Kebangkitan Ekonomi Islam Abad 15H - Abad 21M

  • 2,479 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
2,479
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
225
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Mahmoud Asy-Syahranie, M.Sc, Phd Islamic Economic Thought Fondation, JAKARTA, - Januri 2012 KEBANGKITAN EKONOMI ISLAM ABAD 21M
  • 2. Istilah ‘ ekonomi ’ dalam al-Qur’an
    • Jual-beli - ٱلْبَيْعُ  TRANSACTION
    • al-Baqarah 274, 275(2x); At-Taubah 111; Ibrahim 31; Al-Jum’ah 9; An-Nur 37;
    • Perdagangan yang dikhawatirkan kerugiannya
    • تِجٰرَةً  BUSSINESS and TRADE
    • At-Taubah 24; Al-Jum’ah 11 (2X); al-Baqarah 16; An-Nisa 29; An-Nur 37; Al-Faathir 29; Ash-Shaff 10
    • Riba - ٱلرِّبَوٰا۟  SURPLUS-VALUE; INTEREST
    • al-Baqarah 275 (3x); 276; 278; Ali Imran 130; An-Nisa 161;Ar-Ruum 39
  • 3.
    • Hutang-piutang – دَيْنٍ  DEBT
    • Ath-Thur 40; Al-Baqarah 282; AN-Nisaa 12; Ath-Thuur 40’; Al-Qalam 46) -
    • Pasar -– ٱلْأَسْوَاقِ  MARKET
    • Al-Furqon 7 & 20
    • Harga - ثَمَنًا  PRICE
    • Yusuf 20; Al-Baqarah 41; 174; Ali Imran 77; 187; 199; Al-Maidah 44; 106; At-Taubah 9; An-Nahl 95; --  PRICE ( Harga dalam al-Qur’an senantiasa dikaitkan dengan menperjual –belikan ayat-ayat Allah dengan harga murah ( ثَمَنًا قَلِيلًا )
  • 4.
    • Kebutuhan hidup - مَعٰيِشَ ->  SERVICE and GOODS
    • Al-Hijr 20 : Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidu p, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezki kepadanya.
    • Al-Araf 10 : Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghi-dupan . Amat sedikitlah kamu bersyukur.
    • Memakan hak orang lain dgn cara Bathil – CORRUPTION
    • يٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَأْكُلُوٓا۟ أَمْوٰلَكُم بَيْنَكُم بِٱلْبٰطِلِ إِلَّآ أَن تَكُونَ تِجٰرَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّـهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا ﴿النساء:٢٩﴾  
    • Surat An-Nisa 29 : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.
  • 5. HARGA (Price)
    • Asas suka-sama-suka telah terwujud .
    • يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ
    • " Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka-sama-suka di antara kamu ." (QS. An-Nisa':29).
    •  
    • “ Seorang imam (khalifah) adalah pemelihara dan pengatur urusannya terhadap rakyatnya.” (HR Bukhari dan Muslim ).
  • 6.
    • Harga Pasar adalah Kehendak Allah
    • عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ النَّاسُ يَا رَسُولَ اللَّهِ غَلاَ السِّعْرُ فَسَعِّرْ لَنَا . فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - « إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمُسَعِّرُ الْقَابِضُ الْبَاسِطُ الرَّازِقُ وَإِنِّى لأَرْجُو أَنْ أَلْقَى اللَّهَ وَلَيْسَ أَحَدٌ مِنْكُمْ يُطَالِبُنِى بِمَظْلَمَةٍ فِى دَمٍ وَلاَ مَالٍ ». رواه أبو داود وصححه الألباني
    • Dari sahabat Anas, ia menuturkan, "Para sahabat mengeluh kepada Rasulullah hallallahu 'alaihi wa sallam, dan mereka berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya harga barang kebutuhan sekarang ini begitu mahal. Alangkah baiknya bila Anda membuat menentukan harga.' Menanggapai permintaan sahabatnya ini, Rasulullah bersabda, 'Sesungguhnya Allah-lah yang menentukan harga, serta mengencangkan, melapangkan, dan memberi rezeki. Dan sesungguhnya, aku berharap untuk menghadap Allah tanpa ada seorang pun yang menuntutku karena suatu kezaliman, baik dalam urusan darah (jiwa) atau pun harta.' " (HR. Abu Daud; oleh Al-Albani dinyatakan sebagai hadits sahih)
  • 7.
    • Berdasarkan hadits ini, para ulama menyatakan, bahwa harga yang berlaku di pasaran, sudah seyogianya dibiarkan berlaku selaras dengan dinamika pasar, berbanding lurus dengan penawaran dan permintaan. Tidak sepantasnya bagi siapa pun untuk merekayasa harga yang berlaku. Bila barang banyak, sedangkan permintaan sedikit, secara otomatis harga akan turun, dan sebaliknya juga demikian.
  • 8. Kegiatan Ekonomi yang Islami
  • 9. Al-Qur’an, Sumber Utama Studi Ekonomi Islam (bukan KITAB lainnya)
    • QS.2:2: Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,
    • QS.15:19. Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.
    • QS.15:20. Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezki kepadanya. QS.15:21. Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu. QS.53:48. dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan,
  • 10. Economics is a value based subject
    • S carcity is said to be the core of economic problem.
    • Western View of Scarcity: Scarcity is the result of niggard of nature (Ricardo)
    • Muslim Economists: Scarcity is relative to wants. God is not miser. He is benevolent.
  • 11. Tujuan
    • Sistem Ekonomi Islam mempunyai beberapa tujuan, yakni: Kesejahteraan Ekonomi dalam kerangka norma moral Islam ( QS. Al-Baqarah ayat 2 & 168, Al-Maidah ayat 87-88, Al-Jumu'ah ayat 10 );
    • Membentuk masyarakat dengan tatanan sosial yang solid, berdasarkan keadilan dan persaudaraan yang universal ( Qs. Al-Hujuraat ayat 13, Al-Maidah ayat 8, Asy-Syu'araa ayat 183 )
    • Mencapai distribusi pendapatan dan kekayaan yang adil dan merata ( QS. Al-An'am ayat 165, An-Nahl ayat 71, Az-Zukhruf ayat 32 );
    • Menciptakan kebebasan individu dalam konteks kesejahteraan sosial ( QS. Ar-Ra'du ayat 36, Luqman ayat 22 ).
  • 12. Status Kepemilikan terhadap Seluruh Harta Kekayaan yang ada di Bumi
    • Pertama : Kepemilikan individu , yaitu hukum syara’ yang berlaku bagi zat atau manfaat tertentu, yang memungkinkan bagi yang memperolehnya untuk memanfaatkannya secara langsung atau mengambil kompensasi (iwadh) dari barang tersebut.
    • Kedua : Kepemilikan umum , yaitu ijin Asy-Syari’ kepada suatu komunitas untuk bersama-sama memanfaatkan suatu benda.
    • Ketiga : Kepemilikan negara , yaitu harta yang tidak termasuk kategori milik umum melainkan milik individu, namun barang-barang tersebut terkait dengan hak kaum muslimin secara umum.
  • 13. Siapa yang Pemilik Faktor Input SDA ?
    • SDA yang menguasai hajat hidup orang banyak seperti sumber daya air, sumber daya energi, sumber daya hutan dsb, maka ada dalil lain yang menunjukan bahwa sumber daya itu masuk kategori kepemilikan umum. Dalilnya dapat dilihat dari sabda Rasulullah SAW:
    • Manusia itu berserikat (punya andil) dalam tiga perkara, yaitu: air, padang rumput, dan api (HR Ahmad dan Abu Dawud).
  • 14. Islamic Critique of Modern Economics
    • - There is a conflict between the world view and goals.
    • - Economics’ classical paradigm is based on the concepts derived from its world view
    • - Economic man and invisible hands.
    • - Positivism i.e. value neutrality and universalism
    • - Efficacy and efficiency of market (No Market Failure )
    • Prinsip Ekonomi : Berkorban sesedikit mungkin untuk hasil yang sebesar-besarnya adalah bentuk keserakahan manusia. Al qu’an mengajarkan
    • وَلَا تَمْنُن تَسْتَكْثِرُ ﴿المدثر : ٦﴾ 
    • dan janganlah kamu memberi (dengan maksud)
    • memperoleh (balasan) yang lebih banyak.
    • Al Muddastir:6
  • 15. AL-QUR’AN menjelaskan Bagaimana Caranya Manusia Memenuhi Kebutuhan Hidupnya
    • DALAM AL-QUR’AN, KETIKA MANUSIA DIHADAPKAN PADA MASALAH BAGAIMANA DIA BERUSAHA UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN HIDUPNYA ITU, DI KATAKAN:
    • قُلْ إِنَّ رَبِّى يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ وَلٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
    • Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya) akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui’’ ( QS.34: 36 ) .
    • QS.51:58. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh .
    • QS.20: 132. Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu . Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa .
  • 16. Rezki sesuai kadar penerimanya, berlebihan bisa melampaui batas
    • وَلَوْ بَسَطَ ٱللَّـهُ ٱلرِّزْقَ لِعِبَادِهِۦ لَبَغَوْا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَلٰكِن يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَّا يَشَآءُ ۚ إِنَّهُۥ بِعِبَادِهِۦ خَبِيرٌۢ بَصِيرٌ
    • Dan jikalau Allah meluaskan (melapangkan; menghamparkan) rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat. QS.42: 27.
  • 17. Rezki Bumi dan Langit lebih Luas drpd sekedar Harta/Materi
    • Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberi-kan rezki kepada kamu dari langit dan bumi ? Tidak ada Tuhan selain Dia; maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)? QS.35: 3.
    • Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al-Quran ini ? kamu mengganti rezki (berupa Al-Qur’an yang Allah berikan) dengan mendustakan Allah. QS.56: 81-82
  • 18. BAGAIMANA SEBAB DAN YANG MENYEBABKAN MANUSIA MEMPEROLEH REZKI
    • Berupaya untuk mencarinya dengan berkarya (beribadah/ beraktivitas). QS.28: 77
    • Istiqomah dalam ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. QS.33:31
    • Sholat Tahajjud. QS.32
    • Tidak mempersekutukan Allah; berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, Tidak membunuh anak-anak karena takut kemiskinan (misalnya abortus); janganlah mendekati perbuatan-perbuatan yang keji; janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali ada sebab yang benar. QS.6: 151
    • Bertaqwa. QS.65:3
    • Beriman dan beramal shaleh. QS.22: 50
  • 19. REZKI MATERI YANG MELIMPAH, SENGAJA DIBERIKAN KEPADA ORANG KAFIR
    • QS.74 (Al-Mudatsir): 8 – 25
    • (8) Apabila ditiup sangkakala, (9) maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit, (10) bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah. (11) Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah menciptakannya sendirian (12) Dan Aku jadikan baginya harta benda yang banyak , (13) dan anak-anak yang selalu bersama dia , (14) dan Ku lapangkan baginya (rezki dan kekuasaan) dengan selapang-lapangnya , (15) kemudian dia ingin sekali supaya Aku menambahnya . (16) Sekali-kali tidak (akan Aku tambah), karena sesungguhnya dia menentang ayat-ayat Kami (Al Quran). (17) Aku akan membebaninya mendaki pendakian yang memayahkan. ( manusia kafir ybs berusaha keras untuk menambah lagi harta dan anak-anaknya dengan berbagai usaha dan upaya yang memayahkannya ). (18) Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya), ( mereka berfikir, dan merencanakan dan membuat target-target akan pencapaian yang harus diraihnya tentang harta benda it u pada qadar tertentu ). (19) maka celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?, (20) kemudian celakalah dia! bagaimanakah dia menetapkan? ( membuat qadar/ukuran/besaran itu? ), (21) kemudian dia memikirkan, ( mengevaluasi apa-apa yang sudah diupayakannya tentang hasilnya dari produksi itu, apa sesuai rencana semula target/qadar pencapaian yang sudah di skenariokan sebelumnya itu ) (22) sesudah itu dia bermasam muka dan merengut, ( akibat menyaksikan bahwa antara target dan realitas, jauh berbeda) ( 23) kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri, (24) lalu dia berkata: "(Al Quran) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu), (25) ini tidak lain hanyalah perkataan manusia."
  • 20. Standart Ukuran Kesejahteraan Ekonomi
    • Di tahun 1950-an fokus utama yang dijadikan dasar untuk mengukur perbaikan taraf hidup penduduk di negeri-negeri berkembang ( developing countries ) adalah pendapatan per-kapita ( income percapita approach ).
    •   Tahun 1960-an mulai dilakukan pendekatan “ basic needs ” yaitu pendekatan pembangunan ekonomi yang menekankan pada pemenuhan kebutuhan dasar bagi penduduk miskin seperti makanan, tempat tinggal dan kesehatan.
    •   Tahun 1970-an berkembang pendekatan “ Growth and Equity ” yaitu upaya menyetimbangkan antara pertumbuhan output dengan pemerataannya pembagiannya, terutama untuk kalangan 40 persen berpenghasilan paling rendah.
    •   Tahun 1980-an , ada pemikiran yang lebih maju yaitu dengan mendifinisikan pembangunan ekonomi bukan sekedar “ growth ” tetapi juga ditambah dengan “ change ”
    •   Tahun 1990-an berkembang pendekatan pembangunan mandiri ( self-reliant development ), pembangunan berkelanjutan dengan perhatian terhadap alam ( ecodevelopment), pembangunan yang memperhatikan ketimpangan pendapatan menurut etnis ( ethnodevelopment ), pendekatan Indeks Pembangunan Manusia (HDI = Human Development Index )
    •   Tahun 2000-an ada sebuah pemikiran yang mencoba meredifinisikan pembangunan ekonomi tidak sekedar perbaikan taraf hidup dalam artian fisik ekonomi semata, tetapi juga menyangkut perubahan nilai-nilai dalam diri manusia. Pendekatan yang dikenalkan oleh pemenang hadiah Nobel Ekonomi tahun 2003, Amartya Sen, yang mencoba memaknai pembangunan dengan kebebasan ( Development is Freedom ) (Sen, 2004). Kemudian tahun 2005, sejumlah Pemimpin negara-negara maju berkumpul dan kemudian merumuskan apa yang mereka sebut sebagai “ Millenium Development Goal ”, sebuah konsep yang hampir sama untuk mengukur taraf kesejahteraan manusia.  
  • 21. Tujuh Indikator Kebahagiaan Dunia
    • Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid. Suatu hari ia ditanya oleh para Tabi'in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu Abbas ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia, yaitu :
    •  
    • Pertama, Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur.
    • Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona'ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah.
    •  
    • Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW yaitu :
    • " Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita". Bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Bila ia tetap "bandel" dengan terus bersyukur maka Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur!
  • 22.
    • Kedua. Al azwaju shalihah, yaitu pasangan hidup yang sholeh.
    • Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang sholeh, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki seorang istri yang sholeh.
    •  
    • Ketiga, al auladun abrar, yaitu anak yang soleh.
    • Saat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu :
    • "Kenapa pundakmu itu ?" Jawab anak muda itu : " Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya". Lalu anak muda itu bertanya: " Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua ? "
    •  
    • Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: " Sungguh Allah ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu ". Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang soleh, dimana doa anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah. Berbahagialah kita bila memiliki anak yang sholeh.
  • 23.
    • Keempat, albiatu sholihah , yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita.
    • Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita, haruslah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh. Orang-orang yang sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah. Orang-orang sholeh adalah orang-orang yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang yang ada disekitarnya.Berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang sholeh.
    •  
    • Kelima, al malul halal, atau harta yang halal.
    • Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi halalnya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya. Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan.
    • " Kamu berdoa sudah bagus ", kata Nabi SAW, " Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya dikabulkan ".
    • Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah orang-orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.
  • 24.
    • Keenam , Tafakuh fi dien , atau semangat untuk memahami agama.
    • Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan ciptaan-Nya. Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya. Semangat memahami agama akan meng "hidup" kan hatinya, hati yang "hidup" adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman. Maka berbahagialah orang yang penuh semangat memahami ilmu agama Islam.
    •  
    • Ketujuh, al-umru al-barokah , yaitu umur yang baroqah.
    • Umur yang baroqah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Disamping itu pikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya, maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum ia sempat rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan yang diangankannya. Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan Allah. Inilah semangat "hidup" orang-orang yang baroqah umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah.
  • 25. Masuk Surga?
    • Kata Nabi SAW, "Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian ke surga". Lalu para sahabat bertanya: "Bagaimana dengan Engkau ya Rasulullah ?". Jawab Rasulullah SAW : "Amal soleh saya pun juga tidak cukup". Lalu para sahabat kembali bertanya : "Kalau begitu dengan apa kita masuk surga?". Nabi SAW kembali menjawab : "Kita dapat masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata". Jadi sholat kita, puasa kita, taqarub kita kepada Allah sebenarnya bukan untuk surga tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah. Dengan rahmat Allah itulah kita mendapatkan surga Allah
  • 26. Definisi Ekonomi Dalam Islam S.M. Hasanuzzaman , “ilmu ekonomi Islam adalah pengetahuan dan aplikasi ajaran-ajaran dan aturan-aturan syariah yang mencegah ketidakadilan dalam pencarian dan pengeluaran sumber-sumber daya, guna memberikan kepuasan bagi manusia dan memungkinkan mereka melaksanakan kewajiban-kewajiban mereka terhadap Allah dan masyarakat.” M.A. Mannan , “ilmu ekonomi Islam adalah suatu ilmu pengetahuan social yang mempelajari permasalahan ekonomi dari orang-orang memiliki nilai-nilai Islam.” Khursid Ahmad , ilmu ekonomi Islam adalah “suatu upaya sistematis untuk mencoba memahami permasalahan ekonomi dan perilaku manusia dalam hubungannya dengan permasalahan tersebut dari sudut pandang Islam.”
  • 27. M.N. Siddiqi , ilmu ekonomi Islam adalah respon “para pemikir muslim terhadap tantangan-tantangan ekonomi zaman mereka. Dalam upaya ini mereka dibantu oleh Al Qur’an dan As Sunnah maupun akal dan pengalaman.” M. Akram Khan , “ilmu ekonomi Islam bertujuan mempelajari kesejahteraan manusia ( falah ) yang dicapai dengan mengorganisir sumber-sumber daya bumi atas dasar kerjasama dan partisipasi.” Louis Cantori , “ilmu ekonomi Islam tidak lain merupakan upaya untuk merumuskan ilmu ekonomi yang berorientasi manusia dan berorientasi masyarakat yang menolak ekses individualisme dalam ilmu ekonomi klasik.” Definisi Ekonomi Dalam Islam (lanjutan)
  • 28. Aktivitas Ekonomi Menurut Al-Qur’an
    • Surah Ali Imran (3) ayat 109:
    • Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allah –lah
    • dikembalikan segala urusan
    • Surat Asy-Syura (42) ayat 12:
    • Kepunyaan-Nya-lah perbendaharaan langit dan bumi; dia melapangkan rezeki bagi siapa
    • yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (nya). Sesungguhnya Dia Maha mengetahui
    • segala sesuatu.
    • Surah Ar-Ra’d (13) ayat 26:
    • Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka
    • bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehiduan dunia itu (dibanding dengan)
    • kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit)
    • Surah Hud (11) ayat 6:
    • Dan tidak ada suatu bintang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi
    • rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat
    • penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).
  • 29. Karateristik Ekonomi Islam
    • Harta Kepunyaan Allah dan Manusia merupakan khalifah atas harta
    • Ekonomi terikat dengan akidah, syariah (hukum), dan moral.
    • Keseimbangan antara kerohanian dan kebendaan.
    • Kebebasan individu dijamin dalam Islam
    • Negara diberi wewenang turut campur dalam perekonomian.
    • Bimbingan konsumsi
    • Petunjuk Investasi
    • Zakat
    • Larangan Riba
  • 30. Prinsip Ekonomi Islam
    • Kerja (resource utilization)
    • Kompensasi (compensation)
    • Efisiensi (efficiency)
    • Professional (professionalism)
    • Kecukupan (efficiency)
    • Pemerataan kesempatan (equal opportunity)
    • Kebebasan (freedom)
    • Kerja sama (cooperation)
    • Persaingan (competition)
    • Keseimbangan (equilibrium)
    • Solidaritas (solidarity)
    • Information simetri (Symmetris information)
    • Hidup hemat/tidak bermewah-mewah ( abstain from wasteful and luxurious living )
    • وَلَا تَمْنُن تَسْتَكْثِرُ ﴿المدثر : ٦﴾ 
    • ﴾ Al Muddastir:6 ﴿ dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.
  • 31. Nilai Dasar Sistem Ekonomi Pemilikan Keseimbangan Keadilan
    • Pemilikan hanya atas manfaatnya
    • Pemilikan terbatas sepanjang umur pemakainya
    • Tak ada pemilikan individu atas barang umum
    • Sederhana
    • Hemat
    • Menjauhi pemborosan (thdp pemilikan & pengelolaan sumber daya)
    • Menikmati hasil pembangunan
    • Perbaikan kesejahteraan setiap individu
    • Berarti kebebasan bersyarat akhlak Islam
    • Harus diterapkan di semua fase kegiatan ekonomi
    • Alokasikan sejumlah hasil kepada yang tak mampu masuk pasar atau tak sanggup membeli menurut kekuatan pasar.
    • Kebenaran, Kejujuran, Keberanian, Kelurusan
  • 32. Nilai Instrumental Sistem Ekonomi Islam Zakat Pelarangan Riba Kerjasama Ekonomi Jaminan Sosial Peranan Pemerintah
  • 33. a. Pandangan Dunia terhadap Riba Fatwa MUI, Desember 2003 BUNGA BANK ADALAH RIBA, DAN KARENA ITU HARAM Keputusan MUI, Januari 2004 Sidang OKI di Karachi 1970 Mufti Negara Mesir 1989 Konsul Kajian Islam Dunia Al-Azhar, Al-Qahirah Buku Yusuf Qardlawy: Bunga Bank Haram
  • 34. Tauhid Tujuannya: Taqarrub ila Llah Hukum Menjadi jiwa hukum dalam peradaban manusia Akhlaq Sumber praktek persamaan dan persaudaraan Sosial Mempersamakan dan mempersaudarakan manusia Ekonomi Menjamin growth with equity , memperbaiki hasrat dan pola konsumsi, mendorong redistribusi, dll. b. Zakat
  • 35. c. Jaminan Sosial Keuntungan dan beban sebanding dengan manfaat: (17:15). Tidak boleh ada eksternalitas negatif: (2:279). Manfaat dari sumber ekonomi harus dapat dinikmati oleh seluruh makhluk (2:22 dan 29).
  • 36. Pengeluaran sosial adalah hak sah dari orang miskin dan malang (al-Ma’aarij 24-25).p Harta tidak boleh beredar di antara orang kaya saja (Al-Hasyr 7) Mengeluarkan tenaga dan modal untuk kebutuhan masyarakat adalah alasan hidup seorang Muslim. c. Jaminan Sosial (lanjutan)
  • 37. d. Kerjasama Ekonomi Karakter utama masyarakat ekonomi Islami >< persaingan bebas kapitalis dan kediktatoran marxis Qirad : pemilik modal adalah partner, bukan pemberi pinjaman Mudharabah Musyarakah Qardhul Hasan Murabahah
  • 38. Pemerintah dapat berfungsi sebagai distributor maupun pemilik manfaat sumber-sumber ekonomi serta sebagai lembaga pengawas kehidupan ekonomi melalui lembaga Hisbah . e. Peranan Negara
  • 39. Hisbah pernah ada di zaman Nabi Muhammad s.a.w., sebagai lembaga pengawas pasar yang menjamin tidak adanya pelanggaran moral di pasar, monopoli, perkosaan terhadap hak konsumen, dan sebagainya. Hisbah adalah independen. Peranan Negara (lanjutan)
  • 40. Basis Kebijakan Ekonomi Islam
    • Penghapusan Riba ( prohibition of riba )
    • Pelembagaan Zakat ( implementation of zakat )
    • Pelarangan Gharar (risk)
    • Pelarangan yang Haram/Menjalankan usaha yang halal ( permissible conduct)
  • 41. 8. Rancang Bangun Sistem Ekonomi Islam
    • Kepemilikan dalam Islam; individu, umum, dan negara
    • Mashalahah sbg Intensif Ekonomi
    • Musyawarah sbg Prinsip Pengambilan Keputusan
    • Pasar yg Adil sbg Media Koordinasi
    • Pelaku Ekonomi dlm Islam; Pasar, Pemerintah, Masyarakat
  • 42. Jual-Beli dan Perniagaan
    • QS.24:37. laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan ( tijaroh ) dan tidak (pula) oleh jual beli ( ba’ie ) dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.
  • 43.
    • Wassalam