Your SlideShare is downloading. ×
Siklus PDCA dengan Kasus Inpartu Kala II Normal
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Siklus PDCA dengan Kasus Inpartu Kala II Normal

710
views

Published on

Materi Pembelajaran untuk Mahasiswa Kebidanan Tingkat II Akademi kebidanan Global Medika Madiun

Materi Pembelajaran untuk Mahasiswa Kebidanan Tingkat II Akademi kebidanan Global Medika Madiun

Published in: Education

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
710
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
4
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. 1. Ansika Nur Rohmah 2. Popin Desiana 3. Didin Oktarini 4. Fitri 5. Rhisqi Anissa 6. Leni Nur biantari 7. Niken Oktaviani 8. Retno Prasanti 9. Marminingsih 10. Tutik Dwi K 11. Titis Setiani 12. Yully Khammiidah
  • 2. PLAN • Lakukan persiapan alat, diri dan pasien • Lakukan pelayanan pertolongan persalinan sesuai dengan 58 langkah APN
  • 3. • Melakukan persiapan alat, diri dan pasien • Melakukan pelayanan sesuai dengan APN
  • 4. Ibu 1. Mengecek keadaan umum ibu dan TTV 2. Mengecek posisi dan cara meneran ibu 3. Mengecek kemajuan persalinan ( dimana waktu persalinan normal / tidak > 2 jam) Bayi 1. Mengecek DJJ saat kontraksi berhenti 2. Mengecek keadaan bayi saat setelah lahir ( tangis, jantung, warna kulit, nafas dan gerak). Saat kepala lahir, terjadi lilitan tali pusat kemudian dilakukan pelonggaran talipusat dan saat dilakukan penilaian bayi mengalami asfiksia. 3. Dilaksanakannya IMD setelah bayi lahir.
  • 5. Dengan terjadinya asfiksia maka dilakukan resusitasi segera.