Dasar Telekomunikasi - Slide week 6 - Switching

425 views
324 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
425
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
18
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Dasar Telekomunikasi - Slide week 6 - Switching

  1. 1. Modul ke: Fakultas Program Studi Dasar Telekomunikasi Switching Beny Nugraha, MT, M.Sc 06FAKULTAS TEKNIK TEKNIK ELEKTRO
  2. 2. Bagan Umum Sistem Telekomunikasi 2 Core Network Terminal (CPE) Access Network CPE = Customer Premises Equipment
  3. 3. Komponen Sistem Telekomunikasi • Terminal – Perangkat yg memberikan layanan telekomunikasi secara langsung kepada pengguna – Customer Premises Equipment (CPE) • Core network – Bagian yang memproses aliran informasi/data sehingga dapat sampai ke tujuan yang sesuai • Access network – Penghubung antara CPE dengan Core Network yg berfungsi menyalurkan informasi/data dari CPE ke Core Network dan sebaliknya
  4. 4. Komponen Sistem Telekomunikasi • Pada jaringan sistem komunikasi biasa terdapat node yang merepresentasikan terminal dan perangkat jaringan dan link yang merepresentasikan hubungan/koneksi antar nodes. • Sebagai perangkat jaringan, node dapat memiliki fungsi: Routing, Switching dan Multiplexing.
  5. 5. Komponen Sistem Telekomunikasi • Contoh node dan link pada jaringan sistem komunikasi diperlihatkan pada gambar di bawah ini.
  6. 6. Switched Network • Transmisi data/ informasi jarak jauh biasanya dilakukan melalui beberapa switching node yang saling terhubung sehingga membentuk suatu jaringan switching, atau disebut switched network. • Setiap node yang terdapat dalam jaringan switching bekerja tanpa memperhatikan isi data/ informasi yang ditransmisikan. • Data ditransmisikan melalui suatu rute yang ditentukan oleh proses switching di setiap node yang dilalui. Koneksi node ke node lainnya biasanya dilakukan secara multiplex.
  7. 7. Switched Network
  8. 8. Fungsi Dasar Switching • Penyambungan (interconnection) • Pengendalian (control) • Deteksi adanya permintaan sambungan • Menerima informasi • Mengirim informasi • Mengawasi pembicaraan
  9. 9. Macam-Macam Switching Macam-macam switching diilustrasikan pada gambar berikut:
  10. 10. Circuit Switching • Pada circuit switching dibangun ketersambungan secara fisik antara dua pihak yang berkomunikasi • Sebelum komunikasi dilakukan, kedua pihak dihubungkan secara permanen (dedicated) oleh sistem switching. • Pada circuit switching terdapat proses membangun koneksi, transfer data dan memutuskan koneksi. Jika koneksi tidak tersedia maka akan terjadi blocked (biasa diinformasikan dengan nada sibuk).
  11. 11. Circuit Switching • Pada circuit switching tidak akan ada informasi yang hilang sepanjang sirkit tersambung terus menerus sehingga memiliki garansi quality of service (QoS). • Contoh dari penyambungan sikuit adalah jaringan telepon PSTN (Public Switched Telephone Network). – Setiap panggilan diberi sebuah jalur yang dedicated. Contoh aplikasi yang menggunakan circuit switching adalah telepon. – Sumber daya yang sudah dipesan sebuah call bersifat dedicated (tidak di-sharing). – Kapasitas transmisi dapat dijamin. – Memerlukan call setup. – Kapasitas medium bisa melebihi kapasitas yang diperlukan oleh suatu tarnsmisi sinyal. Untuk meningkatkan efisiensi bisa dilakukan teknik multiplexing (FDMA & TDMA).
  12. 12. Circuit Switching • Proses call setup pada circuit switching: – Pembentukan jalur – Transfer data – Pemutusan jalur
  13. 13. Circuit Switching • Propagation delay: Waktu yang diperlukan bagi bit pertama yang dikirimkan sumber untuk sampai ke penerima. • Transmission delay: Waktu yang diperlukan untuk mengirimkan data pada jalur yang sudah di-reserved.
  14. 14. Circuit Switching Keuntungan circuit switching adalah : • Sekali koneksi terjadi jaringan transparan (seolah hanya koneksi langsung antar stations) • Fixed data rate tanpa adanya delay • Sangat baik untuk komunikasi real time Kelemahan circuit switching adalah : • Selama koneksi berlangsung, jalurnya akan selalu diduduki walaupun tidak ada data yang dikirim • Delay sebelum terbentuknya hubungan (call set up delay)
  15. 15. Packet Switching • Sistem packet switching ini dipakai untuk transmisi data dari komputer. • Dengan sistem packet switching ini maka informasi/pesan dari terminal data dikirimkan sebagian – sebagian yang merupakan paket – paket yang berukuran kecil (< 1500 byte) dan kemudian ditransmisikan paket demi paket ke tujuan yang diinginkan.
  16. 16. Packet Switching • Setiap paket terdiri dari payload (data informasi yang akan dikirimkan), header (label dari alamat yang dituju), kode – kode tertentu dan sebagainya. • Header berisi informasi tentang: source (sender) address, destination (recipient) address, packet size, sequence number dan error checking information.
  17. 17. Packet Switching • Masing-masing paket akan dikirimkan ke jaringan secara independen. • Tiap paket dapat dikirim melalui rute yang berbeda. • Pada saat kondisi idle (tidak ada paket yang dikirim), link dapat digunakan untuk mengirim paket dari data yang lain. • Data dikirimkan ke jaringan dalam bentuk potongan- potongan (“chunks”). Contoh aplikasi yang menggunakan packet switching: Jaringan IP.
  18. 18. Packet Switching • Struktur paket data: • Pada setiap node, keseluruhan paket diterima, lalu diolah (mis., routing), lalu di-forward ke node berikutnya; dengan demikian jaringan packet- switching disebut juga store-and-forward networks. • Sumber daya jaringan hanya digunakan jika perlu. Header Data Trailer
  19. 19. Packet Switching • Ketika diperlukan, bandwidth sumber daya jaringan digunakan secara penuh. • Paket-paket menggunakan bersama (share) sumber daya jaringan. • Ada perebutan (contention) sumber daya jaringan. Bisa terjadi kongesti: paket-paket mengantri menunggu tersedianya link.
  20. 20. Packet Switching • Contoh: A akan mengirim data ke B dan data dibagi dalam 3 paket. 3 2 1 A B
  21. 21. Packet Switching Tiap paket dikirim pada waktu dan melalui route yang berbeda 1 2 3 A B
  22. 22. Packet Switching Tiap paket dikirim pada waktu dan melalui route yang berbeda 1 23 A B
  23. 23. Packet Switching Tiap paket dikirim pada waktu dan melalui route yang berbeda 1 2 3 A B
  24. 24. Packet Switching Tiap paket dikirim pada waktu dan melalui route yang berbeda 1 3 2 A B
  25. 25. Packet Switching Tiap paket dikirim pada waktu dan melalui route yang berbeda 1 3 2 A B
  26. 26. Packet Switching Walaupun tiap paket sampai di tujuan tidak berurutan, masing- masing menempati posisi sesuai no. urut, sehingga penerima menerima data dengan urutan sesuai yang dikirim 3 2 1 A B
  27. 27. PR!!!! • Diketahui: User A akan mengirim data ke User B dan data dibagi dalam 5 paket. Gambarkan contoh proses pengiriman paket tersebut apabila di tengah- tengah User A dan User B ada 4 nodes. 5 4 3 2 1 A B
  28. 28. Packet Switching Contoh menjadikan sebuah data menjadi beberapa paket: Hello Bob He ll o bBo H He H H H Hll o Bo b Message Segmented Message Packetized Message Header Paket 1 Paket 2 Paket 3 Paket 4 Paket 5
  29. 29. Packet Switching • Keunggulan packet switching dari circuit switching: – Yang utama adalah faktor statistical multiplexing, yang memungkinkan penggunaan badwidth secara efisien. – Simple to implement – Sangat cocok untuk bursty data
  30. 30. Packet Switching • Kelemahan packet switching: – Memiliki potensi untuk timbulnya kongesti: packet delay and high loss – Packet header overhead – Per-packet processing overhead
  31. 31. Packet Swithing - Connectionless •Merupakan datagram service yang analog dengan pengiriman surat via pos •Setiap paket/datagram harus diberi address •Paket dikirim dari satu node ke node berikutnya dengan sistem store-and-forward. Setiap node menentukan rute secara independen untuk tiap paket (paket tidak harus dikirim melalui rute yang sama) •Paket dapat sampai di tujuan tidak sesuai urutan, sehingga di tempat tujuan perlu pengaturan sesuai nomor urut paket.
  32. 32. Packet Swithing - Connectionless • Tidak perlu session setup sebelum transfer data • Tidak ada acknowledgement  mengurangi trafik, tapi perlu protokol dengan layer yang lebih tinggi untuk error cheking • Contoh: – Internet Protocol (IP) – Connectionless Network Protocol (CLNP)
  33. 33. Packet Swithing - Connectionless • Keuntungan: – Tidak ada waktu call setup – Adaptasi yang cepat jika terjadi congestion/network overload – Adaptasi yang cepat jika terjadi node failure • Kerugian: – Kedatangan paket bisa tidak sesuai dengan urutannya – Adanya beban pemrosesan karena setiap paket diproses di setiap node – Receiver tidak memiliki persiapan terhadap paket yang datang
  34. 34. Packet Switching – Connection Oriented • Perlu dibangun sambungan (session setup) sebelum transfer data (disebut virtual path atau virtual circuit) • Analog dengan sambungan percakapan telepon • Ada acknowledgement (pemberitahuan ke pengirim bahwa data sudah diterima)  lebih reliable • Cocok untuk trafik data yang terus menerus untuk waktu yang lama • Contoh: – X-25 – Frame Relay – Asynchronous Transfer Mode (ATM) – Multiprotocol Label Switching (MPLS)
  35. 35. Packet Switching – Connection Oriented • Keuntungan: – Kedatangan paket sesuai urutannya – Terdapat mekanisme error control – Penetapan satu rute untuk satu koneksi – Penerima telah bersiap untuk menerima paket yang datang • Kerugian: – Adanya delay saat connection setup – Adaptasi terhadap node failure kurang baik – Adaptasi terhadap network overload kurang baik
  36. 36. Message Switching • Di tiap node yang dilalui pesan disimpan dalam buffer sebelum diteruskan • Pesan diberi header yang berisi informasi ke mana pesan akan dikirim. Tujuan dapat lebih dari satu. • Pesan baru akan diteruskan ke node berikutnya apabila telah diterima seluruhnya. • Menggunakan teknik pengiriman “store and forward” • Contoh: – E-mail messageH
  37. 37. Message Switching
  38. 38. Message Switching
  39. 39. Message Switching
  40. 40. Message Switching
  41. 41. Message Switching
  42. 42. Message Switching • Keuntungan: – Tidak perlu segmentasi/paketisasi data – Overhead lebih kecil – Pesan dapat dikirim meskipun penerima sibuk: • Disimpan di buffer sampai penerima siap • Kerugian: – Apabila terjadi error, terjadi pada seluruh pesan – Delay karena proses store and forward – Perlu buffer dengan kapasitas yang besar di setiap node
  43. 43. Terima Kasih Beny Nugraha, MT, M.Sc beny.nugraha@gmail.com

×