Your SlideShare is downloading. ×
Aplikasi teknologi informasi  perpustakaan
Aplikasi teknologi informasi  perpustakaan
Aplikasi teknologi informasi  perpustakaan
Aplikasi teknologi informasi  perpustakaan
Aplikasi teknologi informasi  perpustakaan
Aplikasi teknologi informasi  perpustakaan
Aplikasi teknologi informasi  perpustakaan
Aplikasi teknologi informasi  perpustakaan
Aplikasi teknologi informasi  perpustakaan
Aplikasi teknologi informasi  perpustakaan
Aplikasi teknologi informasi  perpustakaan
Aplikasi teknologi informasi  perpustakaan
Aplikasi teknologi informasi  perpustakaan
Aplikasi teknologi informasi  perpustakaan
Aplikasi teknologi informasi  perpustakaan
Aplikasi teknologi informasi  perpustakaan
Aplikasi teknologi informasi  perpustakaan
Aplikasi teknologi informasi  perpustakaan
Aplikasi teknologi informasi  perpustakaan
Aplikasi teknologi informasi  perpustakaan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Aplikasi teknologi informasi perpustakaan

6,696

Published on

2 Comments
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
6,696
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
227
Comments
2
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. APLIKASI TEKNOLOGI INFORMASI DI PERPUSTAKAAN NAZARUDDIN MUSA, S.Ag.SIP., MLISDIPRESENTASIKAN PADA KEGIATAN DIKLAT DITEMPAT KERJA (DDTK) BIDANG PERPUSTAKAANKERJASAMA BALAI DIKLAT KEAGAMAAN MEDAN DENGAN UPT.PERPUSTAKAAN IAIN AR-RANIRY RUANG SERBAGUNA UPT.PERPUSTAKAAN IAIN AR-RANIRY BANDA ACEH TANGGAL 26 S/D 29 MARET 2012
  • 2. PENDAHULUAN Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) atau sering juga disebutICT (Information Communication and Technology) telah memberi dampak yang signifikandalam berbagai aspek kehidupan manusia. Dampak tersebut sangat jelas terlihat, khususnyapada badan atau instansi penyedia jasa layanan, seperti layanan perbankkan, kesehatan,transportasi, pendidikan, dan juga Perpustakaan. Khusunya dalam hal aktifitas layanan,Chauhan (2004) mengatakan bahwa secara garis besar ada empat manfaat penggunaan TIK,atau sering singkat dengan manfaat 4 E; yaitu “Economy (Murah), Easy (mudah), Extension(Luas) (or expansion) and Efficiency” (efisien) Namun dibalik manfaat tersebut, jika kita jeli dalam membaca tlisan-tulisan terkaitinformasi, kita juga menemukan berbagai istilah untuk menggambarakan kedahsytanperkembangan informasi dewasa ini. Diantara istilah-istilah tersebut misalanya orang seringmengatakan “ledakan informasi” (Explode of Information), di bombardir oleh informasi(Bombardired by information),” Membanjirnya informasi (Flood of Information), membludaknyainformasi (Information overload), dan lain-lain. Sayangnya, Kesemua istilah tersebutberkonotasi negative. Dengan kata lain, kesemuanya bermakan bencana (catastrophe)Meskipun dipahami bahwa yang dimaksudkan oleh istilah-istilah tersebut hanyalah untukmenggambarkan banyaknya informasi yang tersedia saat ini, tapi pada kenyataannnyamemang keadaan tersebut dapat menimbulkan keresahan dan kesukaran bagi para pencariinformasi. Hal ini karena akibat terlalu banyaknya informasi yang tersedia dalam berbagaiformat dan media, akan menyulitkan pencarian informasi yang relevan dan terpercaya(reliable ) jika informasi tersebut tidak dikelola dengan baik. Oleh karena disadari bahwaperkembangan TIK lah yang telah membuat dahsyatnya perkembangan informasi, makadiharapkan TIK pulalah yang bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah tersebut di atas.Disini pulalah menjadi poin penting mengapa penerapan TIK dalam dunia informasi menjadisangat signifikan diimplementasikan di Perpustakaan. Mengapa demikian? Alasanya adalah perpustakaan merupakan salah satu darisumber informasi yang telah memiliki kapabilitas dan kompetensi tentang arti dari informasi itu2 APLIKASI TEKNOLOGI INFORMASI DI PERPUSTAKAAN | Nazaruddin,S.Ag,SIP,MLIS | e-mail :nazarmusmar@gmail.com
  • 3. sendiri. Perpustakaan memiliki hak untuk mendapatkan, mengolah, memproses sertamenyebarkan informasi yang terseleksi dan aktual kepada pengguna perpustakaan ataupunmasyarakat luas. Jadi informasi yang dihasilkan oleh perpustakaan adalah informasi yangbetul-betul berguna untuk masyarakat. Artinya informasi yang disajikan bukan semata-matainformasi yang biasa-biasa saja tetapi telah melalui tahapan pemrosesan oleh pustakawanyang memiliki kompetensi dalam menyajikan informasi tersebut.CAKUPAN PEMBAHASANMakalah ini akan membahas secara komperehensif berbagai aspek penerapan TeknologiInformasi Komunikasi (TIK) di Perpustakaan. Pada bagian awal akan menjelaskan secarasingkat perkembangan Perpustakaan dan signifikasi penerapan TI serta dampaknya terhadaplayanan Perpustakaan di era global. Pada bagian kedua, makalah ini akan mempresentasikansecara aplikatif alngkah-langkah bagaimana langkah penerpan TI dalam berbagai bidanglayanan Perpustakaan.KOMPETENSI YANG DIHARAPKANþ Peserta diklat memahami secara filosofis terhadap latar belakang penerapan TIK dalam dunia Perpustakaan.þ Peserta diklat mamiliki pengetahuan secara umum tentang kebutuhan akan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) TIK yang diperlukan di Perpustakaan.þ Peserta diklat memahami tahapan-tahapan kegiatan yang diperlukan dalam proses penerapan sistem TIK di perpustkaaan.þ Peserta diklat akan memimiliki kompetensi untuk mengoperasikan sistem TIK secara umum dalam berbagai aspek layanan perpustakaanþ Peserta akan lebih percaya diri dalam mengoperasionalkan berbagai sistem informasi manjemen Perpustakaan (SIMPUS).3 APLIKASI TEKNOLOGI INFORMASI DI PERPUSTAKAAN | Nazaruddin,S.Ag,SIP,MLIS | e-mail :nazarmusmar@gmail.com
  • 4. þ Peserta diklat akan lebih kreatif dalam mengembangkan layanan-layanan perpustakan yang inovatif sesuai perkembangan dunia TIK dan perubahan perilaku pencari informasi ( Information Seekers Behavaiour).PENGERTIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) Banyak pengertian kita temukan tentang pengertian teknologi Informasi danKomunikasi (TIK). Untuk lebih jelasnya kita perlumelihat secara terminologi kesemuagabungan kata itu satu persatu. Istilah Teknologi Informasi merupakan kombinasi dua istilahdasar yaitu teknologi,informasi dan Komunikasi. Teknologi dapat diartikan sebagaipelaksanaan ilmu, sinonim dengan ilmu terapan. Sedangkan pengertian informasi adalahsesuatu yang dapat diketahui. Namun, ada pula yang menekankan informasi sebagai transferpengetahuan. Perbedaan definisi informasi ini dikarenakan, pada hakekatnya, informasi tidakdapat diuraikan (intangible), sedangkan informasi itu bisa dijumpai dalam kegiatan sehari-hari,yang diperoleh dari data dan dari observasi terhadap dunia sekitar kita serta diteruskanmelalui komunikasi. Sementara Komunikasi yang dimaksudakan dalam hal ini adalahkomunikasi data yang memungkinkan komputer yang berdiri sendiri terintegrasi pada jaringankomputer baik pada tataran lokal maupun global dengan menggunakan software danhardware jaringan. Secara sederhana, teknologi informasi dapat diartikan sebagai teknologi yangdigunakan untuk menyimpan, menghasilkan, mengolah, serta menyebarkan informasi.Definisi tersebut menganggap bahwa teknologi informasi tergantung pada kombinasikomputasi dan teknologi telekomunikasi berbasis mikroelektronik (Ma’in: 2005). Revolusiinformasi dengan kemampuan kolaborasi yang luar biasa dengan perangkat ICT tengahmelanda lapisan masyarakat saat ini. Di dalam kamus the Dictionary of Computers, Information Processing andTelecommunications Teknologi informasi: “Teknologi pengadaan, pengolahan, penyimpanan,dan penyebaran berbagai jenis informasi dengan memanfaatkan komputer dan4 APLIKASI TEKNOLOGI INFORMASI DI PERPUSTAKAAN | Nazaruddin,S.Ag,SIP,MLIS | e-mail :nazarmusmar@gmail.com
  • 5. telekomunikasi yang lahir karena “... adanya dorongan-dorongan kuat untuk menciptakanteknologi baru yang dapat mengatasi kelambatan manusia mengolah informasi. Pengertian yang hamper senada juga kita dapat lihat di Website TUTOR2U. DisiniTIK atau ICT sebagaii berikut: “ICT is concerned withthe storage, retrieval, manipulation, transmission or receipt of digital data. Importantly, itis also concerned with the way these different uses can work with each other” Lebih jauh Joner (2000) mengartikan bahwa teknologi informasi sebagai perpaduanantara: 1. komputer, yang mencakup komponen perangkat keras dan perangkat lunak, 2. komunikasi data yang memungkinkan komputer yang berdiri sendiri terintegrasi pada jaringan komputer baik lokal maupun internasional, 3. media penyimpanan dan metode yang merepresentasikan data dengan tujuan untuk memperoleh, mengolah, menyimpan, serta menyampaikan informasi. Chauhan (2004) kemudian menyimpulkan bahwa “ ICTs is a generic term referring to technologies that are used for collecting, storing, editing and passing on (communicating) information in various forms ’, dengan menggunakan perangkat perangkat berikut ini 1) Computer 2) Internet 3) Digital camera 4) Webcam 5) Smart Card 6) Scanner 7) E-Book 8) Printer 9) Electronic Journals 10) WEB-OPAC5 APLIKASI TEKNOLOGI INFORMASI DI PERPUSTAKAAN | Nazaruddin,S.Ag,SIP,MLIS | e-mail :nazarmusmar@gmail.com
  • 6. 11) Animation 12) E-Mail 13) CDROM. 14) DVD 15) RFID TechnologiesAPLIKASI TIK DI PERPUSTAKAAN Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Perpustakaan sekarang ini ternyatatidak hanya merubah paradigma Perpustakaan sebagai gudang buku dan juga tidak terbatassebagai tempat penyediaa jasa informasi, tetapi juga also Perpustakaan telah dipandangsebagai social software (Perangkat lunak social) yang setara dengan mesin Google, Yahoo,MSN, Amazon, Microsoft dan lain-lain yang bertujuan untuk melayani informasi masyarakatglobal. Jadi, kalau sudah dianggap demikian, lalu apa perpbedaan perpustakaan dengansoftware sosial lainnya? Apakah secara subtansi mereka sama? Jawabannya mereka beda.6 APLIKASI TEKNOLOGI INFORMASI DI PERPUSTAKAAN | Nazaruddin,S.Ag,SIP,MLIS | e-mail :nazarmusmar@gmail.com
  • 7. Mengapa demikian? Alasanya adalah perpustakaan merupakan salah satu dari sumberinformasi yang telah memiliki kapabilitas dan kompetensi tentang arti dari informasi itu sendiri.Perpustakaan memiliki hak untuk mendapatkan, mengolah, memproses serta menyebarkaninformasi yang terseleksi dan aktual kepada pengguna perpustakaan ataupun masyarakatluas. Jadi informasi yang dihasilkan oleh perpustakaan adalah informasi yang secaraseubtansi betul-betul sesuai dengan kebutuhan masyarakat pengguna. Artinya informasi yangdisajikan bukan informasi asalan, tetapi informasi yang tetapi telah melalui tahapanpemrosesan mulai dari proses seleksi, organisasi, sampai dengan distribusi kepada pemakai,yang dilakukan oleh pustakawan yang memiliki kompetensi dalam bidang perpustakaan daninformasi. Jika sudah demikian jelas bahwa orientasi hasil dari pengolahan dan pengelolaaninformasi tersebut adalah untuk kepentingan pengguna (user oriented). Pengguna adalahtarget utama dari perpustakaan. Ini dilakukan adalah untuk memberikan layanan yang lebihberkualitas dan lebih baik. Menjadi hal yang penting dilakukan karena kemudahan aksesinformasi tidak semata-mata dimonopoli oleh perpustakaan, tetapi kondisinya justrusebaliknya. Perpustakaan terkadang kurang memperhatikan pekembangan perilaku daripencari informasi yang selalu menginginkan layanan yang fleksibel, mudah, cepat seiringdengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.ALASAN APLIKASI TIK DI PERPUSTAKAANDengan semakin berkembanganya pemanfaata perangkat teknologi informasi diperpustakaantelah memberi dampak pada perkembangan Perpustakaan. Perpustakaan terlihat semakinmodernis dan dinamis menyesuaikan dengan tren teknologi terkini. Barangkali inilah yangdimaksudkan oleh “Bapak Perpustakaan” Ranganathan bahwa perpustakan sebagai “ livingorganism” yaitu sesuatu yang hidup dan berkembang sesuai zaman. Secara kast mata, kitabisa melihat bahwa perpaduan antara ilmu perpustakaan dan perangkat TIK saat ini telah bisa7 APLIKASI TEKNOLOGI INFORMASI DI PERPUSTAKAAN | Nazaruddin,S.Ag,SIP,MLIS | e-mail :nazarmusmar@gmail.com
  • 8. menghasilkan beragam produk layanan informasi kepada masyarakat yang lebih variatif daninteraktif. Namun satu hal yang perlu diingat oleh kita semua adalah bahwa “meskipunpenerapan TIK di Perpustakaan secara langsung dapat merubah perpforma(penampilan) Perpustakaan, tetap tidak serta mengangkat citra pustakawan, jika tidakdisinergikan dengan kompetensi TIK petugas Perpustakaan”. Jika ini kompetensi inidiabaikan, penerpan TIK bahkan dapat lebih memperburuk citra pustakawan. Hal ini karenapenerpan TIK dianggap hanya semata sebagai pajangan untuk memperindah penampilanPerpustakaan.Disinilah pula terlihat jelas bahwa ternyata peran “brainware” atau manusiasangat krusial dalam proses penarapan hardware dan software TIK di Perpustakaan. Lalu apasaja peran brainware?. Diantara peran penting penting tersebut adalahMenganalisa kebutuhan akan penerapan TIK, menentukan tujuan, merencanakan tahapanpelaksanaan, menentukan siapa pelaksana dan yang mengoperasional, memikirkananggaran operational dan anggaran untuk pengembanagannya. Intinya, brainware menjadikunci keberhasilan penerpan TIK di Perpustakaan. Berdasarkan paparan diatas, terlihat jelas bahwa alasan utama penerapan TIK diperpustakaan bukanlah sebuah trend kemajuan, tetapi lebih kepada tuntutan pengguna,khususnya generasi ”netizen ” yang sudah terbiasa menemukan informasi di ujung jari atauserba clik (clicable). Fenomena perubahan perilaku pencari informasi (information seekerschanged behaviour) sangat penting direspon oleh perpustakaan. Karena jika tidakperpustakaan akan menjadi alternatif terkhir dikunjungi oleh pemustaka. Dapat dimaklumikarena karena mereka telah ”dimanjakan” dengan layanan internet on line yang memberijutaan informasi dengan sekali “klik”meskipun tingkat kerelevansian dan keterpercayaannyabelum terjamin.FAKTOR PENDORONG PENERAPAN TIK DI PERPUSTAKAAN8 APLIKASI TEKNOLOGI INFORMASI DI PERPUSTAKAAN | Nazaruddin,S.Ag,SIP,MLIS | e-mail :nazarmusmar@gmail.com
  • 9. Terkait dengan faktor penggerak (generating factor) penerapan TIK di perpustakaan,Sulistyo Basuki (1993) ini menyebutkan bahwa faktor penerapan TIK di Perpustakaan adalah: þ Kemudahan mendapatkan produk TI þ Harga semakin terjangkau untuk memperoleh produk TI þ Kemampuan dari teknologi informasi þ Tuntutan layanan masyarakat yang serba “klick”, terutama “netizen” Sementara itu, alasan penerapan TIK di Perpustakaan dapat di kategorikan sebagai berikut, yaitu: þ Mengefektifkan dan mengefisiensikan pekerjaan pustakawan. þ Meningkatkan mutu layanan kepada pengguna perpustakaan þ Meningkatkan penampilan perpustakaan dan citra pustakawan þ Memperluas networking, baik nasional, regional dan global.TINGKATAN PENERAPAN TIK DI PERPUSTAKAAN Karena beragamnya pemahaman tentang isltilah terkait model penerapan TIK di perpustakaan, maka menjadi penting untuk kita memahami terlebih dahulu apa perbedaan dan persamaan diantara isltilah-istilah tersebut. Istilah yang sering kita dengan terkait dengan penerapan TIK di perpustakan adalah Perpustakaan terautomasi (Automated Library),Perpustakaan Digital (Digital Library),Perpustakaan Maya (Virtual Library), Perpustakaan 2.0 (Library 2.0) dan pengembangan terbaru dalam bidang TIK saat ini adalah Cloud Computing. Oleh karena itu saya memprediksikan bahwa kedepan akan muncul model Perpustakaan baru, saya menyebutnya Perpustakaan Awan (Cloud Library). Berbicara tentang perkembangan TIK sepertinya tidak akan pernah berakhir. Salahsatu sebabnya karena TIK merupakan ilmu terapan, yang selalu berkembang dan terusberkembang. Karena menyadari keadaan perpustaak kita, khususnya di Aceh yang umumnyakonvensional,maka penulis selalu mengajak mahasiswa “menghayal” ketika kuliah yangberkenaan dengan bidang Aplikasi Teknologi Informasi..Karena kalau tidak, saya khawatir9 APLIKASI TEKNOLOGI INFORMASI DI PERPUSTAKAAN | Nazaruddin,S.Ag,SIP,MLIS | e-mail :nazarmusmar@gmail.com
  • 10. mahasiswa akan mengira itu hanya bicara impian, atau Cet Langet. Tetapi dengan berhayal terkadang dapan menumbuhkan motivasi untuk berjuang di bidang profesi pustakawan, yang belum begitu popular di Negara kita. Aplikasi TIK di perpustakaan memiliki tahapan-tahapan yang berbeda-beda antara satu perpustakaan dengan perpustakaan lainnya. Hal ini karena setiapperpustakaan memiliki kemampuan financial dan Sumber Daya Manusia (SDM), serta kebutuhan pengguna yang berbeda-bedada pula. Secara umum tingkatan aplikasi TIK di Perpustakaan ini dapat diurutkan kedalam tingkatan atau tahapan sebagai berikut ini, 1. Perpustakaan Terautomasi (Automated Library) Bahasan berikut akan menjelaskan: Apa itu Automasi Perpustakaan?, Apa bedanya dengan Digital Library, Bidang apa saja yg Automasikan?, dan apa saja faktor penggerak Automasi? Secara singkat automasi Perpustakaan sering artikan sebagai Penerapan komputer sebagai Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan (SIMPUS). Yang dimasudkan dengan Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan (SIMPUS) adalah penerpan computer dalam segala bidang pekerjaan perpustakaan, yaitu: þ Administrasi þ Akuisisi þ Inventarisasi þ Katalogisasi þ Sirkulasi, dll. 1. Perpustakaan Digital ( Digital Library) Tahap awal adanya perpustakaan digital adalah berubahnya sistem kerumahtanggaan kegiatan perpustakaan dari tercetak menjadi elektronis. Perangkat ICT pada mulanya hanya digunakan sebagai pengganti mesin ketik, tetapi perkembangan berikutnya adalah berkembangnya dan terdapat pangkalan data bibliografi koleksi yang merupakan satu kesatuan database koleksi perpustakaan. Pangkalan data bibliografi dapat ditelusur untuk mempercepat proses pencarian koleksi perpustakaan. Tahap selanjutnya adalah berkembangnya sistem otomasi perpustakaan yang lebih menekankan pada proses10 APLIKASI TEKNOLOGI INFORMASI DI PERPUSTAKAAN | Nazaruddin,S.Ag,SIP,MLIS | e-mail :nazarmusmar@gmail.com
  • 11. peminjaman dan pengembalian koleksi perpustakaan. Dalam tahap ini dapat dikatakan sebagai satu kesatuan manajemen sistem informasi perpustakaan. Semua kegiatan perpustakaan dapat diketahui lewat sistem informasi perpustakaan tersebut. Transaksi sirkulasi, input data, input anggota, bebas pustaka, statistik semua kegiatan perpustakaan, proses pencarian koleksi terdapat dalam sistem informasi perpustakaan tersebut. Semua kegiatan kerumahtanggaan perpustakaan dapat diketahui melalui sistem informasi perpustakaan tersebut. Kemudian tahap terakhir dari perkembangan perpustakaan sekarang ini adalah perpustakaan digital. Pada hakikatnya perpustakaan digital adalah bentuk metamorfosa dari perpustakaan konvensional yang mulanya menyajikan informasi dalam bentuk tercetak menjadi informasi digital. Ini artinya bahwa perpustakaan dapat melakukan kegiatan alih bentuk informasi tercetak menjadi informasi digital dengan berbentuk format fullteks ataupun informasi bibliografi. Format fullteks yang dimaksud disini adalah semua data koleksi informasi dalam bentuk digital, tidak lagi dalam bentuk tercetak. Lalu bagimana dengan fenomena perpustakaan yang terus berlomba mendigitalkan beberapa koleksi tercetak yang dimiliki agar dapat segera mengakomodasi kepentingan pengguna yang mulai bergeser dari pencarian informasi melalui informasi tercetak menuju sumber-sumber informasi digital melalui teknologi internet? Berbagai perpustakaan dengan koleksi digitalnya mulai menampilkan kelebihan perpustakaan melalui teknologi world wide web (www) untuk akses informasi di internet. Beberapa perpustakaan mulai memberanikan diri dengan menyebut dirinya sebagai perpustakaan digital, meskipun yang dapat dicapai baru sebatas pada perpustakaan hibrida. Artinya perpustakaan tersebut menyajikan layanan informasi dalam bentuk cetak dan dalam betuk digital. Ini yang kemudian disebut sebagai langkah transisi menuju perpustakaan digital yang sebenarnya. Perpustakaan hibrida merupakan jawaban yang tepat bagi perpustakaan yang memberikan layanan informasi tercetak dan layanan informasi digital. Apabila perpustakaan tersebut menyajikan informasi dalam dua kategori yakni informasi tercetak dan informasi digital maka disebut sebagai perpustakaan hibrida, sebaliknya11 APLIKASI TEKNOLOGI INFORMASI DI PERPUSTAKAAN | Nazaruddin,S.Ag,SIP,MLIS | e-mail :nazarmusmar@gmail.com
  • 12. yang disebut sebagai perpustakaan digital adalah perpustakaan yang memiliki koleksi informasi semuannya dalam bentuk digital, bukan lagi tercetak. Salah satu ciri utama dari perpustakaan digital adalah bagaimana suatu informasi didapatkan dengan mudah didapatkan tanpa mengenal batas ruang dan waktu. Proses mendapatkan informasi dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun. Secara umum dampak dari perpustakaan digital bagi kegiatan rutin perpustakaan adalah tersedianya database perpustakaan tentang berbagai macam informasi yang ada dalam perpustakaan digital. Konsekuensi ini tentunya memerlukan pengelolaan manajemen database perpustakaan digital yang lebih kompleks dan handal. Bagi perpustakaan sendiri database informasi digital tersebut dikelola sedemikian rupa dan merupakan aset informasi dari perpustakaan, sehingga dalam proses temu kembali informasi para pencari informasi dapat dengan mudah mendapatkan informasi tersebut. 2. Dalam proses temu kembali informasi pun perpustakaan digital tidak terbatas pada satu kesatuan database saja, tatapi perpustakaan dapat mencari informasi diluar perpustakaan itu sendiri(out source), tentunya terdapat jaringan informasi global (network) yang menghubungkan perpustakaan digital satu dengan perpustakaan digital lainnya atau dengan sumber-sumber informasi yang lain. Perpustakaan digital menjalin kerjasama dengan perpustakaan digital lain dalam memberikan layanan yang transparan kepada penggunanya. Akses global perpustakaan digital dan pelayanan informasi menjadi tujuan utama. Yang terjadi selama ini yang telah menyebutnya dengan perpustakaan digital adalah catalog on line, meskipun telah menggunakan teknologi www (internet) tetapi hanya tampilan data bibliografi pustaka semata, tidak fullteksnya. Pengembangan perpustakaan digital memerlukan kajian komprehensif dari semua aspek kegiatan perpustakaan, meskipun tujuan utamanya adalah memberikan layanan informasi yang tepat dan cepat. Kualitas layanan perpustakaan dari semua kegiatan kerumahtanggan perpustakaan dapat segera diketahui baik oleh lembaga perpustakaan itu sendiri ataupun oleh masyarakat. Sistem informasi perpustakaan digital selalu12 APLIKASI TEKNOLOGI INFORMASI DI PERPUSTAKAAN | Nazaruddin,S.Ag,SIP,MLIS | e-mail :nazarmusmar@gmail.com
  • 13. menggambarkan, merancang dan mengimplementasikan dengan mengunakan proses perkembangan sistematis oleh pengguna terakhir dan informasi tertentu merancang sistem informasi berdasarkan pada analisa kebutuhan informasi dalam organisasi perpustakaan. Jadi, bagian utama dari proses ini adalah mengetahui rancangan dan analisa sistem. Seluruh aktivitas utama dilibatkan dalam siklus perkembangan yang lengkap. Supriyanto (2008: 85) menjelaskan dalam perancangan sistem perpustakaan digital setidaknya harus berpedoman pada 7 langkah perancangan yang harus diaplikasikan oleh perpustakaan. Pertama adalah harus diketahui terlebih dahulu tentang siklus pengembangan sistem. Pendekatan siklus ini adalah untuk mengetahui perkembangan dari pemecahan sistem informasi, nantinya terdapat banyak proses dan siklus yang timbul. Misalkan siklus pemeriksaan, analisa, rancangan, mengimplementasikan dan pemeliharaan sistem. Kedua adalah pemeriksaan sistem. Pemeriksaan sistem ini meliputi perancangan sistem informasi, studi kelayakan, dan kelayakan suatu sistem. Kelayakan suatu sistem itu sendiri mencakup kelayakan organisasi, kelayakan teknis, kelayakan ekonomi dan kelayakan operasi. Ketiga adalah analisa sistem. Digunakan oleh pengguna akhir sebelum perancangan sistem informasi baru dapat diselesaikan. Produk akhir dari analisa sistem adalah seluruh kebutuhan sistem untuk usulan sistem informasi (ini juga disebut spesifikasi fungsional atau kebutuhan fungsional). Keempat adalah rancangan sistem. Rancangan sistem terdiri dari rancangan pengguna antar muka, rancangan data, rancangan proses, rancangan sistem logika, perancangan sistem fisik. Rancangan sistem ini lebih menekankan pada konsep pengembangan struktur database perpustakaan yang akan dibuat. Kelima adalah keterlibatan unsur pengembang sistem. Unsur pengembang yang dimaksud disini adalah kondisi intern dari organisasi perpustakaan itu sendiri, diantaranya ukuran organiasi, deskripsi tugasnya, relevansi pengalaman, latar belakang pendidikan dalam konsep-konsep proses informasi, peralatan dan teknik. Keenam adalah langkah pengembangan sistem informasi perpustakaan. Dalam langkah ini yang dilakukan adalah pembuatan dan pengembangan software yang akan digunakan dalam perpuatakaan digital. Diperlukan studi banding pada perpustakaan yang telah menggunakan software serupa yang13 APLIKASI TEKNOLOGI INFORMASI DI PERPUSTAKAAN | Nazaruddin,S.Ag,SIP,MLIS | e-mail :nazarmusmar@gmail.com
  • 14. kemudian akan di setupdalam perpuatakaan kita. Pada tahap ini juga harus diperhatikan faktor lain yang tidak kalah penting yakni tentang gambaran umum tentang sistem yang akan digunakan, kelebihan dan kelemahan sistem yang akan digunakan, alternatif solusi yang dapat diterapkan, layanan digital berfungsi menyediakan fasilitas dan bimbingan, dan alokasi biaya. Ketujuh adalah perencanaan pengembangan. Rencana pengembangan perpustakaan digital harus dinyatakan secara jelas dan detail. Rencana pengembangan harus disesuaikan dengan visi dan misi dari perpustakaan, serta adanya dukungan dari stakeholder perpustakaan. TIK DAN TANTANGAN BAGI PUSTAKAWAN Kehadiran perpustakaan digital sebagai sumber informasi dan pengetahuan sudah sewajarnya menjadi tantangan dan harus diakomodasi oleh pustakawan. Tantangan yang nyata adalah bagaimana sikap pustakawan dalam memberikan layanan informasi sebaik mungkin kepada penguna perpustakaan. Pustakawan merupakan penyaji informasi yang memiliki kompetensi dan kapabilitas dalam bidangnya. Tetapi yang harus diperhatikan adalah bagaimana pustakawan harus memberikan informasi secara benar dan tepat kepada masyarakat. Pustakawan harus menseleksi informasi untuk memberikan akses layanan informasi yang betul-betul diperlukan oleh masyarakat. Jika kebijakan yang diambil dalam proses seleksi informasi tersebut mengedepankan pada kepentingan akses untuk pengguna maka proses yang dilakukan oleh pustakawan adalah memberikan pertimbangan masalah nilai ekonomi dari informasi. Setidaknya pustakawan harus memiliki kemampuan tantangan dalam tiga hal yakni: kemampuan mengembangkan layanan perpustakaan digital, kemampuan peka terhadap perkembangan teknologi informasi dan kemampuan menjalin kerja sama dengan stakeholder diluar perpustakaan. Pustakawan sudah sewajarnya mengembangan layanan perpustakaan digital, yakni dengan jalan selalu meng up grade tren teknologi perpustakaan terkini yang selalu berkembang dinamis. Kemampun pengembangan perpustakaan digital misalnya dengan mengikuti pelatihan-pelatihan aplikasi dari teknologi informasi dan internet. Sedangkan14 APLIKASI TEKNOLOGI INFORMASI DI PERPUSTAKAAN | Nazaruddin,S.Ag,SIP,MLIS | e-mail :nazarmusmar@gmail.com
  • 15. kemampuan kerja sama dengan pihak-pihak diluar perpustakaan memberi peluang sharing informasi yang menunjang pengembangan perpustakaan digital MANFAAT YANG DIHARAPKAN DARI DIKLAT INI Secara umum hasil yang dicapai melalui workshop ini dapat dikategorikan ke dalam empat manfaat (Four benefits) berikut: þ Intelectual Benefits : yaitu bertambahnya pengetahuan dan wawasan staf dalam bidang teknologi Informasi sehingga mampu berpikir kritis dalam penerapan IT di UPT Perpustakaan IAIN Ar-Raniry. þ Practical Benefits: yaitu meningkatnya keahlian dan kreatifitas staf dalam pengembangan program dan layanan perpustkaan berbasis IT, terutama terkait dengan bidang kejanya masing-masing. þ Emotional Benefits: yaitu meningkatkan motivasi staf dalam mengikuti workshop dalam bidang IT, serta terlihat proaktif dalam kerja kelompok untuk memecahkan persoalan penerapan IT di perpustkaan. þ Spiritual Benefits: yaitu meningkatnya ketekunan dan kesabarabaran staf dalam memikirkan dan memberikan jasa layanan kepada pengguna perpustakaan. TIK DAN JARINGAN KERJASAMA (NETWORKING) Pengintegrasian aplikasi teknologi informasi dalam berbagi aspek kegiatan perpustakaan saat ini sudah memungkinkan Perpustakaan melakukan kerjasama dalam berbagai jenis layanan tanpa terbatas waktu dan jarak. Adapun jenis kerjasama yang sangat memungkinkan dilakukan dalam konteks kerjasama nasional saat ini adalah: þ Kerjasama Akses Elektronik Jurnal (E-Jurnal) E-Jurnal adalah salah satu solusi efektif untuk memenuhi kebutuhan informasi dan sekaligus mengantisipasi perubahan perilaku pencari informasi abad ini. Namun mengingat bervariasinya subyek, mahalnya harga langganan dan terbatasnya pemanfaat e-jurnal dikarenakan kendala bahasa inggris bagi kebanyakan pengguna perpustakaan di Indonesia, maka Kerjasama Access E-Jurnal (KAE) bisa menjadi alternatif yang tepat. Kerjasama ini bisa dilakukan dengan konsep ”`perpustakaan mana langgan apa”. Dengan kata lain setiap perpustakaan dalam jaringan kerjasama berkewajiban untuk melanggan satu e-jurnal dan memberi hak akses ke seluruh anggota jaringan.15 APLIKASI TEKNOLOGI INFORMASI DI PERPUSTAKAAN | Nazaruddin,S.Ag,SIP,MLIS | e-mail :nazarmusmar@gmail.com
  • 16. UIN JKT UIN RADEN EBSCO JOGJA FATAH EMERALD ? SUNAN GUNUNG JATI AMPEL ISLAMICU ? S KERJASAM A AKSES E- WALI JOURNAL AR-RANIRY SONGO ? ? ANTASAR MEDA I N ? LAIN- ? LA IN þ Kerjasama Akses Koleksi Digital Skema Kerjasama Akses E-Jurnal Gambar 1: Sama halnya dengan kerjasama akses e-jurnal, namun Kerjasama Akses Koleksi Digital ditujukan kepada koleksi digital yang dimiliki masing-masing perpustakaan, misalnya abstrak karya ilmiah,kliping koran,manuskrip dan lain-lain. þ Kerjasama Pertukaran Metadata (copy Cataloging) Kerjasama ini kemungkinan besar bisa dilakukan. Hal ini karena pada umumnya perpustakaan dibawah Kementrian Agama RI menggunakan sistem pengolahan koleksi yang sama, terutama pada kegiatan katalogisasi, yang meliputi kegiatan klasifikasi dan penentuan tajuk subyek. Alasan lain kerjasama ini bisa dilakukan karena umumnya perpustakaan IAIN/UIN di Indonesia sudah memiliki database elektonik online. Jika kerjasama ini dapat terlaksana maka akan menghemat waktu pengolahan koleksi, sekaligus juga bisa menigkatkan keseragaman metadata pada perpustkaan yang bernaung dibawah Kementrian Agama RI. 1. Rencana Jaringan Kerjasama Global16 APLIKASI TEKNOLOGI INFORMASI DI PERPUSTAKAAN | Nazaruddin,S.Ag,SIP,MLIS | e-mail :nazarmusmar@gmail.com
  • 17. Dengan perkembangan teknologi informasi sekarang ini, kerjasama tidak terbatas pada tingkat nasional, tetapi juga memungkinkan dilakukan pada tingkat global. Seperti halnya pada kerjasama Nasional, kerjasama pertukaran metadata atau copy cataloging juga sangat mungkin dilakukan pada tingkat global. Namun karena ada perbedaan dalam beberapa prosesi pengolahan koleksi, terutama terkait pedoman yang digunakan, maka untuk kerjasama inernasional diperlukan penyeragaman pedoman dan sistem, terutama dalam hal stardarisasi metadata, yaitu menggunakan MARC21. Jika ini sudah standard maka kerjasama seperti dengan OCLC melalui layanan WorldCat akan sangat mungkin dilakukan. Kerjasama global ini menjadi penting untuk dipikirkan karena menawarkan banyak manfaat. Salah satunya adalah memungkinkan pertukaran data bibilogrfis perpustakaan melalui penggandaan catalog (copy cataloging), khususnya untuk koleksi-koleksi berbahasa asing. Manfaat dari kerjasama copy cataloging diantaranya adalah:  Mengurangi beban kerja staf bagian katalogisasi pada khususnya dan bagian pengolahan koleksi pada umumnya  Memungkinkan kegiatan katalogisasi dilakukan secra lebih cepat, hemat dan akurat.  memungkinkan pelaksanaan kerjasama global secara setara dan berimbang, baik dalam konteks pertukaran data bibliografis maupun peminjaman antar perpustakaan (Inter Library Loan).  dapat memenuhi kebutuhan pemakai, meningkatkan performa perpustakaan sekaligus citra pustakawan KENDALA PENERAPAN TIK DI PERPUSTAKAA Ada beberapa kendala inernal yang dihadapi perpustakaan Ar-Raniry saat ini, diantaranya:  Pemanfaatan layanan perpustakaan oleh pengguna belum maksimal.  Koordinasi internal antara pihak pustakawan, rektorat dan civitas akademika IAIN Ar- Raniry belum berjalan optimal, khususnya dalam hal pengembangan koleksi dan pengembangan layanan Perpustakaan lainnya.  Koordinasi eksternal, baik pada tingkat regional maupun nasional dengan pihak-pihak penyedia jasa informasi masih belum terjalin secara inten.  Dana operational perpustakaan masih belum memadai sehingga menyebabkan fasilitas tidak cukup, kondisi perpustakaan belum menarik,baik dari segi kebersihan,17 APLIKASI TEKNOLOGI INFORMASI DI PERPUSTAKAAN | Nazaruddin,S.Ag,SIP,MLIS | e-mail :nazarmusmar@gmail.com
  • 18. kenyamanan dan lain sebagainya.  Kompetensi staff, khususnya dalam bidang ICT masih lemah  Jaringan dan Quota Internet yang diberikan masih belum memadai.  Kesadaran dan kemampuan pengguna dalam penelusuran informasi masih kurang  Dalam konteks kerjasama jaringan, salah satu kendala yang mungkin dihadapi adalah masih adanya ketidakseragaman, terutama dalam proses pengolahan koleksi. SOLUSI PENERAPAN TIK Perkembangan sistem pendidikan dan perkembangan teknologi informasi yang mengharuskan mahasiswa melakukan studi mandiri, serta tuntutan akademisi untuk menulis karya ilmiah, maka perpustakaan tidak boleh pasrah pada keadaan yang ada. Keaktifan dan keseriusan pustakawan dalam mencari terobasan dan solusi sangat diperlukan. Salah satu solusi efektif adalah melakukan kerjasama jaringan dengan berbagai pihak, baik pada tingkat internal,regional,nasional maupun global. Adapun solusi yang direkomendasi oleh Perpustakaan IAIN Ar-Raniry dalam menghadapi kendala di atas adalah sebagai berikut:  Perlu meningkatkan koordinasi baik secara internal,regional,nasional maupun internasional  Perlu pengembangan staf melalui magang, studi banding ke perpustakaan-perpustakaan, baik dalam maupun ke luar negeri,  Perlu meredefinisi visi, misi dan fungsi perpustakaan agar semakin jelas arah pencapainnya.  Perlu melakukan evaluasi terhadap sistem automasi perpustakaan, hal ini bertujuan untuk mencapai azas keseragaman dan standarisasi.  Perlu membicarakan konsep dan manfaat kerjasama jaringan secara jelas kepada stokholder masing-masing agar mendapat perhatian dan dukungan baik moril maupun modal.  Perlu membentuk satgas jaringan kerjasama perpustakaan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi serta mencari solusi terhadap permasalahan yang dihadapi jaringan.  Perlu menyiapkan staf khusus pada tiap-tiap perpustakaan untuk menangani jaringan kerjasama perpustakaan  Perlu pelatihan staff baik untuk tenaga operational jaringan, maupun staf bidang lainnya seperti pengolahan, pelayanan, dan lain-lain.  Perlu memaksimalkan program yang sedang berjalan, khususnya program-program yang terkait dengan kerjasama jaringan.18 APLIKASI TEKNOLOGI INFORMASI DI PERPUSTAKAAN | Nazaruddin,S.Ag,SIP,MLIS | e-mail :nazarmusmar@gmail.com
  • 19.  Perlu mengidentifikasi, menyeleksi, mengadakan, mengolah dan mendistribusikan koleksi dengan mengutamakan faktor kerelevansian, ketersediaan dan kemutakhiran . I. PENUTUP DAN SARAN Perkembangan Teknologi Informasi yang begitu pesat menuntut para penyedia jasa informasi untuk berbenah diri, kreatif, proaktif dan professional dalam memberikan layanan. Penguasaan Teknologi Informasi baik secara teoritis maupun praktis menjadi sangat penting bagi staf perpustakaan. Hal ini karena disamping untuk menunjang tugas-tugas operasional kepustakawanan, juga untuk memenuhi kebutuhan informasi, khususnya para ”netizen” yang cendrung mencari informasi serba click (Clickable). Dalam konteks Perpustakaan IAIN Ar- Raniry, pembekalan IT ini bahkan menjadi ”wajib” hukumnya . Hal ini dikarenakan minimnya pengetahuan dan keahlian staf perpustakaan dalam bidang aplikasi teknologi Informasi. Pemenuhan kebutuhan informasi secara cepat dan akurat menjadi tantangan tersendiri bagi perpustakaan di era ICT ini. Penigkatan kompetensi staff dan malakukan kerjasama jaringan perpustkaan dengan berbagai pihak, dan pada berbagai tingkatan adalah solusi tepat yang tidak bisa ditawar. Dengan mengucap syukur kepada Allah S.W.T penulis berharap jika pertemuan koordinasi jaringan perpustkaan di lingkup Kemeterian Agama RI ini dapat menjadi satu motivasi dan kekuatan baru bagi kita semua, dan bagi pustakawan Indonesia pada umumnya dalam rangka menjalan misi Iqra’ kita. Akhirnya, mudah-mudahan kebersamaan kita selama empat hari di Bogor, mendiskusikan berbagai solusi terkait bentuk koordinasi kerjasama perpustakaan ini dapat memberi manfaat maksimal, baik manfaat intelektual, praktikal, emosional dan juga manfaat spiritual.Amin!19 APLIKASI TEKNOLOGI INFORMASI DI PERPUSTAKAAN | Nazaruddin,S.Ag,SIP,MLIS | e-mail :nazarmusmar@gmail.com
  • 20. DAFTAR BACAAN 1. Chauhan,Buddhi Prakash ( 2004). ICT Enabled Library and Information Services, Institute of Engineering. Diakses tanggala 20 Maret 2012 dari http://www.google.com/url? sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&sqi=2&ved=0CCQQFjAA&url=http %3A%2F%2Fdspace.thapar.edu%3A8080%2Fdspace%2Fbitstream %2F123456789%2F51%2F1%2FICT%2BEnabled%2BLibrary %2BServices.doc&ei=Kc9rT8SLHKnJmAX_ppDGBg&usg=AFQjCNENuvRdgjeS 86-8YcwsI1E-h3zP0w&sig2=qxkjvcbPjntYFN1a-cd1Mw 2. Tutor2u (2012). Ahttp://tutor2u.net/business/ict/intro_what_is_ict.html 3. The Dictionary of Computers, Information Processing and Telecommunications 4. Hasugian, Joner. 2000. Penerapan Teknologi Informasi Pada Sistem Kerumahtanggan Perpustakaan Perguruan Tinggi. Marsela. Vol. 2. No 2-3 Agustus 5. Setiarso, Bambang. 1997. Penerapan Teknologi Informasi dalam Sistem Dokumentasi dan Perpustakaan. Jakarta: Grasindo. 6. Supriyanto, Wahyu dan Ahmad Muhsin. 2008. Teknologi Informasi Perpustakaan; Strategi Perencanan Perpustakaan Digital. Yogyakarta: Kanisius20 APLIKASI TEKNOLOGI INFORMASI DI PERPUSTAKAAN | Nazaruddin,S.Ag,SIP,MLIS | e-mail :nazarmusmar@gmail.com

×