Makalah Mandiri
WIRAUSAHA
DAERAH

DALAM

PERSPEKTIF

PREREKONOMIAN

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah

KEWIRAUSAHA...
KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbil’alamin saya ucapakan kehadirat Allah SWT karna
berkat rahmat dan hidayah-Nya saya dap...
Maisyarah
DAPTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................
BAB II
PEMBAHASAN
PERTUMBUHAN DAN PENBANGUNAN EKONOMI DALAM
PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

A. PENGERTIAN PERTUMBUHAN DAN PEMBAN...
ekonomi karna pada akhirnya akan berhubungan dengan perekonomian suatu
Negara.
Ekonomi islam memandang bahwa ekonomi adala...
Technology

1. Sumber daya yang dapat di kelola (Invistible resources)
Pertumbuhan ekonomi membutuhkan sumberdaya yang dig...
islam mencoba mengembalikan nilai m oral tersebut. Menurut islam untuk
dapat menjadi pelaku ekonomi yang baik, orang terse...
Menumbuhkan jiwa wira usaha mendorong pengembangan usaha kecil
khususnya di sector produksi akan menyerap tenaga kerja yan...
sangat

mendorong

pengembangan

wirausaha

untuk

menggalakkan

pertumbuhan ekonomi.
4. Teknologi
Kemajuan teknologimerup...
menggurita dan kesenjangan menganga. Contohnya kita bisa melihat PDB
Indonesia pada tahun 2000. Menurut perhitungan badan ...
Ada lima tindakan kebijakan ( development economic) diserta keadilan dan
kestabilitas yaitu :
a. Memberikan kenyamanan pad...
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dalam islam merupakan hal yang
alamiyah sebagai hasil dari proses pemanfaatan sumberdaya s...
c. Pemabangunan ekonomi adalah multidimensional semua usaha harus
diserahkan pada keseimbangan berbagai faktor tidak menim...
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Pertumbuhan

ekonomi

modern

adalah

perkembangan

dalam

perekonomian yang menyebabkan ba...
Memang sudah sepantasnya setiap perekonomian pembangunan harus
memperhatikan faktor yang mengenai pertumbuhan dan mencipta...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Tugas makalah pertumbuhan ekonomi islam

3,921

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
3,921
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
53
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Tugas makalah pertumbuhan ekonomi islam"

  1. 1. Makalah Mandiri WIRAUSAHA DAERAH DALAM PERSPEKTIF PREREKONOMIAN Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah KEWIRAUSAHAAN Disusun Oleh NAMA : MAISAYARAH NIRM :1209.11.06356 SEMESTER : V ( Lima) LOKAL :C PRODI : PAI Dosen Pengampu : Hj. Erni Yusnita,S.E.M.H SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) AULIAURRASYDIN TEMBILAHAN T.A.2013/2014 1
  2. 2. KATA PENGANTAR Alhamdulillahirabbil’alamin saya ucapakan kehadirat Allah SWT karna berkat rahmat dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan tugas saya. Disamping itu tidak lupa pula untuk mengucapkan sholawat terhadap Nabi Muhammad SAW karna berkat jasa dan perjuangan beliau beserta sahabat dan keluarganya pada zaman jahiliyah. Sehingga kita semua dapat merasakan ilmu agama dan ilmu pengetahuan lainnya yang terang benderang yangt telah kita rasakan pada sekarang ini untuk itu marilah bersama-sama kita untuk tidak lupa mengucapkan rasa syukur. Berkat perjuangan Nabi, sahabat, dan keluarga, yang telah membuat umat Islam kealam yang diridhoi oleh Allah SWT. Meskipun kami telah menyelesaikan tugas mandiri ini, namun kami menyadari sepenuhnya bahwa tugas ini masih jauh dari kesempurnaan yang maksimal. Untuk itulah kepada dosen pengampu yang lebih mengetahui kekurangan atas kesempurnaan tugas ini sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan tugastugas. Tembilahan,18–Desember- 2013 Penyusun 2
  3. 3. Maisyarah DAPTAR ISI KATA PENGANTAR .......................................................................................... i DAPTAR ISI......................................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................... iii A. LATAR BELAKANG MASALAH . .............................................................. iii B. RUMUSAN MASALAH ................................................................................ iii C. TUJUAN ......................................................................................................... iii BAB II PEMBAHASAN ...................................................................................... 1 A. PENGERTIAN PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI .................................................................................................. .................................................................................................. 1 B. POTENSI PERRTUMBUHAN EKONOMI MENURUT EKONOMI ISLAM . ......................................................................................................... 2 C. INTEGRASI PERTUMBUHAN DENGAN PEMERATAAN (GROWTH EQUITY )......................................................................... D. PRINSIP PEMBANGUNAN EKONOMI MENURUT ISLAM.............. 6 9 BAB III PENUTUP .............................................................................................. 11 A. KESIMPULAN ................................................................................................ 11 B. SARAN DAFTAR PUSTAKA 3
  4. 4. BAB II PEMBAHASAN PERTUMBUHAN DAN PENBANGUNAN EKONOMI DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM A. PENGERTIAN PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI Pertumbuhan ekonomi modern adalah perkembangan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa diproduksi dalam masyarakat meningkat yang selanjutnya diiringi dengan peningkatan kemakmuran masyarakat. Dalam kegiatan ekonomi yang sebenarnya, pertumbuhan ekonomi berarti perkembangan ekonomi fiskal yang terjadi di suatu negaraa seperti pertanbahan jumlah penduduk, jumlah barang produksi industry , infra struktur, pertambahan jumlah kegiatan ekonomi yang sudah ada dan beberapa perkembangan lainnya. Analisis makro ekonomi yang dicapai suatu Negara diukur dengan perkembangan pendapatan nasional riil dicapai oleh suatu Negara yaitu Produk Nasional Bruto (PNB) atau Produk Domestik Bruto. Pembangunan ekonomi (economic development) dikaitkan dengan perkembangan ekonomi di Negara berkembang. Ahli ekonomi mengartikan istilah ini “ economic development is growth plush change”( pembangunan ekonomi adalah pertumbuhan yang diikuti oleh perubahan struktur dan corak kegiatan ekonomi. dalam kajian ekonomi kedua istilah tersebut digunakan dalam konteks yang hampir sama, banyak orang mencampuradukan istilah tersebut. Dalam hal ini tidak dapat dibenarkan, pada dasarnya tidak terlalu mempengaruhi kajian 4
  5. 5. ekonomi karna pada akhirnya akan berhubungan dengan perekonomian suatu Negara. Ekonomi islam memandang bahwa ekonomi adalah bagian dari pembangunan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi didefinisikan “ a suistained growth of a right kind output which can contribute to human welfare ( Pertumbuhan terus-menerus dari faktor produksi secara benar yang mampu memberikan kontribusi bagi kesejahtraan manusia). Maka pertumbuhan ekonomi islam merupakan hal yang sarat nilai, suatu peningkatan yang dialami oleh faktor produksi tidak dianggap sebagai pertumbuhan ekonomi jika produksi tersebut misalnya memasukkan barang-barang yang terbukti memberikan efek buruk dan membahayakan manusia. Istilah pembangunan ekonomi dalam islam ialah “ The process of allaviating poverty and provision of ease, comfort and decency in life ( proses untuk mengurangi kemiskinan serta menciptakan ketentraman, kenyamanan dan tata susila dalam kehidupan. Maka pembangunan ekonomi menurut islam bersifat multi dimensi mencakup aspek kuantitatif dan kualitatif. Tujuannya bukan semata-mata kesejahtraan material dunia tapi kesejahtraan akhirat, keduanya menyatu secara integral. B. POTENSI PERRTUMBUHAN EKONOMI MENURUT EKONOMI ISLAM Dalam pertumbuhan ekonomi ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan yaitu: Invistible resources Human Economic Growth resources Entrepreneurshi p 5
  6. 6. Technology 1. Sumber daya yang dapat di kelola (Invistible resources) Pertumbuhan ekonomi membutuhkan sumberdaya yang digunakan dalam memproduksi asset fisik untuk menghasilkan pendapatan, aspek fisik antara lain tanaman industry, mesin, Peran modal juga diperhatikan. Sehingga proses pertumbuhan ekonomi mencakup mobilisasi sumberdaya, merubah sumberdaya dalam bentuk aset produktif, serta dapat digunakan secara optimal dan efisien. Sumber modal ternbagi dua yaitu, sumber domestic/internal dan surmber eksternal. Negara muslim harus mengembangkan kerjasama ekonomi dan menahan diri tidak tergantung pada sumber eksternal. Tujuannya untuk meminimalisir beban hutang yan g berbasis bunga dan menyelamatkan generasi akan datang dari ketergantungan dengan barat. Sehingga perlu upaya untuk meningkatkan sumber daya domestic seperti tabungan dan simpanan sukarela, pajak ataupun usaha lain berupa pemindahan sumberdaya dari orang kaya kepada orang miskin. 2. Sumberdaya manusia (human resuources) Faktor penentu lain yang sangat penting adalah sumberdaya manusia, paling aktif berperan dalam pertumbuhan ekonomi. Peran Ini antara lain dalam hal eksploitasi sumberdaya yang ada, pengakumulasian modal, dan pembangunan institusi sosial ekonomi dan politik masyarakat. Pencapaian pertumbuhan ekonomi perlu adanya efisiensi dalam tenaga kerja. Membutuhkan kualitas professional dan kualitas moral. Kedua kualitas ini harus dipenuhi dan tidak dapat berdiri sendiri. Prinsip islam terlihat berbeda dengan mainstream ekonomi konvensional yang menekankan pada aspek kualitas professional dan mengabaikan kualitas moral. Moral dianggap rangkaian yang hiilang dalam kajian ekonomi, maka 6
  7. 7. islam mencoba mengembalikan nilai m oral tersebut. Menurut islam untuk dapat menjadi pelaku ekonomi yang baik, orang tersebut dituntun oleh syarat: a. Suatu kontrak kerja merupakan janji dan kepercayaan yang tidak boleh dilanggar. Karna memberikan jaminan moral seandainya ada penolakan kewajiban dalam kontrak atau pelayanan yang telah ditentukan. b. Seseorang harus berkerja maksimal ketika telah menerima gajih secara penuh, dicela apabila tidak memberi kerja yang baik. c. Dalam islam kerja merupakan ibadah, memberikan implikasi pada seseorang untuk bekerja secara wajar dan professional. 3. Wirausaha (entrepreneurship) Wirausaha merupakan kunci dalam proses pertumbuhan ekonomi memiliki fungsi dinamis yang dibutuhkan dalam suatu pertumbuhan ekonomi. Sebagai mana sabda Nabi Muhammad SAW. Dalam hadist riwayat Ahmad beliau bersabda,” Hendaklah kamu berdagang (berbisnis), karna di dalamnya terdapat 90% pintu rejeki “. Dalam hadist lain beliau bersabda, “ Sesungguhnya sebaik-baik pekerjaan adalah perdagangan (bisnis)”. Menurut M. Umer Chapra, dalam buku islam and Economic Development, bahwa cara yang paling konstruktif dalam mempercepat pertumbuhan yang berkeadialan adalah dengan membuat masyarakat dan individu untuk mampu semaksimal mungkin menggunakan daya kreasi dan artistiknya secara professional, pruktif dan efisien. Dengan demikian entrepreneurship (kewirausahaan) dan kewiraswastaan harus di tumbuhkan dan dibangun dalam jiwa masyarakaat. Dr.Muhammad Yunus menekankan pentingnya pembangunan jiwa wira usaha pembangunan ekonomi dinegara muslim yang tergolong miskin. Ia mengatakan,: “ upah buruh bukanlah satu jalan mulus bagi pengurangan kemiskinan, justru wira usahalah mempunyai potensi besar dalam meningkatkan basis asset individual dari pada yang dimiliki upah kerja. 7
  8. 8. Menumbuhkan jiwa wira usaha mendorong pengembangan usaha kecil khususnya di sector produksi akan menyerap tenaga kerja yang luas dan jauh lebih besar. Sejumlah studi yang dilakukan oleh Michigan State University dan para sarjana, menunjukan secara jelas kontribusi yang besar dan industry kecil dan usaha mikro dalam memberikan lapangan pekerjaan dan pendapatan. Mereka mampu menciptakan lapang kerja csecara tidak langsu mengembangkan pendapatan dan permintaan barang dan jasa, peralatan, bahan baku dan ekspor. Mereka adalah industry padat karya yang kurang memerlukan bantuan dana luar (asing), kadang tidak tergantung pada kredit pemerintah dibanding industry berskala besar. Karena itu, tidak mengherankan apabila muncul kesadaran yang meluas bahwa strategi industrialisasi ,modern berskala besar pada decade terdahulu secara umum gagal memecahkan masalah keterbelakangan global dan kemiskinan. Litte, scietovsky dan scott menyimpulkan bahwa industry modern berskala besar kurang menghasilkan keuntungan dari pada industry, industry besar mahal dalam hal modal menciptakan sedikit lapangan pekerjaan. Sehingga usaha mikro (industry kecil) luas suatu cara yang efektif meningkatkan sector swasta, untuk tujuan pertumbuhan dan pemerataan bagi Negara berkembang. Banyak para sarjana meragukan kontribusi industry besar dalam meningkatkan kesejahtraan masyarakat secara signifikan di banding industry kecil dan usaha mikro Sehingga Hasan Al-Banna memberikan dan mengembangkan industry rumah tangga yang utama dalam pembahasan tentang reformasi ekonomi sesuai dengan ajaran islam. Karna akan membantu penyediaan lapangan kerja produktif bagi semua anggota masyarakt miskin, sehingga mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Bahwa peran wira usaha dalam menggerakan pertumbuhan ekonomi merupakan hal yang tak terbantahkan. Kelangkaan wirausaha menyebabkan kurangnya pertumbuhan ekonomi walaupun faktor lain banyak tersedia. Islam 8
  9. 9. sangat mendorong pengembangan wirausaha untuk menggalakkan pertumbuhan ekonomi. 4. Teknologi Kemajuan teknologimerupakn sumber terpenting pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi dianggap tidak mengikuti proses sejarah secara gradual, tidak terjadi terus menerus dalam keadaan yang tidak bisa ditentukan. Dinamika tersebut erat kaitannya oleh inovasi dalam bidang teknologi. Kemajuan teknologi mencakup dua bentuk, yaitu inovasi produk berkaitan dengan produk baru sebelumnya tidak ada pengembangan produk. Sedangkan inovasi proses merupakan teknik baru yang murah dalam memproduksi produk yang ada. Islam menentang konsep teantang perubahan teknologi seperti diatas, dalam kenyataannya islam mendukung kemajuan teknologi. Perintah Al-quran untuk melakukan pencarian dan penelitian yang terdapat dalam Al-quran memerintahkan untuk melakukan eksplorasi untuk menjadikan sumberdaya alam berguna dan bermanfaat bagi manusia. C. INTEGRASI PERTUMBUHAN DENGAN PEMERATAAN ( GROWTH EQUITY ) Dr. Muhammad Qal’ah Jey dalam buku Mabahist fi Al-Iqtishad al-islami mengatakan ekonomi islam adalah mewujudkan pertumbuhan ekonomi, islam membutuhkan pertumbuhan (Growth) dan pemerataan( Equity) islam memandang pemerataan itu penting karna pertumbuhan ekonomi tidak menggambarkan kesejahtraan secara menyeluruh. Teknik pembangunan perspektif ekonomi islam adalah kita harus meninggalkan penggunaan model pertumbuhan agresif menekankan maksimalisasi tibgkat pertumbuhan sebagai indeks perencanaan pembangunan. Karna pertumbuhan ekonomi dan perkapita yang tinggi bukan menjadi tujuan utama, sebab perkapita tinggi berbeda dengan kondisi riil, kemiskinan 9
  10. 10. menggurita dan kesenjangan menganga. Contohnya kita bisa melihat PDB Indonesia pada tahun 2000. Menurut perhitungan badan statistik selama tahun 2000 itu PDB tumbuh 4,8%. Pendapatan perkapita Indonesia meningkat 14,49% dari tahun sebelumnya. Berdasarkan perhitungan BPS tersebut PDB pendudk Indonesia tahun lalu mencapai US$.700 perkapita , bila dirupiahkan angka tersebut sekitar 6,3 juta pertahun. Peningkatan kapita itu peringkat Indonesia di Asia tenggara mengalami perbaikan disbanding saat krisis ekonomi memuncak. Pendapatan rata-rata penduduk Indonesia masih tinggi dari Vietnam (US$.370),Kamboja (US$ 280) dan Laos (US$ 263). Peringkat Indonesia masih dibawah Myanmar (US$ 765), Thailand ( US$1909), dan jauh di Malaysia (US$ 3284), Brunai ( US$ 20.400) dan Singapura (US$ 22.710). Seperti halnya dengan Malaysia belum tentu baik, ditinjau dari perspektif ekonomi islam mungkin saja perekonomian yang tinggi berada ditangan segelintir konglomerat tertentu. Menentukan keberhasilan pembangunan ekonomi melalui indicator PDB Domestik Bruto dan kapita semata tidak tepat. Dalam perspektif islam pertumbuhan harus sejalan dengan keadilan dan pemertataan pendapatan. Penerapan ekonomi daerah untuk mengatasi kondisi ekonomi yang tidak seimbang. Denagan otonomi daerah diharapkan tercipta banyaknya pusat pertumbuhan, setidaknya ditingkat provinsi. Untuk mewujudkan pemerataan menurut M. Umer Chapra, ada lima unsure yaitu : a. Mengadakan pelatihan dan menyediakan lowongan kerja bagi pencari pekerja. b. Memberikan sistem upah yang pantas bagi karyawaan c. Mempersiapakan asuransi wajib untuk mengurangi penganguran, kecelakaan dan tunjagan kerja d. Memberikan bantuan padaa mereka yang cacat mental dan fisik e. Mengumpulkan, zakat, infak, sedekah, melalui undang-undag pajak. 10
  11. 11. Ada lima tindakan kebijakan ( development economic) diserta keadilan dan kestabilitas yaitu : a. Memberikan kenyamanan pada faktor manusia b. Mereduksi konsentrasi kekayaan c. Melakukan restrukturisasi keuangan d. Melakukan restrukturisasi ekonomi e. Rencana kebijakan strategis. Tujuan pokok islam dalam pembangunan pada setiap Negara adalah memotivasi manusia untuk melakukan konstruktif pembangunan yang berkeadilan. Individu kerja keras, jujur, disiplin, dan bekorban untuk mengatasi hambatan dalam perjalanan pembangunan. Prioritas dalam produksi, ekonomi islam tergantung pada tingkat perkembangan ekonomi yang dicapai, tingkatan itu dapat dikategorikan : a. Kebutuhan untuk bertahan hidup ( survival necesstities) berkaitan dengan barang apabila tidak dimiliki manusia maka menyebabkan ia meninggal. Contohnya makanan untuk orang yang kelaparan b. Kebutuhan dasar( basic needs) berkaitan dengan barang dan jasa apabila tidak dimiliki manusia mereka menyebabkan kematian, contohnya pakaian dan akomodasi c. Kebutuhan pendukung ( comforts) berkaitan dengan barang atau jasa menyebabkan kemudahan dan kenyamanan hidup, walaupun tanpa barang tesebut hidup tak mengalami kesulitan. Contohnya pakaian bagus dan AC, dll. d. Barang mewah (luxuries) barang yang tidak hanya memberikan kenyamanan tapi memeberikan prestise apabila mengkonsumsinya contohnya mobil mewah e. Barang yang merusak( harmful items) barang yang membahayakan dan merusak manusia seperti alcohol, dll. 11
  12. 12. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dalam islam merupakan hal yang alamiyah sebagai hasil dari proses pemanfaatan sumberdaya secara efisien karna tuntutan untuk mencapai kemakmuran material dalam kerangka nilai-nilainislam menghendaki : a. Tidak boleh dicapai lewat produksi barang dan jasa yang tidak sesuai denagan standar moral islami b. Tidak boleh memperlebar kesenjangan sosial antara kaya dan miskin dengan mendorong konsumsi yang mencolok c. Tidak boleh menimblkan bahaya pada generasi sekarang dan akan datang denagan merusak linkungan fisik dan moral mereka. D. PRINSIP PEMBANGUNAN EKONOMI MENURUT ISLAM Islammenawarkan konsep pembangunan Alquran dan Assunnah. Islam memperhatikan pembangunan pembangunan yang besar ekonomi yaitu menempatkan pembangunan umat pada persoalan manusia, fungsi pemnbangunan adalah membimbing manusia padaa jalur benar dan tepat. Dasar pembangunan yaitu: a. Tauhid rububiyah yaitu berdasrkan hukum Allah dan mengatur model pembangunan berdasarkan islam. b. Keadilan yaitu pembangunan yang merata (growth with equity) c. Khilafah bahwa manusia adalah wakil Allah dimuka bumi untuk memakmur bumi dan bertanggungjawab pada Allah tentang pengelolaan sumberdaya yang diamanahkan d. Tazkiyah yaitu mensucikan manusia dalam hubungannya dengan Allah. Prisip pemabangunan ekonomi adalah: a. Pembangunan ekonomi islam komprehenshif mengandung unsure spiritual, moral dan material b. Fokus utama pembangunan adalah manusia dengan linkungan kulturalnya 12
  13. 13. c. Pemabangunan ekonomi adalah multidimensional semua usaha harus diserahkan pada keseimbangan berbagai faktor tidak menimbulkan ketimpangan d. Pemanfaatan sumberdaya yang diberikan Allah pada umat manusia dan linkungan semaksimal mungkin. Sedangkan menurut Kursyid Ahmand tujuan pembangunan yaitu : 1. Pembangunan sumberdaya insani membangkitkan sikap dan apresiasi yang benar 2. Perluasan produksi yang bermanfaat meningkatkan jumlah produksi nasional dan pola produksi yang tepat 3. Perbaikan kualitas hidup yaitu, menciptakan lapangan kerja, sistem keamanan nasional yang luas efektif menjamin kebutuhan dasar masyarakat dan pembagian kekayaan pendapatan merata 4. Pembangunan yang berimbang 5. Teknologi baru sesuai dengan kebutuhan dan tepat guna 6. Berkurangnya ketergantungan pada dunia luar 13
  14. 14. BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Pertumbuhan ekonomi modern adalah perkembangan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa diproduksi dalam masyarakat meningkat yang selanjutnya diiringi dengan peningkatan kemakmuran masyarakat. Pertumbuhan ekonomi berarti perkembangan ekonomi fiskal yang terjadi di suatu negaraa seperti pertanbahan jumlah penduduk, jumlah barang produksi industry , infra struktur, pertambahan jumlah kegiatan ekonomi yang sudah ada dan beberapa perkembangan lainnya. faktor yang mempengaruhi pertumbuhan yaitu: 1. Sumber daya yang dapat di kelola (Invistible resources) 2. Sumberdaya manusia (human resuources) 3. Wirausaha (entrepreneurship) 4. Teknologi (Technology) Sedangkan menurut Kursyid Ahmand tujuan pembangunan yaitu : 1. Pembangunan sumberdaya insani 2. Perluasan produksi yang bermanfaat 3. Perbaikan kualitas hidup 4. Pembangunan yang berimbang 5. Teknologi baru sesuai dengan kebutuhan dan tepat guna 6. Berkurangnya ketergantungan pada dunia lua B. SARAN 14
  15. 15. Memang sudah sepantasnya setiap perekonomian pembangunan harus memperhatikan faktor yang mengenai pertumbuhan dan menciptakan lapangan kerja untuk mengatasi pengangguran. DAFTAR PUSTAKA Hasan al-banna majmu’at at-Rasail Alexandaria, Darud Dakwah,1986 Kursyid Ahmad, Pembangunan Ekonomi dalam perspektif islam,dalam etika politik. Jakarta: 1997 Sadono Sukiro, Pengantar teori makro ekonomi, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada199, edisi II. Sumitro Djoyohadikusumo, perkembangan pemikiran ekonomi, Jakarta: Obor Indonesia. 1990. 15

×