Presentasi 2.1. penggunaan bahasa

2,935 views
2,748 views

Published on

Published in: Education, Technology
2 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,935
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
7
Actions
Shares
0
Downloads
195
Comments
2
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Presentasi 2.1. penggunaan bahasa

  1. 1. Penggunaan Bahasa Nur Agustinus
  2. 2. Tujuan pembelajaran• "Penggunaan bahasa" berfokus pada bagaimana sebuah pengertian dari fungsi- fungsi bahasa itu penting dalam logika.• Bahasa adalah sebuah alat yang kompleks, dan sebagai mahasiswa yang sedang mempelajari logika, Anda harus memastikan bahwa Anda tidak disesatkan oleh kata-kata atau bentuk-bentuk diskursif.
  3. 3. Setelahmempelajari topikini, mahasiswaseharusnya dapatuntuk:• Memahami tiga fungsi dasar bahasa: informasi, ekspresikan, dan mengarahkan.• Mengenali bahwa bahasa dapat menjadi lebih dari satu fungsi.• Membedakan antara bentuk tata bahasa dan fungsi logis.• Memahami bagaimana bahasa emotif dapat menghambat argumen yang logis.• Membuat perbedaan antara ketidaksetujuan dalam keyakinan dan ketidaksetujuan dalam sikap.
  4. 4. We use language to …
  5. 5. • Bahasa merupakan kapasitas khusus manusia yang kompleks dalam berkomunikasi.• Manusia adalah makhluk sosial yang menggunakan alat.• Alat yang paling hebat yang bisa digunakan untuk membuat alat yang lain lagi adalah bahasa, baik yang terucapkan maupun tertulis.• Sebagai sebuah alat, bahasa dapat digunakan dengan sedikit atau tanpa ketrampilan yang akan menghasilkan karya yang biasa atau bahkan sampah.• Dengan mengasah ketrampilan menggunakan bahasa, kita bisa membuat karya yang lebih baik.
  6. 6. • Bahasa dapat dicirikan sebagai serangkaian bunyi, lambang yang ini membentuk suatu arti tertentu.• Rangkaian bunyi ini yang dikenal sebagai kata melambangkan suatu obyek tertentu.• Bahasa mengalami perkembangan oleh karena disebabkan pengalaman dan pemikiran manusia yang juga berkembang.• Dengan bahasa manusia dapat berpikir secara teratur namun juga dapat mengkomunikasikan apa yang sedang ia pikirkan kepada orang lain.• Tanpa bahasa maka mustahil bisa berpikir secara teratur.
  7. 7. Contoh (1)“Bahasa adalah penggunaan kode yang merupakan gabunganfonem sehingga membentuk kata dengan aturan sintaks untukmembentuk kalimat yang memiliki arti.”• Apakah Anda memahami kalimat ini secara keseluruhan?• Apakah Anda paham dengan arti kata “fonem” dan “sintaks”?• Jika Anda paham, Anda dengan mudah mengerti keseluruhan maksud dari kalimat ini karena bisa melakukan proses abstraksi.• Jika tidak, Anda akan kebingungan. Untuk itu perlu ada upaya untuk memahami melalui pencarian arti kata yang bisa diperoleh lewat sebuah kamus.
  8. 8. Arti kata• Fonem adalah satuan bunyi bahasa terkecil yang dapat membedakan arti.• Fonem dalam bahasa Indonesia terdiri atas vokal dan konsonan.• Sintaks adalah susunan dan kombinasi kata dalam suatu kalimat.
  9. 9. Contoh (2)• Ketika membaca ada mendengar kata “Kucing”, maka orang yang mengerti arti dari kata itu akan mempunyai gambaran di pikirannya (kognitif) tentang kucing.
  10. 10. Apakah Anda tahu arti ini?кошка Krulpat Kemampuan manusia memahami simbol merupakan dasar manusia dapat berbahasa.
  11. 11. Dapatkah binatangmenggunakan bahasa? bahasa?
  12. 12. Many animals have ageneric alarm callused for all dangers -this is not language.
  13. 13. Bahasa memungkinkan agar kita bisa melanjutkan nilai-nilai kepada generasi berikutnya.
  14. 14. Denotasi dan Konotasi• Kata-kata tidak hanya menciptakan makna, namun juga menciptakan perasaan.• Denotasi adalah makna yang sebenarnya yang sama dengan makna lugas untuk menyampaikan sesuatu yang bersifat faktual.• Konotasi dapat diartikan sebagai makna tidak sebenarnya pada kata atau kelompok kata. Oleh karena itu, makna konotasi sering disebut juga dengan istilah makna kias.
  15. 15. Contoh (1)• (a) Heru menjadi kambing hitam dalam kasus tersebut.• (b) Heru membeli kambing hitam kemarin sore.
  16. 16. Contoh (2)Seorang raja mengatakan kepada putranya yang telah dewasa agar mengambilhati seorang putri kerajaan tetangga. Seharusnya kata “mengambil hati” harusdimaknai secara konotasi, namun sang pangeran memaknainya secara denotasi.Akibatnya, sang pangeran benar-benar mengeluarkan hati sang putri danmengambilnya untuk diberikan kepada ayahnya.
  17. 17. Contoh (3) Apa makna “dagang sapi”?
  18. 18. Contoh (4)“Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubangjarum dari pada seorang kaya masuk ke dalamKerajaan Allah.” Kapan kita memaknainya secara denotasi atau konotasi adalah tergantung dari proses kognitif dan pengetahuan yang ada.
  19. 19. Denotasi atau konotasi?
  20. 20. Komunikasi dan Interaksi Manusia sebagai makhluk sosial,Berbagi dan menegosiasi pengertian, penafsiran serta melakukan identifikasi melalui kode
  21. 21. Kemampuan untuk memahami dan mengintrepretasikan teks tertulis
  22. 22. Communication  to be human• Human communication -the ability to symbolize and use language- separates humans from animals!• Communication with others is the essence of what means to be human!• We conduct a life through communication• We define ourselves• Is a vehicle; to initiate, to maintain and to terminate relationship
  23. 23. The power of symbols and languagePena lebih tajam dari pedang…
  24. 24. Expressive power for potential cognitive and emotional engagement.
  25. 25. “Read the world by the word”
  26. 26. Critical: questioning
  27. 27. Identity, diversity, a colorful spectrum of voices…
  28. 28. Humans are social beings• Our essence being social• The world is web of relationships:• So, communication has a social function!
  29. 29. Teori Retorika AristotelesRetorika adalah seni menyusun argumen.Retorika adalah kecakapan berpidato di depan umum.Retorika adalah alat untuk memenangkan suatu kasus lewat bertutur.• Retorika itu sendiri sebenarnya bersifat netral.• Orator yang menentukan tujuan yang mulia atau justru hanya menyebarkan omongan yang gombal atau bahkan dusta belaka.• Moralitas adalah yang paling utama dalam retorika, namun retorika juga adalah seni.• Retorika yang sukses adalah yang mampu memenuhi dua unsur, yaitu kebijaksanaan (wisdom) dan kemampuan dalam mengolah kata-kata (eloquence).
  30. 30. Tiga kondisi audiens dalam retorika• Courtroom speaking  judicial rethoric• Political speaking  debat, kampanye• Ceremonial speaking  upaya mendapatkan sanjungan atau menyalahkan pihak lain guna mendapatkan perhatian dari khalayak.Kualitas persuasi dari retorika bergantung kepada tiga aspekpembuktian, yaitu: • logika (logos) • etika (ethos) • emosional (pathos)
  31. 31. Intelligence, character, dan goodwillDalam Rethoric, Aristoteles menyebutkan tentang tigasumber kredibilitas yang baik, yaitu intelligence,character, dan goodwill. • Intelligence atau kecerdasan lebih kepada persoalan kebijaksanaan dan kemampuan dalam berbagi nilai atau kepercayaan antara orator dengan khalayaknya. • Character lebih kepada citra orator sebagai orang yang baik dan orang yang jujur. • Good will atau niat baik, adalah penilaian positif yang coba ditularkan oleh orator kepada khalayaknya.
  32. 32. Dua kualitas kunci bahasa• isi - yaitu, mengandung makna• bentuk - yaitu, membuat bentuk dan suara.• Bentuk dan isi adalah dua aspek bahasa dan seseorang harus menggunakan keduanya untuk membantu membuat dan bentuk makna.
  33. 33. Aspek formal dan struktur• Aspek formal bahasa - penglihatan dan suara - sangat penting dalam puisi, tidak seperti bentuk lain dari menulis, pengguna diijinkan membagi untuk memisahkan kalimat dan dengan memainkan suara dan bentuk, sehingga membantu penambahan penciptaan makna.• Dalam bahasa yang juga penting adalah struktur bahasa, ini mengenai bagaimana cara maknanya terungkap, misalnya, apakah dengan cara yang menarik, memaksa atau persuasif.
  34. 34. Kalau sampai waktukuAKU Ku mau tak seorang kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi (Chairil Anwar, Maret 1943)
  35. 35. Bahasa, penalaran ilmiah dan penciptaan bahasa• Penting dalam pembentukan penalaran ilmiah.• Kita mempelajari bagaimana caranya menyusun uraian yang tepat dan sesuai dengan pembuktian- pembuktian secara benar dan jelas.• Bagi kelompok tertentu, agar komunikasi di antara mereka lebih efisien dan efektif, mereka menciptakan bahasa tersendiri.• Mereka menciptakan dan menyepakati penggunaan kata-kata, baik kata yang diambil dari kata-kata yang telah ada atau dengan sengaja membuat kata-kata yang sama sekali baru.
  36. 36. Bahasa dan Logika• Sebagai alat logika, penggunaan bahasa harus memperhatikan perbedaan antara bahasa sebagai alat logika dan bahasa sebagai alat kesusasteraan.• Sebagai contoh dari pernyataan “Lukisan itu tidak jelek”, maka yang hal ini dimaksudkan bahwa lukisan itu belum dapat dikatakan indah, namun tidak berani untuk mengatakan bahwa lukisan itu jelek.• Logika hanya dapat memperhitungkan penilaian- penilaian yang isinya dirumuskan secara seksama, tanpa suatu nilai perasaan.
  37. 37. Pengertian• Berkaitan dengan penggunaannya, seseorang harus memiliki “pengertian”.• Pengertian adalah gambaran dari sesuatu yang ada dalam pikiran yang dapat dilihat oleh akal kita.• Pengertian juga disebut juga sebagai “konsep terhadap sesuatu”.
  38. 38. Term• Term adalah ungkapan pengertian dalam bentuk kata atau beberapa kata.• Bila orang menyebut “manusia”, telah tergambar dalam pikiran tentang apa yang dimaksud dengan kata”manusia” itu. Gambaran inilah yang disebut sebagai pengertian, sedangkan kata “manusia” yang merupakan ekspresi dari dari pengertian itu disebut term.• Term sebagai ungkapan dari pengertian, apabila terdiri dari satu kata atau satu istilah maka term dikatakan sebagai term sederhana, seperti mobil, pohon, kursi, dan lainnya.• Jika terdiri dari beberapa kata maka term itu dinamakan term komposit atau term kompleks, contoh: reaktor atom, tas punggung, lampu jalan, dan sebagainya. Term komposit ini walaupun masing- masing bagian mempunyai pengertian sendiri-sendiri, tetapi jika digabungkan hanya menjadi satu pengertian.
  39. 39. Proses terjadinya pemahaman
  40. 40. Signs and meanings (in Saussure’s terms)
  41. 41. The Sign consists of a signifier and thesignified: The sign consists of : a signifier (refers to the material aspect) & a signified (the mental aspect)
  42. 42. What is a tree? (sign) signifier signified
  43. 43. 2 different level of meaning combined into 1• The material level (signifier)level of denotation: literal meaning• The mental level (signified)connotation: interpretative level• The sign represents the combination of the two
  44. 44. Proses pengertian (thought) Warm, cuddly, loyal friend (thing) DOG
  45. 45. Changing meanings of the concept of beauty (1975 vs. 2010):
  46. 46. 3 Fungsi bahasa• Fungsi informasi• Fungsi ekspresif• Fungsi direktifMenurut Copi dan Cohen (2001), komunikasi yang efektifmenuntut kombinasi dari beberapa fungsi .
  47. 47. Fungsi informasi• Fungsi informasi, artinya bahasa berfungsi untuk menyampaikan informasi.• Ketika saya memberi tahu; – “Tanggal 17 Agustus adalah hari kemerdekaan Republik Indonesia.” – “Logika adalah ilmu tentang berpikir secara tepat” – “Hp saya – 08183107319”• Bentuk penggunaan ini mengandaikan bahwa isi dari apa yang dikomunikasikan adalah benar, sehingga ini akan menjadi fokus utama kita dalam belajar logika.
  48. 48. Fungsi ekspresif• Bahasa berfungsi untuk menyalurkan atau mengungkapkan perasaan, sikap.• Digunakan untuk melampiaskan perasaan, atau mungkin untuk membangkitkan perasaan beberapa dari orang lain.• Ketika saya mengatakan: – "Kamis sore yang suram." – "Aduh!" Saya menggunakan bahasa ekspresif.• Meskipun penggunaan tersebut tidak menyampaikan informasi apapun, mereka melayani fungsi penting dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana hal yang kita anggap sebagai benar.
  49. 49. Fungsi Direktif• Bertujuan untuk menyebabkan atau mencegah beberapa tindakan yang terang-terangan oleh seseorang.• Ketika saya mengatakan "Tutup pintu," atau menulis "Baca buku pelajaran," atau membuat memo untuk diri sendiri, "Jangan suka menunda pekerjaan," maka saya menggunakan bahasa direktif.• Inti dari fungsi direktif ini adalah agar membuat seseorang melakukan (atau mencegah) tindakan tertentu. Ini adalah fungsi linguistik yang signifikan, tapi seperti penggunaan untuk fungsi ekspresif, tidak selalu berhubungan secara logis dengan kebenaran keyakinan kita
  50. 50. Kesepakatan dan Ketidaksepakatan• Bentuk kesepakatan dan ketidaksepakatan ini bisa dalam hal keyakinan (belief) dan sikap (attitude).• Sebuah ketidaksepakatan dalam keyakinan adalah ketidaksepakatan mengenai fakta-fakta masalah, misalnya, mengenai apakah sebuah peristiwa terjadi atau tidak.• Sebuah ketidaksepakatan dalam sikap adalah ketidaksepakatan yang melibatkan perasaan tentang sesuatu, misalnya, apakah setuju atau tidak.
  51. 51. Kesepakatan dan Ketidaksepakatan1. Mereka mungkin setuju dalam keyakinan mereka tentang terjadinya peristiwa dan juga dalam hal sikap.2. Mereka mungkin setuju dalam keyakinan mereka tentang peristiwa tersebut, tetapi tidak setuju dalam hal sikap.3. Mereka mungkin setuju dalam hal sikap, namun tidak setuju dalam keyakinan mereka tentang fakta peristiwa itu.4. Mereka mungkin dalam ketidakharmonisan lengkap, tidak setuju tentang fakta-fakta serta dalam sikap
  52. 52. Bentuk-bentuk dari Wacana1. Pernyataan (Declarative)2. Tanya (Interogative)3. Perintah (Imperative)4. Seruan (Exclamatory)
  53. 53. Kalimat deklaratif adalah kalimat yangmembentuk sebuah pernyataan, misalnya:• Besok aku akan pergi ke toko.• Kemarin aku meninggalkan sekolah lebih awal.• Aku menyuruhnya memakai rok biru.• Dia tidak ingin makan pizza yang saya berikan kepadanya.• Kami berjalan ke mal bersama-sama.
  54. 54. Kalimat interogatif adalah kalimat yang membentuk sebuah pertanyaan, misalnya:• Menurut Anda, apa aku harus memakai sepatu warna pink atau putih?• Apa yang guru katakan kepadamu kemarin?• Apakah Anda pergi ke bioskop nanti sore?• Catatan: Dalam tanda baca, kalimat interogatif diakhiri dengan tanda tanya.
  55. 55. Kalimat imperatif adalah kalimat yang membuat perintah atau permintaan, misalnya:• Ambilkan saya air minum.• Tinggalkan kucing itu.• Pergilah ke toko dan belikan baju untuk saya.• Ambilkan es.
  56. 56. Sebuah kalimat eksklamatif atau seruan dilepaskan untuk mengekspresikan emosi• Aduh!• Ya ampun!• Aku tidak akan pernah menyelesaikan paper ini pada waktunya!• Catatan: Dalam tanda baca, kalimat ekslamatif diakhiri dengan tanda seru.
  57. 57. Bahasa yang netral secara emosi• Bahasa netral lebih disukai ketika kebenaran faktual merupakan tujuan kita.• Bahasa yang sangat ditekankan dengan makna emosional tidak mungkin untuk memajukan pencarian kebenaran.• Jika kita ingin menghindari salah paham, kita harus menggunakan bahasa dengan pengaruh emosi paling sedikit.• Tapi tanpa mengenali emosi juga bisa salah paham  contoh ketika tulisan dalam email bisa dimaknai berbeda tanpa tahu emosi yang melatarbelakangi.
  58. 58. Tugas• Buatlah intisari topik “Penggunaan Bahasa” ini dengan mind mapping.

×