Protokol Routing EIGRP
(Enhanced Interior Gateway Routing Protocol)
1. Tujuan
1. Mahasiswa mampu memahami routing protocol...
Konvergensi EIGRP lebih cepat dibandingkan dengan protocol distance vector. Hal
ini terutama disebabkan karena EIGRP tidak...
IGRP. Hal ini juga membedakan EIGRP dengan protokol link-state yang
mengirimkan update kepada semua router dalam satu area...
a. Neighbor discovery/recovery
Mekanisme neighbor discovery/recovery mengijinkan router secaradinamismempelajari
router

l...
tidakdiperlukan.,DUALjugamembuat route back–up(jalurcadangan) yang disebutfesible
successor.
d. Potocol-dependent modules
...
Aktifkan setiap interface sesuai table berikut:
Router

Interface

IP Address

Router0

Serial 1/0

192.168.20.1/24

Route...
Router(config-router)#network 192.168.20.0
Router(config-router)#network 192.168.100.0
Router(config-router)#no auto-summa...
Router(config-router)#network 192.168.50.0
Router(config-router)#network 192.168.60.0
Router(config-router)#no auto-summar...
Router(config-router)#network 192.168.80.0
Router(config-router)#no auto-summary
Router(config-router)#exit
2. Lakukanveri...
spanning-tree mode pvst
!
!
!
!
interface FastEthernet0/0
ip address 192.168.10.1 255.255.255.0
duplex auto
speed auto
!
i...
noip address
shutdown
!
routereigrp 10
network 192.168.10.0
network 192.168.20.0
network 192.168.100.0
no auto-summary
!
i...
Last clearing of "show interface" counters never
Input queue: 0/75/0 (size/max/drops); Total output drops: 0
Queueing stra...
Router3

S1/0

BW 1544 Kbit

DLY

20000 2170031

usec
S1/1

BW 1544 Kbit

DLY

20000 2170031

usec
Router4

S1/0

BW 1544 ...
tetapi pada IOS software yang baru, setiap paket dari neighbor yang diterima setelah
Hello Packet pertama dapat me-reset t...
 Xmit Queue Un/Reliable merupakan jumlah paket yang tersisa dalam antrian
transmisi Unrealible dan Realible.
 Mean SRTT ...
via 192.168.100.2 (3449856/2937856), Serial0/0/0
Show ip eigrp topology merupakan perintah yang digunakan untuk memverifik...
Show ip eigrp trafficmerupakan perintah yang digunakan untuk menampilkan jumlah dari
beberapa paket EIGRP yang dikirim dan...
Debug eigrp packet, Perintah ini menampilkan jenis EIGRP paket yang dikirim dan diterima
oleh router yang perintah ini dij...
1) H(Handle) merupakan sebuah angka yang digunakan oleh IOS untuk melacak
sebuah neighbor.
2) Address merupakan alamat net...
Se0/0/0

1

0/0

1236

0/10

0

0

Padahasil output perintahtersebutterdapat :
1) Interface merupakan tempat interface yan...
Network 192.5.40.0
Network 192.6.50.0
Network 192.7.60.0
4) Router 4:
Network 192.7.60.0
Network 192.8.70.0
Network 192.9....
ke host IP 192.8.70.2 dengan maksimum loncatan 10ms . Hasil tracert diatas
menunjukkan bahwa koneksi yang digunakan cukup ...
Rute yang tampilkan adalah daftar interfaces router yang paling dekat dengan host
yang terdapat pada jalur antara host dan...
6)

Feasible Successor, adalah jalur backup dari successor (AD dari feasible successor
harus lebih kecil daripada FD dari ...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Eigrp

166

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
166
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
5
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Eigrp"

  1. 1. Protokol Routing EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) 1. Tujuan 1. Mahasiswa mampu memahami routing protocol EIGRP 2. Mahasiwa mampu mengkonfigurasi router dengan protocol EIGRP 2. TeoriDasar The Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP) merupakan hasil pengembangan dari routing ptotokol pendahulunya yaitu IGRP yang keduanya adalah routing pengembangan dari Cisco. Pengembangan itu dihasilkan oleh perubahan dan bermacammacam tuntutan dalam skala jaringan yang besar. EIGRP menggabungkan kemampuan dari Link-State Protokol dan Distance Vector Protokol, terlebih lagi EIGRP memuat beberapa protocol penting yang secara baik meningkatkan efisiensi penggunaannya ke routing protocol lain. EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) adalah routing protocol yang hanya di adopsi oleh router Cisco atau sering disebut sebagai proprietary protocol pada Cisco. Dimana EIGRP ini hanya bisa digunakan sesama router Cisco saja dan routing ini tidak didukung dalam jenis router yang lain. EIGRP sering disebut juga hybrid-distance-vector routing protocol, karena cara kerjanya menggunakan dua tipe routing protocol, yaitu Distance vector protocol dan LinkState protocol, Dalam pengertian bahwa routing EIGRP sebenarnya merupakan distance vector protocol tetapi prinsip kerjanya menggunakan links-states protocol. Sehingga EIGRP disebuat sebagai hybrid-distance-vector,mengapa dikatakan demikian karena prinsip kerjanya sama dengan links-states protocol yaitu mengirimkan semacam hello packet. EIGRP menggunakan formula berbasis bandwidth dan delay untuk menghitung metric yang sesuai dengan suatu rute. EIGRP melakukan konvergensi secara tepat ketika menghindari loop. EIGRP tidak melakukan perhitungan-perhitungan rute seperti yang dilakukan oleh protocol link state. Hal ini menjadikan EIGRP tidak membutuhkan desain ekstra, sehingga hanya memerlukan lebih sedikit memori dan proses dibandingkan protocol link state.
  2. 2. Konvergensi EIGRP lebih cepat dibandingkan dengan protocol distance vector. Hal ini terutama disebabkan karena EIGRP tidak memerlukan fitur loop avoidance yang pada kenyataannya menyebabkan konvergensi protocol distance vector melambat. Hanya dengan mengirim sebagian dari routing update (setelah seluruh informasi routing dipertukarkan). EIGRP mengurangi pembebanan di jaringan. Salah satu kelemahan utama EIGRP adalah protocol Cisco-propritary, sehingga jika diterapkan pada jaringan multivendor diperlukan suatu fungsi yang disebut route redistribution. Fungsi ini akan menangani proses pertukaran rute router di antara dua protocol link state (OSPF dan EIGRP). Dalam perhitungan untuk menentukan jalur manakah yang terpendek, EIGRP menggunakan algoritma DUAL (Diffusing Update Algorithm) dalam menentukannya. Kelebihan utama yang membedakan EIGRP dari protokol routing lainnya adalah EIGRP termasuk satu-satunya protokol routing yang menawarkan fitur backup route, dimana jika terjadi perubahan pada network, EIGRP tidak harus melakukan kalkulasi ulang untuk menentukan route terbaik karena bisa langsung menggunakan backup route. Kalkulasi ulang route terbaik dilakukan jika backup route juga mengalami kegagalan. EIGRP mudah dikonfigurasi seperti pendahulunya (IGRP) dan dapat diadaptasikan dengan variasi topologi network. Penambahan fitur-fitur protokol link-state seperti neighbor discovery membuat EIGRP menjadi protokol distance vector tingkat lanjut. EIGRP memiliki fitur-fitur utama sebagai berikut :  Termasuk protokol routing distance vector tingkat lanjut (Advanced distance vector).  Waktu convergence yang cepat.  Mendukung VLSM dan subnet-subnet yang discontiguous (tidak bersebelahan/berurutan)  Partial updates, EIGRP tidak mengirimkan update secara periodik seperti yang dilakukan oleh RIP, tetapi EIGRP mengirimkan update hanya jika terjadi perubahan route/metric (triggered update). Update yang dikirimkan hanya berisi informasi tentang route yang mengalami perubahan saja. Pengiriman pesan update ini juga hanya ditujukan sebatas pada router-router yang membutuhkan informasi perubahan tersebut saja. Hasilnya EIGRP menghabiskan bandwidth yang lebih sedikit daripada
  3. 3. IGRP. Hal ini juga membedakan EIGRP dengan protokol link-state yang mengirimkan update kepada semua router dalam satu area.  Mendukung multiple network-layer protocol support: EIGRP mendukung protokol IP, AppleTalk, dan Novell NetWare IPX dengan memanfaatkan module-module yang tidak bergantung pada protokol tertentu.  Desain network yang flexible.  Multicast dan unicast, EIGRP saling berkomunikasi dengan tetangga (neighbor) nya secara multicast (224.0.0.10) dan tidak membroadcastnya.  Manual summarization, EIGRP dapat melakukan summarization dimana saja.  Menjamin 100% topologi routing yang bebas looping.  Mudah dikonfigurasi untuk WAN dan LAN : Koneksi dengan semua jenis data link dan topologi tanpa memerlukan konfigurasi lebih lanjut, protokol routing lain seperti OSPF, menggunakan konfigurasi yang berbeda untuk protokol layer 2 (Data Link) yang berbeda, misalnya Ethernet danFrame Relay. EIGRP beroperasi dengan efektif pada lingkungan LAN dan WAN. Dukungan WAN untuk link point-to-point dan topologi nonbroadcast multiaccess (NBMA) merupakan standar EIGRP.  Metric yang canggih: EIGRP menggunakan algoritma yang sama dengan IGRP untuk menghitung metric tetapi menggambarkan nilai-nilai dalam format 32-bit. EIGRP mendukung load balancing untuk metric yang tidak seimbang (unequal), yang memungkinkan engineer untuk mendistribusikan traffik dalam network dengan lebih baik.  Load balancing via jalur dengan cost equal dan unequal, yang berarti EIGRP dapat menggunakan 2 link atau lebih ke suatu network destination dengan koneksi bandwidth (cost metric) yang berbeda, dan melakukan load sharing pada link-link tersebut dengan beban yang sesuai yang dimiliki oleh link masing-masing, dengan begini pemakaian bandwidth pada setiap link menjadi lebih efektif, karena link dengan bandwidth yang lebih kecil tetap digunakan dan dengan beban yang sepadan juga  Pemilihan jalur terbaik melalui Diffusing update Algoritma (DUAL) Untuk menyediakan proses routing yang handal EIGRP menggunakan 4 teknologi yang dikombinasikan dan membedakannya dengan routing protocol yang lain.
  4. 4. a. Neighbor discovery/recovery Mekanisme neighbor discovery/recovery mengijinkan router secaradinamismempelajari router lain yang secaralangsungterhubungkejaringanmereka. jugaharusmengetahuiketika router tetangganyatidakdapatlagidijangkau. Routers Proses inidicapaidengan low-overhead yang secaraperiodikmengirimkan hello packet yang kecil. Selama router menerima tersebutmenganggapbahwa Hello packet router dari router tetangga, router tetanggatersebutmasihberfungsi.Dan keduanyamasihbisamelakukanpertukaraninformasi. b. Reliable Tansport Protocol (RTP) Reliable Transport Protocol (RTP) bertanggung jawab untuk menjamin pengiriman dan penerimaan packet EIGRP ke semua router. RTP juga mendukung perpaduan pengiriman packet secara unicast ataupun multicast. Untuk efisiensi hanya beberapa packet EIGRP yang dikirimkan. Pada jaringan multi access yang mempunyai kemampuan untuk mengirimkan packet secara multicast seperti Ethernet, tidak perlu mengirimkan Hello packet ke semua router tetangga secara individu. Untuk alasan tersebut, EIGRP mengirimkan single multicast hello packet yang berisi sebuah indicator yang menginformasikan si penerima bahwa packet tidak perlu dibalas. Tipe packet yang lain seperti update packet mengindikasikan bahwa balasan terhadap packet tersebut diperlukan. RTP memuat sebuah ketentuan untuk mengirimkan packet multicast secara cepat ketika balasan terhadap packet sedang ditunda, yang membantu memastikan sisa waktu untuk convergence rendah didalam keberadaan bermacam-macam kecepatan links. c. DUAL finite-state machine DUAL finite-state machine menaruhkeputusan proses untuksemuaperhitunganjalurdenganmengikutisemuajalur yang telahdinyatakanolehsemua router tetangga. DUAL menggunakaninformasitentangjarakuntukmemilihjalur yang efisien, jalur loop-free danmemilihjaluruntukpenempatan di dalamtabel routing berdasarkan successors yang telahdibuatoleh DUAL, successor adalah router yang berdekatan yang digunakanuntukmeneruskan packet yang mempunyainilai cost paling sedikitdengan router tujuandandijamintidakmenjadibagiandari routing loop. ketikaperubahantopologiterjadi, DUAL mencobamencari successors. Jikaditemukan, DUAL menggunakannyauntukmenghindaripenghitunganjalur yang
  5. 5. tidakdiperlukan.,DUALjugamembuat route back–up(jalurcadangan) yang disebutfesible successor. d. Potocol-dependent modules Potocol-dependent modules bertanggungjawabpada layer network yang memerlukan protocol khusus.EIGRP mendukung IP, AppleTalk, dan Novell NetWare; setiapprotokoltersebuttelahdisediakan module EIGRP nyamasing-masingdansatusama lain beroperasisecara independent. Module IP-EIGRP misalnya, bertanggungjawabuntukpengirimandanpenerimaanpaket-paket EIGRP yang telah di enkapsulasidalam IP.IP-EIGRP jugabertanggungjawabuntukmenguraikan packet EIGRP danmemberitahukanpada DUAL tentanginformasi yang barusajaditerima. 3. Alat&Bahan 1. Komputer 2. Program Packet Tracert 5 4. Langkah Kerja Buatlah topologi jaringan pada packet tracert yang menggunakan 5 router untuk mengimplementasikan cara kerja dari protocol EIGRP
  6. 6. Aktifkan setiap interface sesuai table berikut: Router Interface IP Address Router0 Serial 1/0 192.168.20.1/24 Router0 Serial 1/1 192.168.100.1/24 Router0 Fastethernet 0/0 Router1 Serial 1/0 192.168.20.2/24 Router1 Serial 1/1 192.168.40.1/24 Router1 Fastethernet 0/0 Router2 Serial 1/0 192.168.40.2/24 Router2 Serial 1/1 192.168.60.1/24 Router2 Fastethernet 0/0 Router3 Serial 1/0 192.168.100.1/24 Router3 Serial 1/1 192.168.80.1/24 Router4 Serial 1/0 192.168.60.2/24 Router4 Serial 1/1 192.168.80.2/24 Router4 Fastethernet 0/0 192.168.10.1/24 192.168.30.1/24 192.168.50.1/24 192.168.70.1/24 1. Aktivkan proses EIGRP routing padamasing-masing router: Router 0 Router>enable Router#configure terminal Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z. Router(config)#router eigrp 10 Router(config-router)#network 192.168.10.0
  7. 7. Router(config-router)#network 192.168.20.0 Router(config-router)#network 192.168.100.0 Router(config-router)#no auto-summary Router(config-router)#exit Router 1 Router>enable Router#configure terminal Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z. Router(config)#router eigrp 10 Router(config-router)#network 192.168.20.0 Router(config-router)#network 192.168.30.0 Router(config-router)#network 192.168.40.0 Router(config-router)#no auto-summary Router(config-router)#exit Router 2 Router>enable Router#configure terminal Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z. Router(config)#router eigrp 10 Router(config-router)#network 192.168.40.0
  8. 8. Router(config-router)#network 192.168.50.0 Router(config-router)#network 192.168.60.0 Router(config-router)#no auto-summary Router(config-router)#exit Router 3 Router>enable Router#configure term Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z. Router(config)#router eigrp 10 Router(config-router)#network 192.168.80.0 Router(config-router)#network 192.168.100.0 Router(config-router)#no auto-summary Router(config-router)#exit Router 4 Router>enable Router#configure term Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z. Router(config)#router eigrp 10 Router(config-router)#network 192.168.60.0 Router(config-router)#network 192.168.70.0
  9. 9. Router(config-router)#network 192.168.80.0 Router(config-router)#no auto-summary Router(config-router)#exit 2. Lakukanverifikasipada router denganperintah a. Show running-config Router 0 Router#sh running-config Building configuration... Current configuration : 873 bytes ! version 12.4 no service timestamps log datetimemsec no service timestamps debug datetimemsec no service password-encryption ! hostname Router ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! !
  10. 10. spanning-tree mode pvst ! ! ! ! interface FastEthernet0/0 ip address 192.168.10.1 255.255.255.0 duplex auto speed auto ! interface FastEthernet0/1 noip address duplex auto speed auto shutdown ! interface Serial0/0/0 ip address 192.168.20.1 255.255.255.0 ! interface Serial0/0/1 ip address 192.168.100.1 255.255.255.0 clock rate 64000 ! interface Serial0/1/0 noip address clock rate 2000000 shutdown ! interface Serial0/1/1 noip address clock rate 2000000 shutdown ! interface Vlan1
  11. 11. noip address shutdown ! routereigrp 10 network 192.168.10.0 network 192.168.20.0 network 192.168.100.0 no auto-summary ! ip classless ! ! ! ! ! ! ! line con 0 linevty 0 4 login ! ! ! end b. Show interfaces router 0 Router#sh interface fa0/0 FastEthernet0/0 is up, line protocol is up (connected) Hardware is Lance, address is 0002.4a5e.e501 (bia 0002.4a5e.e501) Internet address is 192.168.10.1/24 MTU 1500 bytes, BW 100000 Kbit, DLY 100 usec, reliability 255/255, txload 1/255, rxload 1/255 Encapsulation ARPA, loopback not set ARP type: ARPA, ARP Timeout 04:00:00, Last input 00:00:08, output 00:00:05, output hang never
  12. 12. Last clearing of "show interface" counters never Input queue: 0/75/0 (size/max/drops); Total output drops: 0 Queueing strategy: fifo Output queue :0/40 (size/max) 5 minute input rate 0 bits/sec, 0 packets/sec 5 minute output rate 105 bits/sec, 0 packets/sec 0 packets input, 0 bytes, 0 no buffer Received 0 broadcasts, 0 runts, 0 giants, 0 throttles 0 input errors, 0 CRC, 0 frame, 0 overrun, 0 ignored, 0 abort 0 input packets with dribble condition detected 307 packets output, 18420 bytes, 0 underruns 0 output errors, 0 collisions, 1 interface resets 0 babbles, 0 late collision, 0 deferred 0 lost carrier, 0 no carrier 0 output buffer failures, 0 output buffers swapped out Amati bandwidth dan delay padamasing-masing interface danhitungmasingmasingmetric routermenuju router terdekat Router Interface Bandwidth Delay Router0 S1/0 BW 1544 Kbit DLY Metric 20000 2170031 usec S1/1 BW 1544 Kbit DLY 20000 2170031 usec Fa0/1 Router1 BW 100000 Kbit DLY 100 usec S1/0 BW 1544 Kbit DLY 28160 20000 2170031 usec S1/1 BW 1544 Kbit DLY 20000 2170031 usec Fa0/1 Router2 BW 100000 Kbit DLY 100 usec S1/0 BW 1544 Kbit DLY 28160 20000 2170031 usec S1/1 BW 1544 Kbit DLY 20000 2170031 usec Fa0/1 BW 100000 Kbit DLY 100 usec 28160
  13. 13. Router3 S1/0 BW 1544 Kbit DLY 20000 2170031 usec S1/1 BW 1544 Kbit DLY 20000 2170031 usec Router4 S1/0 BW 1544 Kbit DLY 20000 2170031 usec S1/1 BW 1544 Kbit DLY 20000 2170031 usec Fa0/1 BW 100000 Kbit DLY 100 usec 28160 Rumus Metric: c. Show ipeigrp neighbor Router#sh ip eigrp neighbor IP-EIGRP neighbors for process 10 H Address Interface (sec) 0 192.168.20.2 Hold Uptime SRTT RTO Q Seq (ms) Cnt Num Se0/0/1 11 00:04:15 40 1000 0 19 1 192.168.100.2 Se0/0/0 11 00:04:14 40 1000 0 25 Show ip eigrp neighbor merupakan perintah yang digunakan untuk memastikan jika terjadi masalah pada EIGRP.Seperti terlihat dari hasil output diatas dapat dijelaskan bahwa:  H(Handle) merupakan sebuah angka yang digunakan oleh IOS untuk melacak sebuah neighbor.  Address merupakan alamat network-layer dari neighbor.  Interface merupakan interface router yang terhubung dengan neighbor.  Hold Time merupakan waktu maksimum dalam detik, jika router tidak mendapatkan paket apapun dari neighbor dalam waktu tersebut maka neighbor akan dianggap tidak available lagi. Pada mulanya, paket yang ditunggu oleh router adalah Hello Packet,
  14. 14. tetapi pada IOS software yang baru, setiap paket dari neighbor yang diterima setelah Hello Packet pertama dapat me-reset timer ini.  Uptime merupakan Waktu dalam hitungan jam, menit, dan detik sejak router lokal pertama kali dikenali dari neighbor ini.  SRTT (Smooth Round Trip Timer) merupakan jumlah rata-rata dalam milidetik yang dibutuhkan agar sebuah paket dikirimkan pada neighbor dan agar router lokal menerima acknowledgment dari paket tersebut. Timer ini digunakan sebagai interval untuk melakukan transmisi ulang, juga disebut retransmission timeout(RTO).  RTO (Restransmit Time Out) merupakan jumlah waktu dalam milidetik dimana router akan menunggu sebuah acknowledgment sebelum mengirim ulang paket kepada neighbor.  Q Cnt(Queue Count) merupakan jumlah EIGRP packet (update, query,, dan replay) yang menunggu dalam antrian, jika angka dari Q Cnt lebih besar dari “0” maka kemungkinan akan terjadi congestion (kepadatan trafiic). Jika nilai “0” berarti tidak ada paket EIGRP dalam antrian.  Seq Num (Sequence Number) merupakan nomor urut dari update terakhir, query, atau paket replay yang diterima dari neighbor. d. Show ipeigrp interfaces Router 0 Router#shipeigrp interface IP-EIGRP interfaces for process 10 Xmit Queue Mean Pacing Time Multicast Pending Interface Peers Un/Reliable SRTT Un/Reliable Flow Timer Routes Fa0/0 0 0/0 1236 0/10 0 0 Se0/0/0 1 0/0 1236 0/10 0 0 Se0/0/1 1 0/0 1236 0/10 0 0 Show ip eigrp interfaces merupakan perintah yang digunakan untuk menampilkan informasi mengenai semua interface yang dikonfigurasi agar ikut berpartisipasi dalam proses EIGRP. Seperti terlihat dari hasil Output diatas dapat dijelaskan bahwa:  Interface merupakan tempat interface yang terhubung ke neighbor dengan EIGRP.  Peers merupakan jumlah neighbor EIGRP yang terhubung langsung (jika “0” tidak menggunakan EIGRP, jika “1” artinya menggunakan EIGRP.
  15. 15.  Xmit Queue Un/Reliable merupakan jumlah paket yang tersisa dalam antrian transmisi Unrealible dan Realible.  Mean SRTT merupakan Interval mean SRTT dalam milidetik.  Pacing Time Un/Realible digunakan untuk mengetahui kapan paket EIGRP harus dikirimkan melalui interface.  Multicast Flow Timer merupakan nilai maksimum dalam detik dimana router akan mengirimkan paket EIGRP secara multicast.  Pending Routers merupakan jumlah entri router dalam paket yang menunggu dalam antrian untuk dikirim keluar. e. Show ipeigrp topology Router 0 Router#shipeigrp topology IP-EIGRP Topology Table for AS 10 Codes: P - Passive, A - Active, U - Update, Q - Query, R - Reply, r - Reply status P 192.168.10.0/24, 1 successors, FD is 28160 via Connected, FastEthernet0/0 P 192.168.100.0/24, 1 successors, FD is 2169856 via Connected, Serial0/0/0 P 192.168.20.0/24, 1 successors, FD is 2169856 via Connected, Serial0/0/1 P 192.168.30.0/24, 1 successors, FD is 2172416 via 192.168.20.2 (2172416/28160), Serial0/0/1 P 192.168.40.0/24, 1 successors, FD is 2681856 via 192.168.20.2 (2681856/2169856), Serial0/0/1 P 192.168.50.0/24, 1 successors, FD is 2684416 via 192.168.20.2 (2684416/2172416), Serial0/0/1 P 192.168.80.0/24, 1 successors, FD is 2681856 via 192.168.100.2 (2681856/2169856), Serial0/0/0 P 192.168.70.0/24, 1 successors, FD is 2684416 via 192.168.100.2 (2684416/2172416), Serial0/0/0 P 192.168.60.0/24, 1 successors, FD is 3193856 via 192.168.20.2 (3193856/2681856), Serial0/0/1
  16. 16. via 192.168.100.2 (3449856/2937856), Serial0/0/0 Show ip eigrp topology merupakan perintah yang digunakan untuk memverifikasi operasi EIGRP. EIGRP ID merupakan IP address terbesar dari interface yang aktif pada router, dan berada pada AS 100. Seperti terlihat dari hasil output diatas dapat dijelskan bahwa:  Passive(P), menandakan bahwa network ini available, dan mungkin dapat dimasukkan dalam tabel routing.  Active (A), menandakan bahwa network saat ini tidak dapat di akses, dan tidak dapat ditaruh dalam tabel routing. Status avtive berarti terdapat request untuk jalur menuju network ini.  Update (U), kode ini menandakan bahwa network ini sedang diupdate. Kode ini juga menunjukkan bahwa router sedang menunggu acknowledgement dari paket update yang dikirimkan.  Query (Q), kode ini menunjukkan bahwa terdapat paket-paket Query untuk network ini selain dalam status active. Kode ini juga menunjukkan bahwa router menunggu acknowledgement untuk paket query.  Replay (R), kode ini menunjukkan bahwa router sedang mengirimkan paket replay untuk network ini dan sedang menunggu acknoledgement dari paket replay tersebut.  Stuck-in-active (SIA), kode ini menandakan terdapat masalah dalam proses convergence EIGRP untuk network yang bersangkutan. f. Show ipeigrp traffic Router 0 Router#shipeigrp traffic IP-EIGRP Traffic Statistics for process 10 Hellos sent/received: 368/244 Updates sent/received: 13/21 Queries sent/received: 0/0 Replies sent/received: 0/0 Acks sent/received: 21/13 Input queue high water mark 1, 0 drops SIA-Queries sent/received: 0/0 SIA-Replies sent/received: 0/0
  17. 17. Show ip eigrp trafficmerupakan perintah yang digunakan untuk menampilkan jumlah dari beberapa paket EIGRP yang dikirim dan diterima. Seperti terlihat dari hasil output diatas dapat dijelaskan bahwa router 0 telah mengirimkan Hello packet sebanyak 368 dan menerima Hello Packet 244 packet. g. Debug eigrp packet Router 0 Router#debug eigrp packet EIGRP Packets debugging is on (UPDATE, REQUEST, QUERY, REPLY, HELLO, ACK ) Router# EIGRP: Received HELLO on Serial0/0/0 nbr 192.168.100.1 AS 10, Flags 0x0, Seq 12/0 idbQ 0/0 EIGRP: recv packet with wrong subnet on Serial0/0/0 EIGRP: Sending HELLO on Serial0/0/1 AS 10, Flags 0x0, Seq 1/0 idbQ 0/0 iidbQ un/rely 0/0 EIGRP: Sending HELLO on FastEthernet0/0 AS 10, Flags 0x0, Seq 1/0 idbQ 0/0 iidbQ un/rely 0/0 EIGRP: Sending HELLO on Serial0/0/0 AS 10, Flags 0x0, Seq 1/0 idbQ 0/0 iidbQ un/rely 0/0 Router#debug eigrp packet EIGRP: Received HELLO on Serial0/0/0 nbr 192.168.100.1 AS 10, Flags 0x0, Seq 12/0 idbQ 0/0 EIGRP: recv packet with wrong subnet on Serial0/0/0
  18. 18. Debug eigrp packet, Perintah ini menampilkan jenis EIGRP paket yang dikirim dan diterima oleh router yang perintah ini dijalankan pada Jenis paket yang berbeda dapat dipilih untuk tampilan individu atau kelompok. 5. AnalisadanKesimpulan a. Fungsiperintah no auto-summary. Perintah no auto-summary digunakan untuk menonaktifkan fitur auto-summary dan mengirim informasi routing subprefix melintasi kelas boundary atau batasan-batasan network.EIGRP akan otomatis melakukan summarization pada batas major network classful, namun terkadang summarization tidak diinginkan. Misalnya ketika kita memiliki network-network yang discontiguous artinya tidak bersebelahan/berurutan, maka kita harus men-disable fitur auto-summary.Perintahnyaseperti, Router(config-router)#no auto-summary. b. Alamatuntukpertukaraninformasiantarsesama router EIGRP. BGP merupakan protocol routing digunakanuntukmelakukanpertukaraninformasi intidari routing internet yang antarjaringan. BGP bekerjadengancaramemetakansebuah IP network yang menunjukkejaringan yang dapatdicapaiantar Autonomous System (AS). Hal inidigambarkansebagaisebuah protocol path vector.BGP tidakmenggunakan metric IGP (Interior Gateway Protocol) tradisional, tapimembuat routing decision berdasarkan path, network policies, danatauruleset.BGP diciptakanuntukmenggantikan protocol routing EGP yang mengijinkan routing secaratersebarsehinggatidakaharusmengacupadasatujaringan backbone saja. c. Perbedaanperintah 3.c dan 3.d. Show ip eigrp neighbor digunakan untuk memverifikasi bahwa router telah mengenali neighbor yang terhubung dengannya. Misalnya show ipeigrp neighbor pada router 1, hasilperintahnyasebagaiberikut : IP-EIGRP neighbors for process 10 H Address Interface (sec) 0 192.3.20.2 Hold Uptime SRTT RTO Q Seq (ms) Cnt Num Se0/0/0 10 00:17:10 40 1000 0 69 1 192.2.100.2 Se0/0/1 11 00:12:59 40 1000 0 78 Padahasil output perintahtersebutterdapat :
  19. 19. 1) H(Handle) merupakan sebuah angka yang digunakan oleh IOS untuk melacak sebuah neighbor. 2) Address merupakan alamat network-layer dari neighbor. 3) Interface merupakan interface router yang terhubung dengan neighbor. 4) Hold Time merupakan waktu maksimum dalam detik, jika router tidak mendapatkan paket apapun dari neighbor dalam waktu tersebut maka neighbor akan dianggap tidak available lagi. Pada mulanya, paket yang ditunggu oleh router adalah Hello Packet, tetapi pada IOS software yang baru, setiap paket dari neighbor yang diterima setelah Hello Packet pertama dapat me-reset timer ini. 5) Uptime merupakan Waktu dalam hitungan jam, menit, dan detik sejak router lokal pertama kali dikenali dari neighbor ini. 6) SRTT (Smooth Round Trip Timer) merupakan jumlah rata-rata dalam milidetik yang dibutuhkan agar sebuah paket dikirimkan pada neighbor dan agar router lokal menerima acknowledgment dari paket tersebut. Timer ini digunakan sebagai interval untuk melakukan transmisi ulang, juga disebut retransmission timeout(RTO). 7) RTO (Restransmit Time Out) merupakan jumlah waktu dalam milidetik dimana router akan menunggu sebuah acknowledgment sebelum mengirim ulang paket kepada neighbor. 8) Q Cnt(Queue Count) merupakan jumlah EIGRP packet (update, query,, dan replay) yang menunggu dalam antrian, jika angka dari Q Cnt lebih besar dari “0” maka kemungkinan akan terjadi congestion (kepadatan trafiic). Jika nilai “0” berarti tidak ada paket EIGRP dalam antrian. 9) Seq Num (Sequence Number) merupakan nomor urut dari update terakhir, query, atau paket replay yang diterima dari neighbor. Show ip eigrp interface berfungsi untuk menampilkan informasi mengenai semua interface yang dikonfigurasi agar ikut berpartisipasi dalam proses EIGRP. Misalnya show ipeigrp interface pada router 1, hasilperinthanyasepertiberikut : IP-EIGRP interfaces for process 10 Xmit Queue Mean Pacing Time Multicast Pending Interface Peers Un/Reliable SRTT Un/Reliable Flow Timer Routes Fa0/0 0 0/0 1236 0/10 0 0 Se0/0/1 1 0/0 1236 0/10 0 0
  20. 20. Se0/0/0 1 0/0 1236 0/10 0 0 Padahasil output perintahtersebutterdapat : 1) Interface merupakan tempat interface yang terhubung ke neighbor dengan EIGRP. 2) Peers merupakan jumlah neighbor EIGRP yang terhubung langsung (jika “0” tidak menggunakan EIGRP, jika “1” artinya menggunakan EIGRP. 3) Xmit Queue Un/Reliable merupakan jumlah paket yang tersisa dalam antrian transmisi Unrealible dan Realible. 4) Mean SRTT merupakan Interval mean SRTT dalam milidetik. 5) Pacing Time Un/Realible digunakan untuk mengetahui kapan paket EIGRP harus dikirimkan melalui interface. 6) Multicast Flow Timer merupakan nilai maksimum dalam detik dimana router akan mengirimkan paket EIGRP secara multicast. 7) Pending Routers merupakan jumlah entri router dalam paket yang menunggu dalam antrian untuk dikirim keluar. d. Perbedaanmasing-masing table yang disediakan EIGRP. 1) Tabel neighborship(biasanya disebut sebagai tabel tetangga atau neighbortable) merekam informasi tentang router-router yang telah membentukhubungan bertetangga ( neighborship). 2) Tabel Topologi menyimpan pengumuman-pengumuman ( advertisements ) route tentang semua route di inetnetwork yang diterima dari setiap tetangga. 3) Tabel route menyimpan route-route yang sekarang digunakan untuk membuat keputusan routing. Akan ada copy-copy terpisah dari setiap tabel ini untuk masing-masing protocol yang secara aktif didukung oleh EIGRP, apakah itu IP, IPX atau AppleTalk. e. Berdasarkan 3.c, jumlah network yang tercantumpadamasing-masing router yaitu : 1) Router 1 : Network 192.1.10.0 Network 192.3.20.0 Network 192.2.100.0 2) Router 2: Network 192.3.20.0 Network 192.4.30.0 Network 192.5.40.0 3) Router 3:
  21. 21. Network 192.5.40.0 Network 192.6.50.0 Network 192.7.60.0 4) Router 4: Network 192.7.60.0 Network 192.8.70.0 Network 192.9.80.0 5) Router 5 : Network 192.2.100.0 Network 192.9.80.0 f. Tampilanrutealiran data jika host pada network 192.1.10.0melakukanperintahtracertkesalahsatu host pada network 192.8.70.0. Serta alasannya. Hasilperintahtracert : PC>tracert 192.8.70.2 Tracing route to 192.8.70.2 over a maximum of 30 hops: 1 62 ms 47 ms 63 ms 192.1.10.1 2 78 ms 94 ms 78 ms 192.2.100.2 3 109 ms 109 ms 125 ms 192.9.80.1 4 * 172 ms 156 ms 192.8.70.2 Trace complete. Tampilannyasepertiberikut : Tracert merupakan perintah yang digunakan untuk menunjukkan rute yang dilewati paket untuk mencapai tujuan. Rute yang tampilkan adalah daftar interfaces router yang paling dekat dengan host yang terdapat pada jalur antara host dan tujuan. Trace
  22. 22. ke host IP 192.8.70.2 dengan maksimum loncatan 10ms . Hasil tracert diatas menunjukkan bahwa koneksi yang digunakan cukup stabil, terlihat 3 Hops (loncatan). Waktu dalam satuan ms (millisecond) sama seperti halnya Hops, semakin kecil waktu perpindahan data, maka akan semakin baik /cepat anda mengakses situs yang anda traceroute tadi.Pada nomor 1, paket data melewati IP 192.1.10.1, hop pertama bernilai 62 ms hop kedua bernilai 47ms dan hop ketiga bernilai 63 ms , maka nilai hop pertama hingga ketiga stabil (tidak berbeda terlalu jauh).Pada nomor 2, paket data melewati IP 192.2.100.2, hop pertama bernilai 78 ms hop kedua bernilai 94 ms dan hop ketiga bernilai 78 ms , maka nilai hop pertama hingga ketiga stabil (tidak berbeda terlalu jauh).Pada nomor 3, paket data melewati IP 192.9.80.2, hop pertama bernilai 109 ms hop kedua bernilai 109 ms dan hop ketiga bernilai 125 ms , maka nilai hop pertama hingga ketiga stabil (tidak berbeda terlalu jauh). h. Jika delay pada Router5 serial 0/0/1 dan Router 4 serial 0/0/0 (asumsiberadapada satu network) diubah menjadi 4 ms. (Perintah: Router(conf-if)#delay 4000). Ulangi 4.f. Hasiltracertnyasepertiberikut : PC>tracert 192.8.70.2 Tracing route to 192.8.70.2 over a maximum of 30 hops: 1 62 ms 46 ms 62 ms 192.1.10.1 2 94 ms 62 ms 94 ms 192.3.20.2 3 109 ms 93 ms 125 ms 192.7.60.2 4 96 ms 172 ms 125 ms 192.9.80.1 Tampilannyasepertiberikut :
  23. 23. Rute yang tampilkan adalah daftar interfaces router yang paling dekat dengan host yang terdapat pada jalur antara host dan tujuan.Trace ke host IP 192.8.70.2 dengan maksimum loncatan 30 . Hasil tracert diatas menunjukkan bahwa koneksi yang digunakan cukup stabil, terlihat 3 Hops (loncatan). Waktu dalam satuan ms (millisecond) sama seperti halnya hops, semakin kecil waktu perpindahan data, maka akan semakin baik /cepat anda mengakses situs yang anda traceroute tadi.Pada nomor 1, paket data melewati IP 192.1.10.1, hop pertama bernilai 62 ms hop kedua bernilai 46 ms dan hop ketiga bernilai 62 ms , maka nilai hop pertama hingga ketiga stabil (tidak berbeda terlalu jauh).Pada nomor 2, paket data melewati IP 192.3.20.2, hop pertama bernilai 94 ms hop kedua bernilai 62 ms dan hop ketiga bernilai 94 ms , maka nilai hop pertama hingga ketiga stabil (tidak berbeda terlalu jauh).Pada nomor 3, paket data melewati IP 192.7.60.2, hop pertama bernilai 109ms hop kedua bernilai93 ms dan hop ketiga bernilai 125 ms , maka nilai hop pertama hingga ketiga stabil (tidak berbeda terlalu jauh). EIGRP akan mengirimkan hello packet untuk mengetahui apakah router-router tetangganya masih hidup ataukah mati. Pengiriman hellopacket tersebut bersifat simultant, dalam hello packet tersebut mempunyai hold time, bila dalam jangka waktu hold time router tetangga tidak membalas, maka router tersebut akan dianggap mati. Biasanya hold time itu 3x waktunya hello packet, hello packet defaultnya 15 second. Lalu dual akanmeng-kalkulasi ulang untuk path-pathnya. Hello packet dikirimsecara multicast ke IP Address 224.0.0.10. 1) Memilih jalur/route untuk mencapai suatu network dengan ongkos paling rendah, dan bebas looping. 2) AD (advertised distance), menggambarkan seberapa jauh sebuah network dari neighbor, merupakan ongkos (metric) antara router next-hop dengan network destination. 3) FD (feasible distance), menggambarkan seberapa jauh sebuah network dari router, merupakan ongkos (metric) antara router dengan router next-hop ditambah dengan AD dari router next-hop. 4) Ongkos paling rendah = FD paling rendah. 5) Successor, adalah jalur utama untuk mencapai suatu network (route terbaik), merupakan router next-hop dengan Ongkos paling rendah dan jalur bebas looping.
  24. 24. 6) Feasible Successor, adalah jalur backup dari successor (AD dari feasible successor harus lebih kecil daripada FD dari successor) EIGRP ( Enhanched Interior Gateway Routing Protocol ) adalah routing protocol yang hanya diadopsi oleh router Cisco atau sering disebut sebagai proprietary protocol pada Cisco, dimana EIGRP inihanya bisa digunakan sesama router Cisco. EIGRP menggunakan formula berbasis bandwidth dan delay untuk menghitung metric yang sesuai dengan suatu rute. EIGRP melakukan konvergensi secara tepat ketika menghindari loop. EIGRP tidak melakukan perhitunganperhitungan rute seperti yang dilakukan oleh protocol link state. Hal ini menjadikan EIGRP tidakmembutuhkan desain ekstra, sehingga hanya memerlukan lebih sedikit memori dan proses dibandingkan protocol link state. Konvergensi EIGRP lebih cepat dibandingkan dengan protocol distance vector. Hal ini terutama disebabkan karena EIGRP tidak memerlukan fitur loop avoidance yang pada kenyataannyamenyebabkan konvergensi protocol distance vector melambat. Hanya dengan mengirim sebagian dari routing update (setelah seluruh informasi routing dipertukarkan). EIGRP mengurangi pembebanan di jaringan.Salah satu kelemahan utama EIGRP adalah protocol Cisco-propritary, sehingga jika diterapkan pada jaringan multivendor diperlukan suatu fungsi yang disebut route redistribution. Fungsi ini akan menangani proses pertukaran rute router di antara dua protocol link state (OSPF dan EIGRP).EIGRP sering disebut juga hybriddistance- vector routing protocol, karena EIGRP ini terdapat dua tipe routing protocol yang digunakan, yaitu distance vector dan link state. Dalam perhitungan untuk menentukan jalur manakah yang terpendek, EIGRP menggunakan algoritma DUAL ( Diffusing Update Algorithm ) dalam menentukannya.

×