• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Usia madya part  2
 

Usia madya part 2

on

  • 989 views

 

Statistics

Views

Total Views
989
Views on SlideShare
989
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
6
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Usia madya part  2 Usia madya part 2 Presentation Transcript

    • Penyesuaian Pekerjaan Pada Usia Madya Perbedaan jenis kelamin dalam penyesuaian pekerjaan Faktor-faktor yang mempengaruhi penyesuaian pekerjaan pada usia madya Penilaian terhadap penyesuaian pekerjaan Penyesuaian diri dengan ambang masa pensiun Bahaya pekerjaan pada usia madya Next
    • Kondisi yang Mempengaruhi Penyesuaian Pekerjaan Kepuasan pekerjaan Kesempatan promosi Harapan pekerjaan Meningkatnya pengunaan otomatisasi Sikap pasangan Sikap terhadap usaha besar Sikap terhadap teman sekerja Relokasi Back
    • Perubahan Kondisi Bekerja yang Mempengaruhi Pekerjaan Berusia Madya Sikap sosial yang tidak menyenangkan Strategi perekrutan karyawan Meningkatnya penggunaaan otomatisasi Kerja kelompok Peranan istri Masa pensiun wajib Kekuasaan bisnis besar Relokasi Back
    • Bahaya Pekerjaan Kegagalan dalam mencapai cita-cita awal Mandirinya kreativitas Kebosanan Keagungan Perasaan Terperangkap Pengangguran Mobilitas geografis Back
    • Penyesuaian Keluarga Pada Usia Madya Penyesuaian terhadap perubahan pola keluarga Masa dewasa dini sebagai masa kreatif Penyesuaian diri dengan pasangan Penyesuaian seksual Penyesuaian terhadap pihak keluarga pasangan Penyesuaian diri dengan masa kakek atau nenek Penyesuaian diri dengan hidup sendiri Penyesuaian diri dengan hilangnya pasangan Bahaya perkawinan pada usia madya
    • Kondisi yang Merumitkan PenyesuaianDiri Terhadap Perubahan Pola Keluarga Pada Usia Madya  Perubahan fisik  Hilangnya peran sebagai orangtua  Kurangnya persiapan  Perasaan Kegagalan  Merasa tidak berguna lagi  Kekecewaan terhadap perkawinan  Merawat anggota keluarga berusia lanjut Back
    • Penyesuaian Seksual Kepuasan seksual bagi pria dan wanita bertambah besar, apabila pada waktu suami istri melakukan hubungan seksual dapat diselesaikan dengan sempurna oleh kedua pihak, sedangkan bagi yang penyesuaian seksualnnya tidak memuaskan tidak perlu mengakibatkan perceraian. Berikut ini masalah yang dialami pada proses penyesuaian seksual yang tidak memuaskan. Penyebab dari penyesuaian seksual yang buruk Efek kepuasan yang diperoleh dari hubungan seksual
    • Penyebab dari Penyesuaian Seksual yang Buruk Faktor yang mengakibatkan penyesuaian hubungan seksual tidak memuaskan, antara lain:1. Keinginan untuk melakukan hubungan seksual bagi pria berbeda dengan wanita.2. Penyesuaian seksual yang buruk sering terjadi apabila pria menjadi kehilangan gairah dan keperkasaan seksualnya.
    • 3. Selama usia empat puluhan dan awal lima puluhan, hambatan seksual bagi wanita hilang dan gairah seksual lebih besar4. Beberapa wanita usia tengah baya, menyadari bahwa hal itu merupakan kesempatan terakhir untuk mempunyai anak5. Wanita usia tengah baya memperoleh sedikit kepuasan seksual dari hubungan seksual yang dilakukannya, atau mereka merasa tidak tertarik lagi pada suaminya, atau karena keperluan tertentu dalam pernikahannya sehingga dia berinisiatif untuk menghentikan hubungan seksual.
    • Efek Kepuasan yang Diperoleh dari Hubungan SeksualGairah dan kepuasan seksualwanita selama usia tengahbaya menurun, terutamakarena disebabkan oleh sikapdan perilaku suaminya.Sebaliknya menurunnyagairah dan kepuasan seksualpria terutama disebabkan olehkondisi di dalam dirinyasendiri. Back
    • Kondisi yang Mempengaruhi PenyesuaianDiri dalam Merawat Orang Tua Usia Lanjut Pembalikan Tempat tinggal Tingkat tanggung jawab Hubungan orang tua usia lanjut dengan orang berusia madyaJenis kelamin orangtua usia lanjut Pengalaman awal bersama orangtua usia lanjut Sikap terhadap orang tua usia lanjut
    • Peranan yang Dimainkan Orang Tua Usia Lanjut Dewasa Ini Peran formal Peran berusaha lucu Peran orang tua pengganti Peran “Danau Sumber Kebijaksanaan Keluarga” Peran tokoh jarak jauh Back
    • Penyesuaian Diri dengan Hidup Sendiri Pada usia madya, kebanyakan pria dan wanita telah menyesuaikan diri sebagai single dan selalu bahagia dengan pola hidup, tang telah ia bangin bagi dirinya sendiri. Pada umumnya wanita cukup realis untuk mengetahui bahwa usia mereka lewat 40, kesempatan mereka untuk menikah semakin kecil. Sedangkan pria yang lajang pada usia madya menghendaki atas dasar pertimbangan sosial, mereka labih beruntung dan mereka tahu bahwa mereka dapat menikah kapan saja mereka mau.
    • Apalagi jika mereka mempunyai aspirasi yang tinggi untuk berhasil dalam karir mereka akan lebih senang mempersembahkan waktu dan tenaganya untuk terus bekerja demi kemajuannya. Selama perkawinan, mereka beranggapan bahwa perkawinan justru banyak menimbulkan masalah baik pria maupun wanita usia tengah baya, mereka memilih tetap membujang pada usia tersebut. Back
    • Penyesuaian Diri dengan Hilangnya Pasangan Kehilangan pasangan karena perceraian Kehilangan pasangan karena kematian Menikah lagi
    • Masalah Umum Masa Menjanda Masalah ekonomi Masalah sosial Masalah keluarga Masalah praktis Masalah seksual Masalah tempat tinggal Back
    •  Bahaya Perkawinan Bagi usia madya serupa dengan orang yang berusia dewasa dini,sebagian besar bahaya tersebut berasal dari perubahan dalam polakehidupan keluarga yang terjadi pada waktu usia madya. Perubahan Peran Perubahan peran pada waktu anak-anak meninggalkan rumah, diamenemukan dirinya pada posisi yang hampir sama dengan pria dimasapensiunan atau masa menganggur. Kebosanan Seorang pekerja biasanya meras bosan ketika terasa rutin karenaotomatisasi atau bosan dengan pekerjaan dimana hanya terdapat sedikitkesempatan untuk pengembangan karier.
    •  Oposisi terhadap Perkawinan Anak Orang tua yang tidak setuju dengan perkawinan anaknya akan menjadipenghalang dalam menyeseuaikan diri dengan cara meninggalkan rumah. Hal inibisa menjadi penghalang antara pihak orang tua dengna pihak anaknya. Ketidakmampuan Membangun Hubungan yang Memuaskan dengan Pasangan Pribadi Banyak pria dan wanita dapat melakuakan penyesuaian perkawinan inidengan berhasil dn bahkan lebih bahagia dalam perkawinanya dari pada yangdialaminya selama masih merawat anak-anak tetpi bagi orang lain hal inimerupakan transisi yang membahanyakan. Penyesuaian Seksual Faktor tersebut membahayakan penyesuaian perkawinan dan sangatmenambah kekecewaan terhadap perkawinan selama periode tersebut.
    •  Merawat Orang Tua Usia Lanjut Merawat orang tua usia lanjut di rumah sendiri meruapakan bahaya yangserius bagi kebanyakan pasangan usia madya karena tugas tersebut menganggupenyesuaian mereka satu sama lain setelah anak-anak mulai meninggalkan rumah Hilangnya Pasangan Hilanganya pasangan karena kematian atau percerian selam usia madyameruapakan bahaya terhadap penyesuaian sosial dan pribadi yang baik, karenabanyakny masalah, yanga telah dbahas diatas, yang berasal dari akibat kematianatau perceraian. Kawin Lagi Kawin lagi pada usia madya nampaknya menjadi berbahaya, khususnyaapabila karena perceraian. Perkawinan denga alasan demikian akan berakhir denganperceraian dari pada perkawina orang yang berusia lebih muda yang kawin lagisetelah cerai.
    • Penilaian Penyesuaian Diri Dengan Usia Madya Usia madya seyogyanya merupakan masa “purna” dan masa kebebasan baru bukan hanya dari perawatan dan tanggung jawab akan rumah, tetapi juga dari masalah dan beban eakonomi. Banya orang pada usia madya menganggap sebagai masa penyealan, kekecewaan, dan secara umum tidak bahagia. Ada empat kriteria yanga digunkan untuk mengukur tingkat kemudahan penyesuaian seseorang tehadap usia madya, yaitu: prestasi, tingkat emosional, efek pada kepribadian, dan kebahagiaan.
    • Sikap yang Menentang PemantapanHbungan Baik Dengan PasanganSikap SuamiTidak Puas dengan penyesuaian dalam hidup sesksual.Jika suami berhasil dalam karier, ia merasa bahwa istrinyatidak mendukung keberhasilanya.Apabila ia gagal dalam kariernya maka ia beranggapanbahwa istrinya tidak mendukung pengembangan suaminya.Perasaan bahwa istrinya mempunyai perbedaan sikap dankesenangan yang besar, kerna istrinya sering menolak untuktertarik sesuatu yang dianggap penting baginya.Sikap mengkritik terhadap cara pengeloalaan rumah dankeuangan oleh strinya dan suatu kepercayaan bahwa metodepelatihan bagianaknya telah dilakukan dengan cara serbamembolehkan atau sangat longgar.Tidak puas terhadap penampilan istri.Perasaan bahwa istrinya mendominasi dirinya danmemperakukanya seperti anka kecil.
    • Sikap IstriTidak puas dengan penyesuaian seksualKehilangan fantasi dengan suaminya karena ia tidak berhasildalam kariernya.Merasa dijadikan budak di rumah atau oleh saudaranya yanglebih tua.Menduga bahwa suaminya kikir dalam membelanjakan uanguntuk berpakain dan rekreasi.Keyakinan bahwa suaminya tidak menghargai waktu dan usahayang telah dilakukan untuk kegiatan rumah tangga.Perasaan bahwa suaminya lebih tertarik pada karier daripadadirinyaPerasaan bahwa suaminnya menggunakan terlalu banak waktudan uang untuk saudara-saudarannya.Perasaan curiga bhwa suaminnya terlibat dengan perempan laindengan hubungan cinta.
    • Penilaian Penyesuaian Diridengan Usia Madya Prestasi Tingkat emosional Efek pada kepribadian Kebahagiaan