Your SlideShare is downloading. ×
Hakekat sosiologi
Hakekat sosiologi
Hakekat sosiologi
Hakekat sosiologi
Hakekat sosiologi
Hakekat sosiologi
Hakekat sosiologi
Hakekat sosiologi
Hakekat sosiologi
Hakekat sosiologi
Hakekat sosiologi
Hakekat sosiologi
Hakekat sosiologi
Hakekat sosiologi
Hakekat sosiologi
Hakekat sosiologi
Hakekat sosiologi
Hakekat sosiologi
Hakekat sosiologi
Hakekat sosiologi
Hakekat sosiologi
Hakekat sosiologi
Hakekat sosiologi
Hakekat sosiologi
Hakekat sosiologi
Hakekat sosiologi
Hakekat sosiologi
Hakekat sosiologi
Hakekat sosiologi
Hakekat sosiologi
Hakekat sosiologi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Hakekat sosiologi

5,507

Published on

1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
5,507
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
602
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. ASSALAMU’ALAIKUM WR.WB
  • 2. HAKEKAT SOSIOLOGI  Berasal dari Bahasa Latin yaitu “socious”, yang berarti teman, kawan, masyarakat, dan “logos”, yang berarti ilmu pengetahuan atau pikiran.  Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang masyarakat  Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial. Dengan pemahaman struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok, yaitu norma-norma /kaidah-kaidah sosial, lembagalembaga sosial, kelompok-kelompok serta lapisan-lapisan sosial. Sementara, proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama, misalnya pengaruh timbal balik antara segi kehidupan ekonomi dengan segi kehidupan politik.  Sisiologi adalah ilmu yang membahas peristiwa yang terjadi saat ini, terutama pola-pola hubungan dalam masyarakat serta berusaha mencari pengertian-pengertian umum.
  • 3. Tujuan Pembahasan Sosiologi  Kehidupan masyarakat  Perkembangan masyarakat dengan segala aspeknya  Hubungan antar manusia
  • 4. Ciri-ciri Utama Sosiologi Sebagai Ilmu Pengetahuan • Empiris, artinya ilmu pengetahuan tersebut didasarkan pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat • Teoritis, artinya ilmu pengetahuan tersebut berusaha menyusun abstraksi dari hasil pengamatan. Abstraksi tersebut merupakan kesimpulan logis yang bertujuan menjelaskan sebab akibat sehingga menjadi teori • Kumulatif, artinya disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada, atau memperbaiki, memperluas, serta memperkuat teori-teori yang lama • Non etis, artinya pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan baik atau buruk masalah tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk menjelaskan masalah tersebut secara mendalam.
  • 5. Sifat-sifat Sosiologi Sebagai Ilmu Pengetahuan • Sosiologi termasuk rumpun ilmu sosial • Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang kategoris (bukan normatif) • Sosiologi merupakan ilmu murni sekaligus terapan • Sosiologi adalah ilmu yang abstrak • Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum • Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang rasional, terkait dengan metode yang dipergunakannya • Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan umum, bukan ilmu pengetahuan yang khusus.
  • 6. OBYEK KAJIAN SOSIOLOGI MASYARAKAT
  • 7. Masyarakat    Sejumlah manusia yang hidup bersama dalam waktu yang relatif lama Manusia yang hidup bersama itu merupakan suatu kesatuan Manusia yang hidup bersama itu merupakan suatu sistem hidup bersama, yaitu hidup bersama yang menimbulkan kebudayaan dimana setiap anggota masyarakat merasa dirinya masing-masing terikat dengan kelompoknya.
  • 8. Metode-metode Dalam Sosiologi     Kualitatif, adalah metode penelitian yang menggunakan data yang tidak dinyatakan dalam angka-angka, misalnya dengan kata-kata atau simbol. Kuantitatif, adalah metode penelitian yang menggunakan data yang dapat dinyatakan dalam angka-angka. Induktif, yaitu metode yang mempelajari suatu gejala khusus untuk mendapatkan kesimpulan yang bersifat umum. Deduktif, yaitu metode yang dimulai dari hal-hal yang berlaku umum untuk menarik kesimpulan yang khusus.
  • 9. KUALITATIF   Historis, yaitu metode pengamatan yang menganalisis peristiwa-peristiwa masa silam untuk merumuskan prinsipprinsip umum. Studi Kasus, yaitu metode pengamatan tentang suatu keadaan, kelompok, masyarakat setempat, lembagalembaga, maupun individu-individu.
  • 10. KUANTITATIF • Statistik, bertujuan untuk menelaah gejala-gejala sosial secara matematis, dengan menggunakan skala-skala dan angka-angka untuk mempelajari hubungan-hubungan antar masyarakat.
  • 11. Kedudukan Sosiologi diantara Ilmu-ilmu Lain Sosiologi dan Ilmu Politik Sosiologi dan Ekonomi Sosiologi dan Ilmu Sejarah Sosiologi dan Antropologi Sosiologi dan Ilmu-ilmu Pasti
  • 12. Sosiologi dan Ilmu Politik Ilmu politik mempelajari daya upaya untuk memperoleh, mempertahankan dan menggunakan kekuasaan. Sedangkan bagi sosiologi, soal daya upaya itu digambarkan sebagai salah satu bentuk persaingan, pertikaian atau konflik
  • 13. Sosiologi dan Ekonomi Ekonomi mempelajari usahausaha manusia dalam memenuhi keinginan dan kebutuhan materiilnya, sedangkan sosiologi mempelajari unsur-unsur dalam masyarakat secara keseluruhan
  • 14. Sosiologi dan Ilmu Sejarah kejadian Sosiologi dan sejarah mempelajari dan hubungan yang dialami manusia sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat. Sejarah melihat kejadian atau peristiwa yang dialami manusia pada masa silam dan mencari hubungan antar peristiwa tersebut, sedangkan sosiologi hanya memperhatikan peristiwa yang merupakan proses kemasyarakatan yang timbul dari hubungan antar manusia dalam situasi yang berbeda
  • 15. Sosiologi dan Antropologi Sosiologi dan antropologi, khususnya antropologi sosial, agak sulit dibedakan. Kedua ilmu ini hampir sama. Antropologi mampelajari manusia, sedangkan sosiologi mempelajari masyarakat.Yang membedakan sosiologi dan antropologi adalah metode ilmiahnya.
  • 16. Sosiologi dan Ilmu-ilmu Pasti Sosiologi juga memiliki hubungan dengan ilmuilmu pasti, terutama matematika. Dalam suatu penelitian, sosiologi menggunakan angkaangka matematis, seperti data-data statistik, sebagai salah satu alat analisisnya.
  • 17. SEJARAH PERKEMBANGAN SOSIOLOGI       PERKEMBANGAN AWAL ABAD PENCERAHAN : Rintisan Kelahiran Sosiologi ABAD REVOLUSI : Pemicu Lahirnya Sosiologi KELAHIRAN SOSIOLOGI KELAHIRAN SOSIOLOGI MODERN Perkembangan Sosiologi di Indonesia
  • 18. Perkembangan Awal Abad 5 sampai akhir abad 14, Para pemikir Yunani Kuno beranggapan bahwa masyarakat terbentuk begitu saja, tanpa ada yang bisa mencegah masyarakat mengalami perkembangan dan kemunduran. Bahkan disini ditegaskan bahwa nasib masyarakat harus diterima sebagai bagian dari kehendak Ilahi. Tokoh –tokoh : Sokrates, Plato, Aristoteles.
  • 19. Abad Pencerahan : Rintisan Kelahiran Sosiologi Abad 17, ditandai oleh beragam penemuan di bidang ilmu pengetahuan. Derasnya perkembangan ilmu pengetahuan membawa pengaruh terhadap pandangan mengenai perubahan masyarakat. Pandangan itu harus juga berciri ilmiah, rasional, dan menggunakan metode ilmiah. Tokoh-tokoh : Francis Bacon, Rene Descartes, Wilhelm Leibnitz
  • 20. Abad Revolusi : Pemicu Lahirnya Sosiologi Abad 18, Adanya revolusi industri di wilayah Eropa dan Amerika. Pada masa ini muncul kaum borjouis (kaum kapitalis) yang memiliki modal besar, dan juga kaum buruh. Posisi bangsawan dan rohaniawan tergeser oleh kaum kapitalis. Masyarakat yang semula agraris menjadi masyarakat industri, namun tidak diimbangi dengan peningkatan ketrampilan masyarakatnya. Akibatnya, banyak terjadi gejolak-gejolak sosial, seperti pemberontakan, peperangan, kerusuhan, kemiskinan, kekacauan , kriminalitas, dan sebagainya.
  • 21. KELAHIRAN SOSIOLOGI Abad 19, sejumlah ilmuwan menyadari perlunya secara khusus mempelajari kondisi dan perubahan sosial. Para ilmuwan berupaya membangun suatu teori sosial berdasarkan ciri-ciri masyarakat pada tiap tahap peradaban manusia. Dalam buku Cours de Philosophie Positive (Filsafat Positif), seorang Ilmuwan Perancis pertama kali memperkenalkan istilah “sosiologi” sebagai pendekatan khusus untuk mempelajari masyarakat adalah Auguste Comte yang sampai sekarang diakui sebagai Bapak Sosiologi.
  • 22. KELAHIRAN SOSIOLOGI MODERN    Abad 20, gelombang besar imigran berdatangan ke Amerika Utara. Gejala ini berakibat pada pesatnya pertumbuhan penduduk, muncul kota-kota industri, lengkap dengan gejolak kehidupan kota besar, kriminalitas, kerusuhan khas perkotaan, sampai dengan tuntutan hak wanita dan kaum buruh. Konsekuensi dari gejolak sosial itu, perubahan masyarakat yang mencolok pun tak terhindarkan. Perubahan masyarakat itu menggugah para ilmuwan sosial berpikir keras, untuk sampai pada kesadaran bahwa pendekatan sosiologi lama ala Eropa tidak relevan lagi. Mereka pun berupaya menemukan pendekatan baru yang sesuai dengan kondisi sosial ketika itu.Lahirlah sosiologi modern. Apabila sosiologi ala Eropa pada abad 19 dulu lebih menekankan pada pendekatan makro, maka pada sosiologi modern ala Amerika abad 20 ini lebih menekankan pada pendekatan mikro.
  • 23. Perkembangan Sosiologi di Indonesia     Para pujangga dan tokoh bangsa Indonesia telah banyak memasukkan unsur-unsur sosiologi dalam ajaran-ajaran mereka. Sri Paduka Mangkunegoro IV telah memasukkan unsur tata hubungan manusia pada berbagai golongan yang berbeda dalam ajaran Wulang Reh. Ki Hajar Dewantara banyak mempraktekkan konsepkonsep sosiologi seperti kepemimpinan dan kekeluargaan dalam proses pendidikan. Beberapa orang Belanda pada abad 19, Van Volenhaven dan Snouck Hurgronje, menggunakan pendekatan sosiologis untuk memahami masyarakat Aceh, hasilnya dipergunakan pemerintahan Belanda untuk mengusasi daerah tersebut. Namun itu semua sosiologi hanya sebagai ilmu pembantu bagi ilmu-ilmu pengetahuan lainnya. Sosiologi belum dianggap cukup penting untuk dipelajari dan digunakan sebagai ilmu pengetahuan, yang terlepas dari ilmu-ilmu pengetahuan yang lain.
  • 24. Perkembangan Sosiologi di Indonesia    Secara formal, Sekolah Tinggi Hukum di Jakarta pada waktu itu menjadi satu-satunya lembaga perguruan tinggi yang mengajarkan mata kuliah sosiologi di Indonesia walaupun hanya sebagai pelengkap mata kuliah ilmu hukum. Seteah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Soenario Kolopaking pertama kali memberikan kuliah sosiologi pada tahun 1948 di Akademi Ilmu Politik Yogyakarta (sekarang FISIP UGM). Akibatnya, sosiologi mulai mendapat tempat dalam insan akademis masyarakat Indonesia. Banyak para plajar Indonesia yang khusus memperdalam sosiologi di laur negeri, kemudian mengajarkan ilmu itu di Indonesia. Buku sosiologi berbahasa Indonesia pertama kali diterbitkan oleh Djody Gondokusumo dengan judul Sosiologi Indonesia. Selanjutnya bermunculan buku-buku sosiologi lainnya, seperti Social Changes in Yogyakarta karya Selo Soemardjan yang terbit pada tahun 1962.
  • 25. REALITAS SOSIAL Sosiologi mempelajari pola-pola hubungan yang terjadi dalam masyarakat. Pola-pola hubungan tersebut dapat menciptakan kestabilan atau keadaan yang normal namun dapat pula menimbulkan keadaan yang tidak normal, seperti terjadinya perubahan berupa modernisasi, penyimpangan, dan masalah sosial lainnya. Inilah yang kita sebut sebagai realitas sosial.
  • 26. CONTOH REALITAS SOSIAL MASYARAKAT SISTEM SOSIAL STRUKTUR SOSIAL ORGANISASI DAN LEMBAGA SOSIAL DINAMIKA SOSIAL : * Pengendalian Sosial * Penyimpangan Sosial * Mobilitas Sosial * Perubahan Sosial : # Internalisasi # Difusi # Sosialisasi # Akulturasi # Enkulturasi # Asimilasi # Penetrasi # Inovasi
  • 27. MASALAH SOSIAL    Gejala-gejala sosial yang tidak sesuai antara apa yang diinginkan dengan apa yang telah terjadi Masalah Sosial Nyata, merupakan masalah-masalah sosial yang keberadaannya diakui oleh masyarakat dan ada keyakinan dapat diatasi atau dihilangkan. Masalah Sosial Laten , merupakan masalahmasalah sosial yang terjadi di dalam masyarakat tetapi masyarakat tidak mengakuinya sebagai masalah di tengah-tengah mereka. Hal ini disebabkan oleh suatu ketidakberdayaan mereka untuk mengatasinya.
  • 28. KLASIFIKASI MASALAH SOSIAL Masalah sosial dari faktor ekonomis, misalnya kemiskinan, pengangguran.  Masalah sosial dari faktor biologis, misalnya penyakit menular.  Masalah sosial dari faktor psikologis, misalnya penyakit syaraf, bunuh diri, gila, dan lain-lain.  Masalah sosial dari faktor kebudayaan, misalnya perceraian, pencurian, kenakalan remaja, konflik ras, konflik suku bangsa, konflik agama, dan lain-lain 
  • 29. Beberapa Masalah Sosial          Kemiskinan Kejahatan Disorganisasi keluarga Masalah Remaja Peperangan Masalah Kelainan Seksual Masalah Kependudukan Pelanggaran Terhadap Norma : * Pelacuran * Kenakalan Remaja Dan Lain-lain
  • 30. KEGUNAAN SOSIOLOGI DALAM MASYARAKAT   Untuk Pembangunan. Sosiologi berguna untuk memberikan data sosial yang diperlukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun penilaian pembangunan. Pada tahap perencanaan, memperhatikan apa yang mendai kebutuhan sosial. Pada tahap pelaksanaan, harus dilihat kekuatan sosial dalam masyarakat. Pada tahap penilaian, menganalisis efek atau dampak sosial dari pembangunan tersebut. Untuk Penelitian. Dengan penelitian dan penyelidikan sosiologis, akan diperoleh suatu perencanaan atau pemecahan masalah sosial yang baik. Dari data yang dihasilkan oleh penelitian sosiologis, para pengambil keputusan dapat menyusun rencana dan cara pemecahan suatu masalah sosial.
  • 31. WASSALAMU’ALAIKUM WR. WB.

×