• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Petani & Pemburu
 

Petani & Pemburu

on

  • 3,030 views

 

Statistics

Views

Total Views
3,030
Views on SlideShare
2,960
Embed Views
70

Actions

Likes
1
Downloads
173
Comments
0

3 Embeds 70

http://cvrahmat.blogspot.com 67
http://www.techgig.com 2
http://www.slideshare.net 1

Accessibility

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Petani & Pemburu Petani & Pemburu Presentation Transcript

    • Siasat Cerdas di Era Job Grading Hand Out Pendidikan Aplikasi 2007 Intrapreneurship
    • Tujuan Pembelajaran
      • TIU :
      • Menjadi Intrapreneur di tempat kerja yaitu menjadi karyawan yang bekerja dalam perusahaan, tetapi memiliki mental serta cara kerja seperti seorang wiraswasta
      • TIK :
      • Dapat menerapkan 7 disiplin Intrapreneurship di tempat kerja sehingga dapat menjadi Intrapreneur sejati, yaitu :
    • Intrapreneurship
    • Adapun 7 Disiplin Intrapreneurship, sbb:
      • Personal Mastery
      • Personal Contribution
      • Team Mentality
      • Multy Preneurship
      • Personal Learning
      • Emosional Mastery
      • Personal Enthusiasm
    • Warna Baru Perusahaan2 Masa Kini
      • Intrapreneur adalah sekaligus thinkers and does . Dia juga skaligus sebagai Planner and Workers.
      • Dulu, manajemen memisahkan keduanya dalam sekat terpisah. Bos bekerja dengan panca inderanya yang menelurkan visi, sedangkan “ anak buah ” bekerja dengan tangan dan kaki melakukan action.
      • Bagi Seorang Intrapreneur, ancaman terbesar bagi dirinya adalah ketika harus berdiri dalam sekat terpisah antara visi dan aksi.
    • Dunia kerja telah berubah
      • Bill Gates-Microsoft :
      • Kita sedang berada di era “the economic of speed” Siapa yang cepat dialah yang mendapatkan kesempatan yang pertama.
      • Dunia bisnis sekarang ditantang untuk lebih fleksibel, lebih gampang beradaptasi serta menjadi organisasi pembelajar yang selalu siap untuk belajar terhadap hal-hal baru.
    • Dunia Kerja Dulu (era ‘80-an
      • Masih menitik beratkan pada loyalitas
      • Citra perusahaan pada karyawan masih “tanpa syarat” (Mengabdi lama & Setia)
      • Unsur Loyalitas sebagai komponen apresiasi (Kompensasi & Promosi)
      • Kredo: Kita harus menghargai karyawan yang telah setia dan loyal pada perusahaan, dan pantas diapresiasi .
    • Dunia Kerja Sekarang (di era 2000-an)
      • Kredo perusahaan yang mengagungkan loyalitas, mulai pudar.
      • Perusahaan lembih membanggakan karyawan yang selalu berkontribusi.
      • Citra yang dulu tanpa syarat, kini menjadi bersyarat.
    • Kesimpulannya:
      • Sikap teraman adalah bukan dengan menaruh ketergantungan kita kepada perusahaan tetapi justru dalam diri kita sendiri
      • (Ingat pengalaman BRI, dengan program P2D tahun 1991 dan PDS tahun 1999)
      • Mendefinisikan Kembali Makna Loyalitas
      • Loyalitas I. Pada Perusahaan:
      • Karyawan merasa “hidup dan mati” bagi perusahaan tempat ia bekerja.
      • Loyalitas II. Pada Profesi :
      • Karyawan merasa tidak sekedar bekerja di suatu perusahaan tetapi kita berupaya memberikan kontribusi bagi perusahaaan melalui profesinya.
      • Loyalitas III. Pda Panggilan:
      • karyawan memiliki pemaknaan arti yang lebih dalam mengapa dirinya bekerja di suatu perusahaan.
    • B. Intrapreneurship Vs Enterpreneurship
      • Intrapreneurship :
      • “ Seseorang yang bekerja dlm suatu perusahaan, yang mengambil tanggung jawab secara langsung untuk mengubah ide-idenya menjadi jasa atau produk akhir yang menguntungkan melalui tindakan yang berani untuk mengambil resiko serta melakukan inovasi-inovasi.” (American Heritage Dictinary, 1992)
    • Intrapreneur (filosofi Petani & Pemburu)
      • Petani atau Karyawan yang bekerja dalam perusahaan, tetapi memiliki mental serta cara bekerja seperti seorang wiraswasta atau pemburu
      INTRAPRENEUR = SITUASI KERJA PETANI MENTAL KERJA PEMBURU +
    • Karateristik Petani
      • Bekerja dengan tekun
      • Memberikan nilai tambah yang tinggi bagi mereka yang mempekerjakannya+
      • Bersikap profesional, tahu membedakan masalah pribadi dengan pekerjaan
      • Tetap memberikan yang terbaik dari diri mereka
      • Memiliki ambisius positif untuk ke jenjang lebih tinggi
    • Karateristik Pemburu
      • Berani mengambil resiko
      • Banyak mengalalmi kegagalan, tapi bangkit kembali
      • Terus menerus belajar
      • Dimulai dari skala kecil, terus berkembang
      • Disiplin untuk berjuang sampai berhasil
      • Ambisi positif untuk membuat bisnisnya berkembang.
    • C. Tujuh Disiplin Utama bagi Seorang Intrapreneurship
      • 1. Personal Mastery
      • Personal Mastery adalah :
      • Level penguasaan, kemampuan serta komitmen pada suatu bidang secara khusus.
      • Disiplin personal mastery , menginatkan Anda agar berfokus pada bidang yang khusus, melatih diri dengan sabar, terus menerus mengembangkan diri, hingga berhasil mencapai level tertinggi.
    • Kerangka Model PERSONAL MISTERY PERSONAL MASTERY COACHING MENTORING INSPIRING TEACHING
    • Dengan menjadi Personal Mastery , maka Anda akan :
      • Menjadi referensi atau sumebr acuan untuk bidang tertentu.
      • Menjadi “top of mind” dalam bidang tertentu, apabila orang mengalami kesulitan
      • Diri anda diasosiasikan atau dihubungkan dengan kemahiran dalam bidang tertentu.
      • Orang menanyai pendapat anda bahkan melihat anda sebagai guru pada bidang tertentu.
    • 4 KUADRAN untuk mencapai LEVEL MASTERY KOMPULSIF PEMBOSAN MASTER SETEMGAH HATI RENDAH TINGGI S EMANGAT K E S A B A R A N TINGGI RENDAH
    • Kesaksian / Testimoni :
      • Tiger Woods, Tour Championship 2004, Sunday Morning Post, 7 Nop 2004 :
      • “ Kamu harus mengerti bahwa banyak resiko untuk menjadi yang terbaik. Bagi saya, ambillah keputusan untuk menjadi yang terbaik, dan bertekunlah untuk itu. Itulah yang telah membuat saya menjadi seperti sekarang ini ”.
      • Hukum Kontribusi :
      • Hukum Penyesuaian :
      • Jika potensi kita besar, maka seharusnya kontribusi yang kita berikan juga lebih besar. Namun, jika potensi kita ternyata lebih kecil, minimal kita memberikan yang optimal dari yang mampu kita berikan.
      2. Personal Contribution NILAI ANDA BAGI PERUSAHAAN = R U P I A H Kontribusi Anda R U P I A H Anda Dibayar +
    • Tips Memberikan Kontribusi di Tempat Kerja :
      • Lakukan tugas-tugas utama yang yang tertuang dalam Job Discripson Anda.
      • Melihat peluang/kesempatan untuk dapat menerapkan ketrampilan/kompetensi yang dimiliki.
      • Menjadi relawan dlm berbagai proyek= belajar sambil meberikan kontribusi.
      • Melakukan promosi ttg kontribusi Anda.
    • Persepsi, strategi promosi “Menjual Diri”
      • Kemampuan Anda untuk menciptakan persepsi orang lain tentang kompetensi Anda, adalah sama pentingnya bahkan bisa jauh lebih penting dari kompetensi yang Anda miliki.
    • 3. Team Mentality
      • Ilustrasi dgn Game :
      • “ Tukar Uang dan Tukar Ide ”
      • “ We Can’t spell S-U-C-C-E-S-S without ‘ U ’ ”. Artinya, kita tidak bisa mengeja kata SUCCESS (SUKSES), tanpa U (kamu).
    • 4. Personal Multipereneur
      • Multipreneurship : bertanggung jawab atau mengambil alih banyak hal.
      • Seorang multipreneur : memiliki latar belakang ilmu yang berbeda-beda justru memberikan keuntungan berupa sudut pandang serta perspektif berpikir yang berbeda.
      • OKI, jangan terpaku pasa satu bidang Ilmu saja, ciptakan ketrampilan tambahan.
    • Kiat Menjadi Multipreneur
      • Memperluas definisi atas jabatan pekerjaan kita sekarang.
      Pemimpin + IT Problem Solver + Trainer + Konsultan IT Manager POSISI BARU POSISI LAMA
    • Langkah2 ke bid. Multipreneur
      • Langkah 1: sebutkan definisikan pekerjaan atau jabatan Anda sekarang.
      • Langkah 2: sebutkan deskripsi pekerjaan Anda saat ini secara singkat.
      • Langkah 3: perluaslah istilah jabatan Anda dengan fungsi-fungsi pokok yang lain.
      • Langkah 4: tentukan ketrampilan, pengetahuan, serta kemampuan apa saja yang dibutuhkan untuk mendukung fungsi Anda yang baru.
      • Langkah 5: rencanakan bagaimanakah, kapan serta di mana Anda bisa memperdalam ketrampilan baru yang telah Anda tentukan.
    • Tips Membangun Kemampuan Multipreneur
      • Kuasai 4 bidang Utama
      • Bidang Keuangan (Finance, Accounting)
      • Bidang Pemasaran (Sales, Marketing)
      • Bidang Teknologi (IT)
      • Bidang Manusia SDM (HRD, OB, Psikologi)
    • 5. Personal Learning
      • Mitologi Burung Phoenix, simbol pembaharuan diri yang terus menerus, ketika telah usang, ia akan membakar dirinya sendiri lalu dari abunya akan muncul Phoenix yang baru.
      • Semangat “ creative destruction ” (penghancuran kreatif) yakni menghancurkan kemampuan, mengatasi kemampuan saat ini untuk mencapai level kemampuan yang lebih tinggi.
    • Langkah2 menuju Personal Learning
      • Membangun kerinduan belajar.
      • disiplim Membaca, Belajar, dan Berkembang
      • Sukses berkat IMA :
        • Informasi : Tahu lebih banyak, tahu lebih dalam, dan memiliki banyak ide kreatif.
        • Motivasi : Memiliki antusias tinggi, lebih tekun/ulet berusaha, pantang menyerah.
        • Asosiasi : berhubungan/ berelasi dengan dgn orang lain, terutama orang2 sukses.
    • 6. Emotional Mastery
      • Penaklukan Emosi =
      • Mengarungi Lautan Kehidupan
      • Tatkala layar telah berkembang
      • Dan kapal telah beranjak perlahan meninggalkan labuan kenyamanan
      • Topan dan gelombang justru menjadi rekan perjalanan
      • Menembus kepekatan berbekal harapan.
      • Kalaupun akhirnya…. Tidak sampai pada tujuan
      • Kapal itu telah mencata sejarah
      • Mengarungi lautan kehidupan dengan gagah.
    • Beberapa Hal Penting yang disarankan :
      • Keluar dari Confort Zone :
      • Mengatasi berbagai emosi tidak menyenangkan pada diri kita, khusunya dalam hal mengambil resiko.
      • Belajar Mengatasi Kondisi Eksternal yang Tidak Ramah.
    • Menjadi Profesionally Emotion Worker (PEW)
      • (Menjadi Pekerja dengan emosional yang matang) :
      • Tidak mudah larut dalam perasaan-perasaan yang tidak menyenangkan.
      • Menjadi tuan atas emosinya dan sanggup menggerakkan emosinya untuk hal-hal yang positif.
      • Mampu mengendalikan dirinya secara sadar tanpa dipengaruhi suasana atau orang-orang disekitarnya.
      • Dapat mengeluarkan emosinya secara dewasa.
    • 7. Personal Enthusiasm Nthusiasm makes difference. E enjadi pribadi yang unggul M ukses kan kau raih S ngkat hatimu penuh tekad A tulah tantangan !! I amudra S jian hidup, badai, U ajamkanlah fokus dan jangan goyah T tuk membangun masa depan N yo BANGKIT Jangan Lesu !! A
    • Nasihat tentang Pentingnya Antisiasme dalam Kerja :
      • Steven Spielberg (sutradara film):
      • “ Tanpa perasaan cinta, kita tidak akan mendapatkan apa-apa. Seberat apapun suatu pekerjaan, bila kita kerjakan dengan cinta, semua akan menhasilkan sesuatu yang membahagiakan.”
      • Matshushita Konosuke (pendiri MEC)
      • “ Saya memulai hidup saya lebih kurang beruntung….Akhirnya, saya melihat kesuksesan saya dengan melakukan apapun yang saya harus kerjakan dengan penuh semangat dan suka cita tanpa mengeluh”
    • Tips Menjadi Antusias :
      • Membangun FUN dalam Rutinitas Kerja.
      • Kesenangan (fun) adalah energi yang memberikan vitalitas kerja.
      • Nasihat bijak : “Jika Anda ingin sukses dalam bisnis, lakukan hal-hal fundamental secara benar, tapi jangan lupa untuk tetap memiliki kesenangan.
    • Bagaimana membangun FUN?
      • Fokuskan pada hal-hal yang menyenang- kan dan menarik di kantor.
      • Jadikan kesenangan inklusif di tempat kerja, dan upayakan melibatkan semua.
      • Nikmati humor dan ciptakan humor di tempat kerja.
    • Hindari Diri menjadi Toxic Employee (Karyawan Beracun)
      • Sumber Masalah
      • Sulit bekerja sama dengan orang lain.
      • Kontribusi minimalis.
      • Bersikap negatif (banyak mengeluh, dll)
      • Tidak bersyukur /menyia-nyiakan.
      • Tidak mau repot (mental apatis)
      • Kesadaran kualitas rendah.
      • Emosional /tempramen
      • Tidak mau belajar/ mengembangkan diri
      • Suka berita negatif. (penyebar gosip)
    • D. Menjadi The Best Achiever
      • Have Great Dreams
      • Have Great Drive
      • Have Great Deeds
    • Have Greet Dreams (miliki tujuan atau mimpi besar)
      • Berpikirlah sukses, jangan berpikir gagal.
      • Camkanlah, bahwa Anda lebih baik dari yang Anda sangka.
      • Lipat gandakan kepercayaan Anda. Ukuran sukses Anda sama besar dengan ukuran kepercayaan Anda.
      • Gelutilah tujuan kecil, Anda akan mendapat hasil yang kecil, Gelutilah tujuan besar, Anda akanmendapat hasil yang juga besar.
    • Have Geat Deeds (miliki perbuatan atau tindakan besar)
      • Goal Setting : berdoalah, mintalah hikmat marifat dari TUHAN, tentang apakah yang IA rencanakan untuk hidup Anda.
      • Action Plans : buatlah rencana tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan hidup tersebut.
    • Have Great Drive (miliki komitmen dan motivasi yang besar)
      • Stick on dreams : melekatlah terus pada mimpi Anda, agar motivator kreatif.
      • Work hard & Work smart : Kerja keras saja tidak cukup, tapi harus diimbangi dengan kerja cerdas.
      • Kekuatan pikiran : menggunakan pikiran positif secara berkesenambungan.
      • Kekuatan kemauan adalah kunci sukses.
      • Ketahanan hati : ketekunan, ketabahan, semangat pantang menyerah sebelum tercapai tujuan.
    • Penutup.
      • Dan untuk segalanya, marilah kita menjadi profesional yang mengerti untuk berterima kasih atas perusahaan yang telah membesarkan serta memberikan jaminan atas apa yang kita miliki saat ini.
      • Be a true intrapreneur, my friend !
      • Jadilah petani yang bermental pemburu !
      • Then… Expect your success !!
      • TERIMA KASIH