Pengukuran tinggi badan, berat badan,

15,953 views

Published on

0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
15,953
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
131
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pengukuran tinggi badan, berat badan,

  1. 1. PENGUKURAN TINGGI BADAN, BERAT BADAN, DAN PENGUKURAN TANDA-TANDA VITAL OLEH: KELOMPOK I
  2. 2. PENGUKURAN TINGGI BADAN Untuk melihat pertumbuhan, dapat dilakukan dengan penimbangan berat badan atau pengukuran tinggi badan. Mengukur tinggi atau panjang badan yang dinyatakan dalam sentimeter dengan menggunakan mikrotois.
  3. 3. • Prosedur – Tinggi badan diukur dalam posisi berdiri tegak, tanpa alas kaki, kaki dirapatkan, dan punggung bersandar pada dinding – Letakkan benda padat dan lurus di atas kepala pasien secara horizontal – Catat angka pada midline (meteran) yang ditunjukkan oleh benda padat tersebut dalam satuan sentimeter (cm)
  4. 4. PENGUKURAN BERAT BADAN Mengukur berat/massa badan yang dinyatakan dalam kilogram dengan menggunakan timbangan berat badan. Berat badan merupakan indikator sederhana yang digunakan dilapangan maupun puskesmas untuk menentukan status gizi seseorang
  5. 5. – Prosedur • Pastikan jarum penunjuk pada timbangan menunjuk angka nol • Minta pasien melepas alas kaki dan berdiri di atas timbangan • Baca angka yang ditunjukkan jarum penunjuk pada timbangan • Catat hasil pengukuran di buku catatan (KMS) dalam satuan kilogram (kg)
  6. 6. PENGUKURAN VITAL SIGN (TANDA- TANDA VITAL) • Pengukuran Tekanan Darah (TD) Tekanan darah adalah tekanan yang ditimbulkan pada dinding arteri. Tekanan puncak terjadi saat ventrikel berkontraksi dan disebut tekanan sistolik. Tekanan diastolik adalah tekanan terendah yang terjadi saat jantung beristirahat. Rata-rata tekanan darah normal biasanya 120/80 (Smeltzer & Bare, 2001)
  7. 7. • Alat Tensimeter : sphygmomanometer dengan manset, stetoskop, buku catatan (KMS)/lembar kerja, pena/pensil
  8. 8. Prosedur • Bantu pasien pada posisi yang nyaman • Duduk dengan lengan agak fleksi, lengan bawah di sangga setinggi jantung, dan telapak tangan menghadap ke atas • Berbaring • Gulung lengan baju pasien ke atas. • Pasang manset sphygmomanometer • Manset dipasang setinggi letak jantung • Letakkan tepi bawah manset 2-3 cm di atas fosa kubiti (fosa cubiti) • Pastikan manometer terletak pada setinggi titik pandangan mata. Pengamat harus berada kurang dari 1 m. • Naikkan tekanan dalam manset sambil meraba arteri radialis sampai denyutnya hilang. • Tekanan dinaikkan kurang lebih 30 mmHg.
  9. 9. • Letakkan stetoskop pada arteri brachialis pada fosa cubiti dengan cermat dan tentukan tekanan sistoliknya. • Turunkan tekanan dalam manset dengan kecepatan 4 mmHg/detik sambil mendengar hilangnya bunyi pembuluh darah yang mengikuti 5 fase korokov. • Ulangi pengukuran satu kali lagi dengan air raksa sphygmomanometer dikembalikan pada angka nol, tunggu sampai 30 detik. Lakukan kembali tindakan seperti diatas. • Lepaskan manset dari lengan, lalu lipat manset sdan simpan dengan benar. • Catat hasil pada lembar kerja atau kertas/lembar kerja (misalnya 120/80 mmHg).
  10. 10. Perhatian • Memasang manset harus tepat di atas permukaan dinding nadi lengan atas • Menempelkan stetoskop jangan terlalu keras
  11. 11. Pengukuran Suhu Pengukuran suhu tubuh ditujukan untuk memperoleh suhu inti jaringan tubuh rata-rata yang representatif. Suhu normal rata-rata bervariasi bergantung lokasi pengukuran.
  12. 12. Nilai normal suhu • Oral rata-rata 37 º c • Rektal rata-rata 37,5 º c • Aksila rata-rata 36,5 º c
  13. 13. Prosedur pengukuran suhu • Atur posisi yang nyaman pada pasien, duduk supinasi atau terlentang. Lepaskan pakaian atau baju dari bahu dan tangan pasien dan bersihkan daerah aksila. • Masukkan thermometer ke tengan aksila pasien, turunkan tangan di atas thermometer dan letakkan lengan bawah menyilang di atas dada. • Tahan thermometer pada tempatnya selama 5-10 menit. • Lepaskan thermometer dan bersihkan menggunakan tisu, baca hasilnya. • Bantu pasien merapikan pakaian atau gaunnya. • Untuk thermometer air raksa, turunkan air raksa pada thermometer sampai batas minimal. Bersihkan thermometer sesuai dengan jenisnya.. kemudian, simpan pada tempatnya.
  14. 14. Menghitung Nadi Nadi adalah aliran darah yang menonjol dan dapat diraba diberbagai tempat pada tubuh. Frekuensi nadi normal Bayi Toddler (1-3 tahun) Pra sekolah (4-5 tahun) Usia sekolah (6-12 tahun) Remaja (13- 18 tahun) Dewasa (19-40 tahun) Usia lanjut (> 60 tahun) 120-160x/mnt 90-140x/mnt 80-110x/mnt 75-100x/mnt 60-90x/mnt 60-100x/mnt 60-70x/mnt
  15. 15. Prosedur • Atur posisi yang nyaman pada pasien, duduk atau berbaring. Bila berbaring, letakkan tangannya menyilang di dada. Bila dududk, tekuk sikunya 900 dan sangga lengan bawahnya di atas kursi atau tangan anda. • Letakkan ujung dua jari pertama atau tiga jari tengah anda menekan sepanjang celah radial. • Beri tekanan ringan dan rileks atas radius sehingga mudah dipalpasi. • Bila nadi dapat diraba dengan teratur, hitung frekuensi nadi mulai dari nol selama 30 detik dan kalikan hasilnya dengan dua. Bila ritme nadi tidak teratur, hitung selama satu menit penuh. • Kaji keteraturan frekuensi • Tentukan kekuatan nadi. Perhatikan apakah nadi yang diraba dengan ujung jari menonjol, kuat, lemah, atau cepat.
  16. 16. Menghitung Pernafasan/Respirasi Usia Frekuensi Bayi baru lahir Bayi (6 bulan) Toddler (2 tahun) Anak-anak Remaja Dewasa 35-50x/mnt 30-50x/mnt 25-32x/mnt 20-30x/mnt 16-19x/mnt 12-20x/mnt
  17. 17. Prosedur • Pastikan bahwa pasien dalam posisi yang nyaman, lebih baik duduk. • Letakkan lengan pasien pada posisi rileks menyilang perut atau dada bagian bawahnya. • Observasi siklus pernapasan lengkap (sekali inspirasi dan sekali ekspirasi) • Sekali siklus pernapasan lengkap, perhatikan jarum jam penunjuk detik dan mulai hitung frekuensi pernapasan.. jika teratur selama 30 detik lalu kalikan dua, jika tidak teratur lakukan selama satu menit penuh(untuk bayi/anak kecil hitung pernapasan selama satu menit penuh).

×