JATIDIRI UNSOED
• Gusti Ari Pambarep
• Dewa Satria Hutapea
• R.M. Hasbi Lutfan Hakim
(A1L113015)
• Agung Saputra
• Ervinen...
Wawasan kebangsaan kita tidak boleh hanyut
dalam perubahan dunia, tanpa wawasan
kebangsaan kita akan kehilangan jati diri.
Apa wawasan kebangsaan itu?
Kata wawasan berasal dari kata "Wawas" ( bahasa Jawa ) yang
berarti melihat atau memandang. Ji...
Wawasan kebangsaan ialah cara pandang bangsa Indonesia
berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 tentang diri
dan...
Apa penyebab menurunnya semangat kebangsaan yang
terjadi pada generasi muda?
Semakin berkembangnya era globalisasi, peruba...
Wawasan kebangsaan pada setiap warga negara
juga bisa mengalami penurunan, hal ini bisa
disebabkan oleh beberapa faktor, d...
Wawasan Kebangsaan bagi Lembaga
Swadaya Masyarakat.
Menurut definisi yang dikemukakan oleh PBB, LSM adalah
sebuah organisa...
Wawasan Kebangsaan Bagi Generasi
Muda
Generasi
berkelanjutan.

muda

dijadikan

target

dalam

menjalankan

pembangunan

P...
Wawasan Universitas / Perguruan
Tinggi

Pengembangan Universitas/Perguruan Tinggi ke depan mendasarkan pada wawasan

insti...
Mencerdaskan kehidupan bangsa telah menjadi komitmen pendiri bangsa dan
secara eksplisit telah dituangkan dalam pembukaan ...
Wawasan kebangsaan yang luas dan tegas, akan membuat
masyarakat menjadi percaya diri atas bangsanya dan akan
berusaha untu...
Paham integralistik / cara berfikir
integralistik (menurut Prof. Mr. Soepomo)
Kebahagiaan yang dapat saya capai dengan
mem...
Kesimpulan
Wawasan kebangsaan intinya adalah loyalitas warga
terhadap bangsanya. Bentuk loyalitas bagi bangsa Indonesia
di...
• Wawasan kebangsaan harus dijaga, di pelihara dan di
perjuangkan terus menerus.
• Paham integralistik / cara berfikir int...
Wawasan Kebangsaan Kita Tidak Boleh Hanyut dalam Perubahan Dunia, Tanpa Wawasan Kebangsaan Kita akan Kehilangan Jati Diri
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Wawasan Kebangsaan Kita Tidak Boleh Hanyut dalam Perubahan Dunia, Tanpa Wawasan Kebangsaan Kita akan Kehilangan Jati Diri

3,291 views
2,947 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
3,291
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
6
Actions
Shares
0
Downloads
80
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Wawasan Kebangsaan Kita Tidak Boleh Hanyut dalam Perubahan Dunia, Tanpa Wawasan Kebangsaan Kita akan Kehilangan Jati Diri

  1. 1. JATIDIRI UNSOED • Gusti Ari Pambarep • Dewa Satria Hutapea • R.M. Hasbi Lutfan Hakim (A1L113015) • Agung Saputra • Ervinenti Desiana • Ipta Hidayati (A1L113011) (A1L113013) (A1L113017) (A1L113019) (A1L113021)
  2. 2. Wawasan kebangsaan kita tidak boleh hanyut dalam perubahan dunia, tanpa wawasan kebangsaan kita akan kehilangan jati diri.
  3. 3. Apa wawasan kebangsaan itu? Kata wawasan berasal dari kata "Wawas" ( bahasa Jawa ) yang berarti melihat atau memandang. Jika ditambah dengan akhiran -an maka secara harfiah berarti cara penglihatan, cara tinjau, cara pandang. Nusantara adalah sebuah kata majemuk yang diambil dari bahasa Jawa Kuno yaitu nusa yang berarti pulau, dan antara artinya lain.Wawasan nasional suatu bangsa dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan dan geopolitik yang dianutnya.Beberapa teori paham kekuasaan dan teori geopolitik. Perumusan wawasan nasional lahir berdasarkan pertimbangan dan pemikiran mengenai sejauh mana konsep operasionalnya dapat diwujudkan dan dipertanggung jawabkan.
  4. 4. Wawasan kebangsaan ialah cara pandang bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 tentang diri dan lingkungannya dalam mengekspresikan diri sebagai bangsa Indonesia di tengah-tengah lingkungan nusantara itu. Unsur-unsur dasar wawasan kebangsaanpadaialah: wadah (organisasi), isi, dan Wawasan kebersamaan itu hakekatnya adalah hasrat yang tata untukkebersamaan isi wawasan itu, tampak perbedaan dan sangat kuat laku. Dari wadah dan dalam mengatasi segalaadanya bidangbidang usaha kebangsaan kita dimulai sejak keserasian dalam diskriminasi. Wawasan untuk mencapai kesatuan dan timbulnya kesadaran bidang-bidang: kebangsaan yaitu sejak berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908.Gerakan kebangsaan Boedi Oetomo tersebut kemudian dengan cepat berkembang dan meluas sehingga menghasilkan sumpah pemuda pada • Satu kesatuan bangsa tahun 1982 dan akhirnya sampailah pada puncaknya dalam Proklamasi • Satu kesatuan budaya Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Setelah Proklamasi Kemerdekaan, bangsa • Satu kesatuan wilayah Indonesia banyak mengalami aksi-aksi pemberontakandan juga aksi-aksi • kekerasan Satu kesatuan ekonomi dan brutal, sehingga membahayakan persatuan dan kesatuan Satu kesatuan hankam aksi-aksi tersebut menunjukkan betapa bangsa. Adanya • pentingnya bangsa Indonesia memelihara semangat, meningkatkan kesadaran dan pengertian tentang Wawasan Kebangsaan.
  5. 5. Apa penyebab menurunnya semangat kebangsaan yang terjadi pada generasi muda? Semakin berkembangnya era globalisasi, perubahan cara pikir para masyarakat pun berubah. Paradigma berfikir masyarakat, termasuk para generasi muda pun mengalami perkembangan. Namun seringkali perkembangan cara berfikir mereka tidak diimbangi dengan wawasan kebangsaan yang mumpuni(memadai). Sehingga seringkali mereka bertindak melampaui batas sebagai warga negara, dengan sikap seperti itu maka suatu negara tidak mengalami perkembangan yang seharusnya, oleh karena itu perlu adanya pengimbangan antara wawasan kebangsaan dengan cara berperilaku masyarakat terhadap perkembangan. Karena dengan wawasan kebangsaan itulah seorang individu atau bahkan masyarakat umum mampu menjawab tantangan besar di dunia luar, namun tetap berpegang teguh dengan kepribadian bangsa.
  6. 6. Wawasan kebangsaan pada setiap warga negara juga bisa mengalami penurunan, hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya : • • • • • • • Semangat kebangsaan telah mendangkal atau terjadi erosi, terutama pada kalangan generasi muda. Kekhawatiran ancaman disintegrasi kebangsaan seperti contoh pada negara Afrika yang paham kebangsaannya merosot menjadi paham kesukuan. Masyarakat dewasa i ni, khususnya kaum muda tidak bangga atas negaranya sendiri, dan anti tradisionalisme (terpengaruh oleh gaya masyarakat modern yang berlebihan). Kurangnya pemahaman tentang kebangsaan pada hampir setiap masyarakat yang dengan kekurangan tersebut akan membuat rasa kebangsaan dan semangat untuk mencintai dan memajukan bangsa nya menjadi berkurang. Wawasan kebangsaan yang tidak ditegakan membuat masyarakat menjadi tidak bersatu, dan tidak mempunyai lagi rasa ke “bhinekaan” dan masyarakat cenderung untuk menjadi kaum yang individualis, bahkan sampai tingkatan kapitalis, dan kurang peka terhadap lingkungan sekitar. Banyaknya perbedaan dalam hal kebangsaan yang penyelesaiannya berlarut-larut yang membuat tidak kokohnya suatu pondasi kebangsaan. Sekarang ini wawasan kebangsaan Indonesia tidak lagi berakar pada asas kedaulatan yang berada ditangan rakyat, tetapi berakar pada penguasa dan kaum kapitalis.
  7. 7. Wawasan Kebangsaan bagi Lembaga Swadaya Masyarakat. Menurut definisi yang dikemukakan oleh PBB, LSM adalah sebuah organisasi non-pemerintah yang tidak mencari keuntungan materi, didirikan sukarela oleh masyarakat, dengan skala lokal maupun internasional, kesejahteraan dan masyarakat. bertujuan LSM yaitu untuk sebuah mengangkat organisasi yang didirikan oleh perorangan ataupun sekelompok orang yang secara sukarela memberikan pelayanan kepada masyarakat tampa bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari kegiatan tersebut. Bagaimana LSM memandang keinginan warga negara kepada pemerintah, memonitor implementasi kebijakan dan program, dan meningkatkan partisipasi sehingga masyarakat dalam pengambilan kebijakan negara memenuhi kebutuhan riil masyarakat yang sesuai dengan falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  8. 8. Wawasan Kebangsaan Bagi Generasi Muda Generasi berkelanjutan. muda dijadikan target dalam menjalankan pembangunan Pembangunan dibidang pendidikan, didasarkan atas falsafah negara Pancasila dan dlarahkan untuk membentuk manusia-manusia pemba¬ngunan yang ber Pancasila dan untuk membentuk manusia Indonesia yang sehat jasmani dan rokhaninya, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, dapat mengembangkan kreatifitas dan tanggung jawab, dapat menyuburkan sikap demokrasi dan penuh tenggang rasa, dapat me-ngembangkan kecerdasan yang tinggi dan disertai budi pekerti yang luhur, mencintai bangsanya dan mencintai sesama manusia. sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang termaktub dalam Undang-Undang Dasar 1945. Untuk mewujudkan pengembangan pendidikan dan ilmu penge¬tahuan, diusahakan penambahan, fasilitas-fasilitas dengan prioritas yang tepat dan disesuaikan dengan kemampuan pembiayaan, baik yang bersumber dari Negara maupun dari masyarakat sendiri dan mempunyai kesempatan untuk memanfaatkan waktu secara produktif dan memperslapkan diri untuk tanggung jawab yang lebih besar di masa mendatang, sekaligus me-ningkatkan partisipasi mereka dalam proses pembangunan. Untuk ini diusahakan peningkatan fasilitas latihan ketrampilam, latihan kepemimpinan, rekreasi, olah raga dan kesempatan pengabdian kepada masyarakat.
  9. 9. Wawasan Universitas / Perguruan Tinggi Pengembangan Universitas/Perguruan Tinggi ke depan mendasarkan pada wawasan institusional, lokal, regional, nasional, dan global. Dengan memperhatikan berbagai wawasan tersebut, pengembangan memperhatikan asas keseimbangan antara wawasan global dan nasional antara sifat universal dan individual, antara nilai modern dan tradisional, antara perkembangan jangka panjang dan jangka pendek antara kebutuhan kompetisi dan persamaan kesempatan, serta antara orientasi material dan spiritual. Dengan demikian Universitas/Perguruan Tinggi berkewajiban memberikan kontribusi yang berarti dalam transformasi sosial budaya dan sumber daya manusia, yakni SDM yang cerdas, kompetitif dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi. 1. Wawasan Institutional membenahi diri dalam bidang-bidang pengembangan baik di bidang kependidikan, sosial budaya maupun politik. 2. Wawasan Nasional
  10. 10. Mencerdaskan kehidupan bangsa telah menjadi komitmen pendiri bangsa dan secara eksplisit telah dituangkan dalam pembukaan UUD 45, berusaha menjaga dan mengembangkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang berdasarkan pada Pancasila dengan tetap memahami nilai kebhinekatunggalikaan guna mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jati diri dan integritas nasional perlu dijaga agar tidak terancam oleh masuknya berbagai pengaruh nilai ideologi dan sosial budaya global yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Kualitas SDM yang belum memadai menjadi kendala untuk meraih kemampuan daya saing bangsa, mencari solusi permasalahan-permasalahan yang terjadi di masyarakat agar civitas akademika yang ada dan para lulusannya memiliki wawasan kebangsaan yang kuat dalam menjalankan profesinya dengan tetap terus mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan sesuai perkembangan zaman.
  11. 11. Wawasan kebangsaan yang luas dan tegas, akan membuat masyarakat menjadi percaya diri atas bangsanya dan akan berusaha untuk membuat harum nama bangsanya tersebut, jadi untuk memebuat masyarakat bangga loyal atas bangsanya, wawasan kebangsaan pada masyarakat tersebut harus di kokohkan terlebih dahulu dan bentuk loyalitas seorang warga negara terhadap bangsanya : Tercapainya persatuan dan kesatuan bangsa. Tercapinya kesejahteraan yang adil lahir batin bagi seluruh masyarakat indonesia. Mengutamakan musyawarah untuk mencapai mufakat dalam menghadapi berbagai persoalan. Tercapainya keselarasan, keserasian dan keseimbangan dalam segala aspek kehidupan. Mendudukan manusia menurut kodrat, harkat dan martabatnya. Melandaskan diri pada keimanan dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  12. 12. Paham integralistik / cara berfikir integralistik (menurut Prof. Mr. Soepomo) Kebahagiaan yang dapat saya capai dengan memberikan kemungkinan pada orang lain untuk mencapai kebahagiaaan juga Survival hanya mungkin juga di perjuangkan tidak hanya untuk kepentingan individu saja, melainkan untuk semua orang Kesejahteraan yang tidak merata adalah kesejahteraan yang terancam punah
  13. 13. Kesimpulan Wawasan kebangsaan intinya adalah loyalitas warga terhadap bangsanya. Bentuk loyalitas bagi bangsa Indonesia diantaranya adalah: • Mengaku sebagai warga negara Indonesia sehingga dengan sadar mengakui sebagai pendukung cita-cita dan tujuan yang hendak dicapai. • Mengusahakan agar cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia dapat terlaksana dengan sesungguhnya dalam segala aspek dan bidang kehidupan. • Bangga sebagai bangsa Indonesia sehingga timbul rasa cinta untuk kemudian rela berkorban demi kepentingan bangsanya. • Mempunyai rasa solidaritas sosial yang tinggi.
  14. 14. • Wawasan kebangsaan harus dijaga, di pelihara dan di perjuangkan terus menerus. • Paham integralistik / cara berfikir integralistik (menurut Prof. Mr. Soepomo) akan memperkokoh wawasan kebangsaan. • Ideologi Pancasila melandasi wawasan kebangsaan kita. • Globalisasi akan berdampak positif bila ditujukan untuk perdamaian dunia. • Perang modern sulit diidentifikasi sebagai suatu bentuk peperangan yang nyata, sehingga bangsa Indonesia harus hati-hati agar tidak teradu domba.

×