Your SlideShare is downloading. ×
0
Presentasi kuliah Filsafat Metafisika: Kebenaran dan Kenyataan
Presentasi kuliah Filsafat Metafisika: Kebenaran dan Kenyataan
Presentasi kuliah Filsafat Metafisika: Kebenaran dan Kenyataan
Presentasi kuliah Filsafat Metafisika: Kebenaran dan Kenyataan
Presentasi kuliah Filsafat Metafisika: Kebenaran dan Kenyataan
Presentasi kuliah Filsafat Metafisika: Kebenaran dan Kenyataan
Presentasi kuliah Filsafat Metafisika: Kebenaran dan Kenyataan
Presentasi kuliah Filsafat Metafisika: Kebenaran dan Kenyataan
Presentasi kuliah Filsafat Metafisika: Kebenaran dan Kenyataan
Presentasi kuliah Filsafat Metafisika: Kebenaran dan Kenyataan
Presentasi kuliah Filsafat Metafisika: Kebenaran dan Kenyataan
Presentasi kuliah Filsafat Metafisika: Kebenaran dan Kenyataan
Presentasi kuliah Filsafat Metafisika: Kebenaran dan Kenyataan
Presentasi kuliah Filsafat Metafisika: Kebenaran dan Kenyataan
Presentasi kuliah Filsafat Metafisika: Kebenaran dan Kenyataan
Presentasi kuliah Filsafat Metafisika: Kebenaran dan Kenyataan
Presentasi kuliah Filsafat Metafisika: Kebenaran dan Kenyataan
Presentasi kuliah Filsafat Metafisika: Kebenaran dan Kenyataan
Presentasi kuliah Filsafat Metafisika: Kebenaran dan Kenyataan
Presentasi kuliah Filsafat Metafisika: Kebenaran dan Kenyataan
Presentasi kuliah Filsafat Metafisika: Kebenaran dan Kenyataan
Presentasi kuliah Filsafat Metafisika: Kebenaran dan Kenyataan
Presentasi kuliah Filsafat Metafisika: Kebenaran dan Kenyataan
Presentasi kuliah Filsafat Metafisika: Kebenaran dan Kenyataan
Presentasi kuliah Filsafat Metafisika: Kebenaran dan Kenyataan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Presentasi kuliah Filsafat Metafisika: Kebenaran dan Kenyataan

4,284

Published on

Published in: Education
2 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • thanks yach slidenya....
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • ikutan belajar yach.......makasih....
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total Views
4,284
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
147
Comments
2
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. ReferensiReferensi utama:• Bagus, Lorens. 1991, Metafisika. Gramedia, Jakarta.• Snijders, Adelbert. 2006. Manusia & Kebenaran. Kanisius, Yogyakarta• Snijders, Adelbert. 2009. Seluas Segala Kenyataan. Kanisius, Yogyakarta.Referensi tambahan:• Gallagher, Kenneth T., 1994. Epistemologi Filsafat Pengetahuan. Kanisius, Yogyakarta.• Sudarminta, J., 2002. Epistemologi Dasar. Kanisius, Yogyakarta.• Sudarminta J., 2006. Metafisika sebagai Hermeneutika. Obor, Jakarta
  • 2. The transcendentals are the properties of being 1. UNUM (unity) 2. VERUM (truth) 3. BONUM (goodness) Aristotle
  • 3. Bahasan minggu ini… VERUM TRUTH KEBENARAN Seluas segala kenyataan
  • 4. Kebenaran adalah… adalah…• Kata Yunani untuk kebenaran adalah alètheia, yang artinya: alètheia, artinya: “ketaktersembunyian adanya” atau ”ketersingkapan adanya”. ”ketersingkapan adanya”.• Kita belum berjumpa pada kebenaran jika “adanya” masih adanya” tersembunyi. tersembunyi.
  • 5. Perlu untuk dipahami…• Salah satu ciri umum dari “yang-ada” ialah bahwa “yang-ada“ itu benar.• “Yang-ada” memiliki kebenaran sebagai sifat transendental.• “Yang-ada” dalam hubungan dengan intelek atau akal budi, menjelma menjadi kebenaran.• Kebenaran merupakan atribut atau sifat dari yang-ada dalam kaitan dengan pemahaman.• Kebenaran tidak ada artinya lagi jika dilepaskan dari subyek yang mengetahui.• Jadi kebenaran merupakan atribut yang bersifat relatif.
  • 6. “ens et verum convertuntur”• Truth and reality are convertible• Kalau ada sejauh yang-ada itu benar, maka yang-ada dan kebenaran itu identik. Lalu bagaimana dengan misalnya uang palsu? Semua yang-ada benar, dengan determinasinya dan dasar keberadaannya. Yang-ada tidak ada yang palsu.
  • 7. Tiga rumusan tentang kebenaran dari Thomas Aquinas:• Adaequatio rei et intellectus – Adekuasi atau kesesuaian antara realitas dan intelek.• Convenientia entis ad intellectum – Konveniensi yang-ada pada intelek..• Cognitio est veritatis effectus – Pengetahuan atau pernyataan merupakan akibat dari kebenaran.
  • 8. Apakah ini benar sapi?Ya benar, karena ada kesesuaian antara realitas dan intelek
  • 9. Adaequatio rei et intellectus = Sapi Benar
  • 10. Apakah ini benar kereta api?Tidak benar, karena tidak ada kesesuaian antararealitas dan intelek. Intelek anda merasa tidak sesuaijika saya menyatakan ini adalah kereta api, karenaAnda punya pengetahuan tentang kereta api.
  • 11. Convenientia entis ad intellectum UFO? Itu adalah balon udara… Tidak terjadi kecocokan  Tidak benar
  • 12. Cognitio est veritatis effectus• Pengetahuan atau pernyataan merupakan akibat dari kebenaran.Kemarin sayamelihat sundel bolong..! Sungguh, itu Saya sekarang benar dan saya mengetahui dan tidak bohong menyatakan bahwa sundel bolong itu benar ada
  • 13. Kebenaran dan Pengetahuan Realitas Intelek Benar TahuJika Anda tahu, maka Anda tahu mana yang benar
  • 14. Apakah ini adalahThomas Aquinas? Yang mana St. Thomas Aquinas?
  • 15. Realitas terbuka untuk dikenal• Omne ens est intelligibile, tiap kenyataan terbuka untuk dikenal.• Sifatnya transendental yang berarti seluas segala kenyataan
  • 16. Dua sikap ekstremPertanyaan mengenai kebenaran berkaitan dengan dua sikap ekstrem:• 1. Pesimisme: Orang tidak percaya akan kemampuan akal budi manusia untuk memahami kebenaran. – Bentuk pesimisme: skeptisisme, fenomenisme dan agnostisme.• 2. Optimisme yang berlebihan: sikap yang menekankan bahwa kita mengetahui kebenaran secara tuntas, total, langsung, jelas.
  • 17. Cinta dan kecongkakan• Cinta membuka dan menyediakan kehendak untuk mendengar apa yang dinyatakan oleh kenyataan sehingga bersedia menaati tuntutan dan kenyataan. – Cinta membiarkan kenyataan untuk menyatakan dirinya.• Kecongkakan tidak bersedia mendengar apa yang dikatakan oleh kenyataan dan memberi isi menurut keinginannya sendiri, menolak pengabdian, menolak ketaatan dan kebaktian terhadap kenyataan serta cenderung untuk menguasainya. – Sikap ini membahayakan keterbukaan bagi kenyataan yang menyatakan diri.
  • 18. Bagaimana sikap Anda terhadap kenyataan? Misalnya ada eviden berupa foto
  • 19. Tiga macam kebenaran• Kebenaran yang berkaitan dengan etika• Kebenaran yang berkaitan dengan logika• Kebenaran yang berkaitan dengan yang-ada
  • 20. Pengertian Benar• Kelakuan benar kalau sesuai dengan batin• Pengetahuan benar kalau sesuai dengan kenyataan• Kenyataan disebut benar karena terbuka untuk dikenalGara-gara kenyataanku tidakterbuka untuk dikenal, makakebenaranku dipertanyakan.
  • 21. Kekeliruan dan kesalahan• Kekeliruan dan kesalahan terdapat pada keputusan (terletak pada penilaian manusia, bukan pada bendanya sendiri). Manusialah yang membuat penilaian secara gegabah.• Dengan keputusan, kita mengadakan afirmasi atau negasi mengenai sesuatu, dan bisa jatuh dalam kekeliruan.• Kesalahan adalah hasil dari tindakan tersebut.• Menyadari kekeliruan belum dengan sendirinya menemukan yang benar. Menyadari kekeliruan dan kesalahan merupakan langkah yang tepat untuk menuju kebenaran.
  • 22. Sebagai penutup….Everything depends on grasping and expressing the ultimate truth not as Substance but as Subject as well. Hegel (1807), Preface to the Phenomenology of Spirit.

×