Your SlideShare is downloading. ×

Peran pendidikan paud dalam membangun karakter anak bangsa

16,438

Published on

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
16,438
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
176
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan anak usia dini adalah pendidikan yang berkaitan dengan anak dan ini menandakan proses pembelajaran harus dalam keadaan menyenangkan dan menarik. Seringkali proses pembelajaran menjadi tidak menyenangkan karena saat menyampaikan cerita dan tema pada anak tidak menarik karena teknik bercerita/mendongeng dan media yang digunakan pendidik tidak menarik. Yang akhirnya proses penerimaan pesan tidak optimal. Untuk hal itu, seorang pendidik yang akan menjadi pendamping anak dalam proses kegiatan belajar dan bermain harus mempunyai metode yang menarik, agar anak dapat menerima pesan yang disampaikan oleh pendidik menjadi optimal. Metode pengajaran dapat berupa dongeng, bercerita, permainan bahasa, sandiwara boneka, bercakap-cakap, dramatisasi, bermain peran, karya wisata, demontrasi, metode pemikiran dan perasaan terbuka, dan pemanasan atau apersepsi. Metode tersebut mempunyai tujuan secara khusus sekalipun kadang-kadang antara metode yang satu dengan metode yang lain mempunyai tujuan yang sama. Hal itu dapat dilihat dalam buku “Pedoman Guru Bidang Pengembangan Berbahasa di Taman Kanak-Kanak” yang dijelaskan: Metode bercerita mempunyai tujuan melatih daya tangkap, melatih daya pikir, melatih daya konsentrasi, membantu perkembangan fantasi, menciptakan suasana menyenangkan, dan akrab di kelas. Metode permainan bahasa mempunyai tujuan anak mengerti apa yang dikatakan kepadanya, anak pandai memusatkan perhatiannya pada apa yang didengarnya, anak pandai menarik kesimpulan dan apa yang sudah didengarnya, dan anak suka mendengarkan pembicaraan orang lain. Metode sandiwara boneka mempunyai tujuan melatih daya tangkap, melatih daya pikir, melatih daya konsentrasi, melatih membuat kesimpulan, membantu perkembangan intelegensi, membantu perkembangan fantasi, dan menciptakan suasana senang di kelas. 1
  • 2. Metode bercakap-cakap mempunyai tujuan mengembangkan kecakapan dan keberanian, menyampaikan pendapat kepada orang lain, memberi kesempatan untuk berekspresi secara lisan, memperbaiki lafal dan ucapan, dan mengembangkan intelegensi. Metode dramatisasi mempunyai tujuan memberi kesempatan yang sebaik-baiknya kepada anak untuk mengekpresikan diri dan memenuhi kebutuhan meniru. Metode mengucapkan syair mempunyai tujuan memupuk persamaan irama dan perasaan estetis, memperkaya perbendaraan kata, dan melatih daya ingatan. Metode bermain peran mempunyai tujuan melatih daya tangkap, melatih daya konsentrasi, melatih membuat kesimpulan, membantu perkembangan intelegensi, membantu perkembangan fantasi, dan menciptakan suasana senang. Metode karya wisata mempunyai tujuan mengenal lingkungan secara langsung membantu perkembangan intelegensi, dan menambah perbendaharaan bahasa. Untuk menjadikan agar anak tertarik terhadap pesan cerita atau penyampaian tema yang disampaiakan oleh pendidik sebijaknya guru untuk dapat berkreatifitas dan berinovasi dalam menggunakan metode pembelajaran. Berdasarkan pengalaman yang dilaksanakan penulis sebagai guru di sentra bahan alam yang setiap kegiatan menggunakan celemek, penulis melaksanakan inovasi kreatifitas menggunakan celemek bercerita sebagai cara untuk mendongeng dan bercerita pada anak. Berdasarkan pengalaman tersebut penulis memilih judul “Kreatifitas Mendongeng Menggunakan Celemek Berbisik di Sentra Bahan Alam”. B. Rumusan Masalah Untuk memudahkan pembahasan, makalah ini memuat rumusan malah yaitu: 1. Bagaimana cara agar anak tertarik ketika guru sedang bercerita? 2. Cerita apa yang sesuai dengan anak usia dini? 3. Sejauh mana kreativitas pendidik anak usia dini melalui mendongeng dengan media celemek? 4. Bagaimana implementasi Celemek Berbisik digunakan sebagai media dalam mendongeng di KB Plamboyan 3 Kota Karawang? C. Tujuan Makalah Tujuan penulisan ini adalah: 1. Untuk mengetahui cara agar anak tertarik ketika guru sedang bercerita 2. Untuk mengetahui cerita yang sesuai dengan anak usia dini 2
  • 3. 3. Untuk mengetahui kreativitas pendidik anak usia dini melalui mendongeng dengan media celemek. 4. Untuk mengetahui implementasi Celemek Berbisik digunakan sebagai media dalam mendongeng di KB Plamboyan 3. 5. Salah satu syarat lomba karya nyata apreseasi PTK PAUDNI berprestasi tingkat provinsi Jawa Barat Tahun 2013. 3
  • 4. BAB II PROFILE LEMBAGA PAUD PERCONTOHAN PLAMBOYAN 3 A. Sejarah dan gambaran umum Status Lembaga PAUD Plamboyan 3 tercatat pada Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang PO tanggal 03 Juli 2006 tentang Nomor : 421.9/ 3094 / PLS- Penetapan Kelompok Penyelenggara Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Jenis Kelompok Bermain (KB) Kabupaten Karawang Tahun 2006 dan Nomor. 421.9/343/PNFI Tanggal 2 Maret Tahun 2009 Jenis PAUD Kelompok Bermain. Dan diperkuat dengan Akta Notaris Tanggal 14 Nopember 2009 Nomor. 14 serta Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) : 21.088.934.1-408.000. Awal berdiri pada bulan Agustus 2002 dan di resmikan tanggal 16 September 2002. PAUD ini pertama kali didirikan oleh Kader-kader Posyandu Plamboyan 3 yang difasilitasi oleh Ibu Enah Suminah, M.Pd dari Direktorat PAUD Depdiknas RI sebagai program uji coba PAUD Jenis Satuan PAUD Sejenis yang terintegrasi Posyandu yang dikepalai atau dibawah pengelolaan Ibu Lilis Holilah, S.Pd. Untuk pertama kalinya sekitar tahun 2002 kegiatan Pos PAUD Plamboyan 3 menempati majelis Ta’lim Al Hasanah Rt/Rw. 01/11 Kelurahan Karawang Kulon. Kegiatan pada mulanya dilakukan 1 kali dalam sebulan. Kemudian sekitar tahun 2003 pindah tempat ke Rumah Bapak H. Samin/Bu Hj Nenah, dan kegiatan berlangsung 3 kali dalam satu minggu. Alhamdulillah pada tahun 2009 dengan eksistensi dan pengembangan pelayanan dan pengembangan kelembagaan pada tahun 2009 Paud Plamboyan 3 memiliki bangunan sendiri dengan luas tanah 1440 m2 yang berlokasi di RT 06 RW 22 (Tempat Kegiatan Sekarang ini) yang merupakan sumbangan dari penyelenggara yang begitu peduli akan pendidikan pada khususnya pendidikan anak usia dini. Setelah pindah kelokasi baru PAUD Plamboyan 3 menambah frekuensi kegiatan, yang semula pada tahun 2002 adalah 1 kali dalam dalam sebulan ditingkatkan menjadi 3 kali dalam seminggu, dan mulai dari tahun 2009 menjadi 5 kali dalam seminggu karena hasil kesepakatan orang tua dan 4
  • 5. pendidik paud. Begitu juga perkembangan jumlah WB yang semula hanya sekitar 35 anak, Setelah hampir 7 (tujuh) tahun berjalan sudah terlayani kurang lebih sebanyak 429 anak. Perkembangan jumlah Warga Belajar menunjukan perkembangan yang sangat signifikan dan terbukti jumlah Warga Belajar yang masuk pada lembaga paud plamboyan 3 minimal melayani 80 anak per tahunnya sampai dengan sekarang (tahun ajaran 2013/2014). Tahun 2012 alhamdulillah atas eksistensi dan kerja keras dan prestasi pada lomba keteladanan paud tingkat nasional pada tahun 2006 serta prestasinya yang bisa bertahan karena dari 20 uji coba paud Direktorat Paud pada tahun 2002 paud plamboyan 3 adalah salah satu yang bertahan dan mengembangkan lembaga paud yang mandiri dan penerapan pembelajaran dengan model sentra dan lingkaran dengan kurikulum berbasis kompetensi, akhirnya Paud Plamboyan 3 menjadi PAUD Percontohan tingkat Kabupaten yang menjadi rujukan untuk study banding, magang dan berbagi wawasan tentang pengelolaan dan pembelajaran dalam rangka meningkatkan kualitas pendidik paud dan meningkatkan layanan paud khususnya pada jalur non formal. Adapun alamat Paud Percontohan Plamboyan 3 berada di pusat kota karawang yang memempunyai akses yang berada di jantung kota karawang, walaupun kesan pertama yang di jumpai adalah masuk gang sempit, namun saat kita masuk gerbang paud plamboyan 3 kelihatan asri oleh hijaunya pohon, kantor sekretariat yang sangat nyaman, ruang belajar berbasis sentra dengan 6 sentra yang tertata dengan rapi, ruang sentra bahan alam yang menyesuaikan dengan situasi alam, toilet anak terdapat 4 lokal, westafel dan tempat wudhu anak yang cukup memadai, taman bermain dan out bond mini beserta alat main yang bervariasi dan bervaratif dan di buat sendiri oleh penyelenggara, panggung kreatifitas anak dan lapangan bermain dan biasa juga digunakan upacara cukup luas, dan satu lagi ada aula serba guna yang bisa di gunakan untuk berbagai kegiatan baik untuk anak, kegiatan orang tua ataupun untuk magang dan study banding pendidik. 5
  • 6. B. Sarana dan Prasarana Untuk melihat sarana apa saja yang ada di PAUD Percontohan Plamboyan 3 dapat di lihat paa tabel berikut ini : Tabel.1 Luas Tanah dan Bangunan No Uraian Jumlah Luas Kondisi 1. Ruang Tamu 1 3 m2 Baik 2 2. Ruang Kantor 1 4,5 m Baik 3. Ruang Administrasi 1 3 m2 Baik 2 4. Ruang Guru 1 4m Baik Ruang Kelas/Sentra 5. 6 720 m2 Baik Pembelajaran 6. Taman Bermain 1 340 m2 Baik 7. Panggung Kreatifitas 1 6 m2 Baik 2 8. Aula/Ruang Serbaguna 1 240 m Baik 9. Toilet/Wc 1 6 m2 Baik 2 10. Halaman Parkir 1 16 m Baik 2 11. Dapur 1 2,5 m Baik 12. Gudang 1 2 m2 Baik Ruang Tunggu Orang 13 1 90 m2 Baik Tua 14. Ruang Tidur Anak 1 3 m2 Baik Jumlah 1440 Sumber : Data PAUD Percontohan Plamboyan 3 Tahun 2013 6
  • 7. No Uraian Tabel.2 Sarana Belajar Jumlah Kondisi 1. Rak Mainan 6 buah Baik 2. Lemari 5 buah Baik 3. Loker/Tempat Barang Anak 9 buah Baik 4. Papan Tulis 6 buah Baik 5. Papan Tempel 4 buah Baik 6. Komputer dan Printer 1 set Baik 7. Karpet 7 buah Baik 8. Meja dan Kursi Pendidik 5 Buah Baik 9. Meja dan Kursi Anak 98 set Baik 10. Tempat Tidur 2 buah Baik 11. Rak Sepatu 8 buah Baik Sumber : Data PAUD Percontohan Plamboyan 3 Tahun 2013 Tabel.3 Alat Permainan Luar Uraian Jumlah No Kondisi 1. Sepeda Anak 2 Buah Baik 2. Perosotan 2 Buah Baik 3. Perosotan Roll 1 Buah Baik 4. Jungkitan 3 Buah Baik 5. Bak Pasir 1 Buah Baik 6. Ayunan 4 Buah Baik 7. Out Bond Mini 1 Set Baik 8. Tangga majemuk 2 Buah Baik 9. Mandi Bola 1 lokal Baik 1 set Baik 1 buah Baik 10. Musik Pipa Paralon 11. Pipa berbisik Sumber : Data PAUD Percontohan Plamboyan 3 Tahun 2013 7
  • 8. Tabel.4 Alat Permainan Dalam Uraian Jumlah Kondisi No 1. Balok Unit Type 780 2 set Baik 2. Balok Unit Tipe 100 4 set Baik 3. Balok Unit Karakter 2 set Baik 4. Lego 10 box Baik 5. Boneka 12 bh Baik 6. Alat Musik 4 set Baik 7. Alat Memasak 3 set Baik 8. Kartu Angka dan Huruf 8 bh Baik 9. Cermin 6 bh Baik 10. Kerincingan 6 bh Baik 11. Alat Jahit 7 bh Baik 12. Puzzle 18 bh Baik 13. Meronce 8 bh Baik 14. Papan Jahit 20 bh Baik 15. Rambu Lalu lintas 3 set Baik 16. APE Limbah 6 jenis Baik 17. Krayon/Pensil Warna 80 bh Baik 18. APE Sentra Ibadah 1 set Baik 19. APE Sentra Main Peran 1 set Baik 20. APE Bahan Alam 1 set Baik 21. APE Sentra Seni 1 set Baik Sumber : Data PAUD Percontohan Plamboyan 3 Tahun 2013 4.1.1.3 Visi, Misi dan Tujuan Dalam pelaksanaan kegiatan sebagai lembaga pendidikan yang bergerak dalam pendidikan anak usia dini PAUD Percontohan Plamboyan 3 menjabarkan Visi dan Misi dalam upaya mengembangkan lembaga dan arah tujuan dari pengembangan lembaga paud adalah sebagai berikut : 8
  • 9. Visi Mewujudkan Anak Usia Dini yang Sehat Cerdas Ceria dilingkungan masyarakat Karawang Kulon dan Menjadi Pusat Unggulan PAUD di Kabupaten Karawang Misi - Melaksanakan program Pendidikan Anak Usia Dini berkualitas, Beriman dan bertaqwa, yang sehat Jasmani dan rohaninya , juga turut serta mempersiapkan anak usia dini memasuki Pendidikan Dasar. - Menjadi Pusat Percontohan bagi lembaga PAUD Non Formal di Kabupaten Karawang dan Ikut Pro Aktif Meningkatkan mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan - Melaksanakan proses pembelajaran dengan Learning by Playing, Learning by Experience, Learning by Explorer dan Aktive Learning Tujuan Menjadi lembaga pendidikan anak usia dini yang berprestasi, unggul, serta memberikan stimulasi pendidikan yang sesuai dengan usia, pertumbuhan dan perkembangan anak guna mempersiapkan anak memasuki pendidikan dasar. 4.1.1.4 Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dalam melaksanakan proses penyelenggaraan pendidikan tidak lepas dari peran seorang pengelola untuk melaksanakan manajemen dan pengelolaan selain itu juga peran pendidik serta guru yang akan menjadi ujung tombak dari pelaksanaan pembelajaran yang bersentuhan langsung dengan anak didik. Latar belakang Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUD Percontohan Plamboyan 3 bervariasi ada yang berpendidikan SMA sebanyak 9 dan ada juga yang berasal dari Sarjana, namun Sarjanapun 9
  • 10. bukan dari background pendidikan anak usia dini tetapi Sarjana Pendidikan dasar 2 Orang dan 1 orang dari Sarjana Komputer. Walaupun tidak semua pendidik berlatar belakang Sarjana, namun peningkatan mutu selalu rutin dilaksanakan, baik itu melalui Seminar, Workshop, Diklat PAUD ataupun study banding dan magang. Berikut adalah data pendidik dan tenaga kependidikan PAUD Percontohan Plamboyan 3. Tabel.5 Daftar Pendidik dan Tenaga Kependidikan NO. NAMA TEMPAT TANGGAL/ LAHIR L/P PEND. 1. Eman Endah Suryana Karawang, 7 Februari 1962 L STM 2. Lilis Holilah, S. Pd Karawang, 9 Juni 1965 P 3. Devi Sulaeman, S.Kom Tasikmalaya, 11-Jan-1983 4. Nopi Endah Ekawati 5. JABATAN PELATIHAN YANG PERNAH DIIKUTI Penyelenggara Pelatihan Tutor PAUD 2005 S1 Pengelola Observasi + Pelatihan di TK Istiqlal sll L S1 Seksi Kurikulum/ Kemitraan Observasi + Pelatihan di TK Istiqlal Karawang, 7 Januari 1986 P S1 Bendahara / Guru Observasi + Pelatihan di TK Istiqlal dll Mimin Aminah Karawang, 6 April 1985 P D II Sekretaris / Guru Observasi + Pelatihan di TK Istiqlal dll 6. Yati Nurhayati Karawang, 11 Mei 1963 P SMA Guru Observasi + Pelatihan di TK Istiqlal dll 7. Eneng Siti Rohanah Karawang, 9 September 1963 P SMA Guru Observasi + Pelatihan di TK Istiqlal dll 8. Asri Sri Faniar Karawang, 1 Maret 1992 P SMA Guru Pelatihan BCCT dll Magang di Istiqlal 9. Tisha Yulinati Subang, 18 Juli 1993 P SMA Guru Pelatihan BCCT dl Magang di Istiqlal l 10. Nur Najmunnisa Bogor, 21 Juni 1992 P SMA Guru Pelatihan BCCT Magang di Istiqlal 11. Ida Apriyani Jakarta, 4 April 1981 P PGTK Guru Pelatihan BCCT 12. Oyah Rokayah Karawang, 14 Feb 1964 P SMA Guru Pelatihan BCCT Magang di Istiqlal 10
  • 11. C. Peserta Didik Peserta Didik yang dilayani di PAUD Plamboyan 3 adalah Usia 2-6 Tahun yang berasal dari wilayah Kecamatan Karawang Barat pada khususnya dan Kecamatan SekitarKarawang Barat pada Umumnya. Jumlah peserta didik pada tahun 2013/2014 pada PAUD Plamboyan 3 sebanyak 72 Orang (data terlampir). Adapun rekapitulasi per usia layanan paud plamboyan 3 adalah sebagai berikut : Tabel.6 Rekapitulasi Peserta Didik Usia Lakilaki Perempuan Keterangan 0 tahun Usia 3 bulan sampai dengan sebelum ulang tahun ke 1 1 tahun Usia 1 tahun sampai dengan sebelum ulang tahun ke 2 2 tahun Usia 2 tahun sampai dengan sebelum ulang tahun ke 3 3 tahun 5 3 Usia 3 tahun sampai dengan sebelum ulang tahun ke 4 4 tahun 9 6 Usia 4 tahun sampai dengan sebelum ulang tahun ke 5 5 tahun 16 8 Usia 5 tahun sampai dengan sebelum ulang tahun ke 6 6 tahun 13 11 Usia 6 tahun sampai dengan sebelum ulang tahun ke 7 ≥ 7 tahun Usia 7 tahun atau lebih yang masih duduk di PAUD D. Kegiatan Pembelajaran Pelaksanaan Pembelajaran di PAUD Percontohan Plamboyan 3 dilaksanakan dari Senin s/d Jum’at dengan Jam Pembelajaran 07.30 s/d 10.30. Pembelajaran harian di PAUD Plamboyan 3 berbasis Sentra Lingkaran, dalam satu hari berputar dan terjadwal anak per kelompok usia yang akan melaksanakan pembelajaran di 6 Sentra Pembelajaran (Sentra Ibadah, Sentra Balok, Sentra Main Peran, Sentra Persiapan, Sentra Seni dan Kreatifitas dan Sentra Bahan Alam). 11
  • 12. Tabel.7 Rekapitulasi Peserta Didik JADWAL PUTARAN SENTRA SEMESTER II TAHUN AJARAN 2012/2013 HARI SENIN SELASA RABU KAMIS JUM'AT NAMA SENTRA IBADAH BALOK MAIN PERAN PERSIAPAN ALAM SENI DAN KREATIFITAS Keterangan : Kuning 3 Tahun, Biru 4 Tahun, Orange 4 Tahun, Ungu 5 Tahun, Merah 5 Tahun, Hijau 5 Tahun, Adapun jadwal kegiatan harian yang dilaksanakan adalah sebagai berikut : 07:00 – 07:30 : Menyiapkan alat permainan. Menyambut kedatangan anak dan orang tua. Jurnal pagi (melihat perkembangan anak dan melakukan dialog dengan anak), kegiatan berupa menggambar, bercakap-cakap dan mendengarkan Bermain bebas dan lain-lain). Atau Kegiatan Transisi dari rumah ke sekolah. 07.30-08.00 Kegiatan Pijakan lingkungan bermain (lingkaran 2) berupa gerakan motorik kasar anak dan ice breaking di taman bermain. Toilet Training 08.00-08.30 Kegiatan Rutin PAUD 12
  • 13. (Senin dan Rabu Shalat Dhuha, Selasa Kegiatan Tari-tarian, Kamis Kegiatan Senam dan Jum’at Seni Musik. 08.30-09.30 Pijakan Sebelum dan Saat Main Kegiatan di Sentra Pembelajaran berdasarkan jadwal 09.30-10.00 Istirahat, Toilet Training dan Makan Bersama 10.00-10.30 Pijakan Setelah Main 10.30 Pulang 13
  • 14. BAB III PEMBAHASAN KREATIVITAS MENDONGEN DENGAN MENGGUNAKAN CELEMEK BERBISIK DI SENTRA BAHAN ALAM A. Pengertian PAUD atau Pendidikan Anaka Usia Dini memiliki peranan yang sangat penting dalam usaha meningkatkan kesejahteraan bangsa khusunya dalam bidang investasi pendidikan paling awal dalam mengatasi krisis karakter anak bangsa yang terjadi saat ini. Oleh karena itu PAUD merupakan tempat yang paling dasar dalam pendidikan anak. Untuk lebih memahami nya lagi perlu diketahui apa itu PAUD. PAUD adalah pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani serta rohani anak didik di luar lingkungan keluarga sebelum pendidikan dasar, yang diselenggarakan di jalur pendidikan luar sekolah. Definisi yang merujuk pada UU (Undang-undang) No. 20 tahun 2003. Pemberian pendidikan pada anak usia dini sangatlah menetukan masa depan anak, melalui PAUD anak dilatih untuk mengembangkan kecerdasan dan potensi yang dimilikinya serta penanaman karakter yang dilakukan terus menerus hingga menjadi kebiasaan yang baik. Semua itu tidak akan terjadi jika tidak ada peran pendidik. Karena pendidik adalah orang yang memberikan informasi dan arahan. Peran pendidik pada tingkatan anak usia dini memiliki perbedaan dengan pendidik pada sekolah tingkat selanjutnya. Pendidik pada tingkat pendidikan anak usia dini harus dapat menarik perhatian anak, lebih kreativ, dan mengajarkan anak tidak seperti menggurui atau melakukannya dengan pembelajar yang kalsikal. Metode pengajaran harus bervariasi dan media-media di gunakan juga harus bervariasi. Salah satu metode penyampaian materi adalam mendongeng. Mendongen merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan bila kita menyajikannya penuh dengan ekspresi dan menggunaka media-media yang menaraik. Salah satu media yang kita terapkan di lembaga kelompok bermain Plamboyan 3 adalah media celemek yang di kreasikan menggunaka kain planel sehingga dapat mensajikan tokoh-tokoh cerita secara 3 dimensi. Media ini sangat membuat anak-anak tertarik untuk memerhatikan pendidik pada saat bercerita. Celemek yang diberi 14
  • 15. julukan oleh anak-anak Celemek Berbisik ini merupakan kreativitas yang di lakukan oleh guru-guru kelompok bermain Plamboyan3. B. Teknik Agar Anak Tertarik Ketika Guru Sedang Bercerita Yang harus disiapkan oleh pendidik sebelem mendongen kepada anak-anak adalah persiapan teknik yang haruh kita latih dulu sebelumnya. Karena kalau pendidik mendongen dengan cara yang biasa atau hanya membaca buku saja itu membuat minat anak terhadap kita berkurang, untuk itu ada hal-hal yang harus dilatih diantaranya adalah: 1. Vokal merupakan alat utama kita untuk mendongeng. Dalam mendongeng vokal dibagi menjadi dua yaitu, vokal penokohan dan vokal ilustrasi. Vokal penokohan adalah suara-suara untuk tokoh dongen yang akan kita ceritakan, vokal penokohan dapat dilatih melalui suara kecil, sedang, dan besar. Vokal ilustrai ada suara-suara tambahan dalam mendongeng seperti suara angin, hujan, helikopter, dan lain-lain. 2. Gerak atau gestur tubuh kita, gerak dalam mendongeng terbagi menjadi dua yaitu, gerak halus dan gerak kasar. Gerak halus adalah gerakan mimik muka. Mimik muku meliki andil yang penting juga dalam mendongen, karena perubahan mimik muka akan membedakan setiap situasi yang diceritakan. Gerak kasar adalah body language kita, kita dapat menggunakan nya ketika kita mendongeng tanpa media sama sekali. Gerakan kasar menirukan tokoh yang di ceritakan. Selaian vokal dan gerak kita pun harus menyediakan media untuk mendongeng, dalam hal ini media yang digunaka berupa celemek. Pemilihan celemek terinpirasi oleh kegiatan yang dilakukan di sentra bahan alam yang kegiatan pada saat main nya menggunakan celemek. Untuk membuat media celemk ini bahan dan alat yang harus disiapkan adalah: - Celemek - Kain planel - Jarum - Benang - Gunting - Lem fox - Prepetan 15
  • 16. Cara pembuatannya Pembuatan baground pada celemek - Tentukan cerita apa yang akan di ceritakan, untuk menentukan pembuatan beground pada celemek. - Setelah menentukan baground, buatlah pola pada kain planel. - Setelah pola untuk baground selesai tempel diatas celemek. - Kemudian jahit prepetan kasar di beberapa titik di atas celemek. pembuatan tokok-tokoh cerita - Tentukan tokoh apa saja yang ada didalam cerita. - Buat dua pola dari tiap tokohnya. - Agar terkesan 3 demensi, dua pola tersebut di jahit dan di isi oleh kapas. - Kemudian pada bagian belakangnya tempelkan prepetan yang bagian halusnya. C. Cerita Yang Sesuai Dengan Anak Usia Dini Dalam memilih jenis cerita seyogyanya mencari cerita yang ringan bisa ditangkap dan dicerna oleh anak usia dini. Dengan kata lain, cerita tidak boleh mengambang dan tak memiliki alur yang jelas. Unutuk anak usia dini usahakan mendongeng hal-hal yang lucu tapi tanpa melupakan nilai-nilai karakter yang akan disampaikan. D. Kreativitas Pendidik Anak Usia Dini Melalui Mendongeng Dengan Media Celemek E. Implementasi Celemek Berbisik Sebagai Media Dalam Mendongeng di KB Plamboyan 3 Kota Karawang Metode yang digunakan di Kelompok Bermain Plamboyan 3 Kota Karawang adalan BCCT. Terdapat empat tahapan untuk pijakan pengalam main yang bermutu. Empat pijakan tersebut adalah pijakan lingkungan main, pijakan sebelum main, pijakan saat main, dan pijakan setelah main. Pijakan lingkungan main merupakan waktu dimana pendidk menyiapkan APE yang akan digunakan di dalam sentra serta waktu dimana anak-anak 16
  • 17. melakukan kegiatan taransisi yang biasa dilakukan di lapangan sekolah. Pijakan sebelum main merupakan kegiatan awal didalam sentara yang meliputi, menbaca doa sebelum bermain dan belajar, membacakan buku atau mendongeng yang berkaitan dengan tema, memberikan kosakata baru, memberikan ide bagaimana menggunakan bahan-bahan atau APE yang telah disiapkan, mendiskusikan waktu bermain, menjelaskan urutan permainan, dan memberikan tanya jawab soal cerita yang telah di ceritakan, kegiatan tersebut melatih otak anak untuk mengingat. Pijakan saat main merupakan waktu dimana anak dapat mengeksplor diri nya dengan permaianan yang telah disiapkan. Pijakan setelah maian merupakan evaluasi darai kegiatan yang telah di lakukan. Mendongeng atau bercerita biasa dilakukan pada saat pijakan sebelum main, itu dilakukan untuk penguatan tema, penambahan wawasan anak dan tidak lupa untuk menanamkan karater pada anak. Ketika mendongen biasakan menggunakan media agar anak tertarik dengan cerita yang disampaiakn. Celemek berbisik salah satu media yang digunakan di KB Plamboyan 3 untuk bercerita. 1. Pembuatan RKH (Rencana Kegiatan Harian) Rencana Kegiatan Harian atau RKH adalah administrasi yang wajib di buat oleh guru sebelum mengajar. Karena apa yang di tulis di dalam RKH merupakan gambaran tentang kegiatan apa saja yang akan kita lakukan pada hari itu. RKH disusun berdasarkan RKM (Rencana Kegiatan Mingguan) yang di ambil dari permendiknas 2009. Penyusunan RKH juga harus disesuaikan dengan tahap perkembangan dan usia anak. KB Plamboyan 3 Kota Karawang menerima anak murid dari usia 3-6 tahun. Oleh karenanya peyusunan RKH disesuaikan dengan tingkat usia anak. Penentuan jenis dongeng serta waktu juga sangat mempengeruhi pemaknaan pesan-pesan yang akan disampaikan kepada anak. Waktu mendongeng sebaiknya disesuaikan dengan daya pikir, kemampuan bahasa, dan konsentrasi anak. Diklasifikasikan sebagai berikut: Usia 3 – 4 tahun, waktu yang digunakan hingga 7 menit Usia 5-8 tahun, waktu yang digunakan hingga 10-15 menit Akan tetapi tidak menutup kemungkinan waktu mendongen menjadi lebih panjang, tergantung dengan cara penyampain dan variasi apa asaja yang kita gunakan pada saat mendongeng. 17
  • 18. Dongeng ini diperuntukkan anak-anak usia 4-5 tahun yang pada dasar nya materi cerita yang disampaikan harus mengenai apa yang mereka lihat, dengar, dan rasakan. Dongeng dibawah ini merupakan penjelasan tentang tema: Tema : Hewan Berkaki Empat Judul cerita : Sapi Penulis : Nur Najmunnisa Tokoh yang terdapat di dalam cerita : Pengembala sapi, 1 induk sapi, dan 3 ekor anak sapi Naskah cerita Disebuah desa terdapat perternakan sapi milik seorang perternak. Peternak sapi itu memiliki 1 ekor induk sapi dan 3 ekor ank sapi. Setiap hari sapi-sapi tersebut dirawat dan di beri makan oleh gadis pengembala sapi yang bernama ceria. Suatu hari di pagi hari yang cerah, ceria membawa sapi-sapi tersebut pergi keladang untuk mencari rumput. Semua sapi asik makan dan bermain di ladang tersebut, tetapi ada 1 anak sapi yang terlihat murung dan bersedih. Induk sapi mendekati anak nya dan bertanya, “apa yang membuat mu bersedih anak ku?”. “aku merasa lemas bu” jawab anak sapi, “apa kamu sudah makan?” tanya induk sapi. “belum bu, ku gak mau makan” jawab anak sapi. “kenapa kamu gak mau makan” tanya induk sapi. “soal nya, aku malas makan” jawab anak sapi. “sekarang ibu tau apa penyebab kamu menjadi lemas, sayang kita sebagi mahluk hidup butuh yang nama nya makan kalo kita gak makan tubuh kita akan lemas tidak bertenaga dan kita tidak dapat beraktifitas dengan baik karena tubuh kita kosong gak di isi oleh makanan, tuh kamu lihat teman2 mu disana mereka asik bermain, tubuh mereka tidak lemas karena sebelum nya mereka sudah makan” jelas induk sapi. “oh....begitu ya bu, jadi aku lemas begini gara2 aku gak makan?” tanya anak sapi. “benar sekali, kalo kamu mau kembali bersemangt dan bermain dengan teman-teman mu, kamu harus makan sekarang...” jawab induk sapi.”oke, kalo begitu aku mau makan”. Anak sapi itu pun langsung memakan rumupu-rumput yang ada di ladang, dan setelah itu anak sapi tidak lemas dan murung lagi. Dia pun dapat bermain lagi dengan teman-teman nya. Tak terasa matahari mulai turun ke arah barat, itu tanda ya ceria harus membawa kembali sapi-sapi tersebut masuk ke peternakan. 18
  • 19. BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan 19
  • 20. Rencana Kegiatan Harian Kelompok Usia : 4-5 tahun Semester / Minggu :I/I Tema/ Sub tema : Binatang / Binatang berkaki empat Hari/ Tanggal : Senin, 4 – September - 2013 Model Pembelajaran : BCCT Sentra : Bahan Alam A. Tahapan Perkembangan / Indikator 1. Menyebutkan ciptaan tuhan (NAM) 2. Mengkoordinasikan mata dan tangan untuk melakukan gerakan yang rumit (Fisik) 3. Mengenal benda berdasarkan fungsi (Kognitif) 4. Memahami cerita yang dibacakan (Bahasa) 5. Menunjukkan sikap mandiri dalam memilih kegiatan (Sosial Emosional) B. Tujuan 1. Anak dapat menyebutkan binatang berkaki empat salah satunya sapi sebagai mahluk ciptaan tuhan. 2. Anak dapat mengkoordinasikan mata dan tangan untuk memeras susu sapi. 3. Anak dapat menggunakan gunting gunting untuk menggunting bentuk sapi 4. Anak dapat memahami cerita yang telah disampaikan oleh guru 5. Anak dapat memilih sendiri salah satu kegiatan main yang telah disiapkan oleh guru. C. Kegiatan Pembelajaran 1. Pijakan lingkungan - Menyiapkan APE dan kegiatan main yang terdiri dari memeras susu sapi, menggunting gambar sapi, dan menempel kapas ke gambar sapi di sentra bahan alam. - Menyambut kedatangan anak - Menyiapkan tape dan kaset lagu kebangsaan - Menyediakan ruang main, sumber belajar dengan jenis kegiatan dan kesempatan sebagai berikut: # Memeras susu sapi denga 2 orang (kesempatan) 20
  • 21. # Menggunting gambar sapi dengan 4 orang (kesempatan) # Menempel kapas pada gambar sapi dengan 4 orang (kesempatan) 2. Pijakan sebelum main - Upacara bendera - Melingkar dihalaman untuk bermain bersama - Antre cuci tangan, toilet training dan minum - Menuju kesentra sesuai kelompoknya dengan guru sentra - Guru mengucapakan selamat datang di sentra bahan alam - Mengajak anak untuk berdoa - Absensi kehadiran anak - Menanyakan kabar anak - Bercerita dan menjelaskan tema dengan menggunakan media celelek berbisik - Kosa kata yang disampaikan berhubungan dengan bagian tubuh binatang sapi:  Mata  Ekor  Kaki  Telingan  Kulit  Ambik 3. Pijakan saat main - Guru menjelaskan kegiatan main - Guru dan anak membuat aturan main - Guru menginformasikan urutan bermain, dengan urutan sebagai berikut:  Menggunakan celemek sebelum bermain  Memilih jenis permainan  Mainkan permainan yang telah dipilih  Setelah selesai rapihkah alat-alat permainanya  Informasikan kepada guru kalau sudah selesai 21
  • 22.  Pilih jenis kegiatan main selanjutnya - Guru memberikan pertanyaan kepada anak sesuai dengan cerita yang telah disampaikan, anak yang dapat menjawab terlebih dahulu boleh memilih jenis permainan yang telah disiapkan. Adapun jenis permainan dan kesempatannya adalah:  Memeras susu sapi 2 kesempatan  Menggunting gamabar sapi 4 kesempatan  Menempelkan kapas sesuai dengan gambar sapi 4 kesempatan - Memberikan waktu bermain 40-60 menit untuk anak - Membantu anak jika ada kesulitan dengan anaknya - Memperkuat dan memperluas bahasa anak - Mengamati dan mendokumentasikan perkembangan anak dan kemajuan anak - Anak membereskan kembali alat-alat ke tempat nya setelah waktu permainan telah usai. Toilet training / Makan Bersama / Istirahat 4. Pijakan setelah main - Memajang hasil karya - Membentuk lingkaran bersama-sama dengan semua anak - Mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan anak, guru memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih menceritakan satu permainan yang telah dimainkan atau menyebutkan permainan yang telah dimainkan. - Guru menginformasikan sentara yang akan dimainkan besok. - Do’a mau pulang - Membacakan janji siswa - Membiasakan anak untuk memberikan salam dan mencium tanga guru untuk pembiasaan perilaku sopan santun. D. Alat / Bahan Bahan sentara: - sarung tangan pelastik, benang kasur, tongka, baskom, gunting, kapas, lem kertas, spon, dan kertas hvs Alat : Celemek berbisik dan gambar-gambar sapi E. Nilai-nilai karakter : Disiplin, bertanggung jawab, dan mandiri F. Penilaian perkembangan anak Alat penilaian yang digunakan adlah ceklist dan dukumentasi 22
  • 23. Karawang, 4 – September - 2013 Pengelola PAUD Plamboyan 3 Guru Lilis Holilah S.Pd Nur Najmunnisa 23

×