Loader adalah mesin yang digunakan untukmemindahkan tanah yang sudah dikumpulkanbuldozer ke dump truck, Yang mana
blade da...
Drop hammer merupakan palu berat yangdiletakan pada ketinggian tertentu di atas tiangpalu tersebut kemudian dilepaskan dan...
Batching Plant adalah alat berat yangdigunakan untuk membuat beton jadi (Readymix Concrete). Pengadan alat berat
inimembut...
c. Forklift
4. Hauling Equipment
Hauling equipment adalah alat berat yang digunakan sebagai alat pemindah material dari lo...
Alat Berat Excavator / Back Hoe, Selanjutnya tuk Alat berat tuk proyek
gedung bertingkat yg sering digunakan lainya ialah ...
Alat - Alat Berat
Alat - alat berat seringkali digunakan dalam menyelesaikan proyek - proyek kontraktor. Jenis dari alat -...
Pay loader adalah alat berat yang biasanya digunakan untuk mengangkut puing - puing bongkaran bangunan,
kotoran di sungai,...
Backhoe adalah alat berat yang berfungsi untuk menggali. Alat ini dilengkapi dengan sekop yang berbentuk
seperti "ciduk" s...
Pada scraper terdapat hopper yang berbentuk vertikal dan bisa bergerak dengan leluasa. Selain itu juga
terdapat bagian yan...
Pay hauler atau sering juga disebut sebagai truk dump (di Inggris disebut dengan dumper truck) adalah truk
yang digunakan ...
itu, sebelum menentukan tipe dan jumlah peralatan dan attachmentnya sebaiknya dipahami
terlebih dahulu fungsi dan aplikasi...
tanah paling atas dapat digunakan scraper. Sedangkan untuk pembentukan permukaan supaya
rata selain dozer dapat digunakan ...
Gambar.1.2
Backhoe
Sumber: http://www.senyawa.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.html
c. Alat Pengangkut Material
Cra...
Gambar1.4
Loader
Sumber: http://www.senyawa.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.html
e. Alat Pemadat
Jika pada suatu l...
Gambar.1.5
Tandem Roller
Sumber: http://www.senyawa.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.html
f. Alat Pemroses Material...
dalam kategori ini adalah concrete spreader, asphalt paver, motor grader, dan alat
pemadat.
Gambar. 1.7
Asphalt Paver
Sumb...
b. Alat Statis
Yang termasuk dalam kategori ini adalah towercrane, batching plant, baik untuk beton
maupun untuk aspal ser...
Sumber: Wedhanto (2009)
Backhoe Loadermerupakan gabungan dari dua alat berat yang berbeda fungsinya. Bagian depan
dilengka...
• Loading (memuat material)
• Lifting (mengangkat beban)
• Hammering (menghancurkan batuan)
• Drilling (mengebor), dan lai...
• Side Sloping
• Dozing
• Ripping
Tergantung attachment (perlengkapan kerja) nya, Skid Steer Loader, disingkat SSL, dapat
...
Sumber: Wedhanto (2009)
Ada dua jenis Skidder yang digunakan yaitu :
• Wheel Skidder
• Track Skidder
Kegunaan dari Skidder...
Scrapper ini memiliki mesin penggerak khusus sehingga gerakannya gesit dan lincah. Produksi
SelfPropelled Scrappers dapat ...
Gambar.1-19.
Wheel Dozer
Sumber: Wedhanto (2009)
Mesin ini merupakan wheel loader yang dilengkapi dengan blade, dimana keg...
Gambar 1.21.
Wheel Loader
Loaderadalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser, Grader
...
Gambar. 1.22
Track Type Tractor
Sumber: Wedhanto (2009)
Track Type Tractoratau Bulldozer atau Dozer adalah alat yang diran...
Dengan memberikan shovel attachment pada excavator, maka disapatkan alat yang disebut
dengan power shovel. Alat ini baik u...
Cara kerja Power Shovel
Pekerjaan dimulai dengan mennempatkan shovel pada posisi dekat tebing yang akan digali,
dengan men...
Oleh karena itu sebelum menentukan type dan jumlah peralatan dan attachmetnya, sebaiknya
kita fahami lebih dahulu fungsi d...
memindahkan material ke tempat lain dengan jarak angkut sangat terbatas (load and carry).
Hanya bisa beroperasi didaerah y...
Karakteristik penting dari hydraulic excavator adalah :
Pada umumnya menggunakan tenaga, diesel engine dan full hydraulic ...
E. SCRAPER
Adalah salah satu alat berat beroda ban (tire) yang bisa dipakai memuat/mengangkut dan
membuang (spreading) sec...
Untuk pemadatan peragaspalan biasanya menggunakan road roller, tire roller atau drum roller,
tetapi untuk pemadatan tanah ...
Dozer
b. Alat Penggali
Jenis alat ini dikenal juga dengan istilah excavator. Beberapa alat berat digunakan untuk
menggali ...
Loader
e. Alat Pemadat
Jika pada suatu lahan dilakukan pembunan maka pada lahan tersebut perlu dilakukan pemadatan.
Pemada...
concrete mixer truck
g. Alat Penempatan Akhir Material
Alat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya yaitu untuk men...
crawler crane
b. Alat Statis
Yang termasuk dalam kategori ini adalah towercrane, batching plant, baik untuk beton maupun
u...
Penggunaan alat-alat berat yangg kurang tepat dengan kondisi dan situasi lapangan pekerjaan
akan berpengaruh berupa kerugi...
Jenis alat ini dikenal juga dengan istilah excavator. Beberapa alat berat digunakan untuk menggali
tanah dan batuan. Yang ...
d. Alat Pemindahan Material
Yang termasuk dalam kategori ini adalah alat yang biasanya tidak digunakan sebagai alat
transp...
e. Alat Pemadat
Jika pada suatu lahan dilakukan pembunan maka pada lahan tersebut perlu dilakukan pemadatan.
Pemadatan jug...
g. Alat Penempatan Akhir Material
Alat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya yaitu untuk menempatkan material pad...
2. Klasifikasi Operasional Alat Berat
Alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat ...
Heavy equipment
Heavy equipment
Heavy equipment
Heavy equipment
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Heavy equipment

2,869 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,869
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
112
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Heavy equipment

  1. 1. Loader adalah mesin yang digunakan untukmemindahkan tanah yang sudah dikumpulkanbuldozer ke dump truck, Yang mana blade dariloader ini dapat bergerak vertikal untukmengangkatnya ke dalam dump truck. Ada 2 jenis loader : Track loader, Track loader.LOADER 87 GRADERAdalah alat berat yang digunakan untukpemotongan tanah dengan tipis ataupemotongan tanah dekat tanah keras(subgrade) (setelah dilakukan pemotongantanah dengan dozer ataupun setelahdiledakkan) dan pembuatan paritsementara dikanan kiri grader, yang dapat dilakukan denganmenggunakan blade grader yang dapat diputarvertikal dan horisontal sehingga dapatmembuat parit sementara sesuai yangdiinginkan. 9 DUMP TRUCKDump truck adalah alat yang berfungsi untukmengangkut tanah hasil. Untuk menghasilkankinerja gabungan yangoptimal, perlu dilakukan perhitungan terhadapproduktivitas dan waktu siklus darikedua alat tersebut, dimana biasanyadigunakan metode Ideal Output atau GeneralOutput Formula yang jugamemperhitungkan kelas material, sudut putar,kondisi galian, kondisi pekerjaan,kondisi manajemen, serta kemampuanbackhoe dan dump truck.galian dan membuangnya ke tempatpembuangan (dump site). 09402001_AndriyadiTeknik sipil,Alat2_Berat
  2. 2. Drop hammer merupakan palu berat yangdiletakan pada ketinggian tertentu di atas tiangpalu tersebut kemudian dilepaskan dan jatuhmengenai bagian atas tiang. Untukmenghindari menjadi rusak akibat tumbukanini, pada kepala tiang dipasangkan semacamtopi atau cap sebagai penahan energi ataushock absorber. Biasanya cap dibuat dari kayu.DROP HAMMER 12 Mesin Crawler Drill ini digunakan untukmengebor batuan di dalam tanah atau batuanpada suatu lereng.Crawler drill dapat membuat lubang antara 1″ sampai 6″.Setelah lubang dibuat dapat bahan peledak dimasukkan dalamlubang tersebut dengan cara dan kedalamantertentu.Pada suatu lereng batuan Crawler drilldapat digunakan karena crawler drill dapatmembentuk sudut terhadap posisi vertikal.CRAWLERDRILL 10 Concrete pump adalah sebuah alat yangdigunakan untuk mentransfer cairan betondengan dipompa.Biasa dipakai pada gedungbertingkat tinggi dan pada area yang sulituntuk dilakukan pengecoran.CONCRETE PUMP 11 09402001_AndriyadiTeknik sipil,Alat2_Berat
  3. 3. Batching Plant adalah alat berat yangdigunakan untuk membuat beton jadi (Readymix Concrete). Pengadan alat berat inimembutuhkan investasi yang besar, sehinggaharus dipertimbangkan secara teliti dan efisien.BATCHING PLANT 15 Alat pemancang tiang tipe ini berbentuk lebihsederhana dibandingkan dengan hammerlainnya. Diesel hammer memiliki satu silinderdengan dua mesin diesel, piston, atau ram,tangki bahan baker, tengki pelumas, pompabahan baker, injector, dan mesin pelumas.Kelebihan diesel : ekonomis dalam pemakaian,mudah dalam pemakaian di daerah terpencil,berfungsi dengan baik pada daerah dingin,mudah dalam perawatanDIESEL HAMMER 13 adalah alat yang digunakan untuk mengeborbatuan keras untuk kemudian diledakan sepertcrawling drill, hanya saja jackhammer ini dioperasikan oleh manusia langsung, makatenaga manusia nya harus kuat untuk melawantekanan jackhammer.JACKHAMMER 14 09402001_AndriyadiTeknik sipil,Alat2_Berat Mengenal Jenis Alat Berat Dan Fungsinya Ada beberapa Jenis Alat Berat dan Fungsinya 1. Loading Equipment Loading equipment adalah alat yang digunakan untuk menggali, mengangkat material dari sumbernya ke unit pembawa material. a. Hydraulic Shovel b. Hydraulic Excavator c. Wheel Type Loader d. Track Type Loader 2. Heavy Support Equipment Heavy suppport equipment adalah alat berat yang digunakan sebagai sarana pendukung disekitar loading area, dumping area maupun area perjalanan dari loading hingga dumping area. a. Track Type Tracktor/Dozer b. Motor Grader c. Wheel Type Tracktor/Wheel Dozer d. Asphalt Compactor 3. Lifting Equipment Lifting equipment adalah alat berat yang digunakan sebagai alat pengangkat dengan bebagai jenis berat beban maksimal yang mampu diangkat oleh alat tersebut. a. Telescopic Handler b. Pipelayer
  4. 4. c. Forklift 4. Hauling Equipment Hauling equipment adalah alat berat yang digunakan sebagai alat pemindah material dari loading area ke dumping area a. Off Highway Truck b. Articulated Dump truck c. Scraper 5. Drilling Machine Drilling machine adalah alat berat yang digunakan sebagai alat pengebor untuk membuat lubang yang akan digunakan sebagai tempat meletakkan bahan peledak untuk diledakkan Sewa Alat Berat – Seringkali kita melihat kendaraan dana alat-alat berat saat melewati proyek-proyek gedung bertingkat namun meskipun kita sering melihatnya namun tak sedikit dari yg kita mengenal nama dan fungsi dari alat berat tersebut, berikut ini beberapa nama dan fungsi dari sewa alat berat yg sering digunakan dalam proyek pembangunan: Alat Berat Tower Crane / TC, Dalam proyek gedung bertingkat, kendaraan ini hampi pasti digunanakan. fungsi utamanya ialah sebagai alat lalu lintas material dari bawah menuju atas atau sebaliknya, contohnya digunakan saat melakukan pekerjaan pengecoran beton dgn cara mengangkat beton dgn bucket dari truck mixer menuju area pengecoran, fungsi lainya misalnya tuk mpbilisasi besi tulangan ke area pekerjaan.
  5. 5. Alat Berat Excavator / Back Hoe, Selanjutnya tuk Alat berat tuk proyek gedung bertingkat yg sering digunakan lainya ialah excavator yg berfungsi tuk penggalian dan pengerukan tanah, setiap proyek yg berhubungan dgn tanah akan banyak berhubungan dgn alat ini Alat Berat Dump Truck, bentuknya seperti mobil pada umumnya namun dibuat lebih besar dgn bak dibelakngnya sehingga dapat digunakan tuk pengangkutan bahan bangunan dari pabrik menuju lokasi proyek bangunan atau sebaliknya. Namun biasanya untuk kendaraan ini hanya beroprasi pada malam hari, mengingat ukurannya yang besar. Mobile Crane, Fungsinya sama dgn tower crane namun jenis alat berat ini bersifat mobile atau bisa berpindah tempat sehingga tidak memerlukan pondasi khusus. Alat Berat Heavy Support Equipment, tuk alat berat ini biasa digunakan sebagai sarana pendukung disekitar loading area, dumping area maupun area perjalanan dari loading hingga dumping area. Dan biasanya untuk menggunakan alat-alat berat ini banyak dari pihak kontraktor hanya melakukan pinjaman atau sewa alat berat guna meminimalisir biaya perbaikan dan perawatan dari alat berat itu sendiri.
  6. 6. Alat - Alat Berat Alat - alat berat seringkali digunakan dalam menyelesaikan proyek - proyek kontraktor. Jenis dari alat - alat berat juga bermacam - macam. Dengan adanya alat - alat berat bisa menggantikan tugas manusia sehingga bisa mempercepat penyelesaian sebuah pekerjaan. Bila di luar negeri terdapat sekolah khusus bagi operator yang akan mengoperasikan alat - alat berat. selama di sekolah tersebut mereka diajari tidak hanya tentang bagaimana cara mengoperasikan alat - alat berat namun juga diajarkan tentang mekanik ringan seandainya terjadi kerusakan. Selain itu, yang terpenting adalah teknik pengoperasioan dari alat - alat berat tersebut. Berikut ini adalah beberapa contoh alat - alat berat: # PAY LOADER
  7. 7. Pay loader adalah alat berat yang biasanya digunakan untuk mengangkut puing - puing bongkaran bangunan, kotoran di sungai, batu, dll untuk kemudian ditaruh di dalam truk pengangkut. Jenis dari Pay loader ini sendiri sebenarnya bermacam - macam yang disesuaikan dengan jenis barang yang akan diangkut. Bagian dari loadernya tidak hanya terdapat di depan, pada pay loader yang mengangkut log / kayu biasanya loadernya terdapat di bagian belakang. # DOZER Dozer atau yang terkadang disebut dengan bulldozer adalah alat tambahan yang diletakkan pada truk traktor. Alat ini berbentuk seperti pisau dari lempengan metal yang digunakan untuk mendorong tanah, puing - puing, serta benda yang lain dalam jumlah yang sangat banyak. Biasanya jenis alat berat ini banyak kita temukan pada daerah tambang, pabrik industri berat, proyek - proyek, serta terkadang di wilayah peternakan. # BACKHOE
  8. 8. Backhoe adalah alat berat yang berfungsi untuk menggali. Alat ini dilengkapi dengan sekop yang berbentuk seperti "ciduk" sehingga bisa membawa hasil galiannya. Backhoe ini juga yangsering digunakan untuk menggali sungai supaya lebih dalam untuk menghindari terjadinya banjir. Sebenarnya alat pengeruk tidak hanya terletak di bagian depan. Pada jenis dan seri tertentu juga terdapat pengeruk yang terletak di bagian belakang. # SCRAPER
  9. 9. Pada scraper terdapat hopper yang berbentuk vertikal dan bisa bergerak dengan leluasa. Selain itu juga terdapat bagian yang tajam di posisi horisontal. Kapasitas muat dari hopper pada scraper ini sekitar 8 - 34 m3 tergantung dari tipenya. Alat berat ini sangat efisien digunakan pada ladang pertanian karena selain memiliki fungsi sebagai pengangkut juga bisa berfungsi sebagai mesin pemotong. # PAY HAULER
  10. 10. Pay hauler atau sering juga disebut sebagai truk dump (di Inggris disebut dengan dumper truck) adalah truk yang digunakan untuk mengangkut material yang tidak berguna dan sebuah proses konstruksi. Tipe truk ini memiliki sistem hydraulically yang bila dioperasikan dengan cara mengangkat bak bagian depan menjadi lebih tinggi sehingga bisa menuang isinya dengan cepat tanpa menggunakan tenaga manusia. Macam-macam Alat berat dan Fungsinya Posted by rengkodriders ⋅ November 9, 2011 ⋅ 18 Komentar Filed Under Alat Berat, Dozer, Excavator, Loader, Truk Eksistensi alat berat dalam proyek-proyek dewasa ini baik proyek konstruksi maupun proyek manufaktur sangatlah penting guna menunjang Pemerintah baik dalam pembangunan infastruktur maupun dalam eksplore hasil-hasil tambang, misalnya semen dan batubara. Keuntungan-keuntungan dengan menggunakan alat-alat berat antara lain waktu yang sangat cepat, tenaga yang besar dan nilai-nilai ekonomis. Penggunaan alat berat yang kurang tepat dengan kondisi dan situasi lapangan pekerjaan akan berpengaruh berupa kerugian antara lain rendahnya produksi, tidak tercapainya jadwal atau target yang telah ditentukan atau kerugian biaya perbaikan yang tidak semestinya. Oleh karena
  11. 11. itu, sebelum menentukan tipe dan jumlah peralatan dan attachmentnya sebaiknya dipahami terlebih dahulu fungsi dan aplikasinya. Berikut Kami share macam-macam alat berat beserta fungsinya, agar dapat dipahami dalam penggunaannya. 1. Pengertian Alat-alat berat Alat-alat berat (yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil) merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan. Alat berat merupakan faktor pentingdidalam proyek, terutama proyek-proyek konstruksi maupun pertambangan dankegiatan lainnya dengan skala yang besar (Rostiyanti 2009) Tujuan dari penggunaan alat-alat berat tersebut adalah untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya, sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah dengan waktu yang relatif lebih singkat. Alat berat yang umum dipakai dalam proyek kostruksi antara lain : - Dozer, - Alat gali (excavator) seperti backhoe, front shovel, clamshell; - Alat pengangkut seperti loader, truck dan conveyor belt; - Alat pemadat tanah seperti roller dan compactor, dan lain lain. 2. Klasifikasi alat-alat berat Alat berat juga dapat dikategorikan ke dalam beberapa klasifikasi. Klasifikasi tersebut adalah klasifikasi fungsional alat berat dan klasifikasi operasional alat berat. 2.1. Klasifikasi Fungsional Alat Berat Yang dimaksud dengan klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebutberdasarkan fungsi-fungsi utama alat. Berdasarkan fungsinya alat berat dapatdibagi atas berikut ini (Rostiyanti 2009) a. Alat Pengolah Lahan Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah. Jika pada lahan masih terdapat semak atau pepohonan maka pembukaan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan dozer. Untuk pengangkatan lapisan
  12. 12. tanah paling atas dapat digunakan scraper. Sedangkan untuk pembentukan permukaan supaya rata selain dozer dapat digunakan juga motor grader. Gambar.1.1 Dozer Sumber: http://www.senyawa.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.html Bulldozer dapat dibedakan menjadi dua yakni menggunakan roda kelabang (Crawler Tractor Dozer) dan Buldoser yang menggunakan roda karet (Wheel Tractor Dozer). Pada dasarnya Buldoser menggunakan traktor sebagai tempat dudukan penggerak utama, tetapi lazimnya traktor tersebut dilengkapi dengan sudu sehingga dapat berfungsi sebagai Buldoser yang bisa untuk menggusur tanah. Buldoser digunakan sebagai alat pendorong tanah lurus ke dapan maupun ke samping, tergantung pada sumbu kendaraannya. Untuk pekerjaan di rawa digunakan jenis Buldoser khusus yang disebut Swamp Bulldozer. b. Alat Penggali Jenis alat ini dikenal juga dengan istilah excavator. Beberapa alat berat digunakan untuk menggali tanah dan batuan. Yang termasuk didalam kategori ini adalah front shovel, backhoe, dragline, dan clamshell.
  13. 13. Gambar.1.2 Backhoe Sumber: http://www.senyawa.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.html c. Alat Pengangkut Material Crane termasuk di dalam kategori alat pengangkut material, karena alat ini dapat mengangkut material secara vertical dan kemudian memindahkannya secara horizontal pada jarak jangkau yang relatif kecil. Untuk pengangkutan material lepas (loose material) dengan jarak tempuh yang relatif jauh, alat yang digunakan dapat berupa belt, truck dan wagon. Alat-alat ini memerlukan alat lain yang membantu memuat material ke dalamnya. Gambar1.3 Truk Sumber: http://www.senyawa.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.html d. Alat Pemindahan Material Yang termasuk dalam kategori ini adalah alat yang biasanya tidak digunakan sebagai alat transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material dari satu alat ke alat yang lain. Loader dan dozer adalah alat pemindahan material.
  14. 14. Gambar1.4 Loader Sumber: http://www.senyawa.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.html e. Alat Pemadat Jika pada suatu lahan dilakukan penimbunan maka pada lahan tersebut perlu dilakukan pemadatan. Pemadatan juga dilakukan untuk pembuatan jalan, baik untuk jalan tanah dan jalan dengan perkerasan lentur maupun perkerasan kaku. Yang termasuk sebagai alat pemadat adalah tamping roller, pneumatictiredroller, compactor, dan lain-lain. Pekerjaan pembuatan landasan pesawat terbang, jalan raya, tanggul sungai dan sebagainya tanah perlu dipadatkan semaksimal mungkin. Pekerjaan pemadatan tanah dalam skala kecil pemadatan tanah dapat dilakukan dengan cara menggenangi dan membiarkan tanah menyusust dengan sendirinya, namun cara ini perlu waktu lama dan hasilnya kurang sempurna; agar tanah benar-benar mampat secara sempurna diperlukan cara-cara mekanis untuk pemadatan tanah. Pemadatan tanah secara mekanis umumnya dilakukan dengan menggunakan mesin penggilas (Roller); klasifikasi Roller yang dikenal antara lain adalah: Berdasarkan cara geraknya; ada yang bergerak sendiri, tapi ada juga yang harus ditarik traktor. Berdasarkan bahan roda penggilasnya, ada yang terbuat dari baja (SteelWheel) dan ada yang terbuat dari karet (pneumatic). Dilihat dari bentuk permukaan roda; ada yang punya permukaan halus (plain), bersegmen, berbentuk grid, berbentuk kaki domba, dan sebagainya. Dilihat dari susunan roda gilasnya; ada yang dengan roda tiga (Three Wheel), roda dua (Tandem Roller), dan Three Axle Tandem Roller. Alat pemadat yang menggunakan penggetar (vibrator).
  15. 15. Gambar.1.5 Tandem Roller Sumber: http://www.senyawa.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.html f. Alat Pemroses Material Alat ini dipakai untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu bentuk dan ukuran yang diinginkan. Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi, semen, beton, dan aspal. Yang termasuk didalam alat ini adalah crusher dan concrete mixer truck. Alat yang dapat mencampur material-material di atas juga dikategorikan ke dalam alat pemroses material seperti concretebatch plant dan asphalt mixing plant. Gambar. 1.6. Concrete Mixer Truck Sumber: http://www.senyawa.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.html g. Alat Penempatan Akhir Material Alat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. Ditempat atau lokasi ini material disebarkan secara merata dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Yang termasuk di
  16. 16. dalam kategori ini adalah concrete spreader, asphalt paver, motor grader, dan alat pemadat. Gambar. 1.7 Asphalt Paver Sumber: http://www.senyawa.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.html 2.2. Klasifikasi operasional Alat Berat Alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis. Jadi klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini. a. Alat dengan Penggerak Alat penggerak merupakan bagian dari alat berat yang menerjemahkan hasil dari mesin menjadi kerja. Bentuk dari alat penggerak adalah crawler atau roda kelabang dan ban karet. Sedangkan belt merupakan alat penggerak pada conveyor belt. Gambar. 1.8 Crawlercrane Sumber: http://www.senyawa.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.html
  17. 17. b. Alat Statis Yang termasuk dalam kategori ini adalah towercrane, batching plant, baik untuk beton maupun untuk aspal serta crusher plant. Gambar. 1.9 Tower Crane Sumber: http://www.senyawa.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.html Crane (alat pengangkat) jenisnya ada bermacam-macam: Crane gelegar, cranekolom putar, crane putar, crane portal, crane menara, crane kabel, dan mobil crane. Beberapa jenis Crane banyak digunakan dalam proyek-proyek bangunan sipil yang berkaitan dengan pemindahan tanah adalah mobile crane, sebab craneini dapat dengan mudah dipindah-pindahkan, karena pekerjaan pemindahan tanah secara mekanis membutuhkan mobilitas alat yang relatif tinggi 3. Fungsi alat berat Dirancang untuk melakukan berbagai aplikasi kehutanan dengan konfigurasi LogLoader, Harvester/Processor, dan Road Builder. Gambar. 1.10 Alat Berat Kehutanan
  18. 18. Sumber: Wedhanto (2009) Backhoe Loadermerupakan gabungan dari dua alat berat yang berbeda fungsinya. Bagian depan dilengkapi dengan bucket dan berfungsi sebagaimana loader dan bagian belakang dilengkapi dengan perlengkapan yang sama dengan yang digunakan pada excavator Gambar. 1.11 BACKHOE LOADER Alat penggali sering juga disebut Excavator; ada dua tipe Excavator yaitu: (1) Excavator yang berjalan menggunakan roda kelabang / track shoe (Crawler Excavator) dan (2) Excavator yang menggunakan ban (Wheel Excavator). Gambar. 1.12 HIDRAULIC EXCAVATOR Sumber: catalogue Komatsu Excavator digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan seperti : • Excavating (menggali)
  19. 19. • Loading (memuat material) • Lifting (mengangkat beban) • Hammering (menghancurkan batuan) • Drilling (mengebor), dan lain sebagainya Perbedaan mendasar antara Excavator dan Mass Excavator terdapat pada kapasitas implement yang digunakan. Alat perata tanah (Grader) berfungsi untuk meratakan pembukaan tanah secara mekanis; dusamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain misalnya untuk penggusuran tanah, pencampuran tanah, meratakan tanggul, pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya; akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan. Gambar. 1.13 MOTOR GRADER Sumber: Wedhanto (2009) Beberapa pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh Grader antara lain adalah: · Perataan tanah (Spreading). · Pekerjaan tahap akhir (finishing) pada “pekerjaan tanah”. · Pencampuran tanah maupun pencampuran material (Side cast/mixing). · Pembuatan parit (Crowning Ditching) · Pemberaian butiran tanah (scarifying) Pada umumnya Grader digunakan untuk pekerjaan yang berhubungan dengan pembangunan dan pemeliharaan jalan, diantaranya : • Grading, Spreading, Ditching • Scarifying
  20. 20. • Side Sloping • Dozing • Ripping Tergantung attachment (perlengkapan kerja) nya, Skid Steer Loader, disingkat SSL, dapat digunakan untuk berbagai keperluan, diantaranya : • Loading, Dozing, • Digging, • Clamping, • Grading, Leveling, dan sebagainya. Gambar. 1.14 Skid Steer Loader Sumber: Wedhanto (2009) Gambar. 1.15 Skidder
  21. 21. Sumber: Wedhanto (2009) Ada dua jenis Skidder yang digunakan yaitu : • Wheel Skidder • Track Skidder Kegunaan dari Skidder adalah untuk menarik batang kayu. Pekerjaan ini biasanya banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kayu (logging). Gambar. 1.16 Wheel Tractor Scrapper Sumber: Wedhanto (2009) Wheel Tractor Scrapper, disingkat WTS, digunakan untuk memuat, memindahkan, menyebarkan dan mem-buang material dalam rangka pemeliharaan jalan. Alat ini digunakan untuk menggali muatannya sendiri, lalu mengangkut ke tempat yang ditentukan, kemudian muatan itu disebagkan dan diratakan. Scrapper mampu menggali/ mengupas permukaan tanah sampai setebal + 2,5 mm atau menimbun suatu tempat sampai tebal minimum + 2,5 mm pula. Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan, menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton, meratakan jalan raya atau lapangan terbang. Efisiensi penggunaan Scrapper tergantung pada: (1) kedalaman tanah yang digali, (2) kondisi mesin, dan (3) operator yang bekerja. Jika ditinjau dari penggeraknya, jenis Scrapper ada dua macam yakni: (1) Scrapper yang ditarik Buldoser (Down Scrapper Tractor), dan (2) Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri (Self Propelled Scrappers). Down Scrapper Tractor adalah jenis Scrapper kuno, Scrapper ini bekerja dengan ditarik oleh Buldoser atau traktor sehingga punya kapasitas produksi yang kecil, sebab gerakan Buldoser sebagai alat penarik sangat lamban, dan jarak angkut yang ekonomis kurang dari 67 m. Self Propelled Scrappers adalah jenis Scrapper yang modern dan saat ini banyak digunakan.
  22. 22. Scrapper ini memiliki mesin penggerak khusus sehingga gerakannya gesit dan lincah. Produksi SelfPropelled Scrappers dapat tinggi, jika digunakan untuk mengangkut jarak yang sedang (+ 5 km) efektivitasnya dapat menyaingi truck, baik itu dalam produksi beaya tiap ton (m3) maupun kecepatannya. Gambar 1.17 Articulated Dump Truck Sumber: Wedhanto (2009) Articulated Dump Truck, disingkat ADT, digunakan untuk memindahkan dan membuang material dengan kapasitas terbatas dan kondisi jalan berlumpur. Gambar 1.18 Off Highway Truck Sumber: Wedhanto (2009) Sama halnya dengan ADT, Off Highway Truckjuga digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas yang besar mulai 40T sampai 360T.
  23. 23. Gambar.1-19. Wheel Dozer Sumber: Wedhanto (2009) Mesin ini merupakan wheel loader yang dilengkapi dengan blade, dimana kegunaanya hampir sama dengan dozer. Gambar.1.20 Track Type Loader Sumber: Wedhanto (2009) Track Type Loaderdigunakan untuk memuat material, sama halnya dengan wheel loader, hanya saja menggunakan track dan kapasitasnya lebih kecil.
  24. 24. Gambar 1.21. Wheel Loader Loaderadalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser, Grader dan sejenisnya. Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain. Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan, untuk menggusur bongkaran, menggusur tonggaktonggak kayu kecil, menggali pondasi basement dan lain-lain. Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek, bila digunakan sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser, sebab dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer. Jenis Loader ada dua yaitu : (1) Loader dengan roda rantai (CrawlerLoader), dan (2) Loader dengan roda karet (Wheel Loader). Dalam pemilihan Loader sebagai alat pengangkut, hal yang perlu diperhitungkan adalah beban harus diperhitungkan jangan sampai berat muatan melebihi berat dari loader itu sendiri, sebab ada kemungkinan Loader dapat terjungkal ke depan, lebihlebih jika digunakan Wheel Loader. Kegunaan dari Wheel Loader adalah untuk memuat material ke dalam ADT atau OHT. Pada wheel loader kecil dan menengah, bisa juga digunakan untuk aplikasi lainnya (tergantung dari attachment yang digunakan) seperti : WHA (Waste Handling Arrangement) Integrated Toolcarrier, Forklift dan sebagainya.
  25. 25. Gambar. 1.22 Track Type Tractor Sumber: Wedhanto (2009) Track Type Tractoratau Bulldozer atau Dozer adalah alat yang dirancang untuk mendorong material, meratakan atau menyebarkan material, mengupas permukaan tanah dan penggunaan lainnya yang sesuai. Disamping itu ada kegunaan lainnya yang bisa dilakukan oleh machine ini, tergantung dari attachment yang dipasangkan, yaitu : • Ripping, bila dilengkapi dengan Ripper • Skidding, bila dilengkapi dengan Winch Gambar.1- 23 Telehandler Sumber: Wedhanto (2009) Penggunaan Telehandler tergantung dari attachment yang dipasangkan pada mesintersebut. Misalnya bisa digunakan sebagai forklift dengan daya jangkau yang lebih jauh. Power Shovel
  26. 26. Dengan memberikan shovel attachment pada excavator, maka disapatkan alat yang disebut dengan power shovel. Alat ini baik untuk pekerjaan menggali tanah tanpa bantuan alat lain, dan sekaligus memuatkan ke dalam truk atau alat angkut lainnya. Alat ini juga dapat untuk mebuat timbunan bahan persediaan (stock pilling). Pada umumnya power shovel ini dipasang di atas crawler mounted, karena diperoleh keuntungan yang besar antara lain stabilitas dan kemampuan floatingnya. Power shovel di lapangan digunakan terutama untuk menggali tebing yang letaknya lebih tinggi dari tempat kedudukan alat. Macam shovel dibedakan dalam dua hal, ialah shovel dengan kendali kabel (cable controlled), dan shovel dengan kendali hidrolis (hydraulic controlled). Gambar : Front shovel
  27. 27. Cara kerja Power Shovel Pekerjaan dimulai dengan mennempatkan shovel pada posisi dekat tebing yang akan digali, dengan menggerakkan dipper/bucket ke depan kemudian ke atas sambil menggaruk tebing sedemikian rupa sehingga dengan garukan ini tanah dapat masuk ke dalam bucket. Jika bucket sudah penuh, bucket ditarik ke luar. Operator yang telah berpengalaman, akan dapat mengatur gerakan sedemikian rupa sehingga bucket sudah terisi penuh pada saat bucket mencapai bagian atas tebing. Setelah terisi penuh, shovel dapat diputar (swing) ke kanan atau ke kiri menuju tempat yang harus diisi. Segera sesudah shovel tidak lagi dapat mencapai tebing dengan sempurna, shovel digerakkan/berjalan menuju posisi baru hingga dapat bekerja seperti semula. Pada dasarnya gerakan-gerakan selama bekerja dengan shovel ialah: 1. Maju untuk menggerakkan dipper menusuk tebing, 2. Mengangkat dipper/bucket untuk mengisi, 3. Mundur untuk melepaskan dari tanah/tebing, 4. Swing (memutar) untuk membuang (dump), 5. Berpindah jika sudah jauh dan tebing galian, dan 6. Menaikkan/menurunkan sudut boom jika diperlukan Semoga bermanfaat.. Sumber : Pemindahan Tanah Mekanis, Modul teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar (Kemenkeu) Mengenal Berbagai Jenis Alat Berat Beserta Fungsinya Kategori: Serba-serbi Fungsi dan Aplikasi Alat Berat Penggunaan alat-alat berat yangg kurang tepat dengan kondisi dan situasi lapangan pekerjaan akan berpengaruh berupa kerugian antara lain rendahnya produksi, tidak tercapainya jadwal/target yang telah ditentukan, atau kerugian biaya repair yang tidak semestinya.
  28. 28. Oleh karena itu sebelum menentukan type dan jumlah peralatan dan attachmetnya, sebaiknya kita fahami lebih dahulu fungsi dan aplikasinya. Ada beraneka macam alat berat yang dewasa ini kita pergunakan, tetapi yang akan kita bahas dalam hal ini adalah peralatan yang berhubungan dengan pekerjaan pemindahan tanah (earthmoving technic ). Adapun earthmoving technic yang biasa kita laksanakan antara lain: Penyiapan lahan pertanian, perkebunan, perkayuan, konstruksi jalan dan penambangan, batu bara, nickel, timah dan lain lain. Pendapat dan penafsiran mengenai fungsi dan aplikasi alat berat bisa bermacam-macam, akan tetapi pada prinsipnya tidak banyak perbedaan. Berbagai type alat berat yang akan kita bahas antara lain : A. BULLDOZER Adalah salah satu alat berat yang mempunyai roda rantai (track shoe), untuk pekerjaan serba guna yang memliki kemampuan traksi yang tinggi. Bisa digunakan untuk menggali, mendorong, menggusur, meratakan, menarik beban dan menimbun (Digging, cutting/filling, pushing, spreading, grading, skidding dll). Mampu beroperasi didaerah yang lunak sampai yang keras. Dengan swamp dozer untuk daerah yang sangat lunak dan didaerah yang sangat keras perlu dibantu dengan ripper alat garu) atau blasting (Peledakan dengan tujuan pemecahan pada ukuran tertentu). Mampu beroperasi pada daerah yang miring (sudut kemiringan tertentu), berbukit apalagi di daerah yang rata. Untuk jarak dorong yang effisiensi antara 25 – 40 meter jangan lebih dari 100 meter, jarak mundur jangan terlalu jauh, bila perlu mendorong dilakukan dengan estafet, mendorong pada turunan lebih produktif dari pada tanjakan. Attachment yang biasa menyertainya antara lain : Bermacam-macam blade, towing, winch, ripper, tree pusher, herrow, disc plough, towed scraper, sheep foot roller, peralatan pipe layer dan lain-lain. B. DOZER SHOVEL Sebuah alat berat pemuat beroda rantai (track loader), biasa digunakan untuk memuat material / tanah atau batu kedalam alat pengangkut (dump truck atau hopper pada belt conveyor) atau
  29. 29. memindahkan material ke tempat lain dengan jarak angkut sangat terbatas (load and carry). Hanya bisa beroperasi didaerah yang keras dan agak keras. Pada landasan yang kurang rata sekalipun, daya cengkeram lebih kuat, tetapi tidak atau kurang mampu didaerah yang lunak dan basah, mampu mengambil sendiri tanah merah asli atau yang agak lunak. Memerlukan daerah pemuatan (loading point) sedikit agak lebar tetapi perpindahan daerah operasi kurang cepat (kurang mobile). Selain bucket, attachment lainnya adalah log clamp (penjepit kayu bulat/kepiting). C. WHEEL LOADER Adalah alat berat mirip dozer shovel, tetapi beroda karet (ban), sehingga baik kemampuan maupun kegunaannya sedikit berbeda yaitu : hanya mampu beroperasi didaerah yanq keras dan rata, kering tidak licin karena traksi di daerah basah akan rendah, tidak mampu mengambil tanah bank sendiri atau tanpa dibantu lebih dulu oleh bulldozer. Metode pemuatan pada alat pemuat/loader baik track shovel maupun wheel loader ada 3 macam : 1. I shape/cross loading 2. V shape loading 3. Pass loading dan metode lain yang jarang digunakan adalah load and carry. Kelebihan wheel loader mobilitasnya tinggi dan manuver daerah pemuatan loading point lebih sempit dibanding dengan track shovel dan kerusakan permukaan loading point lebih kecil karena menggunakan ban karet. Alat pemuat tersebut di atas dalam menempatkan muatan kedalam dump truck kurang bisa merata, sehingga kadang-kadang bisa miring, faktor ini sangat dipengaruhi oleh skill operator. D. EXCAVATOR
  30. 30. Karakteristik penting dari hydraulic excavator adalah : Pada umumnya menggunakan tenaga, diesel engine dan full hydraulic system. Operasi excavating paling efisien adalah menggunakan metode heel dan toe (ujung dan pangkal), mulai dari atas permukaan sampai ke bagian bawah. Bagian atas bisa berputar (swing) 360 derajat. Dalam konfigurasi back hoe, ukuran boom lebih panjang sehingga jangkauan lebih jauh, tetapi bucket lebih kecil. Ini bukan berarti produksinya lebih rendah, karena putaran swingnya bisa lebih kecil berarti cycle timenya lebih pendek / cepat. Pada konfigurasi yang lain adalah loading shovel, biasanya boom lebih pendek, tetapi bucket lebih besar, ketinggian permukaan galian lebih tinggi, jangkuan pendek ketinggian muat lebih tinggi, cycle time swing lebih lama. Hal ini bukan berarti produksinya lebih rendah, karena besar bucketnya lebih besar dari pada back hoe. Kelebihan excavator adalah bisa mendistribusikan muatan keseluruh bagian vessel dengan merata. Artinya lebih mudah dalam mengatur muatan sehingga dump truck bisa seimbang. Biasanya back hoe pada Komatsu bucketnya kecil, seperti PC 300 kebawah, sedangkan loading shovel, bucket lebih besar seperti PC 400 keatas. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan excavator adalah : Kapasitas bucketnya, Kondisi kerja, bisa menggali pada daerah yang lunak sampai keras, tetapi. bukan tanah asli berupa batuan keras. Bila batuan keras perlu dilakukan blasting atau ripping lebih dulu. Untuk tanah yang keras, bila operator mempunyai skill yang kurang bisa. mengakibatkan tekanan hydraulic yang berlebihan. Hal ini mengakibatkan kerusakan atau usia alat yang pendek. Tinggi permukaan galian untuk back hoe bisa mencapai 6 meter, untuk loading shovel bisa mencapai 10 meter. Mobilitas cukup baik, karena menggunakan track shoe yang digerakkan secara hydraulic, tetapi bukan berarti mampu berjalan jauh, hal ini bisa mengakibatkan panas pada travel motornya. Oleh karenanya parjalanan yang jauh, tiap – tiap 1 km diperlukan berhenti kira-kira 10 menit. Medan kerja mampu didaerah yang agak sempit sekalipun (kurang dari 25 meter) tergantung jenis dumptruck yang digunakan. Landasan kerja yang kurang baikpun (lembek) masih bisa beroperasi, bila perlu bisa menggunakan bantuan landasan kerja dari kayu bulat yang ditata walaupun tanah yang dibawahnya sangat lembek. Efisiensi dari alat ini sangat dipengaruhi oleh skill operator dan kualitas mekanik.
  31. 31. E. SCRAPER Adalah salah satu alat berat beroda ban (tire) yang bisa dipakai memuat/mengangkut dan membuang (spreading) secara individu dengan atau tanpa dibantu pendorong (buldozer). Ada 2 macam Scraper yaitu : Towed Scraper, dalam operasinya ditarik buldozer karena memang tidak bermesin, tenaganya diambil dari buldozer. Motor Scraper. Ada yang menggunakan mesin tunggal / Front. Ada yang menggunakan mesin ganda / Front and Rear Sedang yang bermesin ganda tidak harus dibantu pendorong buldozer. Jarak angkut motor scraper antara (500 – 2000 meter) sangat effektif material/tanah yang diambil tidak terlalu keras dan medan operasi memotong/meratakan bukit yang cukup luas, sedang Towed Scrapper jarak angkut tidak lebih dari 500 meter. F. MOTOR GRADE Digunakan untuk mengupas, memotong, meratakan suatu pekerjaan tanah, misalnya pada pembuatan jalan. Agar diperoleh kerataan yang lebih baik, juga dapat digunakan untuk membuat kemiringan tanah/badan jalan atau slope dan bisa membuat parit-parit kecil. G. COMPACTOR Alat ini berguna untuk memadatkan tanah atau material, sehingga tercapai tingkat kepadatan yang diinginkan. Jenis roda bisa dari besi seluruhnya atau ditambahkan pemberat berupa air atau pasir, bisa terbuat dari karet (berupa roda ban), ada yang berbentuk kaki kambing (sheep foot). Ada yang ditarik dengan alat penarik seperti bulldozer, ada yang menggunakan mesin penarik sendiri, yang ukuran kecil bisa menggunakan tangan dengan mengendalikannya kearah yang akan dipadatkan.
  32. 32. Untuk pemadatan peragaspalan biasanya menggunakan road roller, tire roller atau drum roller, tetapi untuk pemadatan tanah biasanya menggunakan sheep foot roller / drum roller. H. DUMP TRUCK Alat yang dapat memindahkan material pada jarak menengah sampai jarak jauh (500 meter – up). Muatannya diisikan oleh alat pemuat, sedangkan untuk membongkar muatannya ia dapat bekerja sendiri. Dump truck ada dua golongan ditinjau dari besar muatannya : On High Way Dump Truck, muatannya dibawah dari 20 m3. Off High Way Dump Truck, muatannya diatas 20 m3. Sumber: http://www.senyawa.com/2010/12/fungsi-dan-aplikasi-alat-berat.html Jenis dan Fungsi Alat Berat Alat berat dapat dikategorikan ke dalam beberapa klasifikasi. Klasifikasi tersebut adalah klasifikasi fungsional alat berat dan klasifikasi operasional alat Berat. 1. Klasifikasi Fungsional Alat Berat Yang dimaksud dengan klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut berdasarkan fungsi-fungsi utama alat. Berdasarkan fungsinya alat berat dapat dibagi atas berikut ini.a. Alat Pengolah Lahan Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah. Jika pada lahan masih terdapat semak atau pepohonan maka pembukaan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan dozer. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas dapat digunakan scraper. Sedangkan untuk pembentukan permukaan supaya rata selain dozer dapat digunakan juga motor grader.
  33. 33. Dozer b. Alat Penggali Jenis alat ini dikenal juga dengan istilah excavator. Beberapa alat berat digunakan untuk menggali tanah dan batuan. Yang termasuk didalam kategori ini adalah front shovel, backhoe, dragline, dan clamshell. Backhoe/Exavator c. Alat Pengangkut Material Crane termasuk di dalam kategori alat pengangkut material karena alat ini dapat mengangkut material secara vertical dan kemudian memindahkannya secara horizontal pada jarak jangkau yang relative kecil. Untuk pengangkutan material lepas (loose material) dengan jarak tempuh yang relative jauh, alat yang digunakan dapat berupa belt, truck dan wagon. Alat-alat ini memerlukan alat lain yang membantu memuat material ke dalamnya. Truck d. Alat Pemindahan Material Yang termasuk dalam kategori ini adalah alat yang biasanya tidak digunakan sebagai alat transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material dari satu alat ke alat yang lain. Loader dan dozer adalah alat pemindahan material.
  34. 34. Loader e. Alat Pemadat Jika pada suatu lahan dilakukan pembunan maka pada lahan tersebut perlu dilakukan pemadatan. Pemadatan juga dilakukan untuk pembuatan jalan, baik untuk jalan tanah dan jalan dengan perkerasan lentur maupun perkerasan kaku. Yang termasuk sebagai alat pemadat adalah tamping roller, pneumatic-tired roller, compactor, dan lain-lain. Tandem Roller f. Alat Pemroses Material Alat ini dipakai untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu bentuk dan ukuran yang diinginkan. Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi, semen, beton, dan aspal. Yang termasuk didalam alat ini adalah crusher dan concrete mixer truck. Alat yang dapat mencampur material-material di atas juga dikategorikan ke dalam alat pemroses material seperti concrete batch plant dan asphalt mixing plant.
  35. 35. concrete mixer truck g. Alat Penempatan Akhir Material Alat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. Ditempat atau lokasi ini material disebarkan secara merata dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Yang termasuk di dalam kategori ini adalah concrete spreader, asphalt paver, motor grader, dan alat pemadat. asphalt paver 2. Klasifikasi operasional Alat Berat Alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis. Jadi klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini.a. Alat dengan Penggerak Alat penggerak merupakan bagian dari alat berat yang menerjemahkan hasil dari mesin menjadi kerja. Bentuk dari alat penggerak adalah crawler atau roda kelabang dan ban karet. Sedangkan belt merupakan alat penggerak pada conveyor belt.
  36. 36. crawler crane b. Alat Statis Yang termasuk dalam kategori ini adalah towercrane, batching plant, baik untuk beton maupun untuk aspal serta crusher plant. Tower Crane Jenis dan Fungsi Alat Berat 20.26 Materi Kuliah No comments
  37. 37. Penggunaan alat-alat berat yangg kurang tepat dengan kondisi dan situasi lapangan pekerjaan akan berpengaruh berupa kerugian antara lain rendahnya produksi, tidak tercapainya jadwal/target yang telah ditentukan, atau kerugian biaya repair yang tidak semestinya. Oleh karena itu sebelum menentukan type dan jumlah peralatan dan attachmetnya, sebaiknya kita fahami lebih dahulu fungsi dan aplikasinya. Alat berat dapat dikategorikan ke dalam beberapa klasifikasi. Klasifikasi tersebut adalah klasifikasi fungsional alat berat dan klasifikasi operasional alat Berat. 1. Klasifikasi Fungsional Alat Berat Yang dimaksud dengan klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut berdasarkan fungsi-fungsi utama alat. Berdasarkan fungsinya alat berat dapat dibagi atas berikut ini. a. Alat Pengolah Lahan Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah. Jika pada lahan masih terdapat semak atau pepohonan maka pembukaan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan dozer. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas dapat digunakan scraper. Sedangkan untuk pembentukan permukaan supaya rata selain dozer dapat digunakan juga motor grader. b. Alat Penggali
  38. 38. Jenis alat ini dikenal juga dengan istilah excavator. Beberapa alat berat digunakan untuk menggali tanah dan batuan. Yang termasuk didalam kategori ini adalah front shovel, backhoe, dragline, dan clamshell. c. Alat Pengangkut Material Crane termasuk di dalam kategori alat pengangkut material karena alat ini dapat mengangkut material secara vertical dan kemudian memindahkannya secara horizontal pada jarak jangkau yang relative kecil. Untuk pengangkutan material lepas (loose material) dengan jarak tempuh yang relative jauh, alat yang digunakan dapat berupa belt, truck dan wagon. Alat-alat ini memerlukan alat lain yang membantu memuat material ke dalamnya.
  39. 39. d. Alat Pemindahan Material Yang termasuk dalam kategori ini adalah alat yang biasanya tidak digunakan sebagai alat transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material dari satu alat ke alat yang lain. Loader dan dozer adalah alat pemindahan material.
  40. 40. e. Alat Pemadat Jika pada suatu lahan dilakukan pembunan maka pada lahan tersebut perlu dilakukan pemadatan. Pemadatan juga dilakukan untuk pembuatan jalan, baik untuk jalan tanah dan jalan dengan perkerasan lentur maupun perkerasan kaku. Yang termasuk sebagai alat pemadat adalah tamping roller, pneumatic- tired roller, compactor, dan lain-lain. f. Alat Pemroses Material Alat ini dipakai untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu bentuk dan ukuran yang diinginkan. Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi, semen, beton, dan aspal. Yang termasuk didalam alat ini adalah crusher dan concrete mixer truck. Alat yang dapat mencampur material-material di atas juga dikategorikan ke dalam alat pemroses material seperti concrete batch plant dan asphalt mixing plant.
  41. 41. g. Alat Penempatan Akhir Material Alat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. Ditempat atau lokasi ini material disebarkan secara merata dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Yang termasuk di dalam kategori ini adalah concrete spreader, asphalt paver, motor grader, dan alat pemadat.
  42. 42. 2. Klasifikasi Operasional Alat Berat Alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis. Jadi klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini. a. Alat dengan Penggerak Alat penggerak merupakan bagian dari alat berat yang menerjemahkan hasil dari mesin menjadi kerja. Bentuk dari alat penggerak adalah crawler atau roda kelabang dan ban karet. Sedangkan belt merupakan alat penggerak pada conveyor belt. b. Alat Statis Yang termasuk dalam kategori ini adalah towercrane, batching plant, baik untuk beton maupun untuk aspal serta crusher plant.

×