Pinjaman Ilahi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Pinjaman Ilahi

on

  • 466 views

 

Statistics

Views

Total Views
466
Views on SlideShare
456
Embed Views
10

Actions

Likes
0
Downloads
0
Comments
0

2 Embeds 10

http://koleksi360.blogspot.com 9
http://www.blogger.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Pinjaman Ilahi Presentation Transcript

  • 1. PINJAMAN ILAHI Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku, bahawa sesungguhnya ini hanya pinjaman Nya, bahawa keretaku hanya pinjaman Nya, bahawa rumahku hanya pinjamanNya, bahawa hartaku hanya pinjamanNya, bahwa puteraku hanya pinjaman Nya, tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia meminjankannya padaku?
  • 2. Untuk apa Dia meminjamkan ini pada ku? Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan  milikku? Mengapa hatiku justeru terasa berat, ketika pinjman itu diminta kembali oleh-Nya ? Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah, kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka, kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.
  • 3. Ketika aku berdoa,kuminta pemberian yang cocok dengan hawa nafsuku, aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak kereta, lebih banyak rumah, lebih banyak populariti, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan, Seolah ... semua "derita" adalah hukuman bagiku. Seolah ... keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika:
  • 4. aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan Nikmat dunia kerap menghampiriku. Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku, Ya Rabb, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah..."ketika langit dan bumi bersatu,  bencana dan keberuntungan sama saja"