Your SlideShare is downloading. ×
0
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
E-Commerce
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

E-Commerce

5,160

Published on

Sistem Informasi

Sistem Informasi

Published in: Business, Technology
0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
5,160
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
244
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. E-commerce<br />Oleh :<br />Kelompok 1<br />Taufik Urrohman (1010651068)<br />Bayu Dwi Prasetyo (1010651100)<br />Imam Sahroni (1010651052)<br />Joni Nurdianto (1010651070)<br />Moch. Choirohman H (1010651064)<br />Masfit Nurrohman (1010651062)<br />Aris Yuniardi S (1010651071)<br />Refi Arifianada (1010651061)<br />Kiki Riski C (1010651051)<br />Yuni Anni I P (1010651060)<br />Kelompok 1<br />
  • 2. E-Commerce<br />Apa itu E-Commerce,...?<br /> E-Commerce secara umum dapat diartikan sebagai proses transaksi jual beli (berbisnis) secara elektronik melalui media internet.<br />Kelompok 1<br />Taufik Urrohman<br />
  • 3. Definisi E-Commerce<br /><ul><li>Menurut Robert E. Jhonson, menyatakan bahwa e-commerce merupakan suatu tindakan melakukan transaksi bisnis secara elektronik dengan menggunakan internet sebagai media komunikasi paling utama</li></ul>Menurut Mariza Arfina dan Robert Marpaung e-commerce atau yang lebih dikenal dengan e-com dapat diartikan sebagai suatu cara berbelanja atau berdagang secara online atau direct selling yang memanfaatkan fasilitas Internet dimana terdapat website yang dapat menyediakan layanan "get and deliver“ .<br />Kelompok 1<br />Taufik Urrohman<br />
  • 4. Definisi E-Commerce<br /><ul><li>MenurutDavid Baum, pengertian e-commerce adalah E-Commerce merupakan satu set dinamis teknologi, aplikasi, dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen, dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan, dan informasi yang dilakukan secara elektronik .</li></ul>Kelompok 1<br />Bryan A. Garner juga menyatakan bahwa pengertian e-commerce yang dimaksud adalah pembelian dan penjualan barang dan jasa dengan menggunakan jasa komputer online di internet <br />Taufik Urrohman<br />
  • 5. Definisi E-Commerce<br />KalakotadanWhinston (1997) mendefinisikan E-Commerce daribeberapaperespektifberikut: <br /><ul><li>Dari perspektif komunikasi, EC merupakan pengiriman informasi, produk/layanan, atau pembayaran melalui lini telepon, jaringan komputer atau sarana elektronik lainnya.
  • 6. Dari perspektif proses bisnis, EC merupakan aplikasi teknologi menuju otomatisasi transaksi dan aliran kerja perusahaan.
  • 7. Dari perspektif layanan, EC merupakan satu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, konsumen, dan manajemen dalam memangkas service cost ketika meningkatkan mutu barang dan kecepatan pelayanan.</li></ul>Kelompok 1<br /><ul><li>Dari perspektif online, EC kepasitas jual beli produk dan informasi di Internet dan jasa online lainnya.</li></ul>Taufik Urrohman<br />
  • 8. Ruang Lingkup E-Commerce<br />Electronic Data Interchange<br />Berdasarkan ruang lingkupnya, merupakan bagian dari EB, seperti gambar berikut:<br />E-Business <br /> lingkup aktifitas perdagangan dalam arti luas.<br />E-Commerce<br /><ul><li>Lingkup perdagangan yang dilakukan secara Elektronik.</li></ul>Kelompok 1<br />Perdagangan via Internet (Internet Commerce)<br />Perdagangan dengan fasilitas Web Internet (Web Commerce)<br />Perdagangan dengan sistem pertukaran data terstruktur secara elektronik (Electronik Data Interchange/EDI)<br />Taufik Urrohman<br />
  • 9. Kelebihan E-Commerce<br /><ul><li>Otomatisasi, prosesotomatisasi yang menggantikanproses manual.(“enerprise resource planning” concept)
  • 10. Integrasi, proses yang terintegrasi yang akanmeningkatkanefesiensi & efektivitasproses. (“just in time” concept)
  • 11. Publikasi, merupakanjasapromosi & komunikasiatasproduk & jasa yang dipasarkan. (“electronic cataloging” concept)
  • 12. Interaksi, pertukaran data / informasiatasberbagaipihak yang akanmeminimalkan “human error”. (“Electronic Data Interchange / EDI*” concept)</li></ul>Kelompok 1<br />Transaksi, kesepakatanantara 2 pihakuntukmelakukantransaksi yang melibatkaninstitusilainnyasebagaipihak yang menanganipembayaran. (“electronic payment” concept)<br />Bayu Dwi Prasetyo<br />
  • 13. Perbandingan Proses Kerja E-Commerce Vs Manual<br />Kelompok 1<br />Proses Kerja Perdagangan Manual<br />Bayu Dwi Prasetyo<br />
  • 14. Perbandingan Proses Kerja E-Commerce Vs Manual<br />Kelompok 1<br />Proses Kerja denganE-Commerce<br />Bayu Dwi Prasetyo<br />
  • 15. Perbandingan Proses Kerja E-Commerce Vs Manual<br />Dari gambar tersebut, jelas terlihat perbedaan mendasar antara proses manual dengan e-commerce, dimana pada proses e-commerce terjadi efisiensi pada penggunaan fax, percetakan dokumen, entry ulang dokumen, serta jasa kurir.<br />Efisiensi tersebut akan menunjukkan pengurangan biaya dan waktu/kecepatan proses. Kualitas transfer data pun lebih baik, karena tidak dilakukan entry ulang yang memungkinkan terjadinya human error.<br />Kelompok 1<br />Bayu Dwi Prasetyo<br />
  • 16. Keuntungane-commerce bagiPerusahaa/Produsen<br />Perusahaan-perusahaan dapat menjangkau pelanggan di seluruh dunia. Tidak ada batasan wilayah dan waktu, sehingga memberikan jangkauan pemasaran yang luas dan tak terbatas oleh waktu.<br />Menurunkan biaya operasi (operating cost), dimana biaya tersebut tidak digunakan untuk gedung dan pelayanan pelanggan (customer service). <br />Meningkatkan market exposure (pangsa pasar).<br />Pelaku bisnis dapat mengumpulkan informasi mengenai para pelanggannya melalui penggunaan cookies.<br />Kelompok 1<br />Refi Arifianada<br />
  • 17. KeuntunganbagiKonsumen<br />Memungkinkan transaksi jual beli secara langsung, mudah dan cepat serta nikmat.<br />Disintermediation adalah proses meniadakan calo dan pedagang perantara.<br />Menggunakan digital cash atau elektronik cash (e-cash). Tanpa harus membayar dengan uang tunai.<br />Serta harga jauh lebih murah dan bisa berbelanja di satu tempat (tanpa harus berjalan kemana-mana).<br />Kelompok 1<br />Refi Arifianada<br />
  • 18. Keuntunganbagi Masyarakat Umum dan Pemerintah<br />Semakin banyak manusia yang bekerja dan beraktifitas di rumah dengan menggunakan internet berarti mengurangi perjalanan untuk bekerja, belanja, dan aktifitas lainnya, sehingga mengurangi kemacetan jalan dan mereduksi polusi udara.<br />Meningkatkan daya beli dan kesempatan masyarakat untuk mendapatkan produk atau service yang terbaik karena perusahaan yang mengeluarkan produk atau service dapat menjualnya lebih murah karena biaya produksi yang rendah.<br />Mengurangi pengangguran karena masyarakat semakin bergairah untuk berbisnis karena cara kerja yang gampang dan tanpa modal yang besar.<br />Meningkatkan daya kreatifitas masyarakat, berbagai jenis produk dapat dipasarkan dengan baik, sehingga akhirnya juga membantu pemerintah untuk menggairahkan perdagangan khususnya usaha kecil menengah.<br />Kelompok 1<br />Refi Arifianada<br />
  • 19. Kekurangan dari E-Commerce<br />Isu keamanan yang banyak tersebar bahwa banyak terjadi penipuan dalam berbelanja melalui e-commerce.<br />Pembajakan kartu kredit, stock exchange fraud, banking fraud, hak atas kekayaan intelektual, akses ilegal ke system informasi (hacking) perusakan web site sampai dengan pencurian data.<br />Ketidaksesuaian jenis dan kualitas barang yang dijanjikan.<br />Kelompok 1<br />Yuni Anni Iaga P<br />
  • 20. Kekurangan dari E-Commerce<br />Ketidaktepatan waktu pengiriman barang.<br />No cash payment. Jadi anda harus memiliki kartu ATM atau kartu kredit.<br />Indonesia belum memiliki perangkat hukum yang mengakomodasi perkembangan e-commerce.<br />Masalah kultur, yaitu sebagian masyarakat kurang merasa puas bila tidak melihat langsung barang yang akan dibelinya.<br />Kelompok 1<br />Yuni Anni Iaga P<br />
  • 21. Kelemahan Sistem E-Commerce<br />Harga produk yang tidak bisa ditawar-tawar.<br />Kondisi produk yang meragukan (baik atau buruk).<br />Beresiko tinggi kartu kredit dapat dilacak oleh hacker dan terkena hack.<br />Kurang terjaminnya pengiriman barang akan segera dilakukan pihak web e-commerce setelah melakukan transaksi pembayaran.<br />Kelompok 1<br />Yuni Anni Iaga P<br />
  • 22. Karakteristik E-Commerce<br />Terjadinya transaksi antar dua belah pihak<br />Adanya pertukaran barang, jasa dan informasi<br />Internet merupakan medium utama dalam proses atau mekanisme perdagangan (transaksi) tersebut.<br />Kelompok 1<br />Moch. Choirohman H<br />
  • 23. Karakteristik E-Commerce<br />MenurutNurfansa Wira Sakti :<br />Transaksi tanpa batas Penawaran produk ke para pelanggan dengan memasang iklan di website yang dapat di akses 24 jam (tanpa batas) secara online.<br />Transaksi anonim  Para penjual dan pembeli dalam transaksi tidak harus bertemu muka satu dengan yang lainnya.<br />Kelompok 1<br />Moch. Choirohman H<br />
  • 24. Karakteristik E-Commerce<br />MenurutNurfansa Wira Sakti :<br />Produk digital dan non digital  produk-produk digital seperti software komputer, musik dan produk lain yang bersifat digital dapat dipasarkan melalui internet dengan cara mendownload. <br />Produk barang yang tak berwujud<br />Kelompok 1<br />Moch. Choirohman H<br />
  • 25. Jenis-jenis Transaksi E-commerce<br />Busines to Busines (B2B)<br />Bussines to Cunsumer (B2C)<br />Consumer to Consumer (C2C)<br />Consumer to Bussines (C2B)<br />Non-Bussines Electronic Commerce<br />Intrabussines (Organizational) Electronic Commerce.<br />Kelompok 1<br />Joni Nurdianto<br />
  • 26. A. Busines to Busines (B2B)<br /> Busines to Busines (B2B) juga dapat diartikan sebagai sistem komunikasi bisnis online antar pelaku bisnis (Onno W. Purbo, 2000:2), terdiriatas:<br />Transaksi Inter-Organizational System (IOS), misalnya transaksi extranest, electronic funds transfer, electronic forms dan lain-lain.<br />Transaksi pasar elektronik (electronic market transfer).<br />Kelompok 1<br />Joni Nurdianto<br />
  • 27. Karakteristik Busines to Busines (B2B)<br />Trading Partners yang sudah diketahui dan umumnya memiliki hubungan (relationship) yang cukup lama. Informasi hanya dipertukarkan dengan partner tersebut. Sehingga jenis informasi yang dikirimkan dapat disusun sesuai kebutuhan dan kepercayaan (trust).<br />Pertukaran data (data exchange) berlangsung berulang-ulang dan secara berkala, dengan format data yang sudah disepakati bersama. Sehingga memudahkan pertukaran data untuk dua entiti yang menggunakan standar yang sama.<br />Salah satu pelaku dapat melakukan inisiatif untuk mengirimkan data, tidak harus menunggu partner.<br />Model yang umum digunakan adalah per-to-per, dimana processing intelligence dapat didistribusikan di kedua belah pihak.<br />Kelompok 1<br />Joni Nurdianto<br />
  • 28. Busines to Busines (B2B)<br />Kelompok 1<br />kelompok ini sering disebut sebagai transaksi antar perusahaan<br />Joni Nurdianto<br />
  • 29. B. Bussines to Cunsumer (B2C)<br />Bussines to Cunsumer (B2C) merupakan transaksi ritel dengan pembeli individual.<br />Selain itu Bussines to Cunsumer (B2C) juga dapat berarti mekanisme toko online(electronic shoping mall) yaitu transaksi antara e-merchant dengan e-customer.<br />Kelompok 1<br />Joni Nurdianto<br />
  • 30. Karakteristik Bussines to Cunsumer (B2C)<br />Terbuka untuk umum, dimana informasi disebarkan ke umum.<br />Servis yang diberikan bersifat umum (generic) dengan mekanisme yang dapat digunakan oleh khayalak ramai. Sebagai contoh, karena sistem web sudah umum digunakan maka servis diberikan dengan menggunakan basis web.<br />Servis diberikan berdasarkan permohonan (on demand). Consumer melakukan inisiatif dan produser harus siap memberikan respon sesuai dengan permohonan.<br />Pendekatan client/server sering digunakan dimana diambil asumsi client (consumer) menggunakan sistem yang minimal (berbasis web) dan processing (bussines procedure) diletakan di sisi server.<br />Kelompok 1<br />Joni Nurdianto<br />
  • 31. Bussines to Cunsumer (B2C)<br />Kelompok 1<br />Dan kelompok ini sering juga disebut sebagai transaksi pasar.<br />Joni Nurdianto<br />
  • 32. 1. Consumer to Consumer (C2C)<br />Consumer to Consumer (C2C) merupakan transaksi dimana konsumen menjual produk secara langsung kepada konsumen lainnya. <br />Juga seorang individu yang mengiklankan produk barang atau jasa, pengetahuan, maupun keahliannya di salah satu situs lelang.<br />Kelompok 1<br />Imam Sahroni<br />
  • 33. 2. Consumer to Bussines (C2B)<br />Consumer to Bussines (C2B) merupakan individu yang menjual produk atau jasa kepada organisasi dan individu yang mencari penjual dan melakukan transaksi (Munir Fuady, 2005:408).<br />Kelompok 1<br />Imam Sahroni<br />
  • 34. 3. Non-Bussines Electronic Commerce<br />Non-Bussines Electronic Commercemeliputi kegiatan non bisnis seperti kegiatan lembaga pendidikan, organisasi nirlaba, keagamaan dan lain-lain (Munir Fuady, 2005 : 408).<br />Kelompok 1<br />Imam Sahroni<br />
  • 35. 4. Intrabussines (Organizational) Electronic Commerce<br />Kegiatan ini meliputi semua aktivitas internal organisasi melalui internet untuk melakukan pertukaran barang, jasa, dan informasi, menjual produk perusahaan kepada karyawan, dan lain-lain (Munir Fuady, 2005 : 408).<br />Kelompok 1<br />Imam Sahroni<br />
  • 36. Komponen Utama E-Commerce<br />Berikut ini beberapa komponen utama e-commerce :<br /><ul><li>Electronic Data Interchange (EDI)
  • 37. Digital Currency
  • 38. Electronik Catalogs
  • 39. Intranets dan Extranets</li></ul>Kelompok 1<br />Kiki Riski Cameliya<br />
  • 40. Electronic Data Interchange (EDI) Didefinsikan sebagai pertukaran data antar komputer antar berbagai organisasi atas suatu informasi terstruktur dalam format yang standar dan bisa diolah oleh komputer.<br /><ul><li>Digital Currency</li></ul> Digital Currency dimaksudkan untuk memungkinkan user untuk memindahkan dananya secara elektronik dalam lingkungan kerja tertentu.<br />Kelompok 1<br />Kiki Riski Cameliya<br />
  • 41. Electronic Catalogs Electronic Catalogs (e-catalogs) telah berada pada aplikasi yang dirancang untuk internet dan merupakan kompnen utama dari sistem e-commerce. E-catalogs merupakan terjadinya transaksi antar muka grafis yang umumnya berbentuk halaman WWW dimana menyediakan informasi tentang penawaran produk dan jasa.<br />Kelompok 1<br />Kiki Riski Cameliya<br />
  • 42. Intranets dan Extranets<br /> intranets merupakan kumpulan website yang dimiliki oleh suatu kelompok (biasanya perusahaan) yang bisa diakses hanya oleh anggota kelompok tersebut.<br /> sedangkan extranets disini merupakan area tertentu dari intranet yang bisa diakses oleh kelompok di luar anggota intranet, tapi dengan otorisasi tertentu. <br />Kelompok 1<br />Kiki Riski Cameliya<br />
  • 43. Standart teknologi E-Commerce<br />Electronic Data Interchange (EDI)<br />Open Buying on the Internet (OBI)<br />Open Trading Protocol (OTP)<br />Open Profiling Standard (OPS)<br />Secure Socket Layer (SSL)<br />Secure Electronic Transactions (SET)<br />Kelompok 1<br />Aris Yuniardi S<br />
  • 44. Electronic Data Interchange (EDI)<br />standar struktur dokumen yang dirancang untuk memungkinkan organisasi besar untuk mengirimkan informasi melalui jaringan private.<br /><ul><li>Open Buying on the Internet (OBI)</li></ul>standar yang dibuat oleh Internet Purchasing Roundtable yang akan menjamin bahwa berbagai sistem e-commerce dapat berkomunikasi satu dengan lainnya. <br />Kelompok 1<br />Aris Yuniardi S<br />
  • 45. Open Trading Protocol (OTP)Menstandarisasi berbagai aktifitas yang berkaitan dengan proses pembayaran, seperti perjanjian pembelian, resi untuk pembelian, dan pembayaran.<br /><ul><li>Open Profiling Standard (OPS)</li></ul>OPS memungkinkan pengguna untuk membuat sebuah profil pribadi dari kesukaan masing-masing pengguna yang dapat dia share dengan merchant.<br />Kelompok 1<br />Aris Yuniardi S<br />
  • 46. Secure Socket Layer (SSL)<br />teknik enkripsi public key untuk memproteksi data yang di kirimkan melalui Internet<br /><ul><li>Secure Electronic Transactions (SET)</li></ul>SET akan mengenkodekan nomor kartu kredit yang di simpan di server merchant. Standar ini di buat oleh Visa dan MasterCard<br />Kelompok 1<br />Aris Yuniardi S<br />
  • 47. Dampak E-Commerce<br />Dampakpositifbagiaktivitaspemasaran, diantaranya :<br />Memudahkanpromosiprodukdanjasasecarainteraktifdanreal time melaluisalurankomunikasilangsung via internet.<br />Menciptakansalurandistribusibaru yang dapatmenjangkaulebihbanyakpelanggandihampirsemuabelahandunia.<br />Memberikanpenghematansignifikandalamhalbiayapengirimaninformasidanprodukterdigitalisasi (contohnya: perangkatlunakdanmusik).<br />Menekanwaktusiklusdantugas-tugasadministratif (terutamauntukpemasaraninternasional) mulai dari pesanan hingga pengiriman produk.<br />Layananpelanggan yang lebihresponsifdanmemuaskan, karenapelangganbisamendapatkaninformasilebihrincidanmeresponcepatsecaraonline.<br />Kelompok 1<br />Masfit Nurrohman<br />
  • 48. Dampak E-Commerce<br />Dampak negatifnya, yaitu :<br />1. Kehilangan segi finansial secara langsung karena kecurangan. Seorang penipu mentransfer uang dari rekening satu ke rekening lainnya atau dia telah mengganti semua data finansial yang ada.<br />2. Pencurian informasi rahasia yang berharga. Gangguan yang timbul bisa menyingkap semua informasi rahasia tersebut kepada pihak-pihak yang tidak berhak dan dapat mengakibatkan kerugian yang besar bagi si korban.<br />3. Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan. Kesalahan ini bersifat kesalahan non-teknis seperti aliran listrik tiba-tiba padam.<br />Kelompok 1<br />Masfit Nurrohman<br />
  • 49. Dampak E-Commerce<br />Dampak negatifnya, yaitu :<br />4. Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak. Misalkan seorang hacker yang berhasil membobol sebuah sistem perbankan. Setelah itu dia memindahkan sejumlah rekening orang lain ke rekeningnya sendiri.<br />5. Kehilangan kepercayaan dari para konsumen. Ini karena berbagai macam faktor seperti usaha yang dilakukan dengan sengaja oleh pihak lain yang berusaha menjatuhkan reputasi perusahaan tersebut.<br />6. Kerugian yang tidak terduga. Disebabkan oleh gangguan yang dilakukan dengan sengaja, ketidakjujuran, praktek bisnis yang tidak benar, kesalahan faktor manusia, kesalahan faktor manusia atau kesalahan sistem elektronik.<br />Kelompok 1<br />Masfit Nurrohman<br />
  • 50. Kelompok 1<br /><ul><li>Definisi E-Commerce
  • 51. Kelebihan E-Commerce
  • 52. Keuntungan E-Commerce
  • 53. Kekurangan E-Commerce
  • 54. Karakteristik E-Commerce
  • 55. Jenis-jenis Transaksi E-Commerce
  • 56. Jenis Perkembangan Transaksi E-Commerce
  • 57. Komponen E-Commerce
  • 58. Standarisasi Teknologi E-Commerce
  • 59. Dampak-dampak E-Commerce</li></ul>E-Commerce<br />Kelompok 1<br />

×