Demokrasi pada masa reformasi

  • 13,822 views
Uploaded on

 

More in: Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
No Downloads

Views

Total Views
13,822
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
178
Comments
2
Likes
2

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Demokrasi pada masareformasi Kelompok 5 Auf Farras N Eka Yulizar Fazria Yuniar Yusuf Satria A Windy Yulianti
  • 2. Indikator1. Menjelaskan ciri – ciri demokrasi pada masa reformasi2. Menyebutkan kelebihan demokrasi pada masa reformasi3. Menyebutkan kelemahan demokrasi pada masa reformasi4. Menemukan solusi untuk mengatasi permasalahan yang timbul dalam demokrasi pada masa reformasi
  • 3. Definisi Demokrasi yang diterapkan setelah masa orde baru adalah demokrasi yang sedang menuju pada demokrasi pancasila.
  • 4. Ciri-ciri1. Adanya partai politik yang independen dan mempunyai dukungan luas dari masyarakat.2. Adanya consensus atau persetujuan umum mengenai aturan main politik menyangkut pengambilan keputusan.3. Adanya pemberdayaan masyarakat sipil melalui penyampian informasi secara transparan.4. Adanya penguatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat.
  • 5. Kelebihan demokrasi pada masareformasi1. HAM sepenuhnya diberikan kepada rakyat2. Masyarakat dapan berpartisipasi aktif dalam pemerintahan3. Adanya kebebasan pers sehingga pemerintahan dapat diawasi4. Bebasnya mendirikan partai politik5. Pembagian atau pemisahan pimpinan DPR dan MPR sehingga tugas DPR dan MPR dapat berjalan secara efektif dan terlihat.
  • 6. Kekurangan demokrasi padamasa reformasi1. Pemerintah cenderung lambat dalam mengambil kebijakan dan tindakan.2. Penegakkan hukum cenderung lemah.3. HAM cenderung kebablasan sehingga hal tersebut dapat menimbulkan anarkisme serta terambilnya hak orang lain.4. Terjadinya ketidakseimbangan antara hak dan kewajiban.5. HAM cenderung mengendalikan hukum.6. Terlalu banyaknya partai politik yang menyebabkan partai politik tersebut hanya mementingkan kepentingan partai politik itu sendiri.
  • 7. 7. Persaingan ekonomi yang lebih terbuka dalam beberapa sektor ekonomi (sebelumnya dikuasai kroni Suharto)8. Banyak masyarakat yang tidak bertanggung jawab atas tindakannnya dalam berpartisipasi di dalam pemerintahan.9. Mulai ditinggalkannya program2 pemerintah yang secara konseptual cukup baik, seperti program swasembada pangan, yang sebenarnya dapat mengurangi potensi inflasi tinggi untuk jangka panjang.
  • 8. Solusi Harus ada komunikasi yang baik antara kedua belah pihak, pemerintah dan rakyat, yang sinergis agar pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan rakyat. Sementara rakyat dapat menyampaikan aspirasinya dengan baik sehingga dapat membantu pemerintah dalam menentukan kebijakan.