Peran IBI dalam Peningkatan Kesertaan KB Pasca Persalinan

5,146 views

Published on

Disampaikan dalam "REVIEW PEMBANGUNAN KEPENDUDUKAN DAN KB DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA 2013" di Hotel Inna Garuda, 31 Juli 2013

Published in: Health & Medicine
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
5,146
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
73
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • Proporsi perempuan kawinusia15-49 tahun, yang menggunakan KB metode modernjugamemperlihatkankecenderungan yang meningkat dari50,5% (Susenas 1992) menjadi53.9% (Riskesdas 2010). Grafikdiatasjugamemperlihatkanadanyapenurunanpenggunaan KB modern dalam lima tahunterakhir.Grafik berikutnyamemperlihatkanbahwatempat pelayanan KBterbanyak adalah bidan praktek swasta (51,9%). Sedangkan pemanfaatan puskesmas dan jaringannya (termasukPustudanPolindes) dalam memberikanpelayanan KBbarumencapai21,2%. Demikian pula denganpelayanan KB di RS, hanya 6,3%.
  • Peran IBI dalam Peningkatan Kesertaan KB Pasca Persalinan

    1. 1. PERAN IBI DALAM PENINGKATAN KESERTAAN KB PASCA PERSALINAN Nunik Endang Sunarsih, S.ST.,SIP.,MS.c Ketua PD IBI DIY
    2. 2. Outline I. Profil IBI II. Konsep Profesi Bidan III. Aspek legal pelayanan Kebidanan IV. Peran dan Fungsi Bidan V. Strategi dan upaya IBI dalam Mendukung peningkatan kesertaan KB Pasca persalinan VI. Kesimpulan & Saran
    3. 3. PENGERTIAN IBI • IBI (Ikatan Bidan Indonesia) adalah organisasi profesi yang seluruh anggotanya terdiri dari bidan dan merupakan satu-satunya wadah persatuan bidan Indonesia. • IBI Berdiri secara Nasional pada tanggal 24 Juni 1951 atas prakarsa perkumpulan bidan di Jakarta. AD-ART IBI
    4. 4. ANGGARAN DASAR IBI BAB II PASAL 6 TUJUAN 1) Menggalang dan mempererat persatuan dan persaudaraan sesama bidan, organisasi perempuan dan pihak terkait untuk mencapai visi dan misi 2) Membina dan mengayomi anggota serta mengembangkan dan meningkatkan pendidikan,pengetahuan dan ketrampilan terutama dalam profesi kebidanan 3) Berperan serta dalam pembangunan terutama dalam pemeliharaan dan peningkatan derajat kesehatan masy. Khususnya kesehatan ibu dan anak 4) Meningkatkan martabat dan kedudukan bidan serta memberdayakan perempuan dalam masy.
    5. 5. IKATAN BIDAN INDONESIA (IBI) Status - Lahir : 24 Juni 1951 - Anggota BKOW : 1951 - Anggota ICM : 1956 - LSM : 1985 Organisasi - PD : 1 di Yogyakarta - PC : 5 Kabupaten/Kota - PR : Kota : 9, Bantul : 3, Kulonprogo : 2, Gunungkidul : 3, Sleman : 5 Jumlah Bidan DIY : ± 1925
    6. 6. KONSEP PROFESI BIDAN
    7. 7. 7 PEREMPUAN LULUS PENDIDIKAN BIDAN Memiliki kompetensi dan kualifikasi untuk diregister, sertifikasi, lisensi untuk praktek PROFESIONAL Akuntabel & Bertanggungjawab MITRA PEREMPUAN Pemberdayaan, dukungan, advokasi – perempuan sepanjang siklus Kes reproduksinya PROVIDER Upaya Preventif, Promotif, Pelayanan esensial normal, Deteksi dini Risti - Kes Ibu, Kesrep perempuan, & KB, Kes bayi & balita , Melaksanakan Tindakan Kegawat daruratan, dan merujuk TUGAS PENTING Konseling dan Pendidikan Kesehatan Konsep Profesi Bidan 1. Bidan
    8. 8. BKKBN, Maret. 2013 ASPEK LEGAL PELAYANAN KEBIDANAN
    9. 9. Standar Profesi Bidan KEPMENKES RI NO 369/MENKES/SK/III/2007 9 STANDAR KOMPETENSI BIDAN 1. Memiliki pengetahuan dan keterampilan sosial, budaya dan kesehatan masyarakat serta menerapkan etika & kode etik profesi 2. Mampu memberikan asuhan kebidanan pada wanita prakonsepsi & KB 3. Mampu memberikan asuhan dan konseling selama kehamilan 4. Mampu memberikan asuhan selama persalinan dan kelahiran 5. Mampu memberikan asuhan pada ibu nifas dan menyusui 9
    10. 10. Lanj., 6. Mampu memberikan asuhan pada bayi baru lahir 7. Mampu memberikan asuhan pada bayi dan balita 8. Mampu memberikan asuhan pada keluarga, kelompok dan masyarakat dengan memperhatikan budaya setempat 9. Mampu memberikan asuhan pada wanita dengan gangguan sistem reproduksi
    11. 11. Permenkes RI NO 1464 /Menkes /Per /X /2010 tentang izin dan penyelenggaraan praktik bidan
    12. 12. BAB III PENYELENGGARAAN PRAKTIK Pasal 9 Bidan dalam menjalankan praktik, berwenang untuk memberikan pelayanan yang meliputi : a. Pelayanan kesehatan ibu b. Pelayanan kesehatan anak c. Pelayanan kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana 12
    13. 13. Pasal 10 : (1) Pelayanan kesehatan ibu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf a diberikan pada masa pra hamil, kehamilan, masa persalinan, masa nifas, masa menyusui dan masa antara dua kehamilan. (2) Pelayanan kesehatan ibu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. Pelayanan konseling pada masa pra hamil; b. Pelayanan antenatal pada kehamilan normal; c. Pelayanan persalinan normal d. Pelayanan ibu nifas normal e. Pelayanan ibu menyusui; dan f. Pelayanan konseling pada masa antara dua kehamilan. Lanj.,
    14. 14. Pasal 12: Pelayanan Kesreproduksi Perempuan & KB • Memberikan penyuluhan dan konseling kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana • Memberikan alat kontrasepsi oral dan kondom Pasal 13: Bidan yg menjalankan Program Pemerintah berwenang melakukan pelayanan : • Pemberian alat kontrasepsi suntikan, alat kontrasepsi dalam rahim, dan memberikan pelayanan alat kontrasepsi bawah kulit. Pasal 18 ayat (3) Bidan dalam menjalankan praktik kebidanan harus membantu program pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
    15. 15. PERAN & FUNGSI BIDAN Fungsi Bidan Dalam melaksanakan profesinya bidan memiliki peran fungsi pelaksana, pengelola, pendidik, dan peneliti.
    16. 16. .A. Fungsi Pelaksana Fungsi bidan sebagai pelaksana mencakup: 1.Melakukan bimbingan dan penyuluhan kepada individu, keluarga, serta masyarakat (khususnya kaum remaja) pada masa praperkawinan. 2.Melakukan asuhan kebidanan untuk proses kehamilan normal, kehamilan dengan kasus patologis tertentu, dan kehamilan dengan risiko tinggi.
    17. 17. 3.Menolong persalinan normal dan kasus persalinan patologis tertentu. 4.Merawat bayi segera setelah lahir normal dan bayi dengan risiko tinggi. 5.Melakukan asuhan kebidanan pada ibu nifas. 6.Memelihara kesehatan ibu dalam masa menyusui. 7.Melakukan pelayanan kesehatan pada anak balita dan prasekolah 8.Memberi pelayanan keluarga berencana sesuai dengan wewenangnya. 9.Memberi bimbingan dan pelayanan kesehatan untuk kasus gangguan sistem reproduksi, termasuk wanita pada masa klimakterium internal dan menopause sesuai dengan wewenangnya.
    18. 18. DATA BIDAN DI DIY BERDASARKAN KEPEGAWAIAN DAN TEMPAT KERJA
    19. 19. BIDAN DI BPS NO NAMA CABANG BPS TOTAL MURNI NON MURNI 1 KOTA 8 27 35 2 BANTUL 45 154 199 3 GUNUNGKIDUL 17 40 57 4 KULONPROGO 19 96 115 5 SLEMAN 56 231 287 JUMLAH 145 548 693
    20. 20. BKKBN, Maret. 2013 Polindes & BPS RS Puskesmas - 48.14% - 17.29% - 34.56% 51% 4% 40% 5% GAMBARAN DISTRIBUSI BIDAN Puskesmas RS BPS Polindes/Poskesdes
    21. 21. Penolong Kelahiran Tipe daerah Perkotaan Pedesaan Perkotaan + Pedesaan (1) (2) (3) (4) Dokter 22,25 7,27 14,76 Bidan 65,81 52,22 59,01 Tenaga kes lain 0,64 1,07 0,85 Dukun 10,51 36,27 23,36 Family 0,66 2,83 1,75 Lainnya 0,13 0,34 0,24 Presentase balita menurut penolong proses kelahiran dan tipe daerah, (SDKI 2007) Data Penolong Persalinan
    22. 22. STRATEGI DAN UPAYA IBI DALAM PENINGKATAN KESERTAAN KB PASCA PERSALINAN
    23. 23. 1. Kompetensi melalui Pendidikan D III Keb * Mata kuliah keahlian • Kesehatan reproduksi 3 sks • Keluarga Berencana 3 sks • Praktek Klinik 15 sks (Terintegrasi Kes Ibu, Bayi, Anak , Kespro & KB) • KIP/K 3 SKS • Sertifikasi/uji kompetensi 2. Kompetensi melalui Pelatihan • Dosen Pelatihan CTU, ABPK, KRR • Bidan pelaksana • Bidan Terlatih:  IUD 44 %  IMPLAN 37%  KIP/ K 30 %  KRR 19% Pelatihan CTU, ABPK, KRR A. Kompetensi Bidan (Pelayanan KB) 1. PENINGKATAN Potensi Bidan dalam Pelayanan KB
    24. 24. 3. Kompetensi melalui Pelayanan a. Standarisasi BPM Bidan Delima d.Kerjasama / MOU IBI dan BKKBN * 2009 - 2014 Tentang pelayanan KB dan Kespro Tujuan kerjasama: Memaksimalkan akses dan kualitas pelayanan KB-KR kepada masyarakat dalam mewujudkan keluarga berkualitas b. Resertifikasi c. Pembinaan – Kemkes, BKKBN, IBI
    25. 25. Peran Bidan dalam pelayanan KB • Communicator - Agen perubahan • Community leader - Pengg Peran Serta Masy • Educator - Pendidikan Kesehatan & Konseling • Care Provider - Pelaksana Pelayanan • Manager - Pengelola Pelayanan - Pemberdayaan Perempuan
    26. 26. 1. Jumlah bidan - Banyak (1925) 2. Distribusi bidan - 83 % di pelayanan primer: - Poskesdes, Polindes,PKM,Pustu,BPM 3. Kompetensi Bidan Melalui : - Pendidikan - Pelatihan - Standarisasi Bidan Delima - Uji Kompetensi/ Sertifikasi - Pembinaan (Kemkes, BKKBN, IBI) 4. Kebijakan Praktek Bidan - UU Kes 36/2009, - Permenkes 1464/2010, - Kepmenkes 369/2007 - Juknis Jampersal Potensi Bidan dalam Pelayanan KB
    27. 27. SIAPA PEMBERI INFORMASI LAYANAN KB DI INDONESIA ? Pemberi Informasi KB K1 (~PS) K2 (~KS1) K3 (~KS2) K4 (~KS3) K5 (~KS3+) Total Urban Rural PLKB 6.3 7.3 7.4 7.8 8.5 7.5 7.2 7.7 Guru 0.3 0.5 0.4 0.7 0.7 0.6 0.6 0.5 Dokter 2.4 2.8 3.9 5.0 8.4 4.5 6.1 3.4 Bidan 11.7 8.3 13.1 17.0 16.8 14.4 15.4 13.7 Apoteker 0.2 0.2 0.3 0.6 0.8 0.4 0.5 0.4 Toga 1.0 1.4 1.2 1.5 1.9 1.4 1.6 1.3 Toma 1.6 1.8 1.9 1.9 1.9 1.6 1.6 2.0 PKK/Ormas 2.3 3.5 4.8 5.8 7.2 4.8 5.5 4.2 Sumber : SDKI 2007
    28. 28. Proporsi Perempuan kawin 15-49 thn menggunakan KB tahun 1992-2010 40 50 60 1992 2000 2006 2010 50.5 54.4 57.9 53,9 28 Sumber : 1992-2006 Susenas, 2010 Riskesdas 0.9 1.9 2.5 2.8 4.2 4.6 6.3 12.4 12.5 51.9 0 10 20 30 40 50 60 Persen Riskesdas 2010 Tempat Pelayanan KB (%) MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
    29. 29. BIDAN YANG DILATIH IUD PASCA PLASENTA TAHUN 2012 Jumlah Bidan yang dilatih 30 orang Perolehan Akseptor 150 IUD ( Sumber : Dinkes DIY )
    30. 30. HASIL PENCAPAIAN KB PP-PK oleh Bidan Delima tahun 2012 Bekerjasama dengan BKKBN DIY JML BIDAN : 100 JML PERSALINAN : 1021 • KB PP : 1000 • IUD : 121 • IMP : 39 • STK : 730 • PIL : 100 • CO : 10
    31. 31. 1021 1000 121 730 100 10 0 200 400 600 800 1000 1200 100 Bidan JML PERSALINAN KB PP IUD IMP STK PIL CO 12,1% 3,9% 73% 10% 1% GRAFIK HASIL PENCAPAIAN KB PP-PK
    32. 32. DATA BIDAN YANG DILATIH DAN JUMLAH AKSEPTOR TAHUN 2011-2012 TAHUN JUMLAH BIDAN JUMLAH AKSEPTOR CTU IUD IMPLANT IUD 2011 133 315 246 1100 2012 171 0 404 340
    33. 33. 0 200 400 600 800 1000 1200 2011 2012 133 171 315 0 246 404 1100 340 JUMLAH BIDAN CTU JUMLAH BIDAN IUD AKSEPTOR IMPLANT AKSEPTOR IUD
    34. 34. PROGRAM IBI DALAM MENDUKUNG PENINGKATAN KESERTAAN KB PASCA PERSALINAN • HUT IBI tanggal 24 Juni melakukan pelayanan KB sehari bagi Bidan Praktik Mandiri dilaporkan ke pengurus IBI cabang pengurus IBI daerah • Bidan yang sudah dilatih CTU memberikan pelayanan KB gratis berkelompok melalui; BPM, RB, RSIA, dilaporkan ke pengurus IBI cabang (RENCANA Bulan November dalam rangka HKN) • MOU Pelayanan Jampersal
    35. 35. 1. Bidan sebagai tenaga terdepan dalam pelayanan KB > 60 % memberikan kontribusi terhadap pelayanan KB Nasional 2. Jumlah Bidan yg banyak dan tersebar sampai tingkat kelurahan/desa diharapkan mampu dan mempunyai daya ungkit terhadap pencapaian kesertaan KB baru. 3. IBI mempunyai peran yang penting untuk mengakomodir seluruh anggotanya guna membantu pemerintah mensukseskan program KB. KESIMPULAN
    36. 36. SARAN • Program-program IBI yg sudah dilakukan perlu dilestarikan dgn dukungan dana, sarana dan prasarana dari BKKBN • Kemitraan IBI dan BKKBN perlu dilanjutkan untuk membuat program pelayanan KB melalui moment-moment tertentu misalnya (HUT IBI, Hari Kesehatan Nasional, HARGANAS, Hari IBU, dll)
    37. 37. DAFTAR BACAAN 1. Depkes RI, UU Kesehatan no 36/2009 2. Depkes RI, Peraturan Pemerintah No 32 tahun 1996, tentang Tenaga Kesehatan 3. Depkes RI, Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1464/ Permenkes/tentang registrasi Praktek Bidan, Jakarta 2010 4. Depkes RI, Keputusan Menteri Kesehatan RI no. 369/ Menkes/ sk/ III/ 2007. tentang Standar Profesi Bidan 5. PP-IBI, Harni Koesno, Issu Kebidanan Terkini, Makalah di sajikan pada acara Seminar Mahasiswa D-3 Kebidanan Se-Makasar, Hotel Clarion. 2 Januari 2010 6. BKKBN, Dr. dr. Sugiri Syarief, MPA, Peran BKKBN dalam Pencapaian Indikator MDG’s 4 dan 5. Lokakarya Nasional Pencapaian Tujuan Pengembangan MDGs 2015 Terkait Kesehatan dan Peran Organisasi Profesi, Jakarta 16- 17 Februari 2010 7. Badan Pusat Statistik, Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2007, Jakarta 2008 8. Badan Pusat Statistik, Statistik Kesejahteraan Rakyat 2007. Jakarta 2008 9. PP-IBI, Evaluasi Pelaksanaan Kerjasama IBI dan BKKBN dalam Pelaksanaan Program KB dan Kesehatan, Makalah disajikan pada Rapat Koordinasi Nasional Kemitraan Program KB BKKBN-IBI 12 Februari 2010 10. Permenkes 2563/2011 tentqng Juknis Jampersal 11. PP IBI Emi Nurjasmi, Kesiapan Bidan dalam pelayanan KB Paska Salin, Makalah disasikan pada PIT HOGSI di Jogjakarta, April 2012 12. PP IBI, Emi Nurjasmi ,Potensi dan Peluang BPM dalam pelayanan KB, Makalah disajikan pada Launching peningkatan pelayanan KB oleh BPM, Lombok, Maret, 2013

    ×