Organisasi perdagangan bebas
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Organisasi perdagangan bebas

on

  • 5,427 views

Bahan Kuliah di FEB

Bahan Kuliah di FEB

Statistics

Views

Total Views
5,427
Views on SlideShare
5,427
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
45
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Organisasi perdagangan bebas Organisasi perdagangan bebas Presentation Transcript

  • ORGANISASI PERDAGANGAN BEBAS
  • Organisasi/ Blok Perdagangan Bebas• Perdagangan Bebas diimplementasikan dalam organisasi/ blok perdagangan bebas• Ada Beberapa macam Organisasi/ Blok Perdagangan Bebas: 1. PTA (Preferential Tariff Arrangement) Kerjasama antar negara untuk menurunkan Tariff (Bea Masuk) untuk beberapa komoditi
  • Organisasi/ Blok Perdagangan Bebas (lanjutan)2. Free Trade Area (FTA)/ Kawasan Perdagangan Bebas: Tariff Intern Bebas, Tariff Ekstern tidak sama3. Custom Union: Tariff Intern Bebas, Tariff Ekstern sama4. Common Market: Custom Union + Mobilitas Faktor Produksi5. Economic Union: Common Market + Satu Mata Uang + Satu Kebijakan Ekonomi
  • PENDAHHULUAN• WTO dibentuk tg 15 April 1994 di Marakesh, Maroko setelah perundingan panjang mengenai perdagangan dunia yang disebut Putaran Uruguay. Berlaku efektif sejak 1 Januari 1995 dan Indonesia meratifisir lewat DPR tg 13 Oktober 1994 menjadi UU No. 7 th 1994.• Dalam draft Final Act perjanjian Marakesh dikemukakan ttg rancangan mendirikan Multilateral Trade Organization (MTO) yang kemudian diubah namanya menjadi World Trade Organization (WTO) sebagai pegganti GATT.• Putaran Uruguay telah meluaskan cakupannya secara substansi dan telah menghasilkan banyak perjanjian baru yang sebelumnya tidak pernah ditangani GATT.
  • TUJUAN• Mendorong arus perdagangan antara negara, dengan mengurangi dan menghapus berbagai hambatan yang dapat mengganggu kelancaran arus perdagangan barang dan jasa.• Memfasilitasi perundingan dengan menyediakan forum negosiasi yang lebih permanen.• Untuk penyelesaian sengketa, mengingat hubungan dagang sering menimbulkan konflik- konflik kepentingan.
  • FUNGSI-FUNGSI• Memfasilitasi implementasi, administrasi dan pelaksa-naan dari persetujuan WTO.• Memberikan suatu forum tetap guna melakukan perun-dingan diantara anggota, baik masalah yang telah terca-kup dalam persetujuan WTO maupun yang belum tercakup.• Menyelesaikan sengketa yang terjadi dalam WTO.• Mengawasi kebijakan perdagangan.• Kerjasama dengan organisasi lainnya.
  • SEJARAH RINGKAS• WTO secara resmi berdiri pd tg 1 Januari 1995.• Cikal bakal WTO adalah GATT ( General Agreement on Tariffs and Trade) yang telah berdiri sejak th 1948.• Setelah WTO resmi berdiri, GATT tetap exis sebagai salah satu bagian dari WTO sejajar dengan GATS ( General Agreement on Trade and Services ) dan TRIPS ( Agreement on Trade Related Aspects of Intellectual Property Rights)
  • PERBEDAAN UTAMA GATT dan WTO• GATT bersifat ad hoc dan sementara waktu. Persetujuan umum tidak pernah diratifikasi oleh Parlemen negara anggota dan tidak mengandung ketentuan bagi penciptaan suatu organisasi.• WTO memiliki anggota, sedang GATT terdiri dari para pihak, yg menegaskan bahwa GATT secara resmi merupakan suatu teks legal.• GATT hanya memasukkan perdagangan barang,sedang WTO mencakup GATT (barang), GATS (jasa) dan TRIPS (kekayaan intelektual).• Sistem penyelesaian sengketa WTO lebih cepat dan lebih otomatis daripada sistem GATT yang lama.• WTO dan persetujuan2 didlmnya bersifat permanen dan sebagai OI, WTO memiliki aturan2 yg pasti dan diratifikasi oleh negara2 anggotanya.
  • Thn Tempat Masalah Yang Dibahas Jml Psrt1947 Jenewa Tarif 23 Neg1949 Annecy Tarif 13 Neg1951 Turki Tarif 38 Neg1956 Jenewa Tarif 26 Neg1960-6 Jenewa Tarif 26 Neg1 (Put Dillon)1964-6 Jenewa Tarif & Kebijakan Anti Dumping 62 Neg7 (Put Kennedy)1973-7 Jenewa Tarif, Kebijakan Non-tarif, Kerangka 102 Neg9 (Put Persetujuan Tokyo)1986-9 Jenewa Tarif, Kebij Non-tarif, Jasa, Kekayaan 123 Neg4 (Put Intelektual, Penyel Sengketa, Tekstil, 10 Uruguay) Pertanian, Pembentukan WTO dll.
  • DIREKTUR JENDERAL GATT DAN WTO• Sir Eric yndham White ( Inggris ) 1948-68• Oliver Long (Swiss) 1968-80• Arthur Dunkel (Swiss) 1980-93• Peter Sutherland (Irlandia) GATT 1993-94 WTO 1994-95• Renato Ruggiero (Italia) 1995-99• Mike Moore (Selandia Baru) 1999-2002.• Supathai Panitchpakdi (Thailand) 2002-2005
  • PRINSIP-PRINSIP• Most Favoured Nation (MFN): Perlakuan yang sama thdp semua Mitra Dagang (non-diskriminasi), artinya keringanan tarif impor yg diberikan pd produk 1 neg hrs diberikan jg pd produk impor dr neg mitra dagang lainnya.• National Treatment (perlakuan nasional) artinya neg angg wajib unt memberikan perlakuan sama atas barang2 impor dan barang lokal, paling tdk setelah barang impor memasuki pasar domestik.• Transparency (transparan) artinya bahwa neg angg wajib bersikap terbuka thdp berbagai kebijakan perdagangannya, shg para pelaku ekonomi mudah melakukan kegiatan perdagangan.
  • SISTEM ORGANISASI• Seperti yang biasa dilakukan dalam GATT, mekanisme pengambilan keputusan dalam WTO adalah Konsensus.• Apabila konsensus sulit dicapai, pengambilan keputusan akan dilakukanVoting dengan sistem satu negara satu suara & kemenangan mayoritas.• Hasil Voting dianggap sah apabila: - Untuk perdag multilateral mendapat persetujuan 2/3 angg WTO. - Melepaskan suatu negara dari suatu kewajiban hrs mendpt persetujuan ¾ suara. - Untuk mengamandemen ketentuan hrs mendapat dukungan 2/3 suara. - Untuk menetapkan anggota baru, diperlukan suara mayoritas (2/3 suara).
  • 2006 14
  • KEWENANGAN DALAM WTO• Kewenangan tkt tertinggi: Konferensi Tingkat Menteri yang bersidang sedikitnya 1x dlm 2 th.• Kewenangan tkt kedua: General Council.• Kewenangan tkt ketiga: Dewan2 ( Councils).• Kewenangan tkt keempat: Subsidiary Bodies yakni badan2 yang berada dibawah Council.
  • KEANGGOTAAN• Anggota GATT otomatis menjadi anggota WTO, yang dikenal sebagai anggota asli WTO.• Suatu Neg yang ingin menjadi anggota harus melewati 4 tahap sbb: 1. Permintaan resmi untuk menjadi anggota. 2. Negosiasi dengan seluruh anggota WTO. 3. Menyusun draft Keanggotaan baru. 4. Keputusan akhir.• Sebagian besar negara anggota mempunyai perwakilan diplomatik di Jenewa yang dikepalai oleh seorang Dubes khusus untuk WTO.
  • PENGELOMPOKAN ANGGOTA DALAM WTO• Anggota WTO sekarang ini mengelompok2 yg dlm beberapa hal mrk menyampaikan suaranya dengan menggunakan satu juru bicara atau satu tim negosiasi.• Kelompok-kelompok tersebut adalah: - Uni Eropa = European Communities, sbg kelompok yg terbesar yang terdiri dr 15 negara. Uni Eropa memiliki satu kebijakan perdagangan eksternal. Dalam berbagai sidang di WTO, Eoropean Com bertindak atas nama UE. Jadi UE merupakan anggota WTO yg memp hak-hak spt yg dimiliki negara2 anggota UE. - ASEAN : Malaysia, Indonesia, Sing, Phil, Thai, Myanmar, Kamboja, Brunei. - Latin American Economc System ( SELA ) - African, Caribbean and Pacific Group ( ACP ) - North American Free Trade Area ( NAFTA ) - The Southern Common Market (MERCOSUR)-Brazil, Argentina, Paraguay, Uruguay - Cairns Group yang dibentuk sesaat sebelum Putaran Uruguay dimulai th 1986 unt membahas liberalisasi perdag bidang pertanian. - Like Minded Group (LMG) yg dibentuk menjelang KTM III WTO di Seatle yang beranggotakan Kuba, Rep Dominika, Mesir, Honduras, Indonsia, India. Kenya, Malaysia, Sri Lanka, Tanzania, Uganda, Zimbabwe dan Jamaika.
  • SEKRETARIAT• Sekretariat WTO terletak di Jenewa dengan memiliki sekitar 550 staf dan dikepalai seorang Dirjen.• Tugas Dirjen adalah: - Melaksnakan tugas administrasi dan tehnis bagi badan2 WTO. - Memberikan dukungan tehnis untuk negar-negara berkembang, khususnya negara berkembang paling terbelakang. - Menganalisis kinerja dan kebijakan perdagangan oleh para ahli ekonomi dan statistik WTO. - Memberikan bantuan Hukum dlm rangka penyelesaian sengketa. - Menangani maalah aksesi anggota baru dan memberikan saran- saran kpd pemerintah yang mengajukan aksesi.
  • ANGGARAN WTO• Total anggaran WTO pada th 2004 adalah sebesar 161.776.500 Swiss Franc yang berasal dari kontribusi negara-negara anggota yang diperhitungkan berdasarkan besarnya nilai perdagangan.• Indonsia termasuk salah satu dari 25 negara pembayar kontribusi terbesar (th 2003) mengingat besarnya peran (trade share) Indonesia dalam perdagangan dunia.
  • PRINSIP-PRINSIP PENYELESAIAN SENGKETA• Pada prinsipnya penyelesaian sengketa dilakukan dngn Adil, Cepat, Efektif dan saling menguntungkan.• Tetap diharapkan bhw negara yang sengketa dapat melakukan perundingan dan menyelesaikan masalah mereka tanpa harus membentuk panel.• Pada GATT, suatu putusan disahkan hanya berdasarkan konsensus. Ini artinya bahwa jika ada keberatan dr suatu negara, maka tidak akan ada keputusan. Dibawah WTO putusan secara otomatis disahkan kecuali ada konsensus untuk menolak hasil putusan. Neg yang ingin merintangi keputusan harus mendekati seluruh anggota WTO, termasuk lawan sengketanya, untuk membatalkan keputusan panel.
  • PROSES PENYELESAIAN SENGKETA• Penyelesaian sengketa menjadi tanggung jawab Dispute Settlement Body (DSB). Badan ini terdiri dari para ahli yang bertugas menelaah kasus, dan satu2nya yang memiliki otoritas membentuk Panel. (Panel secara resmi bertugas membantu DSB membuat keputusan atau rekomendasi).• DSB dapat menerima atau menolak keputusan Panel atau keputusan pada tingkat banding.• DSB juga memonitor pelaksanaan putusan dan mereko- mendasi serta memiliki kekuasan untuk mengesahkan retaliasi, jika suatu negara tidak mematuhi keputusan.
  • TAHAP PENYELESAIAN SENGKETA• Tahap I: Konsultasi (maksimum 60 hr). Seblm dibawa ke Panel, negara sengketa harus berunding (konsultasi) unt mencari jalan keluar.• Tahap II: Panel ( maksimum 45 hr unt pembentukan Panel + 6 bulan Panel bekerja unt menghslkan keputusan ). - Jika tahap I gagal, penggugat dpt meminta dibentuknya Panel. Negara tergugat dpt merintangi terbentuknya Panel sebanyak satu kali, tetapi pada sidang DSB yang kedua kalinya, pemben-tukan Panel tidak bisa lagi dihalangi, kecualii ada konsensus yang menentang pembentukan Panel tsb. - Laporan Panel hanya dapat ditolak melalui konsensus dalam DSB, maka hasil putusannya sulit untuk digugurkan. -Laporan akhir Panel biasanya diberikan kpd pihak2 yang bersengketa dalam waktu 6 bulan, kecuali dalam kasus penting atau kasus barang yang mudah hancur dalam waktu 3 bulan.
  • TAHAP PENYELESAIAN SENGKETA• 1. Sebelum dengar pendapat yang pertama: masing-masing pihak mengajukan argumen kpd Panel secara tertulis.• 2. Dengar pendapat yang pertama: kasus unt neg penggugat dan tergugat dan negara lain yang menyatakan punya kepentingan dalam kasus tsb.• 3. Bantahan (Rebuttal):Negara yang terlibat mengajukan banthan tertulis danargumen lisan pd pertemuan Panel yang kedua.• 4. Peran Ahli (Experts): Panel dapat meminta pendapat para ahli atau menunjuk expert review group unt mempersiapkan pendapatnya.• 5. Draft pertama: Panel mengajukan draft laporan yang berisi latar belakang, fakta dan argumen unt kedua belah pihak dan memberikan waktu 2 minggu kpd pihak2 unt memberikan tanggapannya. Laporn ini tdk memuat temuan & kesimpln akhir.
  • Tahap ….(lanjutan)• 6. Laporn smentara (interim report): Panel mengajukan lap smentara yang memuat temuan2 & kesimp akhir kpd kedua pihak dan memberikan 1 mingg unt memberikan tanggapan (review).• 7. Peninjauan ( Review): Lamanya waktu unt menanggapi tdk melebihi 2 minggu, dan dlm waktu tsb Panel bisa saja bersidang tambahan dng kedua pihak yang sengketa.• 8. Laporan Akhir (Final report): Lap akhir diberikan kpd kedua pihak. Setlh 3 minggu lap tsb disirkulasi kpd semua anggota WTO. Jika terbukti tergugat bersalah, maka Panel dapat memberi arahan ttg bgmn seharusnya dilakukan.• 9. Lap Akhir menjadi Keputusan: Laporan tsb otomatis menjadi keputusan atau rekomendasi DSB dlm jangka waktu 60 hr, kecuali ada konsesnsus menolaknya. Kedua pihak yang bersengketa dapat mengajukan banding.
  • WAKTU PENYELESAIAN SENGKETA• Konsultasi, mediasi dll : 60 hr• Pembentkan dan Penunjukan Panel : 45 hr• Lap final Panel pd pihak2 sengketa : 6 bln• Lap final Panel pd smua angg WTO : 3 ming• DSB mengesahkan laporan : 60 hr Total tanpa Banding 1 tahun.• Laporan Banding : 60-90 hr• DSB mengesahkan Lap Banding : 30 hr Total dng Banding 1 tahun 3 bulan
  • BANDING (APPEALS)• Tiap pihak dapat mengajukan banding terhadap keputusan Panel.• Banding harus didasarkan pada suatu peraturan tertentu spt interpretasi legal atas suatu pasal dalam suatu persetujaun WTO.• Banding tidak dilakukan untuk menguji kembali bukti2 yang ada atau bukti2 baru yang muncul, melainkan untukmeneliti argumentasi yang dikemukakan oleh Panel sebelumnya.• Tiap upaya banding diteliti oleh tiga dari tujuh orang anggota Tetap Badan Banding (Appellate Body) yang ditetapkan oleh DSB dan berasal dari anggota WTO yang mewakili kalangan luas.• Anggota AB memiliki masa kerja 4 tahun dan mrk berasal dari individu2 yang memiliki reputasi dlm bidang Hukum dan Perdagangan Internasional dan lepas dari kepentingan negara manapun.• Keputusan pd tkt Banding dapat menunda, mengubah ataupun memutarbalikkan temuan dan putusan Panel.• Banding biasanya membutuhkan waktu tidak lebih dr 60 hr dan batas maksimum 90 hari.• DSB hrs menerima tau menolak laporan banding tsb dlm jangka waktu tdk lebih dr 30 hr, dan penolakan dimungkinkan hanya melalui konsensus.
  • 2006 28