Your SlideShare is downloading. ×
Dian ayu lestari akuntansi keuangan lanjutan 2-metode ekuitas
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Dian ayu lestari akuntansi keuangan lanjutan 2-metode ekuitas

4,970
views

Published on

Akuntansi Keuangan Lanjut 2 …

Akuntansi Keuangan Lanjut 2
Metode Ekuitas

Published in: Education

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
4,970
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
108
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Metode Pencatatan Investasi Saham 1. Metode Ekuitas (Equity Method) 2. Metode Biaya (Cost Method)
  • 2. Metode Ekuitas • Berdasarkan metode ekuitas, investasi dicatat pada biaya perolehan dan disesuaikan dengan keuntungan, kerugian dan deviden. Perusahaan investor melaporkan bagian miliknya yang menjadi keuntungan perusahaan investi sebagai pendapatan investasi dan bagian bebannya dari kerugian perusahaan investi sebagai kerugian investasi. Rekening investasi ditambah dengan pendapatan investasi dan dikurangi dengan kerugian investasi. Dividen yang diterima dari perusahaan investi adalah disinvestasi berdasarkan metode ekuitas, dan dividen tersebut dicatat sebagai pengurang rekening investasi. Maka pendapatan investasi pada metode ekuitas merefleksikan bagian investor atas laba bersih perusahaan investi, dan rekening investasi merefleksikan bagian investor atas aktiva bersih investi.
  • 3. Pedoman Untuk Menggunakan Metode Ekuitas – Metode ekuitas harus digunakan untuk membukukan semua perusahaan anak yang tidak dikonsolidasikan dalam laporan keuangan konsolidasi. – Metode itu juga harus digunakan oleh perusahaan induk untuk membukukan saham biasa perusahaan anak “dalam laporan keuangan perusahaan induk yang disiapkan bagi para pemegang saham sebagai laporan keuangan dari satuan usaha utama dala hal pelaporan”.
  • 4. – Disamping itu, metode ekuitas juga harus digunakan oleh investor yang investasinya dalam saham berhak suara memberinya kemampuan untuk berpengaruh besar terhadap kebijakan operasi dan keuangan investee meskipun investor tersebut hanya memilki 50% atau kurang 50% dari saham berhak suara termaksud. – Penggunaan metode ekuitas diharuskan apabila terdapat pengaruh besar, karena jika dividen yang diterima diperlakukan sebagai pendapatan (seperti pada metode biaya), maka suatu perusahaan akan bisa memanipulasi laba yang dilaporkannya dengan memerintahkan investee untuk mengumumkan dividen.
  • 5. – Penggunaan metode ekuitas membutuhkan prosedur akuntansi sebagai berikut : • Laba bersih atau rugi bersih perusahaan anak. • Dividen perusahaan anak. • Selisih antara harga pokok investasi dan nilai buku. • Laba dan rugi antar perusahaan.
  • 6. • Rugi/Laba bersh dari perusahaan anak: 1. Laba menaikkan kekayaan dan LYD inv. saham pd perusahaan anak xxx Pendapatan dr Perushahaan anak xxx 2. Rugi menurunkan kekayaan dan LYD Kerugian dr Perushaan Anak xxx Inv. Saham pd Perusahaan anak xxx
  • 7. • Deviden yg dibagikan oleh perusahaan anak 1. Realisasi keuntungan terhadap investasi di perusahaan anak 2. Bagi anak perusahaan akan menurunkan saldo LYD dan menimbulkan hutang lancar (jk tdk langsung dibayar) atau kas (jk dibayar tunai)
  • 8. Modifikasi Dalam Metode Ekuitas – Metode ekuitas dapat dimodifikasi untuk memungkinkan pembukuan yang lebih memuaskan bagi modal perusahaan induk dengan jalan memisahkan modal yang berkaitan dengan perubahan kepentingan dalam perusahaan anak dari modal yang secara hukum direalisasi dan tersedia untuk dividen. – Modifikasi seperti ini membutuhkan penggunaan perkiraan yang tersendiri untuk membedakan laba yang direalisasi dan yang tidak direalisasi dari investasi dalam perusahaan anak.