Coaching
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Coaching

on

  • 2,205 views

 

Statistics

Views

Total Views
2,205
Views on SlideShare
2,202
Embed Views
3

Actions

Likes
0
Downloads
151
Comments
0

2 Embeds 3

https://twitter.com 2
http://nikodemus-pujoharsono.com 1

Accessibility

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Coaching Coaching Presentation Transcript

  • Coaching to improve productivity
  • HR as a Business Partner
  • Training objective
    Peserta mampu melakukan coaching terhadap karyawan untuk meningkatkan produktifitas kerja
  • Let’s Begin.....DAY 1
  • What will We Learn?
    • Understanding Coaching in business uses
    • Mastering basic coaching skills
    • Undertanding types of Coaching approach
    • Coaching strategies for different personality behavior
  • Skenario 1:Saat pagi hari sebelum buka toko, manager mendapati ada aquarium yang bocor. Manager meminta seorang advisor untuk mengatasinya. Advisor tersebut membersihkan lantai lalu kembali ke manager untuk menanyakan apakah dia melakukan pekerjaannya dengan baik atau tidak. Manager sedang sibuk sendiri. Advisor kembali ke dept nya.
    Hasil performance:lantai dibersihkan dan dikeringkan
  • Skenario 2:Saat pagi hari sebelum buka toko, manager mendapati ada aquarium yang bocor. Manager meminta seorang advisor untuk mengatasinya. Manager memperhatikan advisor tersebut dan memberi negative feedback. Dia hanya memberi tahu advisor ttg apa yang salah. Dia tidak menjelaskan kepada advisor bagaimana cara membersihkan dan mengeringkan lantai dengan benar . Advisor menjadi frustrasi dan nervous dalam melakukan pekerjaannya
    Hasil performance: lantai dibersihkan dan dikeringkan, tapi advisor merasa marah
  • Skenario 3:Saat pagi hari sebelum buka toko, manager mendapati ada aquarium yang bocor. Manager meminta seorang advisor untuk mengatasinya. Manager memperhatikan advisor tersebut dan memberikan appreciative dan constructive feedback. Manager memberitahu pekerjaan advisor baik dan bisa lebih baik apabila lantai di pel dengan micro fiber. Manager juga menjelaskan cara efektif membuang air yang membanjiri lantai yaitu dengan alat penyedot. Advisor berterima kasih kepada manager atas bantuannya
    Hasil performance:lantai dibersihkan dan dikeringkan, display dirapikan kembali. Advisor merasa senang.
  • vs
    Boss
    Coach
    • Listen a lot
    • Ask
    • Explore
    • Seeks commitment
    • Challenges
    • Work with
    • Takes responsibility
    • Makes contact
    Talk a lot
    Tells
    Presume
    Seeks control
    Order
    Work on
    Assign blame
    Keeps distant
  • Counsellor:
    Mendengarkan kegelisahan anda tentang mobil
    Therapist:
    Menggali hal apa yang membuat anda berhenti mengemudikan mobil
    Coaching, Counselling, Therapy, Mentoring, Consultation
    Mentor:
    Membagikan cara-cara mengemudikan mobil yang diketahuinya berdasarkan pengalaman pribadinya
    Consultant:
    Memberikan nasihat kepada anda ttg bagaimana mengemudikan mobil yang baik
    Coach:
    Memberikan dorongan dan semangat kepada anda untuk mengemudikan mobil
  • What is Coaching?
    Proses kolaborasi yang berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil, dan sistematis dimana coach memfasilitasi peningkatan atas performa kerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri dan pertumbuhan pribadi dari coachee (Grant, 1999)
    Kunci pembuka potensi seseorang untuk memaksimalkan kinerjanya. Coaching lebih daripada membantu seseorang untuk proses belajar daripada mengajarinya (whitemore, 2003)
    Seni memfasilitasi kinerja, pembelajaran, dan pengembangan orang lain (Downey, 2003)
  • Characteristic of Good Coach
    Positive
    Supportive
    Integrity
    Goal oriented
    Observant
    Focus
  • Benefit of Good Coaching
    Meningkatkan kompetensi karyawan
    Memperbaiki performance kerja
    Mendiagnosa performance problems`
    Menciptakan suasana kerja yang produktif
    Meningkatkan performance kerja
  • Facts of Coaching
    Berdasarkan pembelajaran oleh CIPD (Jarvis, 2004) di inggris, didapatkan ternyata 99% dari organisasi yang menggunakan coaching mengatakan coaching dapat memberikan keuntungan nyata bagi individu dan organisasi
    Diketahui ROI coaching adalah 788% dengan memasukan keuntungan finansial terhadap peningkatan masa kerja karyawan (Johnson, 2004)
    70% para professional SDM percaya bahwa coaching benar-benar lebih efektif dibandingkan dengan pelatihan yang bertujuan untuk mengubah perilaku dan meningkatkan kinerja dari para eksekutif senior (Training Strategies for Tomorrow, 2003)
    “Semakin tinggi teknologi di sekitar kita, kita semakin banyak membutuhkan sentuhan manusia”
    (Naisbitt, 1982)
  • Element of Good Coaching Session
    Purpose
    Ground Rules
    Discuss one Specific issue
    Keep
    Focus
    Speak Clearly
    Develop
    Dialoque
  • Roles of a Coach
    Memastikan karyawan menentukan tujuan, strategi, dan tindakan yang jelas
    Pengatur waktu
    Menjaga kepercayaan karyawan
    Menjaga Coachee untuk selalu fokus pada jalurnya atau tujuannya
  • Coaching Assesment
  • Coaching Basic Skills
    E
    – Explore(ajukan pertanyaan)
    – Affirm ( dengarkan)
    A
    – Reflect(paraphrase & summarize)
    R
    S
    – Silence (tenang)
  • Asking QuestionsEffectively
  • Asking Questions in Coaching Session
    An effective question is Brief
    An effective question is Focused
    An effective question is Relevant
    An effective question is Constructive
  • Mengapa Bertanya?
    Mendapatkan informasi
    Mengarahkan perilaku yang diharapkan
    Melakukan konfirmasi
  • Exploring Questions
    Pertanyaan yang mendorong jawab yang luas
    OPEN
    • Hal apa saja yang menyebabkan kamu suka datang terlambat?
    • Kalo kamu sedang libur di rumah apa saja yang kamu lakukan disana?
    • Apa saja yang kamu ketahui tentang prosedur penerimaan barang yang terbaru!
    Pertanyaan yang mendorong jawaban yang singkat
    CLOSE
    Berapa kali kamu datang terlambat?
    Hari apa kamu libur?
    Apakah kamu sudah mengetahui prosedur yang baru?
  • Latihan: Membuat Pertanyaan
    Jawaban:
    PERTANYAAN
    ...................
    “10 kali”
    • “Rata rata terlambat sekitar 30 menit”
    ...................
    • “Naik bus dari rumah”
    ...................
    • “Tahu. Bisa kena SP, pak...”
    ...................
    • “Setiap malam saya tidur jam 2.30. Sebelumnya saya nongkrong dengan teman-teman di ujung gang. Kami bernyanyi –nyanyi dan bermain kartu. Lalu saat akan tidur biasanya anak saya yang paling kecil bangu minta susu dan tugas saya adalah memberi susu dan kembali menidurkan nya. Boleh dibilang saya baru tidur jam 4 pagi sedangkan jam 5.30 saya sudah harus berangkat kerja”
    ...................
  • QUESTION GAME
    • Sayacapek
    • Tidakbisatidur
    • Putar 3 nomor
    • Beberapamenit
    kemudiansaya tidur
  • LATIHAN: Membuat Pertanyaanbuatlah open dan close questions
    Situasi 1:
    Karyawan yang sering datang terlambat selama 2 minggu terakhir
    Situasi 2
    Performance kerja yang terus menurun selama 3 bulan terakhir
    Situasi 3
    Hubungan antar karyawan yang tidak baik
  • TEKNIK FUNNELMengarahkan Jawaban
    Ciptakan hubungan baik
    Minta persetujuan
    Kumpulkan informasi OQ
    Follow up dengan OQ dan CQ
    Kesimpulan
    LATIHAN
  • Simulasi
  • ListeningActively
  • Hearingis automatic
  • Listening:
    the act of hearing with
    intention
    Listening takesconscious effort
  • Listening is
    important
  • Listening shows
    people you
    care!
  • …it gets people
    excited
  • People love to talk….
    I prefer to talk to people who are great:
    82%
    LISTENER
    so listen…
    Source: Insbeco Global Internet Polls
  • Make a conscious effort to work at listening…
  • Listening Test
  • Levels of Listening
    Level 5
    Level 4
    Level 3
    Level 2
    Level 1
  • Good Habits of Effective listeners
    Kontak mata
    Bersikap ramah & terbuka
    Berikan anggukan kepala
    Ajukan beberapa pertanyaan
    Lakukan rangkuman
    Tidak memotong pembicaraan
    Lakukan pencatatan
  • Latihan: Mendengarkan
    Pembicara: ”Saya pikir kita harus mengadakan rapat staf untuk membicarakan hal tersebut.”
    Pendengar: ..........................................
    Pembicara: ”Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan untuk mendapatkan promosi”
    Pendengar: ..........................................
  • KEMAMPUAN MENGOBSERVASI (MENGAMATI)
    100%Dampak berkomunikasi
    55 %
    BODY LANGUAGE
    (BAHASA TUBUH)
    38 %
    CARA KATA- KATA DIGUNAKAN
    7 %
    KATA-KATA
    LOW
    MEDIUM
    HIGH
    KEMAMPUAN UNTUK KONTROL
  • KONDISI
    1. GESTURE CLUSTERS
    • Kelompokgerak-gerik
    • Bermacamindikasi
    • Mata, ekspresimuka, posture, dsb
    2. CONTEXT
    Melihatkeadaan / situasi
    3. CONGRUENCE
    Persamaangestures / signals,
    dan kata-kata yang digunakan
  • Simulation:Body Language
  • Paraphrase
    Mengulangi kembali informasi yang diterima dengan menggunakan kata-kata sendiri
  • How to Paraphrase?
    Lakukan summary
    Sampaikan kembali dengan menggunakan kata kata sendiri
  • Paraphrase
    Saat ini umur saya 26 tahun. Ada keinginan untuk menikah....apalagi adik kandung dan adik2 sepupu dah pada married semua. Malu rasanya dilangkahi terus berkali-kali. Masalahnya cowokku itu sampai saat ini masih belum ada kerjaan tetap. Dia juga sudah ingin sekali menikah, tapi gak enak bila blm ada kerjaan tetap. Aku sendiri sih fine, siapa tahu setelah menikah pintu rezeki bisa terbuka lebih lebar. Tapi dia tetap bersikeras nunggu dia dapat kerjaan tetap dulu. Aku jadi bingung, sampai kapan harus menunggu... sedangkan aku juga ngerasa udah gak bisa ke lain hati. Udah berapa kali putus dan coba pacaran dengan orang lain, tapi gak ada yang sebaik dia. Aku ngerasa memang dia destiny aku.
    Dan masalah kedua adalah, aku harus menanggung semua beban keluarga karena bokap dah gak tinggal ma kita lagi, dan nyokap jg dah gak kerja kya dulu. Aku sih fine juga.. namanya demi keluarga. Tapi ya... aku memang gak akan pernah bisa nabung untuk married, karena semua gaji setiap bulan selalu habis untuk kebutuhan keluarga. Kadang jadi sering bete, karena keluarga selalu ngepush aku untuk married sedangkan mereka jg tahu aku gak bisa married secepat itu bila harus menanggung segalanya sendiri. Dan terkadang aku sedih banget bila nyokap dan adikku menyarankan agar aku mencari cowok lain yang lebih mapan utk seumuran aku. Aku ngerasa gak bisa. Mana bisa aku married tanpa cinta? Demi uang? Gaklah... Aku gak akan bahagia.
  • “ Bu, ada seorang rekan kerja senior, tadinya dia atasan langsung saya, tapi sekarang uda ngga. Dia emang orangnya rada genit dan iseng sama saya. Dan isengnya itu kayanya paling berani sama saya. Ga tau alasan nya apa. Padahal saya uda berusaha untuk biasa aja. Kalo mood saya lagi oke, saya tanggapin joke nya sebatas yang normal. Lagipula dia lebih tua dari saya, ga mungkin kan saya bentak. Isengnya tuh begini kira2, Suka nyolek tengkuk saya kalo saya lagi kuncir rambut saya sehingga keliatan leher, Meluk pundak, colek2 pipi, hidung, jidat, dll bagian muka saya .
    Tadi pagi dia nanya, kok email internal kantor dia banyak kiriman dari luar, menuh2in inbox, gimana caranya untuk block. Saya samperin, kebetulan saya masih gantung mp3 di leher. saya lagi agak nunduk liat layar laptop, eh dia maen tarik aja mp3 saya sampe copot colokan earphone nya. Saya langsung ngambek, saya tinggalin dia. Mungkin karena takut dia uda ngerusak mp3 saya, dia ga berani negur lagi.Ditambah lagi dengan celetukan iseng dari teman2 yg lain kalo g cocok jadi istrinya Trus ada jg omongan iseng yg bilang saya hamil ini anaknya dia. I know it was meant as a joke, but don't u think it's out of line? Uda keterlaluan kan? Biasa saya diemin aja omongan orang, karena semakin saya tanggepin pasti bakal makin rame.Sekarang g masih marah sama masalah tadi pagi. Emang mp3 g gpp, tapi tetep aja kesel” 
    Paraphrase: ....
  • LATIHAN: Basic Skill
    Coach: .........(Asking)
    Coachee: Hampir tiap malam saya tidurnya jam 3
    Coach: .........(Asking)
    Coachee: Karena anak saya, suka bangun minta susu jam 2 pagi
    Coach: ......... (Asking)
    Coachee: nggak sih bu, sebenernya dia baru bangun jam 2.
    Coach: .........(Asking)
    Coachee: Biasanya saya main ke rumah temen sampai jam 1.30
  • LATIHAN: Basic Skill
    Coach: ......... (Asking)
    Coachee: iya jam 2 anak saya bangun minta susu trus baru
    tidur lagi jam 3
    Coach: ......... (Asking)
    Coachee: Jam 6 saya sudah harus berangkat tapi seringnya baru
    jalan jam 6.30
    Coach: ......... (summary & paraphrase)
    Coachee: Iya bener begitu bu
  • 7 Communication Priciples for Coaching
    Hindari kesan memaksa
    Fokus pada solusi
    Rubah sikap “Tidak bisa” menjadi “Bisa”
    Bertanggung jawab
    Sampaikan hal yang kita inginkan
    Fokus pada masa depan
    Share information rather than argue or accuse
  • Get ready for.......DAY 2
  • Coaching strategies for different personality behavior
    CONTROLLING
    PROMOTING
    ANALYZING
    SUPPORTING
  • CONTROLLING
    Extrovert - Pelaku - Optimis
    • Senang mengontrol
    • Cenderung kurang sabar, banyak menuntut dan senang memaksa
    • Berorientasi target dan berpikir holistik
    • Tidak menyukai detail dan pekerjaan yang bersifat rutin
    • Memecahkan masalah secara praktis
    • Bergerak cepat dalam bertindak
    • Senang mendelegasikan pekerjaan
    • Fokus pada hasil
    • Menyenangi persaingan
  • PROMOTING
    Extrovert - Pelaku - Optimis
    • Senang mempengaruhi lingkungan atau orang di sekelilingnya
    • Cenderung tidak menyukai pekerjaan yang rumit
    • Lebih menyukai berhubungan dengan manusia daripada pekerjaan
    • Bersedia untuk melakukan tugas baru
    • Terlihat hebat di permukaan
    • Kreatif dan inovatif
    • Memiliki energi dan antusiasme
    • Mengilhami orang lain untuk ikut bekerja
  • ANALYZING
    Introvert – Pemikir - Pesimis
    • Perfeksionis, standar kerja tinggi,
    • Senang bekerja sama dengan orang lain untuk menyelesaikan pekerjaan
    • Sabar,dapat dipercaya dan persistent
    • Bekerja dengan detail,rapi dan teroganisir
    • Time framed oriented
    • Melakukan pekerjaan secara bertahap
    • Mampu menganalisa masalah
    • Saat sedang tidak bersemangat akan menjadi keras kepala
  • SUPPORTING
    Introvert – Pengamat – Pesimis
    • Bekerja dengan penuh hati-hati serta akurat
    • Senang bekerja dengan mengikuti standar dan posedur
    • Menghindari konflik dan mudah sepakat
    • Cenderung memerlukan waktu untuk berpikir dan menganalisa situasi
    • Saat sedang tidak semangat, akan menjadi sinis dan over kritis
  • UNDERSTANDING PERSONALITY
    CONTROLLING
    PROMOTING
    MADONNA
    INUL
    AGNES MONICA
    SOEKARNO
    IMELDA MARCOS
    TUKUL ARWANA
    M. ALI
    HITLER
    SUHARTO
    RHOMA IRAMA
    TYSON
    AHMAD DHANI
    SUTIYOSO
    PRESDIR, DIREKSI, GM
    ARTIS, ENTERTAINER, SALES
    ANALYZING
    SUPPORTING
    BILL GATES
    EINSTEIN
    MUNIR
    KWIK KIAN GIE
    LADY DIANA
    MEGAWATI
    CHRISYE
    MBAH’ MARIDJAN
    ANALYST, FINANCE, SCIENTIST
    SDM, PR
  • CONTROLLING
    PROMOTING
    Needs :
    Kekuasaan, Goals
    Needs :
    Hubungan hangat,
    kebebasan berekpresi
    Cara Berkomunikasi :
    Bersahabat, terbuka, hangat, optimis
    Cara Berkomunikasi :
    Langsung, result, efisien, tegas
    ANALYZING
    SUPPORTING
    Needs :
    Tujuan yang jelas, keteraturan
    Needs :
    Kedamaian, Kenyamanan
    Cara Berkomunikasi :
    Tenang, terorganisir, detail
    Cara Berkomunikasi :
    Pelan, tenang, hati-hati
  • Coaching Models to Improve Performance
  • Coaching Models to Improve Performance
    Performance model
    Motivation model
    GROWmodel
    Empowerment model
  • PERFORMANCE MODEL
  • Performance model
    Follow up
    Observe
    Demonstrasi Cara yang Benar
    Setuju dengan Perubahan
    Memberi & Menerima Feedback
  • Giving Feedback
    Pilih waktu yang tepat
    Gunakan bahasa yang mudah dipahami
    Sampaikan perilaku yang perlu untuk diubah dan pengaruhnya bagi orang lain
  • Latihan: Giving Feedback
  • Coaching Vs Counselling
    Apabila ada pelanggaran peraturan
    Apabila ada masalah performance yang berulang ulang
    Sesudah ada konfrontasi atau keributan
    Sebagai tindakan preventif sebelum situasi menjadi masalah
  • Jelaskan performance gap (perbedaan antara apa yang ada harapkan dengan apa yang terjadi). Gunakan behavior statements.
    Salah satu anak buah saya datang terlambat di setiap shiftnya. Apabila sudah mulai bekerja dia selalu bekerja dengan baik sekali tetapi dia selalu datang terlambat 20-30 menit
    Apakah penting untuk keberhasilan store?
    Abaikan
    No
    Yes
    Ya. Karena orang lain harus menggantikan dia dan menyiapkan registernya. Kadang kadang customer tidak mendapatkan service yang terbaik karena sebelum mulai bekerja dia senang berkonsentrasi untuk membersihkan dan merapikan display product
  • Apakah harapan-harapannya dikomunikasikan dengan jelas?
    Komunikasikan harapan harapannya
    No
    Ya. Saya sudah memberitahu beth berkali kali bahwa dia harus datang tepat waktu. Tepat waktu artinya, di awal shift –nya , dia harus ada di cash registerdengan sudah siap melayani customer. Saya perlu memperjelas yang saya maksud dengan “tepat waktu”, kepada beth.
    Yes
  • Apakah orang itu memenuhi harapan. Apabila kehidupannya tergantung pada hal itu?
    Train / coach dan memberi feed back
    Apakah orang itu mendapatkan keuntungan lebih apabila tidak mencapai harapan performance, daripada apabila mencapainya?
    No
    No
    Counselling dan ganti “incentive balance”
    Yes
    Yes
  • Apakah orang itu mempunyai semua (tool dan sumber) yang diperlukan untuk mencapai harapannya?
    Berikan materi dan hilangkan halangannya
    Kembali ke pertanyaan 5
    No
    Yes
  • Incentive balance
  • MOTIVATION MODEL
  • Diskusi Kelompok: Sumber motivasi 4 behavior Styles
    CONTROLLING
    PROMOTING
    ANALYZING
    SUPPORTING
  • Skenario 1Molly adalah seorang advisor yang bekerja untuk membiayai sekolahnya. Dia sangat mementingkan goal dan hasil. Dia sangat mandiri, percaya diri dan selalu in charge. Karyawan lain melihat dia sebagai orang yang kompeten dan mempunyai kemauan1. Apa behavioral style Molly? ________________________________________2. Bagaimana cara memotivasi Molly? ________________________________________
  • Skenario 2Rudy adalah Supervisor yang mengaanggap dirinya seorang perfectionis. Dia sangant “detail oriented” dan selalu mencoba melakukan yang terbaik. Dia mementingkan struktural dan kemampuan memverifikasi informasi. Karyawan lain melihatnya sebagai orang yang mendetail dan mengerti realitas. Dia senang menerima “tepukan bahu” apabila bisa menyelesaikan tugas yang sulit. 1. Apa behavioral style Rudy? ________________________________________2. Bagaimana cara memotivasi Rudy? ________________________________________
  • Skenario 3Debby adalah seorang senior advisor yang ambisius. Dia jelas jelas ingin menunjukan bahwa dia ingin dipromosikan dan naik karirnya di store. Dia baik sekali dalam hal building team dan relationship. Dia selalu memikirkan perasaan orang lain. Rekan kerja lainnya senang sekali bekerja bersamanya, mereka merasa dia adalah pendengar yang baik 1. Apa behavioral style Debby? ________________________________________2. Bagaimana cara memotivasi Debby? ________________________________________
  • Latihan 2: Motivation Model
    Nama:
    Style:
    ______________
    ______________
    ______________
    ______________
    ______________
    ______________
    ______________
    ______________
  • Apa arti “berarti” bagi setiap individu?
    Berdasarkan apa yang “berarti” untuk mereka dan behavior style mereka, cara apa yang bisa anda lakukan untuk memotivasi mereka?
    Hal apa yang menantang untuk setiap style?
    Bagaimana bekerja di store bisa lebih menantang untuk individu di setiap behavioral style?
  • BEHAVIOR CHANGE MODEL
  • Change
    Selalu terjadi terus menerus
    Change selalu terdiri dari mengandung 2 sisi, positif dan negatif
    Change perlu untuk di manage: fokus pada hal positif, komunikasikan dengan benar dan berkala
  • Mengapa harus berubah?
  • Senantiasa
    berkomunikasi
    Melibatkan anggota team dalam perubahan
    Dengarkan apa yang orang lain katakan
    Tunjukan Komitmen untuk berubah
    Komunikasikan alasan
  • Simulasi: Change Behavior
  • EMPOWERING MODEL
  • Keuntungan Empowerment
    Karyawan merasa lebih senang
    Tim memiliki komitmen lebih tinggi
    Kualitas kerja lebih baik untuk jangka waktu lebih lama
    Team lebih inisiatif dan lebih bertanggung jawab
    Tingkat kooperatif dan team work lebih tinggi
  • Empowerment vs Delegation
    Pendekatan Delegation:
    Memberikan tugas dan menyampaikan cara tertentu untuk melengkapi atau menyelesaikan tugas.
    Pendekatan Empowerment:
    Memberikan tanggung jawab, menentukan batas performance dan membiarkan orang tsb memilih cara melengkapi tugasnya
  • STUDY CASE
    Store anda mempunyai objective meningkatkan
    pemahaman product knowledge departement dengan nilai seluruh karyawan minimal 95,
    PendekatanDelegation
    Anda sendiri yang melengkapi rencana training dan tes PK untuk mencapai goal nilai minimal PK 95 pada bulan oktober. Anda memberikan rencana yang lengkap kepada supervisor dan minta mereka untuk mengikutinya. Anda minta supervisor untuk memberikan update dan kemajuan rencana anda setiap minggu
    Pendekatan Empowerment:
    Minta supervisor yang berpengalaman untuk menetapkan dan melaksanakan rencana meningkatkan nilai minimal PK seluruh karyawan 95 pada bulan oktober. Ingatkan supervisor agar melakukan training dan test PK pada akhir bulan.
  • Empowerment akan memberikan hasil yang baik:
    Memiliki tingkat inisiatif yang tinggi
    Memiliki ketrampilan yang baik
    Karyawan yang ingin berkembang
    Empowerment Tidak akan memberikan hasil yang baik:
    • Karyawan baru masuk
    • Karyawan yang melakukan tugas baru
    • Karyawan yang melakukan tanggung jawab baru
  • Tips How to Empowerment
    Menjadikan dirinya model
    Melakukan apa yang dikatakan
    Memberikan appreciative feedback
    Bersedia mengambil resiko
    Memberi orang tanggung jawab tambahan
    Memberi instruksi tertentu
    Memastikan mereka mendapat training pengetahuan yang diperlukan
    Follow secara berkala tanpa menunjukan kurang tidak percaya
  • Study Case: Empowerment Model
  • Coaching Strategies for Controlling
    • Berbicaralah dengan jelas dan langsung
    • Hindari berbicara tentang hal-hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaan
    • Berikan tantangan dan target
    • Berikan kebebasan dalam menyelesaikan pekerjaan
    • Berbicara berdasarkan data dan fakta
    • Berbicara secara efisien dan terorganisir
    • Fokus pada keuntungan dan hasil
    CONTROLLING
  • Coaching Strategies for Promoting
    Ciptakan hubungan yang baik dan menyenangkan
    Berkomunikasi secara terbuka dan penuh persahabatan
    Berikan kebebasan untuk menuangkan ide-ide
    Tampilkan sikap hangat dan bersemangat
    Berikan perhatian dan jadilah pendengar yang baik
    Bersikap optimis
    PROMOTING
  • Coaching Strategies for Analyzing
    Sampaikan “goal” kerja yang jelas
    Ciptakan suasana kerja yang teroganisir dan sistematis
    Berkomunikasi secara detail dan akurat
    Lakukan analisa hanya berdasarkan fakta dan logika
    Hindari interupsi saat bekerja
    Bekerja dengan langkah yang teratur
    Analyzing
  • Coaching Strategies for Supporting
    Ciptakan suasana kerja yang damai
    Berkomunikasilah dengan tenang, sabar dan hangat
    Jagalah kata kata yang diucapkan
    Sampaikan target kerja tanpa terkesan memaksa
    Bagikan pengalaman nyata untuk memotivasi
    • Ciptakan suasana kerja yang damai
    • Berikan kesempatan untuk menunjukan kemampuannya
    • Berkomunikasilah dengan tenang, sabar dan hangat
    • Jagalah kata kata yang diucapkan
    • Sampaikan target kerja tanpa terkesan memaksa
    • Bagikan pengalaman nyata untuk memotivasi
    SUPPORTING
  • Roleplay
  • Summary