Perlawanan rakyat indonesia terhadap kolonial belanda

96,526 views
95,428 views

Published on

Sejarah kelas XI SMA semester I

Published in: Education
4 Comments
22 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
96,526
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
6
Actions
Shares
0
Downloads
1,335
Comments
4
Likes
22
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Perlawanan rakyat indonesia terhadap kolonial belanda

  1. 1. Presentasi Sejarah Kelompok Nadya Khaira Nurdi Nidya Milano Nora Fitri Ayunda Putri Afrasti Putri Permatasari
  2. 2. Membahas..... Perlawanan Rakyat Indonesia Terhadap Kekuasaan Kolonial
  3. 3. Perlawanan rakyat di Indonesia Sebelum Tahun 1800 1. Perlawanan Sultan Baabullah (Ternate) terhadap Portugis 2. Perlawanan Sultan Agung (Mataram) 3. Perlawanan Rakyat Banten terhadap VOC 4. Perlawanan Rakyat Makasar terhadap VOC (1654-1655)
  4. 4. 1. Perlawanan Sultan Baabullah (Ternate) terhadap Portugis Kedatangan bangsa Portugis di Ternate tahun 1512 berusaha memonopoli perdagangan hal itu menimbulkan kebencian bangsa Ternate. Tahun 1565, rakyat Ternate menyerang benteng Santo Paulo dipimpin Sultan Harun, namun gagal. Setelah itu perlawanan dilanjutkan Sultan Baabullah dan berhasil menguasai Santo Paulo dan Portugis diusir dari Ternate.
  5. 5. 2. Perlawanan Sultan Agung (Mataram) Sultan Agung mengirim kerajaan Mataram untuk menyerang Belanda di Batavia pada tahun 1628 merupakan serangan pertama, namun gagal karena kehabisan perbekalan. Serangan kedua (1629) Mataram menyerang VOC di Batavia dan mengalami kegagalan sehingga perlawanan kembali lanjut di bawah pimpinan Trono Joyo kepada Untung Senopati serta perlawanan Mangkubumi dan Raden Mas Said.
  6. 6. 3. Perlawanan Rakyat Banten terhadap VOC Perlawanan rakyat Banten dipimpin oleh Sultan Ageng Tirtayasa, namun putranya Sultan Haji bersukutu dengan Belanda, hal ini menyebabkan pihak Belanda dapat ikut campur dalam urusan kerajaan Mataram setelah Sultan Ageng mencopot kekuasaan Sultan Haji, ia meminta bantuan pada VOC untuk menyerang ayahnya. Kerajaan Mataram akhirnya dikuasai oleh Sultan Haji dan dikontrol oleh VOC, Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap oleh Belanda dan dibuang ke Batavia.
  7. 7. 4. Perlawanan Rakyat Makassar terhadap VOC (1654-1655) Penyebab terjadinya perlawanan adalah: 1) Belanda menganggap Makassar sebagai pelabuhan gelap 2) Belanda mengadakan blokade ekonomi terhadap Makassar 3) Sultan Hasanuddin menolak monopoli perdagangan Belanda di Makassar VOC mengajukan perjanjian damai dengan Makassar yang dimanfaatkan oleh Belanda untuk memperkuat pasukan,kemudian Belanda bersekutu dengan Aru Palaka (Raja Bone) yang merupakan musuh Sultan Hasanuddin. Belanda akhirnya menguasai Makassar dengan ditandatanganinya perjanjian Bongaya.
  8. 8. Perlawanan rakyat di Indonesia Sesudah Tahun 1800 1. Perlawanan rakyat Maluku di bawah pimpinan Pattimura 2. Perang Paderi (1821-1838) 3. Perang Diponegoro 4. Perlawanan rakyat Bali 5. Perang Aceh
  9. 9. 1. Perlawanan Rakyat Maluku di bawah pimpinan Pattimura Sejak Belanda berkuasa di Maluku rakyat menjadi sengsara, sehingga rakyat semakin benci, dendam kepada Belanda. Di bawah pimpinan Pattimura (Thomas Matualessi) rakyat Maluku bangkit melawan Belanda tahun 1817 dan berhasil menduduki Benteng Duursted dan membunuh Residen Van Den Berg. Belanda kemudian meminta bantuan ke Batavia, sehingga perlawanan Pattimura dapat dipatahkan, Pattimura kemudian ditangkap dan dijatuhi hukuman gantung pada bulan Desember 1817. Dalam perjuangan rakyat Maluku ini juga terdapat seorang pejuang wanita yang bernama Christina Martha Tiahahu.
  10. 10. 2. Perang Paderi Pada mulanya Perang Paderi merupakan perang antara kaum adat dan kaum ulama. Penyebabnya: 1) Terdapat perbedaan pendapat kaum ulama dan adat. Kaum ulama mengehendaki pelaksanaan ajaran agama Islam berdasarkan hadist 2) Kaum ulama ingin memberantas kebiasaan buruk yang dilakukan kaum adat, seperti berjudi, menyambung ayam dan mabuk Karena terdesak, kaum adat meminta bantuan kepada Belanda, tetpi kemudian kaum adat sadar bahwa Belanda ingin menguasai Sumatera Barat, kemudian kaum adat bersatu dengan kaum Paderi untuk menghadapi Belanda, karena terdesak, Belanda mengirim bantuan dari pulau Jawa yang diperkuat oleh pasukan Sentot Ali Basa Prawirodirjo.
  11. 11. Sentot Ali Basa Prawirodirjo ditangkap dan dibuang ke Cianjur karena berpihak kepada kaum Paderi. Dengan siasat Benteng Stelsel, Belanda mengepung dan menangkap Imam Bonjol kemudian dibuang ke Cianjur lalu dipindahkan ke Manado hingga wafat pada tahun 1864.
  12. 12. 3. Perang Diponegoro (1825-1830) Penyebab terjadinya: Sebab umum: 1) Penderitaan dan kesengsaraan rakyat akibat pajak 2) Campur tangan Belanda dalam urusan istana 3) Munculnya kecemasan di kalangan para ulama karena berkembangnya budaya Barat
  13. 13. Sebab khusus: Belanda membuat jalan di Tegalrejo yang melewati makam leluhur Diponegoro tanpa meminta izin terlebih dahulu. Dalam perang ini, Diponegoro menggunakan siasat perang gerilya yang didukung oleh kaum bangsawan dan ulama serta bupati, antara lain Kyai Mojo dan Sentot Ali Basa memisahkan diri. Lemahnya pasukan Diponegoro menyebabkan Diponegoro menerima tawaran Belanda untuk berunding di Magelang, dalam perundingan ini pihak Belanda diwakili oleh Jenderal De Kock namun perundingan mengalami kegagalan dan Diponegoro ditangkap dan dibawa ke Batavia, selanjutnya dipindahkan ke Menado kemudian dipindahkan lagi ke Makassar dan meninggal di Benteng Rotterdam tanggal 8 Januari 1855
  14. 14. 4. Perlawanan Rakyat Bali Sebab Umum: Adanya Hak Tawan Karang yaitu suatu ketentuan bahwa setiap kapal yang terdampar di perairan Bali menjadi milik raja Bali. Sebab Khusus: Menyangkut tuntutan Belanda yang ditolak raja Bali, berisikan: 1) Hak Tawan Karang dihapuskan 2) Raja harus memberi perlindungan terhadap pedagangpedagang Belanda di Bali 3) Belanda minta diizinkan mengibarkan Bendera di Bali
  15. 15. Perlawanan rakyat Bali dipimpin Patih Gusti Ketut Jelantik dari Kerajaan Buleleng didukung kerajaan-kerajaan lain di Bali. Dalam pertempuran melawan Belanda, rakyat Bali mengobarkan Perang Puputan dengan pusat pertahanan di Benteng Jagaraga. Karena persenjataan Belanda lengkap, akhirnya Bali berhasil dikuasai Belanda.
  16. 16. 5. Perang Aceh (1873-1904) Perlawanan dipimpin oleh para bangsawam dan para tokoh ulama seperti Teuku Umar, Teuku Cik Ditiro, Panglima Polem, Cut Nyak Dien, Cut Mutia dll. Penyebabnya adalah Belanda melanggar perjanjian Traktat London (1824) yang berisi bahwa Inggris dan Belanda tidak boleh mengganggu kemerdekaan Aceh. Untuk menguasai Aceh, Belanda menggunakan cara: 1) Konsentiasi Stelsel 2) Mendatangkan ahli Agama Islam:Snouch Hurgyonye Cara tsb dapat mempersempit ruang gerak pasukan Aceh, sehingga Aceh akhirnya dapat dikuasai oleh Belanda, kemudian raja-raja di daerah yang berhasil dikuasai diikat dengan Plakat Pendek.
  17. 17. THE END....................

×