Tugas belajar dan pembelajaran

  • 12,053 views
Uploaded on

tugas UAS untuk mata kuliah belajar dan pembelajaran

tugas UAS untuk mata kuliah belajar dan pembelajaran

More in: Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
12,053
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
191
Comments
0
Likes
2

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Nama : Siti Nur KhairiahNIM : 3213113148Kelas : 3EProdi : Tadris Bahasa Inggris1. Deskripsikan pengertian belajar dan pembelajaran! Belajar adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar dan disengaja untuk memperoleh perubahan tingkah laku sebagai hasil pengalaman dalam interaksi dengan lingkungan. Jadi dalam kegiatan belajar itu seseorang sadar dan melakukan upaya untuk mencapai perubahan tingkah laku dari yang semula tidak bisa membaca menjadi bisa membaca, dari yang semula tidak bisa menulis menjadi bisa. Pembelajaran adalah suatu usaha untuk membuat peserta didik belajar dengan kata lain didalam pembelajaran terdapat kegiatan memilih, menetapkan, dan mengembangkan. Sehingga bisa di tarik kesimpulan bahwa aspek yang terlibat adalah pesert didik, proses belajar dan situasi belajar.2. Uraikan beberapa bentuk belajar! Buatlah satu contoh penerapan bentuk belajar responden, kontiguitas, operant, observasional, dan kognitif dalam pembelajaran bahasa inggris! a. Belajar Responden adalah suatu bentuk belajar dengan memberikan stimulus sehingga muncul suatu respon dari peserta didik. Contoh : saat guru bahasa inggris masuk kelas. Maka terlebih dahulu menanyakan kabar How are you my student? Maka guru menulis dipapan tulis terlebih dahulu kalau ada pertanyaan How are you my student maka jawabannya adalah “I am fine, thank you”. Awal pertemuan masih menggunakan bantuan tulisan di papan tulis agar peserta didik bisa merespon stimulus yang diberikan. Dan jika stimulus berupa pertanyaan tersebut dilakukan setiap awal pertemuan maka setelah beberapa kali dilakukan pendidik tidak perlu lagi menulis dipapan tulis karena peserta didik sudah bisa merespon stimulus yang diberikan. b. Belajar Kontiguitas adalah bentuk belajar yang berupa stimulus yang dapat menghasilkan suatu perubahan dalam perilaku karena terjadi pengulangan peristiwa. Contoh peserta didik dapat menjawab “five plus one equal six” karena 1
  • 2. sebelumnya peserta didik sudah diberi pengetahuan tentang angka dan pengoperasiannya. c. Belajar Operant adalah suatu bentuk belajar sebagai akibat reinforsemen. Jadi akan adanya reaksi spontan yang timbul dari peserta didik. Contoh : saat guru menulis dipapan tulis sambil berkata “bahasa inggrisnya rumah sama dengan house” dan ada peserta didik yang sudah mengerti spontan menjawab house tanpa ada perintah dari guru. Maka itu disebut bentuk belajar operant. d. Belajar Observasional yaitu orang dapat belajar dengan mengamati orang lain melakukan apa yang dipelajari. Contoh: guru mengajak salah satu peserta didik untuk melakukan percakapan bahasa inggris berupa “what is your name?” peserta didik menjawab “ I am budi” dan peserta didik yang di duduk dibangku disuruh mengamati percakapn antara pendidik dan peserta didik yang ditunjuk agar paham dan mengerti tujuan dari pertanyaan tersebut. e. Belajar Kognitif berarti menggunakan kemampuan kognitif. Contoh: pendidik memberikan pengetahuan dan pemahaman materi kepada peserta didik kemudian mengadakan post test dan hasil dari test tersebut berupa nilai kognitif.3. Jelaskan beberapa prinsip belajar dan pembelajaran ! buatlah satu contoh dari penerapan dari prinsip tersebut dalam pembelajaran! a. Prinsip motivasi sebagai bentuk tenaga pendorong agar memiliki energy atau kekuatan melakukan sesuatu dengan semangat. Perubahan energy tersebut kemudian membentuk suatu aktivitas nyata dalam berbagai bentu kegiatan. Contohnya adalah guru dalam setiap mengajar memberikan motivasi ataupun kata-kata yang memberikan peserta didik untuk termotivasi dalam meraih cita- cita. Seperti dalam film Laskar Pelangi. b. Prinsip Transfer dan retensi 1. Tujuan dan daya ingat menguat retensi. 2. Bahan yang bermakna bagi pelajar dapat diserap lebih baik. 3. Retensi seseorang dipengaruhi oleh kondisi psikis dan fisik dimana proses belajar itu terjadi. 4. Latihan yang terbagi bagi memungkinkan retensi yang lebih baik. 5. Penelaahan bahan factual, ketrampilan dan konsep dapat meningkatkan retensi. 6. Proses belajar cenderung terjadi bila kegiatan yang dilakukan dapat memberikan hasil yang memuaskan. 2
  • 3. 7. Proses saling mempengaruhi dalam belajar akan terjadi bila bahan baru yang sama dipelajari mengikuti bahan yang lalu. 8. Pengetahuan tentang konsep, prinsip dan generalisasi dapat diserap dengan baik dan dapat diterapkan lebih berhasil dengan cara menghubung-hubungkan penerapan prinsip yang dipelajari dengan memberikan ilustrasi unsure-unsur yang serupa. 9. Transfer hasil belajar dalam situasi baru lebih mendapat kemudahan bila hubungan-hubungan yang bermanfaat dalam situasi yang khas dan dalam situasi yang agak sama dapat diciptakan. 10. Tahap akhir proses belajar seyogyanya memasukkan usaha untuk menarik generalisasi yang pada gilirannya nanti dapat lebih memperkuat retensi dan transfer.c. Prinsip Keaktifan menurut Glasers Ferld adalah: 1. Memberi kesempatan, peluang seluas-luasnya kepada siswa untuk berkreativitas dalam proses belajarnya. 2. Memberi kesempatan melakukan pengamatan, penyelidikan atau inquiry dan eksperimen. 3. Memberi tugas individual atau kelompok melalui control guru. 4. Memberikan pujian verbal dan non verbal terhadap siswa yang memberikan respon terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. 5. Menggunakan multi metode dan multimedia didalam pembelajaran. Contoh: Guru memberikan nilai pada anak yang aktif bertanya ataupun menjawab.d. Prinsip Keterlibatan Langsung. 1. Mengaktifkan peran individual atau kelompok kecil didalam menyelesaikan tugas. 2. Menggunakan media secara langsung dan melibatkan siswa dalam praktik penggunaan tersebut. Memberi keleluasan kepada siswa untuk melakukan berbagai percobaan atau eksperimen. 3. Memberikan tugas-tugas praktik. 3
  • 4. e. Prinsip pengulangan. Bagi guru adalah memilih pembelajaran kemudian merancangnya dengan kegiatan pengulangan dan mengembangkannya dalam bentuk soal dan mengimplementasikan kegiatan-kegiatan pengulangan yang bervariasi. Bagi siswa adalah dituntut untuk melakukan pengulangan latihan secara kontinu terhadap materi yang disampaikan. Bisa juga mengerjakan soal-soal latihan. f. Prinsip Tantangan adalah prinsip yang berdasar bahwa siswa dapat tertantang dalam suatu pelajaran yaitu pendidik melakukan kegiatan seperti: 1. Merancang dan mengelola kegiatan inquiry dan eksperimen. 2. Memberikan tugas-tugas pemecahan masalah kepada siswa. 3. Mendorong siswa untuk membuat kesimpulan pada setiap sesi pembelajaran. 4. Mengembangkan bahan-bahan pembelajaran yang menarik. 5. Membimbing siswa menemukan fakta, konsep, prinsip dan generalisasi. 6. Merancang dan mengelola kegiatan diskusi. g. Prinsip Balikan dan Penguatan yaitu prinsip yang bertujuan membangkitkan motivasi belajar peserta didik, merangsang peserta didik untuk berfikir, menimbulkan perhatian peserta didik, menimbulkan inisiatif secara pribadi dan menegndalikan serta mengubah sikap negative peserta didik dalam belajar kea rah perilaku yang mendukung belajar. h. Prinsip Perbedaan Individual. Adalah prinsip yang ditujukan pada peserta didik karena adanya variasi dan beragamnya criteria peserta didik. Jadi pendidik perlu melakukan pengembangan kearah individual peserta didik tentang pemahaman dalam pembelajaran. Contoh: siapa yang mau jadi pilot sama guru ditanyakan alasan, trus ada yang mau jagi guru begitu juga dengan siswa yang lain.4. Jelaskan beberapa model pengembangan sistem pembelajaran! Buatlah satu contoh penerapan model pengembangan sistem pembelajaran tersebut dalam penyusunan Satuan Acara Pembelajaran Bahasa Inggris! 4
  • 5. Model-model pengembangan sistem pembelajaran meliputi: (a) model pengembangan intruksional briggs, (b) model pengembangan PPSI, (c) model J.E.Kemp, (d)model Gerlach-Ely, (e)model Dick-Carey Jawab:a. Model pengembangan Briggs, model ini berorientasi pada rancangan sistem dengan sasaran guru yang bekerja sebagai perancang kegiatan instruksional maupun tim pengembangan yang anggotanya meliputi guru, administrator, ahli bidan studi, ahli evaluasi, ahli media, dan perancangan instruksional. Adapun langkah-langkahnya dirumuskan dalam tiga pertanyaan, yaitu;1) Mau kemana?meliputi:- Identifikasi masalah atau tujuan- Rumusan tujuan dalam perilaku belajar- Penyusunan materi atau silabus- Analisis tujuan2) Dengan apa?meliputi:- Analisis tujuan- Jenjang belajar dan strategi instruksional- Rancangan instruksional (guru)- Strategi instruskional (tim pengembangan instruksional)3) Bilamana sampai tujuan? Meliputi:- Penyusunan tes- Evaluasi formatif 5
  • 6. - Evaluasi sumatifb. Model PSSI (Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional) PSSI merupakan perwujudan dari penerapan pendekatan ke dalam sistem pendidikan, yaitu sebagai suatu kesatuan yang terorganisasi yang terdiri dari sejumlah komponen yang saling berhubungan satu sama lainnya dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan. Adapun tujuan tersebut adalah: a) Merumuskan tujuan instruksional khusus (TIK) yaitu rumusan yang jelas tentang kemampuan yang diharapkan, dimiliki oleh peserta didik setelah selesai mengikuti suatu program pengajaran. b) Mengembangkan alat evaluasi, fungsinya untuk menilai sampai dimana peserta didik telah menguasai kemampuan-kemampuan yang telah dirumuskan dalam tujuan instruksional c) Menetapkan kegiatan belajar dan materi pelajaran d) Merencanakan program kegiatan belajar mengajar e) Melaksanakan program belajar mengajarC. Model Jerold E Kemp, model ini merupakan sistem pengajaran yang sederhana yang mana dibagi menjadi delapan langkah yaitu: a) Menentukan tujuan instruksional umum (TIU), yaitu tujuan yang ingin dicapai untuk masing-masing pokok bahasan b) Menganalisis karakteristik peserta didik c) Menentukan tujuan instruksional khusus (TIK) d) Menentukan materi pelajaran sesuai dengan TIK yang telah dirumuskan e) Menetapkan pengajaran awal 6
  • 7. f) Menentukan strategi belajar mengajar dan sumber belajar yang sesuai dengan TIK yaitu: Efisiennsi, Efektifitas, Ekonomis, dan Praktis g) Mengkoorsinasi sarana penunjang yang meliputi biaya, fasilitas, peralatan, waktu, dan tenaga h) Mengadakan evaluasi untuk mengontrol dan mengkaji keberhasilan program secara keseluruhanD. Model Gerlach dan Ely , tujuannya sebagai pedoman perencanaan mengajar dengan menggunakan sepuluh langlkah yang terdapat dalam proses belajar mengajar: 1) Merumuskan tujuan 2) Menentukan isi materi 3) Menentukan kemampuan awal peserta didik 4) Menentukan teknik dan strategi 5) Pengelompokan belajar 6) Menentukan pembagian waktu 7) Menentukan ruang 8) Memilih media instruksional yang sesuai 9) Mengevaluasi hasil belajar 10) Menganaklisis umpan balik untuk penyempurnaan/perbaikan tujuan pengajaran yang mencakup keseluruhan (feed back)E. Model Dick and Carry(1985), model ini mengacu pada pendekatan sistem atau appoarch memandang bahwa pembelajaran adalah suatu proses sistematik yang tiap komponennya penting sekali bagi keberhasilan peserta didik. Model ini menggunakan delapan langkah secara berurutan: 7
  • 8. 1) Mengidentifikasi tujuan umum 2) Melakukan analisis pembelajaran atau analisis instruksional 3) Merumuskan tujuan performasi 4) Pengembangan butir tes acuan, patokan 5) Mengembangkan strategi pembelajaran 6) Menyeleksi dan mengembangkan bahan pembelajaran 7) Merevisi bahan pembelajaran 8) Mendesain dan melaksanakan evaluasi sumatifContoh SAP: Satuan Acara Perkuliahan (SAP) 1. MATA KULIAH Bahasa Inggris 2. KODE MATA ST 105 KULIAH 3. WAKTU Kuliah : 100 menit, Kegiatan terstruktur : 50 menit, Kegiatan PERTEMUAN Mandiri : 50 menit 4. PERTEMUAN 1 KE- 5. INDIKATOR Mahasiswa mampu melafalkan meeting people PENCAPAIAN Meeting people 6. MATERI 1. Describing jobs POKOK 2. Describing responsibilities 3. Describing tasks 4. Countries and nationalities 8
  • 9. 7. PENGALAMAN 1. Prepositions – jobsBELAJAR 2. Present simple tense 3. Wh-questions formsSTRATEGI PEMBELAJARAN MEDIA DAN KEGIATANTAHAPAN KEGIATAN DOSEN ALAT MAHASISWA PEMBELAJARAN(1) (2) (3) (4) Menyampaikan SAP, Silabus, silabus, SAP, Rencana dan Kontrak Kuliah, Melihat, Jadwal Study Penilaian dan SOP mendengarkanPembukaan Guide, Text Book, Dosen; memberi kan penjelasan, serta Tugas Terstruktur, ulasan umum isi mencatat Diktat, Slide mata kuliah cara Presentasi meeting people Melihat, Menjelaskan jobs, mendengarkan responsibilities,Penyajian penjelasan, Idem tasks, countries and mencatat, bertanya nationalities dan berdiskusi Merangkum isi Menyimak, pokok bahasan, mengajukan memberikan evaluasiPenutup pertanyaan dan Idem dan memberikan pendapat, menjawab materi tugas latihan pertanyaan evaluasi terstruktur/mandiri Ujian tertulis, lisan, penilaian/evaluasi terhadap prosesPost Test pembelajaran, dan unjuk sikap 9
  • 10. 1. Roesdiono Eddy. Communicative English Book. Referensi 2. Lannon Michael. Insight into Business. 3. Morrison Milne John. 1994. Business English Practice. Hove: Language Teaching Dosen : Tanda Tangan5. Uraikan beberapa teori belajar ! bagaimana penerapan teori tersebut dalam pembelajaran! A. TEORI BEHAVIORISME (Tingkah Laku) Menurut teori behaviorisme, manusia sangat dipengaruhi oleh kejadian-kejadiandidalam lingkungannya yang akan memberikan pengalaman-pengalaman belajar. Pandangantentang belajar menurut aliran tingkah laku (behavioristik), tidak lain adalah perubahan dalamtingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respon. Atau dengan kata lain,belajar adalah perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkahlaku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon. Para ahli yangbanyak berkarya dalam aliran ini antara lain; Thorndike, (1911); Wathson, (1963); Hull,(1943); dan Skinner, (1968).1). Hasil belajar harus segera diberitahukan pada siswa jika salah dibetulkan, jika benar diberi penguat.2). Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar. Materi pelajaran digunakan sebagai sistem modul.3). Dalam proses pembelajaran lebih dipentingkan aktivitas sendiri, tidak digunakan hukuman. Untuk itu lingkungan perlu diubah untuk menghindari hukuman.4). Tingkah laku yang diinginkan pendidik diberi hadiah dan sebaiknya hadiah diberikan dengan digunakannya jadwal variable ratio reinforcer.5). Dalam pembelajaran digunakan shapping. 10
  • 11. Adapun langkah-langkah pembelajaran menurut Suciati & Irawan (2001:31-32) adalah: 1. Menentukan tujuan pembelajaran. 2. Menganalisis lingkungan kelas yang ada saat ini termasuk mengidentifikasi tujuan awal peserta didik. 3. Menentukan materi pembelajaran. 4. Memecahkan materi pembelajaran menjadi bagian kecil-kecil meliputi pokok bahasan, sub pokok bahasan, topik dan sebagainya. 5. Menyajikan materi pembelajaran. 6. Memberikan stimulus. Dapat berupa pertanyaan baik lisan maupun tertulis. 7. Mengamati dan mengkaji respon yang diberikan peserta didik. 8. Memberikan penguatan yang berupa penguatan positif atau negative ataupun hukuman.. 9. Member stimulus baru. 10. Mengamati dan mengkaji respon yang diberikan peserta didik. 11. Memberikan penguatan lanjutan atau hukuman. 12. Evaluasi hasil belajar.Beberapa kritik terhadap teori behaviorisme, diantaranya: 1. Behaviorisme tidak dapat diterapkan pada setiap pembelajaran dan dianggap tidak menghargai aktivitas berfikir. 2. Behaviorisme tidak dapat menjelaskan beberapa pembelajaran yang kompleks, bila tanpa mekanisme penguatan peserta didik tidak dapat mengenali pola bahasa yang baru. 3. Tujuan pembelajaran dinyatakan terlalu ketat(spesifik). 4. Keyakinan yang terlalu tinggi pada peserta didik akan berperilaku dengan benar, selama prosedur yang diberikan sudah benar. Dalam penerapannya pendidik harus mengenal karakteristi peserta didik dan karakteristik situasi belajar sehingga guru dapat mengetahui setiap kemajuan belajar yang diperoleh peserta didik. 11
  • 12. B. TEORI KOGNITIF Menurut teori kognitif, belajar adalah pengorganisasian aspek-aspek kognitif danpersepsi untuk memperoleh pemahaman. Prinsip-prinsip teori kognitif, belajar adalahperubahan persepsi dan pemahaman yang tidak selalu dapat dilihat sebagai tingkah laku.Dengan demikian belajar melibatkan proses berfikir yang kompleks dan mementingkanproses teori perkembangan Piaget, teori kognitif Bruner, teori belajar bermakna Ausabel. a).Teori perkembangan Piaget Menurut Jean Piaget (1975) salah seorang penganut aliran kognitif yang kuat,bahwa proses belajar sebenarnya terdiri dari tiga tahapan, yakni 1). Asimilasi, 2).Akomodasi,dan 3). Equilibrasi (penyeimbangan). Proses asimilasi adalah proses penyatuan(pengintegrasian) informasi baru ke struktur kognitif yang sudah ada dalam benak siswa.Akomodasi adalah penyesuaian struktur kognitif ke dalam situasi yang baru. Equilibrasiadalah penyesuain berkesinambungan antara asimilasi dan akomodasi. Teori kognitifmenyatakan bahwa pembelajaran disesuaiakn dengan tahap perkembangan intelektualanak/individu. Mulai dari tahap sensori motor (umur 0-2 tahun), tahap preoperasional (2-7tahun), tahap operasional konkret (7-11 tahun), sampai tahap opersional formal (11-18tahun). b) Teori kognitif Brunner Menurut Brunner perkembangan kognitif seseorang terjadi melalui tiga tahap yangditentukan oleh caranya melihat lingkungan, sebagaimana berikut: 1. Tahap enaktif, pada tahap ini peserta didik melakukan aktivitas-aktivitasnya dalam usaha memahami lingkungan. Peserta didik melakukan observasi dengan cara mengalami secara langsung suatu realitas. 2. Tahap ikonik, pada tahap ini peserta didik melihat dunia melalui gambar-gambar dan visualisasi verbal. 3. Tahap simbolik, peserta didik mempunyai gagasan-gagasan abstrak yang banyak dipengaruhi bahasa dan logika serta komunikasi dilakukan dengan system symbol. Secara garis besar langkah-langkah pembelajaran dalam merancang pembelajaranmenurut Brunner adalah: 12
  • 13. 1. Menentukan tujuan-tujuan pembelajaran. 2. Melakukan identifikasi karakteristik peserta didik. 3. Memilih materi pembelajaran. 4. Menentukan topic-topik yang dapat dipelajari peserta didik secara induktif. 5. Mengembangkan bahan belajar yang berupa contoh-contoh ilustrasi, tugas, untuk dipelajari peserta didik. 6. Mengatur topic-topik pembelajaran dari yang sederhana ke kompleks, dari yang konkret ke abstrak, atau dari tahap enaktif, ikonik, sampai ke simbolik. 7. Melakukan penilaian proses dan hasil dari belajar peserta didik. c). Teori Belajar Bermakna menurut Ausabel Menurut Ausabel belajar haruslah bermakna, materi yang dipelajari diasimilasikansecara nonarbitter dan berhubungan dengan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya.Ausabel percaya bahwa “advance organizer” dapat memberikan tiga manfaat; 1). Dapat menyediakan suatu kerangka konseptual untuk materi belajar yang akan dipelajari oleh siswa. 2). Dapat berfungsi sebagai jembatan antara apa yang sedang dipelajari siswa saat ini dengan apa yang akan dipelajari siswa, sedemikian rupa sehingga; 3). Mampu membantu siswa untuk memahami bahan belajar secara lebih mudah. Prinsip-prinsip teori belajar bermakna Ausabel ini dapat diterapkan dalam proses pembelajaran melalui tahap-tahap sebagai berikut: 1. Mengukur kesiapan peserta didik seperti minat, kemampuan dan struktur kognitifnya melalui tes awal, interview, pertanyaan-pertanyaan. 2. Memilih materi-materi kunci lalu penyajiannyadiatur, dimulai dengan contoh-contoh konkret dan kontraversial. 3. Mengidentifikasi prinsip-prinsip yang harus dikuasai dari materi baru. 4. Menyajikan suatu pandangan secara menyeluruh tentang apa yang harus dipelajari. 5. Memakai advance organize. 6. Membelajarkan peserta didik memahami konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang ada dengan memberikan focus pada hubungan-hubungan yang ada. 13
  • 14. C. TEORI BELAJAR HUMANISME Menurut teori humanisme proses belajar harus dimulai dan ditujukan untuk kepentingan memanusiakan manusia, yaitu mencapai aktualisasi diri, pemahaman diri, dan realisasi diri peserta didik yang belajar secara optimal. Proses belajar dianggap berhasil bila peserta didik telah memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Secara teknis belum ada pedoman tentang langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan humanistik, namun paling tidak langkah-langkah pembelajaran dalam merancang pembelajaran, menurut Suciati & Irawan(2001:43-44) adalah: a. Menentukan tujuan-tujuan pembelajaran. b. Menentukan materi pembelajaran. c. Mengidentifikasi kemampuan awal peserta didik. d. Mengidentifikasi topik-topik yang memungkinkan peserta didik mempelajari secara aktif. e. Merancang fasilitas pembelajaran seperti lingkungan dan media pembelajaran. f. Membimbing peserta didik belajar secara aktif. g. Membimbing peserta didik untuk memahami hakikat makna dari pengalaman belajarnya. h. Membimbing peserta didik untuk membuat konseptualisasi pengalaman belajarnya. i. Membimbing peserta didik untuk mengaplikasikan konsep-konsep baru ke situasi nyata. j. Mengevaluasi proses dan hasil belajar peserta didik.D. TEORI BELAJAR SIBERNETIK Menurut teori ini belajar adalah mengolah informasi. Proses belajar dianggap penting, tetapi yang lebih penting lagi adalah system informasi yang akan diproses dan akan dipelajari oleh peserta didik. 14
  • 15. E. TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISME Untuk memudahkan pemahaman tentang teori ini bisa dilihat menurut Mark K. Smith, dkk. (2010:193-195), sebagai berikut: BEHAVIORISTIK KONSTRUKTIVISTIK - Behavioristik memandang bahwa - Konstruktivistik memandang pengetahuan adalah objektif, pasti bahwa pengetahuan adalah tidak dan tetap, serta tidak berubah. objektif, bersifat temporer, selalu Pengetahuan telah terstuktur berubah-ubah dan tidak menentu. dengan rapi. - Belajar adalah perolehan - Belajar adalah menyusun pengetahuan, sedangkan pengetahuan dari pengalaman mengajar adalahmemindahkan konkret, aktiivitas kolaborasi, pengetahuan kepada orang yang refleksi serta interpretasi. belajar. Sedangkan mengajar menata lingkungan agar sang pembelajaran termotivasi dalam menggali dan menghargai ketidakmenentuan. - Sang pembelajaran diharapkan - Sang pembelajar akan memiliki memiliki pemahaman yang sama pemahaman yang berbeda terhadap pengetahuan yang terhadap pengetahuan tergantung diajarkan. Artinya apa yang pada pengalamannya, dan dipahami oleh pengajar itulah perspektif yang dipakai dalam yang harus dipahami oleh sang menginstrospeksikannya. pembelajar.6. Jelaskan berbagai pendekatan dalam pembelajaran! a. Pendekatan Individual adalah pendekatan yang berdasar bahwa karena adanya perbedaan individual peserta didik sehingga guru harus punya strategi pembelajaran dengan memperhatikan aspek individualnya. b.Pendekatan Kelompok adalah pendekatan yang didasari pada pengertian bahwa manusia memiliki kecenderungan untuk hidup bersama. 15
  • 16. c. Pendekatan Bervariasi adalah pendekatan yang dilakukan karena teknik pemecahan kasus dalam pembelajaran berbeda-beda. Jadi pembelajaran harus bervariatif begitu juga dengan pendekatannya. d.Pendekatan Edukatif adalah pendekatan yang dilakukan guru untuk menanamkan nilai- nilai kebaikan kepada anak didik. Seperti contoh berbaris pada waktu sebelum masuk kelas. e. Pendekatan Pengalaman adalah suatu pendekatan yang memberikan pengalaman kepada siswa dalam rangka penanaman nilai-nilai. f. Pendekatan Pembiasaan adalah pendekatan menanamkan nilai-nilai yang baik melalui pembiasaan tingkah laku pendidik. g.Pendekatan Emosional adalah pendekatan yang bertujuan untuk menggugah perasan dan emosi siswa dalam meyakini, memahami dan menghayati agama ataupun pelajaran. h.Pendekatan Rasional adalah pendekatan yang dilakukan memberikan peranan akal(ratio) dalam memahami dan menerima kebenaran suatu pengetahuan. i. Pendekatan Fungsional adalah pendekatan yang dilakukan untuk memfungsikan pengetahuan anak agar bermanfaat dan terdapat bukti nyata hasil pembelajaran seperti kegiatan bersih-bersih kelas merupakan implementasi pembelajaran arti kebersihan. j. Pendekatan Keagamaan adalah pendekatan tentang agama yang bertjuan sebagai pembelajaran sehingga siswa tidak kerdil dalam pengetahuan agama mereka. k.Pendekatan Kebermaknaan adalah pendekatan yang dilakukan agar peserta didik mengetahui makna suatu pelajaran seperti pengetahuan bahasa, bahasa jawa, maupun bahasa inggris.7. Jelaskan pengertian media dan dasar pemilihan media untuk pembelajaran! Media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pembelajaran. Dasar pemilihan media a. Karakteristik siswa b.Merumuskan tujuan belajar. c. Sifat bahan ajar d.Sifat pemanfaatan media 16
  • 17. 8. Secara global, faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa dapat dibedakan: faktor internal, eksternal, dan pendekatan belajar. Jelaskan perbedaan ketiga faktor tersebut! Perbedaannya adalah ruang lingkupnya. Faktor internal melingkupi keadaan jasmani siswa tersebut sedangkat faktor eksternal adalah faktor dari lingkungan sekitar siswa. Sedangkan faktor pendekatan belajar siswa adalah suatu upaya yang dilakukan untuk melakukan kegiatan pembelajaran.9. Jelaskan pengertian dan prinsip umum evaluasi! Menurut Wiersma dan Jurs menyatakan bahwa evaluasi adalah suatu proses yang mencakup pengukuran dan mungkin juga testing yang juga berisi pengambilan keputusan tentang nilai. Dan pendapat ini sejalan dengan Arikunto. Prinsip umum evaluasi menurut Arikunto ada satu yaitu adanya triangulasi atau hubungan erat tiga komponen antara tujuan, kegiatan pembelajaran dan evaluasi. TUJUAN KBM EVALUASI10. Uraikan syarat-syarat umum evaluasi dan jenis-jenis evaluasi pembelajaran! Sejumlah ahli evaluasi mengemukakan beberapa persyaratan umum yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan evaluasi, yaitu: 1.Kesahihan atau Validitas artinya kesahihan diartikan sebagai kelayakan interprestasi terhadap hasil dari instrument evaluasi. Murkancana dan Sumartana(1986) mengemukakan bahwa validitas ditinjau dari segi: a. Validitas Ramalan (predictive validity) Validitas dapat diartikan sebagai ketepatan dari suatu alat pengukur ditinjau dari kemampuan tes tersebut untuk meramalkan prestasi yang diramalkan kemudian. b. Validitas Bandingan (concurrent validity) Adalah ketepatan dari suatu tes dilihat dari korelasinya terhadap kecakapan yang telah dimiliki. Caranya adalah dengan mengkorelasikan hasil-hasil yang dicapai dalam tes tersebut dengan hasil yang dicapai dalam tes yang sejenis yang diketahui mempunyai validitas yang tinggi. c. Validitas isi (content validity) 17
  • 18. Diartikan sebagai ketepatan suatu tes ditinjau dari isi tes tersebut. d. Validitas Konstruk (construct validity) Diartikan sebagai ketepatan suatu tes ditinjau dari susunan tersebut. Untuk menentukannya kita harus membandingkan susunan tes tersebut dengan syarat- syarat penyusunan tes yang baik.2.Keterandalan (reliabilitas) Keterandalan dapat diartikan sebagai tingkat kepercayaan konsistensi hasil evaluasi yang diperoleh dari suatu instrument evaluasi. Nurkancana dan Sumartana(1986: 131) menjelaskan beberapa cara yang dapat dipergunakan untuk mencari taraf reabilitas suatu tes yaitu: a. Teknik ulangan yaitu teknik dengan cara memberikan tes kepada sekelompok anak dalam dua kesempatan yang berlainan. Maka hasilnya menunjukkan reabillitas dari tes tersebut. b. Teknik bentuk parallel. Memberikan tes kepada kelompok subyek yang sama tanpa adanya rentang waktu. c. Teknik belah dua. Dalam teknik ini, tes yang diberikan dibelah menjadi dua bagian.3.Kepraktisan Kepraktisan evaluasi dapat diartikan sebagai kemudahan yang ada kaitan dengan instrument evaluasi baik dalam persiapan,penggunaan, pengelolaan hasil dan penginterprestasian hasil maupun kemudahan dalam penyimpanannya. Jenis-jenis Evaluasi pembelajaran a. Evaluasi Formatif adalah suatu kegiatan evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir pembahasan suatu pook bahasan. b. Evaluasi Sumatif adalah evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir satu satuan waktu yang didalamnya tercakup lebih dari satu pokok bahasan, dan dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana peserta didik dapat berpindah dari satu unit ke unit berikutnya.c. Evaluasi Diagnotik adalah evaluasi yang digunakan untuk mengetahui kelebihan- kelebihan dan kelemahan kelemahan yang ada pada siswa sehingga dapat diberikan perlakuan yang tepat. 18