Your SlideShare is downloading. ×
Makalah tanaman cabai paprika
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Makalah tanaman cabai paprika

3,858

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
3,858
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
60
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. — — Aulia Rachmah Fauziah Amin — Nurul Fadliah Fahrul Samsuryani Mustari Nur Rahmah Masda — Nur — A. Nurul Hidayah — — — — Aulyah Henny Noviana Muhriyadi Baharuddin KELAS XI IPA 4 SMA NEGERI 1 WATANSOPPENG NURUL FADLIAH FAHRUL (XI.IPA.4)
  • 2. TAHUN AJARAN 2012 / 2013 PAPRIKA Buah paprika atau cabai paprika adalah buah yang biasa digunakan sebagai bumbu atau bahan masakan. Selain dapat menambah cita rasa paprika juga dapat memberi tampilan masakan atau bahan makanan terlihat menarik. Paprika mempunyai warna menyala yang sangat menarik yaitu kuning, merah dan hijau. A. KLASIFIKASI DAN MORFOLOGI TANAMAN CABAI PAPRIKA Klasifikasi Tananman Cabai Paprika Kingdom : Plantae (Tumbuhan) Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Divisi : Spermatophyta (Tanaman berbiji) Subdivisi : Angiospermae (Biji berada dalam buah) Kelas : Magnoliopsida / Dicotyledonae (Berkeping dua / dikotil) Sub Kelas : Asteridae Ordo : Solanales Famili : Solanaceae (Suku terung-terungan) Genus : Capsicum Spesies : Capsicum annuum Varietas : grossum Morfologi Tanaman Cabai Paprika Secara morfologi, bagian atau organ-organ penting tanaman cabai papika adalah sebagai berikut. 1. Batang Tanaman cabai paprika memiliki batang yang keras dan berkayu, berbentuk bulat, halus, berwarna hijau gelap, dan memiliki percabangan dalam jumlah yang banyak. Batang utama tanaman tumbuh tegak dan kuat. Cabang tanaman beruas-uas dan setiap ruas ditumbuhi daun dan tunas. Percabangan pada tanaman paprika lebih kompak dan lebih rimbun dibandingkan dengan percabangan pada cabai rawit atau cabai jenis lain. 2. Daun Daun cabai paprika berbentuk bulat telur dengan ujung runcing dan tepi daun rata (tidak bergerigi/berlekuk). Daun merupakan daun tunggal dan memiliki tulang daun menyirip. Kedudukan daun agak mendatar. Daun memiliki tangkai tunggal yang melekat pada batang atau cabang. Jumlah daun dalam satu tanaman relatif banyak sehingga tanaman tampak rimbun. Daun tanaman cabai paprika memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan daun tanaman cabai rawit. 3. Bunga Bunga cabai paprika merupakan bunga tunggal (soliter) dan berbentuk bintang, dengan mahkota bunga berwarna putih. Bunga tumbuh menunduk pada ketiak daun. Penyerbukan bunga terjadi melalui penyerbukan sendiri, namun dapat juga tejadi penyerbukan secara silang, dengan tingkat keberhasilan sekitar 56 %. 4. Buah 1
  • 3. Buah akan terbentuk setelah tejadi penyerbukan. Buah cabai paprika memiliki keanekaragaman bentuk, ukuran, warna, dan rasa. Pada umumnya, buah cabai paprika berbentuk seperti tomat, tetapi lebih bulat dan pendek. 5. Biji Biji cabai papika tedapat dalam jumlah sedikit, berbentuk bulat pipih, dan berwarna putih kekuning-kuningan. Biji tersusun berkelompok dan saling melekat pada empulur. Ukuran biji cabai paprika lebih besar dibanding dengan biji cabai rawit. 6. Akar Tanaman cabai paprika memiliki akar tunggang yang tumbuh lurus kepusat bumi dan akar serabut yang tumbuh menyebar kesamping. Perakaran tanaman tidak dalam dan dapat tumbuh dan bekembang dengan baik pada tanah yang gembur, porous (mudah menyerap air), dan subur B. KANDUNGAN DAN MANFAATNYA PADA TANAMAN CABAI PAPRIKA Kandungan gizi yang paling umum pada paprika adalah 1. Vitamin C Dibandingkan dengan cabai lain, paprika termasuk istimewa karena mengandung gizi yang sangat tinggi, terutama vitamin C. Kandungan vitamin C pada paprika jauh lebih tinggi daripada jeruk yang selama ini dikenal sebagai sumber vitamin C. Setiap 100 gram paprika merah mengandung 190 mg vitamin C, tertinggi di antara jenis paprika lainnya. Sebaliknya, 100 gram jeruk hanya mengandung 30-50 mg vitamin C. Vitamin C dikenal sebagai senyawa yang dibutuhkan tubuh dalam berbagai proses penting, mulai dari pembuatan kolagen (protein berserat yang membentuk jaringan ikat pada tulang), pengangkut lemak, pengangkut elektron dari berbagai reaksi enzimatik, pemacu gusi yang sehat, pengatur tingkat kolesterol, serta pemacu imunitas. Selain itu, vitamin C sangat diperlukan tubuh untuk penyembuhan luka dan meningkatkan fungsi otak agar dapat bekerja maksimal. Kebutuhan tubuh akan vitamin C adalah 75 mg per hari untuk wanita dewasa dan 90 mg per hari untuk pria dewasa. Batas maksimum konsumsi vitamin C adalah 1.000 mg per hari. Vitamin C pada paprika dapat meningkatkan kekebalan tubuh. 2. Betakaroten, Betakaroten adalah jenis antioksidan yang dapat berperan penting dalam mengurangi konsentrasi radikal peroksil. Kemampuan betakaroten bekerja sebagai antioksidan berasal dari kesanggupannya menstabilkan radikal berinti karbon. Karena betakaroten efektif pada konsentrasi rendah oksigen, betakaroten dapat melengkapi sifat antioksidan vitamin E yang efektif pada konsentrasi tinggi oksigen. Betakaroten juga dikenal sebagai unsur pencegah kanker, khususnya kanker kulit dan paru. Beta karoten dapat menjangkau lebih banyak bagian-bagian tubuh dalam waktu relatif lebih lama dibandingkan vitamin A, sehingga memberikan perlindungan lebih optimal terhadap munculnya kanker. emakin tua umur paprika, maka kandungan beta karoten akan semakin tinggi. 3. Vitamin B dan Asam folat The George Mateljan Foundation (2006) menyatakan bahwa kandungan vitamin B6 pada paprika termasuk kategori excellent. Hal itu disebabkan paprika mengandung vitamin B6 dengan tingkat densitas tinggi. Vitamin B6 penting bagi otak untuk berfungsi normal, membantu membentuk protein, hormon, dan sel darah merah. Sebagian besar kandungan betakaroten paprika terkonsentrasi pada bagian di dekat kulit. Sama seperti sayuran lainnya, semakin tua warna paprika, betakaroten di dalamnya semakin banyak. 2
  • 4. 4. 5. 6. 7. Kandungan vitamin B6 dan asam folat pada paprika juga sangat baik untuk mencegah aterosklerosis dan penyakit diabetes. Kedua vitamin tersebut sangat diperlukan tubuh untuk mereduksi kadar homosistein. Homosistein dihasilkan dari siklus metilasi di dalam tubuh. Homosistein sangat berbahaya bagi tubuh karena dapat mengganggu sirkulasi darah dan memicu penyakit mematikan seperti jantung dan stroke. Serat (dietary fiber); Paprika juga kaya akan serat (dietary fiber ) yang akan membantu menekan angka kolesterol di dalam tubuh dan mencegah terjadinya kanker kolon. Paprika tidak memiliki kandungan Capsicin, yaitu zat yang menimbulkan rasa pedas cabai. Likopen Pada paprika merah, terdapat likopen yang cukup tinggi. Likopen merupakan pigmen karotenoid yang membawa warna merah. Pigmen ini termasuk ke dalam golongan senyawa fitokimia yang mudah ditemui pada buah-buahan yang berwarna merah seperti paprika. Likopen dikenal dengan berbagai manfaat seperti antikanker. Sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Yale pada 473 orang pria menemukan fakta bahwa pria yang bebas kanker prostat memiliki lebih banyak likopen dalam darahnya dibanding mereka yang sakit. Penelitian yang sama juga pernah dilakukan oleh Universitas Harvard pada tahun 2002, membuktikan bahwa laki-laki yang mengonsumsi likopen dalam jumlah banyak memiliki risiko penyakit kanker lebih rendah, khususnya kanker prostat. Selain kanker prostat, konsumsi likopen juga dapat mereduksi berbagai jenis kanker lain. Sebuah studi di Iran seperti yang dilaporkan oleh Cook et al (1979) menunjukkan bahwa konsumsi likopen dapat mereduksi 39 persen kanker esofagal pada laki-laki. Likopen juga dilaporkan dapat mengatasi kanker lambung yang disebabkan infeksi Helicobacter pylori. Kehadiran likopen sangat bermanfaat untuk menghmbat oksidasi yang disebabkan oleh bakteri tersebut. Menurut Atanasova (1997), likopen juga dapat menghambat pembentukan N-nitrosamins yang dapat menyebabkan kanker perut. Paprika juga merupakan antioksidan yang bermanfaat bagi sistem imunitas (kekebalan) tubuh dapat mempertahankan fungsi mental dan fisik para lansia. Setelah masuk ke dalam aliran darah, likopen akan menangkap radikal bebas pada sel-sel tua dan memperbaiki sel-sel yang telah mengalami kerusakan.. Giovannucci (1999) melaporkan struktur likopen sangat berpotensial sebagai antioksidan. Tidak adanya struktur ring betaione menyebabkan likopen mempunyai aktivitas antoksidan yang sangat baik. Likopen juga diketahui mempunyai aktivitas antioksidan dua kali lebih kuat daripada betakaroten dan sepuluh kali lipat lebih kuat daripada vitamin E. Jadi, reaksi likopen sebagai antioksidan di dalam tubuh lebih baik daripada vitamin A, C, E, maupun mineral lain. Konsumsi likopen pada paprika merah diyakini dapat meningkatkan kualitas seksual. Likopen diyakini dapat meningkatkan jumlah sperma, memperbaiki struktur sperma, dan meningkatkan agresivitasnya. Sebuah penelitian yang dilakukan di India terhadap 30 pasangan tidak subur membuktikan bahwa konsumsi likopen sebanyak 20 mg selama 3 bulan terus-menerus dapat meningkatkan jumlah sperma sebanyak 67 persen, memperbaiki struktur sperma sebanyak 63 persen, dan menaikkan kecepatan sperma sebanyak 73 persen. Vitamin A, Vitamin E, dan Vitamin K Paprika juga kaya akan vitamin A. Pada paprika merah mengandung 3.131 IU vitamin A, tertinggi dibandingakan jenis paprika lainnya. Vitamin A sangat diperlukan 3
  • 5. tubuh untuk mencegah penyakit mata, pertumbuhan sel, sistem kekebalan tubuh, reproduksi, serta menjaga kesehatan kulit. Selain itu buah paprika juga mengandung vitamin E, dan vitamin K yang mempunyai banyak manfaat bagi tubuh khususnya menjaga kesehatan pembuluh darah vena dan pembuluh darah kapiler. 8. Sebagai bahan Anti bakteri (antibacterial agent); yang dapat menormalkan tekanan darah, meningkatkan sirkulasi, dan meningkatkan produksi air liur dan asam lambung untuk membantu pencernaan. 9. Sebagai Stimulan (perangsang) dan pemberi energi yang telah digunakan secara luas untuk mengobati masalah sirkulasi, kelelahan, dan depresi. 10. Mineral esensial diantaranya kalium, fosfor, magnesium, kalsium, dan zat besi. Mineral esensial tersebut sangat penting untuk kesehatan antara lain untuk membersihkan darah, menjaga kesehatan jantung, dsb. Tercatat bahwa, Kandungan gizi yang terdapat didalam paprika tiap 100 gram buah hijau segar adalah : 0,9g protein, 0,3g lemak, 4,4g karbohidrat, 7,0mg Ca, 0,4mg Fe, 22mg P, 540 IU vitamin A, 22,0mg vitamin B1, 0,002mg vitamin B2, 0,4 Niacin adan 160mg vitamin C. Paprika juga mengandung asam askorbat yang nilai gizinya setiap 100 gram buah paprika 29 miligram kalori, 11 miligram kalium, 870 IU vitamin, 0,03 miligram riboflafin, 0,05 miligram Niasin. C. JENIS TANAMAN CABAI PAPRIKA Berdasarkan varietasnya, paprika memiliki beberapa jenis yaitu paprika merah, kuning, hijau, ungu, putih, dan orange. D. CARA BUDIDAYA TANAMAN CABAI PAPRIKA a) Pengolahan Lahan Tanah yang akan digunakan dicangkul atau dibajak, kemudian digemburkan. Tanah itu dibuat bedengan selebar 90 cm, tinggi 20-30 cm, dan jarak antar bedengan 35 cm. Berikanlah pupuk dasar pada setiap lubang tanam, ataupun sebaiknya menempatkan polybag bibit paprika diatas bedeng tersebut. Jarak tanam yang digunakan ada bermacammacam, tergantung jenisnya. Umumnya orang menggunakan jarak tanam 50 x 50 cm. Kelebihan dari budidaya paprika bisa memberi keuntungan yang lebih besar daripada budidaya sayuran lain dengan lahan sempit. Paprika sebaiknya ditanam di daerah dingin, yakni dibawah 30˚C (antara 15–25˚C) ataupun dataran tinggi yang kelembabannya rendah dibawah 70%. Karena pada suhu tinggi atau pada dataran rendah menyebabkan peningkatan serangan hama dan penyakit. Jika menanam di daerah perkotaan yang suhunya tinggi dapat ditanam didalam green House dan diberikan fasilitas AC untuk membuat suhu rendah. Paprika merupakan tanaman yang sensitive terhadap alam, oleh karena itu tanaman ini tidak boleh terkena air hujan, karena bisa menyebabkan terjadinya busuk batang dan buah. Maka budidaya paprika yang paling pas dan cocok untuk hasil yang maksimal adalah dengan menggunakan Green House (GH) atau Rumah Hijau (RH) atau Rumah Plastik dengan sistem hidroponik. Dalam budidaya paprika secara hidroponik, pemeliharaan tanaman meliputi penyiraman dan pemupukan, pembentukan dan pemilihan batang produktif, pengajiran dan pelilitan, pewiwilan, serta pengendalian hama dan penyakit. Dalam budidaya paprika secara hidroponik, pemeliharaan tanaman meliputi penyiraman dan pemupukan, pembentukan dan pemilihan batang produktif, pengajiran dan pelilitan, pewiwilan, serta pengendalian hama dan penyakit. 4
  • 6. b) Pemilihan Benih/Bibit dan Pembenihan (Penyemaian) Sebelum menanam paprika, pilihlah benih yang bermutu dan masa benih belum kadaluarsa, benih memiliki vigor (daya kecambah tinggi). Contoh benih paprika yang ada seperti spertacus F1, Goldflame F1, kelvin F1. Seperti halnya cabai lain, paprika juga dikembangbiakkan dengan biji. Biji-biji itu harus disemaikan terlebih dahulu pada kotak atau bedengan persemaian sebelum ditanam di lapang. Umur benih di persemaian antara 14-21 hari. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, sebaiknya digunakan dengan derajat keasaman (ph) media tanam sebesar 5,8 ( 5,5-6,5) yang bisa diukur dengan alat PH meter. Pupuk yang digunakan adalah larutan dengan tingkat kepekatan (EC) 2,3-2,6 yang bisa diukur dengan dengan EC meter. Intensitas cahaya yang diperlukan tanaman paprika yakni 60%. Media tanam yang dapat digunakan untuk hidroponik paprika adalah arang sekam (tanpa tanah), cocopeat (serbuk sabut kelapa), dll. Media semai terdiri dari campuran pasir, sekam bakar, kompos, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1:1. Media tersebut perlu disterilkan sebelum ditanami. Sterilisasi diperlukan untuk menghindari serangan hama dan penyakit yang masih ada dalam media semai. Pupuk kandang berasal dari kotoran kambing atau bisa juga pupuk bokashi yang dicampur dengan tanah dengan perbandingan 3:1. Wadah persemaian dapat berupa tray plastik yang berukuran 24 x 30 cm dan tinggi 5 cm, pot atau polybag berdiameter 7-10 cm dan tinggi 6-7 cm. Untuk wadah penanaman digunakan polybag berukuran 50x40 cm. Hampir sama dengan komoditi lainnya, komoditi yang lainnya, komoditi paprika dengan sistem hidroponikpun dilakukan pembibitan terlebih dahulu. Periode pembibitan awal dari sistem dari bercocok tanam yang sangat penting karena akan menentukan berhasil tidaknya tanaman pada masa produksi. A. Persiapan Sarana, alat dan bahan yang harus dipersiapkan adalah  Nursery,  Tray semai/wadah,  Benih (contoh benih paprika yang ada seperti spertacus F1, Goldflame F1, kelvin F1),  Media semai (Rockwool-Grodan/Sekam bakar (tanpa tanah), cocopeat (serbuk sabut kelapa), dll),  Thermometer dan Hygrometer,  Pinset,  Ruang semai/lemari semai, dan  Alat semprot (hand sprayer). B. Faktor yang Mempengaruhi Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam persemaian/pembibitan antara lain Kualitas benih, Jenis media yang digunakan, Suhu dan Kelembaban, intensitas cahaya dan Teknis pembibitan. C. Teknis Pembibitan Benih paprika sebelum ditanam di dalam greenhouse disemai dahulu agar lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan tanam nanti. Teknis pembibitan paprika adalah sebagai berikut : Benih terlebih dahulu direndam dengan air hangat selama 30 menit. Media tanam berupa arang sekam atau rockwool dibasahi dengan air bersih dan dipastikan agar media basah sampai merata dan dibiarkan sesaat agar air siraman yang berlebihan menetes. 5
  • 7. Apabila menggunakan media Rockwool, dibuat lubang kecil pada Rockwool dan apabila menggunakan arang sekam dibuat garitan kecil yang saling berpotongan pada sekam dengan jarak ± 2 x 2 cm. Benih diletakkan satu persatu pada setiap lubang dengan posisi calon lembaga (titik tumbuh) menghadap ke bawah ± 0,5 cm dengan menggunakan pinset, setelah semua benih disemai kemudian tutup dengan plastik mulsa. Benih-benih tersebut ditaruh dilemari semai (germnation chamber) dengan suhu optimal 20-25 ºC. Suhu dapat diatur dengan cara memasang lampu jika suhu rendah dan jika kelembaban rendah semprotkan air ke dalam lemari semai dengan menggunakan hand sprayer. Benih akan berkecambah dalam waktu ± 7 hari, plastik mulsa dibuka kemudian bibit dipindahkan ke tempat yang ada sinar dengan tetap menjaga suhu dan kelembaban. Bibit dengan kotiledon tumbuh sempurna, dipindahkan ke polybag 15 x 15 cm yang telah dibasahi dengan larutan nutrisi dengan EC 1,5 mS/cm dan pH 5,5. Pemeliharaan di persemaian/pembibitan meliputi penyiraman 1-2 kali sehari (tergantung cuaca, fase pertumbuhan bibit, dan media yang digunakan), pengendalian hama dan penyakit selama di nursery misalnya Trips, Mite, Leaf miner, rebah kecambah dll) dan yang tak kalah pentingnya adalah pengaturan kembali jarak antar tanam agar daun tanaman tidak saling menutupi. Bibit siap ditanam ke greenhouse produksi setelah berumur ± 21-30 hari di polybag atau sudah berdaun ± 5 helai. Foto Persemaian Paprika c) Penanaman Penanaman dilakukan dengan memindahkan bibit yang telah berumur ±21-30 hari pada media tanam yang lebih besar yang telah disusun di dalam greenhouse. Media yang digunakan untuk penanaman ini adalah arang sekam. Pemindahan tanaman dilakukan dengan cara : Bibit diletakkan di sisi polybag untuk penyesuaian cuaca. Media tanam disiram sampai basah dengan larutan hara sebanyak 2 liter. Regulating stick dicabut dan dikeluarkan dari media. Bagian tengah media dilubangi dan tambahkan karbofuram 1 g/polybag. Bibit disiram dan dikeluarkan beserta medianya dengan cara membalikkan polybag bibit sambil menyangga bibit dengan tangan. Bibit dimasukkan ke lubang tanam, dan media dirapatkan di sekitar batang. Regulating stick dipasang kembali. 6
  • 8. Foto Penanaman Paprika d) Pemeliharaan a. Pemberantasan Hama dan Penyakit Monitoring terhadap serangan hama dan penyakit menjadi penting sebab akan diketahui : Serangan apa yang terjadi Berapa berat serangan Tindakan apa yang akan dilakukan Kapan akan dilakukan pengendalian Pengalaman dari beberapa petani terakhir ada beberapa hama dan penyakit yang sering menyerang seperti: Thrips, Mites, Aphids, leaf miners, ulat, virus, layu fusarium, layu bakteri, powdery meldew, bercak daun, penyakit fisiologis (defesiensi unsur hara) dan sebagainya. Pencegahan dan Pengendalian dapat dilakukan dengan cara: Menjaga kebersihan, membuang sisa tanaman/gulma jauh dari lokasi greenhouse/masuk bak sampah dan dibakar. Sterilisasi greenhouse (gunakan lysol,formalin dan pestisida) ini harus dilakukan setiap awal musim tanam/sebelum tanam dimmulai. Memasang bak disenfeksi kaki untuk mencegah masuknya telur/larva hama dan patogen penyakit yang terbawa oleh alas kaki. Menggunakan varietas yang resisten Tanaman yang terserang penyakit (virus, bakteri) di masukkan kekantong/karung plastik lalu buang jauh dari lokasi greenhouse/dibakar. Biologis, dengan memanfaatkan musuh alami (predator), tapi cara ini diIndonesia masih jarang dilakukan. Gunakan susu skim (kandungan protein minimal 35 %) dengan konsentrasi 100 gram/1 liter airuntuk menghindari terjadinya penularan virus pada saat miwil (prunning) Kimiawi (pestisida), ini akan menjadi bagus jika penggunaannya tepat dalam pemilihan jenis, konsentrasi dan volume semprot. Disamping itu bisa mempunyai epek kurang baik kalau dalam penggunaannya salah. Untuk menghindari terjadinya kesalahan, memerlukan pengetahuan teknis dan alat (nozle) kualitas tinggi. Lakukan pengendalian bersama-sama dengan kebun disekitar (kebun tetangga) supaya pengendalian hama dan penyakit mungkin akan lebih efektif Satu hal perlu diperhatikan pengaruh pestisida terhadap kesehatan petani, konsumen, dan lingkungan. Untuk menghindari hal tersebut harus menggunakan pengaman seperti jas/pakain semprot, sarung tangan, masker, kacamata dan pengaman lainnya. b. Penyiraman dan Pengelolaan Air sekaligus Pemupukan Pemupukan dilakukan bersamaan dengan penyiramaan/irigasi. Pupuk dilarutkan dalam air kemudian ditampung di dalam tangki air untuk irigasi tetes 7
  • 9. ataupun ditampung pada handsprayer. Frekuensi pemberian pupuk ini tergantung pada kondisi cuaca dan umur tanaman. Pada kondisi cuaca panas, pemberian pupuk dilakukan lebih sering untuk menjaga supaya tanaman tidak layu. Waktu pemberian pupuk dilakukan pada pukul 8:00, 10:00, 12:00, 14:00, dan 16:00 dengan lama tiap pemberian selama 2 menit. Pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk organic, seperti pupuk kompos, pupuk bokashi, pupuk kandang, dll. penyiraman dan pemberian pupuk yang diberikan berupa larutan encer tersebut tentunya dengan tingkat konsentrasi (kepekatan) yang terkendali. Terdapat 2 macam sistem irigasi pada hidroponik paprika. Sistem irigasi pertama menggunakan metode penyiraman tanaman satu per satu menggunakan selang ataupun menggunakan handsprayer (manual). Sistem irigasi kedua menggunakan irigasi tetes dimana pada masing-masing polybag tanaman dipasang pipa kecil yang terhubung dengan tangki penyimpanan air. Dengan irigasi tetes penyiraman tanaman dilakukan sekaligus pada seluruh tanaman pada waktu yang bersamaan. Skema irigasi tetes dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar skema Irigasi Tetes pada Sistem Hidroponik c. Pengikatan/ Pengajiran / Pelilitan dan Pewiwilan Tanaman paprika yang dibudidayakan secara hidroponik harus diberi penopang agar diperoleh bentuk tanaman yang sesuai dengan kegiatan produksi secara maksimal. Pembuatan ajir dimulai saat tanaman berusia 1 minggu. Penopang/ajir bisa terbuat dari tali rami atau tali lainnya yang tidak tajam. Ujung atas tali diikatkan pada kawat horizontal yang dibuat secara khusus pada batang atas greenhouse, setiap tanaman memerlukan dua buah penopang/ajir karena batang utama yang dipelihara ada dua. Tanaman paprika akan terus tumbuh semakin tinggi mengikuti ajir. Agar tali ajir tetap melekat pada batang tanaman, maka setiap dua hari harus dilakukan pemutaran atau pelilitan pada cabang utama. Cara pemutaran yang baik yaitu dengan memutar batang mengikuti tali, bukan tali yang dililitkan mengikuti batang. Pemutaran dilakukan searah jarum jam agar seragam dan mudah dilakukan. Gambar Pemasangan Ajir 8
  • 10. Pewiwilan atau perompesan dilakukan terhadap tunas air, cabang yang tidak dipelihara, bunga yang telah layu, dan buah yang rusak. Umumnya kegiatan pewiwilan dilakukan bersamaan dengan kegiatan pemutaran tali atau pelilitan ajir yaitu setiap 2 hari sekali. Pemangkasan dilakukan untuk membentuk tanaman sehingga pertumbuhan dan produksi tanaman maksimal. Pemangkasan ini meliputi pemangkasan cabang dan tunas (pewiwilan), pemangkasan daun dan pemangkasan bunga. Pemangkasan cabang dan tunas dilakukan dengan mengatur dan mengurangi cabang dan tunas di ketiak daun sehingga hanya ada 2 cabang utama. Pemangkasan ini dilakukan sampai bunga yang dipelihara tumbuh dan mekar. Pemangkasan daun dilakukan dengan membuang semua daun pada batang utama, daun yang tua dan sakit serta daun yang terlalu rimbun. Pemangkasan bunga dilakukan sampai tanaman berusia 4 minggu setelah tanam. Bunga yang muncul sebelum 4 minggu setelah tanam dibuang. Dari satu ketiak daun sebaiknya hanya dipelihara 1 bunga agar buah yang dihasilkan besar dan berkualitas. Foto Pemeliharaan Paprika d. Green House / Rumah Hijau / Naungan Pentingnya peran naungan yang digunakan tanaman paprika terlihat nyata pada hasil pengamatan yang didasarkan kandungan khlorofil di daunnya. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan kandungan klorofil pada tanaman paprika yang dinaungi baik oleh tanaman jagung, alang-alang, jerami padi maupun dengan plastik. Adanya naungan tersebut, secara langsung akan mengurangi intensitas cahaya matahari yang berlebihan. Artinya, naungan dari bahan apapun mampu menjadi pereduksi intensitas cahaya matahari yang datang langsung pada tanaman paprika yang notabene tidak tahan terhadap intensitas cahaya yang tinggi. Intensitas cahaya yang terlalu berlebihan tersebut juga akan mengganggu perkembangan sel-sel klorofil yang mengakibatkan kandungan klorofil menurun. Dari beberapa naungan yang digunakan, nampak bahwa penggunaan plastik memberikan hasil yang paling baik, sehingga wajar apabila plastik paling banyak digunakan green house untuk penanaman cabai paprika. e) Panen dan Pasca Panen 9
  • 11. o Panen Pada umur sekitar 18 minggu sejak penyemaian hingga penanaman, paprika sudah dapat dipanen. Namun, tidak menutup kemungkinan umur panen lebih singkat jika yang diusahakan adalah jenis yang berumur genjah. Pemanenan ini dapat dibagi menjadi 2 golongan yaitu :  Matang hijau; warna buah hijau mengkilap, daging buah keras dan tebal, buah mudah dilepas dari tangkai, sehat dan tidak cacat, serta bebas dari hama dan penyakit. Kekerasan dan ketebalan buah dapat diketahui dengan cara memijit dan mengetuknya.  Matang berwarna; warna buah 60 % sudah merah/ kuning/ hijau (untuk ekspor), daging buah tebal, sehat dan tidak cacat, serta bebas dari hama dan penyakit. Dalam pemanenan perlu diperhatikan beberapa hal seperti waktu dan cara pemanenan. Berdasarkan waktu, pemanenan dibagi menjadi 2, yaitu panen buah matang hijau dan panen buah matang berwarna (merah, kuning, orange). Penggolongan ini disesuaikan dengan permintaan pasar dan harga jual. Pada saat pemetikan harus diusahakan agar tidak merusak ranting atau tanaman yang masih muda. Buah paprika sebaiknya dipanen beserta tangkai buahnya dengan menggunakan gunting atau pisau tajam. Diusahakan agar tangkai buah tidak terlepas dari buah atau tertinggal di cabang tanaman karena buah akan mudah terserang patogen. Foto Pemanenan Paprika o Pasca Panen Pada tahap pascapanen, buah paprika yang telah dipanen dicuci. Pencucian ini bertujuan untuk menghilangkan kotoran dan sisa pestisida yang ada pada buah paprika. Selain itu, pencucian ini juga bertujuan untuk menurunkan panas lapang buah sehingga transpirasi buah menurun. Setelah dilakukan pencucian, buah paprika kemudian disortasi dan digrading. Harga paprika di pasaran jauh mengungguli cabai yang hanya sekitar Rp 3.000 - Rp 4.000/kg di tingkat petani. Sedangkan harga paprika hijau sekitar Rp 8.000/kg, paprika merah dan oranye (Rp 15.000) hingga Rp 18.000/kg (kuning). 10
  • 12. Fauziah Amin (@ucciAjs) 11

×