Bab iv kelangsungan hidup organisme 9i

1,226 views

Published on

2 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,226
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
25
Comments
2
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bab iv kelangsungan hidup organisme 9i

  1. 1. TIM PENYUSUN : KELAS IX.I MTs NEGERI KARANGANYAR FITRI NUR AZIZAH YESI NINGRUM MATERI
  2. 2. ADAPTASI SKKD EVALUASI SELEKSI ALAM REPRODUKSI
  3. 3. Standar Kompetensi : Memahami berbagai sistem dalam kelangsungan hidup manusia.
  4. 4. Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi kelangsungan hidup makhluk hidup melalui adaptasi, seleksi alam dan perkembangbiakan.
  5. 5. Tujuan Pembelajaran : a. Menyebutkan nama-nama tumbuhan yang mempunyai bentuk adaptasi morfologi. b. Menyebutkan ciri-ciri bentuk adaptasi morfologi pada tumbuhan. c. Menyebutkan hewan-hewan yang mempunyai bentuk adaptasi morfologi. d. Menyebutkan bentuk-bentuk adaptasi morfologi pada hewan golongan burung dan serangga. e. Menyebutkan bentuk-bentuk adaptasi fisiologi pada hewan herbivora dan karnivora. f. Membedakan kandungan sel-sel darah merah pada manusia yang hidup didataran tinggi dan dataran rendah.
  6. 6. Lanjutan . . . . g. Menjelaskan bentuk adaptasi tingkah laku pada hewan dan menyebutkan contohnya. h. Menjelaskan terjadinya kepunahan pada hewan dan tumbuhan tertentu. i.Menjelaskan hubungan antara makhluk hidup dengan seleksi alam. j. Menjelaskan peran perkembangbiakan bagi kelangsungan hidup. k. Menyebutkan cara-cara perkembangbiakan pada hewan vertebrata dan avertebrata. l. Menyebutkan cara-cara perkembangbiakan pada tumbuhan. Kembali
  7. 7. MORFOLOGI FISIOLOGI PENGERTIAN TINGKAH LAKU
  8. 8. Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungannya agar tetap survive dan mampu berkembangbiak. kembali
  9. 9. AdAptAsi Morfologi Adalah penyesuaian makhluk hidup melalui perubahan bentuk organ tubuh yang berlangsung sangat lama untuk kelangsungan hidup
  10. 10. A. Adaptasi Morfologi Pada Manusia •Warna kulit pada manusia •Susunan gigi pada manusia
  11. 11. B. Adaptasi Morfologi Pada Hewan •Adaptasi morfologi terhadap jenis makanan 1. Bentuk kaki bermacam-macam sesuai cara burung memperoleh makanannya, misal : * kaki itik mempunyai selaput renang yang terletak pada celah jari kakinya. Kaki berselaput untuk berjalan di lumpur atau membantu saat berenang.
  12. 12. Lanjutan . . . * Kaki elang pendek, kuat, dan bercakar tajam untuk mencengkeram mangsanya. * Kaki burung pelatuk mempunyai dua jari ke depan dan dua jari ke belakang yang berfungsi untuk memanjat pohon.
  13. 13. 2. Bentuk paruh unggas bermacammacam sesuai jenis makanan dan cara makannya, misal : * Itik berparuh lebar dan pendek yang berfungsi untuk menangkap makanan yang licin, seperti ikan dan katak. * Paruh burung elang agak panjang dan runcing, fungsinya untuk merobek mangsanya yang berupa daging. * Paruh burung nuri dan katak tua bentuknya kecil, runcing, dan melengkung berfungsi untuk memakan biji-bijian.
  14. 14. 3. Tipe mulut serangga bermacam-macam sesuai dengan makanannya. Misal: * Tipe penghisap, misalnya pada kupu-kupu. * Tipe mulut penghisap dan penjilat, misalnya pada lalat dan lebah. * Tipe mulut penghisap dan penusuk, misalnya pada nyamuk.
  15. 15. 4. Tipe gigi mamalia bermacam-macam sesuai dengan dengan jenis makanannya. Berdasarkan tipe giginya, mamalia dibedakan menjadi beberapa golongan, yaitu: * Mamalia pengerat (rodentia), tidak mempunyai gigi taring tetapi hanya mempunyai gigi seri dan gigi geraham. Gigi seri berukuran besar dan berfungsi untuk mengerat imakanannya. Misalnya kelinci, tikus dan tupai.
  16. 16. *Adaptasi Morfologi Hewan terhadap Jenis Habitatnya . 1. Ikan mempunyai habitat di air, baik air tawar atau air laut. Air mempunyai sifat menekan ke segala arah sehingga ikan membutuhkan bentuk tubuh yang memudahkan bergerak di air. Beberapa adaptasi pada ikan adalah: • Tubuh ramping menyerupai torpedo agar dapat bergerak lincah di air. • Mempunyai gurat sisi untuk mengetahui tekanan air. • Mempunyai sirip untuk berenang. • Mempunyai sisik dan lapisan lendir untuk memperkecil gesekan dengan air.
  17. 17. Gb. Ikan tawar Gb. Ikan laut
  18. 18. 2. Unta Gb. Unta Unta hidup di padang pasir. Unta mempunyai punuk tempat menyimpan lemak dan makanan cadangan. Kakinya yang panjang untuk menjaga tubuh agar tidak terperosok di pasir. Sementara itu, bantalan kakinya dapat menahan panas dari padang pasir yang dilewatinya..
  19. 19. 3. Beruang Kutub Gb. Beruang Kutub Beruang kutub hidup di daerah kutub yang dingin. Hewan yang hidup di daerah dingin mempunyai bentuk kaki yang besar dan lebar untuk berjalan di salju. Rambutnya yang tebal untuk menahan panas tubuh.
  20. 20. C. Adaptasi Morfologi Pada Tumbuhan 1. Tumbuhan hidrofit Adalah tumbuhan yang hidup di habitat banyak air, misalnya teratai, eceng gondok, dan hydrilla. Tumbuhan ini dapat melakukan adaptasi dengan cara : a.Akarnya lebat untuk pemberat agar posisinya stabil di air. b.Berdaun lebar untuk menahan gaya berat akar ke bawah. c.Stomata banyak dan terletak di permukaan atas daun untuk memudahkan penguapan.
  21. 21. Lanjutan . . . d. Lapisan lilinnya tipis untuk memudahkan terjadinya penguapan dan mengurangi kelebihan air. e. Batang dan akarnya memiliki ronggarongga udara agar dapat terapung di atas air. Gb. Teratai
  22. 22. 2. Tumbuhan higrofit Adalah tumbuhan yang hidup di habitat lembab. Tumbuhan ini melakukan adaptasi dengan cara: a.Berdaun tipis dan lebar untuk memudahkan penguapan dan kelebihan air. b.Pada ujung daun terdapat hidatoda. Gb. Tumbuhan Paku
  23. 23. 3. Tumbuhan xerofit Adalah tumbuhan yang hidup di habitat kering atau kekurangan air. Contohnya kaktus dan kurma. Tumbuhan ini melakukan adaptasi dengan cara: a.Daun sempit dan kecil dengan stomata berjumlah sedikit berfungsi untuk menghindari penguapan yang berlebihan. b.Daun termodikasi menjadi sisik atau bulu untuk melindungi diri. c.Batang atau daunnya dilapisi zat seperti lilin untuk mencegah penguapan berlebihan.
  24. 24. Lanjutan . . . d. Akarnya panjang untuk mencari sumber air. e. Tumbuhan xerofit merupakan tumbuhan sukulen ( mampu menyimpan air di batang). Gb. Kaktus kembali
  25. 25. Adaptasi Fisiologi Adaptasi penyesuaian diri makhluk hidup melalui fungsi kerja organ-organ tubuh supaya bisa bertahan hidup.
  26. 26. A. Adaptasi Fisiologi Pada Manusia •Ukuran jantung para atlet rata-rata lebih besar daripada ukuran jantung orang kebanyakan. •Pada saat udara dingin, orang cenderung lebih banyak mengeluarkan urine (air seni). • Penyesuaian fungsi kerja sel-sel retina mata terhadap rangsangan cahaya.. Mata dapat menyesuaikan dengan intesintas cahaya yang berubah dari gelap ke terang atau sebaliknya.
  27. 27. B. Adaptasi Fisiologi Pada Hewan •Ikan air laut menghasilkan urine yang lebih pekat dibandingkan dengan ikan air tawar. Hal ini disebabkan kadar garam air laut lebih tinggi daripada kadar garam air tawar. Tinggi kadar garam menyebabkan ikan kekurangan air sehingga ikan harus banyaK MINUM. Akibatnya, kadar garam dalam darahnyamenjadi tinggi sehingga untuk mengurangi kepekatan air dalam tubuhnya, ikan mengeluarkan urine yang pekat dan untuk mengimbangi banyaknya air yang keluar dari tubuhnya, ikan air
  28. 28. Lanjutan . . . *Hewan herbivora dapat mencerna makanan yang berupa rumput atau daun yang banyak mengandung serat (selulosa) dengan bantuan enzim selulosa. * Hewan unta yang punya kantung air di punuknya untuk menyimpan air agar tahan tidak minum di padang pasir dalam jangka waktu yang lama.
  29. 29. C. Adaptasi Fisiologi Pada Tumbuhan •Tumbuhan tertentu mengeluarkan bau yang khas untuk menarik serangga. Serangga dapat membantu proses penyerbukannya. Contohnya bunga mawar. • Tumbuhan mengeluarkan nektar pada bunga untuk menarik serangga. Contohnya kembang sepatu. • Pada tumbuhan tertentu, misalnya cemara dan sukun mengeluarkan metabolit sekunder berupa alelopati yang mampu menghambat pertumbuhan tanaman lain di sekitarnya. kembali
  30. 30. Adaptasi Tingkah Laku Penyesuaian diri terhadap lingkungan dengan mengubah tingkah laku supaya dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya.
  31. 31. A. Adaptasi Tingkah Laku * Membangun rumah panggung di hutan.
  32. 32. B. Adaptasi Tingkah Laku Pada Hewan * Mimikri Gb. Bunglon Mimikri adalah teknik manipulasi warna kulit pada binatang. Misalnya bunglon yang dapat berubah-ubah sesuai warna benda di sekitarnya agar dapat mengelabui binatang predator/pemangsa sehingga sulit mendeteksi keberadaan bunglon untuk di mangsa.
  33. 33. * Hibernasi Gb. Ular Hibernasi adalah teknik bertahan hidup pada lingkungan yang keras dengan cara tidur menonaktifkan dirinya dan tidak melakukan aktifitas. Adaptasi ini dilakukan untuk mengantisipasi kehilangan energi pada musim dingin.
  34. 34. * Autotomi Autotomi adalah teknik bertahan hidup dengan cara mengorbankan salah satu bagian tubuh. Contoh autotomi yaitu pada cicak ika merasa terancam. Gb. Cicak
  35. 35. * Estivasi Gb. Lemur Estivasi adalah menonaktifkan diri pada saat kondisi lingkungan tidak bersahabat. Bedanya dengan hibernasi yaitu estivasi dilakukan pada musim panas dengan suhu udara yang panas dan kering. Contoh hewan yang berestivasi adalah lemur kerdil, kelelawar dan tupai.
  36. 36. * Cumi-cumi Gb. Cumi-cumi Cumi-cumi mengeluarkan tinta/cairan hitam ketika ada bahaya yang mengancamnya. Cumicumi juga mampu mengubah-ubah warna kulitnya sesuai dengan lingkungannya.
  37. 37. * Ikan Paus Gb. Ikan Paus Secara berkala, paus muncul di permukaan air untuk menghirup udara dan menyemprotkan air. Paus melakukan tindakan ini karena dapat memanfaatkan oksigen yang terlarut dalam air.
  38. 38. •Anak rayap menjilati dubur induknya untuk memperoleh flagellata penghasil enzim selulosa untuk membantu mencerna mkanannya yang berupa kayu. • Rayap dewasa sering memakan kembali kelupasan kulitnya untuk memperoleh kwmbali flagellata penghasil enzim selulosa. • Kerbau suka berkubang (mandi lumpur) untuk mengurangi pengaruh panas pada tubuhnya dan juga untuk membuat agar kulitnya tebal menjadi lunak.
  39. 39. • Burung Gb. Burung Beberapa burung bermigrasi ke daerah yang lebih hangat pada musim dingin. Selain itu,burung juga mencari daerah yang banyak makanannya. Apabila musim dingin di daerah asalnya telah selesai, burung-burung tersebut akan kembali ke tempat asalnya.
  40. 40. * Penguin Gb. Penguin Penguin hidup di daerah kutub yang udaranya sangat dingin. Penguin hidup secara berkelompok untuk menghadapi udara yang sangat dingin. Dengan hidup berkelompok udara di sekelilingnya akan terasa hangat.
  41. 41. C. Adaptasi Tingkah Laku Pada Tumbuhan •Pada saat lingkungan dalam keadaan kering,tumbuhan termasuk jahe-jahean akan mematikan sebagian tubuhnya yang tumbuh di permukaan tanah. • Pada musim kemara tumbuhan tropofit,misalnya pohon jati dan randu menggugurkan daunnya.
  42. 42. Seleksi Alam
  43. 43. Seleksi Alam adalah pemilihan makhluk hidup yang dapat terus dan tidak dapat hidup terus yang dilakukan oleh lingkungan sekitar dan terjadi secara alamiah.
  44. 44. A.Faktor penyeleksi alam * Suhu lingkungan Di daerah dingin di jumpai hewan mamalia yang bebulu tebal,sedangkan di daerah tropis hewan mamalianya berbulu tipis. * Makanan Makanan menjadi faktor penyeleksi jika terjadi perebutan makanan. * Cahaya matahari
  45. 45. B. Punahnya Makhluk Hidup Alam menyeleksi setiap individu. Individu yang tidak dapat menyesuaikan diri akan punah. Tetapi bagi individu yang dapat menyesuaikan diri akan hidup. Beberapa contoh peristiwa seleksi alam: * Terjadinya spesies baru burung Finch di Kepulauan Galapagos,di kawasan Amerika Serikat.
  46. 46. Lanjutan . . . * Zarafah yang berleher panjang. * Punahnya Dinosaurus dan reptil-reptil raksasa. Gb. Dinosaurus
  47. 47. PERKEMBANGBIAK AN (REPRODUKSI)
  48. 48. A. Perkembangbiakan Tumbuhan a.Perkembangbiakan Vegetatif Pada Tumbuhan dapat dibedakan menjadi 2, yaitu perkembangbiakan wegetatif alami dan perkembangbiakan vegetatif buatan.
  49. 49. 1.Perkembangbiakan Vegetatif Alami adalah perkembangbiakan vegetatif yang terjadi secara alami (tanpa campur tangan manusia), meliputi: a) Rhizom (akar rimpang) Adalah akar yang tumbuh mendatar dan terletak di bawah permukaan tanah. Contohnya pada tanaman lengkuas,kunyit,sansivera dan temulawak. b) Geragih (stolon) Adalah batang yang tumbuh menjalar di atas atau di bawah permukaan tanah. Contohnya pada tanaman arbei dan pegagan.
  50. 50. Lanjutan . . . c) Tunas Adventif. Tunas Adventif adalah tunas yang tumbuhnbukan pada ujung batang ataupun ketiak daun. Contohnya pada tanaman cocor bebek, kesemek dan sukun. d) Umbi Lapis Umbi Lapis adalah tunas yang mengalami modifikasi, terdiri atas batang yang pendek, dibungkus oleh daun-daun yang berdaging dan menyerupai sisik. Contoh bawang merah, bakung, dan bawang putih.
  51. 51. Lanjutan . . . e) Umbi batang Umbi batang adalah batang yang tumbuh di dalam tanah, ujungnya mengembung membentuk umbi. Contoh pada tanaman kentang dan gembili. f) Umbi akar akar adalah akar yang berubah fungsi Umbi untuk menyimpan cadangan makanan. Contoh pada tanaman dahlia.
  52. 52. Lanjutan . . . g) Tunas Tunas berfungsi sebagai alat perkembangbiakan secara vegetatif adalah tunas yang tumbuh di pangkal batang dan tersembunyi di dalam tanah.
  53. 53. 2. Perkembangbiakan Vegetatif Buatan. Adalah perkembangbiakan dengan bantuan manusia, meliputi: a)Setek adalah pemisahan atau pemotongan bagian tanaman untuk menghasilkan tanaman baru. Berdasarkan organ tanaman yang digunakan,setek dibedakan menjadi 2 : * Setek daun dilakukan dengan menanam daun atau potongan daun, contoh pada cocor bebek dan begonia.
  54. 54. Lanjutan . . . * Setek batang dilakukan dengan menanam bagian batang atau cabang tanaman yang sudah cukup umurnya, contoh ketela pohon,sirih dan mawar. b) Mencangkok biasanya dilakukan pada pohon buah-buahan, contoh mangga,jambu air dan rambutan. Gb. Mencangkok
  55. 55. Lanjutan . . . c) Menempel (okulasi) Adalah menggabungkan bagian tubuh dua tanaman yang berbeda untuk mendapatkan tanaman dengan mutu yang lebih baik. Contoh bagian bawah berasal dari tubuh tanaman mangga yang rasanya masam,tetapi memiliki akar yang kuat dan bagian atas berasal dari tanaman mangga yang rasanya manis, tetapi akarnya kurang kuat.
  56. 56. Lanjutan . . . Gb. Menempel d) Mengenten (menyambung) Tujuan uatama mengenten adalah sama dengan okulasi, yaitu menggabungkan dua tanaman untuk mendapatkan tanaman baru yang mutunya lebih baik.
  57. 57. Lanjutan . . . Kalau menempel menggabungkan batang dengan kulit yang mengandung mata tunas, mengenten menggabungkan batang dengan cabang tanaman lain yang buahnya sudah diketahui berkualitas baik. Gb. Mengenten
  58. 58. Lanjutan . . . e) Merunduk Gb. Merunduk Cara perkembangbiakan merunduk dilakukan dengan merundukkan, membelokkan cabang tanaman sampai ke tanah, kemudian ditimbun tanah. Contoh apel dan kacang piring.
  59. 59. b. Perkembangbiakan Generatif Organ yang berperan pada perkembangbiakan secara generatif adalah bunga. Perkembangbiakan generatif tumbuhan melibatkan dua proses penyerbukan yang diikuti pembuahan.
  60. 60. 1) Penyerbukan Pada tumbuhan biji tertutup (Angiospermae), penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya/ melekatnya serbuk sari di kepala putik. Pada tumbuhan biji tertutup (Gymnospermae) penyerbukan adalah melekatnya serbuk sari langsung pada bakal biji.
  61. 61. Lanjutan . . . 2) Pembuahan adalah proses peleburan antara sel kelamin jantan (sperma) dan sel kelamin betina ( sel telur/ovum ). Pembuahan pada Angiosperma berlangsung dalam ruang bakal biji.
  62. 62. Perbedaan Perkembangan Generatif dan vegetatif Jenis Perkemban gbiakan Keuntungan Kerugian Generatif •Tidak mudah tumbang. •Lama waktu untuk • Tidak mudah terserang menghasilkan buah. • sifat anak belum penyakit. tentu sama dengan induk. Vegetatif •Waktu berbuat cepat. • Sifat anak sama dengan sifat induk. •Mudah tumbang • Mudah di serang penyakit.
  63. 63. Perbedaan perkembangbiakkan Generatif dan Vegetatif Faktor Reproduksi Generatif Vegetatif Pembeda Induk Asal keturunan Sifat keturunan satu Dua Bagian tubuh Peleburan induk gamet jantan dan betina. Sama Bervariasi dengan (perpaduan induknya sifat kedua
  64. 64. B. Perkembangbiakan Vegetatif Hewan. * Hewan dapat perkembangbiak secara vegetatif dan generatif. 1. Perkembangbiakan Vegetatif Hewan. 1) Membelah Diri Gb. Amoeba
  65. 65. Lanjutan . . . Perkembangbiakan dengan cara membelah diri hanya terjadi pada Protozoa (hewan bersel satu), misalnya Amoeba, Paramecium dan Euglena. 2) Fragmentasi Pada fragmentasi, individu baru terbentuk dari potongan tubuh induknya. Masing-masing potongan tubuh akan tumbuh dan berkembang menjadi individu baru. Gb. Planaria Contoh cacing planaria.
  66. 66. 3) Pembentukan Tunas. Gb. Hydra Contoh hewan yang melakukan reproduksi dengan membentuk tunas ialah hydra. Individu baru Hydra terbentuk dari bagian tubuh hydra dewasa, setelah cukup besar, tunas akan melepaskan diri dari tubuh induknya. Contoh hewan lain yang berkembangbiak dengan tunas adalah ubur-ubur, hewan karang dan anemon laut.
  67. 67. 4) Sporulasi Sporulasi adalah proses pembelahan berganda ( pembelahan multipel) yang menghasilkan spora. Contohnya pada Plasmodium.
  68. 68. 2. Perkembangbiakan Generatif a. Hewan Avertebrata 1) Protozoa Perkembangbiakan generatif dengan cara konjugasi yaitu perkawinan antara individu sejenis yangbtidak diketahui jenis kelaminnya. Contohnya pada Paramaecium caudatum.
  69. 69. 2) porifera Porifera (hewan berpori) merupakan hewan bersel banyak dan bersifat hermafrodit. Meskipun dua macam alat reproduksi, porifera tidak dapat melakukan reproduksi sendiri, dengan kata lain, untuk melakukan reproduksi tetap diperlukan dua individu.
  70. 70. 3) Coelenterata Coelenterata (hewan berongga) bersifat hermafrodit. Contohnya Hydra. Berbeda dengan Porifera, ovum Hydra dapat dibuahi oleh sperma yang dihasilkan oleh individu yang sama. Jadi, pada Hydra dapat terjadi pembuahan sendiri. Meskipun demikian,pembuahan sendiri jarang terjadi karena masak ovum dan sperma tidak bersamaan.
  71. 71. 4) Vermes Salah satu contoh vermes adalah cacing tanah. Cacing tanah bersifat hermafrodit, Namun pada cacing tanah tidak terjadi pembuahan sendiri karena masaknya ovum dan sperma tidak bersamaan dan tidak ada saluran yang menghubungkan ovariium dan teseis.
  72. 72. 5) Artropoda Salah satu contoh anggota Artropoda (hewan berbukkubuku) adalah udang. Udang bersifat gonokoristik, artinya alat jantan dan betinanya terpisah pada dua individu yang berbeda.
  73. 73. b) Hewan vertebrata Pada Vetebrata, reproduksi hanya terjadi secara generatif. Semua hewan yang termasuk Vetebrata bersifat gonokoristik. Berdasarkan tempat terjadinya, pembuahan dibedakan menjadi dua macam, yaitu pembuahan luar (fertilisasi eksternal) dan pembuahan dalam (fertilisasi internal).
  74. 74. 1) Fertilisasi eksternal Pada fertilisasi eksternal pertemuan antara sperma dan ovum terjadi di luar tubuh induk betina, tepatnya di air. Hewan yang melakukan fertilisasi eksternal menghasilkan sperma atau ovum dalam jumlah yang sangat banyak. Hal ini dilakukan untuk mengatasi banyaknya hambatan yang merintangti terjadinya pertemuan sperma dan ovum.
  75. 75. Lanjutan . . . Hal-hal yang tidak menguntungkan bagi terjadinya fertilisasi eksternal antara lain: •Arus air yang deras. • Hewan pemakan telur (predator). • Pelepasan ovum dan sperma dalam waktu yang tidak bersamaan atau ovum sudah mati (karena kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan) sebelum bertemu sperma.
  76. 76. Lanjutan . . . Fertilasi eksternal terjadi pada anggota Vertebtrata yangn termasuk kelas Pisces (ikan), dan Amphibia (amfibi). 2) Fertilisasi Internal Pada fertilisasi internal pertemuan antara sperma dan ovum disebut ovidu/saluran Fallopi. Fertilisasi internal terjadi pada annggota kelas reptilia (hewan melata), aves (burung),dan Mamalia (hewan menyusui).
  77. 77. Lanjutan . . . Hasil dari proses pembuahan adalah zigot yang akan tumbuh dan berkembang menjadi embrio. Berdasarkan letak dan cara memperoleh makanan pada masa perkembangan embrio, serta wujud embrio pada waktu keluar dari tubuh induknya dikenal tiga cara reproduksi yaitu: * Ovipar (bertelur) adalah jenis reproduksi dengan cara menghasilkan telur yang berkembang dan menetes di luar tubuh induknya,misalnya ayam,burung,dan ikan.
  78. 78. Lanjutan . . . * Ovovivipar (bertelur-beranak) adalah reproduksi yang menghasilkan tewlur dan mmeliharanya di dalam tubuh induknya, tetapi embrio tidak mendapat makanan dari induknya, misalnya kadal dan ular boa. Gb. Paus
  79. 79. Lanjutan . . . * Vivipar (beranak) adalah reproduksi dengan cra memelihara telur yang dibuahi di dalam tubuh induknya dan selama perkembangannya, embrio mendapatkan makanan dari induknya, misalnya kucing,kambing dan hewan menyusui lainnya.
  80. 80. Yang dimaksud Morfologi Estivasi Fisiologi Rhizom Tingkah laku Okulasi Xerofit Spolurasi hibernasi Ovipar
  81. 81. penyusaian makhluk hidup melalui perubahan bentuk organ tubuh yang berlangsung sangat lama untuk kelangsungan hidupnya
  82. 82. Penyesuaian diri makhluk hidup melalui fungsi kerja organ organ tubuh supaya bisa bertahan hidup
  83. 83. Penyesuain diri terhadap lingkungan dengan mengubah tingkah laku supaya dapat mempertahankan kelangsungan hidup
  84. 84. Tumbuhan yang hidup di habitat kering atau kekurangan air
  85. 85. Teknik bertahan hidup pada lingkungan yang keras dengan cara tidur menonaktifkan dirinya (dorman) dan tidak melakukan aktifitas adaptasi ini dilakukan untuk mengantisipasi kehilangan energi pada musim dingin.
  86. 86. Menonaktifkan diri (dorman) pada saat kondisi lingkungan tidak bersahabat .
  87. 87. Akar yang tumbuh mendatar dan terletak di bawah permukaan tanah.
  88. 88. Menggabungkan dua tanaman untuk mendapatkan tanaman baru yang mutunya lebih baik.
  89. 89. Proses pembelahan berganda (pembelahan multipel) yang menghasilkan spora.
  90. 90. Jenis reproduksi dengan cara menghasilkan telur yang berkembang dan menetas di luar tubuh induknya.

×