• Like
  • Save
Timeline FB 2007-2010
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

Timeline FB 2007-2010

  • 543 views
Published

FBiography, Timeline 2007-2010 …

FBiography, Timeline 2007-2010
www.nuragustinus.com
www.facebook.com/nur.agustinus

Published in Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
543
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
9

Actions

Shares
Downloads
0
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Nur Agustinus
  • 2. 1
  • 3. 2
  • 4. 3
  • 5. 41970
  • 6. 51972
  • 7. 62007
  • 8. 7
  • 9. 82008
  • 10. 9
  • 11. 10Ryan ulang tahun ke 131995
  • 12. 11Tiko Pranata umur 4 tahun27 November 2008
  • 13. 12
  • 14. 13
  • 15. 14
  • 16. 15Bandung, 24-25 Desember 2008Ini kali kedua saya naik kereta api Mutiara Selatan kelas bisnis keBandung. Tarif yang jauh lebih murah ketimbang kelas eksekutifmemang jadi pilihan. Perjalanan yang relatif lama, sekitar 14 jam, daristasiun Gubeng, Surabaya, menuju Bandung, memang melelahkan.Namun bagi saya, toh “penderitaan” ini akan berakhir, jadi yangdiperlukan hanya kesabaran mengikuti putaran jarum jam tangan, yangberjalan terasa lambat, hingga menuju jam 7 pagi.Tiba di stasiun Bandung sungguh melegakan. Udara yang sejuk sertabebas dari duduk kaku di kursi kereta membuat semangat mulai bangkitkembali. Seakan ingin napak tilas saat ke Bandung dulu dan bertemumas Veto, saya ingin mengulang makan di Hoka Hoka Bento yangada di stasiun Bandung. Saat tiba, masih belum buka. Saya dan istrisaya beserta anak saya yang masih berusia 4 tahun, duduk menunggudi kursi stasiun. Menyenangkan melihat loko kereta yang hilir mudik.Kondisi stasiun yang bersih dan sejuk membuat nyaman.Setelah makan, kami menuju ke hotel dan benar-benar merasanikmatnya sebuah ranjang setelah semalaman duduk di kereta. Takada rencana khusus di Bandung, hanya jalan-jalan saja. Karena sayasuka mencari buku, maka Palasari menjadi salah satu tujuan. Rencanadi Bandung memang tidak lama, sebab tanggal 27 Desember 2008,saya ada acara di Ciawi dan besoknya, tanggal 28, adalah hari yangdirencanakan untuk gathering komunitas BETA-UFO. Jadi tanggal 26Desember 2008 saya sudah harus berada di Jakarta.Ke Palasari saya membeli beberapa buku. Ada beberapa buku yangsaya “incar” sejak saat saya ke sana beberapa bulan lalu dan ternyatabuku tersebut masih ada. Rasanya ini karena penjualnya memasangharga yang tinggi atau mungkin karena buku tersebut jarangpeminatnya. Buku pertama berjudul “GAIA, The Growth of An Idea”karya Lawrence E. Joseph. Buku ini tentang teori Gaia, tentang DewiCatatan Perjalanan:Antara Buku, Diskusi 2012 danGathering BETA-UFO
  • 17. 16Gaia, katastrofi dan evolusi planet bumi. Dulu saya sudah mengincarbuku ini namun waktu itu ditawarkan dengan harga Rp 75 ribu. Bukulain yang saya beli adalah “Before The Beginning: Our Universe andOthers” karya Martin Rees dan buku berjudul “Ice Ages, Solving TheMystery” karya John Imbrie dan Katherine Palmer Imbrie. Ketiga bukuitu akhirnya saya beli dengan harga Rp 150.000,- yang sebelumnyaditawarkan dengan harga Rp 200.000,-. Sebagai buku bekas, hargamemang relatif, namun daripada penasaran, akhirnya saya beli juga.Saya pikir, kalau memang buku inimasih ada sampai saat saya datang,maka sayang kalau dilewatkan lagi.Di kios yang lain saya membelisebuah buku saku berbahasa Inggristentang UFO dan SETI yang berjudul“In Search of Extraterrestrial” karyaAlan Landsburg. Untuk buku inimemang relatif murah, hanya Rp 7ribu.Setelah dari Palasari, mampir ke daerah alun-alun dan membelibeberapa film DVD bajakan untuk anak saya. Dia beli beberapa filmDoraemon, Tom & Jerry dan Power Ranger. Sore harinya pergi kedaerah BIP. Salah satu tujuannya adalah toko buku Gramedia. Namunrupanya toko buku ini di malam natal tutup. Saya sempat mampir keHypermart di BIP dan beli sebuah DVD player yang harganya di bawah200 ribu, rencana saya selain agar anak saya bisa nonton film, jugananti bisa dipakai untuk memutar film saat gathering. Apalagi DVDplayer di rumah sudah mulai ngadat dan bentuknya yang relatif kecilmenurut saya tidak sulit untuk dibawa.
  • 18. 17Tanggal 25 Desember 2008, hari natal. Pagi hari, saya menghubungimas Veto, yang ternyata sedang berjalan-jalan dengan anaknya didaerah alun-alun untuk mencari film DVD. Karena hotel tempat sayamenginap tak jauh dari lokasi itu, mas Veto mampir dan bertemudengan saya sekeluarga. Mas Veto berencana mau ke TB Gramedianamun ternyata hari itu masih tutup juga. Awalnya saya berencanamau ke kawah putih, namun menurut mas Veto jaraknya cukup jauh,jadi akhirnya saya putuskan untuk putar-putar dalam kota Bandungsaja.Jalan kaki menuju ke sebelah kantor PLN di jalan Asia Afrika, di manadi sana ada pedagang kaki lima yang menjual buku bekas. Ada sebuahbuku UFO yang saya temukan, judulnya “Socorro Saucer, The ClosestEncounter of Them all…” karya Ray Stanford. Saya merasa beruntungmenemukan buku ini sebab selama ini saya ingin tahu apa yang terjadidi tahun 1964, saat seorang polisi bernama Lonnie Zamora melihatUFO yang mendarat di Socorro, New Mexico. Yang menarik perhatiansaya adalah karena dalam proyek Serpo disebutkan bahwa pendaratantersebut sebenarnya salah lokasi. Buku ini akhirnya berpindah ketangan saya dengan harga Rp 10 ribu.Tak lama melihat buku-buku di sana sebab tiba-tiba hujan gerimis.Saya sudah siap dengan jas hujan dan kemudian pergi jalan kaki keBraga untuk makan siang di sana. Setelah dari sana, hujan reda danTiko dan mama di jalan Asia Afrika
  • 19. 18jalan kaki kembali ke arah pedagang buku bekas lewat jalan Naripandan ABC. Di sana saya sempat mampir ke pasar elektronik untuk belimicrophone buat acara gathering. Di sebuah toko, saya melihat duabuat boneka plastik tiup berbentuk alien warna hijau. Sayang tidakdijual karena boneka plastik tiup itu adalah pemberian dari distributor,yang kalau saya amati, dari perusahaan dengan nama “Fushion” atau“Fusion”. Itu kalau saya tidak salah lihat. Sayang saya lupamemotretnya.Sore hari saya pergi ke daerah Buah Batu, teman saya, Leo, titip oleh-oleh ‘cheese stick’ Primarasa. Dari sana kemudian menuju ke stasiunBandung untuk membeli tiket KA tujuan Jakarta buat besok. Sayasangat terbantu ketika Edy a.k.a. Sinbad mengatakan akan menjemputdi Gambir jam 6 sore, bahkan saya bisa menginap di tempat kostnya.Jadi saya memilih membeli tiket KA yang kira-kira sampai di Jakartasekitar jam 6 sore.Bandung - Jakarta, 26 Desember 2008Tanggal 26 Desember, siap-siap untuk check out dari hotel. KeretaapiArgo Gede berangkat jam setengah tiga sore. Pagi setelah bangunjam setengah enam, mulai mengatur barang-barang.Ada barang yangrencananya mau dipaketkan langsung ke Surabaya, namun ternyataekspedisi banyak yang akan tutup sehingga baru bisa sampai tanggal2 Januari 2009. Kalau sampai tanggal itu, maka sampainya juga samadengan kembalinya saya ke Surabaya.Jadi, akhirnya diputuskan untuk dibawasekalian ke Jakarta. Apalagi ada rencanadijemput leh Edy, maka saya pikir tidakakan kesulitan untuk membawa ke sanakemari waktu di Jakarta.Oh ya, ada dua buku juga yang saya beli diBandung. Sebenarnya dua buku ini sayasudah punya, namun tetap saya beli, yaitu“A Brief History of Time” karya Stephen W.Hawking dan buku bahasa Indonesia yangjudulnya “Planet X Hipotesis Nibiru &Agenda New World Order” karanganJoshua R.W. Keduanya saya peroleh di
  • 20. 19buku bekas. Yang satu di Palasari dansatu lagi di sebelah kantor PLN Bandung.Waktu di Palasari, saya melihat ada bukuyang Planet X ini, namun karena sayamerasa sudah punya, jadi tidak saya beli.Nah, di pasar buku bekas dekat PLN itu,saya lihat lagi buku ini dan baru teringatbahwa saya akan ikut diskusi 2012 diCiawi dan buku ini seingat saya banyakinformasi tentang 2012. Maka langsungsaja saya beli dan rencananya bab yangtentang 2012 akan saya fotocopy untuksaya bagikan ke peserta diskusi.Setelah selesai packing dan barang dititipkan di receptionist hotel, sayabersama keluarga pergi ke kawasan BIP lagi. Waktu yang tersisa tidakbanyak, jadi cari lokasi yang tidak terlalu jauh. Sempat mampir keGramedia dan lihat-lihat buku di sana namun tidak ada yang dibeli disana. Lalu ke BIP dan Tiko bermain di sana sambil saya dan Mariamakan siang di resto Rice Bowl, yang bersebelahan dengan tempatbermain. Baru kali ini makan di Rice Bowl. Di Surabaya ada juga, namunbelum pernah coba. Lumayan maknyus juga rasanya.Pulang balik ke hotel naik angkot sekitar jam setengah dua, mengambilbarang di receptionist dan meminta untuk memanggil taxi. Taxi datang,barang diangkut masuk bagasi, sampai di stasiun masih sekitar jam 2siang. Ongkos taxi rp 20 ribu, tarif minimum yang harus dibayar jikamemanggil via telepon. Kereta sudah siap di jalur 5, hanya saja,gerbongnya di depan sehingga jalannya lumayan juga sambilmembawa barang yang agak banyak.Apalagi saat tiba di stasiun, Tikosejak masuk taxi tertidur. Hasilnya, Maria membawa satu tas ranselsambil menggendong Tiko, saya belagak seperti petugas portir – kuliangkut di stasiun, membawa 4 barang lain. Jantung bisa terasa dagdig dug dan sempat kehabisan nafas. Masuk ke dalam kereta, lumayan,kelas eksekutif. Awalnya mau naik kereta Parahyangan bisnis yanglebih murah, namun jadwal sampainya tidak ada yang sekitar jam 6sore.Tak ada yang istimewa saat perjalanan Bandung ke Jakarta. Meskisudah “keep watching the sky”, tak ada UFO yang terlihat. Yang ada
  • 21. 20malah pramugara kereta api, yang hilir mudik sambil membawa nasigoreng dan mie rebus. Akhirnya, tak tahan godaan, beli juga 1 nasigoreng dan 2 mie rebus. Mie rebus yang satu minta khusus tanpacabe, untuk Tiko. Perut kenyang, mata jadi mengantuk. Walau tidaksempat tidur, namun lumayan bisa istirahat selama 3 jam.Sampai di stasiun Gambir, langit masih terang. Berbeda dengan diSurabaya yang saat setengah enam umumnya sudah mulai gelap, diJakarta masih terang benderang. Edy agak terjebak macet di daerahSenen. Dia dari kantornya di kawasan Sunter. Sembari menunggu,Maria sempat ke toilet dan saya ambil uang di ATM BCA. Tak berapalama Edy kemudian datang dan setelah bersalam-salaman sambilmengucapkan selamat natal, masuklah kami ke dalam mobilnya danmelaju menuju ke tempat kostnya di kawasan Tanjung Duren. Rencanamalam itu mau pergi ke rumah barunya yang ada di kawasanPamulang, Serpong. Tiba di tempat kostnya, Edy turun menjemputistrinya yang sedang hamil, Liska, dan kemudian kami berlima menujuke sebuah tempat makan di dekat sana. Perjalanan ini bagai sebuahwisata kuliner, saya tidak ingat apa nama restonya, namun menjualSaat mau meninggalkan hotel dan barang yang dibawa (inzet)
  • 22. 21masakan sea food yang nikmat dengan harga relatif murah.Perjalanan ke Serpong cukup jauh, melintasi jalan tol dan kamimelewati BSD Junction, tempat di mana rencana awal maumengadakan gathering BETA-UFO. Edy bilang, kalau nanti dia pindahke rumah baru, maka setiap harinya dia akan melakukan pejalanansejauh 100 km. Kebiasan bangun juga harus diubah, paling tidak harusberangkat sebelum jam 6 pagi, katanya.Saya sudah pernah mengunjungi rumah Edy yang di Serpong duakali, saat masih dibangun. Mulai dari dibangun bata, sampai atap hinggaterakhir saya datang kemarin sudah selesai dan siap untuk ditempati.Rumahnya bagus sekali dan suasananya asri. Langit terlihat lapang,mungkin suatu saat Edy akan melihat UFO di sana.Rumah baru Edy dan LiskaPulang dari sana dan kembali ke tempat kost sekitar jam setengahsepuluh malam. Edy menyediakan sebuah kamar di lantai 3 di tempatkostnya. Setelah berjuang mengangkat barang-barang ke lantai 3, sayadan Edy kemudian mencari tempat fotocopy untuk meng-copy buku
  • 23. 22untuk diberikan pada acara diskusi 2012 di Ciawi besoknya, tanggal27 Desember 2008. Setelah berputar-putar, akhirnya menemukansebuah tempat fotocopy Multiplus di sebuah apartemen, kalau tidaksalah bernama Mediterania, di kawasan Tanjung Duren yang buka 24jam. Ada 3 buku yang saya fotocopy, yaitu “Blue Planet Project: AlienTechnical Research”, “Serpo releases with commentary” dan satu babtentang 2012 dari buku “Planet X Hipotesis Nibiru &Agenda New WorldOrder”. Kedua buku yang pertama bisa didownload di internet, silahkanklik link yang ada di atas.Mobil Edy diparkir di apartemen tersebut karena di tempat kostnyatidak memungkinkan menaruh mobil dan kami berdua jalan kakikembali ke tempat kost, mungkin sekitar 1 kilometer. Jalan sehatdengan diterpa angin malam. Setiba di kamar, sebelum berbaring untuktidur, ingat kata iklan, orang pintar minum tolak angin. Tapi saya tidakminum Tolak Angin, melainkan Antangin JRG, wes-ewes-ewes, bablasangine.Ke Ciawi, Bogor, 27 Desember 2008Pagi hari jam setengah delapan, kami berangat dari Tanjung Durenmenuju ke Citos. Saya, Maria dan juga Edy memakai kaos yangbertuliskan “2012: Galactic Alignment, Ascension or Extinction, ACrossroad for Mankind”. Lokasi di mana rombongan yang akan Ciawiberkumpul. Pertemuan selama dua kali sebelumnya, dilaksanakan dikampus Pasca Sarjana Universitas Sahid, Jakarta. Namun karena hariini sudah liburan, maka dipindah di rumah Ibu Sita Soedjono, seorangtokoh dari Yayasan Orhiba (Olah Raga Hidup Baru) dan pendiriMetafisika Study Club (MSC), yang berada di Palalangon, Ciawi, Bogor.Jam 8 pagi, rombongan saya sampai di Citos, bertemu dengan masWisnu Prayudha dan juga mbak Rubiana Soeboer. Mas Wisnu iniadalah penyiar di radio Pesona FM sementara mbak Rubiana adalahseorang Doktor psikologi yang menjadi Kepala Pelatihan ProgramPascasarjana Universitas Sahid Jakarta. Saat bertemu mbak Rubi(demikian saya biasa memanggilnya), saya diberi fotocopy buku yangsangat menarik yang berjudul “The Pleiadian Agenda: A NewCosmology for the Age of Light” karya Barbara Hand Clow. Dalamfotocopy buku itu ada tulisan yang ditanda-tanganinya yang berbunyi
  • 24. 23“Dearest Nur, It’s all about 2012. I bet you would LOVE it.” Wah, sayasangat senang sekali memperoleh buku ini.Rombongan menuju ke Ciawi terdiri dari3 mobil. Mobilnya Edy yang Kijang warnahijau, mendapat pengawalan di depanoleh 2 mobil hitam yang lain. Yang satuAvanza, satu lagi Xenia. Keduanya hitam.Dua mobil hitam ibarat mobil secretservice mengawal kijang hijau misterius.Sampai di ujung tol Jagorawi, kemacetanmulai terasa. Banyak orang menuju kePuncak. Namun kemacetan yangdirasakan tidak terlalu lama sehinggasekitar jam 10 pagi sudah tiba di rumahBu Sita. Wah, halaman rumahnya luassekali dan alami. Pemandangannyamenyegarkan, di mana-mana hijau.Ternyata di dalam rumah sudah adabanyak sekali undangan yang datang. Salah satunya adalah pak A.Zaelani, beliau sudah berusia 72 tahun, kelahiran 1936, danmengatakan sudah menelusuri soal UFO sejak usia 15 tahun, di tahun1950-an.Pak Zailani adalah lulusan ITB, lahir di Sukabumi dan saat ini tinggaldi Pondok Gede, Bekasi. Tahun lalu, saat diskusi soal UFO di UnivSahid, saya bertemu pertama kalinya dengan pak Zailani. Waktu itutanggal 8 Desember 2007 dan tak berapa lama, saya menerimasepucuk surat dari beliau yang berisi form pendaftaran untuk menjadianggota komunitas BETA-UFO. Beliau adalah mantan direksi sebuahBUMN dan sekarang masih aktif sebagai konsultan di bidangperlistrikan. Komunitas BETA-UFO ini membuat saya mengenal banyakorang. Pak Zailani ada di daftar anggota komunitas BETA-UFO, bisadilihat di http://www.betaufo.org/member.htmlSaat bertemu tahun lalu, pak Zailani rupanya sangat tertarik denganinformasi yang saya sampaikan yaitu tentang program pertukaranantara makhluk greys dari Reticuli dengan pemerintahAS, yang dikenaldengan nama proyek Serpo. Beliau minta dibawakan informasi yanglebih lengkap karena penasaran akan hal itu. Maka dua buku yang
  • 25. 24saya fotocopy, saya serahkan ke pak Zailani saat bertemu. Selangbeberapa hari, saya menerima SMS dari pak Zailani yang mengatakansangat tercengang dengan informasi yang dibacanya dari dua bukutersebut.Di Ciawi saya bertemu dengan beberapa orang yang sudah saya kenalsebelumnya. Bu Sita Sudjono, pemilik rumah, menyambut denganhangat. Ada juga pak Sabdono Surohadikusumo, beliau adalah ketuaMetafisika Study Club. Saya juga bertemu dengan teman lama yangsudah pangling, yaitu Tommy Ruslim. Saya mengenal mas Tommy dimilis Spiritualnya pak Hudoyo Hupudio. Saya juga pernah ketemuhampir sepuluh tahun yang lalu di Jakarta ketika ada ngariung (istilahgathering di milis spiritual). Sama-sama pangling karena berat badansaya juga sudah naik hampir sepuluh kilo saat bertemu dulu.Berbeda dengan kalau ketemuan dengan member komunitas BETA-UFO, bertemu di acara diskusi 2012 bersama Metafisika Study Clubmemang banyak yang usianya sudah tua. Saya jadi membayangkan,Mengobrol dengan pak Zailani (bawa cangkir), pak Hidayat Yoedoprawiro(kiri) dan bu Sita Sudjono.
  • 26. 25kalau misalnya BETA-UFO tetap eksis 20 tahun lagi, maka yangberkumpul barangkali generasi yang sudah tua-tua, walau tentu adayang muda.Saya tidak lihat jam, namun kira-kira acara diskusi dimulai sekitarmenjelang jam sebelas siang. Saya duduk di sebelah Bu Sita dandiminta menjadi pembicara soal 2012 dari sudut pandang UFO. Dimintabicara di depan para spiritualis dan paranormal tentang 2012, tentumenjadi tantangan tersendiri yang bikin tambah panas. Minum tehhangat sudah membuat saya keringetan meski udara sejuk. Apalagisaya pakai baju dirangkap kaos 2012 hasil desain mas Julius.Untunglah Bu Sita memberi pengantar yang cukup panjang dan halitu membantu saya untuk mempersiapkan diri sejenak, apa-apa sajayang sebaiknya diungkapkan dalam diskusi.Tapi saya tahu apa yang mesti saya bicarakan sebab saya memangpunya versi tersendiri soal 2012. Walau saya juga skeptik soal 2012dan beranggapan tidak akan terjadi apa-apa di tanggal 21 Desember2012, namun nampaknya ada sesuatu yang akan terjadi, dan bisasaja hal itu hanya berkaitan dengan eksistensi entitas cerdas bukanmanusia.Bu Sita Sudjono membuka pertemuan diskusi denganmemperkenalkan saya kepada para undangan yang hadir. Saya tidakmenghitung persis berapa undangan yang hadir, namun sepertinyalebih dari 25 orang. Tiba pada giliran saya untuk menyampaikan soal2012, saya memulai dengan membagikan lembaran fotocopy sebuahbab tentang 2012 dari buku “Planet X Hipotesis Nibiru & Agenda NewWorld Order” karya Joshua R.W.Kalau kita membicarakan soal 2012, atau tanggal 21 Desember 2012,maka hal itu berkaitan dengan kalender Maya. Kalender Maya berakhirpada tanggal tersebut. Hal itu membuat banyak pemikiran bahwa padatanggal 21 Desember 2012 itu akan terjadi sesuatu. Ada yang bilangitu kiamat, ada yang mengatakan terjadi penyelarasan galaksi, adayang menantikan awal jaman baru dan lain sebagainya. Sering yangorang lupa membahas adalah kapan kalender Maya ini dimulai.Kalender Maya ini dimulai pada tahun 3114 SM. Hal yang menarikadalah, jaman Kaliyuga dimulai pada tahun 3102 SM, beda 12 tahun
  • 27. 26dengan awal kalender Maya. Menariknya juga, peradaban Mesir jugadimulai sekitar 3100 SM. Apa yang terjadi sebelum itu? Dari hal inilahsaya kemudian mencoba mencari informasi, peristiwa apa yangmenghebohkan di masa itu yang masih bisa tercatat dalam sejarahmaupun kisah mitos. Peristiwa yang paling dekat dengan tahun-tahunitu adalah bencana air bah yang dialami diceritakan dalam kisah nabiNuh atau kalau dalam mitologi Sumeria disebut sebagai Ut-Napishtimdan di mitologi India disebut sebagai Manu. Menurut buku “Planet XHipotesis Nibiru”, peristiwa banjir bah itu terjadi pada tahun 3150 SM.Saya sudah menelusuri informasi di internet mengenai tahun 3150SM dan nampaknya tahun ini cukup didukung dengan bukti yang ada.Tentu hal ini bisa diperdebatkan, namun tahun angka ini menjadipenting karena tahun 3150 SM dengan tahun 3114 SM berjarakpendek, hanya beda 36 tahun. Perbedaan waktu yang menunjukkanbahwa peradaban baru dimulai di planet bumi ini dengan ditandaipembuatan kalender baru serta dimulainya jaman Kaliyuga.Lalu, apa penyebab banjir bah yang menghancurkan peradabanmanusia sebelum itu? Adalah wajar kalau manusia mendiami sertaSuasana diskusi di rumah bu Sita Sudjono
  • 28. 27membangun peradaban di dekat pantai atau dataran rendah. Makatak heran jika air laut naik, yang katanya mencapai 200 meter, makahancurlah sebagian besar peradaban yang ada saat itu. Kembali padapertanyaan, apa yang menyebabkan hal itu terjadi? Bencana alam?Jika ya, apa penyebabnya? Atau ada peristiwa lain yang berkaitandengan keberadaan makhluk dari luar bumi? Hal-hal ini kamidiskusikan dengan seru di pertemuan tersebut.Beberapa minggu sebelum acara diskusi 2012 di Ciawi ini, saya sempatdiwawancara jarak jauh oleh Wisnu Prayudha dari radio Pesona FMtentang topik yang sama. Selain saya, ada juga peneliti LAPAN yangdiwawancara dan memang menurut informasi dari LAPAN, pada sekitartahun 2011-2012 akan terjadi Badai matahari yang merupakan siklus11 tahunan. Badai Matahari atau solar storm bila mengarah ke Bumidapat menimbulkan gangguan pada lingkungan Bumi. Dari gangguanpada kinerja satelit, pesawat antariksa, sistem navigasi pesawatterbang, komunikasi radio, hingga melumpuhkan jaringan listrik dalamskala luas.Terjangan partikel atomik dalam angin matahari biasanya bisadipantulkan kembali oleh medan magnetik bumi. Masalahnya, menurutinformasi terakhir, Observasi satelit terbaru mengungkapkan celahterbesar yang pernah terlihat dalam medan magnetik yang melindungibumi dari pijaran akibat erupsi di permukaan matahari. Lubang ituditemukan pada musim panas lalu oleh Themis, sebuah armada limasatelit kecil milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Hal itudiumumkan oleh para peneliti NASA pada Selasa lalu. Mereka telahmengetahui bahwa medan magnetik bumi mirip dengan rumah tuayang sering bocor sehingga erupsi partikel bermuatan yang terlontardari matahari kerap menerobos masuk. Celah semacam ini dapatmemicu terjadinya aurora atau gangguan komunikasi satelit dan listrik.Lalu, benarkah di akhir tahun 2012 akan terjadi bencana?Akibat kondisiitu, kutub utara magnet Bumi tidak berada tepat pada poros danbergeser dari Kanada dan arah utara magnetik bukannya arah KutubUtara. Bisa saja bahkan terbalik, kutub utara menjadi di arah kutubselatan sekarang. Jika ini terjadi, maka menurut jarum kompas,matahari akan terbit dari Barat. Saat saya mengemukakan hal ini, pakSabdono Surohadikusumo juga mengemukakan bahwa salah satutanda kiamat adalah dikatakan bahwa matahari akan terbit dari barat.
  • 29. 28Namun pak Sabdono meyakini bahwa tahun 2012 bukan merupakankiamat melainkan awal jaman baru, di mana tentunya jaman yangsekarang harus berakhir terlebih dahulu, yakni jaman yang terikat padaunsur materialisme. Dengan demikian, apa yang terjadi pada 21Desember 2012 bukan berupa sim salabim, semua tiba-tiba berubah,melainkan hal itu merupakan sebuah awal perubahan jaman baru.Saya sepakat dengan hal itu, bahwa perubahan yang terjadi di tahun2012 tidak berupa sebuah perubahan yang drastis.Berdiskusi di milis BETA-UFO dan kawan-kawan yang lain memberisaya informasi bahwa ada kelompok alien yang saat ini sudahmenguasai bumi sejak lama. Kelompok ini ada yang sifatnya agresifada juga yang tidak. Adakah kemungkinan jika setelah tahun 2012,saat alien yang menguasai manusia ini kemudian disingkirkan sehinggamanusia bisa menjadi makhluk yang sejatinya? Salah seorang pesertadiskusi, dokter Jun, mengatakan bahwa saat ini manusia memilikidouble helix DNA. Padahal total helix genetik manusia konon ada 12yang kebanyakan masih “tidur”. Ketika saya ditanya soal itu, sayamenjawab saya belum tahu soal itu dan akan mempelajarinya. Sayabukan ahli di bidang genetika atau kedokteran. Saya hanyamembayangkan, bahwa manusia tentu akan menjadi makhluk yangsempurna (super human) jika seluruh rangkaian DNA-nya aktif. Kitasaat ini konon memang dirakayasa oleh kelompok alien tertentusehingga terbatas kemampuannya. Barangkali setelah 2012, generasimanusia berikutnya memiliki kelengkapan genetik ini karenatersingkirnya alien yang selama ini menguasai manusia.Setelah sekitar jam 1 siang, diskusi dihentikan sejenak dan kami semuamakan siang. Hidangan yang disediakan berupa sayur buntil, osengrebung, mie goreng, ikan asin, sup jamur, dan lalapan. Untuk pencucimulut ada buah rambutan dan semangka. Ada juga es cendol yangnikmat. Sekitar jam 2 siang lebih acara dimulai kembali, hujan mulaiturun di Ciawi dan suasana yang mendung membuat saya makinmengantuk selain karena kekenyangan.Saat itu Bu Sita memberi saya sebuah fotocopy buku yang menariksekali, yaitu “The Star People” karya Brad & Francie Steiger. Wah, inibuku luar biasa. Saya menyukai karya-karya Brad Steiger. Bu Sita jugamemberi makalah tulisannya yang berjudul “Makhluk dan ManusiaAntariksa di Antara Kita”. Makalah ini pernah disampaikan dalam
  • 30. 29sarasehan Metafisika Study Club pada tanggal 22 Agustus 1998 diHotel Kebayoran, Jakarta. Bu Sita memiliki banyak sekali buku-bukutentang UFO dan memang memiliki minat tehadap fenomena UFO inisejak remaja. Bu Sita menyampaikan juga ciri-ciri “Star People” yangditulis dalam buku karya Brad Steiger tersebut, di mana salah satunyaadalah memiliki golongan darah yang tidak umum.Bahkan ketika acara telah usai dan menjelang pulang, saya diberi lagisebuah copy buku yang berjudul “Universal Vision: Soul-Evolution andthe Cosmic Plan” karya Scott Mandelker, PhD. Saya juga dijanjikanakan diberi buku dari penulis yang sama yang berjudul “FromElsewhere: Being ET in America”.Saat istirahat siang itu, mbak Rubi sangat tertarik dengan buku “PlanetX Hipotesis Nibiru &Agenda New World Order”. Saya kemudian bilang,buku yang saya bawa ini bisa buat mbak Rubi dan saya berikan bukutersebut kepadanya. Mbak Rubi terlihat senang sekali. Oh ya, mbakRubi pernah menterjemahkan buku “Bringers Of The Dawn” karyaBarbara Marciniak. Buku ini merupakan hasil chanelling dari Pleiadian.Barbara Marciniak mengaku mendapat pesan salah satunya di Bali.Menurutnya, ”Emotions are a source of food. This is how you nourishyourself.” Keadaan emosi (senang-sedih, gembira-marah) adalahmakanan berguna. Bila kebanyakan orang membenci emosi negatifseperti marah, di jalan ini semua emosi (positif-negatif) adalah petunjukjalan. Barbara Marciniak juga menulis, ”anger serves a purpose”.Kemarahan hanya pelayan, bukan penguasa menentukan, tetapi iamembantu pencapaian tujuan. Ini mudah dimengerti. Kemarahanadalah sejenis kegelapan. Marah pada kemarahan sama denganmenambahkan kegelapan pada kegelapan. Tersenyumlah padakemarahan. Sadari saat hadir, sekaligus waspada untuk tidak mengikutikemauannya. Setelah itu, terlihat kemarahan sebenarnya memberitanda-tanda. Setidak-tidaknya jadi tahu bahwa di dalam sini masihada noda. Di luar sana, ada orang atau keadaan yang perlu diwaspadai.Saat itu mbak Rubi tidak membawa buku yang telah diterjemahkannyaitu. Judul bukunya adalah “Sang Pembawa Cahaya; Pengajaran dariPleiadian”. Saya kemudian diberi buku ini keesokan harinya saat diSTC Senayan. Ada seorang teman mbak Rubi yang secara khususmengantarkannya untuk diberikan ke saya. Terima kasih untuk buku-buku yang diberikan. Jika ingin membaca buku bahasa Inggrisnya,
  • 31. 30bisa klik: http://www.scribd.com/doc/6641904/Barbara-Marciniak-Bringers-of-the-DawnSesi kedua setelah makan siang berupa diskusi tanya jawab. Bukanmereka bertanya saya yang menjawab, tapi sudah membaur dan sayajustru banyak belajar dan mendapat masukan dari mereka yangilmunya jauh lebih hebat. Sungguh saya merasa sangat beruntungbisa hadir dalam acara ini.Sore hari, lewat jam 5 sore, kami semua pamit untuk kembali keJakarta. Tak terasa diskusi berjalan terus sehingga kalau tidak diakhiri,tentu bisa berlanjut sampai malam hari. Memang, membicarakan soalfenomena UFO, spiritual dan manusia antariksa, tentu tidak bisa hanyadalam beberapa jam saja. Rasa ingin tahu yang sudah bertahun-tahuntentu tidak bisa dituntaskan atau dipuaskan dengan diskusi beberapajam saja. Tapi waktu juga yang membatasi.Rombongan saya kembali ke Jakarta dan kami mampir ke STCSenayan untuk meninjau lokasi. Mencoba memperkirakan bagaimanamengatur untuk besok. Hanya sebentar di sana dan menuju ke arahTanjung Duren kembali, dan sebelum tiba di rumah, kami mampir kePlaza Slipi Jaya dan makan di Solaria, di lantai 4. Di dalam parkiranplaza itu saya terheran-heran, sebab ada bengkel reparasi mobil didalam plaza.Acara diskusi 2012 di Ciawi berlangsung menyenangkan. Beberapabuku “Satu Dekade Perjalanan Komunitas BETA-UFO MelacakFenomena UFO” yang dibawa ternyata laku habis. Demikian juga kaos2012 ada juga yang berminat membeli, bahkan Bu Sita juga memesansebuah kaos (saat itu ukuran yang diinginkan tidak tersedia).Gathering, STC Senayan, 28 Desember 2008Akhirnya tiba juga tanggal 28 Desember 2008 yang dinanti-nanti. Mariamasak indomie dan pagi itu sarapan dengan mie rebus. Setelahkenyang, mandi pagi, dan berbenah diri sambil mengenakan kaosIndonesian X-Files. Kami berangkat yang sepuluh lewat. Wah, sayapikir, pasti mas Donny (aka membumbung tinggi) sudah menunggu disana, sebab mas Donny beberapa hari lalu saya minta bantuannya
  • 32. 31untuk memfotocopy lembaran laporan kegiatan selama tahun 2008sebanyak 100 lembar. Tentu selain mempersiapkan yang hadir akanmembludak, juga siapa tahu ada pengunjung mall yang sempat mampirakan diberi juga.Tiba di STC Senayan sekitar jam setengah sebelas pagi. Sampai diparkir basement, bertemu dengan Jack Toto. Menurut ceritanya, diadipanggil Jack karena hobby pesawat terbang, dan Toto nampaknyamerupakan singkatan dari Thomas Tonbeng. Benar juga, saat tiba dilantai 6, terlihat mas Donny sudah asyik nongkrong di sana bersamaanaknya melihat pemandangan di luar sambil “keep watching the sky”.Persiapan segera dilakukan. X-banner dipasang. Sebelum sayaberangkat ke Bandung, saya sudah mengirimkan beberapa X-bannerdan spanduk ke tempat Edy melalui jasa kurir. Termasuk mengirimsebuah perangkat sound system. Komentar saya ke Edy waktu itu,kalau gathering ini sukses, maka acara seperti ini bisa diadakan denganhanya melibatkan tidak banyak orang, bahkan juga berjauhanMaria dan Liska menerima tamu sambil berjualan untuk menggalang dana.
  • 33. 32lokasinya. Saya dibantu oleh Mas Julius yang bikin desain kaos, Edyyang bantu persiapan gathering, Jack Toto membantu meminjamkanLCD Projectornya, mas Donny membantu memfotocopy. Saatgathering, dibantu oleh Liska dan Maria, di meja penerima tamusekalian jualan buku dan kaos serta pin. Terima kasih atas bantuannyasemua yang tanpa pamrih.Saya tidak ingat siapa yang datang kemudian. Namun saya ingat, DediSusanto, datang dengan wajah semeringah. Dedi datang dari jauh,yakni dari negeri Laskar Pelangi, Sungailiat, Bangka. Benar-benaristimewa. Dedi bisa datang karena kebetulan, tapi saya yakin bukankebetulan, ada sanak keluarganya yang menikah di Jakarta soreharinya. Saya senang sekali melihat antusiasme anggota yang hadir.Jujur saya sempat bingung, mau bicara apa nanti. Sebenarnya sayabukan orang yang bisa melakukan hal yang protokoler. Saya sempatbilang ke mas Donny dan mas Julius, nanti dibantu ya bicara di depan.Sambil menunggu yang lain hadir, saya memutar sebuah videodokumenter keluaran Discovery Channel yan berjudul “What If ? E.TExtra - Terestrial Contact”. Video ini memberi gambaran skenario yangakan terjadi jika kita mendapat kontak terbuka dengan UFO.Diceritakan bahwa pada tahun 1997, kita menerima kontak radio dariluar sistem matahari yang tidak diketahui sumbernya. Dimulai dengangagalnya Ilmuwan menguraikan kode-kode, dan mengumumkanbahwa mereka tidak tahu darimana sumbernya. Lalu, Instansipemerintah membuat teleskop yang mampu mendengar lebih jauh.Saat mereka masih tidak dapat memecahkan kode, pemerintahmengakui bahwa komunikasi diterima tahun 1947 di Roswel berasaldari makhluk luar angkasa. Dengan bantuan dari sinyal 1947, sinyal1997 yang terpecahkan dan telah ditentukan bahwa sinyal berasaldari sumber non-biologis. Program telah menguji hal-hal yangberpotensial untuk mengontak makhluk luar angkasa. Tentu saja inimasih skenario “what if” artinya belum terjadi. Namun apa yangdisampaikan dalam video itu bisa jadi merupakan gambaran realistisjika hal itu terjadi.Video dengan durasi sekitar 50 menit itu berakhir sekitar jam 12 siang.Lalu saya mengucapkan selamat datang kepada yang hadir danmemberi uraian secara singkat tentang kiprah BETA-UFO selamatahun 2008. Beberapa kasus penampakan UFO yang ada dan juga
  • 34. 33mengenai batu aneh yang ditemukan di Kupang. Edy dengan sigapmembantu menunjukkan foto-foto batu dari Kupang yang sempat ditelitioleh seorang anggota BETA-UFO di Kupang yang bernama WillySoeharly. Juga foto penampakan UFO di Tuban yang dilaporkan olehAdmiranto Wijayadi, seorang ilustrator yang tinggal di Jakarta.Saya membuka acara gathering setelah pemutaran filmKemudian, saya mengajak teman-teman satu per satu bicara di depanuntuk menceritakan pengalamannya tentang UFO atau kenapaberminat pada fenomena ini. Yang pertama adalah mas Julius dankemudian diikuti oleh teman-teman yang lain. Mas Fan Fan Darmawanjuga menceritakan asal mulanya suka UFO, yang kemudian diikutioleh mas Nanang. Mas Nanang “mengaku” bahwa dirinya adalah MaoZedong yang kemudian disambut dengan serentak “oooo ini orangnya”oleh yang lain dengan tawa lepas. Waktu gathering sebelumnya dirumah mas Michael, mas Nanang juga hadir. Mas Nanang sangattertarik dengan teknologi UFO terutama dengan teori medan magnetbumi sebagai medium untuk UFO bergerak. Untuk membuktikan itu,mas Nanang membawa sebuah prototip UFO buatannya sendiri yangbisa mengambang di udara dengan menggunakan magnet. Dalamhati saya berdecak kagum, luar biasa idenya.
  • 35. 34Apa yang disampaikan teman-teman secara bergiliran sangat menarik.Salah satunya adalah Ucu Agustin yang saya kenal sejak Nopember2002. Ucu pertama kali mengirimkan email perkenalan ke saya dalamrangka mau wawancara dan membuat profil saya sekaligus komunitasBETA-UFO. Ucu adalah kontributor majalah Pantau dan waktu itudiminta oleh Andreas Harsono, redaktur majalah Pantau, di manakatanya profil saya sangat menarik untuk ditulis karena saya cukupserius dalam usaha mewadahi kertetarikan “tak lazim” yang dimilikipeminat UFO yang jumlahnya di Indonesia mungkin tidak begitubanyak.Saya mau cerita tentang perkenalan saya dengan Ucu Agustin. Diamemperkenalkan sebagai seorang Sukabumi yang sudah (waktu itu)13 tahun tinggal di Jakarta. Secara pribadi, Ucu mengatakan bahwadirinya memang tertarik dengan tema dan info yang disebar olehanggota milis BETA-UFO. Perkenalan pertama lewat email kemudianPrototip UFO karya Nanang. ET sampai garuk-garuk kepala tercengang.
  • 36. 35berlanjut dengan korespondensidan selang tak berapa lama, Ucudatang ke tempat saya diSurabaya. Pengalaman waktuitu, waktu datang dan saya antarkeliling naik mobil saya, eh,barangkali karena ada UFOlewat, mobil saya mogok dankami sempat mendorong.Maklum, meski penggemar UFO,saya bukan seorang pemilik yangmampu merawat mobil denganbaik. Supaya mirip dengan namaUFO, saya waktu itu punya mobilFiat UNO tahun 1990.Sayang sekali, setelahwawancara dan perbincanganyang cukup banyak dan rencanaakan dimuat pada edisi Februari/Maret 2003, ini bukan karena adakonspirasi atau apa, tiba-tiba saya mendapat kabar dari Ucu bahwaGunawan Mohamad menghentikan penerbitan majalah Pantau ini.Jadi, batal deh muncul di majalah Pantau. Bagi saya itu hal biasa,sebab sejauh saya mengutak-atik fenomena UFO atau alien, ada sajahalangan yang tak terduga, terutama saat saya menerbitkan majalahINFO-UFO.Ucu kemudian membuat berbagai cerpen tentang UFO. Di bulan April2003, saya dikirimi cerpennya yang berjudul “Bagaimana Supaya TidakDiculik Alien” lalu ada juga cerpen yang lain yang berjudul “Origins”yang bercerita tentang cinta antara manusia dengan alien dari PlanetJupiter. Cerpen ini saya masukkan di dalam buku “Satu Dekade BETA-UFO Melacak Fenomena UFO” yang saya tulis bersama mas GatotTri R.Perkenalan dengan UcuAgustin menjadi sebuah persahabatan. Walaukami tidak sering bertemu atau kontak, namun seakan ada hubunganyang terasa dekat. Pernah saya bersama Maria tidur di rumahUcu Agustin
  • 37. 36kontrakannya di kawasan Utan Kayu yang sebelum tidur sempatmenonton film DVD “Butterfly Effect”. Bersama Ucu juga saya pernahke rumah Ki Dyoti (alm) di Pamulang, seorang paranormal, yang jugaanggota milis BETA-UFO yang sempat aktif dulu.Gathering benar-benar mempertemukan kita. Ucu datang dengangayanya yang khas, memakai kaca mata yang katanya dibelinya 30rebu dari Blok M. Semoga saya tidak ditimpuknya gara-gara ceritasoal kacamata ini hehehe. Tapi, sebagai penulis yang sudahmenghasilkan berbagai karya maupun buku, penampilan dan sikapUcu tetap bersahaja, santai dan ramah. Menyenangkan sekali punyateman-teman yang baik.Ketika didaulat bicara di depan teman-teman komunitas BETA-UFO,Ucu juga menceritakan kisahnya saat pertama kali kenal dengan saya.Bahkan dalam sebuah kesempatan Ucu mengatakan, “Aku selalubangga kalau ditulis jadi anggota beta ufo.”Ya, itulah sekilas tentang Ucu Agustin, yang tercatat telah menjadimember milis BETA-UFO sejak Mei 2004.* * *Gathering kali ini dihadiri sekitar 32 orang. Saya akan tulis satu persatunamanya, dimulai dari saya sendiri, Edy Susanto, Liska, Nanang, DediSusanto, Thomas Tonbeng, Julius Perdana, Jaid Sopiyana dan EvaSukreni dari komunitas HAAJ (Himpunan Astronomi Amatir Jakarta),Maria, Donny Mbung, Bayu dan Riko, Andre Birowo, John Hutabarat,M. Rizky Halim, Rizky Azhari, Eko Wijatmoko, Henry E.P., Henry Tan,Fan Fan, Mery Inggriany, Ian Triawan, Ucu Agustin, Ricky Cahya (dariAngkasa Readers Community), Indra Y. Hartono, Wardono Basuki,Sambas (Jaelani Gaya), Faisal (wartawan The Jakarta Post),Fransiskus Teddy, Andyono Muharso serta Ian (wartawan FHMMagazine). Jika ada salah penulisan nama, mohon maaf. Ada jugabeberapa pengunjung food court yang sempat mampir masuk danduduk melihat pemutaran film, namun mereka tidak menuliskannamanya di daftar hadir.Pengalaman menarik lainnya diceritakan oleh mas Wardono Basuki.Saya mengenal mas Wardono pertama kali saat ada penampakanUFO di Pesanggrahan, Jakarta, yaitu saat mas Wardono mengirim
  • 38. 37email ke saya pada tanggal 10 Desember 2008 dan sangat antusiasuntuk menjadi anggota komunitas BETA-UFO. Mas Wardono sudahmengelilingi hampir seluruh dunia. Selain belajar kultur, bahasa danmakanan lokal, karena ketertarikannya soal UFO, mas Wardono jugamemperhatikan peninggalan-peninggalan jaman dahulu. Bahkanpernah meninjau piramid bangsaAztec dan juga piramid Giza di Mesir.Menurut mas Wardono, seperti halnya Bandung, Mexico kemungkinanjuga merupakan portal atau “stairway to heaven”, sama halnyabeberapa lokasi lain di dunia. Mas Wardono juga telah membaca buku-buku karya Erich von Daniken, Heyerdahl dan Zecharia Sitchin. MasWardono tertarik dengan UFO sejak kecil. Ketika usia lima tahun, diamelihat sebuah bola cahaya terbang melintas di depan rumahnya.Terlihat bersinar seperti seuah orb. Sangat rendah posisinya dansepertinya bisa dipegangnya. Itu terjadi sekitar awal 1970-an. Saat diMexico, mas Wardono juga pernah melihat UFO. Sungguhpengalaman dan upaya pencarian yang luar biasa.Satu per satu teman-teman berbicara di depan secara bergantian,dan maaf, tidak bisa saya ceritakan detail satu per satu. Waktu berjalantak terasa, hingga akhirnya saya melirik jam tangan saya telahmenunjukkan waktu hampir jam 2 siang. Nafas saya sudah mulaiterengah-engah, jantung saya dag dig dug kembali dengan kencangserta kepala saya mulai pusing. Saya seperti mau pingsan waktu itu.Ini pasti gara-gara saya telat makan, apalagi paginya hanya sarapanmie rebus. Untuk ukuran anatomi seperti saya, makan mie rebusapalagi tanpa nasi jelas tidak cukup. Maka saya dengan segeramenghentikan acara sharing tersebut, mengajak masuk ke acaramakan siang sambil diskusi bebas membentuk kelompok sendiri-sendiri. Tak berapa lama, saya sudah duduk menyendiri dengan legasambil menyantap nasi goreng seafood. Kata Jack Toto, orang yangmakan nasi goreng adalah orang yang frustrasi... bingung memilihaneka macam masakan di food court sehingga akhirnya pilihan jatuhpada nasi goreng...Oh ya, peserta gathering yang hadir mendapatkan laporan singkatmengenai kegiatan yang telah dilakukan oleh BETA-UFO selama tahun2008 serta ringkasan laporan penampakan selama 2008. Bagi yangingin membaca atau mendownload file tersebut, bisa klik http://www.scribd.com/doc/9625926/Kegiatan-Betaufo-2008. Selain itu,sesuai dengan permintaan beberapa rekan milis, sebelum saya
  • 39. 38berangkat, saya membuat stiker dan membagikan stiker tersebut diacara gathering.Kembali ke acara gathering, setelah makan siang, kami kemudianmengobrol berdiskusi membentuk kelompok sendiri-sendiri tanpa perludiatur. Pembicaraan cukup seru, terutama yang saya ikuti adalahapakah alien itu baik atau punya maksud yang buruk terhadap manusia.Mas Julius melontarkan pendapat bahwa bisa saja alien sudahmenguasai manusia sejak dahulu. Namun John Hutabaratmenyanggah dengan mengemukakan bahwa sebuah peradaban yangtelah sangat maju, tentu memiliki sifat yang damai. Paling tidak, kalaumereka berniat jahat, kita sudah habis dari dulu.Ya, diskusi memang tidak akan tuntas menghasilkan sebuahkesimpulan yang akan disepakati semua pihak. Tapi diskusi menambahwawasan baru, pemahaman baru yang mungkin menjawabpertanyaan-pertanyaan yang selama ini belum kita temukanjawabannya.Foto bersama komunitas BETA-UFO yang hadir diacara gathering, 28 Desember 2008
  • 40. 39Sembari teman-teman yang lain diskusi, wartawan dari The JakartaPost dan majalah FHM meminta waktu untuk wawancara dengansaya. Sebelumnya mereka juga telah mewawancarai rekan-rekanyang lain.Menjelang sore, ada seorang teman yang datang, namanya AndyonoMuharso. Saya berkenalan dengannya via email dan dia aktif di forumAbove Top Secret. Dia antusias untuk mendiskusikan fenomena UFOyang terjadi di Indonesia di forum internasional. Salah satunya adalahkasus yang terjadi di Alor di tahun 1959. Tentu saja yang dilakukanmasAndyono sangat berarti buat komunitas BETA-UFO. MasAndyonomenggunakan nama “KembaraLangit” dan dia adalah seorang reporterSmart FM.Tak terasa, ketika saya melihat jam tangan saya kembali, waktu sudahmenunjukkan hampir setengah lima. Dedi Susanto mau pamit karenaakan menghadiri pesta perkawinan sanak keluarganya. Teman-temanyang lain kemudian juga berpamitan. Secara spontan teman-temanjuga membantu mengemasi barang-barang, melepas spanduk,menggulung x-banner dan mencopoti gambar-gambar yang dipasangdi dinding.Suasana menjadi sepi kembali, tapi di dalam hati tidak sepi. Adaperasaan senang dan lega bahwa gathering kali ini berjalan denganlancar dan sukses. Terlihat dari antusiasme dan keseriusan yang hadir,saya yakin bahwa acara ini membawa manfaat. Namun, di sisi lain,tentunya harapan terhadap komunitas ini semakin besar. Pasti akanada yang bertanya, apa agenda BETA-UFO di tahun 2009? Adabeberapa rencana kegiatan yang memang hendak saya bicarakan,antara lain adalah rencana ufo camp dan juga lomba karya tulis tentangUFO. Mudah-mudahan rencana ini bisa terwujud, barangkali bekerjasama dengan pihak lain, seperti dengan Majalah Angkasa sepertipelaksanaanAstro & UFO camp beberapa bulan yang lalu di Lembang.Saya juga ingin mengajak rekan-rekan yang ada di Jakarta untuk bisamembentuk organisasi BETA-UFO lebih solid, nyata dan kalau perlubisa mengadakan pertemuan tanpa harus ada kehadiran saya.Gathering telah usai, kami semua beranjak meninggalkan area foodcourt STC Senayan. Yang masih tertinggal di sana adalah UcuAgustinyang tampak asyik berinternet ria memanfaatkan fasilitas wi-fi gratis.Rombongan saya kembali ke parkiran dan saya meminta Edy untuk
  • 41. 40mengantarkan ke Plaza Senayan, tujuan saya adalah ke toko bukuKinokuniya. Di sana saya membeli buku “Underworld: The MysteriousOrigins of Civilization” karya Graham Hancok. Lumayan mahal juga,Rp 280.000,- namun saya pikir pasti menarik isinya. Lalu, sepertirencana sebelumnya, setelah dari Plaza Senayan, kami menuju kePasar Festival di Kuningan. Saya makan malam dengan menu gudegYogya sambil mendengarkan anak band menyanyikan lagu-lagu lamadari Sheila On 7, dan lainnya yang merupakan kegemaran saya. Lalu,saya beranjak ke tempat toko yang menjual buku bekas. Saya membelibeberapa buku, yaitu “The Hiram Key” karya dua orang Freemasonyang bernama Christopher Knight & Robert Lomas. Buku inimengungkapkan beberapa fakta penting tentang akar Freemasonry.Menurut para penulisnya, jelas sekali bahwa Masonry adalahkesinambungan dari para Templar. Wah buku ini pasti menarik danmenambah wawasan tentang secret society.Di stand yang lain saya membeli dua buku karangan Jane Roberts,yang nampaknya seorang channeler dari entitas yang bernama “Seth”.Dua buku ini berjudul “The Nature of The Psyche: Its HumanExpression” dan “Seth Speaks”.Waktu sudah menunjukkan jam 9 malam. Toko nampaknya sudahberbenah mau tutup. Saya dan rombongan pulang kembali ke TanjungDuren. Esok hari sudah harus berbenah lagi untuk kembali keSurabaya. Naik kereta api Gumarang kelas bisnis juga, sambilmembayangkan perjalanan yang melelahkan selama 12 jam menujukota kelahiran saya, Surabaya.Akhirnya, jika ada salah kata maupun terjadi false memory di sanasini, mohon maaf yang sebesar-besarnya. Terima kasih telahmenyimak catatan perjalanan saya ini. Sampai berjumpa kembali parasahabat.
  • 42. 41Selamat tinggal 2008...
  • 43. 422009
  • 44. 43
  • 45. 44
  • 46. 45Sudah lama tidak menulis "notes" di FB. Kemarin, 6 Juni 2009, jalan-jalan ke Galaxy Mall Surabaya untuk lihat pameran mainan di sana.Sebenarnya bukan jalan-jalan biasa karena lebih dengan tujuan melihatlokasi sebab hari ini, 7 Juni 2009, nanti jam 1 siang, mas Gatot Tri R.akan memberi ceramah soal UFO kepada para pengunjung pameran.Hal serupa pernah juga dilakukan saat BETA-UFO menjadi peserta dipameran serupa di Malang. Saat ini memang BETA-UFO tidak ikutpameran, namun pihak panitia meminta BETA-UFO untuk berceramahsoal UFO.Saat berkunjung ke pameran kemarin, ada beberapa yang menarikperhatian saya. Ada model figur tokoh-tokoh wayang, ada pembuatanfigur atau patung lucu yang menggunakan model sesuai dengankeinginan kita, misalnya diri kita, anak, pasangan atau siapa saja. Selainitu ada juga sebuah perangkat radio control yang berupa mini kapalselam.
  • 47. 46Beberapa hari lalu, saya mendapat kiriman sebuah file powerpoint dariseorang paman saya. Isinya bagus, tentang motivasi dan kehidupan.Judul filenya "Beautiful Music and Thoughts.pps".Ada satu kalimat yangmenarik perhatian saya adalah, "A good plan for today is better than aperfect plan for tomorrow". Kata-kata ini pernah diucapkan oleh GeorgeS. Patton. Saya jadi berpikir, apa rencana saya hari ini?Apa juga rencanasaya untuk hari esok?There is no coincidence. Sabtu,28 Maret 2009, saya membacaiklan di Jawa Pos. Unika WidyaMandala membuka programdoktor (S3) untuk ilmumanajemen. Apakah inijawaban atas pertanyaan tadi?Apakah ini jalan yang akan sayatempuh? Kuliah lagi?Terakhir saya kuliah adalahtahun 2004, lulus magisterpsikologi dari Untag.Sebelumnya saya kuliah dipsikologi Ubaya angkatan 1983.Memang, menjadi tanda tanya,sejauh mana perlunyamengambil program doktor?Perlukah menyandang gelardoktor, terutama profesi sayasaat ini bukan seorang dosen atau pengajar? Saya memang pernahmengajar di sebuah fakultas teknik industri di sebuah universitas diSurabaya untuk mata kuliah SDM dan psikologi industri. Namun,kalaupun saya tetap terus mengikuti program doktor ini, menurut sayasepertinya ini sudah lama yang saya inginkan. Pertanyaannya, apakahsaya tidak terlambat untuk menjadi seorang doktor?Belakangan fokus saya memang lebih pada fenomena UFO. Sayangnyatidak ada program doktor ufologi. Saya sebenarnya menantikan Untag
  • 48. 47Surabaya membuka program doktor psikologi, namun tak kunjungterlaksana. Sementara saya merasa usia berjalan terus dan pikir saya,kalau tidak sekarang, kapan lagi?Bidang studi manajemen, khususnya manajemen stratejik, bukan halbaru bagi saya. Saya pernah kuliah di program MBA di UnitomoSurabaya di tahun 1989. Sayangnya kemudian lulusan MBA ini tidakdiakui gelarnya secara akademik di Indonesia. Jadi, saya hanyamenggunakannya di kalangan bisnis. Saya hanya khawatir, mungkindalam 3 tahun ke depan, konsentrasi saya dalam mengamati maslaahUFO bisa terpecah. Tugas-tugas kuliah tentu akan menyita banyakwaktu dan pikiran sehingga mungkin membuat saya tidak bisa seintensifdulu. Namun, mudah-mudahan tidak. Minat saya terhadap UFO masihtinggi dari dulu.Saya tidak tahu, apakah rencana ini akan berjalan dengan lancar atautidak. Semoga kemudahan-kemudahan selalu ada.Akhirnya, saya inginmengutip yang saya baca di file presentasi tadi, yang pernah diutarakanoleh Theodore Roosevelt, ” In any moment of decision the best thingyou can do is the right thing. The worst thing you can do is nothing.”
  • 49. 48Kamis pagi, Yuthi tiba-tiba mengeluh perut bagian kanan bawah sakittak tertahankan. Bagi yang belum tahu, Yuthi adalah istrku, mamanyaTiko. Menduga bahwa ini kemungkinan radang usus buntu, terutamakarena sakitnya yang luar biasa (istilah medisnya kolik) di perut kananbawah, maka pergilah ke UGD. Hari itu sudah mulai libur, pemilu, danbanyak dokter tidak praktek. Jumat pagi, sakit kembali menyerang.Perut di bagian bawah seperti diremas atau ditunjek dan tembus sampaipunggung, pinggang bagian belakang (kanan). Sabtu pagi, jam 8berangkat ke Pramita Utama di Darmawangsa. Sungguh luar biasa labmedik ini, penuh dan harus antre. Minggu, pagi tadi, Yuthi sempat sakitlagi tapi sekarang sudah reda. Besok rencananya akan pergi ke dokterurologiLumayan repot juga kalau sakit pas liburan...
  • 50. 49Mulai kuliah lagi...4 Juli 2009
  • 51. 50Pada tanggal 27 Juli 2009, di sekretariat GN berlangsung pertemuanyang membahas bagaimana sebuah organisasi non pemerintah (Ornopatau NGO) seperti GN, bisa menjadi sebuah organisasi yang hebatserta berkelanjutan. Pertemuan ini difasilitasi oleh International Coun-cil on Management of Population Programmes (ICOMP) dari Malaysia,dengan dukungan dari Ford Foundation. Camilo A.B. Naraval, Jr., se-nior programmer officer ICOMP, membawakan presentasi yang berjudul“Scaling-Up Sustainability of CivilSociety Organizations in Indonesia:Toward Organizational Excellence”.Pertemuan ini diikuti oleh DewanPembina, Dewan Pengurus, DewanPengawas dan Kepala Divisi dariGAYa NUSANTARA. Pelajaran yangdiperoleh dari pertemuan ini adalahbahwa kebanyakan Ornop sangattergantung dari lembaga donor
  • 52. 51eksternal dan kurang mandiri secara finansial. Padahal ada banyakcara untuk memobilisasi sumber daya, termasuk sumber finansial lain,mulai dari pencarian donasi perorangan hingga upaya untuk melakukanpenggalangan dana.Dalam kesempatan ini, dilakukan juga pengukuran ”Sustain Ability” dariorganisasi yang indikatornya meliputi “Organizational Viability”, “Pro-gram Effectiveness”, “Financial Security” dan “Enduring Impact”. Hasilpengukuran ini sangat menarik sebab dapat memberi informasi yangsangat berharga untuk meningkatkan kinerja dari organisasi. Jun,panggilan akrab Camilo A.B. Naraval, mengatakan bahwa adalahteramat penting untuk sebuah organisasi agar memiliki kemampuandan fokus untuk memobilisasi sumber daya sehingga menjadi penopangyang kuat, termasuk bagaimana menjalin hubungan yang jauh lebihbaik dengan komunitas serta stakeholder yang ada. Namun juga perluuntuk diingat, sumber daya organisasi tidak semata adalah soal dana,tapi juga hal-hal lain yang non-finansial tapi juga sangat perlu, sepertisuplai material, ruang gedung, manusia dan juga informasi.
  • 53. 52
  • 54. 53
  • 55. 54Tadi pagi jemput ibuku (oma Wuri) di bandara Juanda, penerbangandari Singapore di mana sebelumnya datang dari Amerika,mengunjungi keluarga adikku yang ada di sana. Lumayan dapatoleh-oleh 17 buku tentang UFO dan alien, yang dibelikan oleh adikkulewat ebay dan ada satu buku UFO yang berjudul "UFO in Her Eyes",sebuah novel tentang UFO dengan setting di masa depan (tahun2012) karya Xiaoulu Guo yang dibeli di Singapore.
  • 56. 55
  • 57. 56
  • 58. 57
  • 59. 58Periksa ke dokter kandungan....Note: Setelah beberapa bulan periksa rutin di poli RKZ, akhirnya pindah keRS IBI (Ikatan Bidan Indonesia) di Jl. Dupak, Surabaya.
  • 60. 59
  • 61. 60Barusan selesai lihat film The FourthKind. Film ini tentang kasuspenculikan oleh alien, tidak adaspesifik cerita sehingga aku pikir tidakakan masalah dengan spoiler.KalauAnda mengharap akan melihatsosok alien atau UFO dalam film ini,Anda akan kecewa. Film ini dibuatseakan-akan kisah nyata, namunsaya meragukan itu terjadi karenasejauh ini tidak ada pembahasankasus alien abduction yangdisebutkan di film ini. Film ini bergayamodel seperti dokumenter, bahkanmenampilkan dua sosok yangdiperankan oleh bintang film, sertasosok lain yang dianggap "orang yang sebenarnya". Tema yang diangkatjelas alien abduction, dan si pemeran utama adalah psikolog yangmelakukan hipnoterapi terhadap beberapa kliennya yang mengalamisusah tidur dan menceritakan pertemuan dengan makhluk aneh.Film ini agak mirip dengan film-film sebelumnya seperti Night Skies,walau di sini tidak ada sosok alien yang nampak sebab saat"kedatangan" videonya selalu mengalami gangguan sehingga tidakterekam. Namun maksud saya adalah, sosok yang menculik ini bisadipersepsikan sebagai makhluk yang buruk. Film ini juga mencobamengangkat seorang ahli sumeria yang memberi penjelasan tentangkehadiran makhluk cerdas di masa lalu (sekitar 4000 SM).Film ini tidak mengutamakan alur cerita dan bergaya ala Blair WitchProject dan Cloverfield. Kalau Anda tidak tertarik soal alien abductionsecara serius, film ini akan sangat tidak menarik karena bukan tergolong
  • 62. 61film untuk hiburan. Sebagai sebuah film thriller, juga tidak pas karenatidak mencekam. Bagi yang pernah mengalami pengalaman serupa,film ini akan memberi pemahanan baru, meski dalam banyak halnampaknya pembuat cerita film ini mau menampilkan keadaan yangburuk saat terjadinya kontak jenis keempat ini.
  • 63. 62Tiko Pranata umur 5 tahun
  • 64. 63
  • 65. 64
  • 66. 65
  • 67. 66
  • 68. 67
  • 69. 68
  • 70. 69
  • 71. 70
  • 72. 71
  • 73. 722010
  • 74. 73Menjelang melahirkan...@Rumah Sakit Ibu dan Anak IBI di Jl Dupak 15A, Surabaya.
  • 75. 74
  • 76. 75Krista Pranaya bersama Bidan Vita Amd.Keb, Kepala BidangPelayanan RS IBI Dupak
  • 77. 76
  • 78. 77Tanam ari-ari Krista
  • 79. 78
  • 80. 79
  • 81. 80
  • 82. 81
  • 83. 82
  • 84. 83
  • 85. 84
  • 86. 85Kamis pagi, 29 juli 2010, saya menghadiriundangan seminar dari Universitas Ciputratentang Culture & Innovation yang dibawakanoleh Prof. Uichol Kim dari Inha University, Ko-rea. Materi yang disampaikan sungguh menarikdan bermanfaat. Berikut adalah sebagian dariapa yang disampaikan.Manusia dalam organisasi adalah solusisekaligus problem untuk inovasi dan kreativitas.Memang, untuk menunjang proses inovasi dibutuhkan adanya manusia.Namun mengelola manusia tidak mudah, terlebih orang yang bekerjadi perusahaan adalah orang dewasa. Mengapa orang dewasakebanyakan punya hambatan dalam hal ini?Menurut Prof Kim, orang dewasa telah memiliki masa lalu sehinggahal ini sering menghambat untuk maju ke depan. Berbeda dengan anak-anak dan remaja yang boleh dibilang tidak punya ‘past’, membuatnyalebih terbuka (open) terhadap hal baru di masa depan, tidak ragu danberani mengambil resiko. Saya setuju dengan hal ini. Ketika sayapertama kali membuka usaha di usia 24 tahun, setelah lulus sarjana,seperti tidak ada hambatan dalam diri. Berbeda dengan bertahun-tahunkemudian, ketika saya ingin lagi mengembangkan usaha baru, sayamengalami keraguan, banyak pertimbangan, apakah akan bisa berhasilseperti dulu?Atau jangan-jangan malah rugi sehingga membuat usahayang telah dibangun jadi terganggu. Adanya ’past’ ini membuat sayakurang open terhadap masa depan. Apa yang disampaikan Prof Kimmemberi inspirasi kepada saya bagaimana saya harus mengubah mind-set saya.Prof Kim juga mengemukakan bahwa mengenal diri sendiri itu adalahhal yang paling rumit. Hambatan terbesar justru biasanya datang daridiri sendiri. Ketika kita menghadapi krisis atau sebaliknya sebuahpeluang, ada dua kemungkinan sikap yang kita ambil. Pertama adalahhelpless, merasa tak berdaya, sehingga akhirnya kehilangan harapan;dan yang kedua adalah sikap entrepreneur, di mana kita berusahaProf Kim
  • 87. 86melakukan inovasi. Baikkrisis dan peluang harusnyadihadapi secara positif danberusaha untuk melakukaninovasi.Memang pada prakteknyatidak sederhana. Untukmengelola sebuah bisnisperlu memahami tiga hal.Tiga hal itu menurut Prof Kimadalah bisnis, people danself (dri sendiri). Sepertidikemukakan tadi,memahami diri sendiri iniyang tidak mudah. Orangbisa belajar bisnis, bisamemperdalam ilmu soal manusia (psikologi), namun untuk memahamidiri sendiri tidak mudah.Kesulitan ini dikarenakan semua ini tergantung bagaimana kitamempersepsi realitas. Sebuah realitas yang harusnya sama, bisadipersepsi secara berbeda oleh orang yang berbeda. Kalau kita tidakmemahami diri sendiri, boleh jadi kita bisa ’disesatkan’ oleh persepsikita sendiri. Antara apa yang kita ketahui dan dengan yang kita lihatjuga mempengaruhi perilaku kita. Pertanyaannya, apakah kitamempercayai apa yang kita ketahui, atau yang kita lihat?Ketika seseorang berhadapan dengan realitas, sebenarnya yang adaadalah persepsi. Untuk memahami realitas, ada dua faktor yangmempengaruhi, yaitu pertama adalah budaya (culture) dan yang keduaadalah aspek fisiologis. Dari segi budaya, kita menggunakan bahasadan simbol. Hal ini sesuai dengan apa yang saya pelajari dalam sosiologimengenai interaksi simbolik. Mau tidak mau hal ini juga tergantungdari konsep diri seseorang, yang akan mempengaruhi persepsinya.Dari aspek fisiologi, kita mempersepsi realitas melalui indera yang kitapunya.Sehubungan dengan entrepreneurship, menurut Prof Kim, seseorangyang cenderung mudah takut, mudah cemas, ragu-ragu, tidak akan
  • 88. 87bisa menjadi seorang entrepre-neur. Sebenarnya, ada jalankeluar untuk mengatasi rasatakut ini, yaitu denganmenambah pengetahuan. Kitasering takut atau cemas karenakita tidak tahu. Jika kita tahudalam artian punya knowledge,hal ini bisa mengurangi rasatakut. Sama seperti kita akanragu untuk potong rambut dipenata rambut yang tidak kitakenal. Memiliki pengetahuan,itu berarti kita tahu akan masalalu dan dengan demikian kitabisa memprediksi masa depan.Menurut Prof Kim ada 10 faktorpenting dalam bisnis, yaitu: Big, Speed, Power, Persistence, Organiza-tion, Stealth, Differentiation, Focus, Marketing (menarik pihak lain), danQuality. Tentu kalau hal itu berdiri sendiri-sendiri, misalnya perusahaanitu hanya “Big” maka juga bisa mengalami kegagalan kalau dia tidakadaptif dengan lingkungannya. Namun perusahaan yang besar itu padaumumnya bisa survive karena dengan more volume itu berarti moreprofit.Kembali ke soal kreativitas, ada 3 hal utama yang perlu ada menurutProf. Kim, yaitu: (1) Idea, (2) Resource, dan (3) Skills. Adanya ketigahal ini akan menghantarkan proses kreatif menuju sasaran yangdiinginkan. Namun tiga hal ini perlu dikelola dan dilakukan supaya apayang semula adalah ide bisa terwujud.Menjadi kreatif sebenarnya tidak harus muluk, sebab kreativitas itu bisadengan mengubah yang semula tak berguna menjadi berguna. Misalnyaada lahan yang semula tandus, tidak bermanfaat, akhirnya bisa menjadisebuah daerah pemukiman yang bagus. Proses kreatif juga bisamengubah dari yang tidak berbentuk (formless) menjadi sebuah bentuk(structure). Intinya adalah dari proses destructive menjadi construc-tive. Bahkan membuat dari yang semula sulit dan mengubahnyamenjadi mudah, itu juga hasil sebuah proses kreatif. Namun yang pal-
  • 89. 88ing penting, ada dua hal yang menjadi dasar agar orang itu kreatif,yaitu kedisiplinan dan kemauan sering berlatih. Tanpa dua hal ini,mustahil ada kreativitas. Ini juga sesuai dengan apa yang diungkapkanThomas Alva Edison, bahwa jauh lebih penting adalah kerja keras.Kedisiplinan itu sangat penting.Prof Kim juga memberikan tips bagaimana meningkatkan potensi diri.Idenya sederhana, yaitu ubahlah lingkunganmu. Bagaimana misalnya?Menurutnya salah satunya adalah ganti teman-teman kita. Menurutnya,teman-teman lama umumnya memiliki karakteristik yang sama, danini tidak akan membuat kita berubah. Adanya teman baru akan bisamembawa pengaruh untuk perubahan.Tips berikutnya adalah cobalah untuk memahami setiap pengalamanyang terjadi. Belajar dari pengalaman itu penting. Karakter yang kuatumumnya dibentuk dari situasi yang kacau, bukan kondisi yang nyaman.Oleh karena itu, sehubungan dengan pendidikan, Prof Kim menerapkansistem untuk membuat mahasiswanya menderita, artinya diberi banyaktugas dan tantangan. Baginya, no pain no gain. Prof Kim jugamengatakan, apa yang membedakan seseorang akan menjadipemenang dan yang tidak, adalah persistence. Seperti yangdikatakannya. ”in the last minutes, the winner can still run.”Sebenarnya masih banyak yang disampaikan oleh Prof Kim. Satu halyang tidak boleh diabaikan adalah “be ethical”. Dalam berbisnis, kitaharus menggunakan etika. “Do the right thing,” begitu katanya. Memang,banyak tantangan bagi bangsa Indonesia untuk mengejar ketinggalan.Jika di tahun 60-an, Indonesia 6 kali lebih kaya dari Korea, namun 50tahun kemudian, justru Korea yang 6 kali lebih kaya dari Indonesia. Halitu tak lepas dari budaya bangsa Korea yang siap berkorban (sacrifice)dan siap bekerja keras.Prof Kim mengemukakan bahwa hal itulah yang ditanamkan pada anak-anak Korea. Berbeda dengan penelitiannya di Indonesia, Prof Kimmenemukan bahwa bangsa kita mengharapkan ‘caring & sharing’. Halini saya coba uji ketika saya kembali ke kantor saya dan bertanya kestaf saya, apa yang diharapkan anak-anak dari orang tuanya,jawabannya ternyata persis, yaitu: kasih sayang. Jawaban ini sepertinyaindah, tapi pada kenyataannya membuat budaya kita cenderung untukingin mendapat asuhan dan diperhatikan.
  • 90. 89Ada pertanyaan dari salah seorang peserta, apakah budaya ini bisaberubah? Prof Kim mengatakan bisa, namun seringkali tidak berubahsesuai dengan apa yang kita rencanakan. Walau demikian, Prof Kimsangat optimis bahwa Indonesia di masa mendatang akan menjadinegara yang inovatif. Mengapa? Karena menurutnya, kreativitas akanlahir dalam keanekaragaman (diversity). Bangsa Indonesia ini beragam,jadi peluang untuk kreatif sangat besar. Apa yang dikatakan tentumemberi harapan. Namun kita juga harus ingat bahwa sepertidikemukakan tadi, kreativitas tidak bisa datang secara tiba-tiba. Perlukedisiplinan dan terus menerus berlatih. Seperti kata pepatah, “Prac-tice makes better”. Pertanyaannya, siapkah kita untuk berubah? Maukahkita mengkonstruksi budaya inovatif untuk kemajuan bangsa?Sebenarnya Indonesia adalah yang penuh sumber daya (resource).Seperti kata-kata di sebuah lagu Koes Plus, tongkat kayu dan batu jaditanaman. Namun jangan-jangan karena kenyamanan ini membuat kitamaunya santai saja dan merasa puas dengan apa yang ada.
  • 91. 90
  • 92. 91Entrepreneur in Residence (ER)di Universitas Ciputra
  • 93. 92
  • 94. 93Mengajar di Prisma Profesional, kelas Busi-ness Management mulai tahun 2010 hingga2012. Mulai dari kampusnya di Jl. Bubutan,kemudian ke Ambengan dan terakhir dikawasan ruko Mangga Dua, Surabaya.
  • 95. 94Pagi ini, 4 September 2010, sayamenghadiri acara Kuliah PerdanaProgram Pascasarjana Unika WidyaMandala. Teringat setahun yang lalu,saya menghadiri peristiwa serupa,bersama teman-teman yangmendaftar S3 Ilmu Manajemen.Dengan dimulainya angkatan ke-2program doktor ini, kami sekarangmempunyai adik kelas. Ada 6 orangyang ikut program S3, yangrencananya akan mengambil konsentrasi manajemen stratejik danmanajemen keuangan. Acara dimulai jam 9 lebih 10 menit, dengankata sambutan oleh Bu Marini, wakil direktur program pascasarjana,mewakili Prof. Dr. Wuri Soedjatmiko yang sedang bertugas ke luarnegeri.Kuliah perdana program pascasarjana kali ini dibawakan oleh Tjan SoenEng, PhD. Beliau juga merupakan salah seorang dosen yang mengajarmahasiswa S3 dan juga S2 (Magister Manajemen). Topik kuliah perdanayang dibawakan berjudul "Inovasi dengan Jiwa Kewiraswastaan",membahas soal pentingnya mindset entrepreneurship dan juga inovasi.Dunia ini berubah karena adanya orang-orang yang inovatif. Menjadiinovatif tidak semata harus dimiliki oleh seorang pebisnis, namun jugadi kalangan lembaga pendidikan dan pemerintah. Menurut pak SoenEng, entrepreneur selalu ingin mengubah keadaan status quo. Inovasitidak cukup untuk dikatakan, apalagi cuma dalam ide, namun harusdilaksanakan. Banyak orang yang punya ide bagus, namun kandassaat implementasi. Bahkan mungkin sudah ragu sebelum mulaibertindak. Entah takut gagal, kuatir disalahkan jika gagal, atau malujika idenya ditertawakan orang lain.Pak Tjan Soen Eng mengutip 12 karakteristik orang sukses yangdiambilnya dari buku "The Richest Man in Town, The Twelve
  • 96. 95Commandements of Wealth", karangan Randall Jones. Dua belas halitu adalah:• Seek not money• Find your perfect pitch• Be your own boss• Get addicted to ambition• Wake up early, be early• Fail to succeed• Execute or get executed• Location does not matter• Moor yourself to morals• Say yes to sales• Borrow from the best, and the worst• Never retireDijelaskan oleh pak Soen Eng bahwa ketika seorang entrepreneurberbisnis, sebenarnya uang bukanlah tujuan utamanya. Passionnyauntuk membangun usahanya, memberi nilai tambah pada produk/jasayang dijualnya, adalah merupakan hal yang lebih penting. Intinya, janganterpatok pada tujuan cari uang, namun "the joy is in the journey." Halberikutnya adalah bagaimana kita melakukan apa yang kita sukai. Halini sama seperti yang disampaikan oleh Steve Jobs dalam pidatonyapada saat menghadiri acara wisuda di Stanford University, "Youve gotto find what you love."Keduabelas perintah di atas memang menarik untuk dikupas satupersatu, namun ada hal yang bagi saya penting yaitu "execute or getexecuted". Kita sering membuat rencana bahkan menyusunserangkaian gagasan dan tujuan yang hendak dicapai. Semua itudengan tujuan agar visi kita terwujud. Namun rencana tanpa eksekusiadalah sebuah halusinasi. Goals are great but execution is essential.Kita sering duduk berjam-jam mengikuti rapat, namun jika semua itutidak dilaksanakan, ya akan percuma.Saya jadi teringat di kuliah Metodologi Penelitian yang dibawakan olehProf Ferdinand Augusty, beliau mengawali perkuliahan dengan
  • 97. 96memberikan sebuah kalimat dalam bahasa latin: "gutta cavat lapidemnon vi sed semper cadendo" atau artinya "tetesan air melubangi batubukan karena kekuatannya, melainkan karena selalu jatuh di tempatyang sama". Beliau mengajarkan agar sebagai mahasiswa kita memilikiketekunan ibarat air yang menetes terus menerus yang akhirnya bisamelubangi batu. Di situlah letak ujian sebenarnya, karena proses belajarini bukan proses yang instan namun harus dilakukan dengan penuhsemangat dan persistent.Kini, bagi saya dan teman-teman yang sudah menyelesaikan matakuliah tatap muka di kelas, tantangan masih baru akan dimulai.Menghadapi berbagai proses seleksi, ujian kualifikasi, proposal hinggamelakukan penelitian serta penulisan disertasi. Jangan sampai suatusaat kita akan dihadapkan pada situasi "execute or get executed." Saatinilah diuji sejauh mana passion, motivasi dan persistensi kita. Memangada kalanya kita terlena dengan kesibukan sehari-hari, denganpekerjaan yang sangat padat, namun ada tugas yang tidak bolehdiabaikan. Saya teringat pada sebuah pepatah Cina kuno yangmengatakan, "Perjalanan 1000 mil dimulai dari satu langkah." Kita harusmenyelesaikan apa yang sudah dimulai.
  • 98. 97
  • 99. 98Hari Kamis, 23 September 2010,saya mengikuti kuliah filsafat yangdisampaikan oleh Romo AdrianAdiredjo, OP. Kuliah filsafatnyamengenai lima jalan membuktikaneksistensi Tuhan menurut St. Tho-mas Aquinas (Summa Theologiae,I, q. 2, a. 3). Ada 5 argumen, yaitu:(1) gerak (2) penyebab efisien (3)keberadaan niscaya (4)kesempurnaan, dan (5) keteraturan/order.Berikut adalah penjelasannya:Yang pertama adalah tentang gerak(motion). Gerak itu berarti berubah,yaitu perubahan dari potensi ke ac-tus. Hal ini berdasarkan teori Aristoteles tentang actus potensi. Apa itupotensi? Potensi adalah sesuatu dari benda yang belum menjadi realitasnamun punya kemungkinan untuk menjadi sesuatu, misalnya: airberpotensi menjadi uap. Seorang dosen berpotensi menjadi seorangprofesor. Sementara actus adalah sesuatu yang telah menjadi realitas.Potensi ini akan menjadi actus melalui agent of change. Tidak mungkinpotensi ini berubah sendiri tanpa ada agen perubahan. Misalnya airtidak akan menjadi uap, walau dia berpotensi menjadi uap, tanpa adanyapanas hingga 100 derajat celsius yang membuat air menjadi uap.Contoh lain adalah, jika diumpamakan kita mengatur sebuah susunandomino balok yang berjajar, di mana ketika satu balok jatuh akanmembuat balok di depannya jatuh. Maka jika satu dijatuhkan makasemua balok domino ini akan jatuh. Itu artinya, dominoA bergerak jatuhmenyebabkan domino B bergerak jatuh dan menimpa domino C,demikian seterusnya. Pertanyaan filsafatnya adalah, kita melihat bahwa
  • 100. 99alam semesta ini selalu berubah (ibarat domino jatuh), sehinggabagaimana atau apa yang mem buat jatuhnya domino pertama? Tho-mas Aquinas yang mengembangkan filsafat Aristoteles, menyebut halitu sebagai the first mover. First mover ini menurut Thomas Aquinasadalah supreme being, sementara menurut aristoteles adalah energia.Dengan pemikiran ini, maka harus ada penggerak pertama, dan itubukti eksistensi supreme being, di mana supreme being ini kalaumenurut agama adalah Tuhan. Itu dalil yang pertama...Dalil kedua adalah penyebab efisien (efficient cause). Sesuatu itu adakarena disebabkan oleh yang lain. Misalnya, api itu ada karena adakorek, atau karena ada lilin. Dalil kedua ini dalil yang sering dibicarakanorang, yaitu misalnya kita ada karena orang tua kita, orang tua kita adakarena orang tuanya lagi. Demikian seterusnya sehingga dengan dalilyang kedua ini, jika ditarik bahwa eksistensi sesuatu disebabkan karenayang lain, maka secara logika tentunya ada yang pertama, di manaada yang eksistensinya tidak ditentukan oleh yang lain. Nah ini yangmenurut thomasAquinas adalah Tuhan (being yang eksistensinya tidakdisebabkan oleh yang lain).Yang ketiga adalah keberadaan niscaya (nessecary). Artinya niscayaadalah selalu ada, tidak pernah menjadi dan tidak pernah berakhir untukada. Penjelasannya adalah sebagai berikut. Kita ada saat ini, suatusaat akan menjadi tiada. Dulu belum ada laptop, sekarang ada laptop,dan suatu saat pasti laptop ini juga tidak ada lagi (digantikan yang lain).Dulu ada dinosaurus, sekarang tidak ada. Dulu belum ada manusia,sekarang ada manusia. Padahal, untuk mengadakan ini, perlu adasesuatu yang harus selalu ada, dan tidak pernah diciptakan dan tidakpernah ada matinya (tidak akan musnah). Itu dalil ketiga, bahwa harusada yang selalu ada, dan itu disebut sebagai supreme being, atau Tuhanjika menurut agama katolik, agamanya Thomas Aquinas.Dalil keempat adalah kesempurnaan. Kita sering menganggap bahwaitu manusia sempurna. Tapi mengapa kita tahu bahwa kita sempurna?Ini berarti kita tahu ada yang tidak sempurna, ada yang kurangsempurna, ada yang cukup sempurna, ada yang lumayan sempurna,ada yang sangat sempurna dan ada yang mutlak sempurna. Contohlain misalnya, anjing yang sempurna itu bagaimana? Anjing yangsempurna misalnya yang berkaki empat, matanya dua, punya mulut,hidung, ekor. Tapi kalaupun ada ajing yang misalnya kakinya hanya
  • 101. 100tiga, dia tetap anjing, kan? Namun dia akan disebut anjing yang kurangsempurna.Nah, di sini kita punya konsep bagaimana yang dimaksud sempurnaitu. St. Thomas Aquinas memang menggunakan dalil ini dengan polapikir Plato. Ada idea yang sempurna. Semakin mendekati"kesempurnaan", kita mengetahui bahwa sesuatu itu makin sempurna.ThomasAquinas juga menunjukkan bahwa dengan keberadaan reaitasyang ada, kita bisa mengatakan bahwa sebenarnya eksistensinya belummutlak sempurna. Namun karena kita punya konsep kesempurnaan,tentunya ada yang mutlak sempurna. Lalu... yang kesempurnaan itusendiri apa? Siapa? Itu yang oleh Thomas Aquinas disebutkan sebagaisupreme being, sesuatu yang eksistensinya harus mutlak sempurna.Dalil yang kelima adalah dalil keteraturan (order by intelligence).Perjalanan semua hal di alam semesta ini berjalan menuju akhir. Tapidalam perjalanan menuju akhir ini, ada keteraturan... yang berarti,semua yang terjadi ini mempunyai tujuan. Bahkan cacing tanah puneksistensinya punya tujuan. Hal lain misalnya, kalau kita mengalamipenderitaan, itu juga ada tujuannya. Keteraturan ini, menurut ThomasAquinas, tentunya diatur oleh sesuatu yang sangat cerdas. Bayangkankalau dunia kita ini tidak teratur. ObatAyang harusnya menyembuhkanpenyakit B, tapi karena tidak teraturnya alam semesta ini, maka obat Atidak mesti menyembuhkan penyakit B. Contoh keteraturan lain, jikasaya menekan keyboard laptop huruf G, maka yang keluar di layarjuga G. Nah, alam semesta juga bekerja dengan keteraturan dan setiapkejadian punya tujuan. Semua diatur oleh yg cerdas. Jadi, yang cerdasini siapa? Thomas Aquinas menunjukkan bahwa ini bukti eksistensisupreme being.Supreme being itu apa atau siapa? Kalangan new age mungkin akanmenyebut ini sebagai energi alam. Mungkin juga The Law. Tapi sebagaiorang katolik atau beragama, kita menyebutnya itu sebagai Tuhan. Iniadalah masalah terminologi kata. Semua itu sebenarnya sama, namunorang sering terjebak dalam esensialisme yang berusaha mendefinisitentang Tuhan yang kemudian membatasinya sehingga nampakberbeda.Manusia memang makhluk yang mencari pengertian. Mans searchfor meaning. Ingin mengerti tentang alam semesta ini, ingin paham
  • 102. 101tentang dirinya, dari mana dia dan akan kemana. Jika orang tidakmempunyai dasar yang kuat dan menelan mentah-mentah, kita tidakbisa berpikir kritis dan open minded. Romo Adrian Adiredjo jugamenjelaskan, ketika seseorang kurang memahami dasar-dasar sebuahajaran, sering jatuh pada fideisme. Apa itu fideisme? Fideisme adalahkepercayaan buta, namun karena dia hanya comot sana comot siniajaran yang cocok dengan dirinya, atau yang mudah dipahami (yangpas dengan dirinya), maka meski dia tampak mengimani sungguh-sungguh keyakinannya, namun dasarnya sangat lemah. Orang mungkinmenonton film The Secret, kemudian merasa cocok, maka diimanisebagai kebenaran. Melihat film “What the bleep”, kemudian cocok,maka diimani, bahkan mungkin nonton film The Matrix, jika merasacocok akan diimani juga sebagai sebuah kebenaran. Tentu bukan suatuhal yang terlarang untuk mencerna informasi, namun ada baiknya kitatetap berpikir secara kritis. Bahkan menurut Romo Adrian, agama yangbaik juga harus siap dikritik.
  • 103. 102Wisuda diselenggarakan pada hari Sabtu, 25 September 2010 dikampus Universitas Ciputra.
  • 104. 103
  • 105. 104
  • 106. 105Pembicara Dr. F. Budi Hardiman
  • 107. 106Ryan ulang tahun yang ke 15 pada tanggal 15 November 2010.Dirayakan bersama anak-anak di panti asuhan Matahari Terbit di Jl.Kombes M. Duryat, Surabaya, tanggal tanggal 16 November 2010.
  • 108. 107
  • 109. 108
  • 110. 109Dua hari saya mengikuti workshop English Journalism. Membangkitkansemangat untuk menulis lagi di media. Jadi lebih tahu tentangbagaimana cara menulis yang benar. Saya akan coba share secarasingkat apa yang saya peroleh dari acara yang diselenggarakan olehThe Jakarta Post bersama Pasca Unika Widya Mandala.Fasilitator workshop adalah Riyadi Suparno, editor senior dari TheJakarta Post. Di sesi pertama, Riyadi menjelaskan tentang pentingnya"trust" dalam bisnis pers. Media membangun trust dari pembacanya.Jika kehilangan trust, maka akan ditinggalkan. Untuk itu ada etika dalamjurnalisme, yakni kejujuran, obyektiivtas, verifikasi dan menghormatisumber berita.
  • 111. 110Tadi pagi seperti yang telahdijadwalkan beberapa minggu lalu,saya berangkat ke kampus Universi-tas Ciputra (UC) sekitar pukul 7.30.Perjalanan memang lumayan jauhdari rumah saya, kalau jalanan sepidan ngebut memang setengah jambisa sampai. Tapi kalau agak macet,bisa hampir sejam.Namun pagi ini agak berbeda,dikarenakan hujan deras yangdisertai petir tadi malam, jalan-jalanbanyak yang banjir. Ketika memasukijalan Margomulyo, kawasan industri,saya melihat banyak orang duduk-duduk di sepeda motor. Semula sayamengira mereka adalah buruh pabrikyang akan berdemonstrasi. Kemarin memang banyak buruh kawasanSurabaya yang demo karena upah minimum buruh Gresik lebih tinggidari buruh Surabaya. Ternyata dugaan saya keliru.Memasuki beberapa ratus meter, mulai terlihat genangan air di jalan.Wah, banjir! Bukan hanya itu saja, ternyata banjirnya termasuk tinggi,hingga selutut. Sudah masuk ke jalan ini, susah untuk putar kembali.Apalagi jalan lain untuk menuju UC dari arah jalan Kalianak hanya inisatu-satunya. Saya naik motor, kalau sampai berhenti, pasti kaki harusturun dan alamat sepatu, kaus kaki dan celana akan basah. Belum lagikemungkinan mesin mogok. Wah, jangan-jangan ini ada konspirasialien supaya saya tidak bisa bicara soal UFO di UC. Tapi saya nekadjalan terus, biarpun yang lain berhenti, saya tetap melaju denganpersneling satu.Banjir makin dalam saat melewati di bawah jalan tol "tandes - Gresik".Kaki kiri kanan sudah mencicipi dinginnya air banjir. Ombak juga cukup
  • 112. 111besar karena banyak kendaraan besar yang lewat melaju tak mau kalahdengan sepeda motor. Akhirnya berhasil melalui tantangan banjir. Sayakemudian berhenti sejenak di depan SPBU, melepas sepatu, memeraskaos kaki dan menelepon ke rumah. Waktu itu saya lihat jam masihpukul 8.10. Masih cukup waktu saya pikir, sebab acara jam 9 pagi.Perjalanan dari Margomulyo ke kampus UC kira-kira akan butuhsetengah jam, dan masih ada waktu untuk menyiapkan diri nantisebelum acara dimulai.Setelah sepatu lumayan kering, saya berangkat lagi dan jalanan lancar.Tapi ternyata kelancaran ini tidak berlangsung lama. Masuk ke jalanTandes dan belok ke arah Balongsari, macetnya minta ampun! Satujalan penuh dikuasai oleh motor dari arah berlawanan. Hanya disisakansatu lajur untuk motor lewat dari arah saya. Wah, ini tantangan kedua.Cukup lama macet tidak bergerak di sana. Sementara waktu tidak bisadihentikan dan terus berjalan.Kesabaran seperti sedang diuji dan akhirnya berhasil belok ke jalananBalongsari dan relatif lancar. Jam sudah menunjukkan 8.35. Motor tidakbisa dikebut karena jalanan meski lancar tapi banyak kendaraan.Tantangan kedua bisa dilalui. Seperti sedang main game, apakah akanmenghadapi tantangan lain lagi?Melewati jalan Manukan hingga Citraland boleh dibilang tak adahambatan. Akhirnya tiba di kampus UC lima menit sebelum acaradimulai. Tantangan berikutnya memang ada, yakni perut tiba-tiba lapar.Mungkin stress menghadapi banjir dan macet tadi. Di lantai dua adakios yang jual es jus, dan beli jus mangga. Minum, dan menuju keruangan namun belum ada orang di sana. Untung tidak terlambat.Sekitar jam 9 lebih sedikit beberapa orang mulai datang. Saat ini di UCsedang ada kegiatan UAS (Ujian Akhir Semester) sehingga banyakdosen yang harus bertugas menjadi penjaga ujian. Acara inidiselenggarakan oleh Library (Perpustakaan UC) dan diadakan sebulansekali (Jumat pertama). Nama acara ini adalah Sharing KnowledgeTime (SKT) dan untuk edisi Desember 2010 mengundang saya untukberbagi pengetahuan tentang UFO. Dibuka oleh Ibu Kathy Mamahit,kepala perpustakaan, dan kemudian saya memulai presentasi sayatentang fenomena UFO.
  • 113. 112Saya mulai menyampaikan tentang terminologi UFO dan piring terbang.Kemudian mulai masuk pada klasifikasi penampakan UFO yang dibuatoleh J. Allen Hynek. Beberapa kasus UFO yang kontroversial di Indo-nesia (kepulauan Alor) dan Papua New Guinea di tahun 1959 sayabahas juga, termasuk insiden UFO yang ditembaki oleh meriam artileripertahanan di Surabaya di tahun 1964. Saya juga menampilkanbeberapa foto UFO di Indonesia, tipe makhluk-makhluk alien.Saya juga menjelaskan tentang dua fenomena lain yang berkaitandengan UFO, yakni crop circle dan alien abduction. Bukti keunikannyadari crop circle adalah tanaman bengkok bukan karena patah namunmelengkung, seakan terkena panas dan bukan karena ditekuk.Demikian juga dalam kasus alien abduction, ditemukan bukti adanyaimplant yang misterius. Memang ada fenomena lain yang seringdikaitkan dengan UFO, sepertisegitiga bermuda, namun sayahanya membatasi pada dua hal itu.Beberapa kasus alien abduction jugasaya kemukakan termasuk yang diIndonesia, seperti yang dialami olehGatot dari Surabaya dan juga yangbaru-baru ini ramai dibicarakan dikalangan pengamat ufo, yakni yangdialami oleh seorang wargaSukabumi.Menjelang akhir presentasi sayamenampilkan tentang teori astronautpurba dari Erich von Daniken danZecharia Sitchin. Memang sayahanya mengulas secara sepintassaja, dengan beberapa foto pendukung.Acara berakhir dan saya diberikenang-kenangan berupa buku dan saya juga memberi buku tulisansaya.Pulang dari kampus UC menuju ke rumah sekitar jam 11 ternyata masihmenghadapi tantangan yang sama yaitu banjir. Tapi tidak ada masalahdan bisa sampai di rumah dengan aman. Bahkan saya sempat mampirke Kampung Ilmu, tempat penjual buku bekas, dan saya membeli
  • 114. 113beberapa buku, namun bukan buku UFO, melainkan buku manajemen.Maklum mesti siap-siap menulis proposal untuk ujian kualifikasi.Saya senang sekali hari ini dan terima kasih untuk UC Library yangtelah memfasilitasi sharing tentang UFO ini.Surabaya, 3 Desember 2010Nur Agustinus
  • 115. 114Bersama Ragil Sugiharto memberi pelatihan kepadapegawai BPN Surabaya di Hotel Satelit, Jl. MayjenSungkono, Surabaya, pada tanggal 3 Desember 2010.
  • 116. 115
  • 117. 116
  • 118. 117
  • 119. 1182011"No right and wrong, only decisionsand consequences"