Perubahan Pola Pikir
dalam
Kurikulum 2013
I. Perubahan
Filosofi Pembelajaran
Apa yang Berubah?
• Selalu berubah
• Ilmu –Teknologi – Sosial – Budaya – Ekonomi:
– Kecepatan
– Interaksi
– Variasi
– Kual...
Sumber Belajar
• Kurzweil: Law of Accelerating Returns
• Banyak sumber/materi belajar
• Belajar tidak harus dari:
– Buku t...
Kerjasama
• Hukum Metcalfe: utilization of networks is
proportional to the square of the number of nodes
in the network
• ...
Data
• Ackoff:
– Data  Informasi  Pengetahuan  Kearifan
• Pengetahuan dibentuk melalui kesimpulan terhadap
data hasil p...
Komputasi
• Hukum Moore: computing power is doubled every 18
months
• Hukum Koomey: energy consumption for computing is
ha...
Prosedur
• Hukum Ford
• Menghindari pengetahuan atau keterampilan yang
sifatnya rutin dan mekanistis
• Implementasinya dal...
Teknologi Pengetahuan
• Hukum Weiner: Information is neither matter nor
energy
• Pada pengetahuan tidak berlaku:
– Kekekal...
Pengaruh Terhadap Pembelajaran
• Berpengaruh terhadap pembelajaran:
– Dimana  tanpa sekat jarak (supply/demand)
– Kapan ...
11
Proses Pembelajaran yang Mendukung Kreativitas
Dyers, J.H. et al [2011], Innovators DNA, Harvard Business Review:
• 2/3...
Proses Penilaian yang Mendukung Kreativitas
Sharp, C. 2004. Developing young children’s creativity: what can
we learn from...
Hukum Kreativitas
• Kreativitas adalah menular (Einstein)
• Kreativitas adalah benda gas (Nathan)
• Kreativitas hanya diba...
Pengertian Keterampilan
• Michelangelo: a man paints with his brain and not with his
hands
• Keterampilan berfikir/lojik d...
Pesan Sejalan Dengan Kurikulum 2013
• “Education is what survives when what has been
learnt has been forgotten.” Skinner
•...
Pembelajaran dan Inovasi
• Kreatif dan inovasi
• Berfikir kritis
• Komunikasi dan kolaborasi
Informasi, Media and
Teknolog...
II. Perubahan
Bangunan Kurikulum
Elemen Perubahan pada Kurikulum 2013
Elemen Perubahan
18
Kurikulum yang dapat
menghasilkan insan
indonesia yang:
Produktif, Kreatif,
Inovatif,
Afektif
melalui penguatan
Sikap, Ket...
Pengertian Kurikulum UU No. 20/2003
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan
mengenai tujuan, isi, dan bahan pe...
Eclectic
Praksis
Input
(Materi)
Output
(Produk)
Proses
Pengendalian
Teoritis Praktis Produktif
Essensialisme Progresivisme...
Nilai PISA Matematika SMP Kelas IX atau SMA/SMK Kelas X
Source: OECD PISA 2009 and 2012 Database,
2009 2012
0%
10%
20%
30%...
0%
10%
20%
30%
40%
50%
60%
70%
80%
90%
100%
ChineseTaipei
Singapore
Korea,Rep.of
Japan
Turkey
Malaysia
Thailand
Iran
Saudi...
Domain Topics
Number 1. Computing, estimating, or approximating with whole numbers
2. Concepts of fractions and computing ...
Level/Lowest score Task descriptions
Level 6
669 (Create)
- Mampu menggunakan berbagai informasi, keterkaitannya, dan konv...
Rumusan Proses dalam Kurikulum 2013  SP
Applying
Under-
standing
Knowing/
Remembering
Analyzing
Evaluating
Valuing
Respon...
Pembentukan Kompetensi Melalui Pembelajaran
dan Pemanfaatannya
Pengetahuan
Sikap
Keterampilan
Pengetahuan
Keteram-
pilan
S...
Sistem Penilaian Kurikulum 2013
Sekolah
Siswa
1. Ujian Tingkat Kompetensi
(yang bukan UN)
Waktu: Tiap tingkat kompetensi
2...
Tingkat Kompetensi dan Ujiannya
Kelas
Kelas XII
Kelas XI
Kelas X
Kelas IX
Kelas VIII
Kelas VII
Kelas VI
Kelas V
Kelas IV
K...
IV. Perubahan
Manajemen dan Budaya Sekolah
Manajemen
&
Budaya
Sekolah
Menyiapkan
BK
Menyiapkan
Manajemen
Fasilitas dan
Administrasi
Sekolah
Menyiapkan
kegiatan ko-
d...
Creative
Pedagogy
Creative
Teaching
Creative
Learning
Teaching
for
Creativity
Peran Guru
Peran
Kurikulum
Peran Buku (Sarpr...
V. Perubahan
Paradigma Implementasi Kurikulum
Manajemendan
Kepemimpinan
IklimAkademikdan
BudayaSekolah
Kesiapan:
-Fisik
-Emosional
-Intelektual
- Spiritual
Kerangka Ker...
Ruang Lingkup Implementasi
Ruang Lingkup Implementasi Kurikulum
PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN
PELATIHAN
GURU
PENGADAAN
BUKU
PEN...
VI. Perubahan
Pola Pikir dan Pembelajaran
Perubahan Pola Pikir
No Pola Pikir
1 Guru dan Buku Teks bukan satu-satunya sumber belajar
2 Kelas bukan satu-satunya tempa...
Perubahan Pola Pembelajaran
No Status Rumusan Kurikulum Baru
1 Belajar dengan beraktivitas (paham karena melakukan)
2 Untu...
Perubahan Pola Pembelajaran
No Status Rumusan Kurikulum Baru
10 Pentingnya data (mengumpulkan, mengelompokkan, menyajikan,...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Penyesuaian pola pikir dan pembelajaran

161
-1

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
161
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
6
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Penyesuaian pola pikir dan pembelajaran

  1. 1. Perubahan Pola Pikir dalam Kurikulum 2013
  2. 2. I. Perubahan Filosofi Pembelajaran
  3. 3. Apa yang Berubah? • Selalu berubah • Ilmu –Teknologi – Sosial – Budaya – Ekonomi: – Kecepatan – Interaksi – Variasi – Kualitas – ... • Model pembelajaran Kurikulum 2013: – Normal – Pengayaan – Remedial – Pengayaan
  4. 4. Sumber Belajar • Kurzweil: Law of Accelerating Returns • Banyak sumber/materi belajar • Belajar tidak harus dari: – Buku teks pelajaran – Guru • Standar Kompetensi Lulusan Kurikulum 2013: – SMP: yang dipelajari di sekolah dan sumber lain sejenis – SMA: pengembangan dari yang dipelajari di sekolah dan sumber lain dengan sudut pandang berbeda
  5. 5. Kerjasama • Hukum Metcalfe: utilization of networks is proportional to the square of the number of nodes in the network • Pentingnya kolaborasi • Implementasinya dalam Kurikulum 2013: – Perlunya collaborative learning – Sedikitnya satu tugas kelompok pada tiap bab/tema
  6. 6. Data • Ackoff: – Data  Informasi  Pengetahuan  Kearifan • Pengetahuan dibentuk melalui kesimpulan terhadap data hasil pengamatan • Implementasinya dalam Kurikulum 2013: – Pentingnya observation based learning – Pentingnya pemahaman terhadap data: • Mulai kelas I SD/MI • Ada pada tiap jenjang kelas
  7. 7. Komputasi • Hukum Moore: computing power is doubled every 18 months • Hukum Koomey: energy consumption for computing is halved every 18 months • Komputasi akan lebih efisien dikerjakan menggunakan mesin daripada manusia • Implementasinya dalam Kurikulum 2013: – Menghitung bukan lagi bagian terpenting dalam matematika – Keseimbangan antara numeral dan spatial/shape – Kemampuan merumuskan masalah, bukan hanya menyelesaikan masalah
  8. 8. Prosedur • Hukum Ford • Menghindari pengetahuan atau keterampilan yang sifatnya rutin dan mekanistis • Implementasinya dalam Kurikulum 2013: – Penekanan pada: • prosedur penyelesaian masalah • Kemampuan metakognitif – Pentingnya algoritma pada pembelajaran matematika – Rumusan SKL pada ranah pengetahuan • SMP: kemampuan prosedural • SMA/K: kemampuan prosedural dan metakognitif
  9. 9. Teknologi Pengetahuan • Hukum Weiner: Information is neither matter nor energy • Pada pengetahuan tidak berlaku: – Kekekalan massa – Kekekalan energi – Aliran berdasarkan beda potensial • Siswa dapat lebih pandai dari guru • Siswa dapat belajar sendiri mendahului guru • Implementasinya dalam Kurikulum 2013: – Siswa diajak untuk mencari tahu bukan diberitahu (discovery learning) – Peran guru sebagai tutor
  10. 10. Pengaruh Terhadap Pembelajaran • Berpengaruh terhadap pembelajaran: – Dimana  tanpa sekat jarak (supply/demand) – Kapan  tanpa sekat hari/jam – Siapa  tanpa sekat pribadi – Apa  tanpa sekat pengajaran Guru? Kelas? Murid? Mapel?
  11. 11. 11 Proses Pembelajaran yang Mendukung Kreativitas Dyers, J.H. et al [2011], Innovators DNA, Harvard Business Review: • 2/3 dari kemampuan kreativitas seseorang diperoleh melalui pendidikan, 1/3 sisanya berasal dari genetik. • Kebalikannya berlaku untuk kemampuan kecerdasan yaitu: 1/3 dari pendidikan, 2/3 sisanya dari genetik. • Kemampuan kreativitas diperoleh melalui: - Observing [mengamat] - Questioning [menanya] - Experimenting [mencoba] - Associating [menalar] - Networking [Membentuk jejaring] Personal Inter-personal 11 Pembelajaran berbasis kecerdasan tidak akan memberikan hasil siginifikan (hanya peningkatan 50%) dibandingkan yang berbasis kreativitas (sampai 200%) Berbasis Aktivitas: Dengar/Lihat  Amati  Lakukan  Sajikan
  12. 12. Proses Penilaian yang Mendukung Kreativitas Sharp, C. 2004. Developing young children’s creativity: what can we learn from research? Guru dapat membuat peserta didik berperilaku kreatif melalui: • tugas yang tidak hanya memiliki satu jawaban benar, • mentolerir jawaban yang nyeleneh, • menekankan pada proses bukan hanya hasil saja, • memberanikan peserta didik untuk: - mencoba, - menentukan sendiri yang kurang jelas/lengkap informasi, - memiliki interpretasi sendiri terkait pengetahuan/kejadian, • memberikan keseimbangan antara kegiatan terstruktur dan spontan/ekspresif 12
  13. 13. Hukum Kreativitas • Kreativitas adalah menular (Einstein) • Kreativitas adalah benda gas (Nathan) • Kreativitas hanya dibatasi oleh ambisi dan imaginasi (Nathan) • Berlaku hukum universal pengetahuan (Wiener)
  14. 14. Pengertian Keterampilan • Michelangelo: a man paints with his brain and not with his hands • Keterampilan berfikir/lojik didahulukan sebelum keterampilan fisik • Keterampilan tidak selalu terkait pemanfaatan fisik anggota tubuh • Implementasinya dalam Kurikulum 2013: – Kompetensi keterampilan: memiliki kemampuan pikir dan tindak yang produktif dan kreatif dalam ranah konkret dan abstrak – Kompetensi keterampilan: menyajikan pengetahuan yang dimiliki dengan: • bahasa yang jelas, logis, sistematis, • Karya yang estetis • Tindakan anak sehat, beriman dan berkhlak mulia
  15. 15. Pesan Sejalan Dengan Kurikulum 2013 • “Education is what survives when what has been learnt has been forgotten.” Skinner • “Education is what remains after one has forgotten what one has learned in school.” Einstein • “Scientists are not those who gave the right answers, but those who raised the right questions” Levi-Strauss
  16. 16. Pembelajaran dan Inovasi • Kreatif dan inovasi • Berfikir kritis • Komunikasi dan kolaborasi Informasi, Media and Teknologi • Melek informasi • Melek Media • Melek TIK Kehidupan dan Karir • Berinisiatif dan mandiri • Keterampilan sosial dan budaya • Produktif dan akuntabel • Kepemimpinan & tanggung jawab Sumber: 21st Century Skills, Education, Competitiveness. Partnership for 21st Century, 2008 Kerangka Kompetensi Abad 21 Kerangka ini menunjukkan bahwa berpengetahuan [melalui core subjects] saja tidak cukup, harus dilengkapi: -Berkemampuan kreatif - kritis -Berkarakter kuat [bertanggung jawab, sosial, toleran, produktif, adaptif,...] Disamping itu didukung dengan kemampuan memanfaatkan informasi dan berkomunikasi Partnership: Perusahaan, Asosiasi Pendidikan, Yayasan,... 16
  17. 17. II. Perubahan Bangunan Kurikulum
  18. 18. Elemen Perubahan pada Kurikulum 2013 Elemen Perubahan 18
  19. 19. Kurikulum yang dapat menghasilkan insan indonesia yang: Produktif, Kreatif, Inovatif, Afektif melalui penguatan Sikap, Keterampilan, dan Pengetahuan yang terintegrasi Produktif Kreatif Inovatif Afektif 19 Tema Pengembangan Kurikulum 2013 (Sesuai UU 20/2003)
  20. 20. Pengertian Kurikulum UU No. 20/2003 Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan Isi dan Bahan Cara Pengaturan kurikulum Kompetensi Proses Penilaian
  21. 21. Eclectic Praksis Input (Materi) Output (Produk) Proses Pengendalian Teoritis Praktis Produktif Essensialisme Progresivisme Constructionisme (Sesuai dengan tujuan dan fungsi Pendidikan Nasional, spt tercantum dalam pasal 3, UU 20/2003) Unsur Rancangan Kurikulum
  22. 22. Nilai PISA Matematika SMP Kelas IX atau SMA/SMK Kelas X Source: OECD PISA 2009 and 2012 Database, 2009 2012 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100% 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100% Pentingnya High Order Thinking Skill (level 4,5 dan 6)!
  23. 23. 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100% ChineseTaipei Singapore Korea,Rep.of Japan Turkey Malaysia Thailand Iran SaudiArabia Morocco Indonesia Very Low Low Intermediate High Advance 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100% ChineseTaipei Korea,Rep.of Singapore Japan Turkey Thailand Malaysia Iran Indonesia Morocco SaudiArabia Very Low Low Intermediate High Advance Hasil TIMSS Matematika SMP/MTs Kelas VIII 2007 2011 Lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah, sementara hampir 50% siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Dengan keyakinan bahwa semua anak dilahirkan sama, kesimpulan dari hasil ini adalah yang diajarkan di Indonesia berbeda dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional 23
  24. 24. Domain Topics Number 1. Computing, estimating, or approximating with whole numbers 2. Concepts of fractions and computing with fractions 3. Concepts of decimals and computing with decimals 4. Representing, comparing, ordering, and computing with integers 5. Problem solving involving percents and proportions Algebra 1. Numeric, algebraic, and geometric patterns or sequences 2. Simplifying and evaluating algebraic expressions 3. Simple linear equations and inequalities 4. Simultaneous (two variables equations) 5. Representation of functions as ordered pairs, tables, graphs, words, or equations Geometry 1. Geometric properties of angles and geometric shapes 2. Congruent figures and similar triangles 3. Relationship between three-dimensional shapes and their two-dimensional represent. 4. Using appropriate measurement formulas for perimeters, circumferences, areas, surface areas, and volumes 5. Points on the Cartesian plane 6. Translation, reflection, and rotation Data & Chances 1. Reading and displaying data using tables, pictographs, bar, pie, and line graphs 2. Interpreting data sets 3. Judging, predicting, and determining the chances of possible outcomes Ada beberapa topik yang tidak terdapat pada kurikulum saat ini, sehingga menyulitkan bagi siswa kelas VIII yang mengikuti TIMSS Perbandingan Kurikulum Matematika SMP Kelas VIII dan Materi TIMSS Merah: Belum Diajarkan di Kelas VIII 24
  25. 25. Level/Lowest score Task descriptions Level 6 669 (Create) - Mampu menggunakan berbagai informasi, keterkaitannya, dan konversi diantaranya - Mampu berfikir dan bernalar lanjut, menguasai operasi matematika formal dengan menggunakan simbol-simbol, dan mengembangkan pendekatan dan strategi baru. Level 5 607 (Evaluate) - Mampu mengidentifikasi batasan-batasan dan memilih asumsi-asumsi yang diperlukan. - Mampu memilih, membandingkan, mengevaluasi strategi pemecahan masalah yang sesuai dengan masalah kompleks yang terkait dengan model yang dipergunakan. Level 4 545 (Analyze) - Mampu secara efektif menggunakan model eksplisit yang memiliki batasan dan asumsi - Mampu memilih dan menggabungkan bermacam representasi matematika, termasuk simbolik, dan mengaitkannya secara langsung dengan aspek situasi dunia nyata. Level 3 482 (Apply) - Dapat menggunakan prosedur yang telah dijelaskan, termasuk yang memerlukan keputusan berantai, memilih dan menerapkan strategi pemecahan masalah sederhana - Mampu menangani persen, pecahan, bilangan desimal, mengerjakan hubungan proporsional, serta menalar dan membuat interpretasi sederhana Level 2 420 (Understand) - Mampu menginterpretasikan dan mengenali inferensial langsung, mencari informasi informasi yang relevan dari sumber tunggal. - Mampu menggunakan algoritma, rumus, prosedur, atau konvensi sederhana untuk menyelesaikan masalah terkait bilangan bulat. Level 1 358 (Know) - Mampu menjawab pertanyaan terkait konteks yang sering dijumpai dimana semua informasi telah tersedia dan pertanyaannya dinyatakan dengan gamblang. - Mampu mengidentifikasi informasi dan menjalankan prosedur rutin sesuai dengan instruksi terkait situasi eksplisit. Diskripsi Level Matematika dan Kaitannya dengan Nilai
  26. 26. Rumusan Proses dalam Kurikulum 2013  SP Applying Under- standing Knowing/ Remembering Analyzing Evaluating Valuing Responding Accepting Organizing/ Internalizing Characterizing/ Actualizing Experi- menting Questioning Observing Associating Communicating Knowledge (Bloom) Skill (Dyers) Attitude (Krathwohl) Creating 26 Applying Under- standing Knowing/ Remembering Analyzing Evaluating Knowledge (Bloom) Kurikulum 2006 Kurikulum 2013 Perluasan dan pendalaman taksonomi dalam proses pencapaian kompetensi
  27. 27. Pembentukan Kompetensi Melalui Pembelajaran dan Pemanfaatannya Pengetahuan Sikap Keterampilan Pengetahuan Keteram- pilan Sikap Pembelajaran  K-S-A Pemanfaatan  A-S-K Belajar Mengapa Belajar Apa Belajar Bagaimana 27
  28. 28. Sistem Penilaian Kurikulum 2013 Sekolah Siswa 1. Ujian Tingkat Kompetensi (yang bukan UN) Waktu: Tiap tingkat kompetensi 2. Ujian Sekolah Waktu: Akhir jenjang sekolah Guru Penilaian Diri Waktu: Sebelum ulangan harian 1. Ujian Tingkat Kompetensi (UN) Waktu: Akhir jenjang sekolah 2. Ujian mutu Tingkat Kompetensi Waktu: Tiap akhir tingkat kompetensi 1. Penilaian Otentik Waktu: terus menerus 2. Penilaian Projek Waktu: Akhir Bab/Tema 3. Ulangan Harian Waktu: Sesuai rencana 4. UTS/AUS Waktu: Semesteran 28 Pemerintah
  29. 29. Tingkat Kompetensi dan Ujiannya Kelas Kelas XII Kelas XI Kelas X Kelas IX Kelas VIII Kelas VII Kelas VI Kelas V Kelas IV Kelas III Kelas II Kelas I Tingkat Kompetensi I Tingkat Kompetensi II Tingkat Kompetensi III Tingkat Kompetensi IV Tingkat Kompetensi IVa Tingkat Kompetensi V Tingkat Kompetensi VI Uji Tingkat Kompetensi I Uji Tingkat Kompetensi II Uji Tingkat Kompetensi III Uji Tingkat Kompetensi IV Uji Tingkat Kompetensi IVa Uji Tingkat Kompetensi V Uji Tingkat Kompetensi VI
  30. 30. IV. Perubahan Manajemen dan Budaya Sekolah
  31. 31. Manajemen & Budaya Sekolah Menyiapkan BK Menyiapkan Manajemen Fasilitas dan Administrasi Sekolah Menyiapkan kegiatan ko- dan ekstra- kurikuler Perubahan Manajemen dan Budaya Sekolah 1. Pengamatan di luar kelas 2. Pemanfaatan TIK 3. Pemanfaatan perpustakaan 4. Pengerjaan projek 5. Pendaftaran mapel pilihan 1.Kelas VII-IX dalam penelusuran minat 2.Kelas IX dalam penentuan minat 3.Pindahan dari/ke sekolah yang belum menerapkan Kurikulum 2013 4.Kesulitan dalam perubahan pola dan model pembelajaran 5.Transisi dari KTSP ke Kurikulum 2013 (bagi yang sekarang belum impl.) 1. Kepramukaan dalam bentuk pengembangan komunitas dan kepedulian sosial serta pemanfaatan pembelajaran di luar kelas 2. Olahraga, dll 31
  32. 32. Creative Pedagogy Creative Teaching Creative Learning Teaching for Creativity Peran Guru Peran Kurikulum Peran Buku (Sarpras) dan Budaya Sekolah Dukungan Pembelajaran Kreatif 32
  33. 33. V. Perubahan Paradigma Implementasi Kurikulum
  34. 34. Manajemendan Kepemimpinan IklimAkademikdan BudayaSekolah Kesiapan: -Fisik -Emosional -Intelektual - Spiritual Kerangka Kerja Pengembangan Kurikulum PesertaDidik Pembelajaran Lulusanyang KompetenKurikulum (SKL, Struktur Kurikulum, Standar-standar: Isi, Proses, dan Penilaian) Pribadi beriman, bertakwa, berakhlak mulia Pembelajar yang Sukses * Individu yang Percaya Diri WN yang Bertanggung Jawab Kontributor Peradaban yang Efektif * tidak pernah berhenti belajar Kebutuhan: -Individu -Masyarakat, Bangsa, Negara, Dunia -Peradaban Kelayakan: -Materi -Metode Penyampaian -Metode Penilaian Buku Pegangan (Buku Babon) (Buku Pegangan Siswa, Buku Pegangan Guru) Rumusan Kompetensi Guru dan Penyiapan Guru Psikologi Pedagogi Sosio-eko-kultural 34Peserta Didik
  35. 35. Ruang Lingkup Implementasi Ruang Lingkup Implementasi Kurikulum PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PELATIHAN GURU PENGADAAN BUKU PENDAMPINGAN GURU 35 Memastikan pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan konsep dan rancangan Kurikulum 2013: - Buku - Penulisan - Penggandaan dan distribusi - Guru: - Pelatihan - pendampingan Variabel Implementasi: - Jumlah Sekolah - Lokasi Sekolah - Jumlah Siswa - Jumlah Guru - Kualitas Guru
  36. 36. VI. Perubahan Pola Pikir dan Pembelajaran
  37. 37. Perubahan Pola Pikir No Pola Pikir 1 Guru dan Buku Teks bukan satu-satunya sumber belajar 2 Kelas bukan satu-satunya tempat belajar 3 Belajar dengan beraktivitas 4 Menggunakan pendekatan saintifik, melalui mengamati, menanya, dst 5 Pembelajaran Pengetahuan  Keterampilan  Sikap Direct Indirect 6 Mengajak siswa mencari tahu, bukan diberi tahu 7 Membuat siswa suka bertanya, bukan guru yang sering bertanya 8 Menekankan kolaborasi  melalui pengerjaan projek 9 Pentingnya proses : prosedural, pentingnya strategi: metakognitif 10 Mendahulukan pemahaman Bahasa Indonesia 11 Siswa memiliki kekhasan masing-masing: normal, pengayaan, remedial 12 Penekanan pada higher order thinking & mampu berasumsi (realistis) 13 Pentingnya data (terkait pengamatan dll) 37
  38. 38. Perubahan Pola Pembelajaran No Status Rumusan Kurikulum Baru 1 Belajar dengan beraktivitas (paham karena melakukan) 2 Untuk SD/MI tidak mengenal mapel: Merujuk kepada KI yang bebas mata pelajaran, Pembelajaran terpadu. IPS/IPA di SMP adalah terpadu 3 Pembelajaran terpadu antara pengetahuan, keterampilan, sikap. Belajar pengetahuan, untuk menghasilkan keterampilan, dan bermuara pada membentuk sikap 4 Diawali dengan mengajak siswa untuk mengamati dan menanya: Menahan diri untuk memberitahu, dan untuk tidak banyak bertanya 5 Pembelajaran dengan pendekatan saintifik 6 Bahasa Indonesia sebagai penghela pengetahuan  diawali dan diakhiri penguatan BI 7 Menyesuaikan konteks pembelajaran dengan lingkungan sekitar sekolah/daerah 8 Matematika bukan hanya berhitung: ada pola, bentuk, dll. Matematika tidak selalu eksak: ada pengandaian (asumsi), pendekatan, penaksiran, perkiraan 9 PJOK-SBK bukan hanya keterampilan psikomotorik. 38
  39. 39. Perubahan Pola Pembelajaran No Status Rumusan Kurikulum Baru 10 Pentingnya data (mengumpulkan, mengelompokkan, menyajikan,...). Bukan hanya untuk matematika 11 Keterampilan dapat berbentuk benda konkret, abstrak, dan tindakan 12 Sumber belajar bukan hanya buku teks dan guru 13 Pembelajaran berbasis projek dan pembelajaran kolaboratif (nilai individu: portofolio & proses) mencakup substansi, bahasa, dan estetika 14 Mengajak siswa menyimpulkan konsep yang sedang dibahas (discovery) 15 Menekankan pentingnya perumusan masalah dan proses pengerjaannya, bukan hanya hasil 16 Menekankan pada higher order thinking skill 17 Menyiapkan materi remedial, pengayaan, interaksi dengan orang tua 18 Menyocokkan penilaian diri siswa dg nilai ulangan dan mengomentari 19 Mengisi rapor berdasarkan kompetensi masing-masing siswa 20 Memberi motivasi, membuat siswa menggemari pelajaran dan pembelajarannya 39
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×