0
PENGARUH PENGGUNAAN MULSA
JERAMI DAN MPHP PADA PRODUKSI
TANAMAN BUNCIS
(Phaseolus vulgaris L.)
Anggi Nofian Pratiwi
Cahyo ...
BAB I
PENDAHULUAN

• 1.1 Latar Belakang
Buncis adalah salah satu tanaman yang digunakan
dalam praktek kerja lapang budiday...
1.2 Rumusan masalah penelitian

1.

Bagaimana budidaya tanaman buncis (Phaseolus vulgaris L) yang baik
dan benar?

2.

Ada...
1.4 Manfaat
Adapun manfaat yang didapat dari praktek kerja lapangan sebagai berikut :

1.
2.

Memberikan informasi mengena...
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Tanaman Buncis

•
•
•
•
•
•
•
•
•
•

Klasifikasi Tanaman Buncis
Kingdom
: Plantae (tumbuhan)
Subki...
Jenis Buncis

• Varietas Buncis Babud (lokal Bandung)
• Varietas Buncis Hawai Wonder
• Varietas Buncis Kopak
• Varietas Bu...
Syarat Tumbuh
Iklim
•
•
•
•

curah hujan 1.500 - 2.500 mm per tahun.
Suhu udara 20 - 25°C.
cahaya matahari sekitar 400 - 8...
Manfaat Tanaman Buncis
•
•
•
•
•
•

Dapat membantu menurunkan tekanan darah serta mengawal
metabolisme gula dalam darah.
M...
Hama dan Penyakit
Tanaman Buncis
Hama
• Kumbang Daun.
• Penggerek polong
• Lalat kacang
• Kutu daun
• Ulat jengkal semu.
•...
Pemberian Mulsa
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pemberian pupuk.
Pemberian mulsa menimbulkan kesan gelap.
Penggunaan mulsa secara...
BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN

3.1 Tempat dan Waktu Pelaksanaan
Pengumpulan data dan pengamatan dilaksanakan kurang
lebih s...
3.2 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan:

•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•

Koret
Cangkul
Timba
Kenco (alat pengukur jarak tanaman)
Tu...
3.3 Prosedur Pelaksanaan
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•

Metode atau langkah yang perlu diterapkan untuk menunjang
keberhasil...
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
•
•
•
•

4.1 Pemberian mulsa
Untuk meningkatkan produksi buncis dapat dilakukan dengan
perbaik...
4.2 Pelaksanaan Budidaya

• 4.2.1Penanaman
• 4.2.2Pemeliharaan Tanaman
• 4.2.3Panen dan Pasca Panen
4.3 Kualitas Hasil Budidaya
• Hasil kegiatan budidaya tanaman buncis ini dapat dilihat
dari berbagai aspek, salah satunya ...
4.4 Kendala-Kendala Hasil
Budidaya
• Pada proses budidaya tentunya terdapat kendala-kendala
yang kami alami yaitu :

• Ham...
4.5 Hasil Panen
Hari/tanggal

Massa (gr)

Massa (gr)

MPHP

Jerami

Panen 1

Kamis, 16 April 2013

278 gr

146,5 gr

Panen...
Table Hasil Panen Buncis (MPHP)
Massa (gr)

Jumlah Polong

Panen 1

278 gr

44 buah

Panen 2

300 gr

48 buah

Panen 3

16...
Grafik Hasil Panen (gr)

3500
3000
2500
2000
1500
1000
500
0
16-Apr-13

23-Apr-13

MPHP

27-Apr-13

Jerami

06-May-13
• Rata-rata produksi hasil panen buncis per harinya.
Jumlah hari panen 4 hari
Rata-rata massa panen per hari (MPHP) = juml...
•

Jika ditinjau dari lubang tanam, dengan jumlah lubang tanam dalam
satu bedeng adalah :
MPHP = 26 lubang tanam
Jerami = ...
• Kesimpulan
• Berdasarkan

BAB V
PENUTUP

hasil
kegiatan
lapang
yang
telah
dilaksanakan, kami dapat simpulkan bahwa pengg...
Saran
•Bagi Petani
•Bagi Siswa
•Bagi Sekolah
•Bagi Pemerintah
Terima Kasih Atas Perhatiannya
PEMANFAATAN MULSA JERAMI DAN MPHP PADA PRODUKSI TANAMAN BUNCIS (Phaseolus vulgaris)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

PEMANFAATAN MULSA JERAMI DAN MPHP PADA PRODUKSI TANAMAN BUNCIS (Phaseolus vulgaris)

1,667

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,667
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
25
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "PEMANFAATAN MULSA JERAMI DAN MPHP PADA PRODUKSI TANAMAN BUNCIS (Phaseolus vulgaris)"

  1. 1. PENGARUH PENGGUNAAN MULSA JERAMI DAN MPHP PADA PRODUKSI TANAMAN BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) Anggi Nofian Pratiwi Cahyo Suluk Romadhon Firas Rahmad H Ivan Eka Hariansyah Nadia Aliyatul Izzah
  2. 2. BAB I PENDAHULUAN • 1.1 Latar Belakang Buncis adalah salah satu tanaman yang digunakan dalam praktek kerja lapang budidaya tanaman dalam bidang pertanian. Untuk melaporkan hasil kegiatan praktek lapang mengenai seluk beluk buncis dan budidaya buncis beserta pemanfaatan mulsa jerami dan MPHP, maka disusunlah laporan hasil kegiatan tersebut dengan judul “Pengaruh Penggunaan Mulsa Jerami dan MPHP pada Produksi Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris)”.
  3. 3. 1.2 Rumusan masalah penelitian 1. Bagaimana budidaya tanaman buncis (Phaseolus vulgaris L) yang baik dan benar? 2. Adakah pengaruh pada hasil produksi dari pemberian mulsa pada tanaman buncis (khususnya mulsa alami dan mulsa MPHP) ? 3. Pengaruh apa saja yang dapat diamati dari pemberian mulsa tersebut? 1.3 Tujuan Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : 1. Memaparkan cara budidaya tanaman buncis (Phaseolus vulgaris L) yang baik dan benar. 2. Mengetahui adakah perbedaan dari hasil pemberian mulsa yang berbeda. 3. Mengetahui pengaruh dari pemberian jenis mulsa yang berbeda yaitu mulsa alami dan mulsa MPHP.
  4. 4. 1.4 Manfaat Adapun manfaat yang didapat dari praktek kerja lapangan sebagai berikut : 1. 2. Memberikan informasi mengenai cara budidaya tanaman buncis. 3. Menambah wawasan serta pengalaman bagi penulis dalam cara budidaya tanaman buncis. Mengetahui kendala-kendala apa saja yang dihadapi saat pelaksanaan budidaya di lapangan.
  5. 5. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tanaman Buncis • • • • • • • • • • Klasifikasi Tanaman Buncis Kingdom : Plantae (tumbuhan) Subkingdom : Tracheobionta (berpembuluh) Superdivisio : Spermatophyta (menghasilkan biji) Divisi : Magnoliophyta (berbunga) Kelas : Magnoliopsida (dikotil) Sub-kelas : Rosidae Ordo : Fabales Familia : Fabaceae (suku polong-polongan) Genus : Phaseolus Spesies : Phaseolus radiatus L.
  6. 6. Jenis Buncis • Varietas Buncis Babud (lokal Bandung) • Varietas Buncis Hawai Wonder • Varietas Buncis Kopak • Varietas Buncis Kasender • Varietas Buncis Hawkesburry Wonder • Varietas Buncis Lokal Surakarta
  7. 7. Syarat Tumbuh Iklim • • • • curah hujan 1.500 - 2.500 mm per tahun. Suhu udara 20 - 25°C. cahaya matahari sekitar 400 - 800 footcandles. Kelembapan udara sekitar 50 - 60 % (sedang). Tanah • • • • Ketinggian sekitar 1000 – 1500 meter di atas permukaan laut. Jenis tanah yang cocok andosol dan regosol. Derajat keasaman (pH) = 5,5 - 6. Sifat-sifat tanah yang baik untuk buncis yaitu gembur, remah dan subur.
  8. 8. Manfaat Tanaman Buncis • • • • • • Dapat membantu menurunkan tekanan darah serta mengawal metabolisme gula dalam darah. Membantu penurunan berat badan. Menurunkan kolesterol total dan kolesterol jahat serta meningkatkan kolesterol baik. Menjaga kesehatan pencernaan dan menghindarkan terjadinya hiperglikemia. Menjaga kesehatan pembuluh darah. Menjaga kestabilan tekanan darah dan menurunkan resiko terkena stroke.
  9. 9. Hama dan Penyakit Tanaman Buncis Hama • Kumbang Daun. • Penggerek polong • Lalat kacang • Kutu daun • Ulat jengkal semu. • Ulat penggulung daun Penyakit • Penyakit Antraknosa. • Penyakit Embun Tepung. • Penyakit Layu. • Penyakit Bercak daun. • Penyakit Hawar Daun. • Penyakit Busuk Lunak. • Penyakit Karat. • Penyakit Damping Of. • Penyakit Ujung Kriting.
  10. 10. Pemberian Mulsa 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Pemberian pupuk. Pemberian mulsa menimbulkan kesan gelap. Penggunaan mulsa secara tidak langsung. Menjaga tanah tetap gembur, suhu dan kelembaban tanah relative tetap (stabil). Mencegah tercucinya pupuk oleh air hujan, dan penguapan unsur hara oleh sinar matahari. Daun yang berada di atas permukaan tanah terhindar dari percikan air tanah. Kesuburan tanah karena pemupukan dapat merata. Secara ekonomis, penggunaan mulsa dapat mengurangi pekerjaan penyiangan dan penggemburan tanah.
  11. 11. BAB III PELAKSANAAN KEGIATAN 3.1 Tempat dan Waktu Pelaksanaan Pengumpulan data dan pengamatan dilaksanakan kurang lebih selama 8 minggu, dimulai pada tanggal 19 Februari 2013 dan dilaksanakan di lahan pertanian Politeknik (POLTEK) Jember.
  12. 12. 3.2 Alat dan Bahan Alat yang digunakan: • • • • • • • • • • • Koret Cangkul Timba Kenco (alat pengukur jarak tanaman) Tugal Sabit Lanjaran Gembor Meteran Gunting Gelas plastik Bahan yang digunakan: • • • • • • • • • Rumput jepang Benih buncis Jerami Mulsa MPHP Furadan KCl Urea SP 36 Phonska
  13. 13. 3.3 Prosedur Pelaksanaan • • • • • • • • • • • • • • Metode atau langkah yang perlu diterapkan untuk menunjang keberhasilan hasil produksi tanaman buncis, antara lain: Pengolahan Lahan Pembuatan Bedengan Pemupukan Dasar Pemasangan Mulsa Pembuatan Lubang Tanam Penanaman Penyulaman Pengguludan Pemangkasan Pemupukan Pengairan Pemasangan Ajir/Turus/Lanjaran Pengendalian Hama-Penyakit Panen dan Pasca Panen
  14. 14. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN • • • • 4.1 Pemberian mulsa Untuk meningkatkan produksi buncis dapat dilakukan dengan perbaikan teknik budidaya tanaman buncis dengan menggunakan mulsa. Keunggulan penggunaan MPHP adalah memantulkan sinar matahari pada daun tanaman yang dapat berfungsi mengurangi serangan hama penyakit pada tanaman dan meningkatkan intensitas sinar matahari untuk proses fotosintesis. Mulsa alami selain berfungsi sebagai penutup tanah juga dapat melapuk (dekomposisi) sehingga bisa menjadi bahan organik yang bermanfaat bagi tanaman budidaya.
  15. 15. 4.2 Pelaksanaan Budidaya • 4.2.1Penanaman • 4.2.2Pemeliharaan Tanaman • 4.2.3Panen dan Pasca Panen
  16. 16. 4.3 Kualitas Hasil Budidaya • Hasil kegiatan budidaya tanaman buncis ini dapat dilihat dari berbagai aspek, salah satunya adalah kualitas dan jumlah tanaman buncis yang dapat dihasilkan jika disesuaikan dengan luas lahan dan metode yang digunakan. Berdasarkan aspek tersebut, budidaya tanaman buncis yang kami lakukan memberikan hasil yang cukup baik, meskipun pada proses pelaksanaannya kami mengalami berbagai kendala.
  17. 17. 4.4 Kendala-Kendala Hasil Budidaya • Pada proses budidaya tentunya terdapat kendala-kendala yang kami alami yaitu : • Hama dan penyakit • Belalang • Penyakit Bercak Daun • Jamur • Iklim • Gulma • Faktor Internal
  18. 18. 4.5 Hasil Panen Hari/tanggal Massa (gr) Massa (gr) MPHP Jerami Panen 1 Kamis, 16 April 2013 278 gr 146,5 gr Panen 2 Selasa, 23 April 2013 300 gr 200 gr Sabtu, 27 April 2013 1630 gr 2110 gr Senin, 6 Mei 2013 2400 gr 2900 gr Total 4608 gr 5356,5 gr Panen 3 Panen 4
  19. 19. Table Hasil Panen Buncis (MPHP) Massa (gr) Jumlah Polong Panen 1 278 gr 44 buah Panen 2 300 gr 48 buah Panen 3 1630 gr 260 buah Panen 4 2400 gr 384 buah Total 4608 gr 736 buah Table Hasil Panen Buncis (Jerami) Massa (gr) Jumlah Polong Panen 1 146,5 gr 23 buah Panen 2 200 gr 32 buah Panen 3 2110 gr 337 buah Panen 4 2900 gr 464 buah Total 5356,5 gr 856 buah
  20. 20. Grafik Hasil Panen (gr) 3500 3000 2500 2000 1500 1000 500 0 16-Apr-13 23-Apr-13 MPHP 27-Apr-13 Jerami 06-May-13
  21. 21. • Rata-rata produksi hasil panen buncis per harinya. Jumlah hari panen 4 hari Rata-rata massa panen per hari (MPHP) = jumlah massa keseluruhan/jumlah hari panen = 4608 gr / 4 hari = 1152 gr/hari Rata-rata massa panen per hari (Jerami) = jumlah massa keseluruhan/jumlah hari panen = 5356,5 gr / 4 hari = 1339,125 gr/hari
  22. 22. • Jika ditinjau dari lubang tanam, dengan jumlah lubang tanam dalam satu bedeng adalah : MPHP = 26 lubang tanam Jerami = 22 lubang tanam Rata-rata massa panen per lubang tanam (MPHP) = massa keseluruhan/jumlah lubang tanam = 4608 gr/26 =177,23 gr/lubang Rata-rata massa panen per lubang tanam (Jerami) = massa keseluruhan/jumlah lubang tanam = 5356,5 gr/22 =243,47 gr/lubang
  23. 23. • Kesimpulan • Berdasarkan BAB V PENUTUP hasil kegiatan lapang yang telah dilaksanakan, kami dapat simpulkan bahwa penggunaan mulsa jerami dan MPHP berpengaruh pada produksi tanaman buncis walau tidak begitu signifikan. Tanaman buncis yang menggunakan mulsa jerami memiliki hasil produksi lebih banyak daripada yang menggunakan MPHP. Tanaman buncis membutuhkan perawatan yang cukup sederhana dan waktu yang relative singkat. Lingkungan yang kondusif sangat mendukung bagi tumbuh kembang tanaman ini. Hambatan seperti hama dan penyakit dapat diatasi dengan pengendalian yang tepat dan sesuai. Maka hasil panen yang akan diperoleh pun memiliki kualitas dan kuantitas yang tinggi sehingga nilai ekonomi yang didapatkan juga bernilai tinggi.
  24. 24. Saran •Bagi Petani •Bagi Siswa •Bagi Sekolah •Bagi Pemerintah
  25. 25. Terima Kasih Atas Perhatiannya
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×