Your SlideShare is downloading. ×
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Daftar istilah al quran_ns
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Daftar istilah al quran_ns

423

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
423
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
8
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. 1imDAFTAR ISTILAHAl-Qur’an adalah Kitab Suci yang semua isinya terdiri dari Firman Allahditurunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk jadi petunjuk bagi seluruhmanusia dalam kehidupan di semua zaman mencakup semua pokok persoalan.Tetapi kesadaran manusia tentang sesuatu datangnya bertahap setingkat demisetingkat sesuai dengan ketentuan dan pembukaan yang diberikan Allah, makapengertian manusia dalam menanggapi istilah-istilah informative dalam Al-Quransenantiasa berobah dan meningkat dalam sejarah kehidupannya dari suatu kelain zaman.Keadaan demikian menimbulkan adanya terjemahan yang berbeda tentangbeberapa istilah sesuai dengan peningkatan kesadaran yang berlaku pada manayang haq melenyapkan yang batil. Berlakulah pembentukan oleh yang logisterhadap yang keliru. Semuanya akan berakhir dengan kenyataan bahwa padasuatu waktu nanti setiap ketentuan hukum science yang terkandung dalam Al-Quransama diakui dan dipatuhi para ilmuwan yang berjuang mencapai kemakmuran hidupdunia dan akhirat.Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Al-Quran diturunkan Allahberbahasa arab, namun kalau diteliti dengan seksama akan ternyatalah bahwadalam banyak hal Al-Quran telah memperkaya bahasa arab dengan beberapa istilahyang sesungguhnya ilmiah, baik oleh bangsa arab sendiri maupun oleh bangsa lain,barulah disadari pengeriannya berbilang abad kemudian.Maka dibawah ini sengaja disusunkan beberapa istilah Al-Quran yangterjemahannya pada awal abad 15 Hijriah mengalami peruabahan menurut yanghaq. Semuanya didasarkan atas hubungan ayat dengan ayat lainnya dalam Al-Quran, sangkut paut antara sesamanya, sebagai bahan-bahan informative yangmenentukan peradaban manusia, bukan sebaliknya, yaitu bukan Al-Quran mengikutiperkembangan.Namun yang disampaikan dibawah ini hanyalah sebagian istilah saja, antaralain sebagai berikut :ABAABIIL : Meteor atau meteorites, tertulis pada ayat 105/3, sebagaibenda melayang di angkasa, berasal dari pecahan planetkarena pembesaran radiasi surya pada 2.000 tahun ciptaanpertama dulunya. Sampai kini benda itu masih ada yang
  • 2. 2melayang, juga yang menyebabkan permukaan Bulanmenjadi bopeng. Hubungan ayat 33/7 dan 41/12.ABAARIIQ : Benda-benda mengkilap, pada ayat 56/68, sehubungandengan BARQU berarti KILAT pada ayat 2/19 dll.IBNUS SABIL : Pejuang yaitu pejuang pada garis hukum Allah. Lihat SABIIL.ARDHU : Bumi-bumi atau bumi, jamak atau mufrad. Yang termuat 39/67 dll. Adalah jamak sebagai realisasi dari pada ayat 13/3 danwujudnya sama dengan planet-planet pada ayat 65/12.ASBAAB : Kausalita jamak dari SABABU pada 18/84. Maka yangtercantum pada ayat 38/10 bukan berarti jalan tetapi lebihtepat “kausalita”, jalinan sebab dan akibat.ASLAMA : Masuk Islam, 2/112,3/83 dll. Sehubungan dengan “salam”keselamatan dan “sallama”, menyelamatkan pada 8/43.Masuk Islam berarti menyelamatkan diri di dunia dan diakhirat nanti pada Allah, caranya ialah mematuhi hukum yangditurunkan ALLAH.A’JAMIYU : Bahasa asing, 16/103,44/44.”a’jamiin”, bangsa asing, 26/198.Yaitu lain dari arab yang dengan bahasanya Al-QuranditurunkanAF-IDAH : Mental 6/110, 14/37 dll. Ufradnya “fuaaad” pada 11/120,17/36dll. Jadi AF-IDAh bukanlah berarti hati, karena untuk istilah iniAl-Quran memakai “qalh” atau “quluub”. Diri manusiatersusun dari roh, mental, moral, fisik, dan aktifitas. Bilamanasalah satu dari yang lima itu lenyap maka dia berhenti jadimanusia. Sedangkan hati tergolong pada bagian fisik.UFUQ : Planet, 53/7,81/23, jamaknya “aafaaq” pada 41/53.Sebenarnya istilah itu berarti batas penglihatan ke angkasadimana termasuk bintang-bintang dan bulan-bulan dan dansebagainya. Tetapi pada ketiga ayat suci itu tercantumkeadaan Nabi dan aktifitas manusia lain, praktislah yangdimaksud dengan UFUQ adalah planet selaku tempat yangwajar untuk manusia.IMLAAQ : Beranak banyak, 6/151,17/31 atau calon anak-anak yangakan dilahirkan. Hal ini sehubungan dengan”Mulaaq” pada2/46,2/223,11/29,62/8,69/20,84/6 dan “mulqiyaat” pada 77/3.
  • 3. 3Jadi orang dilarang membunuh calok anaknya atauspermanya dalam hubungan suami istri karena takut beranakbanyak yang nanti akan berwujud atau dating selaku anggotakeluarga. Jadi “imlaaq” bukanlah berarti kemiskinan.AMBIYAA : Perkabaran 2/91,3/112,3/181,4/155,5/20, jamak dari “naba-u”.jadi “ambiyaa” bukanlah berarti Nabi-Nabi karena tiada Nabiyang dibunuh orang kafir sesuai dengan maksud ayat6/82,40/50 dan 58/21, tetapi memang ada orang kafir yangmembunuh perkabaran seperti yang dinyatakan pada ayat2/159,2/140,4/42,5/99.Sebagaimana juga istilah “AINU” mempunyai dua artidan jamaknya ialah “UYUUN dan A’YUNU begitu pulaNABAU mempunyai dua arti. Yang pertama berarti“perkabaran “seperti pada ayat 6/34,7/175 dll. Jamaknya ialah“ANBIYAA”. Yang kedua NABAU berarti “kenyataankabar”seperti pada ayat 38/67, 38/88, 78/2, jamaknya ialahANBAA-U tercantum pada ayat 26/6, 28/66, 6/5 dll.Ingatlah bahwa dalam Al-Quran tiada istilah yangjamaknya dua macam dengan arti sama. Demikianlah NABIYIjamaknya ialah NABIYYUN, bukan ANBIYAAANHAAR : Sungai-sungai 2/74,17/91,43/51,47/15 ditandai denganFIIHAA atau PADANYA, jamaknya dari NAHAR pada ayat2/249,18/3,dan 54/54.ANHAAR : Siang-siang 4/57,5/12,9/100 dll. Ditandai dengan MINTAHTIHAA atau DARI BAWAHNYA yaitu, bahwa di surgananti orang tidak akan melihat surya dinyatakan pada 76/13,karenanya penduduk surge tidak mengalami waktu siang hariseperti keadaan di Bumi ini pada daerah ekuator. Kehiduapandi surge nanti akan bersamaan dengan keadaan pendudukkutub sebelum topan di zaman Nuah waktu mana tidakberlaku pergantian musim. Ketika itu orang tak pernah melihatsurya maka dikatakan siang-siang bergerak dibawahnya.Namun kehidupan di Surga nanti tentulah sangat sempurna.Tentang ini hendaklah dipahami maksud ayat 3/96,71/14,jo.29/20, 21/104 dan 21/105.
  • 4. 4INFAAL : Rampasan perang 8/1, bukanlah istilah itu berarti “rampasanperang” atau “the spoil”Dalam Islam tidak ada yang dinamakan denganrampasan perang, baik yang berlaku dalam sejarah maupunyang tercantum dalam Al-Quran. Orang boleh meninjaukembali sejarah perkembangan islam yang berlaku semenjakzaman Nabi Muhammad, Umar Bin Ghattab, sampaisekarang, bahwa tidak pernah berlaku ada rampasan perangdalam islam.Janganlah dalam islam, bahkan dalam martabatmanusia lainnya juga tidak berlaku adanya rampasan perangdewasa ini, dan ingatlah hukum Al-Quran berlaku untukseluruh zaman di segala tempat. Karenannya istilah ANFAALkalau diartikan dengan “rampasan perang” maka hal ituberarti mencemarkan hukum islam, tetapi benarlahberlakunya “rampasan perang” sebagaimana juga berlakudalam hubungan internasional bagi suatu Negara yangdikalahkan.Cobalah perhatikan kembali susunan kalimat dalamayat 8/1, disana ternyata adanya orang bertanya tentangANFAAL, maka Allah menjelaskan bahwa ANFAAL itu untuk-Nya dan untuk Rasul-Nya, penjelasan pembagiannyadinyatakan pada ayat 8/41, seterusnya pada ayat 8/68 dan8/69 terdapat ancaman bagi orang-orang yang tidakmemakan yang halal lagi baik dari apa yang diperolehnya.Dengan itu, jelaslah bawha ANFAAL berarti “rampasanperang” yang diterima oleh Rasul atau oleh pimpinan Negaraislam dari musuh yang dikalahkan, bukan “rampasan perang”yang didapat oleh prajurit-prajurit atau tentara islam.Dalam ayat 8/1 disebut ANFAAL (rampasan perang)sehubungan dengan JIZYAH (UPETI) pada ayat 9/29. BaikANFFAL maupun JIZYAH diberikan oleh pihak yang kalahperang kepada yang menang melalui prosedur tertentu,
  • 5. 5bukanlah yang dimaksudkan itu rampasan perang olehprajurit secara liar tanpa hukum.AAYAH : Pertanda, jamaknya AAYAAT. Malam dan siang dinyatakanjadi dua pertanda, 17/12, keberangkatan Isa Almasih denganibunya dari bumi ini dinyatakan selaku pertanda pada ayat23/50, dan pada penciptaan. Orang boleh menuliskanterjemahan Al-Quran dengan memakai istilah AYAT denganarti mengindonesiakan istilah ityu secara umum. TetapiAAYAH atau AAYAAT dalam Al-Quran bukanlah berartiparagraph atau ayat dalam peraturan Negara. KarenanyaAAYAH yang dihapuskan atau yang dijadikan lupa pada2/106 bukanlah ayat atau paragraph dalam surat Al-Qurantetapi PERTANDA kebesaran Allah atau perkembangankesadaran manusia dalam sejarahnya, bahwa kalau dulumisalnya orang memakai lampu minyak tanah, maka kiniorang memakai lampu listrik dan nanti berbentuk lampu atom,namun sewaktu-waktu orang akan memakai lampu minyaktanah juga sesuai dengan kebutuhan. Jadi tidaklah ketentuanAllah dalam Al-Quran dihapuskan atau dimusnakan denganketentuan lain sebagaimana pernah diperkirakan selama ini.Allah mengetahui tiap sesuatu dan menentukannya padamana DIA tidak pernah mengadakan perubahan.AIMAAN : Tatahukum, 4/3, 4/36, 5/89, 6/109, 9/12, 16/38, dll, yaituketentuan hukum yang berlaku dalam islam disebutAIMAAN, begitu pula ketentuan hukum yang berlaku dalamkeluarga karena terikat oleh pernikahan. Oleh sebab itu MAMALAKAT AIMAANUKUM berarti apa atau siapa yang dimilikitatahukummu karena terikat oleh perkawinan. Dalam hal initermasuk mertua, ipar, anak tiri, saudara tiri, ibu tiri, ibukandung, bapak tiri, bapak kandung, isteri, suami, anakkandung, menantu dan cucu. Jadi AIMAAN bukanlah beartibudak, hamba, tawanan, janji, sumpah dan sebagainya.Mufradnya ialah YAMIIN, 33/52, 37/28, 39/67 dll.
  • 6. 6BAHIIRAH : Yang luas ilmu, 5/103, sehubungan dengan BAHRU berartilautan, atau laut luas, 5/96.BURUUJ : Bimasakti atau Galaxy sebagai istilah popular pada abad 14hijriah. Dulu disebut gugusan bintang.BAARAKA : menjaga atau memberkahi, 17/1,21/71, 21/81 dll. MakaBARAKAT adalah penjagaan atau berkah, 7/96,1148 dll.Muhammad dijaga dengan Mar’a atau neutrine yangmengitarinya sewaktu mi;raj hingga dia tidak kehabisan udarauntuk bernafas di angkasa bebas. Bumi diberi berkahdengan mar’a atau neutrine yang mengapung tinggi hinggaterbentuklah lapisan ionosfir yang semakin tebalmengakibatkan bumi ini semakin sejuk.BISAATHA : Dalam keadaan terulur, 71/19, sehubungan denganBASATHA bearti mengulurkan, 5/28,60/2, maka bumi terulurkearah utara dan kearah selatan dari garis ekliptik dalamorbitnya keliling surya, karenanya terwujudlah pergantianmusim sesudah topan di zaman Nuah lihat FIJJAAJA.Bukanlah bumi berstatus miring terhadap surya sebagaimanaanggapan orang semenjak abad 12 Hijriah. Hal ini dapatdibuktikan dengan rupa planet saturnus yang selalu berubahsepanjang zaman, begitupun jejeran daerah surya penuh.Daerah ini selalu memperlihatkan garis lengkung sebagaipertanda bahwa bumi senantiasa bergerak keuatara ataukeselatan dalam orbitnya. BISAATHA sehubunganMABSUUTHAH pada ayat 5/64.BA’UUDAH : Horizon yaitu garis pemisah antara permukaan bumi dan kakiangkasa dipandang dari suatu daerah, termuat pada ayat2/26, sehubungan dengan istilah BA’DHU berarti setengah.Jelasnya BA’UUDAH ialah garis penengah bagi penglihatanantara bumi dan angkasa luas.TURAAB : Sari Tanah, 3/59, 22/5, yaitu zat makanan yang dimakanmanusia. Demikian dikatakan bahwa Adam dan Isa Almasihdiciptakan dari Turaab walaupun secara terang diketahuibahwa Almasih itu dilahirkan Maryam, ibunya begitu pula
  • 7. 7setiap manusia diciptakan dari Turaab yaitu dari sari tanahmelalui makanan.TAQWAA : Keinsyafan, 47/17, 49/3, 58/9, maka ITTAQA berartimenginsyafi, 2/183, 24/52, 73/17, dan Muttaquun berartiorang-orang yang insyaf, 2/177, 39/33, dll. Itulah sebabnyaAllah memerintahkan manusia agar berpuasa pada siang haribulan Ramadhan semoga menginsyafi keadaan diri betapalemahnya tanpa kurnia dari Allah, bukan agar jadi takutsebagaimana pendapat orang-orang selama ini. Itu pulasebabnya dianjurkan saling berisik dengan kebaikan dankeinsyafan dan agar insyaf pada Allah yang kepadanya setiapdiri harus kembali.TALIYA : Menganalisa atau menganalisakan, 3/58, 8/2, 10/6, 11/17,18/27, 19/58, 26/69, 27/92, 29/45, 33/34, 45/6, makaTILIYAH berarti penganalisaan, 2/121. Orang yangmenaganalisa kitab dengan penganalisaan logis, itulah yangakan beriman kepadanya. Karenannya istilah itu tak mungkindiartikan “membaca” sebab banyak sekali orang yangmembaca Al-Quran secara benar tetapi menganalisa Al-Quran bukan hanya membacanya. Itulah sebabnya Allahmenyuruh orang membaca Al-Quran yang mudah-mudahsaja, 73/20. Untuk pembacaan Al-Quran dengan senandungyang baik hendaklah orang memakai istilah Qiraa-atul Quranbukan Tilaawatul Quran.TANNUUR : Daerah tatasurya, 11/40, 23/27, bukanlah berarti kompor,keran air, atau tanur. Hal ini sehubungan dengan topan besaryang berlaku di zaman Nuah yang memenuhi permukaansetiap planet dalam tatasurya ini,ditandai pada ayat 53/16 dan53/54. Topan besar itu ditimbulkan oleh menghampirnyasuatu rombongan comet hingga surya terpaksa keluar dariposisinya semula diikuti oleh semua planet yang mengorbitsembari merubah arah rotasi di sumbu masing-masing, makamelambunglah air laut ke udara tinggi memusnahkan semuayang hidup bernafas dengan udara kecuali yang
  • 8. 8diselamatkan Allah dalam kapal. LIHAT BISAATHA,FIJJAAJAA, dan SHUUR.TIIN : Rotasi atau putaran bumi di sumbunya, 95/1. Hal inisehubungan denagan MATIIN berarti yang memutar, pada7/183,51/58, dan 68/45. Bukanlah TIIN berarti pohon yangdengannya Allah bersumpah. Biasanya Allah bersumpahdengan wujud besar seperti dengan bintang, surya, bulan,malam dan siang, begitu pula DIA bersumpah dengan rotasi.TSARAA : Daerah orbit, 20/6. Hal ini sehubungan dengan istilahATSARU berarti bekas pada 20/84, 20/86, dan 48/29. Yangberada dibawah daerah orbit bumi ialah planet venus.Mercury, dan surya sebagai pusat orbit.TSULLATUN : Sepertiga, 56/13, 56/39. Bahwa diantara orang-orang dahulukala yaitu sebelum topan di zaman Nuah ada sepertiga yangdinamakan SABIQUUN dan sepertiga yang dinamakan ASH-HGABUL YAMIIN. Kedua golongan ini dinyatakan Allah akanmasuk surga di akhirat nanti, jadi yang sepertiga lagi tentulahakan masuk neraka. Teranglah istilah TSULLATUN adalahbilangan tertentu atau definite Numeral Adjective, dan takmungkin diartikan BANYAK karena yang dimaksud dengan“banyak” biasanya lebih dari sepertiga, maka jika istilah itudiartikan dengan “banyak” akan terdapatlah kekeliruan dalamperhitungan.TSAANIYU : Yang mengelakkan diri, 9/40, 22/9, sehubungan denganistilah TSANAA berarti mengelak. Maka TSAANIYAS NAINIberarti dua orang yang mengelakkan diri atau yangmenyingkir dari mekkah.JAALA : Menjadikan yaitu menjadikan sesuatu berfungsi. Istilah inibanyak sekali terdapat dalam Al-Quran. Berada artinya dariuKHALAQA yang bermakna menciptakan dari tidak dankepada ada. Ayat 22/5 menyatakan bahwa AllahMENCIPTAKAN manusia dari turaab, kemudian pada ayat10/14 menyatakan Allah MENJADIKAN manusia itu selakukhalifah.
  • 9. 9JUNUBU : Perjalanan, 4/36, 4/43, 5/6, 28/11. Ayat terakhir inimenjelaskan arti istilah itu menurut sebenarnya. BukanlahJUNUBU berarti DALAM KEADAAN TIDAK BERSIHsesudah intercourse suami isteri, karena untuk ini Al-Quranmemakai istilah LAAMASTUMUN NISAA.JANNAH : Kebun, tetapi untuk di akhirat nanti diartikan dengan SORGAyang sebenarnya kebun juga tetapi lebih sempurna. Sebagaiwujud kongkrit, maka JANNAH di akhirat itu juga adalahdipermukaan planet. Hal ini disebutkan oleh ayat 3/133,11/108 dan oleh maksud ayat 21/105, 29/20.HIJAJ : Waktu-waktu Hajji, 28/27, sebagai jamak dari HAJJU pada2/196, 9/3, dan 22/27. Hal itu menjelaskan bahwa ibadah Hajjike mekkah berlaku juga di zaman Nabi Musa semenjakzaman Nabi Ibrahim sampai sekarang ini.HAJARU : Yang berupa batu, yaitu Bani Israil yang berwatak keras,2/60, 7/160, dibuktikan oleh ayat 2/74. Jadi yangdikomandokan Nabi Musa adalah bani Irsail yang berwatakkeras berupa batu, bukanlah dia memukul BATU hinggaterpancar dari padanya 12 mata air, tetapi Bani Israil yang 12suku itulah yang kemudiannya menjadi sumber pendapatbaru dalam sejarah manusia. Istilah Al-Quran yang berartiBATU ialah HIJAARAH termuat pada 2/24,28/32,11/82,15/74, 17/50, 51/33, 66/6, dan 105/4.HARTSU : Ladang, 2/71,3/14,3/117,6/136,21/78,42/20, 68/22. TetapiHARTSU pada ayat 2/205 berarti ISTERI adalah rahim isteriyang berfungsi menghamilkan. Hal ini dibuktikan oleh ayat2/223 bahwa isteri itu adalah ladang yang akan menumbukanatau yang akan melahirkan bayi. Maka orang mengrusakfungsi rahim isteri untuk tidak menghamilkan adalahperbuatan sangat terlarang dan diancam dengan nerakapada ayat 2/206. Kesimpulannya ialah orang tidak bolehmelakukan pencegahan kehamilan dalam bentuk apapun.Lihat NASLU.HURUM : Berlakunya Larangan, 5/1, 5/95, 9/5, 9/36. Maka ARBA’ATUN HURUM ialah empat bulan yang padanya berlaku
  • 10. 10larangan berburu di daratan. Bulan itu ialah Muharram, Rajab,Zulkaedah dan Zulhijah. Pada keempat bulan itu orangdiizinkan menangkap ikan di lautan, tetapi dilarang berburubinatang di daratan bumi dimana saja, bukan di Saudi Arabiasaja.HASBU : Tujuan, atau kesimpulan perhitungan, termuat pada 2/206,3/17, 5/104, 8/62, 8/64, 9/56, 9/68, 9/129, 39/38, 65/3,sehubungan dengan HASIBA berarti menyangka danHISAAB berarti perhitungan. Begitupun sehubungan denganHUSBAANU berarti dua yang diperhitungkan, HAASIBU danHASIIBU berarti perhitung termuat pada 4/6, 4/86, 6/62,17/14, 21/47, 33/39.HAQ : Yang logis, boleh diartikan dengan Yang Haq saja. Tetapibukanlah HAQ itu berarti BENAR karena untuk istilah ini Al-Quran memakai SHADAQA,SHIDQU, SHADIQUUN,SHADIIQ ayat 17/81 menyatakan bahwa bilaman yang HAQdating maka yang BATIL jadi lenyap, begitu pula ayat 2/121menyatakan bahwa orang yang menganalisa kitab secaraHAQ maka itulah yang akan beriman. Jika HAQ dalam keduaayat itu diartikan dengan BENAR maka gagallah ketentuanAllah dimaksud, karena betapa banyak kebenaran telahdatang tetapi yang batil masih berlaku, dan betapa banyakorang yang membaca kitab Allah dengan benar namunmereka masih kafir. Jadi istilah Haq harus diartikan yanglogis, bahwa sesudah yang logis datang maka lenyaplah yangbatil, dan yang akan beriman pada kitab Allah ialah orangyang menganalisanya secara logis, karena memang semuaketatapan Allah adalah yang HAQ atau yang LOGIS, 3/102,4/122, 6/73, 6/141, 15/64, 22/62, 24/25, 27/79,30/38, 34/49,37/37, 40/78, 43/29, 69/51.HAAQA : jadi logis, 6/10, 11/8, 16/34. HAAQQAH. Yang menjadikanlogis, 69/1, 69/3. HUQQAT. Dijadikan logis, 84/2, 84/5. DanHAQIIQUN : hal yang logis, 7/105.HIKMAH : Science atau Hikmah juga, 2/231, 2/269, 33/34. IstilahHIKMAH sudah menjadi umum tetapi dalam pengertian yang
  • 11. 11berbeda, padahal istilah itu berasal dari HAKAMA. Memberhokum, dan HUKMU. Hukum atau law.HAMI – AH : Pancaran lahar, yaitu yang sampai kini masih berlaku di pulauTuomoto, Dangerous Islands, pacific, sebagai kutub selatanbumi sebelum topan di zaman Nuah, disanalah kutub positifmagnet bumi dulunya, dan mekkah sebagai kutub utarabermagnet negative yaitu 90 derajat dibalik belahan bumi,18/86 jo.3/96.Istilah ini sehubungan dengan HAMAA. Mengapung,9/35, HAAMU. Yang tinggi derajat, dan HAM-U. Lahar yangmemancar, 15/26, 15/28, dan 15/33. Begitupun sehubungandengan HAAMIYAH. Yang bergejolak, 88/4, 101/11, danHAMIYYAH, gejala, 48/26.HAMIIM : Khayalan yaitu khayalan orang-orang kafir dineraka nanti.Mereka sangat mengharapkan minuman, tetapi yang merekadapat hanyalah khayalan, 6/70,10/4. Mereka mengharapkanadanya penolong, tetapi hanya khayalan, 26/101, dan merekahanya berputih mata karena khayalan, 37/67. Tiada yangmereka khayalan selama ini, 40/18. Mereka hanya diberiminum dengan air yang mereka khayalkan, 47/15, 55/44.Begitulah orang-orang kafir di neraka nanti, bahwa merekaberada dalam tumpukan api dan fikiran mereka penuhkhayalan dan penyesalan, 56/42. YAHMUUM , yangdihayalkan, 56/43.KHALLAAQ : Pemberi upaya yaitu Allah sendiri, 15/86, 36/81. MakaKHALAAQ, Upaya yang diberikan Allah, 2/102, 2/200, 3/77,9/69. Karenanya KHULUQU berarti peradaban manusia yangditentukan Allah, 26/137, 68/4. Semua itu sehubungandengan KHALAQA berarti mencipta, KHALQU, ciptaan, danKHAALIQ, PENCIPTA, serta MAKHLUUQ, yang diciptakan.KHALIIL : Pengatur, 4/125, 17/73, 25/28, sehubungan dengan istilahKHALLA berarti mengatur pada ayat 9/5.KHILAAL : Perantara, 9/47, 14/31, 17/5, 17/91, 18/33, 24/43, 27/61,30/48, sehubungan dengan istilah KHULLA berarti sangkutpaut ayat 2/254.
  • 12. 12DAABBAH : Makhluk berjiwa yaitu yang berjalan atas perut, atas dua kakitermasuk manusia, dan yang berjalan atas empat kaki, 24/45.Daabbah demikian Allah pada 42/29, 3/83, dan 55/29.Persoalan DAABBAH dapat dilihat pada ayat 2/164,6/38,8/22,11/6, 11/56,16/49,16/61,27/…,29/60, dan jamaknya ialahDAWWAABBU 8/55, 22/18, 35/28.DIIN : Agama, yaitu menurut pengertian yang berlaku dalammasyarakat, tetapi maksud sebenarnya iyalah HUKUM DANPENGABDIAN. Jadi setiap masyarakat manusia tentulahmemiliki hukum dan pengabdian terhadapnya, itulah DIIN,maka DIIN yang hanya diterima Allah ialah Islam saja, 3/19,3/85; Itulah agama yang logis, 9/29, 9/33, 48/28, 61/9, 9/36,12/40, 30/30, 30/34, dan itulah agama yang berkelanjutandalam sejarah dunia ini sampai ke akhirat nanti, 16/52.ZAATAS SHUDUUR: Yang mempunyai dada, 3/154, 8/43, 11/5, 31/23,35/38, 39/7,42/24, 57/6, 64/4, 67/13, yang maksudnya tentulah manusiayang memiliki pertimbangan. Tetapi bukanlah istilah itu berartiapa yang didalam dada karena untuk itu Al-Quran memakaiistilah MA FIS SHUDUUH termuat pada 3/29, 7/43,10/57,22/46, 28/69, 29/10, 29/49, 40/19, 100/10, dan 114/5.ZALQURBAA : Kerabat yaitu famili yang dekat, termuat ….2/83, 4/36, 5/106,6/152, 16/90, 30/38, 35/18, 59/7. Yang termasuk golongankerabat ialah cucu, keponakan, ipar, mertua, anak tiri, kakek,dan nenek. Sementara itu Al-Quran juga memakai istilahAQRABUUN yaitu famili yang lebih dekat ; suami atau isteri,bapak, ibu, kakak, adik, dan anak kandung. Aqrabuun inilahyang berhak menerima warisan menurut hukum dalam Al-Quran. Istilah ini termuat pada ayat 2/180, 2/215, 4/7, 4/33,4/135, dan 26/214.ZULQARNAIN : Yang dua golongan, yang dua generasi atau denganbertanduk dua, 18/83, 18/86, 18/94. Yang dimaksud denganistilah itu ialah manusia yang mulanya berasal dari satu dirikemudian menjadi bertentangan sesamanya menjadi duagolongan sebagai dua tanduk yang saling bertentangan.Bukanlah yang dimaksud dengan istilah itu pada pribadi
  • 13. 13seseorang, tetapi Allah mencontohkan keadaan manusiadalam sejarah hidupnya di dunia ini.RIJAALU : Lelaki, 2/228, 4/1, 4/32, 4/98, 7/46, 7/48, 7/8, 12/109, 16/43,24/37,27/55, 29/29, 72/6. Mufrudnya ialah RAJULU. Makaistilah RIJAALAN yang termuat pada ayat 2/239, 16/43,24/37, 27/27, artinya BERLELAKI bahwa dalam kesendirianbahaya hendaklah shalat dilakukan dengan berjagaan lelakiyang mengawal, dan perempuan yang naik Hajji ke mekkahharuslah dengan lelaki yang mengawal.Karenanya bukanlah RIJAALAN dalam kedua ayatsuci itu berarti “berjalan kaki” sebab tak tepat, tak cocok,menurut keadaannya, begitupun tak sesuai dengantatabahasa. Mufrad dari KAKI ialah RIJLU, dan jamaknyaialah ARJULU termuat pada 5/6, 5/33, 5/66, 6/65, 7/124,7/195, 24/24, 26/49, 29/55, 36/65, 60/12, dan 38/42.Sementara itu RAJULAINI berarti dua lelaki, termauatpada 5/23, 18/32, 28/15, dan RIJLAINI berarti dua kaki,termuat pada 24/45.RASYADA : Menyadari termuat pada 2/186. Lihatlah SYA’ARA.Sementara itu RASYADU berarti hal yang menyadarkan,18/24,72/10,72/14, 72/21; RUSYDU berarti kesadaran,2/256,4/6, 7/146, 18/66, 21/51; RASTYAAD berarti hal-halyang mengandung kesadaran, 40/29, 42/38; RASYIDUUNberarti orang-orang yang menyadari, 49/71; dan RASYIIDberarti orang sadar, 11/78, 11/78,11/97. Karenannya tidaklahwajar semua istilah yang berasal sama itu diperbedakanartinya satu sama lain.RIQAAB : Penjagaan, 2/177, 9/60,47/4, dalam hal ini termasuk tentara,polisi, dan badan keamanan dalam masyarakat. Biasanyaorang menterjemahkan istilah itu dengan “budak” padahaldalam islam tiada yang dinamakan “budak”, bahkan kinidalam peradaban manusia, padahal hukum dalam Al-Quranberlaku untuk seluruh zaman.kalau memang istilah itu berarti‘budak” akan kelirulah orang menterjemahkan ayat 47/4,hingga dia berbunyi “maka ketika kamu menemui orang-
  • 14. 14orang kafir maka pukullah budak”. Padahal artinya ialah“maka ketika kamu menemui orang-orang kafir makakuatkanlah penjagaan.Riqaab berarti penjagaan sehubungan dengan istilahRAQABA. Menjaga 20/94, dengan istilah RAQIIB, penjaga,4/1, 5/117, 11/93, 33/52, 50/18, juga sehubungan denganistilah RAWABAH. Bujang penjaga sebagai tercantum pada4/92, 5/89, 58/3, dan 90/13.Memerdekaan RAQABAH yaitu menjadikan seorangbujang penjaga atau bujang pembantu sebagai manusiaterhormat bersamaan dengan manusia lainnya yangmerdeka, atau juga menjadikan seorang bujang pembanturumah tangga sebagai anggota keluarga sendiri hinggaberadanya dalam rumah itu bukan selaku orang gajian tetapisebagai keluarga atau selaku famili yang terhormat.Peraturan mengenal RIQAAB dan RAQABAH berlakuuntuk semua tempat di seluruh zaman sesudah Al-Quranditurunkan pada Nabi Muhammad, dan ketentuan hukumyang diturunkan Allah takkan pernah direbah lagi. Pada abad14 Hijriah, tiada lagi apa yang dikatakan dengan budak,karenanya teranglah kedua istilah itu berarti PENJAGAANdan BUJANG PENJAGA.RAWAASIYA : Batang magnet, 13/3, 15/9, 16/15, 21/31, 27/61, 31/10, 41/10,50/7, 77/27, sehubungan dengan RAASIYAAT berarti yangberpusat pada 34/13. Dengan rawaasiya ialah bumi berputardi sumbunya sembari mengerbit keliling surya, danRawaasiya itu juga yang member kekuatan bagi manusia.Tanpa Rawaasiya maka yang ada ini akan kacau balau,mencair, mengurai, berpelantingan dan kembali kepadakekosongan. Setiap atom dan setiap banda angkasa diberiAllah Rawaasiya dengan ketentuan tersendiri, 54/49,karenanya tiap sesuatu itu berbeda keadaan dan posisinya.Lihat MURSAA.ZABUUR : Kekuatan, 4/1163, 17/55, 21/105, jamaknya ialah ZUBURtercantum pada /184, 16/44, 23/53, 26/196, 35/25, 54/43, dan
  • 15. 1554/52. Zabur bukanlah kitab suci yang diberiakan kepadaNabi Daud, tetapi kekuatan yang diberikan Allah padanya,hingga dia sempat melunakkan besi. Dialah yang mulanyamembikin baju besi untuk perang, dan dialah yangmembunuh Jalut dengan kekuatan tangannya, 2/251, 34/10.Maka ZUBARAL HABIID pada 18/96 adalah kekuatan yangterkandung dalam besi, yaitu kerasnya begitupunkeadaannya yang para magnet.ZAKAAH : Kecerdasan, 2/177, 9/13, 19/31, 23/4, 30/39, 58/13, dll.Memberikan zakaah berarti memberikan kecerdasan yangdalamnya terkandung harta benda, uang, tenaga, ilmu , dankesempatan. Jadi ZAKAAH bukanlah zakat menurutpengertian umum selama ini, kecerdasan itulah yang harusdilakukan seperti tercantum pada 23/4, dan berbagai macamkecerdasan itulah yang dimaksud MIN ZAKATIN pada 30/39.Juga kecerdasan itu pula yang diberikan Allah pada NabiYahya pada 19/13. Maka istilah ZAKAA berarti jadi cerdas,24/21ZAAKKA : Menganggap cerdas, 53/32; ZAKKA, Mencerdaskan, 2/129,9/103 dll.; ZAKIYU; Yang Cerdas, 18/74,19/19; dan AZKAA;Lebih Cerdas, 2/232,18/19, 24/28, 24/3. LihatlahSHADAQAH.ZAMHARIIR : Cerena, 76/13, yaitu sinar semerlang keliling bulatan surya.Keadaannya sama denagan lapisan bunga mawar yangberkembang, dan karenanya juga istilah itu sehubungandengan ZAHRAH tercantum pada 20/131.ZAWJAINIS NAINI : Berpasang-pasangan, bukan dua pasang, terbukti pada ayat11/40, 13/3. Maka istilah AZWAAJ pada 2/25, 6/143, 15/88,20/53, 20/131, 36/36, 38/58, 43/12, 56/7,78/8, semuannyaberarti PASANGAN-PASANGAN. Sementara itu istilahZAWJUHU yang tercantum pada ayat 2/102, 21/90 berartitercantum pada 2/102, 21/90 berarti ISTERINYA atau HISWIFE ditandai oleh “HU”, dan istilah ZAWJUHAA pada 4/1,7/189, 39/6, dan 58/1 tentulah berarti SUAMINYA atau HERHUSBAND ditandai oleh “HAA”. Karena itu nyatalah manusia
  • 16. 16pertama dalam tatasurya kita ialah PEREMPUAN hanyalahThe Bible saja yang menyatakan LELAKI yaitu, dan The Bileitu pula yang menamakan istri Adam ini dengan Eva atauHawa sebagai ibu dari segala yang hidup.ZAITUUN : Buah berminyak yang sifatnya mengkilap, 6/141, 16/11,80/29. Tetapi ZAITUUN yang tercantum pada ayat 95/1berarti ATMOSFIR yang mengkilap. Memang atmosfir setiapplanet tampak mengkilap dari jauh karena memantulkan sinarsurya, demikian pula atmosfer bumi ini. Hal ini akan lebihnyata jika orang memperhatikan istilah ZAUT danZAITUUNATIN pada ayat 24/35. Dalam ayat suci ini teranglahbahwa yang dimaksud dengan istilah itu adalah ATMOSFIRYANG MENGKILAP karena menyangkut dengan planet.Hampir saja atmosfirnya menyala walaupun tidak disentuh apidari surya.Dari ayat 24/35, dapat ditarik berbagai ilmu,diantarannya ialah bahwa planet yang mengkilap tampak daribumi bukanlah berapi tetapi memantulkan sinar surya, dansinar itu sendiri bukanlah electron atau atom yang karenanyaberat surya jadi berkurang. Lihatlah MISH BAAH.SABABU : Kausalita, 18/84, 18/89, 18/92, 22/15. Lihat ASBAAN.SUBHAANA : Maha suci, 2/116,10/68,16/57, dll. Sebenarnya ialah itu berartiMAHA DIPATUHI HUKUMNYA, karena asalnyalahSABBAHA berarti BERGERAK untuk hukumNYA, 2/30, 13/13dll, tetapi biasannya disebut dengan “tasbih’ dalamterjemahan. Hal pun sehubungan dengan SABAN; Bergerak,21/33, 36/40; dengan SABHU; gerakan, 73/7, 79/3, dansehubungan dengan SABIHAAT; yang bergerak termuatpada 79/3.SABIIL : Garis hukum, 7/146, 17/72, 17/84, 42/41, dll, yaitu peraturanhidup diantara manusia. Jamaknya ialah SUBULU tercatumpada ayat 5/16, 6/153, 14/12, 29/69. Sementara itu untukkehidupan lebih ditentukan pada 16/69.Maka SABIILULLAAH bukanlah berarti jalan Allah,tetapi GARIS HUKUM yang ditentukan ALLAH untuk
  • 17. 17manusia, 2/154, 4/167, 6/116, 9/50, dll, yang dengan ataudasar itu orang-orang islam harus berjuang dalam hidupnyadi dunia kini. Perincian dari garis Hukum Allah itu semuanyatelah tecantum dalam Al-Quran pada ayat-ayat suci tertentu,yang sifatnya keluar terhadap orang-orang kafir ataupunkedalam antara sesama orang-orang islam.SUBULU : Garis edaran bumi atau planet-planet lain, 16/15, 20/53,21/31, 43/10, 71/19. Ayat suci terakhir ini dan ayat sucisebelumnya menyatakan “Allah” menjadikan untukmu bumiitu dalam keadaan terulur (ke selatan dan ke utara), agarkamu tempati dari padanya garis orbit yang zigzag’. Jadibukanlah SUBULU dalam ayat suci itu berarti ”jalan” karenaAllah tidak pernah menjadikan “jalan” untuk manusia kecualiyang dikerjakan oleh manusia sendiri. Istilah itu berbentukjamak karena memang bumi ini adalah planet dan dipergandajadi beberapa bumi, 15/3, 65/12, maka luas daerah orbitsetiap planet itu berbeda sebanding dengan jaraknya darisurya yang diorbit. Begitupun garis orbit itu sendiri berbentukzig zag yang dengannya terjadi pergantian musim, jugaberbentuk oval atau bujur telur karenannya terdapatlah titikperihelium dan titik aphelium orbit, yaitu titik terdekat dan titikterjauh dari surga selaku wujud yang dikitari. Orbit oval iniditandai dengan SIDRU, untuk jelasnya lihatlah BISATHA,SIDRU, FIJJAAJA, dan MAHDAA.SIJJIIL : Radiasi surya, 11/82, 15/74, 105/4, dan jamaknya ialahSIJILLU, 21/104. Pembesaran radiasi surya berlaku atasbumi sewaktu planet itu berada dibawah transit planet lain,karena waktu itu daya magnet surya yang saling bertarikandengan planet tersebut terpaksa menjamah bumi hinggamenimbulkan topan magnet dalam atmosfir danmengakibatkan adanya gempa, badai, typhoon dsb.Pada dua ribu tahun ciptaan pertama, pembesaranradiasi surya demikian sampai meledakan planet yangmengorbit antara Mars dan Jupiter jadi 30.000 butir dan
  • 18. 18meteorites. Begitupun menjadikan Mars, Saturnus, Uranus,Neptunus, dan Pluto lebih kecil daripada mestinya.Hal ini karena waktu itu planet-planet tersebut masihempuk belum memadat dan berada dibawah deuble atautriple transit yang mengorbit diatasnya, terutama Jupiter danMuntaha sebagai planet terbesar terpinggir yang tak mungkindilihat dengan peneropongan dari bumi. Keterangan ini dapatdifami dari maksud ayat 22/47, 41/10, 41/12, 33/72 danYAUMUZ ZULLAH pada ayat 26/189.Pecahan planet-planet itulah yang kemudian menjadimeteor yang berjatuhan tampak mengkilap karena terbakarsewaktu memasuki atmosfir bumi, juga yang menyebabkanpermukaan bulan menjadi bopeng. Pecahan itu juga yangdikatakan sebagai THIN atau batu-batu meteor pada ayat51/33, dan sebagai “batu-batu dari SIJJIIIL” atau batu –batutersebut pemebsaran radiasi surya pada 11/82. LihatlahZULLAH.SAKH-KHARA : Wujudkan, 13/2, 16/14, 31/39, dll. Tetapi istilah SAKH-KHARA’ALA berarti “Tiupkan atas” tercantum pada 69/7;SAKH-KHARA LI berarti “Edarkan untuk” termuat pada 14/32,16/12, 31/20, dll.; dan SAKH-KHARA MA’A berarti “Edarkanbersama” sebagai pada ayat 21/79, 38/18. Jika diperhatikanmaksud ayat 14/32 akan diketahulah bahwa maksudnyaialah; “Allah yang menciptakan planet-planet dan bumi sertamenurunkan air dari atmosfir lalu DIA keluarkan dengannyaberbagai buah-buahan selaku resiko bagimu, dan DIAedarkan bagimu benda terapung agar kamu bergerak dilautan dengan perintahNYA, dan DIA edarkan bagimu siang-siang. Dan DIA edarkan untukmu surya dan bulan berturut-turut, dan DIA edarkan untukmu malam dan siang (di balikbelahan bumi)Maka istilah MUSKH-KHARAAT berarti yangdiedarkan 2/164, 7/54, 16/79, 16/12, bahwa bintang-bintangadalah wujud-wujud yang diedarkan menurut perintah Allah,bahwa bintang-bintang itu beredar dalam semesta raya
  • 19. 19dengan gerak parallel, dan menolak antara sesamanyadengan sifat repellent, bukan saling menarik menurut teorigravitasi Newton, dan karenanya juga takkan berlaku duabintang berantakkan.SIDRU : Planet, 34/16, 53/14, 53/16, 56/28. Sebenarnya istilah ituberarti TERATAI yang mengembang diatas air, baik waktupasang naik maupun ketika pasang surut hingga jaraknyadari tanah tempat tumbuhnya sering berubah. Demikian pulakeadaan planet yang mengitari surya dalam orbit oval hinggaada titik terdekat dan titik terjauh dari surya. LihatlahSUBULU. Demikian Allah memberikan nama padakebanyakan benda menurut keadaan atau sifat benda itusendiri. Planet terpinggir dinamakan dengan Muntaha karenaplanet itu adalah tempat dihentikan setiap kegiatan kemajuanmanusia.SAARIQ : Pencuri, 5/38, 12/70, 12/73, maka SARAQA berarti mencuri,12/81, 60/12. Menurut hukum islam, setiap pencuri harusdipotong tangannya, 5/38. Yang dimaksud dengan CURIialah “mengambil atau memindahkan sesuatu kepunyaanorang lain dengan maksud memiliki tanpa izin, atau secaratidak syah. Maka yang termasuk CURI ialah tipu, maling,korupsi, penyelundupan, pemerasan, perampokan,penyuapan.Curi demikian hanyalah berlaku pada orang-orangyang tidak mematuhi hukum islam, bertindak selakupengrusak untuk keuntungan diri sendiri, bukan karena lapar.Karena dalam masyarakat islam orang meralat ataupun yangmiskin selalu mendapat bantuan sedekah hingga perbedaantingkat hidup tidak begitu menyolok, terjalinlah hubunganharmonis dalam masyarakat. Sebab itu hukuman potongtangan bagi pencuri bukanlah kejam tetapi menghabiskanpengrusakan yang dilakukan individualis kafir.SAA’ATAN : Sewaktu, atau sebentar saja, 7/34, 10/45, 10/49, 30/55,34/30, 46/35. Semua itu menyatakan bahwa bilamanaketentuan Allah telah datang, maka kejadiannya takkan
  • 20. 20terdahulu ataupun terlambat walau sedetik, juga menyatakanbahwa ketika manusia dihidupkan kembali di akhirat, merekaakan merasa telah mati sebentar saja atau telah beradadalam kubur beberapa waktu saja walaupun sebenarnyatelah berlangsung jutaan tahun. Ini membuktikan bahwamayat di dalam kubur tidak menyadari suatu apa saja, karenamemang dia mati tidak merasa apa-apa. Itulah berzakh ataubatas yang dimaksud pada 23/100, karenanya kelirulahpendapat yang mengatakan mayat dalam kubur disiksa atauditanyai.SAA’AH : Waktu benturan comet, 6/31, 6/40, 12/107, 15/85, 16/77,18/21, 19/75, 20/15, 21/49, 22/1, 22/1, 22/7, 22/55, 43/61,30/12,31/34, 33/62, 34/3,40/46, 41/47, 42/17, 43/61, 43/66,43/85,45/27, 45/32, 47/18, 54/1, 54/46, 79/42. Kejadiannyacepat sekali, lebih cepat dari pada gerak sinar, waktu ituberlakulah peristiwa hebat yang tak mungkin digambarkankarena semua yang hidup mati sekaligus kecuali AllahsendiriNYA, surya, planet –planet,terseret menjadi ekor cometsedangkan bulan-bulan menjadi bersatu dengan surya, 75/9.Semua itu logis dan pasti akan berlaku’ Lihatlah SHUUR.SAFARU : Beban berat, 2/184, 2/185, 2/83, 4/43, 5/6, 9/42, 18/62,jamaknya ialah ASFAARU, 34/19, 62/5. ASFARA berarti“berbeban”, 74/34; dan SAFARAH berarti “yangberbeban”,80/15, begitu pula MUSFIRAH pada 80/38.Jadi SAFAU bukanlah “perjalanan” sebagaimanaangapan orang selama ini, karena untuk “perjalanan” atau“orang pejalan” dalam Al-Quran dipakai istilah JUNURU pada4/36,4/43,5/6,28/11,juga istilah SAYYARAH pada 5/96,12/10,dan 12/19.ALAA SAFARIN pada 2/184 dan 2/185 adalah orangyang “dalam keadaan beban berat” seperti yang haid, nifas,dalam tugas perang, kerja berat, yang jumlahnya sekitar 50%diantara penduduk. Itulah orang-orang yang dibolehkanmengganti puasannya diluar ramadhan, bukanlahdimaksudkan “orang pejalan” yang jumlahnya sekira 1%
  • 21. 21padahal perjalanan kini tidak akan menganggu ibadah puasakarena hanya duduk dengan senang dalam kendaraan ataupesawat. Sedangkan yang dimaksud pada 4/43 dan 5/6 ialahorang haid atau nifas harus lebih dulu suci dan mandisebelum melakukan shalat. Itulah sebabnya kenapa padakeempat ayat suci diatas ini tidak disebutkan orang haid dannifas tidak boleh berpuasa dan melakukan sholat.SAKRATUL MAUT : Pingsan menjelang maut, 50/19. Waktu itu tidak diterimapermohonan tobat seseorang, 4/18, 10/91. Sementara ituistilah GAMARAATUL MAUT berarti “bangun dari mati”berlaku nanti di akhirat, 6/93. Hal ini dibuktikan denganucapan melaikat; “keluarkanlah dirimu (dari kubur), hari inikamu dibalasi dengan menimbulkan dugaan bahwa mayatdalam kubur ditanyai malaikat dan disiksa siapa yang kafir,sehubungan dengan 4/97, dan 8/50. Padahal yang dimaksuddengan TAWAFFA dalam ayat suci itu adalah pemindahanorang kafir ke neraka dari kubur, sesuai dengan maksud 54/7dan 70/44.SAL : Selidikilah, 2/211, 68/40, sehubungan dengan SALWA berarti“penyelidikan” atau kegiatan penyelidikan yang dikurniai Allahpada bani Irail, 2/57, 7/160, dan 20/80. Bukanlah SAL berarti“tanyailah” karena untuk itu Al-Quran memakai istilah AS-Alpada 4/32, 7/163, 10/9, 11/46, 17/101, 23/113, 25/59, 43/45.Dan bukanlah SALWA berarti “sejenis burung’ yang jadibahan makanan Bani Israil di zaman Musa, tetapi berarti“penyelidikan” yang dengannya Bani Israil diperintah agarmemakan yang baik-baik dari kelengkapan hidup yangdisediakan Allah di bumi ini.SAMAA : Angkasa. Biasannya orang menterjemahkan istilah itu dengan“langit” atau “heaven” atau juga “sky”. Tetapi terjemahanbegitu menimbulkan keraguan dan ketidak tentuan,mengurangi minta untuk memperhatikan ayat-ayat Al-Quran.Padahal jika diperhatikan dengan seksama akan tampaklahilmu astronomi pada ayat-ayat suci yang mengandung istilahsama, misalnya :
  • 22. 221. SAMAA’ yang maksudnya ANGKASA DUNIA tercantumpada 3/5, 10/61, 21/4, 41/42, 67/5, dll. Yang didalamnyaterkandung jutaan bimasakti, dan masing-masingbimasakti terdiri dari jutaan bintang, dan masing-masingbintang dikitari planet-planet yang sama dengan bumi ini.Semuannya berotasi dan mengorbit parallel pada satuarah, menempatkan titik pusat di sebelah kiri sebagaiibadah tawaf keliling Ka’bah atau seperti lilitan tanamanmerambat pada junjungnya.2. SAMAA’ yang maksudnya BENDA ANGKASA tercantumpada 6/6, 11/52, 17/92, dan 71/11 seperti comet yangakan menimpa tatasurya kita, ditandai dengan istilah“dikirim”, karenanya tidaklah mungkin langit yang dikirimAllah, dan SAMAA’ dalam hal ini takkan diartikan denganlangit.3. SAMAA’ yang maksudnya TATASURYA tercantum pada2/29, 32/5, 41/42, 55/7, 69/16, dll. Ditandai denganadanya equilibrium, tujuh planet diatas orbit bumi, berotasiselama 1.000 tahun Qomariah, dan nanti akan terpecahsusunannya. Maka dalam hal ini tak mungkin samaa’diartikan dengan langit atau semesta raya, tetapitatasurya yang terdiri dari satu surya dengan beberapaplanet yang mengitarinya. Lihatlah YAUM.4. SAMAA’ yang maksudnya ATHMOSFIR tercantum pada21/32, 24/43, 24/48, dll. Dotandai dengan tempat turunyahujan untuk kehidupan, dan sebagai lapisan terjagakeliling bumi begitupun keliling planet lain.SAMAWAAT : Planet-planet, 3/190, 13/2, 37/5, 42/29, 55/33, 65/12, dll.Semua istilah Samawaat dalam Al-Quran pastilah berartiplanet-planet ditandai dengan dapat dipelajari penciptaannya,dapat dilihat dan tidak bertiang, berputar disumbunya hinggadisana juga ada timur dan barat, tempat pembiakkan makhlukberjiwa, dapat didatangi dengan pesawat angkasa ultramodern, dan keadaan samawaat itu sama dengan bumi.
  • 23. 23SANAH : Tahun, 2/96, 5/26, 22/47 dll. Jamaknya BINIIN tercantumpada 7/130, 10/5, 17/12 dll. Tahun disini ialah menurut orbitbulan atau yang disebut Qomariah Lunar Year, ditandaidengan maksud ayat 2/189 dan 9/36 bahwa dalam tahun ituada empat bulan terlarang berburu di daratan bumi danterlarang mengadakan perang. Bukanlah tahun yangdimaksud Selar Year atas pergantian musim. Lihatlah ‘AAM.SYAJARAH : PERTUMBUHAN, 2/35, 7/19, 7/22, 14/24, 17/60, 20/120,23/20, 24/35, 28/30, 31/27, 37/62, 37/64, 37/146, 48/18,56/72, sehubungan dengan istilah SYAJARA berartiBERTUMBUH, 4/65. Banyak bukti yang dapat dikemukakan,diantaranya :a. Allah yang mewujudkan pertumbuhan minyak dalamperut bumi, 56/72;b. Orang-orang beriman bersetuju dengan suatu perjanjiandibawah pertumbuhan islam, 48/18;c. Allah menumbukan pertumbuhan sejenis labu, bukanberpohon, 37/146;d. Pertumbuhan dari dasar neraka, bukan pohon, 37/64;e. Adam dilarang mendekati pertumbuhan atau intercoursedengan isterinya sewaktu berada di Muntaha karena diaakan berfungsi di muka bumi 2/35, jo. 7/22.Sementara itu yang berarti POHON ialah SYAJARUtercantum pada 16/10, 16/68, 27/60, 36/80, 55/6, 56/52,ditandai dengan kebutuhan manusia yang tumbuh karenadisirami hujan, untuk tempat lebah bersarang, menimbulkanpanorama elok dipandang mata, dan kemudian melapukmenjadi minyak dalam tanah.SYA’ARA : Menyadari, 2/12, 7/95, 23/56, dll. Sebenarnya istilah ini berartiMEMPERKIRAKAN atau MENDUGAKAN, hubungan denganSYI’RU yang diartiakan SYAIR sebenarnya “perkiraan”tercantum pada 36/69; SYU’ARAA’ dan SYAAIR yangdiartikan PENYAIR sebenarnya berarti “yang memperkirakan”sebagai termuat pada 21/…, 26/224, 37/36, 52/30, 69/41.
  • 24. 24SYAKARA : MENGHARAGAI tetapi sering diartikan denaganMENSYUKURI sebagai pinjaman dari bahasa Al-Quran,termuat pada 14/7, 31/12, 31/14, sehubungan denganSYAAKIR berarti yang menghargai, 2/158, 4/147, dll.;denagan SYUKUUR berarti dengan SYAKUUR berarti yangdihargai, 14/5, 21/3 pada mana termasuk manusia dan Allahsendiri. Maka istilah MASYKUURA tentulah berarti “yangdihargai’ pada 17/19, 76/22.SYAHRU : Bulan (penanggalan), 2/185, 4/92, 9/36, 34/12, 2/226, 9/2,9/5, dan 65/4. Jadi ‘bulan” yang termaktub pada ayat 2/185bukanlah ‘bulan” yang mengorbit di angkasa yang dalam Al-Quran disebut QAMAR, tetapi bulan penanggalan yang harusdiketahui dengan perhitungan. Jumlah bulan 12 dalam setiaptahun Qamariah atau lunar year disebut SHUHUUR pada9/36.SYAUTHAAN : Setan, 8/48, 17/27, dll. Jamaknya SYAYAATHIIN, 6/121,19/83, dll. Bahwa setan itu terdiri dari jin dan manusia, 6/112,setan jin ialah yang menyesatkan bangsa jin dari hukumAllah, dan setan –setan manusia adalah yang menyesatkanmanusia. Maka setan manusia demikian yang telahmemperdaya Adam dulunya, tercantum pada 2/36. Jadi,diantara manusia yang hidup kini banyak yang menjadi setan,dan orang-orang beriman dilarang mengikuti kesalahan atauajakan setan tersebut, 2/208, tetapi seharusnya memasukidan menjalankan hukum islam sepenuhnya.SHABARA : Bertabah hati, 2/155, 3/120 dll. SHAABIR berarti “orangtabah” 8/66, 28/80, 37/102 dll, dan SHABRU berarti“ketabahan”, 7/126, 16/128 dll. Jadi bersabar atau bertabahhati adalah tetap dalam pendirian dan terus bersikap sertaberbuat menurut yang direncanakan bermula walaupun apayang merintangi, sementara itu sikap mengalah, mema’afkankesalahan orang lain, atau menahan diri, dalam Al-Qurandisebut ISTA’FAFA tercantum pada 4/6, 24/33, 24/60.SHADAQAH : Sedekah, 2/196, 2/263, 4/114, 9/103, 58/12, jamaknya ialahSHADAQAAT, 2/264, 2/271, 2/276, 9/58, 9/60, 9/79, 9/104,
  • 25. 25dan 58/13. Yang termasuk SHADAQAH yaitu pajak, bea, dancukai serta pemberian yang harus dibayarkan untukkepentingan masyarakat umum. Jadi SHADAQAH adalahbagian dari ZAKAT yaitu pemberian wajib atau yangdiperlaukan untuk kepentingan umum dalam masyarakat,dibayarkan melalui badan tertentu atau yang resmi dalammasayarakat atau Negara. Sebaliknya yang tidak melaluibadan resmi atau pembewrian langsung kepada yangmembutuhkan dinamakan INFAAK, 17/100, atau NAFAKAH,pada 2/270, 9/54, dan 9/121.Ingatlah bahwa SHADAQAH wajib dibayarkan ataudipungut dari penduduk pada waktu-waktu tertentu,dinyatakan pada ayat 9/103, dan diberikan oleh badan resmiatau pemerintah kepada yang berhak menerima sebanyakdelapan golongan tercantum pada ayat 9/60. Pemberiantersebut hendaklah menurut tingkat atau nomor urut pada9/60, dengan begitu akan terjaminlah keselamatan umumdalam masyarakat.Sementara itu belanja wajib yang berkelanjutandiberikan kepada keluarga disebut SHADUQAAT pada 4/4.Orang-orang memberiakan SHADAQAH disebut MUSH-SHADDIQUUN pada 57/16 pasti diperganda balasannya olehAllah.SHIRAATH : Tuntunan, terdapat pada banyak ayat suci; tuntunan Allah42/53; tuntunan ke neraka 22/24; tutunan yang mulia 4/6;tutunan terpuji 22/24; tuntunan sempurna 19/43, 20/153, dantuntunan kukuh 1/6, 10/25, dll. Maka tuntunan yang kukuhatau SHIRAATHUL MUSTAQIIN itu ialah hukum yangterkandung dalam Al-Quran sendiri, 6/126, 6/155, 19/36. Jadiistilah SHIRAATH bukanlah berarti "jalan” karena untuk ini, Al-Quran memakai istilah THARIIQUM MUSTAQIIN berartiJALAN YANG KUKUH pada ayat 46/30.SHALAH : Shalat 2/45, 10/87, 19/55, 19/59, 21/73, 22/41,98/5, jamaknyayaitu SHALAWAT 2/157, 9/99, 22/40, 23/9. Shalat tidak dapatdiartikan denagan sembahyang, worship aatau player, karena
  • 26. 26SHALAT adalah tindakan dan cara tersendiri untukmemuliakan Allah, sehubungan dengan SHALLA berartiMEMULIAKAN 3/39, 9/84, 9/103, 75/31, 87/15, 96/10, 108/2.Pada ayat 33/43 dan 33/56, dinyatakan bahwa Allahdan malaikat-NYA MEMULIAKAN orang-orang beriman danNabi Muhammad, maka orang juga harus memuliakannya.SHULBU : Benih, yaitu manusia 86/7, jamaknya ASHLAAB 4/23.SHULBU adalah benih manusia yang tewujud karenapersilangan atau jalinan sperma suami dan isterinyasehubungan dengan istilah SHALLABA berarti menyalib ataumenyilangkan 4/157, 5/33, 7/124, 12/41, 20/71, dan 26/49.Jadi menurut ketentuan Allah pada ayat 86/7,nyatalah manusia kini terwujud dari SHULBU (jalinan spermajantan dan betina) dan TARAA-IB (sari-sari tanah melaluitetumbuhan yang dimakan).SHUWARU : Ionosfir, 40/64, 64/3, terbentuk dari Mar’a yang mengapungdari permukaan bumi (lihat Mar’a). maka istilah SHAWWARAberarti memberi ionosfir setiap planet tercantum pada 3/6,7/11, 40/64, dan 64/3.Mar’a atau neutrino yang melinkupi proton padasetiap atom. Setiap benda terdiri dari atom bersusun jadimolekul, maka yang kelihatan adalah mar’a yang melingkupiatom tadi. Karena mar’a itu ada yang mengapung ke angkasamenjadi lapisan ionosfir tentulah rupa dan warna benda yangdilihat tidak ada permanent, semuanya berubah. Sementaraitu lapisan ionosfir planet menjadi semakin tebal dan semakinsempurna. Hal itulah yang dimaksud Allah dengan“membaguskan ionosfirmu” pada ayat suci tadi. Sebaliknyahal demikian menimbulkan iklim permukaan planet semakinsejuk, terbukti dengan semakin melebarnya daerah dinginpada kedua bahagian kutub bumi.Dalam pada itu Mar’a yang mengapung dari bintang-bintang, tersebut berlakunya carbon cyele atau proton-protoncycle, pada mulanya berwujud nebula yang kelihatan berupaawan berada diantara bintang-bintang. Kemudian nebula
  • 27. 27tersebut saling bergabung menjadi comet yang oleh Al-Qurandisebut SHUUR pada ayat 6/73, 18/99, 20/102, 23/101,27/87, 36/51, 39/68, 50/20, 69/13, dan 78/18.Mar’a yang sifatnya anti partikel tetapi salingbergabung antara sesamanya, maka comet tersebutsenantiasa lari dari bintang-bintang yang beredar, dansemakin cepat melebihi kecepatan sinar, maka dalamkecepatan demikian dia terbentur pada tatasurya yangkebetulan menghalangi. Tatasurya itu langsung terseretkarena neutrino yang ada padanya bergabung pada comet,lalu tampaklah comet itu bagaikan berekor panjang. Benturancomet demikian disebut dangan SA’AH atau waktukehancuran total di permukaan planet-planet, (lihat SA’AH).Menurut sinyalemen ayat 69/17, jumlah comet disemestra raya hanyalah delapan, bukan jutaan milyarsebagai pernah diduga orang. Semuanya bergerak tanpaorbit tertentu. Namun pada suatu kali nanti dalam comet ituakan bersatu dan berlakulah peristiwa dahsyat sekali,kemudiannya Allah mewujudkan kehidupan kedua di akhiratkarena pada waktu itu setiap bintang mengambil posisitertentu di semesta raya dengan sifatnya yang repellent.Itulah benturan pertama dan benturan kedua yang disebutkanpada ayat 39/68.SHUURAH : Planet yang berionosfir, 28/8. Nyatalah setiap, planet memilikiionosfir untuk menjamin kehidupan normal dipermukaanya,sesuai dengan maksud ayat 42/29. Dan ayat 82/8 itumenerangkan bahwa Allah menempatkan manusia padasetiap planet berionosfir, nantinya akan didatangi manusiabumi dengan pesawat angkasa sebagai dinyatakan pada ayat2/148, 2/150, 55/33,65/12, 84/19, jo. 15/14, 43/13.DHARABA : Memukul 2/26, 4/34, 8/12, 8/50, 47/27. Sementara itu istilahDHARBU berarti KEKUATAN, 37/93, 47/4. Sebagaimanadalam bahasa Inggris adanya “verb followed by proposition”hingga verb itu berubah makna, demikian pula dalam Al-Quran :
  • 28. 28DHARABA BI : Isyaratkan 2/60, 2/73,7/160, 24/31, 26/63,38/44, 57/1.DHARABA’AN : Mencabut 43/5.DHARABA’ALLAA: Menimpakan 3/112, 17/11, 18/11, 24/31.DHARABA FII : Berjalan 2/273, 3/156, 4/94, 4/101,5/106, 73/20.DHARABA LI : Beri contoh 13/17, 14/25, 16/74, 16/75,16/112, 17/48, 18/32, 20/77, 22/73,24/35, 25/9, 25/339, 29/43 , 30/28,30/58, 36/13, 36/78, 39/27, 43/17,43/58,47/,59/21,66/10,66/11.THARIIQ : Jalan 4/168, 20/63, 20/77, 46/30, 72/16. Maka istilahTHARIIQATAN berarti yang sejalan 20/104. Sementara ituistilah THAARIQ pada 86/1, 86/2, berarti (bintang) yangberjalan, jamaknya THARAAIQ berarti yang berjalan 72/11,dan (planet-planet) yang berjalan pada ayat 23/17. Dengandemikian teranglah bahwa bintang-bintang dan planet-planetsemuanya berjalan atau beredar di angkasa pada orbittertentu, dan teranglah pula bahwa apa yang diketahuiNikolas kopernikus sudah lama diketahu para nabisebelumnya.THAAGUUT : Aliran yang melanggar rukun Allah 2/256, 4/51, 4/76, 5/60,4/60, 16/36, 39/17. THAAGUUN, orang-orang yang mengikutithaaguuut 37/30, 38/55, 51/33, 52/32, 68/31, 78/22.Sehubungan dengan THAGAA; melanggar hukum 11/112,20/24, dll. THAGWA; pelanggaran hukum 91/10,THAAGIYAH; tindakan melanggar hukum 69/5, dansehubungan dengan THUGYAAN ; sikap melanggar hukum2/15, 5/64, 6/110, 7/186, 10/11, 17/60, 18/80, 23/75.DHU’AFFAA-U : Orang-orang lemah 2/226, 9/91, 40/47, sehubungan denganDHA’UFA berarti “lemah” 3/146, 22/73; dengan THA’IIFberarti “orang lemah” 4/28, 4/76, 11/91; dengan THA’FUberarti “kelemahan” 8/66, 30/54.THI’AAFAA : Yang berganda 4/9, bukanlah istilah ini berarti “lemah”. Istilahini sehubungan denagan THAA’AFA berarti “memperganda”
  • 29. 292/245, 2/261, 4/40, 4/140, 11/20, 25/69, 33/30, 57/11, 57/18,64/17, dengan THI’FU berarti “pergandaan” 2/265, 7/38,17/75, 34/37, 368/61, dan dengan THI’FAINI berarti ”dua kaliganda” 33/30, 33/68.Juga sehubungan dengan MUDHAA’AFAH berarti“yang diperganda” 3/130, dan istilah MUDH’IFUUN berarti“yang memperganda” tercantum pada ayat 30/39.THAAMIR : Kendaraan yang menghubungkan 22/27 sehubungan denganistilah THAMIIR berarti “hubungan” dalam tata bahasa.Bukanlah THAAMIR pada ayat suci itu berarti “unta kurus”karena orang tak mungkin datang ke Mekkah untuk ibadahhajji dengan naik unta kurus dari berbagai pelosokpermukaan bumi menurut ketentuan ayat 22/27 itu sendiri.Tetapi sesuai dengan perkembangan zaman padamana hukum yang terkandung dalam Al-Quran tetap berlaku,nyatalah pendatang-pendatang ke Mekkah itu menaikiberbagai kendaraan di darat, di laut dan di udara. Itulah artiKULLI THAAMIRIN yaitu setiap atau berbagai kendaraanpenghubung, bukanlah berarti “setiap atau berbagai untakurus”.THUUD : Lereng, 26/63, yaitu pinggiran laut merah yang karena airnyamengalir ke selatan sewaktu berlakunya gelombang pasangdi Teluk Aden. Ingatlah bahwa waktu itu utara laut merahmasih sempit karena kini diketahui pelebaran laut berlaku duasentimeter setiap tahun, dan bahwa waktu itu belum ada suezkanal. Ketika dalam keadaan kering begitu, musamenyebrang ke lereng bagian timur bersama Bani Israil,tetapi pasukan Firaun yang mengikuti dari belakang jadicelaka karena laut telah mengalir kembali dari selatan keutara. IYAMMU.THUUR : Aurora utara 2/63, 2/93, 4/154, 28/29, 28/46, 52/1. YaituNorthen light yang terwujud karena topan magnet di lapisanIonosfir utara memantulkan sinar surya. Aurora itulah yangdiangkatkan Allah pada ayat 2/63, 2/93, dan 4/154. Ingatlahbahwa sebelum topan di zaman nuah, Mekkah adalah kutub
  • 30. 30utara bumi 3/96 jo. 18/86 maka yang dimaksud denganTHUURUL AIMAN (Aurora utara sebelah kanan) ialahIonosfir diatas Makkah yang berada sebelah kanan Palestinamenurut arah putaran bumi 19/52, 20/80, karena itu nyatalahMusa mendatangi Mekkah waktu diseru Allah dinyatakanpada 28/29 dan waktu itu Muhammad belum lahir, 28/46. Jadimusa dalam perantauannya bersama keluarganyamendatangi mekkah sebagai tanah Suci di bumi ini, dandisanalah musa mendapat wahyu dari Allah. Lihat THUWAA,dan WAADULAIMAN.THUURU SAINAA-U: Daerah utara 23/20 yaitu Mekkah sebelum topan di zamannuah, maka pertumbuhan yang keluar dari Mekkah ialahislam dan buah korma yang enak bagi orang-orang yangmemakan. Lihat THUUR.THUURU SIINIIN : Penduduk daerah utara 95/2 yaitu penduduk Mekkahsewaktu jadi kutub utara sebelum topan di zaman nuah. LihatTHUUR dan THUWAA. Maka istilah ATHWAARA pada 71/14berarti di DAERAH UTARA atau di kutub-kutub utara planet-planet sebelum topan di zaman Nuah. Memang semua kutubplanet-planet dulunya berpindah tempat seperti yang berlakudi bumi dari Mekkah-tuamoto ke Arktik-Antarktik kini. Hal inidibuktikan oleh ayat 2/148, 11/41 jo. 3/96, 18/86. Itulahsebabnya fosil manusia pubakala yang ditemukan memberipetunjuk bahwa mereka dulunya berbadan agak bungkukkarena kekurangan vitamin D yang dihasilkan sinar surya.Karenannya orang berpendapat dulunya pernah berlakuzaman es, tetapi sebenarnya masyarakat dulu itu berdiam dibelahan utara bumi yang memang kekurangan sinar surya,sedangkan untuk tinggal di daerah Ekuator, tidak mungkinsebab selalu diancam bencana alam yang ditimbulkan transitplanet hingga pembesaran radiasi surya sering berlakumenimpa permukaan bumi. Lihat ZHULLAH. Dan harusdiketahui pula bahwa waktu itu belum ada pergantian musim,lihat ‘AAM.
  • 31. 31THUWAA : pusat putaran utara bumi dulunya, 25/12, 79/16, sehubungandengan THAYYU berarti “putaran’ dan THAWA berarti“memutar” pada ayat 21/104. Bahwa bumi ini senantiasaberputar untuk adanya pergantian siang dan malam.Jadi WAADUL MUQADDAS dimana Musa berbicaradengan Allah dulunya ialah di Makkah, sesuai denganketerangan pada istilah THUUR. Karenannya memang hanyasatu saja tanah suci di bumi ini yaitu di Makkah dimana adaMASJIDUL HARAAM yang diberkahi dan jadi petunjuk bagiseluruh manusia, 3/96. Lihat juga MUTHWIYYAAT.THAIR : Yang Melayang, 16/79, 24/41, 67/19, 105/3, dan berartiBURUNG pada 2/260, 3/49, 5/110, 6/38, 12/36, 21/79, 22/31,27/16, 27/17, 34/10,38/19,56/21. Jika burung memiliki duasayap, maka benda melayang lainya mempunyai kutub utaradan selatan seperti yang dimiliki bintang-bintang dan planet-planet, itulah yang berbaris-baris dikatakan pada 24/41dengan gerak parallel satu arah, dan itulah juga yangdikatakan menguncup pada 67/19 dengan arti melakukantransit atau penyilangan garis orbit planet hingga dengannyaterjadi pergantian musim.THIIN : Meteor yaitu benda melayang yang mengkilap sewaktumemasuki atmosfir, 3/49, 5/110, 6/2, 7/12, 23/12, 37/11,38/71, 38/76. Meteor itu berasal dari pecahan planet-planetyang kemudiannya menjadi dari massanya bermula sepertiplanetr Mars, Sartunus, Uranus, Neptunus, dan Pluto,sedangkan yang mengorbit antara Mars dan Jupiter ytangkini dinamakan Planetoeids terbelah hancur jadi 30.000 danmeteor yang berjatuhan ke bulan, bumi dan planet lainnyayang lebih dekat pada surya. Pecahan planet-planet ituditimbulkan oleh pembesaran radiasi surya sewaktu berlakutransit planet-planet 26/189. Karenannya dikatakanpenciptaan itu berlaku selama 6.000 tahun pada 11/7 jo.22/47.Orang yang menyatakan THIIN itu tanah, tidak dapatdisalahkan karena meteor berasal dari pecahan planet dan
  • 32. 32planet itu sendiri terwujud dari tanah, tetapi yang dimaksuddengan THIIN dalam Al-Quran bukanlah tanah tetapi meteordengan bukti sebagai berikut :Ayat 32/7 menyatakan manusia pertama diciptakan dariTHIIN dan ayat 51/33 menyatakan kaum durhaka dizaman Luth dumusnakan dengan batu-batu THIINyaitu batu-batu meteor yang berjatuhan dari angkasatinggi.Ayat 28/38 menyatakan Firaun menyuruh Haamanmembakar hingga merupakan THIIN untukditambahkan ke angkasa nyatalah THIIN itu berartimeteor yang melayang.Ayat 17/61 menyatakan bahwa Adam diciptakan berupaTHIIN yaitu melayang di angkasa dari Muntaha keplanet bumi ini sebagai nenek moyang kita. Denganitu teranglah THIIN berarti benda melayang ataumeteor, dan teranglah pula Adam bersama istrinyaditurunkan dari Muntaha ke Bumi. LihatlahHABITHA.ZHULLAH : Transit planet 7/171, 26/189 atau beradanya suatu planetdiatas orbit planet lain setantang dengan surya yang orbit.Waktu itu berlaku pembesaran radiasi surya kepada planetyang dilintasi, hingga menimbulkan berbagai bencana alam.Diketahui bahwa berat bumi ini sekitar 200 trilion ton makasekuat itu pula tenaga magnet surya menahan planet inidalam orbitnya hingga tidak terpelanting jauh. SekiranyaJupiter yang diketahui 318 kali lebih besar bumi kebetulanmelakukan transit diatas orbit bumi, otomatis pembesaranradiasi surya berlipat ganda sampai 3318 kali menimpa bumi.Waktu itu biasanya berlaku sekira 11 tahun sekali.Bencana yang ditimbulkan ZULLAH tersebut dipakai Allahuntuk membinasakan masyarakat durhaka dinyatakan pada11/83 jo.26/189. Dan itulah radiasi atau SIJJIIL yangtercantum pada ayat 11/82. Lihat THIIN.
  • 33. 33ZHILLU : Yang melindungi 28/24, dan planet yang melindungi pada4/57, 13/35, 35/21, 56/30, 56/43. Lihatlah ZULLAH. Pada ayat25/455 dinyatakan planet yang melindungi diperganda samadengan maksud 13/3 bahwa bumi diperganda denganbeberapa planet, dan ayat 77/30 menyatakan planet yangmelindungi itu memiliki tiga cincin nyatalah planet itu Saturnussendiri. Jamaknya ialah ZHILAAL 13/15, 16/81 yaitu planet –planet yang melakukan transit melenggang ke selatan dank eutara sebuah topan di zaman Nuah untuk menimbulkanpergantian musim, lihatlah BISAATHA, AAM dan FIJJAAJAA.Sementara itu di akhirat nanti planet-planet yangmelakukan transit itu akan ada juga seperti dinyatakan pada36/56, 776/14 dan 77/41.ZHULAL : Yang diperiringkan 2/210, 31/32, 9/16, sementara ZHALLAberarti beriringan 15/14, 16/58, 20/97, 26/4, 26/71, 30/51,43/17, 56/65, dan ZHALALA berarti beriringan 2/57, 7/160,42/33.ZHALIIL : Yang melindungi 4/57, 77/31 sebagai adjective dari “zhillu-zhilaal”.‘IJLU : Anak sapi 11/69, 20/88, 51/26, tetapi kita artikan dengan Ijilsaja pada ayat 2/51,2/54,2/92,4/15,7/148, 7/152 karena padaayat-ayat suci ini tidak kita dapati ketegasan apakah Ijil ituanak sapi atau ketegasan terutama jika dilihat pada ayat 2/93dimana dikatakan Ijil dimasukkan kedalam hati Bani Israil, dantidak dikatakan bahwa mereka menyembah anak sapi.Kita merasa Ijil ini sehubungan dengan AJALU berartiketergesaan 21/37; ‘AJALA berarti berbegas 7/150, 19/84,20/84, 20/114, 75/16; AAJILAH berarti yang cepat 17/18,75/20, 76/27; ‘AJJALA berarti menggegaskan 10/11, 17/18,18/58, 38/16, 48/20; dan sehubungan dengan istilah‘AJUULAA berarti bersikap terburu-buru pada 17/11.‘AADA : Mengulangi atau berulang kembali 5/95, 7/29, 8/19, 8/38,23/107, 36/39, ‘AADUM berarti “orang-orang yangmengulangi” 2/173, 6/145, 16/115, 23/7, 23/113, 26/166,
  • 34. 3470/31. Tetapi istilah ‘AA-IDUUN berarti “orang-orang yanghidup kembali” diakhirat, 44/15.Dalam pada itu istilah ‘AADA ‘An berarti “kembalipada” 4/154, 7/88, ; istilah ‘AADALI berarti “membiasakan”6/28, 24/17, 58/3, 58/8.‘AADIYAAT : Yang datang berulang 100/1 yaitu rombongan comet yangsering kelihatan di angkasa. Comet dinamakan SHUURdalam Al-Quran tetapi sifatnya disebut dengan ‘AADIYAATsehubungan dengan ‘AADA. Comet adalah wujud besar disemesta raya, bukan dalam tatasurya kita, dan tampaknya dibumi tidak dapat diramalkan 7/187 jo.27/87.‘ARSY : Semesta raya 7/54, 9/129, 10/3 dll. Yaitu semua bendaangkasa, tersusun rapi sebagai susunan yang diciptakanAllah. Hal ini sehubungan dengan itulah ‘ARASYA berartimembangun pada ayat 7/137, 16/68.Namun ‘ARSY yang tersebut pada 12/100, 27/23.27/38, 27/42, dan jamaknya ‘URUUSY tercantum pada 2/259,18/42, 22/45 adalah BANGUNAN yang disusun manusia.Maka ARSY yang diciptakan Allah tak mungkin dengan“bangunan” kecuali SEMESTA karena semuannya terdiri daribintang-bintang, comet-comet, planet-planet dan bumi.‘ASHFU : Pucuk, putik atau bentul biji yang bertumbuh 55/12, 105/5.Maka setiap biji tetumbuhan memiliki belahan jantan betinadan satu bentul yang bertumbuh karenannya bukanlahtetumbuhan kawin antara yang satu dengan yang lainnya,tetapi setiap bijinya telah memiliki jantan dan betina untukbertumbuhan. Perkawinan yang dilakukan orang bukanlahperkawinan tetapi usaha penyuburan.Maka RIIHUM ‘AASHIP yang tercantum pada 10/22,14/18, dan 21/18 adalah ‘angin putting beliung” atau tornadoatau typhoon yang berpusat atau berpucuk putaran sangatmembahayakan.Seterusnya istilah ‘AASHIFAATU ‘ ASHFAA padaayat 77/2 adalah comet-comet yang berpusat pada pusatnyayaitu comet itu sendiri sebagai pusat ikutan diikuti oleh ekor
  • 35. 35panjang yang terdiri dari tatasurya-tatasurya yang telahdibentur dan diseretnya atau yang padanya telah berilakukematian total, lihat SAA’AH.‘ALAMAAT : KOMPAS, 16/16 sehubungan dengan ‘ALIMA berartimengetahui, maka “alamat” dapat diartikan dengan “yangmemberitahukan”. Kompas selalu menunjukkan kearah kutubmagnet bumi di selatan dan di utara pada tempat-tempatyang selalu berubah, sejauh maksimal 10 derajat dari kutubputaran bumi pada bulan Juli dan Desember dan tepat dikutub putaran bumi yang melakukan pergantian musim dalamorbitnya. Maka NAJMU yang tercantum pada 16/16 adalahsurya sendiri.‘AALAMIIN : Seluruh manusia, karena pada umumnya yang berakhirandengan YAA NUUN atau WAA NUUN adalah yang berjiwa.Jadi bukanlah istilah itu berarti seluruh benda atau seluruhalam dimana termasuk batu dan tetumbuhan. Istilah‘AALAMIIN tercantum ada banyak ayat diantarannya 21/107,29/6, 29/6, 29/28, 44/32, 45/6 dll. Semuannya menunjukkanmakhluk berakal, sehubungan dengan istilah ‘ALIMA berarti“mengetahui” 30/59, 41/3, dll.; dengan ‘ILMU pada 20/114,27/66 dll.; dengan ‘ALLAMA berarti “mengajarkan” pada2/102, 55/4, dll.; dengan ‘AALIM berarti “yang berilmu” pada21/51, 29/43 dll.; dengan ‘ULAMMA-U pada 26/197, 35/28,dan sehubungan dengan ‘ALIIM berarti “yang mengetahui”pada ayat 40/2, 57/3, 58/7 dll.GADAN : Besok hari, 12/12, 18/23, sehubungan dengan GADAANberarti “keluar pagi” 3/121, 68/22; dengan GADAAH berarti“pagi hari” 6/52, 18/28; dan sehubungan dengan GUDUWWUberarti “waktu pagi” pada 7/205, 13/15, 24/36,34/12, dan40/46.Namun istilah GADAN pada ayat 31/34, 54/26 dan59/18 berarti BESOK DI AKHIRAT tentang mana setiap orangharus mawas diri, bersedia-sedia mempersiapkan diri.GARRA : Memperdaya 3/24, 3/185, 35/5, 40/4, dll., maka GURUURberarti “hal yang memperdaya” tetapi kita artikan
  • 36. 36FATAMORGANA yang memang sifatnya memperdayakan,3/185, 4/120, 6/112, 7/22, 17/64, 31/3, 33/12, 35/5, 35/40,57/14, 57/20, dan 67/20.GURUFU : Tempat tinggi, 29/58, 39/20, jamaknya GURFAAT pada34/37, yaitu surga-surga yang tempatnya di planet-planetyang berada terpisah tinggi dari surya. Sementara itu istilahGURFAH berarti “pengangkatan” tercantum pada ayat 2/249,25/75.GAARIMIIN : Orang-orang yang mendapat kecelakaan 9/60, sehubungandengan GARAAMAA berarti “yang mencelakakan” pada ayat25/65; dengan MAGRAMU berarti “kecelakaan” pada ayat9/98, 52/40, 68/46; dan sehubungan dengan MUGRAMUUNberarti “yang dicelakakan” pada ayat 56/66.Jadi GAARIMIIN bukanlah berarti “orang-orangberhutang” karena orang-orang berhutang termasuk yangditurunkan Allah. Istilah itu sehubungan dengan GASY-SYAAberarti “manutupi” 8/11, 53/54; GASYIYA berarti “menutupi”3/154, 13/3, 53/16 dll.; dan sehubungan denganGISYAAWAH juga GAWAASY berarti “penutup” pada ayat2/7, 7/41, dan 45/2.Sebagai contoh ialah topan besar di zaman Nuah dibumi, 53/54, dan di Muntaha, 53/16 yang berlaku sekaligus.‘AAM : Tahun Musim, 2/259, 9/28, 9/37, 9/126, 12/49 ”sanah” dalamAl-Quran.Dalam Islam tidak dipakai tahun pergantian musimkarena hal itu mungkin menyesatkan orang dalam ibadah danilmu eksakta, tercantum pada ayat 9/36 dan 9/37. Hal inidisebabkan tahun musim itu akan semakin pendek dansemakin pendek dan akhirnya habis waktu mana tidakberlaku lagi pergantian musim. Dalam science hal ini telahdibuktikan oleh para sarjana bahwa manusia itu senantiasaberkurang, sebanding dengan berkurangnya inklinasi orbitbumi 9,75’ derajat setiap abad, dan kejadian menunjukkanbahwa kalender Julius Caesar diperpendek oleh Paus
  • 37. 37Georgerius pada tahun 1582 dengan menjadikan tanggal 4Oktober berupa tanggal 15 Oktober.Ayat 29/14 menyatakan umur Nabi nuah ada 1000tahun Qamariah (Lunar Year) dikuangi 50 tahun musim.Mungkin waktu itu satu tahun musim terdiri 1000 hari atau500 hari tentang mana para sarjana harus memperhitungkan,karena yang jelas ialah bahwa waktu itu tahun musim sangatpanjang, jauh lebih banyak harinya daripada keadaannya kini.‘AMIIQ : Tempat jauh, 22/27, maka ayat suci itu menyatakan bahwamanusia akan berdatangan ke Mekkah untuk ibadah Hajjiberlelaki (tidak boleh perempuan saja) dan dengan berbagaikendaraan yang menghubungkan dari SETIAP PELOSOKYANG JAUH.Dalam hal ini lihatlah RIJAALAN dan FIJJAAJAA.Juga sehubungan dengan AGSYAA berarti ‘menutup” padaayat 7/54, 10/27, dan 36/9.GAMAAN : Bencana 2/57, 2/2010, 7/160, 25/25, juga GAMMU denganarti sama pada ayat 3/153, 3/154, 20/40, 21/88, 22/22, makaistilah GUMMAH berarti “sumber bencana” pada ayat 10/71.GAIB : Gaib juga diartikan karena tiada istilah lain yang cocok untukmaknanya. Ada dua macam yang dikatakan dengan gaibyaitu wujud. Allah dan Ruh; juga keadaan, seperti yangberlaku di zaman purkala, di akhirat nanti, atau yang kejadiandi planet yang mengitari bintang lain. Gaib tercantum pada5/109, 5/116, 9/78, dan 34/48.Gaib ialah gaib dan tidaklah tepat jika yang diartikandengan “tak kelihatan” karena banyak wujud yang tidakkelihatan tetapi bukanlah dia gaib. Namun istilah GAYAABAHberarti “kegelapan” pada ayat 12/10.FITNAH : Kesusahan 6/23, 21/35, 29/10, 51/14, 64/15 dll. Yaitukesusahan yang berupa ujian dan perkosaan; jika dikatakanfitnah lebih sangat dari pada peperangan maka maksudnyaialah bahwa penjajahan lebih jahat dari pada perang. Kalauperang mungkin membunuh ribuan orang tetapi penjajahanadalah perkosaan atas semua orang yang dijajah.
  • 38. 38Yang sehubungan dengan istilah itu ialah FATANAberarti “menyusahkan” pada 29/2, 51/13 dll.; FUTUUNAAberarti “dengan kesusahan” pada 20/40; FATINIIN berarti“yang menyusahkan” pada 37/162.FIJJAAJAA : ZIGZAG 21/312, 71/20, yaitu garis orbit planet terdorong keselatan dan ke utara sewaktu mengitari surya, dimulaisemenjak adanya topan di zaman Nuah. Hal ini sejalandengan maksud 16/48 yang menyatakan gerak planet-planetyang melenggang dari selatan dan utara.Gerak zigzag demikian menimbulkan pergantianmusim yang semakin pendek waktunya dari abad keabadsejalan dengan lenggang pendulum yang semakin pendek.Lihat ‘AAM dan SUBULU.FIJJAAJAA sehubungan dengan istilah FAJJU yangberarti “pelosok’ atau tempat-tempat terpencil, tercantumpada ayat 22/27.FIRAASYAA : Dengan tetumbuhan 2/22 sehubungan dengan FARAASYberarti “benda-benda bertumbuh” 101/4; dengan istilahFARSYU jamaknya FURUSY berarti “pertanian” pada ayat6/142, 55/54, 56/34; juga sehubungan dengan FARASYAberarti MENUMBUHKAN pada ayat 51/48.Dengan demikian nyatalah bumi dan planet-planetsaja yang memiliki tetumbuhan / pertanian, tiada di bulan-bulan dan di bintang-bintang. Bumi sama dengan planet, danplanet sama dengan bumi, 62/12.FITHRAH : Susunan, 30/30, sehubungan dengan FATHARA berarti”menyusun” 6/79, 11/51, 17/51, 20/72, 21/56,30/30, 36/22,43/27; dengan FATHIR berarti “penyusun”6/14, 12/101,14/10,35/1, 39/46, 42/11, dan dengan FUTHUUR berarti “ yangdiseret” 67/3.Juga sehubungan dengan MINFATHIRU berarti“yang terseret” 19/90, 42/5; dan dengan INFATHARA berarti“terseret” pada ayat 82/1.
  • 39. 39FAALIQU : Penggerak 6/95, 6/96, sehubungan dengan FALAQU berartiGERAK atau GERAKAN 113/1; dan INFALAQA berarti“bergerak” pada ayat 26/63.FALAKU : Angkasa 21/33, 36/40 sehubungan dengan FULKU berarti“benda terapung” baik di angkasa ataupun di lautan 36/41,40/80, 43/12 dan lain-lain.FAWQA : Di atas (atau Above) 6/65, 14/26, 23/17 dll. Maka istilahFAWAAQ berarti “bagian atas” 38/15. Bagian atas disinitentunya dipandang dari titik pusat rotasi atau orbit.QATALA : Membunuh 2/251, 3/169, 4/74 dll. Sehubungan dengan istilahQATLU berarti “pembunuhan” 2/178, 3/181, 3/15, 4/155, 5/30,dan 17/31.Tetapi QATALA pada ayat 2/54, 2/61, 2/87, 2/1, 2/85,3/21, 3/154,3/158,3/183,3/144,3/156,4/49,4/66,4/91,4/89,dan5/70 berarti MEMERANGI. Maka istilah QATLU pada ayat2/191,2/17,33/16,berarti PERANG.Sebagai contoh sebagai berikut .: 2/191 danperangilah mereka dimana saja kamu jumpai mereka, danusirlah mereka dari mana mereka mengusir kamu, dan fitnahitu lebih sangat daripada perang.Dalam ayat suci ini teranglah orang islam diperintahmemerangi orang-orang yang menjajah dan mengusirmereka, tetapi tidak mungkin membunuh dan mengusirmereka.Ingatlah bahwa Nabi atau para Nabi tidak pernah adayang dibunuh musuhnya atau dibunuh orang – orang kafirsesuai dengan maksud ayat 3/139, 40/51, 58/21, tetapimemang ada Nabi yang diperangi musuhnya. Ingatlah jugabahwa ketentuan Allah dalam Al-Quran tidak pernahbertentangan baik antara sesama ayat suci maupun dengankejadian yang berlaku.QADARA : Menentukan 534, 6/91, 13/26 dll. Maka QADDRA berarti“memberikan ketentuan” 25/2, 34/11, 36/39 dll, dan QADARUberarti “ketentuan” 15/21, 43/11, 54/49, 77/22 dll. QADRUberarti “hal tertentu” 6/91, 22/74, 65,397/1, MIQDAAR berarti
  • 40. 40“ketentuan” 13/8, 32/5, 70/4; MAQDUUR berarti “yang telahditentukan” 6/96, 25/2, 36/38, 76/16.QAADIR : yang menentukan 6/37, 10/24, 17/99, dll, bersamaan denganarti QADIIR yang termuat pada ayat 4/133, 5/120, 29/20, dll.Karenannya istilah QUDUUR berarti RODA yang ditentukanpanjang jari-jarinya termuat pada ayat 34/13.Dengan demikian teranglah bahwa pertama rodadibikin orang ialah di zaman Nabi Sulaeman, yaitu yangselama ini masih diselidiki pembikinan pertamanya.Ingatlah istilah QADIIR bukanlah berarti BEKUASAkarena untuk pengertian ini, Al-Quran memakai istilahQAHHAAR tercantum pada ayat 13/16; dan istilah QAAHIRberarti “yang menguasai” 6/18; dan QAHARA berarti“menguasai” pada ayat 93/9.QARAAR : Perwujudan 14/26, 14/29, 23/13, 23/50, 27/61, 38/60, 40/39,40/64, 77/21, sehubungan dengan AQARRA (NUQIRRU)yang berarti “mewujudkan” pada ayat 22/5. Karenanyanyatalah Maryam dan Isa Almasih dipindahkan dari bumi keplanet lain yang mempunyai perwujudan sebagaimana Adamdan isterinya dipindahkan dari Muntaha ke bumi ini lihat 3/59dan 23/50. Maka bukanlah Isa dan Maryam kembali kepadaAllah yang gaib, tetapi bersamaan juga dengan kepergianNabi Ibrahim antar planet sebagai tercantum pada 6/75jo.21/69, 37/99.Lihatlah MUSTAQARQIRTHAAS : Kertas 6/7, 6/91. Pada kedua ayat suci ini ternyata kertasdisebut dan memang sudah ada sewaktu Al-Quranditurunkan kepada Nabi Muhammad, terbukti dengan catatansejarah bahwa nabi pernah menyuruh pada sahabatnyaberkirim surat kepada raja negeri lain yang waktu masihbelum menganut islam. Juga terbukti adanya kertas yangsudah dijadikan buku sebagaimana tercantum dalam TheBible bahwa Nabi Isa pernah membacakan buku diatasmimbar bagi pendengar-pendengarnya, begitu pula Paulus
  • 41. 41dinyatakan sering berkirim surat kepada orang-orang yangdikenalnya di zaman sebelum kelahiran Muhammad.Dalam catatan sejarah dapat diketahui bahwa kertaspertama kali telah dibikin orang cina pada abad pertamatahun Masehi (solar year). Dan sejarah juga mencatat bahwaMakkah menjadi pusat perdagangan antara Timur dan Baratsemenjak abad sebelum kelahiran Muhammad, karenanyakertas sudah dituliskan diatas kulit-kulit kayu atau pada kayuatau batu ataaupun pada kulit binatang, tetapi langsungdituliskan para sahabatnya diatas kertas yang memang sudahada di Makkah waktu itu. Dengan begitu semakin teranglahbahwa Al-Quran yang ada kini tidak pernah disalah tuliskanatau dituliskan berdasarkan hafalan para sahabat Nabisebagaimana penah dituduhkan oleh fihak anti Islam.Itulah QALAM atau pena yang tercantum pada 68/1 dan 96/4yang sudah dituliskan orang pada waktu Firman Allahditurunkan.QARNU : Generasi manusia 6/6, 18/, 18/94, 19/74, 19/98, 23/31, 38/3,50/36, jamaknya QURUUN tercantum pada ayat 10/13,11/116, 17/17, 20/51, 20/128, 23/42, 25/38, 28/43, 28/45,28/78, 32/26, 36/61, 46/17. Karenannya istilah ZULQARNAINberarti Manusia yang dua golongan atau dua generasi, salingbertentangan sebagai dua tanduk yang berasal dari satu diri.Lihatlah istilah MUQARRANIIN.QISTHU : Effektifitas 3/18, 4/127, 4/127, 4/135, 5/8, 5/42,6/142,6/152,7/29, 10/4, 11/85, 21/47, 55/9, 57/25, maka istilah AQSATHUberarti lebih effektif (lebih menghasilkan atau lebih berguna)tercantum pada 2/282, 33/5, dan AQSTHA berarti “berbuateffektif” pada 4/3, 49/9, 60/8. Jadi bukanlah istilah itu berarti“adil” karena untuk “adil” ini Al-Quran memakai istilah “ADLUatau ADALA yang juga tercantum pada ayat 4/3 dan 49/9.Maka istilah MUSQSITHIIN berarti “yang berbuat effektif”tercantum pada 5/42, 49/9, 60/8, tetapi istilah QAASITHUUNpada 72/14 dan 72/15 berarti “yang mengada-ada” untukkeuntungan sendiri.
  • 42. 42QAHAA : Laksanakan 2/200, 19/35, 40/20 dll, dan istilah QAAD pada20/72, 69/27 berarti “pelaksana” atau yang melaksanakan.Sementara itu MAQDHIYYU berarti “yang dilaksanakan19/21, 19/71, QADHAA BAINA berarti “menyelesaikanantara” tercantum pada 6/58, 10/19, 10/47, 10/54, 10/93,11/110, 27/78, 39/69, 39/75, 42/14, dan istilahQADHAA’ALAA, sebagai tercantum pada 28/15, dan 35/36.QALAA-IDU : Lingkungan Ka’bah 5/2, 5/97, sehubungan denganMAQAALIIDU yang berarti “daerah orbit” pada ayat 39/633,42/12. Karenannya bukanlah yang satu berarti “kalung” danbukanlah pula yang lainnya berarti “kunci”.QAMAR : Bulan 10/5, 36/39, 36/40, 84/18, 91/2, jamaknya juga QAMARtercantum pada ayat 7/54, 27/61, 31/29, 35/13, 39/5, 54/1,74/32, bukanlah lebih jelas jamaknya pada ayat 12/4, 21/3,26/61. Pada ayat suci terakhir ini QAMAR berartiBULAN_BULAN ditandai dengan pronouns HIINNA yangberarti “mereka”.Kini sudah diketahui orang ada 34 bulan dalamdaerah tatasurya kita, belum termasuk yang mengitari planetMuntaha.QAHHAAR : Yang kuasa 13/16, 14/48, 12/39, 38/85, 39/4, 40/16, QAAHIRberarti “yang menguasai” pada 6/18, 6/61, 7/127, danQAHARA berarti “menguasai” pada ayat 93/9, Lihatpenjelasan isitilah QADIIR.QIYAAMAH : Kiamat yaitu hari berbangkit di akhirat, 2/174, 3/55, 16/25, dll,dan QAYYUUM berarti”Pembangun” tercantum pada ayat2/255, 3/2, 20/111.Jadi hari kiamat bukanlah hari kehancuran sebagai yangbiasanya menjadi istilah umum, padahal untuk kehancuranini, Al-Quran memakai istilah SAA’AH, lihatlah penjelasannya.KATABA : Menuliskan atau Menentukan. KATABA yang berarti“menuliskan” ialah pada 2/79, 2/282, 3/181, 4/71, 7/145 dll.Sedangkan KATABA yang berarti “menentukan” tercantumpada /53, 4/66, 5/21, 5/32 dll. Sementara itu istilah KUTIBA
  • 43. 43berarti “ditentukan” atau “diwajibkan” tercantum pada 2/178,2/180, 2/216, 2/246, 3/154,. 4/77, 4/127, 9/120, 22/4.Maka istilah KAATIBA berarti “mengadakanketentuan pada ayat 24/33, dan KAATIBU berarti “pencatat”atau “mulia” tercantum pada 2/282, 21/94, 82/11.KITAAB : kitab atau ketentuan, lihat istilah KATABA diartikan KITAAByang berarti “kitab” tercantum pada ayat 2/2, 2/79, 7/52,7/169, 35/32, 41/2, 42/14, 46/30 dll. Jamaknya ialah KUTUBUpada ayat 34/44.KITAAB yang berarti “ketentuan” termuat pada ayat17/14, 19/12, 19/16, 19/51, 22/70, 23/62, 30/56, 34/3, 35/11,39/23, 57/22 dll. Jamaknya ialah KUTUBU tercantum padaayat 2/285, 21/104, 66/12 dan 98/3.Sementara itu KITAAB pada ayat 27/28 berarti “suratketetapan”, dan KITAABUN HAFIIZH pada ayat 50/4 berarti“ketentuan yang menjaga” . dan istilah MAKTUUBAN padaayat 7/157 berarti “yang tercantum” atau “yang tertulis”.KA’BAH : Ka’bah 5/95, 5/97. Ditempat itulah rumah pertama yangdidirikan untuk manusia Bumi, 3/96. Ka’bah juga dinamakanRUMAH TERTUA 22/29, 22/32. Didirikan oleh Ibrahimbersama anaknya Ismail 22/26. Menjadi Sumber Ilmu tentangHistory, Geology, dan sebagainya 2/125. Rumah Mulia dansiapa yang memasuki daerahnya jadi aman 3/97, 5/97, dan14/37. Rumah yang diberkahi atau yang dijagakeselamatannya oleh Allah 3/97. Dikatakan juga sebagaiRumah Allah dengan kiasan kemuliannya 2/125. Tempatkebesarannya Nabi Ibrahim 3/97. Supaya manusiamenziarahinya atau menunaikan Haji kepadanya bagi yangsanggup 3/97. Itulah satu-satunya Rumah yang selaludiramaikan di sepanjang zaman secara aman 3/97 dan 53/4.Dijadikan pertunjuk bagi seluruh manusia 3/96.Supaya orang melakukan tawaf keliling Ka’bah itu2/125, 22/26, 22/29 menempatkan Rumah itu di sebelah kirimelambangkan putaran Bumi dari barat ke Timur sembarimengorbit keliling surya.
  • 44. 44Ka’bah itu dulunya yang jadi kutub utara bumisebelum topan di zaman Nuah 3/96, 18/86 jo.71/14 berlaku71/14 dan berpindah pada tempatnya kini disebutkan padaayat 11/41 hingga kutub utara kini ialah di Arktik.Ke arah Ka’bah itulah setiap orang harus menunjukanKitbalt Shalat 2/149 dan 2/150. Dan menghadap ke Ka’bahbukanlah menyembah Rumah itu tetapi meyembah Tuhanyang memilikinya 106/33. Allah selalu dalam goib makamenyembah-NYA haruslah ditunjukan kepada suatu tempatdan tempat itu diciptakan Allah, yaitu kekuatan terbesar dibumi ini hingga memutar planet yang beratnya diperkirakan200 trillion ton berputar sekira 1.665 km. perjam .Jamak dari Ka’bah ialah KAWAA’IB tercantum padaayat 78/33 yaitu Ka’bah di panet-planet lain sebagai realisasidari ayat 2/148, 42/29 dan 65/12. Demikianlah para Muttaqiendi Akhirat nanti di kutub-kutub uatara planet sebagaidinyatakan pada 71/14, 3/96, jo.29/20, 21/104 dan 78/3.Sejalan dengan itu istilah KA’BAINI pada ayat 5/6 berarti “duamata kaki” yaitu tempat kaki berputar untuk sempatmelangkah. Demikian pula istilah Ka’bah berarti “tempat bumiberputar” dulunya.KALAALAH : Yang tidak lagi beribu-bapak 4/12, 4/177, bukanlah berarti“yang tidak beranak dan tidak beribu-bapak lagi”, karena padaayat 4/177 dinyatakan : “…..jika tidak ada baginya anak”. Inimembuktikan bahwa diantara kalaalah itu ada yang beranak.KUN FA YAKUUN : “Adalah” maka adalah dia. Kalimat ini tercantum pada 2/117,33/47, 3/59, 6/73, 16/40, 19/35, 6/82, dan 40/68. Walaupundikatakan hukum Allah demikian berlaku untuk tiapsesuatunya, tetapi pada ayat-ayat suci tersebut lebih menitikberatkan pada penciptaan planet-planet dan kehidupan yangberlaku padanya.KAWKABU : planet 6/76, 12/4, 24/35, begitupun KAWAAKIB berarti“planet-planet” pada ayat 37/6, dan 82/2. Bukanlah istilah ituberarti ‘ bintang’ atau “bintang-bintang”.
  • 45. 45Pada ayat 12/4 secara jelas dinyatakan adanya bumidan surya, maka KAWKABU yang 12 itu bukanlah bintangkarena surya juga termasuk golongan bintang-bintang diangkasa. Dari itulah istilah berarti PLANET.Pada ayat 24/35 secara jelas dinyatakan adanyaKA’BAAH dalam lingkungan ZULAAJAH yang seumpamaKAWKABU maka MISBAAH dalam ayat suci ini ialah bintang,sedangkan KAWKABU adalah planet yang mengitari bintangsembari mengkilap memantulkan sinar dari bintang itu.Yang dilihat Ibrahim pada ayat 6/76 ialah planetbesar, mungkin Jupiter, dan pada ayat 6/76 dinyatakan diamelihat surya, maka nyatalah KAWKABU pada ayat 6/76bukanlah bintang tetapi planet. Demikianlah KAWAAKIB padaayat 37/6 dan 82/2 adalah jamak dari KAWKABU.ILTAFIT : Tertinggal 11/81 dan 15/65. Bukanlah istilah itu berarti“menelah ke belakang” yang sebenarnya dipakai orang dalamThe Bible atau dalam Alkitab.Jika diperhatikan ayat 11/81 akan jelas dapat dipamibahwa : “………………… dan janganlah tertinggal dari kamuseorang juga kecuali istrimu”. Maka dalam susunan kalimat initak mungkin difahami: “………..dan janganlah menolehkebelakang dari kamu kecuali isterimu”.LAQWU : Obrolan 2/225, 5/89, 19/62, 2/3, 25/72, 28/55, 52/23, 56/25,78/35, sehubungan dengan LAGAA berarti “mengobrol” padaayat 41/26, dan LAAGIYUH berarti “yang berupa dongeng”pada ayat 88/11.LAAMASSA : Setubuhi 4/43 5/6 bukan hanya sekedar menyentuh karenauntuk “menyentuh” Al-Quran memakai istilah MASASAtercantum pada 3/74, 3/140, 6/17, 19/20, 24/35, atau MASSApada 2/80, 2/214, 6/7, dll. Dan MASSU berarti “Sintuhan”pada ayat 2/275, 54/48.Maka istilah LAAMISAAS pada ayat 20/97 berartiHAL HAL PORNO atau yang berhubungan denganpersetubuhan.
  • 46. 46MAA-U : Air 13/4, 15/22, 23/18, 25/48, 50/9, 43/11 dll. Namun istilahMAA-U yang bercantum pada ayat 11/7, 14/16 21/30, 24/45,25/54, dan 56/31 berarti HYDROGEN yaitu atom asalberisikan Rawasia yang berputar di sumbunya dilingkup olehMar’a.Dalam hal ini juga penulis bible salah jiplak untukGenesis dimana dinyatakan Tuhan lebih dahulu menciptakanair sebelum sinar, lihat Genesis I:2, dan I:3. Padahal Al-Quranayat 11/7 menyatakan semesta ini adalah diatas Hydrogen,karena yang ada ini semuanya adalah benda-benda yangberasal dari Hydrogen.Di atas hydrogen juga berarti bahwa ciptaan pertamaialah Rawasia (batang magnet) yang berputar, dari padanyatimbul Mar’a yang melingkupi. Rawasia disebut orang denganProton yang tak kelihatan, begitupun Mar’a dengan namaElectron dan Positron. Diatas hydrogen yang terdiri dariproton dan Electron itulah adanya semesta raya denganistilah ARSY pada 11/7.Ayat 14/16 menyatakan penduduk neraka diberiminum dengan Hydrogen yang memperdayakan, bukan airkarena di dalam neraka tidak ada air.Ayat 21/30 menyatakan bahwa Allah menjadikansemua yang hidup dari hydrogen , bukan dari air, karena airdalam tubuh manusia hanyalah 60 persen saja. Begitu jugapada ayat 24/45, dan 25/54.MAA-UN MASKUUB pada 56/31 berarti hydrogenpermanent yaitu yang berlaku di akhirat dalam sorga,berbeda dengan hydrogen di dunia kini dimana Neutrine atauMar’a banyak mengapung ke angkasa dimana benda yangditinggalkannya berubah bersifat fana.MU’TAFIKAH : kaum Pemalsu 9/70, 53/53, 69/9, sehubungan dengan IFKUberarti “Kepalsuan” pada 24/11, 25/4, 29/17, 34/43, 37/86,37/151, 46/11, dan AFAKA berarti “memalsu” pada 5/75,6/95, 7/117 dll. Juga sehubungan dengan AAFFAAK berartiyang memalsu” pada ayat 26/…dan 45/7.
  • 47. 47Pada ayat 53/53 disebutkan “kaum pemalsu yangdijatuhkan”, sedangkan pada ayat 69/9 dinyatakan “kaumpemalsu dengan kesalahan”.MUALLIFAH : Yang dibangun 9/60 yaitu orang-orang yang dibangun hatinyauntuk hukum Islam. Dalam hal ini termasuk anak-anaksekolah melalui pengurus atau gurunya, begitupun usaha-usaha dakwah Islamiah, tercantum yang ditujukkan kepadaorang-orang yang baru pindah agama memasuki Islam kalauorang-orang ini miskin tercantum pada ayat 9/60.Istilah ini sehubungan dengan ALLAFA berarti“menyatukan” pada ayat 3/103, 8/63, 24/43 dan IILAAFberarti “persatuan” pada 106/1 dan 106/2.MATAA’U : Kelengkapan 2/240, 12/65, 28/60 dll. Bukan berarti nafkah,barang-barang atau kenikmatan dsb. Untuk itu perhatikanlahjuga ayat 2/36, 2/241, 3/14, 3/185, 3/197, 4/77, 5/96, 7/24,9/38, 10/23, 10/70, 11/3, 12/17, 12/79, 13/17, 13/26, 16/80,16/117, 21/111, 24/29, 28/61, dsb. Jamaknya ialah AMTI’AHpada 4/102.Maka istilah MATTA’A berarti “beri kelengkapan” pada 2/126,2/236, 10/98, 11/48, 15/88, 20/131, 21/44, pada 11/65, 15/3,16/55, 29/66, 30/34, 39/8, 47/12, 51/43, 77/46, juga istilahISTAMTA’A berarti “minta kelengkapan” atau mencarinya,tercantum pada ayat 4/…. 6/128, 9/69, dan 46/20.MUTTAQUUN : Orang-orang yang insyaf 2/177, 39/33, 77/40 dll. Berasal dariITTAQA berarti “menginsyahi” 2/183, 24/52, 73/17 dll. ATQAAberarti “lebih insyaf” 49/13, 92/17. Lihatlah TAQWAA.MATIIN : Yang Memutar 7/183, 51/58, 68/45, maka ZUL QUWATULMATIIN berarti “yang memiliki kekuatan memutar” yaitukekuatan Allah yang memutar benda-benda angkasa.Lihatlah TIIN dan WATIIN.MATSAABAH : Sumber Ilmu 2/125 sehubungan dengan sitilah ATSAABAberarti “membalasi” 3/153, 5/85, 48/18, dan ATSABATAberarti “menetapkan”11/120, 25/32, 3/147, 8/11, 14/27, 17/74;TSAABIT berarti “yang menguatkan” 14/24, TSABUTA berarti“dengan kekuatan” 4/71, TSUBBUT berarti “kuatnya” 16/94.
  • 48. 48Maka MATSAABAH adalah sumber yangmenetapkan yang menguatkan hidup manusia di bumi inikarenanya diartikan dengan “sumber ilmu” , dengan begituistilah MATSUUBAH berart “pembalasan” 2/103 sehubungandengan ATSAABA.MATSALU : Contoh atau perumpamaan 2/17, 3/59, 3/117, dll. SelakuNoun yang pluralnya ialah AMTSAAL pada 6/38, 6/160, 13/17dll, maka MUTSLAA berarti “contoh utama” 20/63, danMATSULAAT berarti “ yang mengandung contoh” pada ayat1/6.MITSLU : Persamaan atau yang bersamaan dengan, tercantum padaayat 2/106, 2/275, 3/13, 4/140, 4/177, 5/31, 5/36, 6/124,6/160, 10/38, 10/102, 13/17, 17/88, 17/99, 20/58, 21/3, 40/40,42/11, 39/47, 60/11, dan 65/12. Jadi istilah MITSLU danMATSALU bukanlah serupa artinya.MATSAANIY : Yang berulang-ulang 15/87, 9/23, ayat pertama dimaksudkanbagi 7 planet yang berulang-ulang melakukan transit diatasorbit bumi. Ke planet-planet itulah dulunya pernah tinggajdalam Mi’rajnya. Ayat kedua dimaksudkan bagi ketetapanAllah yang dalam Al-Qur’an, terutama yang sifatnyamutasyabihaat, masing-masingnya saling menambahmencukupkan selaku bahan keterangan bagi manusia.MAJRI : Tempat berangkat 11/14 sehubungan dengan JAARIYAHberarti “yang bergerak” atau yang berjalan, pada ayat 69/11,88/12 dan JARAA berarti “bergerak” pada ayat 2/164, 6/6,7/43 dll.Yang dimaksud dengan MAJRI ialah tempatberangkatnya kutub magnet utara bumi sewaktu topan dizaman Nuah dari Makkah selaku kutub utara ke kutub utaradi Arktik 3/96, 18/86 bersamaan denagan berpindahnya kutubselatan magnet bumi dulunya di pulau Tuamoto.pasific keAntartik di selatan kini, lihatlah KA’BAH.Topan demikian berlaku di permukaan setiap….dalam tatasurya kita, kemudiannya berlakulah pergantianmusim, lihat juga ‘AAM dan MURSAA.
  • 49. 49MAHJUUR : Yang di tumpuk 25/22, 25/53 sehubungan dengan istilahHIJRU berarti “yang berbatu-batu 6/138, 15/80, 25/22, 25/53,89/5, dan HAJARU berarti “yang berupa batu” 2/60, 7/160,juga HIJAARAH berarti “batu” pada ayat 2/24, 2/74, 8/32,15/74, 17/50, 51/33, 66/6, dan 105/4.Maka ayat 25/53 mengandung istilah HIJRAANMAHJURAA berarti “batu-batu yang ditumpuk” selaku bukityang membatasi dua lautan, sedangkan istilah itu juga berartisama pada ayat 25/22, sebagai perkataan orang-orang kafirbahwa comet yang mereka lihat adalah batu-batu yangditumpuk atau mereka katakan comet itu terwujud daribatuan-batuan dan pasir. Ayat 25/22 ini berupa ejekanterhadap pendapat orang kafir tentang cosmology, atautentang wujud comet.MUHSHANAAT : Yang terjaga yaitu perempuan-perempuan yang terjaga atauterpingit dalam rumah tangga islam, 4/24, 4/25, 5/5, 24/4,24/23, sehubungan dengan MUHSHINIIN berarti “yangmenjaga” atau lelaki yang menjaga; dengan AHSH… berarti“menjaga” pada 4/25, 12/48, 21/80, 21/91, 66/…, dan denganHASHUNA berarti “terjaga” pada ayat 59/2.Jadi semua orang beriman boleh menikahiMUHSHAM kecuali yang bersuami sebagai dinyatakan padaILLAA MA MALAKAT AIMAANUKUM pada ayat 4/24.MIDAADAA : Berganda 18/109, sehubungan dengan MADDA berarti“pergandaan” 19/75, 19/79, MUDDAT berarti “dipergandakan”9/4, 84/3, dan dengan istilah MADADA berarti “perganda”pada ayat 2/15, 3/124, 7/202, 8/9, 13/3, 15/19, 15/88, 17/6,17/20, 20/131, 22/15, 23/55, 25/45, 26/132, 27/36, 31/27,50/7, 52/22, 104/9.Istilah itu sehubungan juga dengan MUMIDDU berarti‘yang memperganda” pada 8/9, MUMADDADAH berarti “yangberlapis-lapis” 104/9; dan dengan MAMDUUD berarti “yangdiperganda” pada ayat 56/30, 74/12.MIDRAARAA : yang beriringan 6/6, 11/52, 71/11, yaitu benda-bendaangkasa yang datangnya beriringan. Istilah itu sehubungan
  • 50. 50dengan DURRIYYU berarti “yang diperiringkan” 24/35, yaituplanet-planet yang mengorbit keliling surya.MARIIJ : Yang berhubungan 50/5, sehubungan dengan sitilah MAARIJberarti “yang menghubungkan” pada ayat 55/15; dan denganMARAJA berarti “menghubungkan” pada ayat 25/53, 55/19.Jadi menurut ayat 55/15, jin diciptakan Allah dari yangmenghubungkan adanya api. Hal ini menjadi tugas parailmuwan untuk menentukan apakah dari wujud yangsemacam gas atau sebagainnya.MARIID : Yang mengingini 4/117, 22/3, sehubungan dengan MAARIDberarti “yang berkeinginan” 37/7, dan sehubungan denganARAADA berarti “ingin” pada ayat 2/228, 3/145, 21/17 dll.MURSAA : Tempat dipusatkan 7/187, 11/41, 79/42, sehubungan denganARSA berarti “pusatkan” 79/32, bahwa Allah memusatkangunung-gunung pada tempat-tempat tertentu dengan puncak-puncak tinggi. Demikian pula comet dipusatkan dengankepalanya dan berekor panjang yang akan membenturtatasurya kita untuk memusnahkan kehidupan konkrit denganistilah SA’AH pada ayat 79/42, dan 7/187. Bagitu pula magnetbumi dipusatkan di Arktik dan di Antarktik sesudahberpindahnya dari Makkah dan tuamoto pada waktuberlakunya topan besar di zaman Nuah. Lihat jugaRAWAASIA dan MAJRII.MAR’A : Neutrino atau Elektron bebas 79/31, 87/4, sehubungandengan RAA’U berarti “yang memelihara” 23/8, 70/32; jugadengan RA’AA berarti “memelihara” pada ayat 20/54, 57/7.Electron dan Positron adalah wujud yang melingkupi proton(lihat MAA-U) karenanya dia dinamakan dengan MAR’A.ketika atom melakukan fissi dan atau fusi keluarlah sebagianelectron dan positron itu lalu bergabung menjadi NEUTRINOdengan sifat neutral. Maka yang keluar dari planet-planet ,MAR’A atau Neutrino itu membentuk lapisan Ionosfir yangsemakin tebal. Sedangkan yang keluar dari bintang-bintangmengapung ke angkasa bebas menjadi nebula dankemudianya bergabung jadi comet, lihat SHUUR.
  • 51. 51Pada ayat 21/32, ionosfir yang melingkupi bumi inidisebut dengan SAQFAN MAHFUUZHA atau lapisan terjaga,dan memanglah Mar’a yang mengapung dari permukaanbumi dikatakan pada ayat 79/31 bersifat menjaga dan terjaga.Diri dengan KITAABUN MARQUUM yaitu ketetapan yangdicatat pada ayat 83/9, 83/20 sebagai ketetapan yang nantiakan dihadapkan padanya di akhirat selaku persaksian.MARWAH : Marwah 2/158 bersamaan dengan SHAFA yaitu dua banyang berjarak sekira 400 meter, diantaranya orangmelakukan SYA’I dalam ibadah Haji. Hal ini melambangkanposisi kutub magnet bumi selalu berpindah tempat maksimal10 derajat dari kutub putaran bumi, berlaku pada bulan Junidan Desember, sedangkan pada bulan maret dan Septemberberada tepat di kutub puturan bumi. Kejadian tersebut berlakusesudah topan di zaman Nuah waktu mana kutub-kutub bumiberpindah tempat. Itulah sebabnya SYA’I harus dilakukansesudah ibadah Tawaf keliling Ka’bah. Lihatlah MASJIDULHARAM dan KA’BAH.MAS-UUL : Yang ditanyai atau yang dipertanggung-jawabkan 17/34,17/36, 33/15, 37/24, sehubungan dengan istilah SU-ILAberarti “ditanyai” atau dipertanggungjawabkan, 2/119, 2/134,16/56, 21/23, 28/78, 29/13, 34/25, 43/44, 55/39, 81/8 dan102/8.Sering penterjemah salah pasang pada ayat 28/78,dan 55/39. Mereka memahami bahwa jin dan orang-orangberdosa tidak ditanyai atau tidak dipertanggung jawabkantentang dosanya, padahal semuanya akan ditanyai.Kekeliruan terletak pada susunan istilah LAA TUS AL ‘ANZUNUUBIHIMUL MUJRIMUUN. Mereka menyangka Na-ibulFaa’il dalam ayat suci itu adalah MUHRIMUUN, pada halsebenarnya DIA yaitu Allah. Begitu pula pada ayat 55/39.Sedangkan ayat-ayat suci diatas tadi menyatakan semuaorang dipertanggung jawabkan tentang amal dan dosanya,dan lihatlah arti ayat 21/23. Tidaklah Dia (Allah) ditanyai
  • 52. 52tentang yang DIA perbuat, dan merekalah yang ditanyai(dipertanggung jawabkan).Sekiranya istilah-istilah dalam ayat 28/78 dirubah susunannyamenjadi LAA YUS-ALUL MUJRIMUUNA ‘AN ZUNUUBIHIMbarulah MUJRIMUUN itu berfungsi Na’Ibul Faa’il.MUSTAQUR : yang ditentukan 2/36, 6/67, 6/98, 7/24, 11/6, 25/76, 36/38,75/12, maka istilah MUSTAQIR berarti “yang menentukan”tercantum pada ayat 27/40, dan 54/3.Istilah ini sehubungan dengan QARAAR berarti“perwujudan” dapa 14/26, 14/29, 23/38, 75/12, maka istilahMUSTAQIR berarti “terwujud” atau berada pada tempatnya,tercantum pada ayat 7/143.Maka bukanlah MUSTAQAR berarti tempat tinggal,tempat istirahat atau kediaman, tetapi benarlah “yangditentukan” sebagai tercantum pada ayat 6/67 dan 36/38.MASJIDUL HARAM: Masjidul Haram yaitu daerah tertentu di Makkah, ditengahnya bediri Ka’bah, 2/144, 2/149, 2/150, 2/191, 2/217,5/2, 8/34, 9/19, 9/28, 17/1, 22/25, 48/25, 48/27.Ayat 2/144 menyatakan bahwa Kiblat shalat harus diarahkan kepada masjidul Haram. Sementara itu ayat 2/148menyatakan di setiap planet lain juga ada Kiblat shalat, makaayat 2/149 dan 2/150 menjelaskan bilamana orang berada dipermukaan planet lain hendaknya mengarahkan shalat kearah Masjidul Haram di planet itu sendiri, karenanya teranglahdi setiap planet ada Ka’bah disinyalir oleh ayat 2/148 – 150.Ayat 17/1 menyatakan bahwa Nabi Muhammad mi’rajke masjidul Aqasa, nyatalah dia berada di planet Muntahasebanding dengan Masjidul Haram di bumi. Memang di setiapplanet ada kehidupan, 42/29, dan di Muntaha ada kebuntempat tinggal, 53/15. Lihatlah WIJHAH.MASIIH : Almasih anak Maryam, 3/45, 4/157, 4/171, 5/72, 5/75, 5/17dan 9/30. Istilah itu berarti “yang berangkat” sehubungandengan SAAHA berarti “berangkat” tercantum pada ayat 9/2.Memang Isa anak Maryam itu telah berangkat ke planet lain
  • 53. 53sebagaimana Adam telah berangkat dari Muntaha 3/59jo.23/50.Adam telah beranak pinak di bumi ini 5/27 dan tidak kembalilagi ke Muntaha, demikian Isa Almasih telah berketurunan diplanet lain dan tidak kembali ke bumi ini, 13/37 jo.19/33.MASYAARIQ : timur-timur yaitu tempat-tempat terbit surya di berbagaiplanet, 7/137, 37/5, 70/40. Hal ini membuktikan bahwa 7samawaat diatas orbit bumi ialah mars, Jupiter, Saturnus,Uranus, neptunus, Pluto dan Muntaha. Semuannya berputardi sumbu masing-masing dengan mana terjadilah pergantiansiang dan malam, begitupun timur dan barat.Timur di Bumi ialah tempat terbit surya menurutpandangan setempat, 2/28, 2/115, 2/142, 2/177, 26/.., dan73/9, sementara itu pada ayat 43/38, 55/17, tercantum istilahMASYRIQAINI berarti “dua tempat terbit “ surya, atau duatimur. Hal ini sehubungan dengan inklinasi orbit bumi keluargaris ekliptik sajauh 23 ½ derajat pada babad 14 Hiriahhingga surya kelihatan terbit di belahan utara garis ekuatordan kemudian di belahan selatannya. Lihat SUBULU danFIJJAAJAA.MISHBAAH : Bintang berapi 24/35, jamaknya MASHAABIIH berarti“bintang –bintang berapi” pada ayat 41/12 dan 67/5.MUTHWIYYAAT : yang berrotasi 39/67 yaitu planet-planet berputar di sumbunyamenurut tatahukum Allah.MUQARRANIIN : Yang dijadikan satu generasi, 14/49, 25/13, 38/38.Demikianlah orang-orang kafir dalam neraka, mereka beradadi neraka yang satu yaitu surya yang satu pada tatasurya kita.Itu juga sebabnya kenapa NAAR atau neraka itu tidak pernahberbentuk jamak.MUQRINIIN berarti “yang satu generasi” pada ayat43/13 bahwa dalam soal kendaraan, manusia berada dalamdua generasi, yaitu generasi yang menolak berada daya tarikbumi, dan generasi yang menghilangkan daya tarik itudengan pesawat piring terbang.
  • 54. 54MUQTARINIIN berarti “dalam satu generasi” 43/53,semuanya sehubungan dengan QARNU.MUQSITHIIN : Yang berbuat effektif 5/42, 49/9, 60/8. Lihatlah QISTHU.MAQAALIID : Daerah Orbit 39/63, 42/12, yaitu garis atau daerah kitaranplanet-planet keliling surya. Hal ini membuktikan bahwa Al-Qur’an telah lebih dahulu menyatakan surya itu menjadi pusatorbit planet, bukanlah Copernicus sebagai tercatat dalamsejarah dunia. Sebagai pusat orbit, tentulah surya itu palingbawah, 95/5, sebagaimana pusat bumi paling bawah di bumiini.MUQAAM : Tempat Tetap 5/107, 25/66, 25/76, 33/13, dan 35/35. Makaistilah MAQAAM berarti “ kebesaran” tercantum pada ayat2/125, 3/97, 5/107, 10/71,14/14, 17/79, 19/7, 26/58, 27/39,37/164, 44/26, 44/51, dan 79/40. Bukanlah istilah itu berartitempat berkubur. Hal ini dibuktikan dengan ayat 2/125, dan3/97 yang menayatakan kebesaran Ibrahim bukankuburannya; ayat 10/71 menyebutkan kebesaran Nuah bukankuburannya; demikian pula kebesaran Allah pada ayat 14/14,17/19, 19/73, dan sebagainya.MALAKUUT : Kerajaan-kerajaan 6/75, 7/185 23/88,36/83, mufradnya ialahMULKU tercantum pada ayat 2/12, 2/248, 3/26, 76/20, dll.Dalam ayat 7/185 Allah bagaikan mengajurkan manusiaramai memperhatikan kerajaan planet-planet, dan pada ayat6/75, dinyatakan bahwa Nabi Ibrahim telah melihat atau telahdiperlihatkan kepadanya kerajaan planet-planet itu. Hal iniberlaku sewaktu dia hendak dibakar musuhnya, lalu diadimi’rajkan 21/70, 37/99.MUMIDDU : Yang memperganda 8/9, MUMADDADAH berarti “yangberlapis-lapis” 104/9; dan istilah MAMDUUD berarti “yangdiperganda” tercantum “menodong, tinggi menjulang, luasterbentang, yang banyak“ atau sebagainya. LihatlahMIDAADAA.MANNU : Keutamaan 2/57, 2/262, 2/264, 7/160, 20/8, 47/4,sehubungan dengan MANNA berarti “utamakan” tercantumpada ayat 3/143, 3/164, 4/94, 4/119, 6/53, 12/90, 14/11,
  • 55. 5520/37, 26/22, 28/5, 28/82, 37/114, 38/39, 49/17, 52/27, 74/6,juga sehubungan dengan istilah TAMANNA pada ayat 2/94,2/95, 3/143, 4/32, 28/28, 62/6, 62/7. Maka Mannu yangdiberikan kepada Bani Israil tercantum pada ayat 7/160bukanlah makanan manis tetapi keutamaan dalam keilmuansebagai dimaksudkan pada ayat 44/32 dan 45/16. LihatlahSALWAA.MUNTAHAA : Tempat berhenti 53/42, 79/44, tetapi pada ayat 53/14 disebutsebagai nama planet yaitu planet tertinggi terbesar dalamdaerah tatsurya kita, dinyatakan pada ayat 81/23. Di planetMuntaha itulah batas bagi segala tingkat kemajuan manusiatatasurya ini, sesuai dengan maksud ayat 53/17 jo.37/8, jugasesuai dengan ilmu yang dimiliki manusia Bumi bahwa jarakantara kita dengan bintang terdekat, minimal 4,2 tahun geraksinar. Lihatlah SIDRU.Muntaha sehubungan dengan istilah INTAHAA berarti“berhenti” pada ayat 2/192, 2/275, 96/15 dll.MAW –UUDAH : bayi yang diharapkan 81/8, yaitu keturunan yang seharusnyamengorbit keliling ibu-bapaknya dibatasi dengan pembatasankelahiran sebagai yang dinyatakan oleh ayat 6/140, 6/151,17/31 jo.32/8 dan 2/205. Lihatlah WADDA.MIHAAD : Tempat tinggal yang terayun 78/6 yaitu bumi yang senantiasamengorbit keliling surya. Begitu pula surya itu sendiri yangterayun dalam orbitnya keliling Bimasakti sebagai tempatorang-orang kafir nantinya di Akhirat. Hal ini tercantum pada2/206, 3/12, 3/197, 7/41, 13/18, 38/56, sebagai dimaksudkanayat 67/5 dan 95/5.Sehubungan dengan MAHDAA berarti “dalamkeadaan terayun 20/53, 43/10; dengan MAHDAA berarti“ayunkan” 74/14; dengan MAAHIDUUN berarti “yangmengayunkan” pada 51/48’ dan sehubungan denganMAHDU berarti AYUNAN tercantum pada ayat 3/46, 5/110,19/29.NAJMU : Bintang 16/16, 53/1, 55/6, 86/3 yang maksudnya yaitu suryasebagai salah satu bintang. Sedangkan bintang-bintang
  • 56. 56lainya disebutkan dengan NUJUUM pada ayat 6/97, 7/54,16/12, 22/18, 37/88, 52/49, 56/75, 77/8, dan 81/2.Dalam istilah lain disebutkan dengan MISHBAAH danMASHAABIIH.NAAR : Api atau Neraka. Sebagai api biasa NAAR tercantum padaayat 20/10, 28/29, 29/24, 38/76. Dan sebagai neraka makaNAAR termuat pada banyak ayat suci seperti 2/80, 39/16,66/6 dll. Yang dalam istilah lain disebut dengan MASHAABIIHpada ayat 67/5, dengan JAHANNAM pada ayat 19/68, dandengan SA’IIR pada ayat 42/7 dll.Api neraka itu ialah surya sendiri, dibuktikan denganapi terbesar, 87/12, dihadapkan kepada bumi pagi dan malammenurut waktu setempat, 40/46, dan sebagai tempat palingbawah disebutkan pada 95/5.NAAZI’AAT : Yang mencabut 78/1 yaitu comet yang membentuk tatasuryasembari mencabut semua Mar’a yang harus bergabungdengannya, lalu menyeret tatasurya berupa ekor cometmenurut arah layangnya, sehubungan dengan NAZA’A berarti“mencabut” 3/26, 7/27, 7/43, 7/109, 11/9, 15/47, 19/69,26/33,28/75, 54/20, dan dengan NAZZAA’AH berarti“pencabutan “ pada ayat 70/16.NAASYA-AH : Wujud 73/6, sehubungan dengan ANSYA-A berarti“mewujudkan” 6/6, 6/98, 6/133, 6/141, 11/61, 13/12, 12/12,23/14, 23/19, 23/42, 28/45, 29/20, 36/79, 53/32, 56/35, 56/61,56/72, 67/23; dan MUNSYI-UUN berarti “yang mewujudkan”56/72; dengan NASY-AH berarti “perwujudan” 29/20; denganNASY-SYA-A berarti juga “mewujudkan” pada ayat 43/18.NAASHIBAH : Yang punya bagian 88/3 sehubungan dengan NASHABAberarti “bagikan” 99/18, 94/7 dan dengan NASHIIB berarti“bagian” pada ayat 2/202,3/23, 4/32, 4/44, 4/21, 4/53, 4/85,4/118, 6/136, 7/37, 11/109, 16/56, 28/77, 40/47, dan 42/20.NAFARU : Pasukan 18/34, 46/29, 72/1, sehubungan dengan NAFARAberarti “bertempur” 4/71, 9/38, 9/39, 9/41, 9/81, 9/122; denganNUFUUR berarti “tantangan” 17/41, 16/95, 17/46, 18/109,
  • 57. 5725/60, 31/27, 35/42, 38/54, dan dengan NAFIIR berarti“penempur” tercantum pada 17/6.NAFAQAH : Belanja atau pemberian yang harus dibayarkan untukmasyarakat, 2/270, 9/54, 9/121. Lihatlah SHADAQAH.NAQIIR : Sebesar Electron 4/53, 50/4, 73/3 yaitu dibayarkan yangpaling kecil, lihatlah MAR’A. Dalam Al-Quran, electron,positron, dan Neutrino disebut MAR’A “dikumpulkan padayang mengumpulkan” yaitu ketika planet-planet dan bumi inimengikuti comet yang membentur dan waktu itu semua Mar’ayang harus bergabung dengan comet telah berkumpul padacomet. Lihat juga SHUUR.NUUR : Sinar 2/17, 2/257, 6/1, 6/22, 5/16, 13/16, 33/43, 57/9, 60/5,65/11, 71/16. NUUR yaitu sesuatu yang ada dalam daerahsekitar api. NUUR itu baru kelihatan sesudah dipantulkanMar’a sesuatu wujud.NUUR : Tatasurya atau planet-planet yang berada keliling suryatercantum pada 24/35, 39/69, 57/12, 57/19, 57/28, 66/8.Surya sebagai pusat berbentuk api besar, maka yang adadisekitarnya yaitu yang ada dalam daya tarik suryadinamakan NUUR.NUUR : Pertunjuk dari Allah 4/175, 5/44,5/46, 6/9, 7/157, 9/32, 24/40,39/22, 42/52, 61/8, 64/8, maka yang mendaat pertunjukhanyalah yang dikenai pertunjuk Allah. Dalam hal ini Allahselaku pusat pertunjuk yang meluas ke segala jurusan,karenanya pertunjuk itu dinamakan NUUR.NAILU : Capaian 9/120, sehubungan dengan NAALU berarti“mencapai” tercantum pada ayat 2/124, 3/92, 5/94, 7/37, 7/50,7/152, 9/74, 9/120, 22/3, dan 68/45.WATIIN : Daya tarik planet, 69/46, sehubungan dengan TIIN berarti“rotasi” 95/1, dan dengan MATIIN berarti “yang memutar”pada ayat 7/183, 51/58, dan 68/45.WATSAAQ : Aturan atau peraturan 47/4, 89/26, sehubungan denganistilah WAATSAQA berarti “mengatur” 5/7, 89/26, dan denganWUTSQAA berarti “teratur” pada ayat 2/256, 31/22. Dan jugasehubungan dengan MIITSAAQ berarti ‘perjanjian’ pada 2/27,
  • 58. 582/63, 2/84, 2/93, 3/93, 3/187, 4/21, 4/90, 4/154, 5/7, 5/13,5/70, 7/169, 8/72, 13/20,33/7, dan 57/8.WIJHAH : Arah penghadapan 2/148, maka dengan ini teranglah bahwadi permukaan setiap planet ada Kiblat shalat sebagai yangdisinyalir oleh ayat 2/149, dan 2/150, juga dengan istilahKAWAA’IB pada ayat 78/33.WIJHAH sehubungan dengan WAJHU berarti “wajah”atau penghadapan tercantum pada 2/115, 5/6, 30/30 dan jugasehubungan dengan WAJIIHAA berarti “ arah penghadapan”tercantum pada ayat 3/45, 33/69.WAADUL AIMAN : Lembah sebelah kanan, jika dipandang dari palestinamenurut arah putaran bumi dari barat ke timur, 28/30.Lembah itu ialah kota Makkah 3/96, dan Makkah itulahlembah tanpa tetumbuhan yang dimaksud Ibrahim dalamdoanya pada ayat 14/37.Maka WAADUL MUQADDATS yang tercantum pada79/16 adalah Makkah atau Waadul Aiman tersebut. Lihatlahketerangan mengenai THUWAA.WADDA : Mengharapkan 2/96, 2/105, 2/109, 2/266, 3/30, 3/69, 4/42,4/89, 8/7, 333/20, 58/22 , 60/2, 68/9, 70/11 maka ayat 15/2menyatakan bahwa orang –orang kafir berharap untuk jadiorang-orang islam, bukanlah WADDA dalam ayat suci ituberarti “menyesali diri”Istilah itu sehubungan dengan WUDDU berarti “rasaPengharapan” 19/96; denagan WADUUD berarti “hubunganpengharapan” pada ayat 4/73, 5/82, 29/25, 30/21, 42/23,60/1, 60/7.WARDATAN : Berbanjaran 55/37. Ayat suci ini menyatakan bahwa ketikatatasurya ini dibentur comet maka dia terseret berbanjaranserupa benda gas, dan memang demikian keadaantatasurya-tatasurya yang terseret menjadi ekor comet. Istilahitu sehubungan dengan WARADA berarti “menjurus” 21/99,28/23, dengan WAARIDU berarti “yang menjurus” 12/19.19/71, 21/98; dengan WIRDU berarti “jurusan” 11/98, 19/86;
  • 59. 59dan dengan WARIID berarti “urat leher” atas polongan leher50/16.WASHIILAH : Penghubung 5/103, bahwa Allah tidak mengadakanpenghubung antara DIA dan manusia begitupun sebaliknya,tetapi memang DIA mengutus Rasul-rasul untukmenyampaikan Firman-NYA. Istilah itu sehubungan denganWASHALA berarti “sampaikan” pada ayat 13/21, 13/25, danWASH-SHALA pada ayat 28/51; dan dengan WASHALAILAA berarti “mencapai” pada 6/136, 11/70, 11/81, 28/35, dan4/90.WA’AZHA : Ajarkan 2/231, 2/232, 4/34, 4/58, 4/66, 7/164, 11/46, 16/90,24/17, 26/136, 31/13,34/46, 58/3, 65/2, dan benarlah Allahmengajar Nabi Nuah agar termasuk orang-orang bodohsebagai pada ayat 11/46. Hal ini karena umurnya sudahsangat tua sedangkan anak isterinya karam bersama orang-orang kafir. Dan sesudah topan besar, dimulailah peradabanmanusia dari bermula, sedangkan dulunya telah mencapaiperadapan tinggi, 30/9, 40/82, jo.34/45.Istilah itu sehubungan dengan MAW-IZHAH berarti“pembelajaran” 2/66, 2/275, 3/138, 5/46, 7/145, 10/57,11/120, 16/125, 24/34; dan denagan WAA’IZHIIN berarti“yang mengajarkan ‘ pada ayat 26/136.WALIIJAH : Inti utama 9/16 sehubungan dengan WALAJA berarti “masuk”57/4, dan dengan AWLAJA berarti “memasukkan” pada ayat3/27, 7/40, 22/61, 31/29, 35/13, 57/6.HABITHA : Turun 2/36, 2/61, 2/74, 7/74, 11/48, 20/123, seperti batu jatuhdari tempat tinggi kepada tempat rendah. Dan Adam bukanditurunkan derajatnya tetapi diturunkan atau turun dariMuntaha ke bumi sebagaimana keberangkatan Isa almasihdari Bumi, 3/59, atau melayang di angkasa bebas, 17/61,turun bersama-sama dengan isterinya dan hewan yangdibutuhkan dalam kehidupan di bumi 39/6.HAWAA-U : Keserakahan 2/145, 5/49, 6/119, 6/150, 14/43, 23/71, 28/50,30/29, jamaknya ialah AHWAA-U tercantum pada ayat 2/120,
  • 60. 605/49, 5/77, 6/56, 6/119, 6/50, 13/3, 23/71, 28/50, 30/29, 42/15,45/18, 47/14, 47/18, dan 54/3.HAWAA : jatuh 2/87, 5/70, 20/81, 53/1, 53/23, sehubungan denaganHAWAA berarti “kejatuhan” 4/135, 7/176, 18/28, 20/16, 25/43,38/26, 45/23, 53/3, 79/40; dengan AHWAA berarti “jatuhkan”53/53; dengan HAWAA ILAA berarti “tertarik” 14/37; denganHAWAA BI berarti “terbangkan” 22/31; dan denganHAAWIYAH berarti “yang menarik jatuh 101/9 yaitu surya apibesar sebagai pusat orbit dan yang selaku menarik jatuh.YAHUULU : Pisahkan 8/24 sehubungan dengan HAALA tercantum padaayat 11/43, 34/54, dan dengan MIHAAL berarti “teliti” padaayat 13/13.YAHMUUM : Yang dikhayalkan 56/43, sehubungan dengan HAMI padaayat 6/70, 10/4, 22/19, 26/101, 36/67, 40/18, 41/34, 47/15,55/44, 56/42, dan lain-lain.YAQIIN : Kepastian 15/99, 27/22, 69/51,74/47, 102/5, 102/7,sehubungan dengan YAQIINAA berarti “dengan kepastian”4/157; dengan AWQANA berarti “mendapat kepastian” 2/4,2/118, 5/50, 13/2, 27/82, 30/60, 31/4, 32/2, 45/4, 45/20;dengan MUSTAIQINIIN berarti “yang merasa pasti” 45/2; dandengan MUUQINUUN berarti “yang mendapat kepastian”tercantum pada ayat 6/75, 26/24, 32/12, 44/7, dan 51/20.YAMMU : Air hanyut tercantum pada ayat 7/136, 20/39, 20/78, 20/97,28/7, 28/40,51/40. Musa diwaktu kecil dihanyutkan pada airhanyut di sungai Nil, 20/39, 28/7, karenanya teranglah bahwawaktu Musa bersama Bani Israil melintasi Laut Merah, air lautwaktu itu mengalir ke salatan karena gelombang pasang diteluk Aden, maka waktu air laut itu mengalir ke utara barulahFiraun dan tentaranya dibenamkan Allah, 7/136, 20/78, 28/40,dan 51/40. Jadi, bukanlah waktu itu laut Merah terbelahsebagaimana dongeng selama ini atau sebagaimanadinyatakan The Bible. Lihat juga THUUD.YAMIIN : Kanan atau tangan kanan, 20/18, 20/69, 29/48, dan 37/93.
  • 61. 61YAMIIN : Kanan, ASH-MAABUL YAMIIN = Golongan kanan atau yangmematuhi Allah, tercantum pada ayat 56/27 dan 56/38.Lawannya ialah ASH-HAABUSY SYIMAAL pada ayat 56/41.YAMIIN : Tatahukum 17/71, 33/50, 33/52, 37/28, 69/19, 69/45, 84/7,jamaknya ialah AIMAAN. Maka YAMIIN yang tercantum padaayat 39/67 ialah Tatahukum Allah bukan tangan Allah.Dengan tatahukum itulah DIA memutar bintang-bintang,planet-planet dan semesta raya ini.YAUM : Hari di bumi kini 2/80, 2/184, 2/203, 2/259, 3/24, 3/140, 5/3,6/141, 10/102, 11/65, 23/113, 34/18, 40/29, 40/49, 69/7, dan69/24. Hari di bumi yaitu satu kali putaran bumi di sumbunya360 derajat.YAUM : Tatasurya 6/73, 9/36, 14/5, 32/5, 44/10, 45/14, dan 45/27,yaitu Tatasurya yang juga berputar di sumbunyasebagaimana bumi berputar. Lihat juga NUUR.YAUMAN : Dalam satu tatasurya, 20/102, 20/104, bahwa di akhirat nantiakan tahulah manusia ramai tentang planet-planet yangsepuluh dalam tatasurya ini.YAUM : hari di tatasurya 11/7, 41/9, 41/10, 41/12, yaitu berputarnyatatasurya ini 360 derajat selama 1.000 bulan Qamariah atauLunar Year menurut ayat 22/47. Jamaknya ialah AYYAAMtercantum pada 7/40, 11/7, 25/59, 32/4, 41/10, 50/38.YAUM : Hari di semesta raya 70/40 yaitu putaran semesta raya 360derajat selama 50.000 tahun di bumi.YAUM : Hari di akhirat nanti 2/125, 7/51, 24/37, 25/14, 31/33, 32/14,36/54, 40/17, 76/10, dan 83/34.YAUMUL AAKHIRAH : Hari akhirat tercantum pada ayat 2/8, 58/22, 60/6, 43/65.YAUMUL AAZIFAH : Hari yang mendekat yaitu hari kematian total dan dihidupkankembali di akhirat, 40/18.YAUMUL ALIIM : Hari yang perih bagi orang-orang kafir di akhirat nanti, 11/26,433/65.YAUMUL BA’TSU : Hari berbangkit di akhirat nanti, 30/56.YAUMUT TAGAABUN : Hari penyesalan bagi orang-orang kafir di akhirat nanti,64/9.YAUMUT TALAAQ : Hari pertemuan di akhirat nanti, 40/15.
  • 62. 62YAUMUT TANAAD: Hari penggilan untuk hidup kekal di akhirat nanti, dimanasetiap yang pernah hidup berjiwa akan dihidupkan kembali,40/32.YAUMUTS TSAQIIL : Hari yang berat bagi orang-orang kafir di akhirat nanti, 76/27.YAUMUL JAM’I : Hari berkumpul di akhirat nanti, 42/7, 64/…YAUMUL JUM’AH : Hari jum’ah untuk berkumpul di masjid setiap minggu, 62/9.YAUMUL HISAAB : Hari perhitungan di akhirat nanti, 38/16, 8/26, 38/53, 40/24.YAUMUL HASRAH: Hari kekecewaan bagi orang-orang kafir di akhirat, 19/39.YAUMUL HAQ : Hari yang logis pasti akan ada di akhirat, 78/38.YAUMUL KHURUUJ : Hari keluar dari kubur untuk hidup kedua di akhirat, 50/42.YAUMUL KHULUUD : Hari masuk orang-orang islam ke surga di akhirat nanti,50/34.YAUMUD DIIN : Hari agama di akhirat nanti dimana hukum dan pengabdianhanya bagi Allah, 1/4, 15/35, 26/82, 37/20, 51/12, 56/56,70/26, 82/15, 82/18, 83/11.YAUMUZ ZIINAH : Hari keramaian memakai hiasan, di dunia kini, 20/59.YAUMUZH ZHULLAH: Hari transit planet diatas orbit bumi, 26/189.YAUMUUN’ASIIR : Hari kesulitan bagi orang-orang kafir di akhirat nanti, 25/26,54/8, dan 74/9.YAUMUL’AZHIIM : Hari yang agung, 6/15, 10/15, 19/37, 26/135, 26/189, 39/13,46/21, dan 83/5.YAUMUN ‘AQIIN : hari yang tunggal dimana tiada pergantian siang dan malam,22/55, yaitu di akhirat nanti.YAUMUL FATHI : Hari pembukaan kesadaran penuh bagi manusia di akhiratnanti, 32/29.YAUMUL FASHLI : Hari penjelasan bagi manusia di akhirat nanti tentang semuaproblem, 44/40, 77/13, 77/38, 78/17.YAUMUL QIYAAMAH : hari berbangkit bagi setiap yang pernah hidup di dunia kini,berlaku di akhirat nanti, 19/95, 21/47, 39/15, 39/24, 39/47,39/60, 39/67, 42/45, 45/26, 58/7, 60/3, 68/39, 75/1.YAUMUL KABIIR : Hari yang besar di akhirat nanti, 11/3.YAUMUL MAJMUU: Hari dikumpulkan manusia yang pernah hidup kini di akhiratnanti, 11/103.YAUMUL MA’LUUM : Hari tertentu yaitu hari berbangkit di akhirat nanti, 56/50.
  • 63. 63YAUMUL MAW’UUD : Hari yang dijanjikan yaitu hari berbangkit di akhirat nanti,85/2.YAUMUN NAHSI : Hari Nahas untuk orang kafir, 41/16, 54/19.YAUMUL WA’IID : Hari perjanjian yaitu setiap diri harus hadir di akhirat nanti,50/20.YAA WAILANA : Wahai celakalah kita, demikian kata orang-orang kafirsewaktu bangun di akhirat nanti, 5/31, 11/72, 18/49, 21/97,25/28, 36/52, 37/20, dan 68/31.Sementara itu orang-orang beriman akan mengatakanSeperti tercantum pada ayat 39/75 danJuga akan dikatakan pada mereka“ALHAMDU LILLAHI RABBIL ‘ AALAMIIN”
  • 64. 64OLEHNAZWAR SYAMSUDirekproduksi oleh :
  • 65. 65

×