Kiat bekerja di tempat baru

4,969 views
4,689 views

Published on

Published in: Career
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
4,969
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
44
Actions
Shares
0
Downloads
169
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kiat bekerja di tempat baru

  1. 1. Kiat Bekerja di Tempat Baru Bagaimana agar sukses melewati 90 hari pertama di tempat kerja Selamat datang! Siap untuk bekerja hari ini?Petunjuk Praktis Pengembangan Pribadi Editor: Drs. Nur A. Soedjatmiko, MBA Penerbit: Bina Grahita Mandiri 2006
  2. 2. Mengapa Anda perlu mempersiapkan diri di tempat kerja yang baru? Ya, jika Anda sebelumnya pernah bekerja, mungkin Anda sudah punya pengalaman masuk ke sebuah perusahaan. Namun, perlu diingat bahwa tiap tempat kerja mempunyai suasana dan budaya yang berbeda-beda. Banyak orang yang mengalami hambatan di masa depan karena proses awal ketika masuk kerja terjadi hambatan yang sebenar- nya tidak perlu terjadi. Untuk itulah buku yang berisi kiat dan tips ini disusun agar Anda tidak mengalami hambatan dalam merintis karier di tempat kerja yang baru.OK, sebelumnya selamat jika Anda telah diterima di tempat kerja yangbaru. Baik yang sudah pernah bekerja atau pertama kalinya bekerja,tentunya ada harapan bahwa tempat kerja yang baru ini akan membawakesejahteraan yang lebih baik. Oh ya, pada umumnya orang bekerjamemang untuk mencari nafkah. Tapi, kepuasan kerja adalah sesuatuyang juga diharapkan oleh setiap pekerja. Gaji tinggi namun tidak nyamandan sehari-harinya diisi dengan frustrasi dan kecemasan juga tidak akan menjamin Anda akan betah di tempat kerja itu. Yang perlu diketahui, jika di masa depan Anda mengalami tekanan atau suasana kerja yang tidak nyaman, hampir 80% hal itu disebabkan oleh karena masalah yang terjadi pada masa percobaan. Boleh jadi Anda kemudian diangkat sebagai pegawai tetap atau kontrak diperpanjang. Tapi hal itu belum menjamin karier masa depan yang baik jika Anda tidak berhasil seutuhnya saat 90 hari pertama di tempat kerja Anda tersebut.2
  3. 3. PENTINGNYA kesan pertama di hari pertama Hari pertama hanya berlangsung sehari dan Anda akan melaluinya di tempat kerja tidak lebih dari 10 jam. Namun pada hari yang serba pertama ini, ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Anda akan pertama kali mengenal rekan-rekan kerja, pertama kali mengetahui peralatan apa saja yang dipergunakan, pertama kali juga Anda berusahamencari tahu di mana tempat makan siang, atau tempat sholat, bahkanjuga tempat kamar kecil. Anda juga pertama kali akan bertemu denganorang-orang penting di perusahaan yang belum Anda temui saatwawancara dulu. Mereka mungkin ada yang ramah, ada yang pura-puraramah, ada yang terkesan sombong, dan banyak karakter lain yang adadi sana. Karena hari pertama, maka yang pertama-tama paling pentingadalah kesan pertama.Anda pernah mendengar iklan yang berbunyi, “Kesan pertama sungguhmenggoda, selanjutnya terserah Anda.” Pesan dalam iklan ini sangatbenar adanya. Jika kesan pertama Anda baik, maka jalan Anda akanmulus. Apa sih sebenarnya kesan pertama itu? Kesan pertama adalah kesempatan pertama, yang terkadang menjadi satu-satunya kesempatan, untuk memberi gambaran mengenai siapa diri kita kepada orang lain, sesuatu yang biasanya melekat selamanya.Dengan kata lain, kesempatan pertamaadalah satu-satunya kesempatan. Takada kesan kedua atau ketiga. Yangdiingat adalah yang pertama. Siapajuara kedua tinju kelas berat? Siapaastronaut kedua yang ke luar angkasa?Siapa orang kaya kedua di Indonesia?Banyak orang lebih ingat pada yangpertama ketimbang yang kedua, ketigaatau seterusnya. Kesan pertamakurang baik, tidak mudahmengubahnya. Ibarat sebuah stempelsudah dicapkan pada diri Anda dan sulitsekali hilangnya. 3
  4. 4. Apa saja yang perlu diperhatikan di hari pertama?1. Kesan pertama secara awal terlihat dari penampilan. Barang kali kedengarannya sepele, tetapi hal ini memiliki kebenaran yang bagus. Meskipun lingkungan bisnis saat ini lebih kasual dibanding 10 tahun lalu, masih penting berpakian yang rapi. Gunakanlah asesoris yang sesuai, tas, sepatu, penataan rambut. Mata jangan merah atau sayu seperti kurang tidur. Jangan cemberut dan tampilkan wajah yang bersemangat dan antusias.2. Jangan terlambat datang ke tempat kerja. Sikap disiplin oleh kebanyakan perusahaan dianggap sangat penting. Salah satu tolok ukurnya adalah disiplin waktu dengan tidak terlambat masuk kerja. Oleh karenanya, Anda mesti memperhitungkan waktu perjalanan agar tiba di tempat kerja, setidaknya 15 menit sebelum jam kerja.3. Inisiatif untuk berkenalan dengan rekan kerja yang ruangannya dekat dengan Anda. Jangan terlalu sok akrab, cukup berjabat tangan dan perkenalkan diri Anda seperlunya saja dengan sopan dan ramah.4. Mintalah untuk bertemu dengan atasan Anda untuk membicarakan apa-apa saja yang ingin disampaikan oleh atasan kepada Anda. Jangan hanya pasif menunggu. Terkadang atasan sibuk sehingga Anda akan terabaikan. Namun umumnya atasan akan menyediakan waktu untuk melakukan briefing kepada pegawai baru.5. Jangan terlalu ingin menjadi pusat perhatian. Kesalahan terburuk yang Anda buat adalah berbicara tentang diri sendiri dengan tidak putus-putus. Anda akan dianggap sebagai orang yang sombong karena hanya tertarik pada diri sendiri.6. Jadilah pendengar yang baik. Menjadi pendengar yang baik tidak begitu rumit seperti yang sebagian besar orang pikirkan. Jangan menyela ketika yang lain sedang berbicara. Interupsi ditengah-tengah pembicaraan sangatlah tidak sopan. Yakinlah untuk selalu berbicara jelas dengan orang yang Anda temui. Beberapa hal lebih menjengkelkan adalah mendengarkan orang lain tanpa mengerti apa yang mereka bicarakan karena mereka membolak-balikan perkataan.4
  5. 5. 7. Hati-hati dalam melontarkan guyonan. Humor umumnya merupakan sesuatu yang positif, jika digunakan dengan bijaksana. Guyonan yang lucu akan meringankan suasana dan membuat kebersamaan. Namun jika tidak hati-hati, akan berdampak sebaliknya dari apa yang dimaksudkan. Sebaiknya hindari guyonan pada pertemuan pertama. Kesan pertama yang umumnya dilakukanPenampilan Kotor Kurang rapi Cukup baik Rapi Sangat baikSikap kerja Menentang Kurang serius Tenang Baik AntusiasDaya tangkap Kurang sekali Terbatas Cukup Lebih dari cukup CerdasSikap bicara Kasar Kurang sopan Cukup sopan Ramah MenarikSikap umum Menjengkelkan Kurang simpatik Cukup ramah Simpatik MenyenangkanVitalitas Agak lesu Mudah lelah Cukup kuat Sehat & bertahan DinamisPengetahuan Kurang sekali Terbatas Cukup baik Menguasai baik Improvisasi baikSikap ke atasan Suka membantah Yes-man Dominan Patuh & penurut MengimbangiEnergi Terbatas sekali Kurang usaha Cukup baik Kuat Kuat sekaliDaya pikat Kurang baik Sedikit Menyenangkan Menarik Menarik sekali Berusahalah agar Anda memberi kesan pertama yang baik. Inspirasi Ada contoh sederhana yang bisa kita simak, yakni cerita seorang guru dengan 2 orang muridnya. Murid yang pertama, sebut saja si A, bisa memberi kesan pertama yang baik pada sang guru, sementara yang satunya, si B, memberi kesan pertama yang kurang baik. Entah kenapa si guru lebih senang dengan si A daripada si B. Sekilas, guru tersebut terkesan pilih kasih, tapi itu yang sering terjadi termasuk di tempat kerja Anda. Nah, suatu ketika keduanya ternyata tidak masuk sekolah. Apa yang dipikirkan oleh sang guru? Guru tersebut mengira si A tidak masuk sekolah karena sakit, sementara menilai si B tidak masuk karena malas. Lalu, ketika dua murid itu mendapat nilai yang bagus, guru tersebut menganggap si A memang pintar, sementara dia curiga pada si B yang dianggapnya pasti mencontek. Dan kalaupun kedua murid itu mendapat nilai jelek, sang guru mengira si A pasti ada masalah atau sedang sakit, sementara menganggap si B memang bodoh. Jika terjadi seperti ini, apakah Anda ingin menjadi si A atau si B? Tentunya ingin menjadi seperti si A. Nah, buku kecil ini akan memberikan tips untuk menjadi seperti itu. Bukan untuk tujuan negatif atau seakan cari muka. Tidak, sama sekali bukan itu. Biarpun Anda hebat, tapi Anda bisa saja diperlakukan seperti si B. Cegahlah sebelum hal itu terjadi... 5
  6. 6. masa percobaan tIGA BULANMasa tiga bulan pertama sering juga disebut sebagai masa percobaankerja. Memang tidak semua perusahaan memiliki masa percobaan yangsama, tergantung dari perjanjian kerja yang dibuat. Masa percobaanbiasanya menjadi masa yang kritis, sebab perusahaan akan mengamatidan menilai calon karyawan secara cermat dan menyeluruh, mulai daricara kerja, kebiasaan hingga penampilan.Berikut ini adalah hal-hal penting yang harus Anda lewati dari bulan kebulan agar Anda lolos melewati ‘ranjau-ranjau’ percobaan: Bulan pertamaPada bulan pertama masa percobaan, Anda wajib mengenal orang-orangyang akan bekerja sama dengan Anda. Dalam hal ini Anda harus bersikap‘pro aktif’, jangan cuma diam menunggu orang memberi tahu Anda. Kalauada hal yang kurang Anda pahami, cobalah untuk bertanya pada rekan-rekan baru Anda atau bahkan bos Anda. Jangan ragu untuk berkumpuldan berbincang-bincang dengan rekan-rekan, misalnya saat makan siang.Ingat, kesuksesan orang dalam pekerjaan bukan semata-mata karenadia pintar tapi juga ditunjang oleh kemampuannya bergaul. Bulan keduaSetelah melewati masa kerja sebulan, rekan-rekan dan bos Anda tentusudah bisa melihat performa kerja Anda dalam bentuk kongkrit.Memuaskan atau tidaknya hasil kerja Anda, tentu tak akan luput daripenilaian. Seperti apa, pekerjaan yang diharapkan perusahaan, mungkinmasih misteri. Maka dibulan kedua ini jangan sekalipun Anda ‘lengah’.Jangan sekalipun Anda bolos kerja dan jangan menolak tugas-tugas yangdiberikan pada Anda. Dalam mengerjakan tugas, sesuaikan dengandeadline. Sekali Anda bolos atau menolak tugas, penilaian terhadap diriAnda akan minus. Bulan ketigaMemasuki bulan ketiga tentunya Anda harus sudah semakin memahamibudaya perusahaan, karakter bos dan rekan-rekan, dan yang pentingAnda harus sudah semakin menguasai pekerjaan sesuai deskripsipekerjaan (job desc) Anda. Di masa inipun Anda harus lebih beranimelakukan ‘gebrakan’. Tawarkan diri Anda untuk membantu mengerjakanproyek-proyek sulit yang tengah dikerjakan perusahaan. Bergabunglahdengan tim yang handal, Anda bisa belajar lebih banyak dari situ. [sumber: www.astaga.com]6
  7. 7. 10 strategi bertahan di masa percobaan1. Dua minggu pertama, berusahalah untuk berkenalan dengan rekan-rekan baru Anda. Jangan terpikir untuk menjadi seorang penyendiri.Sembilan puluh lima persen kegagalan di masa percobaan terjadi karenakandidat dinilai kurang mampu beradaptasi dengan sekitar. Penilaian itubahkan kadang mengabaikan hasil kerja Anda. Jadi, bergaullah!2. Pada paruh pertama masa percobaan, mintalah waktu pada atasan untukmembicarakan hasil kerja Anda selama ini. Jangan tunggu sampai atasanAnda yang mencari Anda untuk bicara. Bersikaplah aktif dan progressif.Atasan Anda pasti terkesan dengan semangat Anda.3. Catat kegiatan kerja Anda sehari-hari. Bandingkan dengan jobdescription yang diberikan bagian personalia pada Anda. Ini berguna,bila Anda menemukan bahwa ternyata tugas keseharian Anda tidak sesuaidengan jabatan Anda. Anda berhak untuk meminta kenaikan jabatan atautambahan gaji, bila perlu.4. Lakukanlah sesuatu yang di luar kebiasaan, namun berarti. Carilahproyek yang dapat membuat orang teringat bahwa itulah hasil karyaAnda. Strategi ini akan segera meningkatkan nilai Anda di mata atasan.Proyek ini bisa sebatas departemen Anda, ataumeliputi hal yang lebih dari itu.5. Cermati cara orang bekerja samadi kantor Anda. Siapa yangmenyelesaikan rantai pekerjaanpada tim tersebut? Pikirkanlahcara untuk menjadi bagian darisinergi rantai pekerjaantersebut, sehingga tanpa Anda,pekerjaan di kantor Anda takakan dapat diselesaikan.6. Cermati persaingan yang terjadidi antara rekan kerja. Perhatikan hal-hal yang terjadi di sekitar Anda.Kembangkanlah sayap jaringan Anda, bertukarinformasi, majalah serta info internet terbaru. Nyalakan radar Anda.Intinya, jangan jadi orang yang paling akhir tahu. 7
  8. 8. 7. Pancarkan sinar aura Anda. Perhatikan, nilai-nilai apa yang palingdijunjung tinggi oleh perusahaan Anda. Bila perusahaan menyadari apakontribusi Anda, mereka tak akan melepaskan Anda. Buat perusahaanmubangga karena Anda bekerja di sana.8. Anggaplah semua orang sebagai klien (customer/pelanggan). Berikanrespon dan pelayanan yang terbaik.9. Hidup seimbang. Tidur cukup dan gunakan waktu senggang untukbersenang-senang. Dengan begitu, saat kembali ke kantor Anda selaluberada dalam kondisi yang prima.10. Tentukan tujuan masa depan Anda. Apa yang ingin Anda perbaiki bilabeberapa tahun ke depan Anda masih bekerja di perusahaan ini? Dalamsetiap tugas yang Anda lakukan, anggaplah Anda sudah menjadi karyawantetap di perusahaan ini. Itu akan menumbuhkan rasa memiliki Anda padaperusahaan dan Anda pasti semakin bersemangat dalam bekerja. [Sumber: www.tabloidnova.com]Yang sebaiknya Anda hindari:1. Datang terlambat. Tidak ada pimpinan yang sukamelihat pegawainya datang terlambat. Anda mestimempelajari akses perjalanan dari rumah ketempat kerja. Jika sering macet, aturlah agarmempunyai waktu perjalanan yang cukupsehingga tidak sampai terlambat.2. Telepon atau SMS. Saat ini hampir tiaporang punya telepon selular (handphone).Saat bekerja, atur telepon dalam posisi‘silent’ dan batasi penerimaan teleponserta SMS. Terutama jika sedangrapat dengan atasan.3. Chatting. Apakah Anda punyakebiasaan berinternet serta melakukanchatting? Jika di perusahaan Anda terdapatfasilitas internet, hindari melakukan chatting yang tidak perlu.Penggunaan internet untuk keperluan pribadi sering dianggap membuangwaktu kerja efektif sehingga tidak disukai.8
  9. 9. tips "jangan" bagi karyawan baruMemasuki masa percobaan di tempat kerja baru biasanya masih penuhsemangat dan gairah yang meluap-luap. Namun demikian, tidak berartisemuanya akan berjalan lancar begitu saja. Pada minggu-minggu awalbiasanya ada kecemasan dan ketakutan kita gagal melalui masa-masakritis. Bahkan tak sedikit yang justru melakukan kesalahan yangmembuat kerja kita tampak konyol. Berikut ada beberapa tips “jangan”bagi pegawai baru. 1. Jangan membandingkan dengan tempat kerja lama. Tuntutan pertama pada seorang pegawai baru adalah kemampuannyauntuk segera beradaptasi dengan lingkungan kerja baru. Jangan biarkanAnda tetap bersikap dengan kebiasaan-kebiasaan lama seolah-olah Andamasih bekerja di perusahaan terdahulu. Terlebih lagi, janganmembanding-bandingkan kondisi yang ada di tempat kerja baru dengantempat kerja yang lama. Jangan pula punya kebiasaan membanding-bandingkan atasan. Setiaporang berbeda-beda karakternya. Buang kebiasaan menghadapi atasanlama, yang mungkin telah akrab dengan anda. Pelajari kebiasaan atasanbaru. Tidak semua atasan itu sama. Keberhasilan Anda melalui masapercobaan bergantung dengan bagaimana Anda bersikap dengan atasanAnda. Selanjutnya pelajari seluruh kebiasaan kantor yang baru.  Lift di sini kok kuno sekali ya..! Tidak Lalu kenapa pindah seperti di kantorku ke sini? dulu.. 9
  10. 10. 2. Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan. Mungkin Anda telah berusaha secepatnya mempelajari sistem danprosedur yang berlaku di perusahaan baru anda. Mungkin dari hasilpengamatan anda telah bisa mengambil kesimpulan mengenai apa-apayang harus anda lakukan. Namun, sebaiknya andatahan keinginan anda untuk menyimpulkansesuatu tentang perusahaan baru anda,apalagi memutuskan untuk melakukanperbaikan ini dan itu. Masih banyak hal-hal yang mungkin tersembunyi yang luputdari perhatian anda. Janganlah keburumengajukan usulan perbaikan ini dan itusebelum itu benar-benar anda yakinikesimpulan anda sendiri. Bila toh andaharus mengajukan presentasi mengenaitemuan anda, maka sampaikan dengan tetapmenunjukkan kerendahan hati anda bahwaanda masih perlu banyak mencari tahu.Jangan-jangan apa yang anda usulkan itu telahdijajal sebelumnya dan tidak berhasil. Carisaja dukungan dari orang-orang, sebelummenganjurkan mereka melakukan perbaikan. 3. Jangan lupa bersikap ramah.  Sikap seperti ini mutlak untuk membangun kesan positif pada diri Anda sebagai pegawai baru. Jangan sampai anda dicap sombong, jutek, dan kurang gaul, hanya gara-gara anda kurang bisa membawa diri di kantor baru. Perhatikan juga penampilan selama bekerja. Gunakan pakaian yang sopan, nyaman, dan tidak mengundang perhatian. Di sisi lain, walau Anda disarankan untuk bersikap ramah, namun jangan sok akrab. Bila tidak ditanya tidak perlu berbicara terlalu banyak. Karena terlalu banyak bicara juga akan menyebabkan anda terkesan sok akrab.  10
  11. 11. 4. Jangan menjelek-jelekkan tempat kerja yang lamaMembuka rahasia atau menjelek-jelekan atasan maupun tempat kerjayang lama bukanlah tindakan yang bijaksana. Anda bisa saja terpancinguntuk membicarakannya dan hal itu bukan memberi nilai positif untukAnda. Bisa jadi bahkan sebaliknya, Anda dianggap orang yang tidak loyal. 5. Jangan sok tahu dan membanggakan diri sendiri. Menjadi pegawai baru yang lolos dari berbagai tes seleksi mungkinmenumbuhkan rasa bangga pada diri anda. Namun, jangan itu lantasmembuat anda merasa menjadi begitu penting di perusahaan itu. Semuapegawai adalah sama pentingnya bagi perusahaan. Oleh karena itu sangattidak pada tempatnya anda membanggakan diri sendiri. Jangan selalumerujuk pada perusahaan lama anda, atau almamater anda, ataukeberhasilan anda yang terdahulu. Orang-orang di tempat baru anda menuntut anda berhasil di sini sekarang, bukan di tempat lain, bukan pula di Hmm, sombong masa lalu anda. Kalau anda sekali..! Bukankah dia membanggakan keberhasilan anda masih baru di sini? di tempat lain, mengapa anda kini bersusah payah pindah ke tempat baru?   Jangan pula sok tahu, atau merasa bisa memecahkan semua persoalan yang dihadapi perusahaan baru anda. Sebenarnya atasan baru anda tak menuntut anda langsung bisa menguasai semua persoalan. Atasan yang bijak meminta anda untuk lebih banyal belajar dulu,baru membantu memecahkan persoalan. Jadi, jauh lebih baik bila andabersikap sebagai pendengar ketimbang tukang pamer yang banyak bicara. 6. Jangan terlalu membebani diri sendiri. Mungkin anda merasa harus segera “tuning” dan menunjukkankemampuan kerja anda  Itu wajar saja. Bukankah sebagai pegawai baruanda ingin bisa menyelesaikan tugas-tugas anda. Namun, banyak 11
  12. 12. kesalahan dan kegagalan dilakukan oleh pegawai baru karena merekaterlalu membebani diri mereka sendiri. Mereka merasa harus bisamengerjakan semuanya sekaligus di awal. Padahal pendapat itu justrumenganggu ketenangan dan perasaan lepas anda dalam bekerja. Ingat, anda masih dalam masa penyesuaiandiri. Karena itu tetaplah bekerjasewajarnya saja. Susun prioritas yangharus anda lakukan. Rundingkan denganatasan anda mengenai apa-apa yangharus anda kerjakan terlebih dahulu.Ukur kekuatan diri anda secara realistis,namun tetaplah menjaga sikap optimis. Bilaanda merasa beban anda terlalu berat,coba atur ulang dengan atasan anda.Mungkin anda terdorong untukmeneriman semua tugas, baruberpikir kemudian. Langkah inimengesankan, namun anda harusbersiap untuk bekerja ekstra keras. Sikap wajar menolong anda untuktidak merasa terlalu bersalah bila anda melakukan kesalahan atau gagalmengerjakan tugas-tugas awal. 7. Jangan cepat merasa tidak cocok atau tidak betah. Segala sesuatu yang baru memang tidak mudah untuk ditangani. Bilaanda menemui kesulitan, atau suasana yang tidak mengenakkan, sadaribahwa itu adalah wajar-wajar saja. Bahkan bila anda menempati rumahbaru pun, anda tetap merasa tidak betah beberapa saat. Namun, taklama, bila anda mampu menyesuaikan diri, anda akan berubah danmenikmati suasana baru itu. Jadi, jangan terburu merasa tidak betah atau tidak cocok dengan pekerjaan baru anda. Pada umumnya, seorang pegawai baru butuh satu dua bulan untuk menyesuaikan diri. Sedangkan untuk menguasai pekerjaan, biasanya dibutuhkan waktu yang lebih lama. Bahkan banyak yang mengatakan dibutuhkan waktu 2-3 tahun agar benar-benar bisa menguasai semua12
  13. 13. persoalan kerja. Jadi, sikap terbaik adalah sabar dan menikmati setiapkecanggungan kerja anda. 8. Jangan bergaul dengan orang tertentu saja. Agar anda tidak canggung memang anda perlu segera mencari teman.Tetapi, bila anda hanya terpaku pada beberapa teman saja, itu akanmenyulitkan diri anda sendiri. Jangan batasi diri anda dengan bergauldengan beberapa orang saja. Lebih baik anda memperluas pergaulananda sehingga anda bisa benar-benar mengenali pola-pola hubungan diperusahaan baru tersebut. Ini baik agar anda bisa berhati-hati dalambersikap. Jangan sampai anda hanya bergaul dengan seseorang, padahalia adalah orang yang tidak disukai oleh atasan. Jagalah jarak yang samadengan semua orang, namun jangan kehilangan kehangatan diri andasendiri. Tidak bisa dipungkiri kadang ada juga beberapa rekan kerja yangbersikap sinis, nyinyir dan tidak bersahabat pada orang baru. Kalaumemang ada, jangan terpancing emosi. Hadapi rekan yang menyebalkanitu dengan sikap netral sama seperti menghadapi rekan lainnya. Kalauanda bisa menghadapinya dengan baik, bukan tidak mungkin suatu saatkelak ia akan menjadi sahabat anda. 9. Jangan GaptekAnda pasti tahu, saat initeknologi berkembang pesat.Bahkan sering membuat kitatercengang. Untuk itu, Andadituntut untuk terus mengikutiperkembangan teknologi yangberkaitan dengan karier Anda.Jangan sampai Anda “gaptek”(gagap teknologi). Misalnyasaja, teknologi komputer daninternet. Jangan sampai, Andayang brilian, malah tidak bisamengoperasikan komputer dan buta dengan internet. Jika ini terjadi,akan rugilah Anda sebagai pegawai yang memiliki kelebihan. Dan ujung-ujungnya, perusahaan akan meragukan Anda sebagai pegawai andal.  13
  14. 14. 10. Jangan ingin tahu gaji orang lain. Jangan sekali-kali memancing atau ingin tahu berapa besar gaji yangditerima oleh rekan kerja Anda. Bahkan hindari juga pembicaraan denganteman yang memancing Anda untuk memberi tahu besaran gajiyang Anda terima. Kalau Anda tidak hati-hati, halitu akan membuat rekan kerja Anda iri hati atausebaliknya akan meremehkan Anda. Banyakpegawai baru yang terpancing mengemukakangajinya dan membawa dampak buruk terhadaphubungan antar rekan kerja.11. Jangan melakukan kesalahan dua kali.Pepatah mengatakan, berbuat salah itumanusiawi. Namun berbuat kesalahan yangsama lebih dari satu kali tentu saja bisamembuat posisi Anda tidak aman pada masapercobaan. Ibarat dalam pertandingansepak bola, saat pertama kali membuatkesalahan, Anda mendapat kartukuning. Jangan sampai mendapatkartu merah yang menyebabkan Andaharus keluar meninggalkan lapanganpertandingan.12. Jangan terlalu sering bertanya.Mungkin Anda ingin menunjukkan bahwa Anda mau belajar atauberkomunikasi dengan rekan kerja. Tapi jangan sedikit-sedikit adamasalah kemudian bertanya kepada rekan kerja. Anda harus belajardengan cara mengamati atau bertanya pada orang lain, di luar tempatkerja. Terlalu banyak bertanya akan membuat Anda tampak bodoh danterkesan merepotkan orang lain. Jangan salahkan rekan kerja Anda kalaubersikap acuh atau tidak suka kalau Anda terlalu banyak bertanya. Disini sepertinya nasehat “malu bertanya sesat di jalan” tidak sesuai untukditerapkan. Jika Anda memang ingin bertanya, sebaiknya bertanyalahke atasan Anda.14
  15. 15. Pentingnya Soft Skills dalam bekerjaPrinsip The Right Man in The Right Place adalah prinsip yang selaludipegang oleh para praktisi manajemen sumber daya manusia hinggasaat ini. Prinsip ini seringkali salah diterjemahkan sebagai 100 %kesesuaian hard skill dan pengalaman kerja sebelumnya dengan bidangkerja yang tersedia saat ini. Pemahaman dari istilah hard skill adalah skill yang dapat menghasilkan sesuatu sifatnya visible dan immediate . Contohnya adalah skill untuk mengoperasikan komputer. Perusahaan dapat dengan segera melihat apakah seseorang calon karyawan benar-benar dapat mengoperasikan komputer pada saat ia diuji untuk mengoperasikan komputer tersebut. Tidak seperti hard skill, soft skill bersifat invisible dan tidak segera. Contoh soft skill antara lain: kemampuanberadaptasi, komunikasi, kepemimpinan, pengambilan keputusan,pemecahan masalah, conflict resolution , dan lain sebagainya. Hard skilldapat dinilai dari technical test atau practical test . Namun bagaimanacara untuk menilai soft skill yang dimiliki oleh seseorang?Soft skill merupakan kemampuan di luar teknis, di luar akademis danlebih mengutamakan kemampuan personal yang dipunyai seseorang,antara lain:1. Mempunyai sifat selalu ingin berprestasi tinggi/optimis.2. Bisa bekerja dalam tim. Tak hanya bekerja di dalam tim tetapi bisa kooperatif dengan anggota lainnya.3. Berkomunikasi secara efektif.4. Punya kepercayaan diri.5. Memiliki kreativitas.6. Bisa menerima dan belajar dari kritik.7. Bisa memotivasi diri dan lingkungan/orang lain.8. Bisa menjadi multitask person.9. Mampu mebuat prioritas.10. Dapat berpikir jauh ke depan. 15
  16. 16. Dengan kata lain, soft skills menjadi sangat penting untuk dimiliki karenamerupakan kemampuan beradaptasi, komunikasi, kepemimpinan,pengambilan keputusan, pemecahan masalah, penyelesaian konflik danlain sebagainya. Sayangnya, banyak di antara warga kita yang lemahdalam hal soft skills ini sehingga tidak punya ‘tools’ dalam dirinya sendiriuntuk menghasilkan kinerja yang optimal. Lebih buruk lagi, banyakpemimpin yang lemah dalam hal soft skills, karena banyak orang naikpangkat karena sudah lama bekerja, bukan karena prestasi dankemampuannya dalam mengemban tanggung jawab.Soft skills juga erat kaitannya dengan masalah komunikasi dan bagaimanamenjalin hubungan antar manusia. Kalau kita bicara soal menjalinhubungan, maka mau tidak mau kita harus memperhatikan masalahbudaya. Kebanyakan orang indonesia kurang menghargai “content” namunlebih menghargai cara (how) dalam penyampaian sesuatu. Kita seringmendengar kalimat, “Ya, sebenarnya maksud dia baik, tapi caranya itulho...” atau “ngono ya ngono tapi ojo ngono.” (begitu ya begitu tapi janganbegitu) atau “kamu itu siapa sih, masih anak kemarin sore sudah berani-beraninya bicara.”Tak heran jika kalau cara penyampaiannya benar, maka meski isinya(content) nggak benar, ya akhirnya itu yang dipakai dan dijalankan. Atau,karena yang menyampaikan itu yang lebih tua alias sepuh, maka itu yangkemudian dijadikan panutan.Akhir kata....Semoga Anda bisa sukses bekerja di tempat yang baru.Ingatlah, ada tiga hal utama yang diharapkan perusahaan kepadapegawainya, yakni: integritas, kompeten dan komitmen. Janganlupakan juga masalah kesehatan. Jaga stamina agar catatan kinerjaAnda tidak buruk karena tidak masuk kerja akibat sakit.16
  17. 17. BACA DAN KOLEKSI SERI BUKU Petunjuk Praktis Pengembangan Pribadi Editor: Drs. Nur A. Soedjatmiko, MBA Ilustrator: Alfons Hendrata Hak Cipta dilindungi oleh Undang-Undang Diterbitkan pertama kali oleh:Lembaga Psikologi dan Manajemen Bina Grahita Mandiri Jl. Krembangan Barat 31-I Surabaya 60175 Telp. (031) 3542570, 3526207, Fax (031) 3559283 Surabaya, Oktober 2001

×