukturalis
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×