Your SlideShare is downloading. ×
Manajemen Resiko dalam Cloud Computing
Manajemen Resiko dalam Cloud Computing
Manajemen Resiko dalam Cloud Computing
Manajemen Resiko dalam Cloud Computing
Manajemen Resiko dalam Cloud Computing
Manajemen Resiko dalam Cloud Computing
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Manajemen Resiko dalam Cloud Computing

1,377

Published on

Published in: Business, Technology
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,377
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
94
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  1. 164e-Indonesia Initiative 2011 (eII2011)Konferensi Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Indonesia14-15 Juni 2011, BandungManajemen Resiko dalam Penerapan Cloud ComputingMulyaniMagister Chief Information Officer (MCIO)Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandungyani.mulyani@students.itb.ac.idAbstrakSaat ini, Cloud Computing atau komputasi awan diakui sebagai paradigma komputasi yang paling menjanjikandalam beberapa tahun terakhir. Konsep awan secara sederhana merupakan suatu cara untuk mengakses data danaplikasi yang dimiliki dari sumber manapun melalui Internet. Intinya adalah penggunaan Internet-based serviceuntuk mendukung proses bisnis organisasi. Sistem ini memungkinkan pengguna dapat menggunakan berbagaijenis program tanpa perlu menginstalnya, sehingga terbebas dari keharusan menyediakan kapasitas harddiskyang besar. Walaupun demikian, komputasi awan memiliki karakteristik berupa keterbatasan dalammengkustomisasi layanan serta resiko terkait dengan kualitas layanan dan keamanan. Makalah ini membahasmengenai aspek-aspek resiko pada komputasi awan dan pentingnya mengenalkan manajemen resiko padakeseluruhan domain komputasi awan.Kata Kunci : Cloud Computing, komputasi awan, manajemen resiko1. PENDAHULUANDalam beberapa tahun terakhir ini, CloudComputing atau komputasi awan diakui sebagaiparadigma komputasi yang paling menjanjikan.Konsep awan secara sederhana merupakan suatucara untuk mengakses data dan aplikasi yang dimilikidari sumber manapun melalui Internet. CloudComputing pada dasarnya adalah penggunaanInternet-based service untuk mendukung prosesbisnis (Robin, 2009). Cloud Computing memberikansuatu solusi terhadap permasalahan mengenaikebutuhan teknologi informasi (TI) saat ini, baikuntuk individu, perusahaan swasta maupunorganisasi pemerintahan.Cloud Computing adalah model untukmenerapkan kenyamanan, on-demand akses jaringanbagi banyak user untuk berbagi sumber dayakomputasi yang terkonfigurasi (misalnya, jaringan,server, penyimpanan, aplikasi, dan layanan) yangdapat dengan cepat diberikan dan dirilis denganupaya manajemen yang minimal atau interaksipenyedia layanan. Cloud Computingmemperbolehkankan akses data dari manapundengan menggunakan perangkat fixed atau mobilemelalui internet cloud sebagai tempat menyimpandata, aplikasi dan lainnya sehingga dapat denganmudah mengambil data, download aplikasi danberpindah ke cloud lainnya. Hal ini memungkinkanuntuk dapat memberikan layanan aplikasi secaramobile di masa depan. Tren saat ini adalah dapatmemberikan berbagai macam layanan secaraterdistribusi dan paralel secara remote dan dapatberjalan di berbagai device, dan teknologinya terlihatdari beragam teknologi yang digunakan sepertiproses informasi yang dilakukan secara outsourcingsampai dengan penggunaan eksternal data center.Cloud Computing merupakan model yangmemungkinkan dapat mendukung layanan yangdisebut ”Everything-as-a-service” (XaaS) (Deris,__). Tren ini akan memberikan banyak keuntunganbaik dari sisi pemberi layanan (provider) ataupun darisisi user. Keberadaan Cloud Computing jelas akanmenimbulkan perubahan dalam cara kerja sistem TIdalam sebuah organisasi.Teknologi sebagaimana umumnya diketahuidapat memberikan keuntungan sekaligusmemunculkan resiko dalam penerapannya (Spinola,2009), termasuk juga Cloud Computing. Hal inimemberikan pandangan kritis dan memunculkanpertanyaan-pertanyaan mengenai penerapanteknologi Cloud Computing dan dampaknya secaraspesifik, antara lain, bagaimanakah konsep CloudComputing? Apakah teknologi Cloud Computingtelah dapat diterapkan secara mapan? Apa dampakimplementasi Cloud Computing terhadap user?Dilema apakah yang timbul dari implementasiteknologi Cloud Computing? Bagaimanaperkembangan Cloud Computing selanjutnya?Bagaimana implementasinya di dalam sebuahorganisasi?
  2. 165e-Indonesia Initiative 2011 (eII2011)Konferensi Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Indonesia14-15 Juni 2011, BandungBeragam pertanyaan lain yang juga munculterkait dengan penerapan Cloud Computing adalah,siapa yang bertanggung jawab terhadap keamanan,kepatuhan dan tata kelola? Bagaimana dampakkomputasi awan, yang berupa virtual (bukannyafisik), terhadap aspek-aspek ini? Organisasi harusmenemukan cara untuk membuat kebijakan holistiksekaligus mengakomodasi infrastruktur virtualmaupun fisik guna menghindari solusi khusus yangberlebihan dari unit TI.2. RESIKO CLOUD COMPUTINGPertanyaan-pertanyaan yang muncul mengenaiCloud Computing pada bagian sebelumnyamemerlukan solusi yang tepat. Untuk mengetahuiresiko-resiko yang ada, terlebih dahulu perlumemahami karakteristik dari layanan Cloud.Layanan Cloud biasanya memiliki beberapakarakteristik, diantaranya adalah sangat cepatdideploy, sehingga cepat berarti instant untukimplementasi. Nantinya biaya start-up teknologi inimungkin akan sangat murah atau tidak ada dan jugatidak ada investasi kapital. Biaya layanan danpemakaian akan berdasarkan komitmen yang tidaktetap. Layanan ini dapat dengan mudah di upgradeatau downgrade dengan cepat tanpa adanya penalti.Selain itu, layanan ini akan menggunakan metodemulti-tenant (banyak pelanggan dalam 1 platform)sehingga kemampuan untuk mengkustomisasilayanan akan menjadi terbatas (Robin, 2009).Dua sisi teknologi, sisi positif maupun negatif,berlaku pula terhadap Cloud Computing. PenggunaanCloud Computing memberikan dampak berupakeuntungan yang didapat sekaligus resiko yang harusditanggung. Dua hal yang paradoks tersebut menjadiisu tersendiri yang berkembang seiring denganperkembangan teknologi Cloud Computing.Keuntungan Cloud Computing:Uraian mengenai keuntungan (sisi potensial)yang didapat dalam penggunaan Cloud Computing.Namun, secara spesifik, merujuk kepada (Thia, 2008)keuntungan Cloud Computing antara lain:(1) Keuntungan bagi para pelaku bisnis adalahminimalisasi biaya investasi infrastrukturpublik sehingga bisnis bisa lebih terfokuspada aspek fungsionalitasnya,(2) Bagi application developer, layanan PaaSmemungkinkan pengembangan danimplementasi aplikasi dengan cepatsehingga meningkatkan produktivitas,(3) Bagi para praktisi yang bergerak diindustri TI, hal ini berarti terbukanya pasarbaru bagi industri jasa pengembanganteknologi informasi,(4) Bagi pebisnis di bidang infrastruktur, halini merupakan peluang yang besar karenadengan meningkatnya penggunaan layananSaaS ini akan meningkatkan penggunaaanbandwidth internet,(5) Integrasi aplikasi dengan berbagaiperangkat.Resiko Cloud Computing:Merujuk kepada (Robbins, 2009), resiko yangharus dihadapi user dalam penggunaan CloudComputing ini antara lain:(1) service level, artinya kemungkinan serviceperformance yang kurang konsisten dariprovider. Inkonsistensi cloud provider inimeliputi, data protection dan datarecovery,(2) privacy, yang berarti adanya resiko datauser akan diakses oleh orang lain karenahosting dilakukan secara bersama-sama,(3) compliance, yang mengacu pada resikoadanya penyimpangan level compliancedari provider terhadap regulasi yangditerapkan oleh user,(4) data ownership mengacu pada resikokehilangan kepemilikan data begitu datadisimpan dalam cloud,(5) data mobility, yang mengacu padakemungkinan share data antar cloudservice dan cara memperoleh kembali datajika suatu saat user melakukan prosesterminasi terhadap layanan cloudComputing.Beberapa pertimbangan lain yang menjadi resikoCloud Computing adalah:- Ketidakpastian kemampuan penegakankebijakan keamanan pada provider- Kurang memadainya pelatihan dan auditTI- Patut dipertanyakan kendali aksesistimewa pada situs provider- Ketidakpastian kemampuan untukmemulihkan data- Kedekatan data pelanggan lain sehinggakemungkinan tertukar- Ketidakpastian kemampuan untukmengaudit operator- Ketidakpastian keberlanjutan keberadaanprovider- Ketidakpastian kepatuhan providerterhadap peraturan.
  3. 166e-Indonesia Initiative 2011 (eII2011)Konferensi Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Indonesia14-15 Juni 2011, BandungPro kontra mengenai Cloud Computing jugatampak seperti terlihat pada gambar berikut (Spinola,2009).Gambar 1. Pros cons Cloud Computing3. MANAJEMEN RESIKO CLOUDCOMPUTINGManajemen risiko adalah suatu prosesmengidentifikasi, mengukur risiko, serta membentukstrategi untuk mengelola resiko melalui sumber dayayang tersedia.Sangat penting untuk diingat bahwa "CloudComputing adalah tools, bukan strategi". PemimpinTI dalam organisasi sangat disarankan untukmengambil penilaian yang terprogram mengenaibagaimana Cloud Computing sesuai dengan strategiTI secara menyeluruh, untuk mendukung misi danstrategi organisasi secara keseluruhan.Manajemen resiko Cloud Computing bukanlahhal yang mudah. Manajemen resiko Cloud danmerencanakan strategi dalam keberlangsunganlayanan Cloud harus dilakukan secara sistematisdengan praktek yang kontinyu supaya dapatmeningkatkan dan memperbaiki layanan CloudComputing. Hal ini membuat Cloud Computing tidakserta merta dapat diterapkan begitu saja dalamsebuah organisasi. Penerapannya membutuhkan suatuperencanaan yang matang dan jelas.3.1. Perencanaan Manajemen Resiko CloudComputingBeberapa hal yang perlu dilakukan sebelummemutuskan untuk menggunakan layanan Cloudadalah:Langkah awal, yang harus dilakukanadalah mempelajari sistem kontrak daricloud service. pastikan setiap prosesmenjadi sederhana, dapat berulang danmenjadi nilai tambah bagi proses bisnisorganisasi.Kedua, identifikasi service apa yang dapatdimanfaatkan di dalam cloud dan manayang seharusnya bersifat internal. Hal inisangat penting untuk mengetahuimengenai sistem dan service core yangdapat dimanfaatkan oleh organisasi, dansebaiknya kategorikan beberapa elemenbisnis organisasi berdasarkan resiko daripenggunaan cloud service.Langkah terakhir, Lakukan strategisourcing untuk mendapatkan biaya yangsangat murah, namun memiliki scalabilitydan flexibility untuk kebutuhan bisnisorganisasi. Hal ini termasuk pertimbanganakan proteksi data ownership dan mobility,compliance dan beberapa elemen sepertihalnya kontrak TI tradisional.Selain melakukan langkah-langkah perencanaanseperti disebutkan di atas, ada beberapa aspek lainyang perlu diperhatikan, seperti:- Security and compliance - Keamanan dankepatuhan.Model awan membutuhkan antarmukayang aman antara pengguna denganendpoint (perangkat terluar pada jaringan),antara endpoint dengan infrastrukturbackend; dan antar layanan. Setiapantarmuka ini menyajikan tantanganteknis, operasional dan kontrak, tetapikeamanan Cloud, solusi kendali akses dankepatuhan harus dirancang untuk dapatmengelola informasi pada kedua sisiantarmuka tersebut.- Availability - Ketersediaan.Penyedia awan publik dan swastabergantung pada ketersediaan sistem danuptime. Layanan Cloud yang baik telahmengembangkan clustering, replikasi,ketersediaan tinggi dan solusi pemulihanbencana untuk mencapai keandalan yangdiperlukan.- Storage management - Manajemenpenyimpanan.Lingkungan virtual memerlukan optimasikemampuan manajemen penyimpananuntuk alokasi dan pemanfaatan yangpaling tepat. Solusi Cloud pada area inimempengaruhi murahnya biaya data danserver penyimpanan yang memungkinkanskalabilitas. Platform Cloud juga harusdapat membantu pelanggan membangundan mengelola kemampuan penyimpananawan internal.
  4. e-Indonesia Initiative 2011 (eII2011)Konferensi Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Indonesia14-15 Juni 2011, Bandung- Data protection - PerlindunganSolusi Cloud mampubeberapa teknologi virtualisasi danmenawarkan manajemen lanjutan sertalaporan yang membantu administratorawan menangani kebutuhan cadangan. Initermasuk pengurangan duplikasipengarsipan untuk pengelolaanoffline, replikasi berbasis disk,penyimpanan berjenjang, dan retensi.- Endpoint virtualizationEndpoint.Virtualisasi Endpoint membantu penggunamemperoleh manfaat dari penghantaranaplikasi melalui perangkatmenciptakan keamanan lingkungan klien,terisolasi dari pertimbangan dasar OSklien dan patch. Perangkat memungkinkanaplikasi untuk pengelolaan terpusat danstreaming ke pengguna berdasarkanpermintaan jika diperlukan.3.2. Mengelola Organisasi Menuju CloComputingUntuk menerapkan konsep Cloud Computingdalam organisasi, terdapat delapan elemen dasar yangsangat penting dikenali oleh pemimpin(Wyld, 2010):a. Konektivitas universal (Universal Connectivity)User terkoneksi near-ubiquitousb. Akses terbuka (Open Access)User harus adil, tidak ada perbedaan akses keinternet.c. Reliabilitas (Reliability)Cloud harus berfungsi pada tingkat yang samaatau lebih baik daripada sistemini.d. Interoperabilitas dan(Interoperability and user Choice)User harus mampu berpindah di antaracloud.e. Keamanan (Security)Data user harus aman.f. Privasi (Privacy)Hak user terhadap data harussecara jelas dan dilindungi.g. Nilai ekonomi (Economic Value)Cloud harus memberikan penghematan danmanfaat yang nyata.h. Keberlanjutan (Sustainability)Cloud harus meningkatkan efisiensi energi danmengurangi dampak ekologis.Konferensi Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk IndonesiaPerlindungan data.mampu menyediakanbeberapa teknologi virtualisasi danmenawarkan manajemen lanjutan sertalaporan yang membantu administratorawan menangani kebutuhan cadangan. Inipengurangan duplikasi dan solusipengarsipan untuk pengelolaan data, replikasi berbasis disk,penyimpanan berjenjang, dan retensi.- Virtualisasimembantu penggunamemperoleh manfaat dari penghantaranaplikasi melalui perangkat portable yangmenciptakan keamanan lingkungan klien,terisolasi dari pertimbangan dasar OS. Perangkat memungkinkanaplikasi untuk pengelolaan terpusat danke pengguna berdasarkanpermintaan jika diperlukan.Menuju CloudCloud Computingdelapan elemen dasar yangemimpin TI, yaitu(Universal Connectivity)ubiquitous ke internettidak ada perbedaan akses kes berfungsi pada tingkat yang samapada sistem standalone saatpilihan user(Interoperability and user Choice)di antara platformdata harus didefinisikan(Economic Value)arus memberikan penghematan danrus meningkatkan efisiensi energi danElemen dasar Cloud Computingseperti gambar berikut.Gambar 2. Elemen dasarTerdapat isu-isu lain yangpandang teknologi. Sama pentingnya denganperubahan teknologi utama, isu pentingmungkin akan lebih people-basedResistensi dari pengguna untuk bertahan denganteknologi tradisional dapat menjadi salah satukendala penerapan layanandisamping mempersiapkan kebutuhan SDM yanghandal.3.3. Penerapan Manajemen Resiko CloudComputingStrategi yang dapat digumenerapkan manajemen resikomentransfer risiko pada pihak lain, mengindari risiko,mengurangi efek buruk dari risiko dan menerimasebagian maupun seluruh konsekuensi dari risikotertentu.Strategi MigrasiComputingTerdapat enam langkah proses,Cloud Computing, yaitu [Wyld, 2009a. Langkah pertama : Belajar.Strategi migrasi cloud dimulai dengan belajartentang dasar-dasar Cloudcara menghadiri seminar, networkingdengan vendor, dan membaca.CloudComputingUniversalConnectivitySecurityPrivacyEconomicValueSustainability167Cloud Computing dapat dilihat2. Elemen dasar Cloud Computingisu lain yang berada diluar sudutama pentingnya denganperubahan teknologi utama, isu penting berikutnyabased, bukan tech-based.Resistensi dari pengguna untuk bertahan denganteknologi tradisional dapat menjadi salah satukendala penerapan layanan Cloud Computingdisamping mempersiapkan kebutuhan SDM yangPenerapan Manajemen Resiko CloudStrategi yang dapat digunakan dalammenerapkan manajemen resiko antara lainmentransfer risiko pada pihak lain, mengindari risiko,mengurangi efek buruk dari risiko dan menerimasebagian maupun seluruh konsekuensi dari risikomenuju Cloudenam langkah proses, untuk menujuWyld, 2009]:pertama : Belajar.dimulai dengan belajarloud Computing, dengannetworking, komunikasi, dan membaca.CloudComputingUniversalConnectivityOpen AccessReliabilityInteroperability and UserChoiceSecurity
  5. 168e-Indonesia Initiative 2011 (eII2011)Konferensi Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Indonesia14-15 Juni 2011, Bandungb. Langkah kedua: Penilaian Organisasi.Manajer TI harus melakukan penilaian ataskebutuhan TI, struktur, dan pemanfaatankapasitas yang ada saat ini. Dalam lingkunganCloud Computing, resource dapat ditambahkanatau dikurangi, semuanya berdasarkan padakebutuhan dan permintaan, dan akan menjadisangat penting bagi manajer TI untuk secaraobyektif memberikan penilaian atas hal yangmenjadi dasar TI organisasi saat ini.c. Langkah ketiga: Cloud PilotManajer TI harus memilih satu area, bahkan satuproyek khusus untuk menjadi "cloud pilot" danmenilai kemampuannya untuk mengelola danmembawa proyek tersebut supaya bisamemberikan manfaat. Sejalan dengan teknologibaru, terlihat banyak eksperimen murni denganCloud Computing. Semua pihak yangmenggunakan Internet bersama-sama melakukaneksperimen dengan aplikasi cloud dalamkehidupan sehari-hari-dari, mulai dari Twittersampai Gmail untuk berbagi foto. Dengan carayang sama, dapat dilihat organisasi yangdipengaruhi eksperimen Cloud Computingdengan berbagai usaha yang jauh dari corebusiness TI dan beberapa kali mencoba untukterhubung dengan organisasi. Sering kali, bahkanpada sektor publik, eksperimen tersebut mungkinakan menjadi sesuatu yang “jahat” yangdilakukan oleh individu dan unit kerja tertentuuntuk menguji pemanfaatan teknologi. Ini adalahupaya penting, yang harus didukung dandilaporkan baik di dalam maupun di luarorganisasi, sehingga orang lain yang berada dibidang TI dan komunitas yang lebih luas dapatbelajar dari kesuksesan dan kegagalanoperasional cloud. Dengan demikian, akan sangatpenting untuk berbagi mengenai "best practices"maupun pelajaran yang didapat pada CloudComputing.d. Langkah keempat: Penilaian kesiapan cloudSetelah penilaian terhadap capaian internal daneksternal dari cloud pilot, manajer TI kemudianharus memberikan penilaian kesiapan cloud untukmenentukan apakah organisasinya memiliki datadan aplikasi yang dengan mudah bisadipindahkan ke lingkungan cloud. Sementarapenilaian sedang berlangsung, pengambilkeputusan TI harus fokus pada pembentukanaturan keputusan apakah data dan aplikasidapat/tidak ditempatkan dalam bentuk apapun dilingkungan cloud. Dalam melakukannya, akanmenemukan bidang tertentu dari "cloud eligible"dan "cloud ineligible" atas data dan aplikasitersebut.e. Langkah kelima: Cloud Rollout StrategyPada tahap ini, saatnya untuk memulai rolling-outstrategi Cloud Computing, dengan mendapatkandukungan dari pemimpin organisasi dan staf TI,serta berkomunikasi dengan stakeholder internaldan eksternal untuk mencapai tujuan, kemajuan,dan mengurangi biaya/meningkatkan keuntungandari masing-masing proyek cloud. Bagian inimerupakan saat cloud dimulai, melalui usahapengujian sampai menjadi mainstream dalammengelola data, operasi, dan orang-orang yangterlibat di dalamnya. Sebuah kewajaran untuksuatu operasi organisasi, seperti inovasi teknologilain sebelumnya dan telah menjadi tools TI, yangdigunakan untuk mendukung strategi bagian TI,dan lebih penting lagi yaitu strategi organisasisecara keseluruhan.f. Langkah keenam: Peningkatan Cloud secaraterus-menerus.Langkah ini adalah tahap akhir, yaitu saatorganisasi/bagian/unit tertentu secara terusmenerus bergerak menuju data dan aplikasi yangsesuai dengan cloud dan bahkan mungkinkembali dari cloud ke host operasi internalberdasarkan penilaian yang berkesinambunganterhadap penggunaan teknologi cloud yang sesuaiuntuk bagian tertentu. Pergeseran ke arah aplikasiyang lebih berbasis cloud akan membawaorganisasi menemukan kemampuan baru untukberkomunikasi dan berkolaborasi. Bagaimanapun,hal ini memerlukan kebijakan yang perlu dibuatdan peraturan operasional yang akandiimplementasikan. Sebagai contoh, harus adakeputusan yang dibuat mengenai siapa yangberhak mengakses file tertentu dan jenis aksesyang dimiliki (misalnya, read-only, editingaccess).4. PENUTUPPenerapan Cloud Computing memilikikeuntungan sekaligus resiko yang harus dihadapi.Semua pihak yang terlibat perlu memiliki kesadaranakan hal ini dan berupaya melakukan tindakan-tindakan yang mendukung keberhasilan penerapanCloud Computing dalam organisasi. Aspek-aspekresiko dalam Cloud Computing perlu dikelola denganbaik melalui manajemen resiko, diantaranya melaluipemilihan strategi yang tepat guna mengatasi resikoyang mungkin timbul.DAFTAR PUSTAKAArmbrust, Michael, et. al., 2010. A View of CloudComputing. Communications of the ACM. 53.50-58.Robbins, D. (2009, Mei 16). Cloud ComputingExplained. Retrieved April 1, 2011, from:http://www.pcworld.com/article/164933/cloud_computing.html?tk=rss_news
  6. 169e-Indonesia Initiative 2011 (eII2011)Konferensi Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Indonesia14-15 Juni 2011, BandungSpinola, Maria, 2009. An Essential Guide toPossibilities and Risks of Cloud Computing — APragmatic, Effective and Hype-Free ApproachFor Strategic Enterprise Decision Making.Retrieved April 15, 2011, from:http://www.mariaspinola.com/cloud-computing/Stiawan, Deris,( _____). Mengenal cloud computing.Retrieved November 3, 2010, from:http://deris.unsri.ac.id/materi/jarkom/mengenal_cloudcomputing.pdfThia, F. (2008, Mei 01). Komputasi Awan. RetrievedMei 3, 2011, from: Kenapa Komputasi Awan?http://blog.komputasiawan.com/2008/05/kenapa-komputasi-awan.htmlWyld, David C., 2010. The Cloudy Future ofGovernment IT: Cloud Computing and ThePublic Sector Around The World. InternationalJournal of Web & Semantic Technology(IJWesT). 1. 1-20. From:http://airccse.org/journal/ijwest/papers/0101w1.pdf_________, (_). Understanding the Concept of CloudComputing and its Advantages. Retrieved April10, 2011, from: http://computinged.com/cloud-computing/understanding-the-concept-of-cloud-computing-and-its-advantages/What Is Risk Management? From:http://www.jiscinfonet.ac.uk/InfoKits/risk-management/what-is-risk-management

×