Modul 1 Metode Rancangan Acak Lengkap

11,428 views

Published on

Analisis Perbandingan Pertumbuhan Kacang Hijau pada Media Tanah, Humus, dan Kapas dengan Metode Rancangan Acak Lengkap

Published in: Education
1 Comment
9 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
11,428
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
14
Actions
Shares
0
Downloads
413
Comments
1
Likes
9
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Modul 1 Metode Rancangan Acak Lengkap

  1. 1. Laporan Praktikum Desain Eksprimen MODUL I Analisis Perbandingan Pertumbuhan Kacang Hijau pada Media Tanah, Humus, dan Kapas dengan Metode Rancangan Acak Lengkap Oleh: Nur Cendana Sari 1313 030 026 Siti Azizah N.S. 1313 030 059 Asisten Dosen: Windia Cinde Prameswari Program Studi Diploma III Jurusan Statistika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2014
  2. 2. ABSTRAK Rancangan acak lengkap merupakan suatu metode rancangan yang sederhana atau bisa disebut dengan RAL. RAL berguna dalam praktikum percobaan dalam beberapa jenis percobaan tertentu yang mempunyai sifat relatif homogen. Praktikum yang diujikan dalam kasus ini adalah menggunakan pertumbuhan kacang hijau. Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pertumbuhan kacang hijau melalui tiga media tanam yang berbeda. Media tanam yang digunakan untuk menanam kacang hijau adalah tanah, humus, dan kapas. Terdapat tiga puluh butir biji kacang hijau dan masing-masing media diberi sepuluh butir secara acak. Data yang dianalisis pada praktikum ini diperoleh dari pencatatan tentang panjang batang kacang hijau selama lima hari berturut-turut. Oleh karena itu dibutuhkan pengujian menggunakan metode RAL. Metode ini akan membantu dalam menentukan keputusan dan kesimpulan apakah media tanah, humus, dan kapas berpengaruh pada pertumbuhan kacang hijau. Berdasarkan analisis didapatkan kesimpulan bahwa varians pertumbuhan kacang hijau tidak homogen, didapatkan pula kesimpulan bahwa tidak ada pengaruh dari media tanam yang berbeda pada pertumbuhan tanaman kacang hijau dan data residualnya menghasilkan kesimpulan bahwa tanaman kacang hijau tidak bersifat identik, independen, dan berdistribusi normal. Kata Kunci: Statistika Deskriptif, Uji Homogenitas, Uji ANOVA, Uji Tukey, Asumsi Residual IIDN, Rancangan Acak Lengkap, Kacang Hijau.
  3. 3. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kacang hijau adalah keluarga kacang-kacangan. Kacang hijau memiliki banyak manfaat untuk kehidupan manusia. Kacang hijau mengandung vitamin, mineral alami, dan zat gizi serta kalori yang sangat rendah yang baik untuk kesehatan, misalnya kandungan fosfornya yang baik untuk pertumbuhan tulang, mengobati penyakit kelebihan gula darah (diabetes), mampu menjagai kesehatan jantung dan sebagai sumber energi untuk tubuh kita. Penerapan desain ekperimen dalam praktikum kali ini meliputi perancangan, pengumpulan data, analisis, interpretasi hasil analisis, dan penarikan kesimpulan berdasarkan hasil analisis. Diharapkan rancangan percobaan dalam praktikum kali ini memberikan suatu hasil yang tepat sehingga kesimpulan yang diberikan dapat teruji kebenarannya. Percobaan dalam praktikum ini mengenai rancangan pertumbuhan kacang hijau yang ditanam melalui media yang berbeda. Terdapat tiga media percobaan yaitu media tanah, humus, dan kapas. Percobaan dilakukan di wadah gelas minuman yang sama dan dilakukan dalam keadaan yang homogen. Homogenitas dari percobaan ini meliputi kuantitas penyiraman, waktu penyiraman, dan suhu lingkungan. Setiap media diperlakukan pengulangan sebanyak sepuluh kali dalam satu wadah secara acak. Percobaan yang digunakan dalam praktikum ini menggunakan metode RAL jadi lingkungan dibuat homogen. 1.2 Rumusan Masalah Perumusan masalah yang dianalisis dalam praktikum ini adalah sebagai berikut. 1. Bagaimana satistika deskriptif dari data praktikum pertumbuhan batang kacang hijau melalui media tanah, humus, dan kapas ? 2. Bagaimana hasil uji homogenitas varians dari data praktikum pertumbuhan batang kacang hijau melalui media tanah, humus, dan kapas ?
  4. 4. 3. Bagaimana hasil analisis perbandingan pada pertumbuhan batang kacang hijau melalui media tanah, humus, dan kapas dengan menggunakan tabel ANOVA ? 4. Bagaimana hasil analisis perbandingan berganda pada pertumbuhan batang kacang hijau melaui media tanah, humus, dan kapas ? 5. Bagaimana hasil pemeriksaan asumsi IIDN (Identik, Independen, Berdistribusi Normal) pada pertumbuhan batang kacang hijau ? 1.3 Tujuan Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan yang dirumuskan dalam praktikum adalah sebagai berikut. 1. Menganalisis statistika deskriptif dari data praktikum pertumbuhan batang kacang hijau melalui media tanah, humus, dan kapas. 2. Menguji hasil uji homogenitas varians dari data praktikum pertumbuhan batang kacang hijau melaui media tanah, humus, dan kapas. 3. Menganalisis hasil analisis perbandingan pertumbuhan batang kacang hijau melalui media tanah, humus, dan kapas. 4. Menguji hasil uji perbandingan berganda pertumbuhan batang kacang hijau melalui media tanah, humus, dan kapas dengan menggunakan uji Tukey. 5. Menganalisis hasil pemeriksaan asumsi IIDN (Identik, Independen, Berdistribusi Normal) pada pertumbuhan kacang hijau. 1.4 Manfaat Manfaat dari praktikum ini adalah mampu memahami pengertian dan konsep dasar metode RAL. Mampu menganalisis data dari percobaan menggunakan metode RAL dan mampu memberikan kesimpulan dari analisis data menggunakan metode RAL. 1.5 Batasan Masalah
  5. 5. Pada praktikum ini dilakukan percobaan penanaman kacang hijau sebanyak 30 butir yang ditanam pada tiga media, masing-masing 10 butir acak pada media kapas, 10 butir acak tanah humus, dan 10 butir acak tanah.
  6. 6. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Statistika Deskriptif Statistika deskriptif adalah metode-metode yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian suatu gugus data sehingga memberikan informasi yang berguna tanpa menarik inferensia atau kesimpulan. (Walpole, 1995) 2.2 Rancangan Acak Lengkap Rancangan acak lengkap (RAL) adalah jenis rancangan percobaan yang paling sederhana dan paling mudah jika dibandingkan dengan jenis rancangan percobaan yang lain. RAL hanya bisa dilakukan pada percobaan dengan jumlah perlakuan yang terbatas dan satuan percobaan harus homogen atau faktor luar yang dapat mempengaruhi percobaan harus dapat dikontrol. (Mukmin, 2011). 2.2.1 Struktur Data Rancangan Acak Lengkap Struktur data pengamatan untuk RAL yang terdiri dari t perlakuan dan r ulangan disajikan sebagai berikut, Tabel 2.1 Struktur Data RAL Perlakuan 1 2 … T Total Y11 Y21 … Yt1 Y12 Y22 … Yt2 … Y1r Y2r Ytr Total Y1. Y2. … Yt. Y.. Nilai Tengah (Rata-rata) .1y .2y … .ty ..y (Gaspersz, 1995) 2.2.2 Model Linier Dan Analisis Ragam Rancangan Acak Lengkap Rancangan Acak Lengkap (RAL) merupakan rancangan paling sederhana. Rancangan Acak Lengkap (RAL), data percobaan menggunakan model sebagai berikut, Model : Y = μ1 +τi + Єij Dimana : Yij : hasil pengamatan pada perlakuan ke-i, pengulangan ke-j μi : rata-rata populasi Єij : error pada perlakuan ke-i, pengulangan ke-j
  7. 7. (Anonim_1,2014) Asumsi yang dibutuhkan untuk analisis rancangan acak lengkap model tetap adalah i =0 dan var ( ij )= 2 untuk semua ij serta IIDN( 0, 2 ) 2.3 Uji Homogenitas Varians Dalam melakukan suatu eksperimen, harus dilakukan pemeriksaan varinas dari beberapa kelompok perlakuan. Untuk menguji kelompok tersebut bersifat homogen atau tidak. Pemerikasaan tersebut menggunakan uji Bartlett. Salah satu asumsi dalam uji nyata adalah E( 22 )( ij . Untuk mengetahui apakah asumsi ini terpenuhi, maka data percobaan dapat diuji apakah mempunyai ragam yang homogen. Hipotesis yang akan diuji adalah H0 : 22 2 2 1 ... t (varians homogen) H1 : Minimal ada satu perlakuan yang ragamnya tidak sama dengan yang lain Statistik uji yang digunakan adalah i ii srsrx 2 1 22 log)1(log)1(3026.2 (2.1) Statistik ini akan menyebar mengikuti sebaran khi-kuadrat dengan derajat bebas v = t-1. Dengan demikian jika x2 lebih besar daripada x t 2 )1( maka H0 ditolak (Gaspersz, 1995). 2.4 ANOVA (Analysis of Varians) Hipotesis dalam melakukan analisis data adalah sebagai berikut. H0 : µ1 = µ2 =…=µn (tidak ada perbedaan) H1 : minimal ada satu yang beda µi ≠ µj Statistik Uji yang digunakan adalah sebagai berikut. Fhitung = (2.2) Daerah kritis adalah sebagai berikut.
  8. 8. Tolak H0, jika Fhitung > Ftabel atau Pvalue , dengan α = 5%. (Anonim_2, 2014) Proses perhitungan Tabel 2.3 Tabel ANOVA Sumber Keragaman Db JK KT F hitung F Tabel 5% Perlakuan k-1 JKP KTP KTP/KTG Galat k(n-1) JKG KTG Total kn-1 JKT - - - 2.5 Perbandingan Berganda Jika dalam pengujian kesamaan mean beberapa perlakuan menunjukkkan hasil perbedaan yang signifikan (Tolak H0), maka pengujian dilanjutkan ke langkah berikutnya yaitu perbandingan ganda. Pengujian ini bertujuan untuk mencari mana dari perlakuan-perlakuan tersebut yang berberda secara signifikan. Uji yang digunakan adalah uji Tukey. Uji Tukey sering juga dinyatakan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ), diperkenalkan oleh Tukye (1935). Uji Tukey mirip dengan uji LSD yaitu mempunyai satu pembanding dan digunakan sebagai alternatif pengganti LSD apabila ingin menguji seluruh pasangan rata-rata perlakuan tanpa rencana. Langkah pengujian Tukey : 1. H0 : μi = μj dan H1 : μi ≠ μj 2. Thitung = ‫׀‬ Ӯ i - Ӯ j ‫׀‬ 3. Urutkan rata-rata perlakuan (dari kecil ke besar) 4. Tentukan nilai Tukey (2.3) 5. Tolak H0 jika Thitung > Tα 6. Bandingkan nilai mutlak selisih kedua rata-rata yang akan dilihat perbedaanya. (Anonim_3, 2014) 2.6 Uji Asumsi IIDN (Identik, Independen, Distribusi Normal)
  9. 9. Uji asumsi IIDN (Identik, Independen, Distribusi Normal) merupakan uji yang harus dilakukan apakan data yang digunakan memenuhi ketiga asumsi tersebut dalam melakukan pengujian. a. Residual Identik Uji residual identik dilakukan untuk melihat apakah residual memenuhi asumsi identik. Suatu data dikatakan identik apabila plot residualnya menyebar secara acak dan tidak membentuk suatu pola tertentu. Nilai variansnya rata-rata sama antara varians satu dengan yang lainnya. b. Residual Independen Uji residual independen dilakukan untuk melihat apakah residual memenuhi asumsi independen. Suatu data dikatakan independen apabila plot residualnya menyebar secara acak dan tidak membentuk suatu pola tertentu. c. Residual Berdistribusi Normal Uji residual distribusi normal dilakukan untuk melihat apakah residual memenuhi asumsi berdistribusi normal, apabila plot residualnya cenderung mendekati garis lurus (garis linier) dengan melihat nilai Pvalue. Jadi suatu data dapat dikatakan baik apabila data tersebut memenuhi semua asumsi IIDN (Identik, Independen, Distribusi Normal). (Gaspersz, 1995) 2.7 Kacang Hijau Kacang hijau merupakan sumber protein alami yang sangat baik untuk tubuh. Kacang hijau memiliki kandungan kalori yang sangat rendah, yaitu (31kkal/100mg) dan tidak mengandung lemak jenuh yang tidak baik untuk kesehatan kita. Kacang hijau juga kaya akan vitamin, mineral alami, dan zat gizi yang baik untuk tubuh kita. (Irswara, 2011). 2.8 Kapas Kapas adalah serat yang dihasilkan oleh tanaman kapas (Gossypium hirsutum ) tanaman kapas ini mempunyai banyak species diperkirakan berjumlah 30-40 spesies yang tersebar di seluruh belahan dunia dari daerah yang beriklim tropis hingga subtropis. sedangkan yang paling banya digunakan untuk produksi pakaian adalah tanaman kapas jenis Gossypium hirsutum.(Wikipedia,2012)
  10. 10. 2.9 Tanah Humus Tanah humus adalah tanah yang sangat subur terbentuk dari lapukan daun dan batang pohon di hutan hujan tropis yang lebat. (Anonim_4,2014) 2.10 Air Air adalah unsur yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Bahkan dapat dipastikan tanpa pengembangan sumberdaya air secara konsisten peradaban manusia tidak akan mencapai tingkat yang dinikmati sampai saat ini. Salah satu faktor penting penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari adalah untuk kebutuhan air minum. Air bersih merupakan air yang harus bebas dari mikroorganisme penyebab penyakit dan bahan-bahan kimia yang dapat merugikan kesehatan manusia maupun makhluk hidup lainnya. Air merupakan zat kehidupan, di mana tidak ada satupun makhluk hidup di bumi ini yang tidak membutuhkan air. (Anonim_5,2014) BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Sumber Data Data yang digunakan berasal dari data primer. Data primer adalah data yang diambil melalui pengamatan langsung dari objek. Sumber untuk melakukan
  11. 11. penelitian ini diambil sejak hari Selasa tanggal 4 Maret hingga Sabtu tanggal 8 Maret 2014 di Jl. Ketintang Raya No. 195 Surabaya. 3.2 Variabel Penelitian Pengamatan dalam praktikum ini dilakukan melaui tiga media pengamatan pertumbuhan kecambah yakni tanah, humus, dan kapas. Setiap masing-masing media terdapat pengamatan ditanami 10 sampel acak biji kacang hijau. 3.3 Alat dan Bahan Alat dan bahan yang harus dipersiapkan sebelum melakukan percobaan rancangan acak lengkap untuk mengetahui pertumbuhan tinggi kecambah pada tiga media berbeda yaitu tisu,kertas, dan kapas adalah sebagai berikut. Tabel 3.1 Alat dan Bahan No. Alat Bahan 1. Aqua plastik 600 ml 3 buah Kacang hijau 30 butir 2. Mistar Air 3. Buku catatan Tanah 4. Alat tulis Kapas 3.4 Langkah Kerja Langkah kerja pada praktikum ini adalah sebagai berikut. 1. Melakukan percobaan rancangan acak lengkap penanaman kecambah pada 3 media yang berbeda yaitu tanah, humus, dan kapas dengan jumlah masing- masing kecambah pada tiap media sebanyak 10 biji. 2. Melakukan penyiraman tanaman kecambah di semua media setiap hari pada pukul 05.00 WIB selama 5 hari dengan intensitas penyiraman yang sama. 3. Mengukur pertumbuhan tinggi kecambah di semua media setiap hari pada pukul 05.00 WIB selama 5 hari dengan mistar, kemudian mencatat pertumbuhan tinggi kecambah pada buku catatan. 4. Menghitung rata-rata pertumbuhan 10 biji kacang hijau. 5. Menerapkan konsep rancangan acak lengkap dengan melakukan pengujian hipotesis untuk mengetahui pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan tinggi tanaman kecambah.
  12. 12. 6. Menyimpulkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan. 7. Membuat laporan praktikum dalam bentuk modul. 3.5 Langkah Analisis Pada pembuatan modul ini, langkah-langkah yang digunakan dalam menganalisis data adalah sebagai berikut. 1. Menganalisis karakteristik data pertumbuhan biji kacang hijau yang ditanam pada media tanah , humus, dan kapas. 2. Melakukan uji homogenitas varians terhadap data pertumbuhan biji kacang hijau yang ditanam pada media tanam yang berbeda yaitu tanah, humus, dan kapas. 3. Melakukan uji ANOVA untuk menguji apakah ada pengaruh perlakuan yang berbeda atau tidak pada percobaan kacang hijau. 4. Melakukan uji asumsi residual untuk mengetahui apakah percobaan pada tumbuhan kacang hijau tersebut memenuhi asumsi IIDN atau tidak. 5. Membuat laporan untuk percobaan kacang hijau. 6. Mengambil kesimpulan dan saran. 3.6 Flow Chart Berikut adalah diagram alir dari praktikum ini.
  13. 13. tidak Gambar 3.6 FlowChart MULAI MEMASUKKAN DATA STATISTI KA DESKRIP TIF UJI HOMOGE NITAS DIASUMSIKAN UJI ANOVA DIASUMSIKA N UJI PERBANDING AN BERGANDA PERISKSAAN ASUMSI RESIDUAL KESIMPULAN SELESAI
  14. 14. BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Statistika Deskriptif Karakteristik perlakuan dalam pengamatan ini adalah mengenai rata-rata tinggi pertumbuhan dari kacang hijau. Berikut ini adalah hasil pengamatan biji kacang hijau pada setiap media pengamatan air, kapas, dan tanah. Tabel 4.1 Data Pengamatan media Rata-rata StDev Ragam Minimum Median Maksimum Humus 0.452 0.493 0.243 0.000 0.170 1.120 Kapas 0.474 0.476 0.227 0.050 0.220 1.160 Tanah 0.614 0.470 0.221 0.100 0.390 1.220 Berdasarkan Tabel 4.1 diperoleh hasil bahwa hasil pengamatan pada pertumbuhan 10 biji kacang hijau yang ditanam di media humus memiliki rata- rata 0.452 cm, media kapas 0.474 cm, dan media tanah 0.614 cm. Bisa disimpulkan bahwa kacang hijau yang ditanam di media tanah lebih cepat tumbuh daripada jika ditanam di media lainnya sedangkan pertumbuhan paling lambat terjadi jika kacang hijau ditanam di media humus. 4.2 Uji Homogenitas Uji homogenitas data dilakukan untuk mengetahui apakah data yang dihasilkan dari pengamatan yang dilakukan mengenai pertumbuhan kacang hijau yang dihasilkan dari tiga jenis media yang berbeda merupakan data yang homogen menggunakan uji Bartlett. Hipotesis : H0 : 2 3 2 2 2 1 = 0 H1 : σi 2 ≠ 0 (minimal ada satu varians antar perlakuan yang berbeda) dengan i = 1,2,3 Statistik uji : X2 hitung Daerah kritis : Tolak H0, jika X2 hitung > X2 tabel(1- /k-1)
  15. 15. Berikut adalah hasil output minitab untuk uji homogenitas. Gambar 4.1 Test for Equal Variances for Data Keputusan : X2 hitung(0.01) > X2 tabel(1- /k-1) sehingga tolak H0. Kesimpulan : Varians data hasil pengamatan mengenai pertumbuhan kacang hijau yang dihasilkan dari tiga jenis media yang berbeda adalah tidak homogen (minimal ada satu varians antar perlakuan yang berbeda). Berdasarkan Gambar 4.1 plot dari ketiga media berada pada suatu selang (0 – 0.5) jadi varians yang dihasilkan tidak homogen. 4.3 Uji Anova Uji ANOVA dilakukan untuk mengetahui apakah masing-masing perlakuan memberikan hasil yang berbeda pada percobaan, dalam hal ini tinggi tumbuhan kacang hijau merupakan variabel pengamatan. Hipotesis : H0 : 0321 (tidak ada pengaruh perlakuan yang berbeda) H1 : i ≠ 0, dengan i = 1, 2, 3 (minimal ada satu 0 ) Statistik uji : Fhitung = JKG JKP dan P-value Daerah kritis : Tolak H0 jika Fhitung > Ftabel dan P-value < Berikut ini adalah hasil output minitab menggunakan Uji Anova. Tanah Kapas Humus 2.01.51.00.5 media 95% Bonferroni Confidence Intervals for StDevs Test Statistic 0.01 P-Value 0.996 Test Statistic 0.00 P-Value 0.998 Bartlett's Test Levene's Test
  16. 16. Tabel 4.2 Output minitab uji perlakuan dengan Anova Source DF SS MS F P media 2 0.077 0.039 0.17 0.847 Error 12 2.760 0.230 Total 14 2.837 Keputusan : Fhitung (0,17) < Ftabel (3,74) dan P-value (0.847) < (0.05) sehingga gagal tolak H0. Kesimpulan : Tidak ada pengaruh perlakuan yang berbeda. 4.4 Uji Perbandingan Ganda dengan Metode Tukey Uji Tukey dilakukan untuk membandingkan antara perlakuan yang satu dengan yang perlakuan yang lain apakah ada perbedaan atau tidak. Berikut adalah hasil Uji Tukey Tabel 4.3 Uji Tukey perlakuan Lower Center Upper Tanah dengan Humus -0.6466 0.1620 0.9706 Tanah dengan Kapas -0.6686 0.1400 0.9486 Humus dengan Kapas -0.7866 0.0220 0.8306 Berdasarkan Tabel 4.3 diperoleh bahwa nilai Upper dari media tanah dengan humus, media tanah dengan kapas, dan media humus dengan kapas memiliki nilai lebih dari 0. Hal itu menunjukkan bahwa antara media tanah dengan media humus, media tanah dengan media kapas, dan media humus dengan media kapas tidak ada yang memberikan pengaruh berbeda pada pertumbuhan kacang hijau. 4.5 Asumsi Residual IIDN (Identik, Independen, dan Distribusi Normal) Pemeriksaan asumsi residual IIDN (Identik, Independen dan Distribusi Normal) ini dilakukan untuk mengetahui apakah percobaan ini memberikan hasil yang identik, independen dan berdistribusi normal.
  17. 17. Gambar 4.2 Residual Plots for Data 4.5.1 Analisis Normal Probablity Plot Untuk mengetahui residualnya menyebar normal atau tidak, dapat dilakukan dengan pemeriksaan analsis Normal Probablity Plot . Berdasarkan gambar 4.2 dapat diketahui bahwa residual data tersebut menyebar normal sehingga residual data tersebut memenuhi asumsi normal. 4.5.2 Asumsi Identik Residual Untuk mengetahui residual bersifat identik atau tidak, dapat dilakukan dengan pemeriksaan asumsi identik residual. Berdasarkan Gambar 4.2 di atas dapat diketahui bahwa plot-plotnya tidak menyebar, maka bisa dikatakan bahwa residual data tidak identik. 4.5.3 Asumsi Residual Berdistribusi Normal Untuk mengetahui residual berdistribusi normal atau tidak, dapat dilakukan dengan pemeriksaan asumsi distribusi normal residual. Berdasarkan Gambar 4.2 di atas dapat diketahui bahwa bentuk histogram tidak berbentuk seperti lonceng, maka bisa dikatakan bahwa residual data tidak menyebar normal. 4.5.4 Asumsi Independen Residual Untuk mengetahui residual independen atau tidak, dapat dilakukan dengan pemeriksaan asumsi independen residual. Berdasarkan Gambar 4.2 dapat diketahui bahwa plot-plotnya membentuk sebuah pola, maka bisa dikatakan bahwa residual data tidak independen. 1.00.50.0-0.5-1.0 99 90 50 10 1 Residual Percent 0.600.550.500.45 0.6 0.3 0.0 -0.3 -0.6 Fitted Value Residual 0.60.40.20.0-0.2-0.4-0.6 4 3 2 1 0 Residual Frequency 151413121110987654321 0.6 0.3 0.0 -0.3 -0.6 Observation Order Residual Normal Probability Plot Versus Fits Histogram Versus Order Residual Plots for data
  18. 18. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan 1. Pengamatan pada 10 biji kacang hijau pada media tanam tanah selama 5 hari pengamatan dapat disimpulkan bahwa kacang hijau yang ditanam di media tanah lebih cepat tumbuh daripada jika ditanam di media lainnya sedangkan pertumbuhan paling lambat terjadi jika kacang hijau ditanam di media humus. 2. Dari uji homogenitas varians didapatkan varians data hasil pengamatan mengenai pertumbuhan kacang hijau yang dihasilkan dari tiga jenis media yang berbeda adalah tidak homogen (minimal ada satu varians antar perlakuan yang berbeda). 3. Dari uji ANOVA didapatkan bahwa tidak ada pengaruh dari media yang berbeda bagi pertumbuhan tanaman kacang hijau. 4. Dari uji perbandingan ganda dengan Metode Tukey didapatkan bahwa antara media tanah dengan media humus, media tanah dengan media kapas, dan media humus dengan media kapas tidak ada yang memberikan pengaruh berbeda pada pertumbuhan kacang hijau. 5. Asumsi residual IIDN menghasilkan kesimpulan bahwa data pertumbuhan tanaman kacang hijau tidak bersifat IIDN. 5.2 Saran Kegiatan praktikum pada percobaan mengenai pertumbuhan kacng hijau untuk metode RAL ini akan lebih baik jika dilakukan dengan teliti. Perlu adanya kecermatan dalam pengolahan data agar output yang dihasilkan bisa akurat.
  19. 19. DAFTAR PUSTAKA Boediono dan Koester,Wayan,2001.Teori dan Aplikasi Statistika dan Probabilitas.Bandung: PT Rosdakarya. Dajan, Anto,1986.Pengantar Metode Statistik Jilid I.Jakarta:Pustaka LP3ES Indonesia. Roos, Sheldon,1976. A First Course in Probability.Terjemahan Bambang Sumantri. Bandung: ITB Walpole, Ronald E, 1995. Pengantar Statistika. Edisi ke-3. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama. Salamah, M.,Susilaningrum, D.2009.Modul Praktikum Pengantar Metode Statistika.Surabaya:ITS Yuswandy, 2009, http://www.blogspot.com/regresidankorelasi/. Diunduh pada tanggal 9 Maret 2014 pukul 16.00 WIB.
  20. 20. LAMPIRAN Lampiran 1 Data Pengamatan terhadap Pertumbuhan Tanaman Kacang Hijau dalam cm Media Tanah Hari Biji 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 0 0.2 0.2 0 0.2 0 0.1 0.2 0.1 0 2 0.3 0.5 0.4 0.2 0.5 0.3 0.5 0.6 0.4 0.2 3 0.4 0.7 0.5 0.4 0.3 0.4 0.3 0.2 0.3 0.2 4 1 1.1 1 1 0.9 1 1 1.1 1 0.8 5 1.5 1.4 1.3 1.2 1.1 1.2 1.3 1 1 1.2 Media Humus Hari Biji 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0.2 0.2 0.1 0.1 0.1 0.2 0.1 0.2 0.1 0.1 3 0.2 0.2 0.1 0.2 0.1 0.1 0.7 0 0.1 0 4 0.9 0.9 0.7 0.8 0.6 0.9 1.2 0.8 0.8 0.7 5 1.1 1.1 1 1.3 1 1.2 1.1 1.2 1.1 1.1 Media Kapas Hari Biji 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 0.1 0 0.1 0.1 0 0 0.2 0 0 0 2 0.1 0.1 0.3 0.2 0.2 0.2 0.3 0.4 0.1 0.3 3 0.2 0.2 0.1 0.1 0.2 0.1 0.2 0.1 0.2 0.2 4 0.8 0.9 0.9 0.8 0.7 0.6 0.9 0.8 0.7 0.7 5 1.1 1.3 1.3 1.4 1.1 1.1 1.1 1 1 1.2 Lampiran 2 Output Minitab Statistika Deskriptif Descriptive Statistics: data Variable media Mean StDev Variance Minimum Median Maximum data Humus 0.452 0.493 0.243 0.000 0.170 1.120 Kapas 0.474 0.476 0.227 0.050 0.220 1.160 Tanah 0.614 0.470 0.221 0.100 0.390 1.220 Lampiran 3 Output Minitab Uji Kesamaan Varians Test for Equal Variances: data versus media 95% Bonferroni confidence intervals for standard deviations media N Lower StDev Upper Humus 5 0.266171 0.492514 1.89563 Kapas 5 0.257362 0.476214 1.83290 Tanah 5 0.253848 0.469713 1.80787
  21. 21. 4.2 Bartlett's Test (Normal Distribution) Test statistic = 0.01, p-value = 0.996 Levene's Test (Any Continuous Distribution) Test statistic = 0.00, p-value = 0.998 Lampiran 4 Output Minitab Uji ANOVA dan Perbandingan Berganda Metode Tukey One-way ANOVA: data versus media Source DF SS MS F P media 2 0.077 0.039 0.17 0.847 Error 12 2.760 0.230 Total 14 2.837 S = 0.4796 R-Sq = 2.72% R-Sq(adj) = 0.00% Individual 95% CIs For Mean Based on Pooled StDev Level N Mean StDev -+---------+---------+---------+-------- Humus 5 0.4520 0.4925 (---------------*---------------) Kapas 5 0.4740 0.4762 (---------------*--------------) Tanah 5 0.6140 0.4697 (--------------*---------------) -+---------+---------+---------+-------- 0.00 0.30 0.60 0.90 Pooled StDev = 0.4796 Grouping Information Using Tukey Method media N Mean Grouping Tanah 5 0.6140 A Kapas 5 0.4740 A Humus 5 0.4520 A Means that do not share a letter are significantly different. Tukey 95% Simultaneous Confidence Intervals All Pairwise Comparisons among Levels of media Individual confidence level = 97.94% media = Humus subtracted from: media Lower Center Upper ---------+---------+---------+---------+ Kapas -0.7866 0.0220 0.8306 (---------------*----------------) Tanah -0.6466 0.1620 0.9706 (---------------*---------------) ---------+---------+---------+---------+ -0.50 0.00 0.50 1.00 media = Kapas subtracted from: media Lower Center Upper ---------+---------+---------+---------+ Tanah -0.6686 0.1400 0.9486 (---------------*---------------) ---------+---------+---------+---------+ -0.50 0.00 0.50 1.00
  22. 22. Lampiran 5 Foto Pengamatan Tanaman Kacang Hijau

×